Anda di halaman 1dari 26

PROJECT ENGINEER (OVERVIEW WIKI) Seorang Project engineer (PE) bekerja melintasi batas-batas antara teknik dan manajemen

proyek, memimpin tenaga teknis yang berkontribusi terhadap atau produk. Di beberapa kasus, PE juga berfungsi sebagai manajer proyek tetapi disebagian kasus kedua profesional tersebut memiliki tanggung ja ab bersama untuk memimpin sebuah proyek, jadi tidak tepat jika PE diasumsikan sebagai engineer murni, karena untuk engineer profesional dibutuhkan sertifikasi tersendiri. TanggungJawab Peran PE bisa digambarkan sebagai penghubung antara manajer proyek dan berbagai disiplin teknis yang terlibat dalam proyek. Seorang PE tanggung ja abnya meliputi persiapan jad al,persiapan sumber daya teknik dan segala kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan teknis dalam sebuah proyek. PE juga mungkin bertanggung ja ab atas kinerja manajemen !endor, menjamin akurasi prakiraan keuangan yang terintegrasikan dengan jad al, memastikan proyek selesai sesuai dengan rencana, mengelola sumber daya team proyek dengan berbagai pelatihan dan mengembangkan pengalaman dan keahlian team proyek. Pada proyek dengan struktur yang bagus, semua disiplin khusus teknis melakukan pelaporan pada PE, tetapi dua hal penting yang menjadi tanggung ja ab PE adalah sebagai koordinator berbagai disiplin teknik pada sebuah proyek dan sebagai kontrol kualitas proyek secara umum. PE dalam industri konstruksi Dalam lndustri konstruksi fungsi PE diberikan pada "anejer proyek yang baru, atau asisten lapangan yang mengelola operasi proyek. PE adalah manejer proyek yang mempunyai kualifikasi sebagai engineer dan manajemen proyek. Dalam proyek skala kecil PE juga bertanggungja ab dengan kontrak dan biasanya disebut asiten manejer proyek. PE tidak melakukan pekerjaan desain, melainkan merupakan per akilan kontraktor#team proyek yang total di lapangan yang membantu bagian lain yang tidak berhubungan dengan hal teknis untuk memahami desain dari pekerjaan proyek, memastikan pekerjaan sesuai dengan rencana proyek, membantu mengontrol proyek termasuk penganggaran, penjad alan dan perencanaan proyek. $anggung ja ab yang khas diantaranya meliputi, kegiatan operasional harian di proyek dan mengorganisasikan subkontraktor, koordinator pelaksanaan proyek, memastikan proyek yang sedang berjalan dilaksanakan dengan benar, penjad alan aktifitas proyek, interpretasi gambar dan disain, mere!ie pekerjaan engineering yang sudah berjalan, persiapan gambar kerja, pelaporan status proyek secara regular, penga asan terhadap bujet proyek dan trennya, pembuatan daftar material, mengefektifkan komunikasi antara disiplin teknik dengan bagian konstruksi, mengontrol semua tim teknis yang ada di proyek dan memberikan bantuan serta masukan ke manejer proyek.

Pro !"t Control Engin!!r # P!ran $ Tugas (%agian k!&')


%anuary &rd, '()( * )+ comments Project ,ontrol Engineer adalah suatu pekerjaan dan profesi sangat menantang dan memiliki peluang karier sangat besar. Project ,ontrol Engineer adalah satu-satunya posisi, di samping Site "anager atau Project "anager, yang memiliki pandangan menyeluruh terhadap suatu project. Dengan posisinya itu dia memiliki peluang besar untuk menjadi penasehat utama Site "anager atau Project "anager dalam mengendalikan proyek. Project ,ontrol Engineer pada umumnya mulai terlibat sejak a al perencanaan suatu proyek. Dialah yang bertugas menyusun project schedule, manpo er planing, e-uipment loading dan project budget bersama dengan project key person yang lain. Pada saat eksekusi proyek berjalan, dialah yang berperan utama memasok informasi yang diperlukan untuk mengendalikan agar proyek tetap berjalan sesuai rencana. .leh karena itu orang seringkali menyebutnya juga sebagai Project Planing / ,ontrol Engineer. Pada saat proyek selesai, dia pula yang bertugas untuk menyusun project closing report. 0aporan ini berisi tentang performance yang berhasil dicapai dibandingkan dengan planing yang dibuat sebelum proyek dimulai, beserta analisa-analisanya. Project closing report dimaksudkan untuk membuat historical database yang akan dimanfaatkan untuk menyusun perencanaan proyek baru di masa datang. 1pa yang akan saya tulis berikut ini adalah pengalaman praktek yang saya dapatkan selama hampir sepuluh tahun ()22) 3 '(()) menjalani profesi sebagai Project Planing / ,ontrol Engineer. $ermoti!asi oleh dorongan semangat dari rekan-rekan seperjuangan, saya memberanikan diri untuk menuliskan pengalaman saya. Saat ini, tahun '((2, sudah delapan tahun saya tidak aktif lagi di dunia proyek konstruksi, mudah-mudahan saya masih mampu menuangkannya dalam tulisan yang akan saya buat dalam beberapa seri. Proyek tempat saya bergabung pertama kali adalah ,onstruction Super!ision $elecom 444 (,S $elecom 444). Saya bertugas mengumpulkan data dan informasi secara rutin dari kota-kota kabupaten di seluruh 4ndonesia, kecuali Sumatera / D54 %akarta yang dipegang oleh perusahaan lain. 5emudian data tersebut diolah menjadi 6eekly 7eport dan "onthly 7eport untuk P$ $elkom. $elecom 444 adalah proyek penggelaran kabel telekomunikasi dan pembangunan S$. yang dilakukan P$ $elkom di kota-kota kabupaten seluruh 4ndonesia. Setahun bergabung bersama proyek telekomunikasi, kemudian saya berpindah ke perusahaan kontraktor mekanikal dan bekerja di dalamnya selama hampir sembilan tahun. 5ebetulan selama sembilan tahun tersebut semua proyek yang saya ikuti adalah proyek-proyek pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara (,oal 8ired Steam Po er Plant). Semua kelas pembangkit, dari yang kecil '9:+ "6 sampai yang besar &9;(( "6, semuanya pernah saya ikuti. Saya selalu terlibat dalam akti!itas perencanaan dan pengendalian (planing / control) dalam proyek-proyek pembangkit listrik tersebut, sehingga cukup banyak memahami seluk beluk project planing / control, khususnya untuk proyek pembangkit listrik tenaga uap (P0$<). Pengalaman inilah yang ingin saya tuliskan dalam blog saya ini. "udah-mudahan tulisan ini bisa memberikan setitik manfaat bagi masyarakat project management ataupun kepada para yunior yang baru saja menyelesaikan pendidikannya. 1pa yang akan saya tuliskan benar-benar merupakan pengalaman praktis di lapangan, yang banyak saya pelajari dari para senior maupun hasil eksplorasi bersama teman-teman seja at

