Anda di halaman 1dari 2

Nama NIM

: Valentino Tarigan : 120402065

Tugas Dasar Konversi Listrik


1. Prinsip kerja Medan Putar Apabila sumber tegangan 3 fasa dipasang pada kumparan stator, timbullah medan putar dengan kecepatan

ns

120 f p

Medan putar stator tsb akan memotong batang konduktor pada rotor Akibatnya pada kumparan rotor timbul dengan induksi (ggl) sebesar E2s= 4,44 f2 N2 (untuk satu fasa) E2s adalah tegangan induksi pada saat rotor berputar. Karena kumparan rotor merupakan rangkaian yang tertutup ggl (E) akan menghasilkan arus (I) Adanya I dalam medan magnet menimbulkan F pada rotor Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor cukup besar untuk memikl kopel beban, rotor akan berputar searah dengan medan putar stator. Agar V terinduksi diperlukan perbedaan relatif antara kec.medan putar stator (ns) dengan kecepatan Medan putar rotor (nr) Perbedaan ns dan nr disebut slip(S) dinyatakan dengan:

ns nr 100 % ns

Bila ns = nr tidak akan berputar karena V tidak terinduksi dan I tidak mengalir pada kumparan rotor = tidak ada kopel. Jadi kopel timbul bila ns > nr . Itulah kenapa disebut motor tak serempak atau asinkron

2. Proses terjadinya medan putar:

Gambar 1 Medan Putar Misalnya kumparan a-a; b-b; c-c dihubungkan 3 fasa, dengan fasa rnasing--masing 120(gambar 1.a) dan dialiri arus sinusoid. Distribusi ia, ib, is sebagai fungsi waktu adalah seperti gambar b. Pada keadaan tl, t2, t3, dan 14 fluks resultan yang ditimbulkan oleh kumparan tersebut masing-masing adalab seperti gambar 1 c, d, e, dan f. Pada t1 fluks resultannya mempunyai arah sama dengan arah fluks yang dihasilkan oleh kumparan a-a; sedangkan t2 fluks resultannya dihasilkan oleh kumparan b-b. Untuk t4, fluks resultannya berlawanan arah dengan fluks resultan yang dihasilkan pada saat tl. Dari gambar 1 c, d, e, dan f tersebut terlihat bahwa fluks resultan ini akan berputar satu kali. Oleh karena itu, untuk mesin dengan jumlah kutub lebih dari dua, kecepatan sinkron dapat diturunkan sebagai berikut:

120 f ns p

Dimana: f = frekuensi p = jumlah kutub