Anda di halaman 1dari 16

STRATEGI PEMENANGAN HARYADI SUYUTI IMAM PRIYONO DALAM PEMILIHAN WALIKOTA YOGYAKARTA 2011

Rizkal Ula Email: Maha i !a S1 Ilm" P#li$ik %ISIP U&i'() i$a Ai)la&**a

A+STRAK Jurnal ini membahas tentang strategi pemenangan kandidat dalam pemilihan walikotaYogyakarta tahun 2011. Latar belakang dari pembahasan tentang strategi pemenangan kandidat dalam penelitian skripsi ini yakni karena adanya perbedaan lokalitas budaya dalam setiap daerah yang mempengaruhi bentuk strategi pemenangan yang diterapkan tim sukses pemenangan dalam sebuah daerah. Dalam sebuah pemilihan walikota terdapat tiga otoritas yang mempengaruhi bentuk strategi. Masing-masing otoritas tersebut yakni otoritas uang, otoritas primordial dan kepartaian yang akan peneliti kombinasikan dengan analisis teori demokrasi elitisme menggunakan tiga model, yakni model mandat, model akuntabilitas dan model otoritas. enulis menggunakan teori koalisi untukmenganalisis proses terbentuknya koalisi antar partai sebagai partai pengusung pasangan walikota. Metode yang digunakan dalam penulisan skrispsi yang bertema tentang strategi pemenangan kandidat pasangan walikota ini menggunakan metode penelitian kualitati! dimana pen"arian data dilakukan melalui wawan"ara terhadap tim sukses pemenangan pasangan walikota. #esimpulan dari penelitian ini adalah proses terbentuknya koalisi partai pengusung dipengaruhi oleh ke"ermatan salah satu partai pengusung terhadap perpe"ahan partai yang melanda partai di D $D dan peran "alon walikota sebagai kader salah satu partai pengusung untuk melakukan lobi terhadap elite D kedua partai pengsung agar membentuk satu koalisi. Ka$a K"&,i: S$)a$(*i P(m(&a&*a& Walik#$a- P(miliha& Walik#$a Y#*.aka)$a- K#ali i PDIP /a& G#lka)

A+STRA0T %his &ournal dis"usses resear"h thesis entitled "andidate winning strategy in Yogyakarta mayoral ele"tion o! 2011.%he ba"kground o! this &ournal is the result o! "hanges in the regional head system, politi"al parties and su""ess!ul team approa"h to lo"al politi"al power in a "ity. %hus, in this "ase the bearer o! the party and the "andidate's "ampaign team did some approa"hes to se(eral elite who ha(e authority like the authority o! primordial di(ersity, authority, and the authority o! the party money. roblems in this study that the author !o"uses on the pro"ess o! "oalition !ormation and how su""ess!ul teams and bearer party to approa"h the lo"al elite who ha(e authority in Yogyakarta. the elite and the elite Muhamadiyah #raton. %his study used )ualitati(e methods o! analysis deskripiti!. Data analysis was done through inter(iews and supporting data. %he author uses the theory o! Morgan and Demo"ra"y *oalition elite Joseph +"humpeter.%he !indings and "on"lusions o! this study are D, as bearers o! the party !ormed a "oalition with -olkar be"ause .aryadi +uyuti's role as an elite whi"h has a network at the "entral le(el. /e0t "on"lusion is in approa"hing the pala"e, +u""ess %eam bearer "andidates pursuing a strategy o! supporting the bill ri(ileges Yogyakarta where the "ourt still has !ull authority in Yogyakarta. %he !inal "on"lusions whi"h !orm a su""ess!ul team-member elite !orum Muhamadiyah are disappointed with the leadership o! 1min $ais and !ather o! the opponent "andidate and !ormer "hairman o! Muhammadiyah. +uggestions !rom this study suggest that the author "ondu"ted resear"h on the strategy o! winning in another "ity that has a kingdom and basi" resear"hers to prepare be!ore going to the !ield. K(.!#)/ : S$)a$(*. #1 Wi&&i&* Ma.#)- Ma.#)2 El(,$i#& i& Y#*.aka)$a0#ali$i#& #1 G#lka) a&/ PDIP

P(&/ah"l"a& erubahan sistem pemilihan kepala daerah membuat partai politik dan tim sukses harus melakukan pendekatan terhadap kekuatan lokal yang memiliki pengaruh dan masyarakat itu sendiri. +elain itu aspek lokalitas masing masing daerah &uga membuat partai politik pengusung kandidat dan tim sukses membuat strategi pemenangan yang menyesuaikan lokalitas daerah pemilihan itu sendiri. %radisi lokalitas setiap daerah tentu sa&a berbeda-beda tergantung dari budaya daerah tersebut. +eperti budaya Jawa yang merupakan produk masyarakat Yogyakarta. Yogyakarta merupakan pro(insi khusus di ,ndonesia dimana pro(insi ini memiliki "iri khas kera&aan dan kebudayaan masyarakatnya yang !undamental. ro(insi ini sering tersorot di berbagai media karena kelestarian budayanya yang unik. #arena Yogyakarta &uga terkenal dengan sistem kera&aan di dalamnya sebagai sumber kelestarian budaya. partai politik menyesuaikan peran"angan strategi dengan budaya di kota tersebut. enulis memiliki ketertarikan melakukan penelitian strategi pemenangan pemilihan walikota Yogyakarta ini karena penulis menemukan satu !enomena menarik bahwa D, melakukan pendekatan terhadap kekuatan politik atau elit lokal yang memiliki otoritas primordial kebudayaan Jawa yakni pihak keraton. Dalam proses strategi pemenangan pemilihan walikota Yogyakarta, D, melakukan pendekatan terhadap pihak keraton agar memberikan arahan kepada warga Yogyakarta untuk memilih pasangan yang mereka usung. Yogyakarta sebagai kota dan pro(insi istimewa tentunya &uga memiliki dinamika politik dimana terdapat beberapa kekuatan partai politk yang mendominasi kondisi politik di kota tersebut. %erutama partai-partai islam seperti 1/ dan #+ sebagai partai ,slam. +elan itu terdapat kekuatan lain selain partai ,slam yakni partai non islam yang memiliki ideologi nasionalis D, , serta partai -olkar dan Demokrat. +isi menarik bagi peneliti dalam pemilihan 2alikota Yogyakarta adalah pada pasangan nomor urut ketiga yang ikut menda!tar men&adi walikota dan wakil walikota di #ota Yogyakarta yakni .aryadi +uyuti dan ,mam riyono dari artai Demokrasi ,ndonesia er&uangan dan artai -olkar. asangan ini diantar oleh kerabat keraton Yogyakarta yakni -usti 3endoro angeran .aryo rabu #usumo dan kerabat aku 1lam, #an&eng angeran .aryo 4ndro #usumo. asangan berslogan 5.1%, beriman6 ini adalah pasangan yang ketiga menda!tar di #omisi emilihan 7mum di #ota Yogyakarta. D, sebagai pengusung .aryadi-+uyuti mengungkapkan bahwa merela men"oba menggunakan otoritas kepartaian dalam mengimbangi lawan utamanya setelah kemun"ulan statemen restu untuk .ana!i $ais dari 2alikota Yogyakarta, .erry 8udianto. +ebelumnya, sudah ada studi penelitian skripsi yang ber!okus dalam strategi pemenangan pemilihan kepala daerah yakni studi yang ber&udul +trategi emenangan +ai!ulillah-.adi +u"ipto dalam ilkada +idoar&o, oleh Dendy $amadhani. +tudi tersebut membahas tentang strategi pemenangan pasangan +ai!ulillah-.adi +u"ipto yang dilakukan oleh partai yang mengusung pasangan tersebut. #emudian strategi pemenangan "alon independen 9itrah-/aen di +urabaya oleh 1nneke utri dan +trategi emenangan 9adeli-1mar +ai!udin dalam pilkada
:

