Anda di halaman 1dari 7

Pre dan Post Conference dalam Manajemen Keperawatan

Posted November 1, 2010 by Iwan Sain, S.Kp, M.Kes in MAN-KEP. Ditandai:MAN-KEP. 1 Komentar

Definisi Pre dan Post Conference Konferensi merupakan pertemuan tim yang dilakukan setiap hari. Konferensi dilakukan sebelum atau setelah melakukan operan dinas, sore atau malam sesuai dengan jadwal dinas perawatan pelaksanaan. konference sebaiknya dilakukan di tempat tersendiri sehingga dapat mengurangi gangguan dari luar. Konferensi terdiri dari pre conference dan post conference yaitu : a. Pre Conference Pre conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab tim. Jika yang dinas pada tim tersebut hanya satu orang, maka pre conference ditiadakan. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat (rencana harian), dan tambahan rencana dari katim dan PJ tim(Modul MPKP, 2006) Waktu : setelah operan Tempat : Meja masing masing tim Penanggung jawab : Ketua tim atau Pj tim Kegiatan : 1) Ketua tim atau Pj tim membuka acara 2) Ketua tim atau pj tim menanjakan rencana harian masing masing perawat pelaksana 3) Ketua tim atau Pj tim memberikan masukan dan tindakan lanjut terkait dengan asuhan yang diberikan saat itu. 4) Ketua tim atau Pj tim memberikan reinforcement. 5) Ketua tim atau Pj tim menutup acara b. Post Conference Post conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift berikut. Isi post conference adalah hasil askep tiap perawatan dan hal penting untuk operan (tindak lanjut). Post conference dipimpin oleh katim atau Pj tim (Modul MPKP, 2006) Waktu :Sebelum operan ke dinas berikutnya. Tempat : Meja masing masing tim. Penanggung jawab : ketua tim atau Pj tim Kegiatan : 1) Ketua tim atau Pj tim membuka acara. 2) Ketua tim atau Pj tim menanyakan kendala dalam asuhan yang telah diberikan. 3) Ketua tim atau Pj tim yang menanyakan tindakan lanjut asuhan klien yang harus dioperkan kepada perawat shift berikutnya. 4) Ketua tim atau Pj menutup acara. 2. Tujuan Pre dan Post Conference Secara umum tujuan konferensi adalah untuk menganalisa masalah-masalah secara kritis dan menjabarkan alternatif penyelesaian masalah, mendapatkan gambaran berbagai situasi lapangan yang dapat menjadi masukan untuk menyusun rencana antisipasi sehingga dapat meningkatkan kesiapan diri dalam pemberian asuhan keperawatan dan merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan perubahan non kognitif (McKeachie, 1962). Juga membantu koordinasi dalam rencana pemberian asuhan keperawatan sehingga tidak terjadi pengulangan asuhan, kebingungan dan frustasi bagi pemberi asuhan (T.M.Marelli, et.al, 1997). a. Tujuan pre conference adalah: 1) Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah pasien, merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil 2) Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui di lapangan 3) Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang keadaan pasien b. Tujuan post conference adalah: Untuk memberikan kesempatan mendiskusikan penyelesaian masalah dan membandingkan masalah yang dijumpai. 3. Syarat Pre dan Post Conference a. Pre conference dilaksanakan sebelum pemberian asuhan keperawatan dan post conference dilakukan sesudah pemberian asuhan keperawatan b. Waktu efektif yang diperlukan 10 atau 15 menit

