Anda di halaman 1dari 14

Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 1

ANALISIS RESPON STRUKTUR TAHAN GEMPA


DENGAN METODA SIMULASI HIBRIDA
MENGGUNAKAN TELEMATIKA KOLABORASI CYBER

Bambang Budiono
1



1. Pendahuluan
Komponen utama untuk mengetahui kinerja struktur tahan gempa adalah testing
komponen struktur di laboratorium, analisis respon struktur dengan software dan koleksi
data gempa dari daerah sumber gempa.
Test eksperimental di laboratorium adalah sumber informasi dimana sifat respon struktur
tahan gempa dapat diketahui dan dipahami. Kekurangan informasi dari penelitian di
laboratorium adalah dimensi struktur yang diperkecil atau hanya menggunakan sebagian
dari struktur atau di kenal dengan system sub-assemblage misalnya beam-column joint
test. Hal dilakukan karena struktur teknik sipil berdimensi besar misal: gedung, jembatan
dll sehingga sangat jarang test dilakukan dengan skala penuh. Bila kita mempunyai
system yang dapat menggabungkan sub-assemblages ini maka kita akan mendapatkan
informasi yang lebih akurat terutama bila diikuti dengan pemodelan geo-teknik. Bila test
sub-assemblages dapat digabungkan bersama dengan test geo-teknik sebagai soil-
structure interaction maka akan didapatkan informasi yang lebih akurat terutama bila
analisis dinamik menggunakan system non-linier.
Model analitikal dengan menggunakan software komputer mengharuskan peneliti untuk
berhati-hati dalam memilih model, metoda serta parameter input data. Variasi model
dapat berupa Single Degree of Freedom (SDOF) atau lebih kompleks dengan system
Multi Degree of Freedom system (MDOF) baik dengan 2D maupun 3D analisis, static
dan dinamik, linier atau non-linier analisis. Software dapat juga menganalisis MDOF
dengan memasukkan model geoteknik dalam metoda soil-structure interaction. Peneliti
perlu berhati-hati dalam menganalisis output dari software karena sangat bergantung
dari asumsi yang digunakan. Software belum dapat menjawab secara akurat masalah
tentang respon geser struktur, keruntuhan struktur beton bertulang, pemodelan baut
dalam sambungan baja dll.
Karena kompleksitas diatas maka timbul metoda baru yaitu simulasi struktur dengan
system hibrida. Sistem hibrida ini menggunakan test eksperimental di laboratorium misal
beam-column joint sebagai suatu komponen struktur dan digabungkan dengan model
analitis dari software yang mengisi kekurangan komponen struktur yang lain. Dengan
demikian terbentuklah suatu struktur lengkap secara simulasi hibrida dan respon struktur
terjadi akibat interaksi respon masing-masing system terhadap beban dinamis, seperti
yang terlihat pada Gambar 1. Gambar 1 memperlihatkan sebagian komponen struktur
kolom bawah dimodelkan dan di test di laboratorium sedangkan komponen struktur yang
lain di generate dari computer software atau model analitikal [1]. Sistem hibrida ini masih
dalam domain riset dan belum bersifat komersial.


1
Guru Besar Prodi Teknik Sipil-FTSL-ITB
Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 2

Gambar 1 Analisis dengan metoda simulasi hibrida (Hybrid Simulation [5]

