Anda di halaman 1dari 20

Sistem Jaminan Sosial

BAB I
PENDAHULUAN

kelompok
Tugas
A. Latar belakang Asuransi Kesejahteraan Social

Jaminan social merupakan komponen dalam hak-hak azasi manusia


yang berlaku universal bagi seluruh warga Negara dan diarahkan untuk
memberikan perlindungan social terhadap upaya pemenuhan atas hak
kebutuhan dasar. Kaidah ini menekankan bahwa jaminan social mengandung
muatan normative yang mengatur hak dari setiap warga Negara untuk
memperoleh taraf kesejahteran social yang layak bagi kemanusiaan. Oleh
karena itu,jaminan sosial dapat diformulasikan secara konteksual dalam
pembangunan kesejahteraan social sebagai refleksi dari pelaksanan kewajiban
Negara terhadap warganya yang mengalami resiko social
Eksistesi jaminan social semakin relevan karena dalam kehidupan
masyarakat baik perorangan, kelompok, keluarga maupun komunitas tertentu,
seringkali terjadi ketidakpastian yang mengganggu atau menghambat
pelaksanaan fungsi social. Dalam kondisi seperti ini, jaminan social menjadi
sangat penting karena merupakan mekanisme yang dapat diakses oleh
masyarakat, khususnya penyandang masalah social ketika mengalami disfungsi
social atau dalam keadaan yang tidak terpenuhinya kebutuhan dasar meraka.
Untuk itulah, pemerintah berkewajiban menyalenggarakan jaminan
social bagi penyandang masalah kesejahteraan social sebagaimana tertuang
dalam UUD 1945 pasal 34 ayat 2 yang menyatakan bahwa, “ negara
mengembangkan system jaminaan social bagi seluruh rakyat dan dan
memberdayakan masyrakat yang lemah dan tidak mampu sesuia dengan
martabat kemanusiaan.”
Berdasarkan landasan yuridis yang ada, maka jaminan sosial
merupakan hak normative warga masyarakat yang mengalami resiko sosial
sehingga tidak dapat menjalangkan fungsi sosialnya secara wajar yang
dititikberatkan pada prinsip keadilan, pemerataan dan standar minimum yang
mengemban misi sosial. Jaminan sosial juga merupakan bentuk perlindungan
dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial bagi warga miskin, tidak mampu
atua mengalami hambatan fungsi sosial atau seperti PMKS.
Arus asuransi kesejahteraan sosial ( Askesos) sebagai salah satu
bentuk jaminan sosial, merupakan system asuransi sosial yang untuk
memberikan perlindungan sosial dan jaminan pertanggungan dalam bentuk
pelayanan kesejahteraan sosial dan pengganti pendapatan keluarga bagi warga
masyarakat sebagai pekerja mandiri di sector informal terhadap resiko
menurunnya tingkat kesejahteraan sosial akibat pencari nafkah utama dalam
keluarga yang menderita sakit, kecelakaan atau meninggal dunia.

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

Program ini menjadi sangat strategis karena selama ini belum ada
program pemeliharaan penghasilan ( income maintenance) yang berskala
nasional bagi masyarakat miskin. Bahkan berbagai program pengentasan
kemiskinan masih fragmentaris, parsial, dan tidak terpadu dan berkelanjutan.
Akibatnya masyarakat miskin malahan menjadi tergantung kepada pihak luar,
kelompok

terutama pada dana-dana pemerintah.


Tugas

Program jaminan kesejahteraan sosial melalui Askesos merupakan


suatu upaya untuk menjembatani keberhasilan program bantuan sosial yang
telah diselenggarakan Departemen Sosial kepada asuransi sosial sebagai mana
diamanatkan oleh undang-undang no 40 tahun 2004 tentang system jaminan
sosial nasional.
Program askesos telah diujicobakan sejak tahun 2003 dan mulai tahun
2005 dilaksanakan di 31 provinsi. Dalam pelaksanaannya bermitra dengan
organisasi sosial atau yayasan atau lembaga sosial yang kredibel, yang telah
direkomendasikan oleh bupati setempat untuk dipercayakan melaksanakan
jaminan kesejahteraan sosial.