Lamongan. /amun dalam penelitian ini, peneliti memiliki perbedaan !okus pada strategi pemenangan .aryadi +uyuti-,mam riyono dalam pilwali Yogyakarta dengan !okus strategi pemenangan melalui otoritas kepartaian partai pengusung "alon dan kolaborasi otoritas primordial Yogyakarta yang membantu pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono. 3erangkat dari latar belakang masalah diatas, penulis membuat tiga permasalahan penelitian yakni yang pertama adalah 3agaimana proses terbentuknya koalisi, kemudian bagaimana %im +ukses pemenangan melakukan pendekatan terhadap kekuatan lokal yang memiliki otoritas yakni kalangan keraton dan yang terakhir adalah bagaimana tim sukses mengahadapi kekuatan Muhamadiyah sebagai kekuatan politik di kota Yogyakarta. enulis menggunakan dua teori di dalam studi kepustakaan yang telah penulis buat yang ber!ungsi untuk menganalisis data wawan"ara yang diperoleh peneliti di Lapangan. %eori yang pertama adalah %eori #oalisi yang diutarakan Morgan bahwa #oalisi merupakan koalisi merupakan persekutuan berbagai !raksi yang bersatu untuk membentuk suatu aliansi yang lebih kuat untuk tindakan bersama. *heibub men&elaskan bahwa model koalisi dipengaruhi oleh dua karakter. #arakter pertama, yakni upaya memburu &abatan office seeking, dimana perilaku partai dalam membangun koalisi lebih didasarkan pada kehendak untuk memperbesar peluang dalam memperoleh posisi di kabinet pemerintahan yang akan terbentuk. +ehingga akhirnya dalam memilih mitra koalisi, elit partai politik "enderung didorong oleh keinginan untuk memaksimalkan proses negoisasi dalam power sharing, ,tulah sebabnya mun"ul manu(er di internal partai untuk merapat pada kandidat yang potensial menang dalam pilpres. #arakter kedua yakni modus pen"ari suara ;vote seeking<, dimana elit partai politik dalam membentuk koalisi lebih didasarkan pada upaya memenangkan pemilihan. Modus untuk menang itulah yang membuat partai membuka diri pada siapa sa&a yang ingin masuk atau bergabung ;catch all<, asal kemenangan dalam pemilihan umum bisa diraih. Dalam logika catch all ini tidak ada alasan bagi partai untuk menolak mitra koalisi yang ingin bergabung untuk mengalahkan kompetitor. Dalam konteks sema"am ini, &arak ideologi bukan sesuatu yang penting. Yang paling penting adalah memenangkan pertarungan. ,tulah sebabnya, dalam logika vote seeking akan mun"ul paradoks dalam proses pembentukan koalisi, dimana partai-partai yang memiliki &arak ideologis yang lebar bisa bertemu. %erdapat lima bentuk koalisi dalam teori #oalisi yang diutarakan Morgan. Yakni yang pertama adalah Minimal Winning Coalition Maksimalisasi kekuasaan sebanyak mungkin untuk memperoleh kursi di kabinet dan abaikan partai yang tidak perlu. #oalisi dibentuk tanpa perlu mempedulikan posisi partai dan spektrum ideologi. 3entuk koalisi yang kedua adalah minimal size coalition dimana bentuk koalisi ini artai dengan suara terbanyak akan men"ari partai yang lebih ke"il untuk sekedar men"apai suara mayoritas.&enis koalisi yang ketiga adalah Bargaining Proposition yang merupakan #oalisi dengan &umlah partai paling sedikit. rinsip dasar memudahkan proses negosiasi dan tawar menawar karena anggota atau rekan koalisi hanya sedikit. Jenis koalisi keempat adalah Minimal Range Coalition. Dalam koalisi ini, dasar koalisi terbentuk karena kedekatan ke"enderungan ideologis memudahkan partai-partai
=