selama sembilan tahun berkarya di lapangan. "ungkin saja hal-hal yang akan saya tuliskan ini jarang dibicarakan di ruang kuliah ataupun dibahas di buku-buku te=t project management. Peran dan tugas Project Planing / ,ontrol Engineer sangat mungkin berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Perbedaan itu mungkin juga disebabkan oleh senioritas. Semakin senior pengalaman seorang engineer, biasanya rentang ke enangannya juga semakin luas. Pertama kali bergabung dalam suatu proyek pembangkit listrik, saya hanya mendapatkan tugas untuk mengumpulkan data dan membuat project report untuk dikirimkan ke kantor pusat dan diserahkan kepada ,lient di lapangan. Pada akhir proyek yang berdurasi lebih dari dua tahun tersebut saya sudah memahami dengan baik masalah reporting, progress claim, schedule control dan cost control. Sedikit-sedikit saya juga mulai mempelajari contract administration. Proyek pembankit listrik saya yang pertama tersebut adalah pembangunan P0$< >ukit 1sam unit & / ? dengan kapasitas '9:+ "6 berlokasi di $anjung Enim, Sumatera Selatan.

Pro !"t Control Engin!!r # P!ran $ Tugas (%agian k!&()


%anuary +th, '()( * ); comments Proyek saya yang kedua setelah >ukit 1sam adalah P0$< Paiton S asta unit ; / @ dengan kapasitas '9:)+ "6 berlokasi di Paiton, Probolinggo, %a a $imur. Dalam proyek ini saya mendapatkan pengalaman-pengalaman sangat berharga karena terlibat di dalamnya sejak tahap a al sekali (tahap perencanaan) hingga proyek selesai. Saya mendapat tugas untuk menyusun budget dan project planing. Perencanaan proyek P0$< Paiton unit ; / @ berjalan selama kurang lebih satu tahun, termasuk pembangunan temporary facilities (kantor dan gudang). $eam perencanaan terdiri atas empat orang yang dipimpin oleh Site "anager. Pekerjaan perencanaan berlangsung di kantor pusat, %akarta. >ulan "aret )22:, saya berangkat ke Paiton site dan pada bulan itu juga pekerjaan konstruksi boiler (steam generator) dimulai, ditandai dengan pemasangan kolom rangka baja yang pertama. Perlu diketahui bah a dalam proyek P0$< Paiton unit ; / @ tersebut saya bergabung dengan team erection boiler yang berlangsung selama hampir tiga tahun. Saya mendapatkan tugas sebagai Project ,ontrol ,hief Engineer dengan anggota team sebanyak ? orang, termasuk saya sendiri. Dalam proyek P0$< Paiton unit ; / @ ini Project ,ontrol section memiliki tugas A - "engumpulkan data progress dari lapangan dan menghitung progress tiap-tiap section (6>S) maupun progress erection boiler secara keseluruhan. - "engajukan claim progress bulanan ke ,lient hingga mendapatkan appro!al. ,laim progress yang sudah disetujui dijadikan dasar pengajuan pembayaran bulanan ke ,lient oleh >agian 5euangan. - "engkoordinasikan pengendalian schedule dan progress progress, dengan cara memimpin Progress 7e!ie meeting yang diadakan satu minggu sekali. Progress 7e!ie meeting dihadiri oleh semua ,hief Engineers. - $urut menghadiri schedule meeting yang diselenggarakan main contractor seminggu sekali.

- "ensuplai data progress dan schedule ke ,lient yang akan dipergunakan ,lient untuk mengupdate project schedule dalam soft are Prima!era. - "engkoordinasikan pengendalian biaya proyek agar tidak melebihi budget yang telah ditentukan. Setiap a al bulan Project ,ontrol section mengeluarkan laporan bulanan tentang performance masing-masing section (6>S). Dalam laporan tersebut tercantum progress yang dicapai dan biaya yang telah dihabiskan oleh masing-masing section. Performance report dibahas dalam sebuah performance meeting yang dipimpin oleh Project ,ontrol engineer. - "engajukan proposal incenti!e bulanan dan incenti!e milestone kepada Site "anager. 4ncenti!e ini diberikan kepada seluruh anggota project team berdasarkan performance yang dicapai oleh masing-masing section, baik progress maupun cost performance. - "embuat laporan bulanan untuk kantor pusat dan laporan bulanan untuk ,lient. - "enangani hal-hal yang berhubungan dengan contract administration. $ugas utama yang berhubungan dengan contract administration adalah mempersiapkan data-data untuk claim additional ork. Project ,ontrol section juga memberikan masukan-masukan kepada Site "anager dalam masalah commercial yang berhubungan dengan pembagian tanggung ja ab pekerjaan (scope of ork) antara main contractor dan sub contractor. 1gar dapat memberikan masukan yang benar, maka pemahaman yang benar terhadap contract agreement mutlak diperlukan. - "embuat dokumentasi dalam bentuk photographi selama proyek berlangsung. - "embuat project closing report. Project closing report ini mirip dengan laporan bulanan, hanya saja disertai dengan analisa-analisa terhadap performance yang dicapai dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam planing dan budget. Selesai menjalankan tugas di Paiton saya mendapat penugasan ke P0$< >anjarmasin unit ) / ' kapasitas '9:+ "6 yang terletak di 1sam 1sam, )'( km dari >anjarmasin, 5alimantan Selatan. Proyek ini berlangsung selama kurang lebih dua setengah tahun. 5emudian saya bergabung dengan planing team proyek P0$< "anjung, "alaysia yang berkapasitas &9;(( "6. Secara garis besar Project Planing and ,ontrol section memiliki tugas yang hampir sama dari satu proyek ke proyek yang lain yang pernah saya ikuti. Banya saja beda perusahaan mungkin memberikan job description yang berbeda kepada seorang Project Planing / ,ontrol Engineer.