B. Konsep Dasar Asuransi Kesejahteraan Sosial

Jaminan sosial adalah keseluruhan sistem perlindungan dan


pemeliharaan kesejahteraan sosial bagi warga negara yang diselenggarakan
oleh pemerintah dan masyarakat guna memelihara taraf kesejahteraan sosial
dan merupakan hak-hak azasi manusia yang berlaku universal bagi seluruh
warga Negara .
Jaminan sosial yanag dilaksanakan di Indonesia selain dalam bentuk
bantuan sosial, juga dalam bentuk asuransi sosial di sektor formal dan sektor
informal. Asuransi Sosial di sektor formal yaitu Asuransi Kesahatan (Askes),
Tabungan asuransi pensiun ( Taspen) untuk pegawai negeri sipil, Asuransi ABRI
(Asabri) khusus untuk TNI dan Polri. Serta jaminan sosial tenaga
kerja(jamsostek). Sedangkan asuransi sosial di sector informal adalah Asuransi
Kesejahteraan Sosial (Askesos) yang diperuntukkan bagi pekerja mandiri di
sector informal dan dilaksanakan oleh organisasi sosial atau lembaga sosial
yang ada dalam komunitas kabupaten /kota.

1. Pengertian Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial )

Asuransi Kesejahteraan Sosial adalah sistem perlindungan sosial


untuk memberikan jaminan pertanggungan dalam bentuk pengganti
pendapatan keluarga bagi warga masyarakat sebagai pekerja mandiri di
sector informal terhadap resiko menurunnya tingkat kesejahteraan sosial
akibat pencari nafkah utama dalam keluarga yang menderi sakit, kecelakaan
dan /atau meniggal dunia.

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

2. Tujuan Asuransi Kesejahteraan Sosial

kelompok Tujuan asuransi penyelenggaraan asuransi kesejahteraan sosial


Tugas adalah :
a. Memberikan perlindungan sosial dalam bentuk jaminan pertanggungan
kepada pekerja mandiri di sector informal dari kemungkinan resiko
menurunnya tingkat kesejahteraan sosial akibat pencari nafkah dalam
keluarga menderi sakit, mengalami kecelakaan atau meninggal dunia.
b. Memperkuat system ketahanan keluarga rentan atau miskin melalui
pemeliharaan pendapatan ( income maintenance)
c. Meningkatkan partisipasi sosial masyarakat dalam menyediakan
perlindungan sosial berbasis masyarakat.

3. Manfaat asuransi kesejahteraan sosial

a. Adanya pengganti pendapatan keluarga selama peserta mengalami resiko


atau musibah akibat sakit, kecelakaan, dan meninggal dunia.
b. Terciptanya tabungan peserta Askesos sesuai dengan premi yang
dibayarkan setiap bulan.
c. Meningkatnya partisipasi masyarakat untuk mengembangkan dan
menumbuhkan nilai-nilai sosial masyarakat.

4. Landasan hukum pelaksanaan asuransi kesejahteraan sosial


a. Undang-undang no. 6 tahun 1974 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok
Kesejahteraan Sosial.
b. Undang-undang no. 40 tahun 2004 tentang Sistem jaminan Sosial
Nasional.
c. Keputusan Menteri Sosial RI no. 51 tahun 2003 tentang Program Jaminan
Sosial bagi masyarakat rentan dan tidak mampu melalui pola asuransi
kesejahteraan sosial (Askesos) dan bantuan kesejahteraan sosial
permanen.
d. Keputusan direktur Jendral Bantuan dan Jaminan Sosial No. 16/BJS/2003
tentang Ujicoba.

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

e. Keputusan direktur Jendral Bantuan dan Jaminan Sosial No. 17/BJS/2003


tentang Pedoman Ujicoba.
f. Keputusan direktur Jendral Bantuan dan Jaminan Sosial No. 33/BJS/2004
kelompok tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Bagi Masyarakat
Tugas Rentan Melalui Askesos.

BAB II
MANAJEMEN ASURANSI KESEJAHTERAAN SOSIAL

A. Pengorganisasian Askesos

1. Penyelenggara askesos
a. Departemen Social, melalui Dinas/ Instansi Social Provinsi
Asuransi kesejahteraan sosial diselenggarakan bersama oleh
Departemen Sosial dan masyarakat. Departemen Sosial melalui dinas/
instansi sosial provinsi berfungsi untuk :
 Membuat kebijakan pelaksanaan Askesos