berkoalisi membentuk kabinet. 3entuk koalisi terakhir adalah Minimal Connected Winning Coalition. embentukan koalisi dilandasi oleh kedekatan orientasi kebi&akannya. artai-partai akan men"ari anggota koalisi dari partai yang terdekat se"ara ideologis, yang dengan sendirinya ter"ermin pada orientasi kebi&akan partai ;Dikutip dari http>??!atkhan-ashari-!isip11.web.unair.a".id?artikel@detail-=AB:A-d. C20 olitik-#oalisiC20 olitik.html pada tanggal 1 /o(ember 2012<. %eori selan&utnya yang digunakan penulis adalah teori Demokrasi 4litisme Joseph +"humpeter. Menurut Joseph +"humpeter, Demokrasi 4litisme merupakan metode keputusan politik yang diambil oleh para pembuat strategi yang terdiri dari pemimpin politik dan elit yang memiliki kekuasaan untuk membuat strategi memperoleh suara rakyat dalam pemilu ;.ighley John and 3est .einri"h, 2010> 2<. Menurut +"humpeter terdapat tiga model yang digunakan untuk meraih peningkatan suara. Model yang pertama adalah Model Mandat dimana dalam model ini pembuat strategi telah memahami bahwa pemilih daya &angkau pilihan pemilih "alon setara dengan pilihan kebi&akan yang ditawarkan "alon. emilih membuat pilihan melalui dua "ara. ertama, mereka menggunakan teknik sampling untuk memilih "alon melalui pre!erensi respon kebi&akan yang dapat mereka diharapkan. Model representasi mandat berasal dari konsep representasi yang dikemukakan $ousseau tentang delegasi murni dengan mandat yang berasal dari pemilih. Dalam teori politik kontemporer. Dahl menyatakan bahwa karakteristik utama demokrasi adalah respon yang terus dilakukan pemerintah dari segmentasi kepentingan dari pemilih. Model yang kedua adalah model 1kuntabilitas, dalam model ini, merupakan &enis strategi yang mengguna kan mekanisme umpan balik dari kandidat terpilih dengan pemilih. 3erbeda dengan model mandat, dalam strategi pemenangan menggunakan otoritas akuntabilitas para konseptor strategi dan kandidat lebih realistis dalam menggambarkan pengetahuan dan kompetensi warga pada proses pengambilan keputusan politik dan kebi&akan yang ditawarkan. Dalam model akuntabilitas diasumsikan bahwa pemilih dapat memberikan penilaian dan pendapat pada kebi&akan yang ditawarkan dan kualitas "alon kandidat dengan sebagai agen pengontrol, &ika pemilih tidak mampu mengontrol kandidat terpilih dengan mewa&ibkan mereka untuk mengikuti mandat, pemilih dapat melakukan impeachment. #andidat &uga harus bertanggung &awab &ika pemilih dapat membedakan apakah pemerintah bertindak demi kepentingan mereka dan memberikan sanksi kepada pemerintah se"ara tepat. Model demokrasi elitisme yang terakhir adalah Model Dtoritas, dalam model ini konseptor tidak selalu membuat strategi pemenangan melalui mekanisme umpan balik. #ontrol demokratis hanya sebatas pada pemilihan pemimpin. emilih memutuskan untuk menyetu&ui kepemimpinan orang-orang tertentu melalui "itra dan si!at kandidat. +elain itu pemilih tidak mengambil inisiati! sebagai agen otonom dalam membuat pilihan otonom yang memungkinkan in"umbent tidak kehilangan suara dalam pemilu berikutnya. +i!at kontingen situasi politik, pentingnya !aktor eksogen, ditambah kompleksitas sosial semata-mata membatasi umpan balik antara "alon dan pemilih yang terkena dampak oleh keputusan "alon terpilih.

eneliti menggunakan metode penelitian deskripti! kualitati!. Metode deskripti! kualitati! adalah metode yang digunakan untuk pen"arian !akta mengenai ke&adian atau peristiwa yang ter&adi pada saat penelitian dengan interpretasi yang tepat, mempela&ari masalah-masalah, serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandanganpandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu !enomena. 1lasan penulis dalam pemilihan metode dengan menggunakan metode deskripti! kualitati! adalah untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana strategi pemenangan pasangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono dalam emilihan 2alikota Yogyakarta tahun 2011. 3eberapa pertimbangan pemilihan metode ini diantaranya adalah yang ertama, karena permasalahan yang diteliti adalah tentang proses atas suatu !enomena, bukan hubungan antar (ariable. Maka disini akan dibahas bagaimana strategi pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono dalam emilihan 2alikota Yogyakarta %ahun 2011. ertimbangan yang kedua adalah, guna memeperoleh gambaran se"ara mendalam terhadap !enomena pembuatan strategi pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono yang sesuai dengan permasalahan penelitian. .al ini dilakukan penulis dengan "ara mendengar se"ara langsung dari narasumber yang berbi"ara mengenai apa dan bagaimana strategi yang digunakan untuk memenangkan pasangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono dalam emilihan 2alikota Yogyakarta tahun 2011. ertimbangan yang ketiga adalah penulis agar memperoleh data yang asli, riil dan langsung dari narasumber se"ara alamiah. Lokasi penelitian ini bertempat di #ota Yogyakarta, ro(insi Daerah ,stimewa Yogyakarta. ertimbangan peneliti memilih lokasi tersebut adalah karena peneliti melihat #ota Yogyakarta sebagai kota yang memiliki budaya primordial Jawa keraton sehingga dalam hal ini konsep strategi yang dibuat dan diterapkan partai partai politik dalam pemilihan walikota men&adi hal yang menarik pas"a diterapkanya sistem pemilihan kepala daerah se"ara langsung. artai partai politik yang turut serta dalam kompetisi pemilihan 2alikota Yogyakarta dalam memenangkan "alon yang mereka usung masing masing harus membuat strategi pemenangan paling baik ditengah budaya #ota Yogyakarta yang merupakan daerah kesultanan dan daerah basis Muhammadiyah yang disertai dengan adanya peningkatan sumber daya manusia masyarakat #ota Yogyakarta ditengah perkembangan demokrasi. +ub&ek atau pihak yang terlibat langsung pembuatan dan pelaksanaan strategi pemenangan pasangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono dalam emilihan 2alikota Yogyakarta %ahun 2011, seperti Juru bi"ara partai pengusung "alon .aryadi +uyuti - ,mam riyono dan anggota tim sukses pemenangan "alon. ,nstrumen dalam penelitian ini yakni penulis membuat pedoman wawan"ara yang berisi da!tar pertanyaan yang bersi!at terbuka, eneliti memiliki pertimbangan menggunakan pedoman wawan"ara terbuka kepada in!orman karena !okus penelitian peneliti sendiri adalah strategi pemenangan dengan menggunkan metode deskripti! kualitati!. +elain itu peneliti memiliki pertimbangan agar peroleh &awaban yang lebih luas, lebih rin"i, lebih detail dan lebih mendalam.
F