)!n*usun Pro !"t Planing (R!n"ana Pro*!k) # Work %r!akdown +tru"tur! (W%+) $ +"o,! o- Work
8ebruary ';th, '()( * )) comments "emahami ork breakdo n structure (6>S) dan lingkup pekerjaan adalah langkah pertama dalam menyusun rencana proyek. Pembahasan yang akan saya lakukan dalam beberapa artikel secara bersambung, saya khususkan untuk proyek konstruksi, lebih khusus lagi proyek konstruksi mekanikal Pembangkit 0istrik $enaga <ap (P0$<). Bal ini hanya karena pengalaman saya selama )( tahun, hampir semuanya dalam proyek mechanical erection P0$<. Dalam pembangunan P0$< pemilik (o ner) proyek, dengan didampingi konsultan, menyerahkan pekerjaan pembangunan kepada kontraktor EP, (engineering, procurement / construction). 5ontraktor EP, ini melaksanakan seluruh pekerjaan design engineering, pengadaan (procurement) material dan alat-alat P0$<, dan pemasangannya hingga pembangkit bersangkutan siap beroperasi menghasilkan listrik. 1gar pembangkit mampu beroperasi sesuai kebutuhan pemilik proyek, maka kontraktor EP, harus membuat desain P0$< sesuai dengan parameter input dan parameter output yang telah ditentukan pemilik. Proyek pembangunan P0$< biasanya dibagi menjadi beberapa paket. Setiap paket diberikan kepada satu kontraktor EP,. Sebagai contoh, dalam proyek P0$< >anjarmasin (1sam 1sam) unit-) / ' berkapasitas '9:+ "6 terdapat : paket proyek, yaitu C - Paket )1 A Site Preparation - Paket )> A ,i!il 6orks - Paket '1 A Steam Denerators - Paket '> A ,oal / 1sh Bandling - Paket & A $urbine Denerator / >alance of Plant - Paket ? A Electrical / ,ontrol Semakin besar ukuran proyek, biasanya semakin banyak pembagian paketnya. %umlah paket proyek kadangkala juga tergantung dari sumber pendanaan proyek. Sering sekali kontrak EP, diberikan kepada kontraktor asing, terutama untuk pekerjaan mekanikal, elektrikal dan kontrol. 5emudian kontraktor asing tersebut menggandeng perusahaan lokal sebagai sub kontraktor atau mitra joint operation, untuk menangani pekerjaan construction#installation. Bal-hal yang harus dipersiapkan dalam perencanaan proyek mechanical erection P0$< adalah C - 7encana organisasi - 7encana fasilitas proyek (temporary facilities) - Project schedule dan progress planing - "anpo er loading - E-uipment loading - 1nggaran proyek (project budget) - Prosedur hea!y-lifting - Euality Plan - Safety Plan

<ntuk dapat membuat rencana proyek dengan baik, mutlak diperlukan pemahaman terhadap lingkup pekerjaan (scope of ork) yang ada di dalam kontrak. .leh karena itu sebelum mulai membuat rencana kita harus mempelajari dokumen kontrak dengan seksama. Dalam manajemen proyek, kita mengenal istilah 6ork >reakdo n Structure (6>S). 6>S adalah diagram pohon yang dipakai sebagai alat bantu untuk memecah pekerjaan besar menjadi sub-sub pekerjaan yang lebih kecil. Dalam 6ork >reakdo n Structure dikenal istilah 6>S le!el ), le!el ', le!el &, dst. Semakin dalam le!el 6>S, semakin detail rincian pekerjaannya. 6>S system diciptakan untuk mempermudah proses penyusunan rencana proyek. Setiap detail pekerjaan dibuatkan planingnya masing-masing, kemudian detail planing tersebut dikonsolidasi menjadi planing untuk keseluruhan proyek. %adi penyusunan rencana proyek pada umumnya dilakukan secara bottom up, dimulai dari yang detail (bottom) kemudian digabungkan menjadi o!erall project planing. 6>S sangat bermanfaat pada saat menyusun jad al proyek, membuat progress planing, manpo er planing dan e-uipment loading. Pembahasan lebih detail tentang hal ini akan saya lakukan dalaam artikel tentang cara membuat jad al dan menghitung progres proyek.

>erikut adalah contoh 6ork >reakdo n Structure untuk sebuah proyek pembangunan P0$< A

Cara )!mbuat R!n"ana Pro*!k (Pro !"t Planing) # Pa.ami +"o,! o- Work +!b!lum )!mulai P!r!n"anaan Pro*!k /
"arch &rd, '()( * )( comments Setiap kontrak proyek di dalamnya selalu mencantumkan klausul#bab#pasal tentang pembagian tanggung ja ab antara pemilik dan kontraktor, atau antara main contractor dan sub contractor. Pembagian tanggung ja ab sering disebut juga dengan di!ision of responsibility atau scope of ork. Seorang project planer mutlak harus memahami lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan. Dia harus mempelajari project contract sebelum mulai membuat planing. 1kan lebih bagus jika seorang project planer sudah mulai terlibat suatu proyek sejak proses bidding#tender, karena akan membuat dia benar-benar memahami detail proyek yang akan dilaksanakannya. >erikut ini adalah pembagian tanggung ja ab paling umum antara main contractor dan sub contractor yang saya jumpai selama )( tahun bekerja pada proyek konstruksi P0$<. "ain contractor mensuplai semua peralatan yang harus dipasang, spesifikasi, gambar kerja, prosedur pemasangan mesin-mesin P0$<, testing procedure dan menyediakan lahan untuk pembangunan temporary facilities di area proyek. Sub contractor menyediakan tenaga kerja, peralatan / perlengkapan kerja, peralatan kantor, hea!y e-uipment, consumable, temporary facilities, tranportasi dan akomodasi staff / karya an sub contractor.

P0$< Paiton, %a a $imur >eberapa hal berikut perlu mendapat perhatian khusus, karena seringkali ada perbedaan antara satu proyek P0$< dengan proyek P0$< yang lain. Setiap system yang ada di P0$< harus menjalani conformity test setelah semua bagiannya terpasang dengan baik. ,onformity test ini dimaksudkan agar P0$< mampu beroperasi menghasilkan listrik dengan input dan output yang telah ditentukan dalam tahap design engineering. ,onformity test yang paling utama#besar adalah boiler hydrostatic test, di mana pressure parts (economiFers, e!aporators, steam drum, roof / backpass dan superheaters) diberi uji tekanan air tertentu dan ditahan selama aktu tertentu tanpa diperbolehkan ada kebocoran sama sekali. <ntuk melaksanakan boiler hydrostatic test diperlukan demineraliFed ater (air yang sudah dihilangkan kandungan mineralnya#air murni). %ika proyek yang sedang dilaksanakan merupakan perluasan dari e=isting plant, maka demin ater bisa diambil dari plant yang sudah beroperasi. $etapi jika e=isting plant tidak ada, maka perlu dilakukan produksi demin ater dengan

peralatan sementara. Perlu dilihat di dalam kontrak, siapa yang bertanggung ja ab untuk menyediakan alat produksi demin ater. Dari beberapa kali penugasan ke proyek P0$<, hanya di 1sam 1sam saya menemui spesifikasi#prosedur yang menyebutkan bah a semua air / flue gas ducting harus menjalani air leak test. Sementara di proyek yang lain cukup dengan ultra probe test. 1ir leak test adalah memberikan tekanan udara pada suatu ruangan, untuk mengetahui tingkat kebocoran yang ada. Gilai kebocoran yang diijinkan sudah ditentukan dalam spesifikasi. 1ir leak test pada boiler ducting memiliki kesulitan cukup tinggi dan memerlukan biaya ekstra untuk membuat temporary blank plates. 5esulitan yang paling umum dijumpai adalah mencegah kebocoran pada damper dan sliding gates area. 1kan lebih baik jika pada saat negosiasi kontrak, kita menyarankan untuk melakukan ducting conformity test dengan metode selain air leak test. Pembahasan tentang kasus-kasus perbedaan scope of ork# di!ision of resposibility saya lanjutkan dalam ,ara "embuat 7encana Proyek (Project Planing) A Perbedaan 0ingkup 5erja dan Pengaruhnya $erhadap 1nggaran Proyek.

