Anda di halaman 1dari 2

Seleksi KPUD Memasuki Tes Administrasi

Rabu, 20 Februari 2008


Padang, Padek-- Pendaftaran anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah
(KPUD) Sumbar yang awalnya terbilang sepi, menjelang detik-detik terakhir
ternyata membeludak. Hingga penutupan pendaftaran, pukul 16.00 WIB, Rabu
(19/2) terdapat 64 orang yang mendaftar sabagai bakal calon (Balon) yang akan bertarung
memperbutkan kursi KPUD Sumbar periode 2008-2012.

Ketua Tim Seleksi KPUD Sumbar Shofwan Karim, didampingi Sekretaris Rusdi Zen kepada
Padang Ekspres mengatakan, mulai Rabu (20/2) tim akan melakukan penelitian administrasi.
Karena masih ada kemungkinan Balon KPUD ini tersangkut masalah baik keabsahan ijazah
maupun kelengkapan administarsi lainnya. Terlebih-lebih yang mendaftar terakhir karena
tidak ada lagi waktu untuk memperbaiki atau melengkapi berkas. Lolos dalam tahap
penelitian administrasi, balon KPU masih harus menghadapi uji publik yang akan berlangsung
dari tanggal 4 sampai 13 Maret mendatang. Tahapan ini cukup berbahaya, karena rentan
dengan upaya black campaign (kampanye hitam) dan character assassination (pembunuhan
karakter) dari masyarakat yang tidak suka dengan person tertentu.

”Karena itu, tim akan berhati-hati terhadap informasi yang diberikan masyarakat seputar
rekam jejak bakal calon (Balon). Kita hanya akan melayani informasi yang disertai dengan
identitas yang jelas. Kalau tidak ada indentitas sama saja dengan surat kaleng. Kalau
ditindaklanjuti bisa-bisa kita dipukul balik karena tidak ada sumber yang jelas,” ungkapnya.
Namun Balon yang lolos uji publik dan klarifikasi rekam jejak masih harus bertarung dalam
seleksi lanjutan yakni ujian tertulis, tes psikologi dan out bond. Khusus out bond (praktek
luar) ini sifatnya tidak wajib namun tetap dilaksanakan untuk menguji kemampuan mereka
dalam team work (kerjasama), inovasi, komunikasi dan tingkat emosional dalam menghadapi
setiap masalah.
Masih Diseleksi: Tak lama lagi anggota KPUD Sumbar yang berkantor di Jalan
Pramuka Padang ini akan segera diganti. Saat ini tim seleksi masih memproses
persyaratan administrasi bakal calon.

”Karena, kalau pun ada pengawas Pemilu anggota


KPUD harus tetap siap menghadapi ketidakpuasan
masyarakat. Bisa saja dihubungi malam-malam
untuk meminta penjelasan terhadap persoalan-
persoalan yang muncul seperti konflik
pemahaman undang-undang (UU). Itu semua tentu
membutuhkan kesiapan mental dan pemahaman
yang cukup terhadap setiap persoalan,” ujarnya.
Dari tahapan tes tertulis dan out bond maka akan dipilih 10 nama Balon untuk diajukan ke
KPU Pusat. Mereka yang akan melakukan seleksi terakhir melalui fit and proper test (uji
kelayakan dan kepatutan) untuk menentukan 5 orang yang akan dilantik menjadi anggota
KPU.

DIPA Sudah Cair


Menyangkut dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang sebelumnya sempat
menjadi masalah kini sudah teratasi. Dan pelantikan anggota KPUD sesuai amanat UU yang
harus rampung Maret mendatang, terjawab sudah. Namun tim seleksi belum bisa memprediksi
apakah anggaran ini cukup atau tidak. ”Anggarannya ada yang sudah cair dan ada yang
belum. Kita belum hitung cukup atau tidaknya. Kalau kurang nanti akan kita ajukan
permohonan kepada pemerintah. Namun pelantikan tetap sesuai amanat UU karena tidak ada
perubahan jadwal. Hanya pengumuman pendaftaran saja yang tertunda,” ungkapnya. (*)