 Memberikan subsidi cadangan dana klaim

 Memberikan legalitas kelembagaan

 Melakukan pengendalian

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

b. Masyarakat

kelompok  Orsos yang diseleksi dan ditetapkan melalui surat penunjukan oleh
Tugas pemerintah kabupaten/kota kepada pemerintah provinsi dan
direkomendasikan pemerintah provinsi kepada pemerintah cq
Departemen Sosial untuk ditetapkan dengan surat keputusan Menteri
Sosial sebagai lembaga/ orsos pengelola Askesos
 Orsos pengelola Askesos berkewajiban menjaga keamanan dana
tersebut dan pengembangannya melalui kegiatan ekonomi atau
melalui kegiatan UEP
 Orsos pengelola harus mempertanggung-jawabkan kegiatannya
kepada pemerintah (Depsos), pemerintah provinsi dan pemerintah
kabupaten/kota tentang hasil pelaksanaan kegiatan sesuai dengan
perkembangan

2. Pengorganisasian askesos

Perorganisasian dalam pelaksanaan Askesos terdiri atas :


a. Departemen Sosial, berwenang melakukan koordinasi kepada
dinas/ instansi sosial dan instansi terkait lainnya.

b. Tim pengendali, adalah petugas pemerintah provinsi 2 orang,


petugas pemerintah kabupaten/kota 2 oran ditambah 1 orang petugas
kecamatan dan 1 ( satu)orang petugas kota. Tim pengendali berkewajiban
untuk memberikan pembinaan dan pengawasa dalam kelancaran serta
pengelolaan Askesos di lapangan.

c. Orsos pelaksana bertanggungjawab untuk pengelolaan Askesos,


yaitu :

 Membuat peta populasi pekerja mandiri di sector informal.

 Membuat data populasi pekerja mandiri di sector informal.

 Membentuk tim pengelola.

 Melaksanakan kegiatan sosialisasi.

 Melaksanakan kegiatan operasional.

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

 Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan.

kelompok d. Tanggung jawab tim pengelola.


Tugas
Tim pengelola, yaitu petugas yan dibentuk oleh orsos pelaksana :
 Ketua

 Sekretaris

 Bendahara

 Bagian pemasaran dan pembinaan peserta

 Bagian premi/ iuran dan keuangan

 Bagian klaim pertanggungan peserta

 Petugas lapangan

3. Sumber Pendanaan Askesos

Sumber pendanaan Askesos adalah :


a. Premi peserta
b. Subsidi cadangan klaim dari pemerintah
c. Sumber dana lain yang sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku

4. Kriteria orsos yang dapat menjadi pengelola Askesos

Adapun orsos yang dapat menjadi pengelola Askesos yaitu:


a. Memiliki kelengkapan kelembagaan
b. Memiliki kelengkapan program
c. Memiliki kelengkapan system manajemen
d. Memiliki kelengkapan sarana prasarana
e. Memiliki kelengkapan SDM/ pelaksana
f. Lolos seleksi sebagai calon pengelola Askesos

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

g. Sanggup membentuk tim pengelola Askesos


h. Mempunyai rencana target sasaran peserta di lingkungan minimal
150 calon peserta
kelompok
Tugas i. Memiliki kualifikasi sebagai orsos yang layak melaksanakan
Askesos

5. Struktur organisasi pengelola askesos

PIMPINAN
ORSOS
PELAKSANAN

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

kelompok KETUA TIM


Tugas PENGELOLA

BENDAHAR SEKRETA
A RIS

URUSAN URUSAN KLAIM


URUSAN
PEMASARAN DAN
PREMI/ IURAN
DAN PERTANGGUNG
DAN
PEMBINAAN AN
KEUANGAN
PESERTA

PETUGAS
LAPANGAN

PESERTA
AKSESOS
PEKERJA
MANDIRI DI
SEKTOR
INFORMAL

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

kelompok
Tugas

B. Pengelolaan Askesos

1. Prinsip-prinsip Pengelolaan Askesos

prinsip-prinsip dalam pengelolaan Askesos yaitu :