Cara )!mbuat R!n"ana Pro*!k (Pro !"t Planing) # P!rb!daan 0ingku, K!r a dan P!ngaru.n*a T!r.ada, 1nggaran Pro*!k
"arch ;th, '()( * : comments $ulisan ini merupakan bagian terakhir dari ' tulisan tentang memahami scope of ork dalam kaitannya dengan perencanaan proyek. Pada umumnya semua peralatan instruments (s itch, indicator, transmitter) harus menjalani kalibrasi sebelum P0$< mulai dioperasikan pertama kali saat commissioning. 5ita harus melihat ke dalam kontrak siapa yang bertanggung ja ab melakukan kalibrasi instruments. Dalam proses commissioning P0$< ada satu tahap yang disebut steam blo ing. $ahap ini bertujuan untuk membersihkan boiler dan main steam pipe atau reheat pipe dari kotoran (debris). 5otoran sekecil apapun sangat beresiko merusak sudu-sudu turbine (turbine blades). 5adangkala project o ner menginginkan agar jumlah steam blo ing ditekan seminimal mungkin untuk menghemat biaya >>". <ntuk itu sebelum proses steam blo ing, boiler perlu dibersihkan terlebih dahulu dengan chemical cleaning. %ika memang hal ini dipersyaratkan dalam dokumen kontrak, maka kita perlu mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan chemical cleaning. 8eed ater tank yang berfungsi untuk menyimpan feed ater sebelum dipompa masuk ke boiler, merupakan bagian dari paket >alance of Plant. Pengangkatan (lifting) feed ater tank ke final position biasanya juga merupakan bagian dari paket >alance of Plant, tetapi tidak demikian halnya dengan proyek P0$< Paiton ; / @. Pengangkatan feed ater tank ke posisinya di atas control room building dimasukkan ke dalam paket Steam Denerator.

8eed ater $ank dengan deaerator tank di atasnya. 8eed ater tank lifting merupakan salah satu pekerjaan hea!y lifting yang memerlukan crane berkapasitas besar. >ahkan di P0$< Paiton unit @, pekerjaan ini terpaksa dilakukan dengan ire strand jack-up system yang memerlukan temporary steel structure cukup banyak. Bal ini terpaksa dilakukan karena deli!ery feed ater tank yang terlambat, sehingga akses crane sudah tertutup oleh bangunan $urbine >uilding. Di dalam boiler ada suatu alat pertukaran panas (heat e=changer) yang bernama 1ir Beater. 1ir Beater ini berfungsi untuk memanaskan udara sebelum masuk ke ruang pembakaran. 1da ' type air heater, yaitu tubular air heater banyak dipakai pada P0$< berkapasitas kecil dan jenis rotary yang lebih dipilih untuk P0$< berkapasitas besar. P0$< >ukit 1sam (Sumatra Sealatan) dan P0$< 1sam 1sam (5alimantan Selatan) keduanya berkapasitas '9:+ "6 dan sama-sama memakai air heater jenis tubular. Perbedaanya tube-tube air heater di P0$< 1sam 1sam sudah terpasang dalam bentuk modul, sehingga proses instalasi#erection air heater di lapangan sangat cepat. Sedangkan di P0$< >ukit 1sam air heater dikirim ke project site benar-benar dalam kondisi terurai. 5ita harus melakukan pemasangan tube-tube (tube insertion) yang jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan di lapangan, sehingga erection air heater di >ukit 1sam memakan aktu hingga beberapa bulan. Bal yang sama juga terjadi pada condenser yang merupakan bagian dari paket >alance of Plant. Di >ukit 1sam tube insertion dilakukan di project site, sementara di 1sam 1sam tube-tube condenser sudah terpasang di bodynya. Di P0$< >ukit 1sam dan 1sam 1sam fabrikasi piping boiler dilakukan di lokasi proyek. ra material pipa dikirim ke site masih dalam bentuk batangan utuh : mtr. Demikian pula pipe fitting

(elbo , flanges) dikirim ke site dalam kondisi terpisah, belum tersambung ke pipa. <ntuk itu perlu dibuat fabrication shop sementara, lengkap dengan peralatannya. satu super!isor juga ditugaskan khusus untuk mengelola pekerjaan fabrikasi. Sementara di P0$< Paiton, piping boiler dikirim ke proyek sudah dalam keadaan prefabricated. $anpa perlu fabrikasi mereka bisa langsung dipasang di posisinya. Demikian beberapa contoh perbedaan dalam lingkup kerja# scope of ork# di!ision of responsibility antara satu proyek dengan proyek yang lain. Bal ini saya maksudkan untuk memperlihatkan bah a pemahaman kontrak mutlak diperlukan sebelum kita mulai membuat rencana proyek (project planing). $anpa pemahaman kontrak yang baik, sangat mungkin kita membuat kesalahan-kesalahan dalam perencanaan proyek.

Cara )!ng.itung Progr!ss Pro*!k # %r!akdown $ P!mbobotan (')


Go!ember )+th, '()( * '2 comments

Progr!ss +&Cur2! Sebagai bagian dari tata laksana proyek yang baik, setiap proyek harus diukur progressnya sepanjang durasi proyek bersangkutan. Perhitungan aktual progress yang didapat kemudian dibandingkan dengan progress planing untuk periode yang sama. Dari perbandingan antara aktual progress !s plan progress, akan diketahui apakah suatu proyek dalam kondisi ahead schedule, on schedule atau behind schedule. <ntuk itu sebelum proyek dimulai kita hendaknya sudah memiliki kesepakatan dengan pemberi proyek tentang bagaimana cara menghitung progress proyek bersangkutan. Bal ini sangat penting, karena selain untuk mengukur performance proyek, kita juga memerlukan klaim progress yang sudah disetujui klien untuk menagih pembayaran. Pada proyek yang berdurasi beberapa bulan hingga beberapa tahun, perhitungan progress biasanya dilakukan setiap a al bulan dengan cut-off date tanggal &( atau &). >erikut akan saya berikan contoh cara perhitungan progress proyek P0$< (Pembangkit 0istrik $enaga <ap) untuk paket steam generator (boiler). Sebagaimana praktek yang umum terjadi, proyek P0$< biasanya dibagi menjadi beberapa paket, yaitu A pekerjaan sipil (ci!il ork) yang meliputi persiapan lahan hingga pekerjaan pondasi, steam generator (boiler), coal and ash handling, electrical / control, steam turbine / generator dan balance of plant. Setiap paket biasanya dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda. ,ontoh yang akan saya berikan berikut ini adalah untuk proyek paket steam generator (boiler). 01GD51B 5E-) dalam menyusun perhitungan progress proyek adalah menentukan 6ork >reakdo n Structure-nya. %ika kita anggap paket steam generator sebagai 6>S le!el-), kita perlu menyusun 6>S le!el-' dan le!el-&. $iga le!el 6>S ini sudah sangat mencukupi untuk melakukan perhitungan progress dan pengendalian jad al proyek.