c. Topik yang dibicarakan harus dibatasi, umumnya tentang keadaan pasien, perencanaan tindakan rencana dan data-data yang perlu ditambahkan d. Yang terlibat dalam conference adalah kepala ruangan, ketua tim dan anggota tim 4. Panduan perawat pelaksanaan dalam melaksanakan konferensi Adapun panduan bagi PP dalam melakukan konferensi adalah sebagai berikut: (Ratna Sitorus, 2006). 1. Konferensi dilakukan setiap hari segera setelah dilakukan pergantian dinas pagi atau sore sesuai dengan jadwal perawatan pelaksana. 2. Konferensi dihadiri oleh perawat pelaksana dan PA dalam timnya masing masing. 3. Penyampaian perkembangan dan masalah klien berdasarkan hasil evaluasi kemarin dan kondisi klien yang dilaporkan oleh dinas malam. Hal hal yang disampaikan oleh perawat pelaksana meliputi : a. Utama klien b. Keluhan klien c. TTV dan kesadaran d. Hasil pemeriksaan laboraturium atau diagnostic terbaru. e. Masalah keperawatan f. Rencana keperawatan hari ini. g. Perubahan keadaan terapi medis. h. Rencana medis. 4. Perawat pelaksana mendikusikan dan mengarahkan perawat asosiet tentang masalah yang terkait dengan perawatan klien yang meliputi : a. Klien yang terkait dengan pelayanan seperti : keterlambatan, kesalahan pemberian makan, kebisikan pengunjung lain, kehadiran dokter yang dikonsulkan. b. Ketepatan pemberian infuse. c. Ketepatan pemantauan asupan dan pengeluaran cairan. d. Ketepatan pemberian obat / injeksi. e. Ketepatan pelaksanaan tindakan lain, f. Ketepatan dokumentasi. 5. Mengiatkan kembali standar prosedur yang ditetapkan. 6. Mengiatkan kembali tentang kedisiplinan, ketelitian, kejujuran dan kemajuan masing masing perawatan asosiet. 7. Membantu perawatan asosiet menyelesaikan masalaah yang tidak dapat diselesaikan. Tahap tahap inilah yang akan dilakukan oleh perawat perawat ruangan ketika melakukan pre conference

ronde keperawatan
SKENARIO ROLE PLAY RONDE KEPERAWATAN

PRA RONDE KEPERAWATAN PP mendatangi kantor kepala ruangan untuk konsultasi masalah pasien kelas 1. PP KARU PP : Ass, permisi bu : wslm, silahkan masuk dan silahkan duduk.

: Trima kasih bu, saya menghadap ibu ingin mengkonsultasikan masalah pasien Ny.S dan meminta saran ibu. KARU : Ya silahkan, apakah ada masalah dengan pasien tersebut.

PP

: Ya bu, pasien Ny.S datang dengan keluhan sesak dan diagnose medis yang ditemukan adalah effuse pleura dan Ca Mamae. Setelah dirawat selama 10 hari dan sudah diberi tindakan keperawatan dan tindakan medis seperti punksi pleura ternyata sesak yang dialami Ny.S masih belum berkurang maka dengan ini saya meminta ijin kepada ibu untuk mengadakan ronde keperawatan.

KARU : Lalu apakah kamu sudah menyiapkan tim ronde dan siapakah yang akan kamu ajak untuk menjadi tim ronde keperawatan serta kapan pelaksanaanya? PP : Sudah bu, rencananya besok akan dilakukan ronde keperawatan kemdian saya mengajak perawat bayu, yostri dan santi serta mengundang dokter titik sebagai konsultan dan dokter zaki sebagai konselor.

KARU : Baiklah kalau memang sudah siap silahkan kamu lanjutkan dan persiapkan yang perlu di persiapkan. PP : Terima kasih bu, saya permisi dahulu.

Setelah masalah perijinan sudah selesai, kemudian PP mengunjungi kekamar pasien Ny.S untuk melakukan inform concent dan meminta persetujuan untuk dilakukan ronde keperawatan. PP Px PP : Ass, permisi bu bagaimana kondisi ibu hari ini : Wslm, silahkan sus, seperti biasa masih sesak tapi lumayan sudah agak berkurang.

: Begini ya bu, untuk menindak lanjuti masalah penyakit yang masih dirasakan ibu maka saya berencana untuk mengadakan ronde keperawatan. Ronde keperawatan ini adalah suatu pemecahan masalah keperawatan yang belum terselesaikan yang nantinya pemasalahan ini akan diberikan solusi oleh dokter ahli dan tim medis lainnya. Tujuan tindakan ronde keperawatan ini adalah untuk menyelesaikan permasalah yang masih dirasakan ibu saat ini. Untuk itu saya meminta ijin kepada ibu untuk mengadakan ronde keperawatan besok pagi dan mohon ibu untuk mengisi formulir persetujuan tindakan ronde keperawatan.