a. Terwujudnya perlindungan sosial berbasis masyarakat bagi pekerja
mandiri di sector informal, bahwa dalam pengelolaan Askesos mengarah
pada upaya optimal ke arah terciptanya perlindungan sosial
b. Menanggulangi kerentanan dan menciptakan ketahanan keluarga, bahwa
dengan pengelolaan Askesos mengarah pada upaya optimal ke arah
terciptanya perlindungan sosial
c. Adanya jaminan pengganti pendapatan, bahwa ketika pencari nafkah
utama mengalami kondisi khusus yan menybabkan tidak dapat mencari
nafkah, keluarga yang menjadi tangungannya tidak mengalami hal-hal
yang tidak diinginkan
d. Adanya potensi sumber daya yang bersumber dari masyarakat berupa
premi, bahwa premi menjadi sumber dana yang utama askesos.
e. Adanya subsidi pemerintah melalui APBN dan APBD, bahwa dana
pemerintah ini diperlukan sebagai dana cadangan klaim.
f. Bentuk jaminan sosial dalam perjanjian dan kontrak, bahwa dalam
pelaksanaan Askesos harus dibuat dalam sebuah perjanjan antara peserta
dan penyelenggara.
g. Pemberdayaan masyarakat pekerja mandiri di sector informal, bahwa
dalam pelaksanaan program khusus kepada upaya pemberdayaan
masyarakat pekerja mandiri di sector informal, contohnya : pedagang.
h. Partisipasi, bahwa dalam pengelolaan kegiatan seoptimal mungkin
dilaksanakan dengan menumbuhkan peran serta masyarakat atau
staleholder ( pihak-pihak terkait).
i. Kewaspadaan masyarakat, bahwa pelaksanaan program didasarkan pada
pendayagunaan potensi dan kemampuan local ( modal dan SDM) untuk

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

memenuhi kebutuhan nyata masyarakat dan menumbuhkan rasa memiliki


serta tanggungjawab.
j. Keterpaduan program lintas sector, bahwa dalam pelaksanaan Askesos
kelompok merupakan kelanjutan dari program-program yang sudah berlangsung dan
Tugas masih dilaksanakan baik antar unit dalam departemen ataupun antar
departemen/instansi/ lembaga.
k. Professional dan akuntabel, bahwa pelaksanaan program dikelola dengan
melaksankan prinsip-prinsip managemen secara profesional dan dapat
dipertanggungjawabkan
l. Keseimbangan bahwa dalam pelaksanaan program senantiasa menjaga
keseimbangan aspek sosial dan ekonomi
m. Kemandirian, bahwa pengembangan program diarahkan kepada
peningkatan kemampuan swakelola dan swadaya dalam mengembangkan
Askesos secara sinergis.
n. Keberlanjutann program, bahwa dalam pengelolaan program harus mampu
menumbuhkan peran serta masyarakat untuk memanfaatkan, memelihara,
melestarikan, menguatkan, dan mengembangkan program secara terus
menerus.

2. Jenis pertanggungan yang diberikan

a. Pertanggungan pengganti penghasilan

 Peserta yang menderita sakit hanya diberikan sekali dalam 1 (satu)


tahun.

 Peserta yang mengalami kecelakaan hanya diberikan sekali


pengajuan klaim pada saat usahanya terhenti sementara dalam
setahun.
b. Pertanggungan santunan kematian

 Diberikan pada ahli waris

 Ahli waris dapat melanjutkan kepesertaan askesos.

 Jika ahli waris tidak dapat melanjutkan, premi dapat diambil.

3. Ketentuan kelayakan lokasi

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

a. Memilki data populasi pekerja mandiri di sector informal baik di pedesaan


maupun di perkotaan.
b. Lingkungan setempat mendukung pelaksanaan Askesos.
kelompok
Tugas c. Adanya orsos yang sesuai dengan criteria dan dapat dijadikan sebagai
pelaksana Askesos.
d. Adanya kesanggupan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota untuk
membentuk tim (2 orang petugas provinsi dan 2 orang petugas
kabupaten/kota ditambah 2 orang petugas masing-masing lokasi.)

C. Kepesertaan Asuransi Kesejahteraan Sosial


1. Persyaratan untuk menjadi peserta Askesos

a. Pekerja mandiri di sekor informal.


b. Pencari nafkah utama dengan penghasilan minimal Rp 200.000,- per
bulan.
c. Berusia 20-59 tahun dan/atau sudah menikah.

d. Memiliki KTP atau surat keterangan dominasi dari pemerintah setempat.


e. Mengisi formulir peserta yang telah disediakan.
f. Membayar premi sebesar Rp 5.000,- per bulan selama masa
pertanggungan dan khusus untuk rintisan ujicoba selama 3 (tiga) tahun.

2. Status kepesertaan askesos


a. Peserta Askesos harus memiliki polis Askesos.
b. Peserta yang tidak membayar premi selama tiga bulan berturut -turut
maka hilang status kepesertaannya.
c. Peserta yang masa pertanggungannya selesai dapat melanjutkan kembali
kepesertaannya dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.
d. Peserta yang meninggal dunia atas status kepesertaannya berakhir kecuali
dilanjutkan oleh ahli warisnya.
e. Peserta yang mengundurkan diri maka status kepesertaannya berakhir,
dengan menyampaikan surat permohonan pengunduran diri.