Dari 6>S le!el-) Steam Denerator kita bisa mebuat breakdo n le!el-' sebagai berikut A 6>S '-() >oiler Bouse Steel Structure 6>S '-(' Pressure Parts 6>S '-(& 1u=iliary E-uipments 6>S '-(? 1ir and 8lue Das Ducting 6>S '-(+ ,oal Pipe / >oiler Piping 6>S '-(: Electrostatic Precipitator 6>S '-(; Electrical / 0ighting 6>S '-(@ 4nstrumentation / ,ontrol 6>S '-(2 7efractory / 4nsulation 6>S '-)( Painting 01GD51B 5E-' adalah menghitung prosentase bobot masing-masing 6>S le!el-' di atas terhadap nilai#bobot keseluruhan paket steam generator. <ntuk menghitung bobot prosentase ini kita memerlukan data nilai kontrak proyek paket steam generator Pada saat mengajukan proposal harga dalam proses tender biasanya kita diminta untuk membuat rincian harga (price breakdo n). "isalkan untuk proyek konstruksi boiler pada P0$< 5arang uni yang berkapasitas ' = :+ "6 nilainya adalah <SD +,2+(,@;:.:(, maka breakdo n price-nya kira-kira akan seperti di ba ah ini A

>erdasarkan data di atas kita bisa menghitung bobot prosentase dari masing-masing 6>S le!el'. "isalkan untuk 6>S '-() >oiler Bouse Steel Structure bobot prosentasenya adalah A Barga >oiler Bouse Steel Str # Barga $otal Proyek = )((H C

),':&,+(+.(; # +,2+(,@;:.:( = )((H C ').'&H Setelah kita hitung satu per satu, maka bobot masing-masing 6>S le!el-' dapat dilihat pada tabel berikut ini A

Cara )!ng.itung Progr!ss Pro*!k # 0!2!l&3 %r!akdown (()


Go!ember ):th, '()( * ( comments Dalam posting kali ini saya akan melanjutkan artikel tentang ,ara "enghitung Progress Proyek, dengan case Proyek P0$< 5arang uni '9:+ "6. 01GD51B 5E-& adalah membuat ork breakdo n structure (6>S) le!el-& dari masingmasing 6>S le!el-'. "isalkan untuk 6>S '-(' Pressure Parts dapat dirinci lagi menjadi A 6>S '-('-() Pressure Parts Bangers 6>S '-('-(' Steam Drum 6>S '-('-(& Do ncomers 6>S '-('-(? 6ater 6all 6>S '-('-(+ EconomiFers 6>S '-('-(: >ackpass / 7oof Panel

6>S '-('-(; >oiler 7oof Piping 6>S '-('-(@ Superheaters 6>S '-('-(2 Sootblo ers 6>S '-('-)( ,ontrol >uckstay, Skin ,asing / .uter ,asing 6>S '-('-)) ,ombustion >urners 6>S '-(2 4nsulation and 7efractory dapat dibreakdo n lagi menjadi A 6>S '-(2-() 7efractory 6>S '-(2-(' Pressure Parts 4nsulation 6>S '-(2-(& 4nsulation Bot 1ir Ducting 6>S '-(2-(? 4nsulation 8lue Das Ducting 6>S '-(2-(+ 4nsulation for E-uipments 6>S '-(2-(: 4nsulation for Electrostatic Precipitator 6>S '-(2-(; Piping 4nsulation 01GD51B 5E-? A Setelah semua 6>S le!el-' dirinci menjadi 6>S le!el-&, maka kita juga harus memberikan prosentase pembobotan untuk masing-masing item le!el-&. Pembobotan item pekerjaan le!el-& dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan le!el-' jika memang tersedia data rincian harga proyek (price breakdo n) sampai le!el-&. %ika data price breakdo n le!el-& tidak tersedia, maka perhitungan pembobotan dapat dilakukan dengan mempergunakan data -uantity dari masing-masing item le!el-& (ton, meter, s-.meter, pcs, etc). Data -untity ini bisa didapatkan dari bill of -uantity (>.E) yang merupakan bagian dari dokumen tender. ,ontoh pembobotan le!el-& dapat dilihat pada tabel 6>S '-(' >oiler Pressure Parts di ba ah ini A

Cara )!ng.itung Progr!ss Pro*!k # P!nta.a,an P!k!r aan Konstruksi (3)


Go!ember ')st, '()( * ) comment Posting ini adalah bagian terakhir dari & tulisan saya tentang ,ara "embuat Perhitungan Progress Proyek. 1gar dapat memahami dengan baik silakan membaca dari bagian ke-) cara menghitung progress proyek. 01GD51B 5E-+ adalah menentukan stages (tahap-tahap) dari masing-masing 6>S le!el-'. Sebagaimana diketahui pemasangan (erection) setiap peralatan mekanikal (mechanical e-uipments) selalu melalui beberapa tahapan, seperti beberapa contoh di ba ah ini A >oiler Bouse Steel Structure A lifting into position 3I alignment 3I inspection 3I bolt tightening Pressure Parts A lifting into position 3I fit-up 3I elding 3I hydrostatic test Ducting A lifting into position 3I fit-up 3I elding 3I confirmity test 4nsulation A elding stud pins 3I pemasangan rock ool 3I pemasangan metal cladding 3I inspection Pentahapan (staging) masing-masing 6>S le!el-' seperti di atas diperlukan agar perhitungan progress menjadi lebih mudah. 01GD51B 5E-: A "asing-masing tahapan tersebut harus diberi prosentase bobot, misalkan A 6>S '-(' Pressure Parts memiliki pembobotan A stage-) lifting into position C &(H stage-' fit-up C &(H stage-& elding C &(H stage-? conformity test C )(H 6>S '-(2 7efractory / 4nsulation A stage-) elding stud pins C )(H stage-' pemasangan rock ool C ?(H stage-& pemasangan metal cladding C ?(H stage-? conformity # final inspection C )(H $otal prosentase bobot stage-) sampai stage-? adalah )((H, artinya item bersangkutan dianggap selesai )((H hanya jika telah mele ati seluruh ? tahap (stages). >erikut ini adalah contoh perhitungan progress. "isalkan kita akan menghitung progress 6>S '-('-(@ Superheaters pada akhir bulan ke-@. Data yang kita peroleh dari production group adalah sebagai berikut A $otal superheaters yang sudah di-Jlifting into positionJ (termasuk yang sudah difit-up / di elding) C 6) ton $otal yang sudah di-Jfit-upJ (termasuk yang sudah di elding juga) C 6' ton

