Anda di halaman 1dari 8

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS

X PADA STANDAR KOMPETENSI MENERAPKAN DASAR-DASAR TEKNIK DIGITAL DAN MIKROPROSESOR DI SMK NEGERI 4 BANDUNG

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh: Rischa Novitasari (0907356)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2013

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Secara jelas tujuan pendidikan nasional yang bersumber dari sistem pancasila dirumuskan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 3, yang merumuskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran hendaknya tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual siswa, tetapi juga sikap dan keterampilan siswa. Hasil belajar yang seimbang dan terpadu antara kemampuan intelektual, sikap, dan keterampilan dapat dicapai apabila pembelajaran yang dilaksanakan berpusat pada siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa tidak lagi menganggap siswa sebagai objek belajar yang dapat diatur dan dibatasi oleh kemauan guru, melainkan siswa ditempatkan sebagai subjek yang belajar sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, siswa tidak hanya mampu menguasai sejumlah informasi, tetapi juga mampu memanfaatkan informasi tersebut untuk kehidupannya. Bersumber dari pengamatan yang dilakukan di SMK Negeri 4 Bandung, model pembelajaran yang digunakan oleh guru Mata Diklat Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor saat mengajar di kelas adalah model pembelajaran konvensional. Adapun metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah disertai mencatat. Beberapa kelebihan dari metode tersebut yaitu: materi pembelajaran

dapat diselesaikan dengan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, siswa mempunyai catatan yang dapat digunakan untuk belajar secara individual, guru akan memberikan waktu untuk siswa mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru dan guru akan memberikan nilai khusus bagi siswa yang aktif, serta tidak ada ketergantungan antar siswa. Akan tetapi berdasarkan pengamatan, pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah disertai mencatat ini, masih berlangsung satu arah karena kegiatan pembelajaran berpusat pada guru. Guru menyajikan materi pelajaran melalui penuturan secara lisan sedangkan siswa mendengarkan dan mencatat. Hal ini menyebabkan siswa yang belum memahami materi pelajaran tidak akan terdeteksi oleh guru. Pada saat guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, hanya sedikit siswa yang melakukannya. Hal ini disebabkan siswa takut atau bingung terkait hal yang akan ditanyakan. Selain itu, siswa kurang terlatih untuk mengembangkan ide-idenya dalam memecahkan masalah. Berdasarkan beberapa permasalahan yang ditemukan dari hasil pengamatan di SMK Negeri 4 Bandung, salah satu upaya yang dapat dijadikan solusi oleh peneliti adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) adalah model pembelajaran yang membentuk kelompok kecil yang heterogen dengan kemampuan berpikir yang berbeda untuk saling membantu terhadap siswa lain yang membutuhkan bantuan. Dalam model pembelajaran ini diterapkan bimbingan antar teman, yaitu siswa yang memiliki kemampuan berpikir cepat membantu siswa yang memiliki kemampuan berpikir lambat. Dengan demikian, siswa yang memiliki kemampuan berpikir cepat dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan berpikir lambat akan terbantu dalam memecahkan permasalahan secara bersama-sama.

Terdapat beberapa alasan perlunya mengembangkan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) sebagai variasi model pembelajaran, dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Slavin (2005:190) membuat model ini dengan beberapa alasan: Pertama, metode ini mengombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan program pengajaran individual. Kedua, metode ini memberikan tekanan pada efek sosial dari belajar kooperatif. Ketiga, TAI disusun untuk memecahkan masalah dalam program pengajaran, misalnya dalam hal kesulitan belajar siswa secara individual.

Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap hasil belajar siswa. Adapun judul penelitian yang penulis lakukan adalah Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor di SMK Negeri 4 Bandung.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1. Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor? 2. Bagaimana aktifitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran pada saat diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI)?

3.

Bagaimana gambaran terkait kelebihan pembelajaran di kelas dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor?

4.

Bagaimana gambaran terkait kendala pembelajaran di kelas dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor?

C. Batasan Masalah Agar permasalahan yang ditinjau pada penelitian ini tidak terlalu luas, maka perlu adanya pembatasan masalah. Batasan masalah dalam penelitian ini diantaranya: 1. Kajian yang diteliti dibatasi hanya pada Standar Kompetensi Menerapkan DasarDasar Teknik Digital dan Mikroprosesor dengan kompetensi dasar menjelaskan operasi logika dasar untuk siswa SMK kelas X. 2. Hasil belajar siswa yang diukur meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kemampuan yang diukur untuk ranah kognitif adalah pengetahuan (C1), pemahaman (C2), penerapan (C3), dan analisis (C4). Sedangkan untuk ranah afektif dan psikomotor meliputi sikap dan keterampilan siswa pada proses pembelajaran. 3. Objek penelitian adalah siswa kelas X TAV 3 Program Keahlian Teknik Audio Video di SMK Negeri 4 Bandung Tahun Ajaran 2013/2014 sebanyak 1 kelas dengan jumlah 32 siswa.

D. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1. Mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor. 2. Mengetahui aktifitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran pada saat diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI). 3. Mengetahui kelebihan dalam penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor. 4. Mengetahui kendala dalam penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor.

E. Manfaat Penelitian Dalam penelitian ini terdapat beberapa manfaat yang ingin dicapai, diantaranya: 1. Bagi guru Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan guru dalam menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. 2. Bagi sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah dalam mengambil kebijakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

3. Bagi siswa Penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-Dasar Teknik Digital dan Mikroprosesor akan mengalami peningkatan.

F. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bab I Pendahuluan, pada bab ini mengemukakan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. Bab II Landasan Teori, pada bab ini mengemukakan teori yang dijadikan acuan dalam penelitian ini. Bab III Metodologi Penelitian, pada bab ini mengemukakan mengenai metode penelitian, lokasi dan objek penelitian, prosedur penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data penelitian, teknik pengolahan data penelitian. teknik analisis data penelitian, dan kriteria keberhasilan penelitian. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, pada bab ini mengemukakan mengenai hasil perhitungan data yang diperoleh dari proses penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Bab V Kesimpulan dan Saran, pada bab ini mengemukakan mengenai kesimpulan dan saran dari hasil penelitian.