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

3. Kewajiban peserta

kelompok a. Membayar premi Rp 5.000,- per bulan selam masa pertanggungan dan
Tugas khusus rintisan ujucoba 3 (tiga) tahun dimulai tahun 2003.
b. Setelah selesai uicoba, masa pertanggungan akan diatur kembali.
c. Mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku.

4. Hak peserta
a. Mendapatkan polis Askesos.
b. Mendapatkan klaim/ dana pertanggungan sebagai berikut :

 Tertanggung sakit (sakit minimal 20 hari berturut-turut atau 5 hari


rawat inap): Rp 100.000,- per tahun hanya 1(satu) kali.

 Tertanggung mengalami kecelakaan (terjadi padausaha yang


dilaksanakan dengan melampirkan surat keterangan): Rp 100.000,- per
tahun, hanya 1 (satu) kali.

 Tertanggung meninggal dunia di tahun I : Rp 200.000,-

 Tertanggung meninggal dunia di tahun II : Rp 400.000,-

 Tertanggung meninggal dunia di tahun III : Rp 600.000,-


c. Bila tidak terjadi resiko selama masa pertanggungan maka akan
mendapatkan dana tabungan dan khusus untuk rintisan ujicoba selama 3
tahun maka uang premi akan dikembalikan sebesar 36 bulan x Rp 5.000,-
= Rp 180.000,-
d. Bila peserta mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri maka
premi dibayarkan sebesar jumlah premi yang dibayarkan

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

5. Prosedur dalam pengajuan klaim peserta Askesos

a. Peserta menyiapkan persyaratan pengajuan klaim kepada petugas klaim


melalui petugas lapangan
kelompok
Tugas b. Bagian urusan klaim meyeleksi dengan memperhatikan persyaratan yang
telah ditentukan
c. Bagian urusan klaim membukukan pada buku klaim dan membuat
rekapitulasi urusan klaim serta mengajukan pembayaran dana klaim
kepeda bendahara
d. Bagi urusan klaim menginformasikan kepada peserta melalui petugas
lapangan tentang pembayaran dana klaim
e. Bagian urusan klaim membuat laporan kepada peserta melalui sekretaris
tim pengelola Askesos.
f. Bendahara membayarkan dana klaim dengan tunai kepada peserta melalui
bagian urusan klaim

D. Pengendalian Program Asuransi Kesejahteraan Sosial


Pengendalian kegiatan Askesos adalah upaya untuk mengetahui
pencapaian tujuan dengan langkah-langkah kegiatan yang telah ditetapkan.
Pengendalian program dapat dilakukan pada tahap awal saat persiapan pada
saat berlangsungnya kegiatan atau pada tahapan untuk mengetahui keseluruhan
hasil yang dicapai melalui kegiatan Askesos.
Pengendalian ini dapat dilaksanakan dengan kegiatan supervisi,
monitoring dan evaluasi, serta pelaporan.
Supervisi adalah kegiatan pengawasan yang terutama dilakukan untuk
mengontrol berbagai aspek kegiatan baik sejak kondisi persiapan awal maupun
proses berlangsungnya kegiatan Askesos. Supervisi dilakukan oleh supervisor
dari unsure pemerintah daerah setempat maupun lembaga swadaya
masyarakat/organisasi sosial, pendamping sosial, atau pihak-pihak terkait
dengan kegiatan Askesos.
Kegiatan monitoring merupakan usaha pmantauan yang dilakukan secara
terus menerus baik oleh seorang yang ditugasi dalam kegiatan Askesos,
maupun pihak lain yang perlu dari unsure pemerintah, lembaga swadaya
masyarakat, pendamping sosial, sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi
untuk perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut.

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

Pelaporan adalah kegiatan pertanggungjawaban suatu hasil pelaksanaan


kegiatan. Laporan ini merupakan bentuk penyampaian berita, keterangan,
pemberitahuan maupun pertanggungjawaban baik lisan maupun tertulis dari
pengelola Askesos, pendamping sosial, maupun aparat dinas atau instansi
kabupaten/ kota. Unsur-unsur yang dimuat dalam laporan adalah keuangan,
kelompok

keanggotaan, kegiatan/ usaha kesejahteraan sosial, kegiatan ekomoni produktif,


Tugas

pembayaran premi dari anggota, dan pembayaran klaim.