$otal yang sudah selesai di-J eldingJ C 6& ton $otal yang sudah menjalani conformity test C 6? ton (6? C (ton, karena conformity test hanya dilakukan hanya jika seluruh sistem pressure parts sudah siap uji semuanya) Seandainya total -uantity (tonage) Secondary 1ir Duct adalah :( ton, maka kumulatif progressnya pada akhir bulan ke-@ tersebut adalah C (&(H = 6) K &(H = 6' K &(H = 6& K )(H = 6?) # :( C L H "isalkan H bobot Superheaters terhadap 6>S '-(' Pressure Parts adalah >H (hasil perhitungan langkah ke-?), maka kumulatif progress LH dari Superheaters tersebut di atas akan memberikan sumbangan progress kepada keseluruhan 6>S '-(' sebesar C >H = LH Sementara terhadap keseluruhan paket Steam Denerator pada proyek P0$< 5arang uni, progress LH dari Superheaters tadi akan memberikan sumbangan sebesar 1H = >H = LH, di mana 1H adalah bobot prosentase 6>S '-(' Pressure Parts terhadap keseluruhan proyek P0$< 5arang uni (hasil perhitungan langkah ke-'). $abel di ba ah ini memperlihatkan contoh perhitungan detail 6>S le!el-& dari >oiler Pressure Parts. 5arena space yang tidak mencukupi, tabel saya potong menjadi dua A

Dengan menghitung semua item 6>S le!el-&, kita akan mendapatkan progress seluruh 6>S le!el-'. Sementara progress o!eral dari paket Steam Denerator (>oiler) didapatkan dengan menjumlahkan hasil perkalian antara progress setiap 6>S le!el-' dengan prosentase bobot masing-masing. Data progress biasanya diberikan oleh masing-masing kepala seksi yang bertanggung ja ab untuk setiap 6>S le!el-'. Data tersebut diberikan kepada Project ,ontrol Engineer untuk diolah menjadi Progress 7eport. Progress 7eport yang sudah disetujui klien dijadikan dasar untuk mengajukan klaim pembayaran. Di ba ah ini adalah progress summary yang setiap bulan kita kirimkan ke klien untuk mendapatkan appro!al mereka.

Sementara untuk keperluan internal, progress report tersebut dimanfaatkan untuk e!aluasi project performance yang harus dilakukan setiap bulan.

Cara )!mbuat %udg!t 4 1nggaran Pro*!k (%agian K!&')


Go!ember +th, '()) * ' comments Sebelum proyek dimulai hendaknya team yang akan menjalankan proyek bersangkutan menyusun atau membuat budget (rencana anggaran) proyek. >udget proyek berisi rencana alokasi biaya (anggaran) yang akan dipakai untuk menyelesaikan proyek. Persoalan yang sering muncul adalah sampai seberapa detail kita harus membuat rencana anggaran suatu proyek. "isalnya apakah kita harus menganggarkan atau membuat budget peralatan kerja (tools) dan consumables sedetail-detailnya hingga setiap item kita tentukan budgetnya M 1taukah cukup secara garis besar saja M 5emudian apakah kita cukup membuat rencana anggaran secara total saja tanpa perlu membuat breakdo n bulanan M "udah-mudahan pertanyaan ini bisa terja ab melalui tulisan singkat ini. Sekalim lagi dalam menguraikan cara membuat budget proyek saya akan mengambil contoh kasus proyek konstruksi pembangunan P0$< (Pembangkit 0istrik $enaga <ap), karena pengalaman saya semuanya dalam proyek P0$<. Bal pertama yang harus dilakukan sebelum mulai menyusun budget proyek adalah mempelajari kontrak dengan seksama. Dua hal yang harus dilihat dalam kontrak adalah pembagian tugas (scope of ork) antara kontraktor dan client dan jad al pelaksanaan proyek. "eskipun jenis proyeknya sama, scope of ork bisa berbeda antara satu proyek dengan proyek yang lain. <ntuk melihat beberapa contoh perbedaan scope of ork silakan membaca perbedaan scope of ork dan pengaruhnya terhadap anggaran proyek. 1nggaran atau budget suatu proyek biasanya terbagi menjadi beberapa pos anggaran. Susunan beberapa pos anggaran tersebut dikenal dengan nama ,ost >reakdo n Structure (,>S). >erikut adalah contoh ,>S proyek konstruksi pembangunan P0$< A 1 Direct dan 4ndirect 0abor > ,ontractor Staff , Bea!y E-uipments D $ools E ,onsumables 8 "obilisasi / Demobilisasi D $emporary 8acilities B Suplai Permanent "aterial 4 Sub ,ontracting ,ost % 4nsurance ,>S di atas adalah ,>S le!el-). Setiap proyek bisa memiliki ,>S yang berbeda, meskipun jenis proyeknya sama. Semuanya tergantung pada scope of ork yang ada di dalam kontrak. 1gar penyusunan dan pengendalian anggaran proyek bisa dilakukan dengan lebih mudah dan lebih teliti, ,>S le!el-) perlu dipecah-pecah (dibreak-do n) lagi menjadi pos-pos anggaran yang lebih detail, atau biasa dikenal juga dengan istilah ,>S le!el-'. Selain ,ost >reakdo n Structure, dalam menyusun budget suatu proyek kita juga memerlukan adanya 6ork >reakdo n structure (6>S). %ika ,>S memperlihatkan uraian anggaran berdasarkan pos-pos pembelanjaan, maka 6>S memperlihatkan uraian suatu proyek

berdasarkan jenis pekerjaannya. Silakan membaca breakdo n dan pembobotan proyek untuk mengetahui 6>S lebih jauh. Sebelum mulai menyusun anggaran proyek, kita juga harus membuat membuat jad al proyek terlebih dahulu. %ad al ini nantinya kita perlukan untuk menentukan mobilisasi dan demobilisasi tenaga kerja, staff dan peralatan proyek. <ntuk menentukan saat mobilisasi dan demobilisasi seringkali kita harus membuat jad al proyek hingga 6>S le!el-' atau bahkan le!el-&. Dalam proyek konstruksi pembangunan P0$< jad al berikut ini selalu ditentukan dalam kontrak A first column erection, steam drum lifting, boiler hydrostatic test, first firing dan first synchroniFation. >erdasarkan target dates dari kelima milestone tersebut, jad al konstruksi P0$< secara keseluruhan bisa disusun. 5emudian kita juga harus menyusun struktur organisasi project team. Struktur ini nantinya kita pakai sebagai dasar pembuatan jad al penugasan staff (contractor staff schedule) dalam proyek bersangkutan. >iasanya struktur organisasi proyek dirumuskan bersama oleh project manager, site manager dan project control engineer. 5ini setelah mengidentifikasi scope of ork dengan seksama, menentukan 6ork >reakdo n structure, jad al masing-masing pekerjaan, struktur organisasi team yang akan diterjunkan ke dalam proyek, dan rencana pos-pos anggaran yang akan dihitung biayanya (cost breakdo n structure), maka kita pun siap untuk menyusun anggaran proyek secara keseluruhan. Silakan baca artikel berikutnya untuk mempelajari cara menyusun budget proyek secara lebih detail.

