Anda di halaman 1dari 3

PSIKOLOGI FORENSIK STRAIN THEORY

Ade Paramitha Stella

7103009043 7103009089

General Strain Theory (GST) oleh Agnew (1992), menjelaskan bahwa perilaku criminal dapat terjadi karena pelakunya mengalami strain. Strain adalah kondisi atau situasi yang tidak disukai oleh individu. dalam hal tersebut. Strain dapat menciptakan kondisi psikologis negatif dalam diri seseorang, yang mendorong mereka melakukan sesuatu sebagai coping. Salah satu coping yang tersedia adalah tindakan kriminal. Rasa keterasingan, misalnya, dapat mendorong remaja bergabung ke geng. Secara praktis, strains melibatkan individu dalam situasi berikut: 1. kehilangan sesuatu yang baik atau berharga, 2. mengalami hal yang buruk, dan/atau 3. tidak mendapatkan apa yang mereka mau. Tidak semua strain menyebabkan individu bertindak kriminal. Strain dapat berujung pada tindakan kriminal apabila bersifat intens, dipersepsikan sebagai ketidakadilan (seperti kemiskinan dan diskriminasi rasial), dan menimbulkan dorongan untuk melakukan coping secara ilegal (contoh: mencuri untuk memenuhi kebutuhan). Selain faktor lingkungan, faktor individual yang berpengaruh terhadap hubungan kausal strain dengan tindak criminal adalah: 1. coping skill yang rendah, seperti kurangnya kemampuan problem solving dan social skill, 2. tidak memiliki dukungan sosial yang memadai, baik secara psikologis maupun non-psikologis 3. berada dalam kontrol sosial yang rendah, yaitu individu yang tidak akan menerima sanksi yang memberatkan meski melakukan tindak kriminal, 4. memiliki preferensi terhadap tindakan kriminal sebagai coping atau pemecahan masalah.