Dari kegiatan pelaporan dapat diketahui ukuran pencapaian tujuan dalam
pelaksanaan Askesos. Aspek-aspek yang menjadi indicator keberhasilan
pelaksanaan Askesos antara lain :
1. Kelembagaan Pengelola Askesos

a. SDM, tersedianya SDM yang memliki pengetahuan dan kemampuan


tentang pelayanan kesejahteraan sosial yang berhubungan dengan
Askesos
b. Struktur organisasi, setiap unsur dan komponen kegiatan Aksesos ada
pembagian tugas dan tanggungjawab yang jelas
c. Admininistrasi, terlaksananya pengadministrasian yang jelas dan lengkap
d. Perlengkapan, tersedianya perelatan yang mendukung lancarnya kegiatan
pelayanan Askesos.
e. Sumber daya, memiliki modal dan sumber dana lain untuk kegiatan serta
tidak bergantung pada bantuan pemerintah
2. Kepesertaan
a. Memiliki sumber penghasilan
b. Diutamakan yang sudah berkeluarga
c. Mampu membayar premi
d. Sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga
e. Memilki kartu anggota dan polis

BAB III
PELAKSANAAN ASURANSI KESEJAHTERAAN SOSIAL
Departemen Sosial melalui direktorat jendral bantuan dan jaminan sosial telah
menyelenggarakan program asuransi kesejahteraan sosial bagian dari konsep jaminan
kesejahteraan sosial sosial berbasis masyarakat( JKSBM). Dengan Askesos
diupayakan masuknya semangat inisiatif local dalam asuransi. Sehingga jaminan sosial

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

pada umumnya bersifat national-based initiative hendak disesuaikan dan atau


dipadukan dengan model community-based initiative.
Secara garis besar Askesos memberikan jaminan pertanggunagan jaminan
kepada pekerja sector nformal dari kemungkian resiko terkenan musibah, seperti sakit,
kelompok
kecelakaan , atau meninggal dunia. Syarat peserta askesos adalah pencari nafkah
Tugas
utama dalam keluarga sector informal dengan penghasilan Rp. 200.000,- per bulan.
Pencari nafkah utam a ini tidak tidak bisa laki-laki maupun perempuan yang berusia 21-
60 tahun atau telah menikah
Penanggungjawab dan penyelenggara program Askesos secara nasional
adalah Departemen Sosial yang dalam implementasinya dikoordinasikan dengan dinas
sosial provinsi dan kab/ kota. Dalam praktiknya di lapangan, pengelola Askesos adalah
organisasi sosial pada tingkat desa atau kelurahan. Dengan suntikan dana sebesar Rp.
40. 000.000, - setiap orsos kemudian mengelola dana tersebut untuk membayar klaim
dan sebagiannya digunakan sebagai investasi orsos yang dalam prakteknya
kebanyakan berbentuk modal simpan pinjam dan kegiatan skala mikro.
A. Isu-Isu Seputar Asuransi Kesejahteraan Sosial
Konsep JKSBM, khususnya Askesos yang dikembangkan Departemen Sosial
masih ambigu dan belum secara tepat menggambarkan system dan jaminan sosial
yang memenuhi standar internasional. Selain itu inisiatif local yang merupakan
semangat utama JKSBM tidak dapat dipandang begitu saja sebagai mekanisme
yang unggul. Secara teoritik dan praktik, inisiatif local bukan mekanisme pengganti
peran dan tanggungjawab Negara dalam memberikan pelayanan sosial.
Beberapa karakteristik inisiatif local berikut menunjukkan kelemahan yang
biasa melekat pada inisiatif yang bermatra local tersebut, yaitu :
1. Bersifat informal sehinga tidak memiliki regulasi standar yang dapat diadopsi
secara universal
2. The lack of sustainaibility dalam keorganisasian maupun pelayanannya,
terutama tanpa motor pengerak sdan fasilitator kuat
3. Vulnerable : rentan terhadap krisis, misalnya pada saat krisis menerpa sebagian
besar anggota masyarakat maka sumber daya sosial local turut melemah
4. Uncertain pelayanan sosial local seringkali tidak memiliki kepastian.