Px PP

: Saya setuju saja asalkan sesak saya bisa segera sembuh. : Baiklah terima kasih atas persetujuan anda dan saya permisi dahulu.

RONDE KARU, PP dan tim ronde keperawatan berkumpul di ners station. KARU : Ass, terima kasih atas kehadirannya dan hari ini kita akan mengadakan ronde keperawatan. Silahkan kepada PP 2 untuk memperkenalkan tim ronde dan menyampaikan permasalahan pada pasien Ny.S PP : Trima kasih, disini saya akan memperkenalkan tim ronde keperawatan yaitu PP1 bayu, PA1 dan 2 adalah yostri dan santi. Permasalahannya adalah Ny.S sudah dirawat selama 10 hari dengan diagnose effuse pleura dan Ca mamae dan keluhan yang masih dirasakan pasien adalah sesaknya masih ada meskipun sudah dilakukan tindakan punksi pleura dan tindakan kepeawatan. Maka dari itu saya mengadakan ronde keperawatan yang bertujuan untuk meminta saran kepada semuanya untuk menyelesaikan masalah Ny.S. : Baiklah saya akan melihat pasien bernama Ny.S untuk menyamakan data yang sudah ada bersama PA. PP 1 bersama PA mendatangi pasien untuk validasi data. PP1 : Ass, permisi bu kami dari tim ronde keperawatan bermaksud untuk menanyakan perihal yang masih dirasakan ibu saat ini. Px PP1 Px PP1 : Wslm, silahkan : Bagaimana kondisi ibu saat ini apakah masih sesak atau ada keluhan tambahan. : Alhamdulillah sesak sudah agak berkurang.

PP1

: Melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan segala hal yang diperlukan untuk menunjang data yang sudah ada Px PP1 : Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh perawat : Baiklah terima kasih dan kami mohon undur diri.

Setelah validasi data dari pasien, tim ronde kembali ke ners station untuk menindak lanjuti dan membahas masalah yang ada. KARU : Untuk mempersingkat waktu saya persilahkan kepada PP, PA dan konselor untuk memberikan solusi atau intervensi lanjutan yang akan diberikan kepada Ny.S PP1 : Setelah saya validasi data kepada pasien langsung, saya mendapatkan bahwasannya sesak pasien sudah agak berkurang tetapi masih agak berat untuk melepas oksigen. Menurut dokter bagaimana mengatasi sesak pasien?

Konsultan :Sebenarnya penyakit dasar Ny.S adalah Ca mamae jadi effuse pleura ini merupakan dampak dari kanker stadium lanjut yang sudah bermetastase ke jaringan lainnya sehingga meskipun dilakukan tindakan medis (punksi) berulang kali tetap akan timbul cairan pada cavum pleura maka dari itu dilakukan pluraldisis, harapannya cairan tidak akan kembali pada cavum pleura. PP efek lainnya? : Lalu apakah nyeri akibat pleuraldisis dan hipertermi tidak akan mengakibatkan

Konselor ; Pleuraldisis merupakan perlekatan antara lapisan pleura agar terjadi peradangan yang nantinya akan mencegah terjadinya pemasukan cairan kembali pada pleura sehingga reaksi yang diinginkan untuk mengetahui pleuraldisis berhasil adalah adanya nyei dan hipertermi. PP : Lalu bagaimana untuk mengatasi agar sesaknya dapat berkurang?

Konsultan : Sebenarnya Ny.S sudah membaik tetapi yang harus dilakukan adalah melatih pasien untuk melepas oksigen, melakukan mobilsasi bertahap dan control pasien pulang adalah poli penyakit paru dan poli penyakit dalam. KARU : Baiklah saya rasa sudah cukup pelaksanaan ronde keperawatan ini dan terima kasih atas partisipasinya dan saya ucapkan terima kasih wassalam.