eneliti menggunakan %eknik pengumpulan data melalui beberapa tahapan yakni yang ertama, pengamatan3 peneliti melakukan pengamatan lapangan se"ara langsung di lapangan ;#ota Yogyakarta< tentang keadaan yang sebenarnya mengenai masalah yang diteliti. +etelah melakukan proses pengamatan. engamatan yang dilakukan peneliti meliputi kondisi Yogyakarta, en"arian alamat para in!orman maupun alamat D * atau D partai pengusung dan alamat # 7 Yogyakarta. eneliti selan&utnya melakukan pengumpulan data sekunder berupa data yang mendukung gambaran deskripsi umum penelitian di # 7. eneliti sekaligus memperoleh saran dari petugas # 7 untuk menemui 3apak -unawan sebagai in!orman tim sukses. setelah peneliti mendapatkan in!o lengkap tentang alamat ,n!orman, partai dan # 7, selan&utnya peneliti melakukan wawan"ara melalui pertanyaan mendalam ;in depth interview< yang dilakukan kepada narasumber atau in!orman bapak -unawan penelitian se"ara terstruktur. eneliti selan&utnya mendapatkan saran lan&utan untuk mewawan"arai pak +upeno sebagai in!orman dari tim sukses .aryadi +uyuti selain bapak -unawan sendiri. +elain melakukan wawan"ara tehnik pengumpulan data ketiga yang dilakukan peneliti adalah membawa "atatan lapangan ;field notes<. 1nalisa yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah analisa kualitati!. Menurut 3urhan 3ungin, analisa kualitati! merupakan analisa yang digunakan bila data penelitian yang diangkat di lapangan memiliki si!at-si!at kualitati!. %eknik deskripti! kualitati! ini menggambarkan !enomena sosial sesuai dengan kerangka penelitian strategi pemenangan .aryadi +uyuti ,mam riyono dengan meng intepretasikan data terlebih dahulu sehingga menghasilkan intepretasi data tentang strategi pemenangan .aryadi +uyuti G ,mam riyono dalam emilihan 2alikota Yogyakarta 2011. P(m4aha a& Dari dua ,n!orman yang telah ditemui penulis, penulis menemukan temuan bahwa se&ak awal D, er&uangan se&ak awal sudah men"alonkan ,mam riyono. /amun karena dinamika keberagaman pendapat internal D, er&uangan Yogyakarta yang mengatakan bahwa ,mam riyono tidak terlalu dikenal masyarakat. Maka sebagian !raksi di D, er&uangan memper&uangkan .aryadi +uyuti sampai tingkat D usat. Yang menghasilkan .aryadi +uyuti sebagai "alon resmi dari D, er&uangan. +etelah .aryadi +uyuti disahkan sebagai "alon resmi D, er&uangan, ,mam riyono melakukan komunikasi politik dengan .aryadi +uyuti. ,n!orman +upeno &uga menambahkan bahwa sebenarnya .aryadi +uyuti memiliki basi" -olkar dan sampai sekarang .aryadi +uyuti adalah kader -olkar. +ehingga hal ini sempat mengakibatkan #etua D D -olkar tingkat ro(insi Yogyakarta sempat melontarkan ketidak setu&uanya untuk mendukung .aryadi +uyuti. ,n!orman +upeno &uga menambahkan .aryadi +uyuti mengatasi permasalahan tersebut dengan meman!aatkan teman teman lamanya yang ada di Jakarta seperti %itik +oeharto yang mempengaruhi hasil rekomendasi D -olkar terhadap .aryadi +uyuti. +elain melakukan penguatan konsolidasi koalisi antara -olkar, D, er&uangan &uga melakukan pembuatan strategi untuk meme"ah suara dengan membuat skenario agar &umlah pasangan "alon men&adi tiga bagian. roses
A

terbentuknya koalisi D, er&uangan G -olkar dalam mengusung .aryadi +uyuti dan ,mam riyono sesuai dengan yang diutarakan Morgan bahwa koalisi merupakan persekutuan berbagai !aksi yang bersatu untuk membentuk suatu aliansi yang lebih kuat untuk tindakan bersama dimana koalisi D, dan -olkar merupakan persekutuan berbagai !aksi yang bersatu dalam gabungan dua partai untuk membentuk suatu aliansi koalisi yang lebih kuat untuk pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono dalam pemilihan 2alikota Yogyakarta. embentukan koalisi D, dan -olkar memiliki tu&uan untuk meningkatkan suara. +ebagaimana yang diungkapkan *heilbub dan Morgan bahwa elite partai politik dalam membentuk koalisi lebih didasarkan pada upaya memenangkan pemilihan. Modus untuk menang itulah yang membuat partai membuka diri pada siapa sa&a yang ingin masuk atau bergabung ;catch all<, asal kemenangan dalam pemilihan umum bisa diraih. Dalam logika catch all ini tidak ada alasan bagi partai untuk menolak mitra koalisi yang ingin bergabung untuk mengalahkan kompetitor. Dalam konteks sema"am ini, &arak ideologi bukan sesuatu yang penting. yang paling penting adalah memenangkan pertarungan. ,tulah sebabnya, dalam logika (ote seeking akan mun"ul paradoks dalam proses pembentukan koalisi, dimana partai-partai yang memiliki &arak ideologis yang lebar bisa bertemu. .al ini &uga berlaku pada pembentukan koalisi D, er&uangan dan -olkar dimana dalam proses pembentukanya memiliki tu&uan untuk meningkatkan suara dalam pemilihan walikota Yogyakarta. Modus untuk menang itulah yang membuat D, er&uangan membuka diri pada -olkar yang ingin -olkar bergabung dengan D, er&uangan, asal kemenangan dalam pemilihan wali kota Yogyakarta bisa diraih. Dalam logika catch all yang diutarakan Morgan dan *heilbub tidak ada alasan bagi D, er&uangan untuk menolak -olkar sebagai mitra koalisi yang ingin bergabung untuk mengalahkan .ana!i $ais dan %ri .ar&un sebagai kompetitor. Dalam konteks sema"am ini, &arak ideologi antar D, e&uangan dengan -olkar bukan sesuatu yang penting. yang paling penting adalah memenangkan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono dalam pertarungan pilwali Yogyakarta. ,tulah sebabnya, dalam logika vote seeking akan mun"ul paradoks dalam proses pembentukan koalisi, dimana partai-partai yang memiliki &arak ideologis yang lebar bisa bertemu. +eperti D, er&uangan dan -olkar yang bisa membentuk koalisi dalam pemilihan walikota Yogyakarta. roses pembentukan #oalisi antara D, er&uangan dengan -olkar untuk mengusung .aryadi +uyuti dengan ,mam riyono merupakan strategi dengan &enis Minimal Winning Coalition, dimana koalisi D, dan -olkar menurut Li&phart #oalisi dibentuk tanpa perlu mempedulikan posisi partai dan spektrum ideologi. Yang paling penting adalah dapat merangkul minimal E0CH1 kursi parlemen. +elain itu &enis koalisi yang ini &uga menun&ukkan ke"enderungan mengarah pada koalisi 3ergaining osition yang menurut Li&phart #oalisi dengan &umlah partai paling sedikit. ada permasalahan yang kedua, penulis menemukan temuan data dari dua ,n!orman -unawan dan +upeno. endekatan yang dilakukan tim sukses pemenangan kandidat .aryadi +uyuti dan ,mam riyono terhadap #raton melalui beberapa "ara. Yang pertama adalah ketokohan kraton seperti peran +ri +ultan
B