2. Simulasi Hibrida
Dengan mengkombinasikan testing ekperimental dari komponen struktur dengan model
computer untuk membentuk komponen struktur yang lain secara bersama-sama maka
system simulasi hibrida ini dapat memberikan suatu gambar yang lengkap tentang suatu
struktur dengan skala penuh seperti struktur gedung atau jembatan. Struktur hibrida ini
akan memberikan respon full-scale yang terintegrasi terhadap beban gempa tanpa harus
melakukan testing skala penuh.
Prinsip bekerjanya simulasi hibrida [1] adalah sebagai berikut (lihat Gambar 2):
a) Test PC yang bekerja sebagai Servo Control Program memberikan semua
informasi dan parameter tentang perilaku dari benda uji sub-assemblages ke alat
yang disebut Real-Time Test Control. Informasi dan perilaku benda uji didapatkan
dari data base dari berbagai riset eksperimental yang disimpan dalam Data
Repository (penyimpanan data) pada test PC.
b) Benda uji (kolom) sebagai elemen struktur yang di test di laboratorium akan
berespon sesuai dengan signal beban dinamis yang diberikan oleh Real-Time Test
Control. Real-Time Test Control berfungsi menyamakan frequensi dari respon
dinamik benda uji dan Target PC (model elemen hingga) dengan cara Reflective
Memory melalui high speed fibre optic cable.
c) Target PC menerima input data dari Computer Simulation PC yang membuat
model analitikal (structural model). Structural Model dan beban dinamis (gempa)
dibuat oleh software untuk melengkapi komponen struktur diluar benda uji dengan
real time simulation baik dari beban gempa maupun respon dinamis struktur.
Target PC bekerja sama dengan real-time test control dengan cara reflective
memory untuk menyamakan frequensi antara respon benda uji dan model struktur
dalam system simulasi hibrida. Target PC mengolah data dan memberikan output
dari respon struktur hibrida.
d) Real time test control mengatur pembebanan dinamis yang dikirim ke actuator
(pemberi beban) dan diteruskan kepada benda uji untuk berespon sesuai dengan
Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 3
sifat benda uji yang telah diinputkan dalam parameter melalui data repository pada
test PC. Proses selanjutnya seperti pada butir b) dan menghasilkan output melalui
Target PC seperti pada butir c).















Sistem ini digunakan dalam Riset Struktur Rangka Batang dengan model Chevron
Braced Frame, Zipper Braced Frame dan Suspended Zipper Braced Frame seperti yang
terlihat pada Gambar 3. Zipper Braced Frame dan Suspended Zipper Braced Frame
didesain untuk menstabilkan struktur pada saat elemen diagonal mulai tertekuk [2].
Beban yang bekerja adalah beban gempa kuat.
Model analitikal untuk bentuk rangka diagonal serta respon siklik dianalisis baik secara
eksperimental maupun analitikal. Hasi studi ini merupakan parameter yang diinputkan
melalui Test PC yang berfungsi sebagai Servo Control Program. Parameter ini seperti
yang terlihat pada Gambar 4. Simulasi hibrida dilakukan dengan mengkombinasikan
struktur rangka batang bawah dengan test eksperimental di laboratorium dan struktur
yang lain (structural model) serta beban gempa dibuat oleh software melalui computer
simulation PC. Rangka batang model analitikal dibuat dengan elemen truss dengan
metoda elemen hingga. Detail dari system hibrida dapat dilihat pada Gambar 5.

Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 4

Gambar 3 Jenis struktur rangka batang


Gambar 4 Parameter sifat struktur rangka batang sebagai input melalui test PC


Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 5

Gambar 5 Penelitian struktur rangka batang dengan sistem simulasi hibrida
Beban gempa dinamis yang diinputkan lewat Computer Simulation PC berlangsung
selama 35 detik seperti yang dilihat pada Gambar 6.








Interstorey Drift Ratio ( Rasio Simpangan Antar Lantai) serta kurva Histeresis dari
Rangka Batang Diagonal (Brace Hysteresis) hasil test simulasi hibrida dapat dilihat pada
Gambar 7.
Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 6
Hasil dari test Simulasi Hibrida di verifikasi dengan model matematika (Finite Element)
yang diambil dari Open Source dari referensi OpenSees [3]. Hasil verifikasi
menunjukkan bahwa test Simulasi Hibrida dan hasil Finite Element memberikan respon
struktur yang sangat mirip. Gambar 8 memberikan ilustrasi bahwa perbedaan dari dua
penelitian diatas tidak signifikan baik untuk Roof Drift maupun Rangka batang Diagonal.