Operan pasien

Berikut ceritanya. Ners. Wanti (W) : (Baru datang ) Selamat pagi Ns. Tia Ners Tia (T) : Pagi.. Ns. W : Bagaimana, bisa kita mulai overannya ? Ns. T : Boleh, mau sekarang ? saya ambil buku laporannya dulu ya NARATOR : Ns. Tia mengambil buku laporan yang telah dibuat catatannya tadi malam. Ns. T : Kita mulai dari overan pasien dulu ya, setelah itu baru logistik Ns. W : Ya gak apa-apa, .. NARATOR : Ns. Tia dan Ns. Wanti berjalan menuju ruang rawat Ns. T : Selamat pagi semua.. Bp. Yayat (Y) +tmn : Pagi suster Ns. W : Ns. Tia, ada jendela yang belum dibuka tuh ..(menunjuk jendela dibelakang TT Bp. Y Ns. T : O ya, itu Bp. Yayat tidak suka kalau jendela dibuka. Tadi sudah saya buka tetapi mungkin beliau tutup lagi. (Ns. T berjalan kearah tempat tidur Bp. Yayat , dan sambil tersenyum.) Ns. T : Pak Yayat, jendelanya kita buku dulu ya supaya udara dan sinar matahari masuk, jadi ruangannya tidak lembab. Bp Y : Silau ners makanya saya tutup lagi Ns T : Ya sampai jam 9 pagi aja, setelah itu bisa di tutup lagi

Bp Y : Ya, deh Narator : Ners T membuka jendela lalu kembali bersama Ners W melanjutkan operan Ns T : Ini Bapak Yayat dengan diabetes hari ini hari ke -2 beliau dirawat, dapat insulin 10 u, 15 menit sebelum makan, pagi ini sudah diberikan tapi bapak yayat tidak menghabiskan makanannya, belum dikaji kenapa? Ns W : Berapa banyak diitnya ? Ns T : 1700 Kalori, tadi pagi mendapat roti 2 potong dengan mendapat susu, tapi hanya dimakan satu kerat dan susunya tidak diminum, setelah makan pagi mau duduk di taman Ns W : Ada dicatat dilaporan kan ? Ns T : Ya semua tercatat dengan lengkap Ns W : Oke baik Narataor : Ns Tia dan Ns wanti melanjutkan operan hingga semua pasien telah dioperkan kemudian mereka berdua melanjutkan dengan operan logistik Ns T : Kamar mandi no 1 krannya macet, air cukup, dua yang lainnya lancar dan pagi ini sudah dibersihkan oleh klining service Ns W : Ya nanti kita telepon instalasi untuk perbaikan Narator : Ns Tia dan Ns wanti kembali ke Ners station lalu mencuci tangan Ns T : Hands soap habis , persediaan set untuk tempat tidur cukup Ns W : Kalo begitu kita juga minta ke bagian logistik Narator : Ns Tia dan Ns Wanti melanjutkan operan logistik hingga selesai Ns T : Bagaimana sudah semua khan ? Ns W : Ya terima kasih , mau langsung pulang nih ? Ns T : Iya lah, siang nanti ada acara, saya bersiap dulu ya Narator : Ns Tia pergi keruang ganti dan berganti pakaian untuk pulang memakai sepatu hak tinggi Ns W : Sepatu baru nih ? Ns T : Baru lihat ya ? saya khan kalo pagi ngak berani pakai karena ada kepala ruangan Ns W : (tersenyum ) itukan menyesuaikan dengan falsafah ruangan kita Ns T : Ya bu, tenang aja semalam aku pakai sandal jepit. Ns W : Apalagi pakai sendal jepit, lagi pula khan bahaya kalo ada jarum yang jatuh Ns T : Ya, ya. Terima kasih besok ngak lagi..saya pulang dulu ya Ns W : Oke hati-hati Narator : Ns wanti berjalan ke ruangan bapak yayat Ns W : Bapak tadi makannya ngak habis ya ? Bp Y : Habis saya ngak suka makan roti Ns W : Bapak sukannya makan apa ? Bp Y : Saya biasa makan nasi , saya juga ngak bisa minum susu bisa sakit perut minumnya air putih saja Ns W : Kalo begitu kita akan beritahu bagian gizi dan minumnya air putih, makannya harus tepat ya pak 15 menit sesudah disuntik insulin

Bp Y : Ya saya selalu tepat kok Ns W : Bagus, pagi ini bapak rencananya mau duduk di taman khan ? kalo bapak mau sambil baca ada koran bisa bapak baca Ns W : Terima kasih