.amengku 3uwono I bisa mendongkrak suara sekitar 1:C. .al itu dilandasi oleh analisis politik yang dilakukan oleh kalangan tim sukses terhadap pengaruh keraton dalam mempengaruhi pre!erensi pemilih. +ebagaimana diketahui bahwa di ro(insi Yogyakarta. #alangan #raton Yogyakarta merupakan #alangan elite yang memiliki kekuasaan dalam kera&aan Yogyakarta. Ja&aran tim pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono beserta "alon se"ara bertahap melakukan pendekatan pendekatan persuasi! terhadap kalangan kraton. +elain itu .aryadi +uyuti sebagai "alon walikota dan ,dam +amawi sebagai ketua D * D, er&uangan Yogyakarta memiliki kedekatan dengan kraton, kedua orang tersebut &uga memiliki -elar yang diberikan oleh +ri +ultan, namun gelar yang dimiliki .aryadi +uyuti lebih tinggi dibandingkan dengan gelar kraton yang dimiliki oleh ,dam +amawi. ,n!orman +upeno &uga men&elaskan bahwa .aryadi +uyuti sebagai "alon walikota dan ,dam +amawi sebagai ketua D * D, er&uangan Yogyakarta memiliki kedekatan dengan kraton, kedua orang tersebut &uga memiliki -elar yang diberikan oleh +ri +ultan, namun gelar yang dimiliki .aryadi +uyuti lebih tinggi dibandingkan dengan gelar kraton yang dimiliki oleh ,dam +amawi. salah satu !aktor pendukung berikutnya kalangan #raton mendukung pasangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono adalah karena latar belakang +ri +ultan .amengkubuwono I yang merupakan kader partai -olkar. +upeno &uga menambahkan bahwa meskipun dalam pemilihan Legislati! D, er&uangan meraih perolehan suara terbanyak namun se"ara kekuatan politik kemenangan yang diraih D, er&uangan tidak terlalu signi!ikan. +ehingga dalam hal ini +upeno sebagai salah satu elemen tim sukses mengatakan bahwa D, er&uangan meman!aatkan kekuatan kebudayaan melalui peman!aatan isu kebudayaan dan se&arah dengan mendukung penuh pengesahan $77# untuk mendapatkan simpati dan dukungan +ultan yang kebetulan &uga merupakan kader partai -olkar. 9aktor lain yang digunakan oleh tim sukses pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono adalah karena latar belakang ideologi D, er&uangan men&un&ung tinggi se&arah dan mengaitkan korelasi antara +e&arah #eistimewaan Yogyakarta dengan peran ,r +oekarno dan +ri +ultan .amengkubuwono ,I. endekatan yang dilakukan oleh tim pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono kepada kalangan #raton merupakan strategi pendekatan dengan menggunakan metode demokrasi 4litisme. +ebagaimana yang diungkapkan Joseph +"humpeter bahwa demokratis elitisme adalah metode keputusan politik yang diambil oleh para pembuat strategi yang terdiri dari pemimpin politik dan elite yang memiliki kekuasaan untuk membuat strategi memperoleh suara rakyat dalam pemilu. +elain itu demokrasi eliteisme &uga menga"u pada metode pengalokasian kekuatan parra elite melalui kompetisi pemiliha umum. #eputusan politik yang diambil tim pemenangan .aryadi +uyuti dengan ,mam riyono tentu sa&a menurut peneliti merupakan keputusan politik yang diambil oleh para pembuat strategi yang terdiri dari pemimpin politik dan elite yang memiliki kekuasaan untuk membuat strategi dalam hal ini &a&a&aran tim sukses pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono untuk memperoleh suara rakyat dalam pemilihan umum walikota Yogyakarta. +elain itu metode keputusan politik demokrasi eliteisme yang diambil sebagai "ara tim sukses pemenangan untuk mendekati kalangan kraton &uga menga"u pada metode pengalokasian
J

kekuatan para elite penentu di Yogyakarta melalui kompetisi pemilihan 2alikota Yogyakarta. endekatan yang dilakukan tim sukses pemenangan .aryadi +uyuti dengan ,mam riyono dan "alon .aryadi +uyuti terhadap kalangan #raton lebih &elasnya melakukan pengambilan keputusan politik model otoritas. +ebagaimana yang diutarakan Joseph +"humpeter bahwa membuat ran"angan strategi pemenangan "alon, #onseptor tidak selalu membuat strategi pemenangan melalui mekanisme umpan balik. #ontrol demokratis hanya sebatas pada pemilihan pemimpin. emilih memutuskan untuk menyetu&ui kepemimpinan orang-orang tertentu melalui "itra dan si!at kandidat yakni .aryadi +uyuti dengan ,mam riyono. +eperti dapat dilihat ketika salah satu !aktor dukungan kraton terhadap pasangan .aryadi +uyuti adalah #raton memahami se"ara persis bahwa partai yang se"ara konsisten mendukung $77 #eistimewaan adalah D, er&uangan dan -olkar. ,n!orman -unawan &uga menambahkan bahwa $77 #eistimewaan Yogya men&adi ,su yang krusial saat itu dan D, er&uangan maupun -olkar se"ara konsisten mengawal pengesahan $77 #eistimewaan. Dalam hal ini sikap partai pengusung untuk melakukan dukungan terhadap $77 keistimewaan Yogyakarta disambut positi! oleh kalangan kraton sebagai salah satu a!iliasi yang menentukan minat pemilih terhadap masing masing peserta "alon walikota dan "alon wakil walikota. endekatan yang dilakukan tim sukses pemenangan dan "alon .aryadi +uyuti terhadap kalangan kraton &uga bertu&uan agar pemilih memutuskan untuk menyetu&ui kepemimpinan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono melalui "itra dan si!at kandidat mereka masing masing. +elain itu emilih tidak mengambil inisiati! sebagai agen otonom dalam membuat pilihan otonom yang memungkinkan .aryadi +uyuti sebagai incumbent tidak kehilangan suara dalam pemilihan walikota Yogyakarta. +i!at kontingen situasi politik, pentingnya !aktor eksogen, ditambah kompleksitas sosial tentang $77# yang men&adi kepentingan kraton dalam hal otoritas di kota Yogyakarta. Dukungan artai pengusung dan tim pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono, terhadap $77# Yogyakarta sebagai bentuk dukungan terhadap tetap dipertahankanya budaya kepemimpinan kraton di pro(insi Yogyakarta &uga merupakan bentuk dukungan yang bertu&uan untuk mena!sirkan realitas politik didaerah pemilihan sebagai hal yang biasa ter&adi dari sudut pandang pemilih. +elain itu %im pemenangan dalam mendukung $77# untuk mendekati kraton &uga merupakan usaha untuk mende!inisikan agar #raton melakukan tindakan kolekti!, dengan "ara melakukan pemaksaan terhadap warga untuk mematuhinya. #emudian memberikan hegemoni agar pemilih memberi penghargaan kiner&a pribadi pada "alon yang mereka dukung. 3erangkat dari permasalahan ketiga melalui wawan"ara terhadap ,n!orman +upeno dan -unawan, penulis menemukan temuan data bahwa %im pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono yang merupakan gabungan koalisi D, per&uangan dan -olkar dalam membuat strategi pemenangan tentu memperhatikan !aktor penentu kemenangan selain peran kalangan keraton. 9aktor penentu sekaligus krusial tersebut yakni Yogyakarta sebagai basis massa utama Muhamadiyah yang memiliki kemasan mendukung .ana!i $ais dan %ri .ar&un.
10