5. Fragmented, jenis dan system pelayanan sosial local jarang yang bersifat
komprehensif, melainkan tersebar berdasarkan geografis, etnis dan
kepentingan setempat.
6. Limited boundary, sehingga kurang memenuhi “hukum bilangan banyak” yang
merupakan prasarat keberhasilan dan keberlanjutan system jaminan sosial

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

B. Grand Design Pengembangan Asuransi Kesejahteraan Sosial


Pelaksanaan model Askesos sesungguhnya memilki kekhasan yang relative
belum banyak dilakukan pada model lain. Ciri khas Askesos ditandai dengan
kelompok adanya mekanisme asuransi, tabungan, simpan-pinjam dan usaha ekonomi
Tugas produktif secara terintegrasi.
Dengan demikian kalaupun ada organisasi sosial atau lembaga swadaya
masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan serupa, namun kegiatan tersebut
tabungan, simpan-pinjam, dan ekonomi produktif dilaksanakan partial dalam satu
paket program yang terpisah-pisah. Banyak organisasi sosial melaksanakan
kegiatan simpan-pinjam atau usaha ekonomi produktif namun tidak
mengintegrasikan dengan kegiatan asuransi mikro sebagaimana diusung oleh
program Askesos.
Studi di lapangan juga menunjukkan beberapa tantangan yang terkait dengan
penyelenggaraan Askesos. Dalam garis besar selain tantangan tersebut
menyangkut kelembagaan dan SDM, juga menyangkut inisiatif local yang
dipraktikan lembaga sosial local. Bila dipetakan ada empat isu yang dapat
dipertimbangkan dalam merancangkembangkan grand design penyelenggaraan
Askesos dimasa mendatang, yaitu :

1. Pemantapan dan perluasan sasaran


Sasaran Askesos bagi pekerja mandiri di sector informal dengan syarat
memiliki usaha ekonomi dan berpenghasilan Rp. 200.000,- per bulan berarti
tidak dapat mengakomodasi fakir miskin yang tidak memiliki usaha dan
penghasilan sebagaimana ketetapan Askesos. Padahal fakir miskin merupakan
kelompok marginal yang menjadi sasaran utama Departemen Sosial.
Dengan demikian perlu dipertimbangkan sasaran kepada fakir miskian
yang tidak memilki uasahatapi potensial untuk membangun usaha. Pemerintah
dapat member dana stimulant khusus bagi sasarankategori ini. Pertimbangan ini
diperkuat bahwa prinsip utama jaminan sosial harus menjadi pirantika jaminan
sosial, khususnya kelompok marginal atau kelompok tidak beruntung. Jaminan
sosial adalah social enterprices yang bertujuan bukan hanya untuk
mengembangkan financial capital, melainkan juga human capital dan social
capital secara terintegrasi

2. Pengemasan program

Premi Askesos sebsar Rp. 5000,- per bulan dan jumlah peserta dan
Askesos yang relative kecil menyebabkan Askesos tidak sejalan dengan “hukum
bilangan banyak” yang disyaratkan oleh sebuah skema Asuransi. Situasi ini
mendorong skema askesos digabung dengan community development,

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

khususnya kegiatan tabungan, simpan pinjam, dan usaha ekonomi produktif.


Penggabungan tersebut dan adanya penerapan prinsif saving( premi
dikembalikan di akhir pertanggungan) sebenaranya mengaburkan makna
asuransi. Standar kegiatan asuransi adalah pembayaran premi dan premi
tersebut tidak dikembalikan atau dikembalian sebagian( asuransi takaful) setelah
kelompok

mas pertanggungan.
Tugas

Apabila skema asuransi dapat dipisahkan dari kegiatan saving, simpan


pinjam, dan usaha ekonomi produktif, maka nama asuransi masih dapat
dipertahankan. Namuna masih dipadukan dengan kegiatan lain, maka perlua
menyesuaikan nama asuransi dengan nama lain yang sesuai. Bila nama itu akan
diubah, bisa dipertimbangkan nama-nama yang terkait dengan konsep
perlindungan sosial.
Pada dasarnya nama asuransi masih dapat dipakai meskipun skema
asuransi masih digabung dengan kegiatan lain. Namun di sini diperlukan
sosialisasi dan kampanye luar biasa untuk meyakinkan bahwa nama Askesos
merupakan nama khas yang meskipun memuat nama Ausransi tetapi bukan
Asuransi murni.
Selain persoalan pemberian nama danakonsep yang tepat, untuk
menjaga keberlanjutan program dapat dilakukan dengan penentuan premi yang
didasarkan pada perhitungan aktuaria yang tepat. Perlu dipikirkan untuk mencari
sumber pendanaan alternatif, misalnya sosial security levy system sebesar 1%
setiap tahun yang diambil dari pajak tertentu atau tax exemp program