Gambar 8 Verifikasi hasil test simulasi hibrida dan model elemen hingga

3. Network Simulasi Hibrida di Lingkungan Kolaborasi Cyber
Pada saat ini simulasi hibrida dapat dilakukan secara simultan dari beberapa tempat
(nodal) dengan objek penelitian yang sama dengan sistem networking dengan
telematika. Nodal dari network disebut dengan istilah GRID. Setiap GRID
menyumbangkan data parameter perilaku komponen struktur baik dari hasil riset
eksperimental maupun analitikal. Kumpulan data parameter ini disimpan dalam
SERVER yang disebut dengan DATA REPOSITORY.
Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 7
Kolaborasi Cyber (Cyber Collaboration) adalah kolaborasi untuk melakukan riset
bersama dalam sistem network telematika dengan menggunakan Data Repository,
Fasilitas testing Struktur di Laboratorium Grid (nodal) dan penggunanaan peralatan atau
fasilitas Software (Software Tools). Untuk melakukan riset bersama diperlukan Teknologi
Informasi dan Komunikasi antara lain Cyber Infrastructure untuk Web Interface dari
server ke client. Dengan sistem ini anggota kolaborasi (remote Users) dapat
menggunakan fasilitas:
Partisipasi Riset J arak J auh (Remote Users)
Berbagi Data dan Dokument J arak J auh (Document and Data Sharing)
Simulasi, Visualisasi atau Experiment Replay
Metodologi Lingkungan Kolaborasi Cyber (Cyber Collaboration) di USA salah satunya
melalui Network of Earthquake Engineering Collaboration using Information Technology
(NEESit) secara skematis dapat dilihat pada Gambar 9.

Prinsip Prinsip Kolaborasi Kolaborasi

Gambar 9 Prinsip kolaborasi dalam lingkungan cyber
Salah satu riset dengan Kolaborasi Cyber adalah proyek yang disebut dengan UI-
Simcor [4]. Proyek riset ini memiliki jaringan yang disebut Network of Earthquake
Engineering Simulation using Information Technology atau NEESit di USA. Riset ini
diikuti oleh beberapa universitas terkemuka di USA sebagai GRID yaitu University of
Illinois at Urbana-Champaign (UIUC), University of California at Berkeley (UCB), and
San Diego Supercomputer Center (SDSC). Arsitektur dari UI-Simcor dapat dilihat pada
Gambar 10





Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 8















Komunikasi Cyber menggunakan GRID untuk pilar dengan menggunakan test
eksperimental di laboratorium dari UIUC, UCB dan SDSC, sedangkan model analitikal
(elemen hingga) dari structural software bernama ZEUS-NL [4]. Gambar 11.
menunjukkan sistem simulasi hibrida dari tiga GRID dalam Cyber Collaboration untuk
riset jembatan. Riset ini diverifikasi dahulu dengan parameter yang dilakukan di
laboratorium denga hasil dari sistem simulasi hibrida. Hasil verifikasi menunjukkan
perilaku yang cocok antara hasil laboratorium dan simulasi hibrida sperti pada Gambar
12.





Gambar 10 Arsitektur dari UI-SimCor [4]
Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 9



Gambar 11 Konfigurasi simulasi hibrida dengan GRID dari 3 lokasi yang berbeda [4]

Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 10

Gambar 12 Verifikasi hasil eksperimental dan simulasi hibrida [4]

Setelah sistem simulasi hibrida terverifikasi dengan baik, maka test simulasi hibrida
dilanjutkan untuk meneliti respon struktur jembatan Santa-Monica Freeway. Penelitian ini
ditambahkan pengaruh fundasi dan geoteknik dari program MISST (Multi-Site Soil-
Structure-Foundation Interaction) [4]. Beban gempa menggunakan beban gempa
Northridge 1994 yaitu beban gempa lateral dan beban gempa vertical.
Hasil penelitian menunjukkan respon yang sangat berbeda antara verifikasi dan hasil
nyata akibat gempa Northridge 1995. Keruntuhan pilar jembatan Santa Monica dapat
diduplikasi dengan baik pada pilar-pilar di kedua laboratorium yang berbeda tempat.
Keruntuhan struktur akibat geser dapat disimulasikan dengan baik, padahal prediksi
dalam desain adalah keruntuhan lentur pada pilar. Perbedaan yang mencolok adalah
pada proses desain tidak memperhatikan degradasi struktur akibat pengaruh gempa
vertical yang menyebabkan tarik pada pilar jembatan. Hal inilah yang menyebabkan
keruntuhan geser pada jembatan Santa-Monica. Hasil test simulasi hibrida dapat dilihat
pada Gambar 13 [4]. Konfigurasi eksperimen sistem simulasi hibrida pada proyek riset
jembatan Santa Monica Freeway dapat dilihat pada Gambar 14.
Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 11

Gambar 13 Hasil simulasi hibrida (a) dan (c) serta keruntuhan pilar pada
jembatan Santa Monica Freeway (b).