#ebetulan .ana!i $ais adalah putra dari 1min $ais mantan ketua umum Muhamadiyah. Latar belakang Yogyakarta sebagai basis utama Muhamadiyah adalah karena Muhamadiyah didirikan di Yogyakarta. .aryadi +uyuti sebelum men"alonkan diri sebagai walikota merupakan wakil walikota dari .8 dan ,mam riyono merupakan direktur D1M. +ementara dari basis massa. +isi menarik dari pemilihan walikota Yogyakarta menurut -unawan adalah 3asis massa 8uhri dan 1uliya $eKa berasal dari muhamadiyah. asangan nomor urut dua .ana!i $ais dan %ri .ar&un &uga merupakan kalangan muhamadiyah yang &uga dekat dengan keraton. asangan "alon terakhir .aryadi +uyuti &uga merupakan pengurus Muhamadiyah sedang ,mam riyono memiliki latar belakang /7. 3erdasarkan penuturan in!orman yang bernama -unawan tersebut, peneliti sedikit memberi !okus perhatian sebelumnya bahwa D, er&uangan senga&a membiarkan #+ agar mendukung $77# untuk meme"ah suara agar hasil akhir emilihan walikota Yogyakarta tidak beru&ung ke Mahkamah #onstitusi. +ehingga atas dasar tersebut D, er&uangan sebagai partai pemenang berharap bahwa seluruh bakal "alon walikota memiliki latar belakang Muhamadiyah. *ara kedua yang dilakukan tim pemenangan pasangan .aryadi +uyuti dengan ,mam riyono adalah memastikan bahwa &ika dilihat dari basis massa, meskipun Muhamadiyah dilahirkan di Yogyakarta namun tim pemenangan melakukan mapping kota Yogyakarta karena tim pemenangan tidak per"aya basis massa Yogyakarta tidak full seratus persen Muhammadiyah. itu tim pemenangan .aryadi +uyuti dengan ,mam riyono &uga meyakini bahwa #aum Muhamadiyah relati! rasional yang kebetulan "alon walikota .aryadi +uyuti yang mereka usung adalah mantan pengurus Muhamadiyah Yogyakarta. sehingga dalam hal ini. %im pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono membuat keputusan politik untuk menarik unsur unsur mantan pengurus Muhamadiyah yang memiliki keke"ewaan dengan 1mien $ais. engurus yang mengalami keke"ewaan terhadap 1min $ais kemudian ditarik oleh tim pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono terkumpul dalam !orum mantan pengurus Muhamadiyah yang bernama 9oredi. 9orum 9oredi merupakan orang-orang 1/ lama yang mereka merasa ke"ewa dan terpinggirkan dengan .ana!i dan sebagainya. %im sukses pemenangan selan&utnya membuat !orum 9oredi tersebut sebagai organisasi masa. +etelah melakukan strategi penyeimbangan ditingkat elite Yogyakarta untuk merusak &aringan Muhamadiyah. enarikan unsur-unsur mantan pengurus Muhamadiyah yang memiliki rasa sakit hati dengan 1min $ais menurut eneliti merupakan 3agian dari penerapan strategi demokrasi elite model mandat. +eperti yang diungkapkan Joseph +"humpeter bahwa model mandat ber!okus pada perilaku rasional pemilih, yang sesuai dengan analogi konsep deskripti! representasi demokratis berdasarkan hubungan antara kepribadian kandidat dan posisi kebi&akan yang ditawarkan. #edua, pemilih menggunakan rasionalitas saat memilih perwakilan mereka untuk memani!estasikan mandat mereka, tentu sa&a hal ini sesuai dengan reaksi antisipasi seperti yang diungkapkan 9riedri" di mana terdapat kekhawatiran bagi "alon bahwa para pemilih akan mengalihkan dukungan mereka untuk bagi kandidat lain karena kandidat lain sangat responsi! terhadap pemilih.

11

#eputusan politik yang diambil oleh %im pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono untuk menarik elemen pengurus Muhamadiyah yang smemiliki sakit hati merupakan bentuk strategi yang memiliki tu&uan untuk memun"ulkan rasionalitas saat memilih "alon walikota yang akan mereka dukung untuk memani!estasikan mandat elemen pengurus Muhamadiyah yang memiliki keke"ewaan terhadap 1mien $ais, tentu sa&a hal ini sesuai dengan reaksi antisipasi dimana terdapat kekhawatiran bagi tim pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono bahwa para elemen tersebut akan mengalihkan dukungan mereka untuk kandidat lain karena kandidat lain memiliki ke"enderungan responsi! terhadap pemilih. ermainan ,su olitik yang dilakukan tim pemenangan pasangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono ini &uga merupakan bentuk dari model Mandat. +ebagaimana yang diungkapkan oleh Dahl bahwa dalam dalam perspekti! kepemimpinan, menurutnya kepemimpinan politik tidak hanya ber!okus pada "alon kandidat dalam menanggapi pre!erensi pemilih. kepemimpinan &uga merupakan representasi pre!erensi masalah pemilih di berbagai situasi pengambilan keputusan. Di mana pemimpin sebagai agen mendapatkan "ontrol yang ketat dari pemilih, sehingga kandidat lebih ber!ungsi sebagai delegasi ketimbang aktor otonom. ,su tentang kapasitas kepemimpinan sebagai bagian dari model mandat yang diterapkan %im pemenangan .+-, &uga untuk men&elaskan terhadap masyarakat bahwa perbandingan kapasitas kepemimpinan antara .aryadi +uyuti dengan .ana!i $ais &uga merupakan representasi pre!erensi masalah pemilih kota Yogyakarta di berbagai situasi pengambilan keputusan yang akan diambil oleh .ana!i $ais sebagai pemimpin yang belum memiliki pengalaman. #apasitas kepemimpinan masing masing "alon sebagai agen akhirnya mendapatkan "ontrol yang ketat dari pemilih Yogyakarta, sehingga "alon kandidat lebih ber!ungsi sebagai delegasi ketimbang aktor otonom. K( im5"la& Dalam penelitian yang ber&udul strategi pemenangan pasangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono, enulis membuat tiga #esimpulan. #esimpulan yang pertama yakni, terbentuknya koalisi antara D, dan -olkar Yogyakarta diawali dengan koreksi kekuatan internal D, selama beberapa tahun sebagai salah satu partai terbesar di Yogyakarta. koreksi tersebut bertu&uan untuk meningkatkan kekompakan elite D, untuk memenangkan pemilihan wali kota Yogyakarta 2011. D, selan&utnya melakukan kalkulasi kekuatan kursi masing masing partai di D $D Yogyakarta disaat melihat perpe"ahan semua internal partai besar di parlemen Yogyakarta men&elang pemilihan walikota Yogyakarta 2011. #ondisi perpe"ahan tersebut diman!aatkan oleh D, untuk melakukan komunikasi dan negosiasi sampai ke tingkat D D, dan -olkar didukung oleh &aringan kenalan .aryadi +uyuti sebagai kader -olkar dan elemen pengusaha untuk berkomunikasi dengan elite D -olkar seperti %itik +uharto, *e"ep dan *i"ik. roses terbentuknya koalisi D, er&uangan G -olkar dalam mengusung .aryadi +uyuti dan ,mam riyono sesuai dengan yang diutarakan Morgan bahwa koalisi merupakan persekutuan berbagai !aksi yang bersatu untuk membentuk suatu aliansi yang lebih kuat untuk tindakan bersama dimana koalisi D, dan -olkar
12