3. Penyempurnaan managemen penyelenggaran

Sebagai sebuah program nasional, Askesos memerlukan intervensi aktif


untuk membangun dan memelihara enabling environment. Program Askesos
yang dirancang untuk menjadi program skala besar tidak akan mendapat
dukungan public tanpa kebijakan, aturan hukum, system dan process
governance yang menjamin legalitas.
Dalam konteks ini diperlukan strategi advocasi dan sosialisasi yang
tangguh untuk membangun opini public positif dan menjalin aliansi strategi
dengan pihak internal dan eksternal Departemen Sosial yang memiliki komitmen
sama untuk menasionalkan program Askesos. Perlu digalang kampanye dan lobi
terhasdap beragam stakeholder, seperti DPR, direktoral lain pada Departemen
Sosial, Departemen lain, media massa, dan lembaga-lembaga internasional.

4. Merukunkan standarisasi dan inisiatif lokal

Model adalah abstraksi konseptualisasi, dan penyederhanaan sebuah


realita. Model biasanya disusun untuk merumuskan standard an sejauh mungkin

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

dapat direplikasikan di tempat lain. Sementara itu, lembaga dan mekanisme local
berdasar pada budaya setempat yang bersifat sangat khas. Dua dikotomi ini
harus disadari dan diantisipaso segara dalam pengembangan model Askesos
kedepan.
kelompok
Tugas

BAB IV

PENUTUP

Asuransi kesejahteraan sosial ( ASKESOS) adalah sebagai salah satu bentuk


jaminan sosial yang menitikberatkan pada upaya untuk melindungi masyarakat
marginal atau pekerja mandiri dalam sector informal dari sejumlah resiko alamiah dan
sosial seperti hari tua, meninggal dunia an sakit atau kecelakaan yang mengakibatkan
tidak terpenuhinya kebutuhan hidup peserta bersama dengan anggota keluarga.
Pelaksanaan Askesos ini dikelola oleh organisasi sosial / yayasan / lembaga,
karena di dalam tim pengelola askesos tersebut terdapat unsure masyarakat, sehingga
memudahkan pengawasan dan diharapkan lebih banyak memberikan pelayanan
kesejahteraan sosial berlandaskan kepada prinsip-prinsip pekerjaan sosial dan
pengembangan masyarakat.
Pelaksanaan Askesos memiliki kekasan yang relative yang belum banyak
dilakukan pihak lain, yaitu ditandai dengan adanya mekanisme asuransi, tabungan,
simpan-pinjam, dan usaha ekonomi produktif secara terintegrasi. Hal ini dimaksudkan
untuk tetap menjaga keberlangsungan operasional Askesos, meskipun sebenarnya
mengaburkan makna asuransi sendiri. Untuk itu diperlukan adanya sosialisasi dan
advokasi guna meyakinkan bahwa istilah “Kesejahteraan Sosial” pada Askesos

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

merupakan justifikasi bahwa “asuransi” dan “kesejahteraan sosial” merupakan paduan


kata yang memiliki makna serupa tetapi tidak sama dengan “asuransi” sebagaimana
diatur dalam undang-undang.
kelompok Sebagai bagian dari jaminan sosial yang berbasis masyarakat, maka dalam
pelaksanaan Askesos Negara tidak boleh mengabaikan atau menyerahkan begitu
Tugas
kepada masyarakat. Karena, selain Negara pada dasanya merupakan representasi
masyarakat, bidang kesejahteraan sosial dan pelayanan sosial merupakan domain
dimana peran dan konstribusi Negara masih sangat dominan.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Sosial RI, 2005, Panduan Manajemen Askesos ( Asuransi


Kesejahteraan Sosial). Direktorat Jaminan Sosial- Dirjen Bantuan dan
Jaminan Sosial.

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1
Sistem Jaminan Sosial

Departemen Sosial RI, 2005, Petunjuk Pelaksanaan Jaminan Sosial Melalui


Askesos. Direktorat Jaminan Sosial- Dirjen Bantuan dan Jaminan Sosial.

kelompok
Tugas Edi Suharto, PhD, 2004,Isu-Isu Tematik Pembangunan Sosial : Konsepsi Dan
Strategi. Balai Bansos Departemen Sosial

Askesos (Asuransi Kesejahteraan Sosial) 1


1