Gambar 14 Konfigurasi test set up simulasi hibrida pada jembatan
santa monica freeway
Riset dengan studi kasus jembatan Santa-Monica Freeway yang dilakukan di University
of Illinois dengan simulasi hibrida menghasilkan keruntuhan struktur yang sama yaitu
keruntuhan geser yang tidak diharapkan. Pada riset ini sistem struktur dibebani oleh
beberapa gempa dengan memperhitungkan gempa vertical seperti pada Tabel dibawah
ini.


Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 12
Tabel 1 Percepatan gempa simulasi hibrida

Konfigurasi simulasi hibrida seperti pada Gambar 15 sedangkan perbandingan respon
struktur antara model analikal dan model simulasi hibrida dapat dilihat pada Gambar 16.
Gambar 16 juga memperlihatkan mekanisme keruntuhan geser yang terjadi di
laboratorium yang mirip dengan keruntuhan geser pada pilar jembatan Santa-Monica
Freeway.

Gambar 15 Sistem struktur dengan metoda simulasi hibrida

Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 13

Gambar 16 Hasil test simulasi hibrida

4. Kesimpulan

1. Penelitian menggunakan sistem simulasi hibrida merupakan gabungan antara TIK,
laboratorium (Hardware), penyimpanan data (Data Repository) dan Structural
softwares
2. Dengan bantuan teknologi TIK memungkinkan untuk melakukan Cyber
Collaboration baik didalam negeri maupun diluar negeri
3. Hasil test simulasi hibrida merupakan hasil yang lebih representative dan powerful
dan merupakan unggulan riset
4. Hasil test dengan simulasi hibrida dapat mereprentasikan keruntuhan struktur yang
mirip dengan kejadian sebenarnya dimana analisis analitikal dapat membawa hasil
yang misleading.
5. Infrastruktur untuk sistem ini belum ada di Indonesia sebab membutuhkan biaya
yang besar terutama untuk sistem Real-Time dan back-bone infrastructure.

5. Referensi

1. MTS Real Time Civil Hybrid Simulation, High Performance Hybrid Simulation
Capabilities for any Civil Engineering test lab, MTS System Corporation, 2007
2. Hybrid Simulation Evaluation of Innovative Steel Braced Framing System, T.Y.
Yang1, B. Stojadinovic2 and J . Moehle2, University of California at Berkeley,
Berkeley, CA 94720, 2007
Back to Table of Contents
Seminar dan Pameran HAKI 2007 - KONSTRUKSI TAHAN GEMPA DI INDONESIA 14
3. Open System for Earthquake Engineering Simulation (OpenSees). 1997. Pacific
Earthquake Engineering Research Center, University of California, Berkeley,
http://opensees.berkeley.edu/
4. The UI-SimCor Hybrid Simulation Framework B.F. Spencer, J r., Amr S. Elnashai,
Oh-Sung Kwon, Kyu-Sik Park, and Narutoshi Nakata, Department of Civil and
Environmental Engineering, University of Illinois at Urbana-Champaign, Urbana,
Illinois 61801, 2007
5. Analysis of Delay Compensation Methods for Hybrid Simulations, Mosqueda.G.,
Ahmadizadeh.M., University of California, Irvine., NEES., University at Buffalo
(SUNY), 2006
6. Analysis and Distributed Hybrid Simulation of Shear-Sensitive RC Bridges Subjected
to Horizontal and Vertical Earthquake Ground Motion by Amr ELNASHAI, Bill
SPENCER, Dan KUCHMA

, Sung J ig KIM, Nicholas BURDETTE, Curtis HOLUB,
J ohanna GONZALES, Narutoshi NAKATA, Guangqiang YANG, Quan GAN,
University of Illinois at Urbana-Champaign (UIUC), Urbana,USA.

Back to Table of Contents