merupakan persekutuan berbagai !aksi yang bersatu dalam gabungan dua partai untuk membentuk suatu aliansi koalisi yang lebih kuat untuk pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono dalam pemilihan 2alikota Yogyakarta. koalisi D, dan -olkar memiliki tu&uan untuk meningkatkan suara. +ebagaimana yang diungkapkan *heilbub dan Morgan bahwa elite partai politik dalam membentuk koalisi lebih didasarkan pada upaya memenangkan pemilihan. Modus untuk menang itulah yang membuat partai membuka diri pada siapa sa&a yang ingin masuk atau bergabung ;catch all<, asal kemenangan dalam pemilihan umum bisa diraih. Dalam logika catch all ini tidak ada alasan bagi partai untuk menolak mitra koalisi yang ingin bergabung untuk mengalahkan kompetitor. Dalam konteks sema"am ini, &arak ideologi bukan sesuatu yang penting. yang paling penting adalah memenangkan pertarungan. ,tulah sebabnya, dalam logika vote seeking akan mun"ul paradoks dalam proses pembentukan koalisi, dimana partai-partai yang memiliki &arak ideologis yang lebar bisa bertemu. strategi dengan &enis Minimal Winning Coalition, dimana koalisi D, dan -olkar menurut Li&phart #oalisi dibentuk tanpa perlu mempedulikan posisi partai dan spektrum ideologi. Yang paling penting adalah dapat merangkul minimal E0CH1 kursi parlemen. +elain itu &enis koalisi yang ini &uga menun&ukkan ke"enderungan mengarah pada koalisi 3ergaining osition yang menurut Li&phart #oalisi dengan &umlah partai paling sedikit. rinsip dasar memudahkan proses negosiasi dan tawar menawar karena anggota atau rekan koalisi hanya sedikit. Jumlah rekanan yang sedikit &uga bukan &aminan bahwa koalisi akan ber&alan lan"ar. #esimpulan kedua. Dalam melaksanakan +trategi untuk mendekati #raton tim sukses pemenangan yang terdiri dari D, dan -olkar membuat strategi melalui peman!aat isu krusial tentang kebudayaan dan se&arah di Yogyakarta saat itu yakni isu $77#. eman!aatan isu krusial tersebut dibuktikan dengan sikap konsistensi dukungan yang diberikan kedua partai tersebut terhadap $77# Yogyakarta dimana dalam $77# tersebut terdapat poin bahwa +ultan .amengkubuwono masih memiliki hak dan otoritas bertindak sebagai -ubernur D, Yogyakarta. sementara pasangan terberat .aryadi +uyuti mendukung adanya demokratisasi di Yogyakarta melalui pemilihan -ubernur se"ara langsung. +elain melakukan peman!aatan isu krusial, tim pemenangan pasangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono &uga dibantu oleh "alon .aryadi +uyuti untuk mendekati #raton se"ara persuasi! karena .aryadi +uyuti &uga memiliki gelar kehormatan yang diberikan se"ara langsung oleh .amengkubuwono I. +elain itu kebetulan +ri +ultan &uga merupakan kader partai -olkar sebagai salah satu partai pengusung pasangan .aryadi dan ,mam riyono. endekatan yang dilakukan oleh tim pemenangan .aryadi +uyuti dan ,mam riyono kepada kalangan #raton merupakan strategi pendekatan dengan menggunakan metode demokrasi elitisme. +ebagaimana yang diungkapkan Joseph +"humpeter bahwa demokratis elitisme adalah metode keputusan politik yang diambil oleh para pembuat strategi yang terdiri dari pemimpin politik dan elite yang memiliki kekuasaan untuk membuat strategi memperoleh suara rakyat dalam pemilu. +elain itu demokrasi eliteisme &uga menga"u pada metode pengalokasian kekuatan parra elite melalui kompetisi pemiliha umum. endekatan yang dilakukan tim sukses pemenangan .aryadi +uyuti dengan ,mam riyono dan "alon .aryadi +uyuti terhadap kalangan #raton
1:

lebih &elasnya melakukan pengambilan keputusan politik model otoritas. +ebagaimana yang diutarakan Joseph +"humpeter bahwa membuat ran"angan strategi pemenangan "alon, konseptor tidak selalu membuat strategi pemenangan melalui mekanisme umpan balik. #ontrol demokratis hanya sebatas pada pemilihan pemimpin. emilih memutuskan untuk menyetu&ui kepemimpinan orang-orang tertentu melalui "itra dan si!at kandidat yakni .aryadi +uyuti dengan ,mam riyono. +eperti dapat dilihat ketika salah satu !aktor dukungan kraton terhadap pasangan .aryadi +uyuti adalah #raton memahami se"ara persis bahwa partai yang se"ara konsisten mendukung $77# adalah D, er&uangan dan -olkar. #esimpulan ketiga dalam penelitian ini yakni dalam menghadapi kekuatan Muhamadiyah sebagai ormas terbesar di Yogyakarta D, dan -olkar melakukan strategi senga&a membiarkan #+ agar mendukung $77# untuk meme"ah suara agar hasil akhir emilihan walikota Yogyakarta tidak beru&ung ke Mahkamah #onstitusi. 3asis massa 8uhri dan 1uliya $eKa berasal yang didukung oleh #+ merupakan basis massa yang &uga berasal dari muhamadiyah. +trategi berikutnya yang dilakukan D, dan -olkar untuk menghadapi kekuatan Muhamadiyah adalah membuat !orum 9orodi beranggotakan mantan pengurus Muhamadiyah yang memiliki rasa sakit hati dengan 1min $ais. enarikan unsur-unsur mantan pengurus Muhamadiyah yang memiliki rasa sakit hati dengan 1min $ais menurut eneliti merupakan 3agian dari penerapan strategi demokrasi elite model mandat. +eperti yang diungkapkan Joseph +"humpeter bahwa model mandat ber!okus pada perilaku rasional pemilih, yang sesuai dengan analogi konsep deskripti! representasi demokratis berdasarkan rasionalitas saat memilih perwakilan mereka untuk memani!estasikan mandat mereka, tentu sa&a hal ini sesuai dengan reaksi antisipasi seperti yang diungkapkan 9riedri" dimana terdapat kekhawatiran bagi "alon bahwa para pemilih akan mengalihkan dukungan mereka untuk bagi kandidat lain karena kandidat lain sangat responsi! terhadap pemilih dengan strategi lain memainkan isu krusial bahwa .ana!i $ais belum "akap memimpin Yogyakarta karena belum memiliki pengalaman sebelumnya. Sa)a& +aran dari enulis setelah melakukan penelitian ini adalah setidaknya dilakukan lagi penelitian tentang strategi pemenangan terutama strategi pemenangan pemilihan kepala daerah di kota yang memiliki basi" kera&aan seperti +olo, *irebon, 3ali, dan kota kesultanan lain. Maksud dari saran ini adalah untuk pengembangan studi tentang strategi pemenangan kepala daerah yang memiliki basi" kota kesultanan atau kera&aan. Dan studi strategi pemenangan kera&aan dapat dikembangkan. +elain itu peneliti memberikan saran dalam melakukan penelitian lapangan, setidaknya peneliti mempersiapkan segala sesuatau yang berhubungan dengan pen"arian data untuk menghubungi in!orman dahulu dan memahami dahulu data data apa sa&a yang akan dibutuhkan ketika bertemu dengan in!orman dan instansi yang terkait dengan pemilihan kepala daerah.

1=

Da1$a) P" $aka +"k" 3ungin, 3uhan. 200:. Analisis Data Penelitian ustaka 7tama. ualitatif. Jakarta> -ramedia

-rugel, Jean. 2002. Democratization A Critical !ntroduction" /ew York> algra(e. John .ighley, .einri"h 3est. 2010. Democratic #litism$ %ew &heoretical and Comparative Perspectives. ,nternational +tudy in +o"iology and +o"ial 1nthropology. W(4 i$( "iptakarya.pu.go.id?pro!il?pro!il?barat?diy?yogyakarta.pd! diakses pada tanggal : Desember 2012 http>??agendapamel.wordpress."om?politik-islam?kekuasaan-politik-ra&a-kratonkasultanan-ngayogyakarta-hadiningrat-dalam-perspekti!-partai-politik? di akses pada tanggal = Mei 2012. http>??"etak.&oglosemar."o?berita?golkar-ultimatum-haryadi-suyuti-=0B0B.html pada tanggal 1E Desember 2012 http>??dewiperspekti!.blogspot."om?2011?0E?prilaku-kiner&a-tim-sukses-dalampemilu.html diakses pada tanggal 2F Desember 2012 http>??ele(anyusmantoFF.blogspot."om?2012?0:?koalisi.html diakses pada tanggal 1 /o(ember 2012 http>??!atkhan-ashari-!isip11.web.unair.a".id?artikel@detail-=AB:A-d.C20 olitik#oalisiC20 olitik.html diakses pada tanggal 1 /opember 2012 http>??gudeg.net?id?news?200J?0=?==FF?.asil- emilu-Legislati!-#otaYogyakarta.htmlL.7.1EFmJ@EEg diakses pada tanggal 1F Dktober 2012 http>??id.sh(oong."om?law-and-politi"s?politi"s?21EB1F=-pengertian-dan-!ungsipartai-politik?Li0KK1uupKi3rE diakses pada tanggal 1 /o(ember 2012 http>??&og&a-t(.blogspot."om?2011?0=?haryadi-tetap-buka-komunikasi.html diakses pada tanggal 1E Desember 2012 http>??kabaryogya."om?menghitung-irisan-basis-dua-partai-islam-modernis? akses pada tanggal = Mei 2012. http>??kabaryogya."om?2011?0=?1J?koalisi-pks-gerindra-demi-posisi-wali-kotayogya? diakses pada tanggal 1E Desember 2012 di

1E

http>??kr&og&a."om?news?detail?JJAAF?#ampanye.%erbuka. ertama..aryadi.+uyuti .-.,mam. riyono.Meriah..html di akses pada tanggal = Mei 2012. http>??metro.news.(i(a."o.id?news?read?::=JJE-strategi--perang-darat--pdipmenangkan-&okowi pada tanggal 1F Dktober 2012 http>??muhammadiyah-sragen.or.id?beritaA1- erlu-$e(italisasi-*abang-dan$anting.htmlMpilihNnewsOmodulNyesOaksiNlihatOidNFJ diakses pada A Desember 2012. http>??pemikiranislam.wordpress."om?200A?0A?2=?politik-islam-di-kratonyogyakarta? di akses pada tanggal = Mei 2012. http>??radar&og&a."o.id?berita?&og&a-raya?2:=F=-realisasi-&an&i-kampanye-haryadikembangkan-sekolah-inklusi.html di akses pada tanggal = Mei 2012. http>??www.seputar-indonesia."om?edisi"etak?"ontent?(iew?:A:A2A? pada tanggal :0 Januari 201: http>??surabayapost."o.id?M mnuNberitaOa"tN(iewOidNde!:A2bA"JdFAJbE=22deJA2bFF1BBdEO&enisNd =1dB"dJB!00b20=eJB00JJBe"!B=2Ae diakses pada tanggal = Mei 2012. http>??wayanardhana.sta!!.ugm.a".id?problem@sosial.htm diakses pada tanggal : desember 2012

1F