Cara )!mbuat 1nggaran 4 %udg!t Pro*!k (%agian k!&()


Go!ember ;th, '()) * ( comments Dalam tulisan sebelumnya telah saya uraikan hal-hal yang harus dilakukan sebelum mulai menyusun anggaran (budget) proyek, yaitu A ). "empelajari dokumen kontrak secara seksama dan memahami scope of ork atau pembagian tanggung ja ab antara kontraktor dan pemilik proyek (o ner). '. "embuat ork breakdo n structure (6>S) dari proyek yang akan dikerjakan. &. "enyusun struktur organisasi dari team yang akan diterjunkan untuk menangani proyek. ?. "enentukan cost breakdo n structure (,>S) dari anggaran yang akan disusun. Dalam menyampaikan cara penyusunan anggaran proyek ini, saya akan mengambil studi kasus proyek pembangunan P0$< >anjarmasin (1sam 1sam) <nit-) dan ' '9:+ "6 di 5alimantan Selatan. Dalam proyek tersebut perusahaan tempat saya bekerja, P$ $ruba %urong Engineering, mendapatkan kontrak pekerjaan konstruksi paket >oiler dari "itsui Engineering and Shipbuilding. Selama ' tahun saya mendapat penugasan dalam proyek tersebut. 6ork breakdo n structure dari proyek konstruksi >oiler P0$< 1sam 1sam dapat diuraikan menjadi pekerjaan-pekerjaan sbb A 6>S-() >oiler Bouse Steel Structure 6>S-(' >oiler Pressure Parts 6>S-(& 1u=iliary E-upments

6>S-(? Ducting and 7a ,oal Silo 6>S-(+ >oiler Piping 6>S-(: Electrostatic Precipitator 6>S-(; ,himney 6>S-(@ Electrical / ,ontrol 4nstruments 6>S-(2 4nsulation / 7efractory 6>S-)( Painting 6>S-)) "aterial Bandling 6>S-)' Site "anagement Perlu diketahui bah a dalam anggaran proyek dikenal apa yang namanya biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost). Direct cost adalah biaya untuk pengadaan sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang menghasilkan progress secara langsung. ,ontohnya adalah biaya yang diperlukan untuk menggaji fitter dan tukang las, untuk pembelian ka at dan se a mesin las yang dipakai untuk pekerjaan pemasangan pipa main steam yang menghubungkan boiler dan steam turbune. Sementara indirect cost adalah biaya yang diperlukan untuk pengadaan sumber daya bagi akti!itas proyek yang tidak langsung menghasilkan progress. ,ontohnya adalah gaji untuk staff bagian 5euangan. "eskipun tanpa staff bagian 5euangan akti!itas proyek tidak akan bisa berjalan, tetapi segala akti!itasnya tidak pernah diperhitungkan dalam perhitungan progress proyek. Singkat kata direct cost adalah biaya untuk akti!itas yang langsung menghasilkan progress, sementara indirect cost adalah biaya untuk akti!itas yang bersifat mendukung pekerjaanpekerjaan penghasil progress. $eam yang memiliki budget direct cost biasa dikenal dengan production atau construction team. Sementara lainnya dikenal sebagai supporting team. Dari uraian 6>S di atas, 6>S-() sampai 6>S-)) adalah construction team. Sedangkan supporting team yang dikumpulkan dalam 6>S)' biasanya terdiri atas seksi-seksi A project planing / control, -uality control, safety, finance / in!entory, purchasing dan personalia (B7D). %ika digambarkan dalam struktur organisasi, maka akan didapatkan bagan sbb A

0angkah selanjutnya adalah menentukan cost breakdo n structure (,>S) dari anggaran yang akan disusun. Setelah mempelajari kontrak dengan seksama, diputuskan untuk membuat budget dengan pos-pos anggaran sbb A 1 Direct dan 4ndirect 0abor > ,ontractor Staff , ,onstruction E-uipments D $ools E ,onsumables 8 Sub ,ontracting ,ost D "obiliFation / DemobiliFation B $emporary 8acilities 4 Site .peration ,ost 5ini kita pun siap untuk mulai menyusun anggaran proyek. Pada umumnya penyusunan budget proyek dilakukan atas dasar data-data performance dari proyek sebelumnya. <ntuk itu team penyusun budget sebaiknya memiliki pengalaman sudah pernah mengelola proyek.

)!mbuat 1nggaran Pro*!k # )!ng.itung %udg!t 5ir!"t 0abour dan )!mbuat )an,ow!r 0oading
"ay ':th, '()' * )& comments "elalui artikel ini saya akan menyampaikan cara membuat budget # anggaran proyek secara detail. >erhubung keterbatasan pengalaman yang saya miliki, saya hanya akan menuliskan cara membuat anggaran proyek konstruksi (construction). $ulisan ini tidak membahas perhitungan budget proyek yang memiliki scope design engineering maupun e-uipment # material procurement. Sebagaimana diketahui untuk proyek industrial plant sekala besar, scope proyek biasanya dibagi menjadi A engineering, procurement and construction (EP,). %adi tulisan ini hanya akan membahas tentang bagaimana membuat budget untuk proyek construction. 0ebih khusus lagi proyek konstruksi Pembangkit 0istrik $enaga <ap (P0$<), sesuai dengan pengalaman saya selama )( tahun di dunia proyek konstruksi. Pada dasarnya cara menyusun anggaran untuk semua jenis proyek konstruksi adalah sama. .leh karena itu jika kebetulan proyek yang anda tangani bukan konstruksi P0$<, silakan mengambil logika berpikirnya saja dan lakukan penyesuaian terhadap cara penyusunan budget yang saya sampaikan agar bisa diaplikasikan dalam proyek selain pembangunan P0$<. 1da beberapa data yang harus dipersiapkan sebelum mulai menghitung budget secara detail., yaitu A ). Scope pekerjaan '. Nolume pekerjaan &. Project milestone ?. Bistorical data dari proyek-proyek sebelumnya $iga hal pertama bisa didapatkan dari dokumen kontrak, sementara historical data merupakan data-data performance yang dihitung berdasarkan kinerja dari proyek yang tlah lalu. Saya asumsikan budget yang akan disusun memiliki cost breakdo n structure atau pos-pos anggaran sbb A 1 Direct dan 4ndirect 0abor > ,ontractor Staff , ,ostruction E-uipment D $ools E ,onsumables 8 Sub ,ontracting ,ost D "obiliFation 3 DemobiliFation B $emporary 8acilities 4 Site .peration ,ost 5arena case yang saya ambil adalah proyek mechanical erection Pembangkit 0istrik $enaga <ap, maka istilah-istilah yang saya pakai dalam tulisan ini adalah istilah-istilah dalam proyek P0$<. 1 Direct dan 4ndirect 0abor

Direct labor adalah seluruh karya an # tukang yang melaksanakan pekerjaan yang langsung menghasilkan progress. >erdasarkan bidang pekerjaannya direct labor dibagi menjadi A rigger, fitter, mill right dan elder. Sedangkan berdasar tingkat keahliannya direct labor digolongkan menjadi A foreman, skill, semi skill dan helper. "enyusun budget direct labor berarti kita harus menghitung A - $otal manhour untuk masing-masing 6>S - 5omposisi (breakdo n berdasarkan skill) manhour - >udget direct labor - Direct labor loading Dalam dunia konstruksi dikenal istilah labor producti!ity. Producti!ity ini adalah produkti!itas tenaga kerja yang diukur berdasarkan jumlah manhour yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap satuan !olume pekerjaan. Produkti!itas pekerjaan erection steel structure, boiler pressure parts, ducting dan mechanical e-uipments diukur dengan manhour#ton. Pekerjaan painting, insulation dan refractory dihitung produkti!itasnya dengan manhour#m'. Sementara mengukur produkti!itas pekerjaan elding atau pengelasan pipa dilakukan dengan menghitung manhour untuk setiap inch-dia (manhour#inch-dia). Setiap perusahaan kontraktor yang sudah berpengalaman mengerjakan beberapa proyek tentu memiliki historical data produkti!itas dari proyek-proyek yang telah dikerjakan sebelumnya. >erdasarkan data produkti!itas dan !olume pekerjaan yang ada di dalam kontrak, kita bisa menghitung kebutuhan manhour untuk masing-masing jenis pekerjaan. >udget "anhour C produkti!itas = !olume pekerjaan $abel di ba ah ini memperlihatkan contoh budget manhour untuk masing-masing 6>S pada proyek konstruksi boiler (ketel uap) P0$<. OOOOOOOOOOOOOOOO $1>0E budget manhour (menyusul) OOOOOOOOOOOOOOOO3 Setelah menghitung total manhour untuk masing-masing 6>S, langkah berikutnya adalah menentukan komposisi manhour dari setiap 6>S. "enentukan komposisi manhour berarti kita harus membuat breakdo n berdasarkan skill untuk setiap total manhour 6>S. >erdasarkan skill-nya direct labor pada proyek konstruksi boiler P0$< dibagi menjadi A - 8oreman rigger - 8oreman fitter atau foreman mill right - 8oreman elder - Skill rigger - Skill fitter atau skill mill right - Semi skill rigger - Semi skill fitter atau semi skill mill right - D$16 elder - S"16 elder

- Plate elder - Belper 1gar bisa menentukan komposisi manhour masing-masing 6>S, kita harus bisa menentukan prosentase masing-masing skill labor. >eda 6>S prosentase masing-masing skill labornya juga berbeda. >iasanya data prosentase skill labor masing-masing 6>S diambil dari historical data proyek sebelumnya. $abel di ba ah ini memperlihatkan contoh breakdo n manhour berdasarkan skill untuk pekerjaan steel structure dan boiler pressure parts. OOOOOOOOOOOOOOOOO3 $1>0E breakdo n manhour (menyusul) OOOOOOOOOOOOOOOOOO Setelah berhasil menghitung budget manhour total beserta breakdo n skillnya untuk masingmasing 6>S, kita bisa menghitung budget direct labor dalam bentuk rupiah. 1gar bisa menghitung nilai rupiah berdasar budget manhour yang sudah ada, kita memerlukan manhour rate. "anhour rate adalah jumlah rupiah yang harus dibayarkan untuk setiap manhour. .leh karena itu satuan manhour rate adalah rupiah#manhour. 5ita bisa mendapatkan manhour rate ini dari data salary rate yang dibuat oleh bagian Personalia (B7D) proyek. Setiap akan memulai proyek staff B7D selalu menyusun salary rate untuk proyek bersangkutan. Salary rate inilah yang menjadi dasar dalam menentukan gaji yang akan diberikan kepada setiap karya an proyek. Salary rate disusun berdasarkan <"7 dan tingkat upah di pasar tenaga kerja lokasi di mana proyek berada. >erikut adalah contoh alokasi anggaran direct labor yang dihitung berdasarkan budget manhour dan manhour rate untuk pekerjaan steel structure, boiler pressure parts dan au=iliary e-uipments. OOOOOOOOOOOOOOOOOO3 $1>0E anggaran Direct 0abor (menyusul) OOOOOOOOOOOOOOOOOOO 0angkah selanjutnya dalam menyusun budget direct labor adalah membuat manpo er loading atau manpo er schedule. <ntuk membuat manpo er loading, kita memerlukan ' data, yaitu A - "anhour budget per 6>S - Progress planning per 6>S $erlebih dahulu manhour budget per 6>S harus dikon!ersi ke manmonth budget. <ntuk mendapatkan manmonth budget, kita bisa membagi budget manhour dengan '?'. 1ngka '?' ini adalah total jam kerja dalam satu bulan untuk setiap ) orang karya an, dengan asumsi A - Senin 3 5amis C 2 jam kerja - %umat 3 Sabtu C @ jam kerja - 0ibur "inggu dalam sebulan hanya ' kali. jam kerja hari "inggu C @ jam Dengan membagi budget manhour dengan '?' kita akan mendapatkan manmonth budget sbb A

OOOOOOOOOOOOOOOOO3 $1>0E manmonth budget (menyusul) OOOOOOOOOOOOOOOOOO Selanjutnya kita bisa mendistrubusikan budget manmonth di atas menjadi manpo er schedule bulanan. Pendistribusian tersebut dilakukan berdasarkan distribusi progress planning bulanan, dengan cara sebagai berikut A - Distribusikan budget manmonth menjadi manpo er schedule bulanan berdasarkan progress planning masing-masing 6>S. - 0akukan adjustment terhadap manpo er schedule yang didapat pada langkah pertama. 1djustment dilakukan dengan cara mengurangi manpo er loading pada bulan-bulan saat pektime. "anpo er yang dikurangkan dari beberapa bulan saat peak-time tadi didistribusikan ke periode bulan-bulan a al (saat-saat preparation orks) dan periode bulan-bulan akhir (saat-saat finishing orks). - 1djustment ini perlu dilakukan karena tahap a al dan tahap akhir selalu memerlukan lebih banyak manhour#ton dibanding rata-rata manhour#ton masing-masing 6>S. Dengan kata lain tahap a al dan akhir setiap 6>S selalu memiliki produktifitas yang rendah. Sedangkan saat-saat peak-time selalu ditandai dengan produktifitas yang tinggi. "anpo er schedule atau manpo er loading, selain berfungsi untuk labor control saat proyek sudah berjalan, juga berguna untuk membuat beberapa planning berikutnya, seperti A - "enghitung budget peralatan safety A helmet, sepatu, safety belt, seragam lapangan, dsb. - "enghitung budget alat transportasi karya an. - "enentukan jumlah mesin las yang diperlukan, berdasarkan jumlah elder. - "enghitung kebutuhan mess karya an, dsb.