Anda di halaman 1dari 18

GAMBARAN TINGKAT PENGGUNAAN OBAT KORTIKOSTEROID ORAL GOL.

GLUKOKORTIKOID UNTUK TERAPI NON-ENDOKRIN PADA PASIEN DI APOTEK POLA MEDICAL CLINIC PERIODE JANUARI - JUNI 2013

OLEH : ANITA RAHMAWATI 09334026

LATAR BELAKANG
Resep obat kortikosteroid oral gol.glukokortikoid di Apotek Pola

Demografi Pasien

Penyakit & spesialisasi dokter

Tingkat Penggunaan obat kortikosteroid oral gol.glukokortikoid

RUMUSAN MASALAH
Kortikosteroid sebagai anti inflamasi merupakan terapi paliatif

Monitoring dosis dan jangka waktu penggunaan

Persentase tingkat penggunaan

TUJUAN PENELITIAN

Untuk mengetahui persentase tingkat penggunaan obat-obat kortikosteroid oral golongan glukokortikoid di apotek Pola Medical Clinic selama periode Januari juni 2013. Untuk mengetahui ketepatan dosis penggunaan terapi kostikosteroid oral golongan glukokortikoid pada pasien dewasa dan anak-anak di Apotek Pola Medical Clinic periode Januari juni 2013. Untuk mengetahui penyakit apa saja dalam terapi non-endokrin yang menggunakan obat kortikosteroid oral golongan glukokortikoid di Apotek Pola Medical Clinic periode Januari juni 2013. Untuk mengetahui jenis kortikosteroid apa yang sering digunakan berdasarkan data resep di Apotek Pola Medical Clinic periode Januari juni 2013. Untuk mengetahui apakah ada hubungan penggunaan obat obat kortikosteroid oral dengan faktor-faktor demografi pasien.

HIPOTESIS
Adanya hubungan antara faktor demografi dengan tingkat penggunaan obat kortikosteroid oral

Ho : Tidak adanya hubungan antara faktor demografi dengan tingkat penggunaan obat kortikosteroid oral

H1 : Adanya hubungan antara faktor demografi dengan tingkat penggunaan obat kortikosteroid oral

HIPOTESIS
Adanya hubungan antara spesialisasi dokter dengan tingkat penggunaan obat kortikosteroid oral

Ho : Tidak adanya hubungan antara spesialisasi dokter dengan tingkat penggunaan obat kortikosteroid oral

H1 : Adanya hubungan antara spesialisasi dokter dengan tingkat penggunaan obat kortikosteroid oral

HIPOTESIS
Adanya hubungan antara jenis penyakit dengan tingkat penggunaan obat kortikosteroid oral

Ho : Tidak adanya hubungan antara jenis penyakit dengan tingkat penggunaan obat kortikosteroid oral

H1 : Adanya hubungan antara jenis penyakit dengan tingkat penggunaan obat kortikosteroid oral

SEKILAS TENTANG KORTIKOSTEROID DAN TERAPI NON-ENDOKRIN

Kortikosteroid adalah suatu kelompok hormon steroid yang dihasilkan dibagian korteks kelenjar adrenal sebagai tanggapan atas hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis, atau atas angiotensin II. Terapi non-endokrin Dasar penggunaan kortikosteroid dalam terapi ini adalah adanya efek anti-inflamasinya dan kemampuannya menekan reaksi imun.

DOSIS KORTIKOSTEROID

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa bila kortikosteroid akan digunakan untuk jangka panjang, harus diberikan dalam dosis minimal yang masih efektif. Misalnya untuk mengurangi nyeri pada arthritis rheumatoid, dosis awal harus kecil kemudian secara bertahap ditingkatkan sampai keadaan tersebut mereda dan dapat ditoleransi pasien. Kemudian dalam periode singkat dosis harus diturunkan bertahap sampai tercapai dosis minimal dimana gejala semula timbul kembali.

Nama generik Desoksikortikosteron asetat Fluodrokortison asetat Kortisol / Hidrokortison

Bentuk oral 0,1 mg 5-20 mg

Parenteral 5 mg/ml (minyak) 25, 50 mg/ml (suspensi)

Topikal 0,1-2% (krim,salep,lotion) 0,1-1%

Topikal pada mata 0,2% (suspensi, salep) 1,5% (salep)

Kortisol asetat Kortisol sipionat Kortison asetat

2 mg/ml (suspensi) 5-25 mg

25 mg/5 ml (suspensi) (krim,salep,lotion) 25, 50 mg/ml (suspensi) -

Prednison
Prednisolon Metilprednisolon 6-Metil prednisolon Metilprednisolon Na suksinat Deksametason Deksametason asetat Deksametason Na-fosfat Parametason asetat Flusinolon asetonid Flumetason pivalat Betametason Betametason dipropionat Betametason valerat Triamsinolon Triamsinolon asetonid Triamsinolon diasetat

5 mg
5 mg 4 mg 4 mg

40 mg/ml 20,40,80 mg/ml

0,25 , 1%

0,1% 0,05;0,1% -

(suspensi) 0,5 mg (eliksir) 1,2 mg 0,6 mg 4mg 40-1.000 mg bubuk 4 mg/ml 2-16 mg/ml (suspensi) 4-24 mg/ml 40 mg/ml (suspensi) 0,01%-0,1% 0,1% 0,01-0,2% 0,025% (krim) 0,05%;0,1% 0,01%;0,1% 0,1;0,5 mg (krim,dll) -

2 dan 4 mg/5ml (sirup) 25, 40 mg/ml (suspensi)

METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti rancangan penelitian deskriptif yang menggunakan data retrospektif yang diambil dari data-data resep yang menggunakan obat kortikosteroid oral golongan glukokortikoid pada pasien anak maupun dewasa periode Januari Juni 2013 di Apotek Pola Medical Clinic.

Populasi & Sampel Populasi : semua data resep di Apotek Pola


periode Januari Juni resep.

Medical Clinic 2013 sebanyak 1.406 data

Sampel : data resep yang menggunakan obat kortikosteroid


oral di Apotek Pola Medical Clinic periode Januari Juni 2013 sebanyak 232 data resep.

KRITERIA SAMPEL
Kriteria inklusi a. Data resep anak umur kurang dari 10 tahun yang menggunakan obat kortikosteroid oral golongan glukokortikoid. b. Data resep dewasa umur 20 60 tahun yang menggunakan obat kortikosteroid oral golongan glukokortikoid. c. Data resep yang menggunakan obat kortikosteroid oral golongan glukokortikoid dengan masa kerja singkat sedang. Kriteria eksklusi a. Data resep yang bukan mengandung obat-obat kortikosteroid oral periode Januari Juni 2013. b. Data resep yang mengandung obat kortikosteroid selain bentuk oral (topikal, topikal untuk mata dan parenteral). c. Data resep dengan umur pasien selain yang terdapat pada kriteria inklusi diatas yang menggunakan obat kortikosteroid golongan glukokortikoid.

ALUR PROSES PENGAMBILAN DATA


Permohonan Izin Penelitian Pemilik Sarana Apotek dan Apoteker Penanggung Jawab Apotek

Izin Penelitian

Selesai

Data Diolah dan Dianalisis

Data Dikumpulkan Sesuai Dengan Variable Penelitian

Lembaran Data Resep

periode Januari Juni 2013

KERANGKA KONSEP

Pasien yang menggunakan obat kortikosteroid oral a. Demografi :

Jenis kelamin
Usia b. Spesialisasi dokter Umum Spesialis

Pasien dengan terapi non-endokrin (efek antiinflamasi dan efek menekan reaksi imun)

Penggolongan obat kortikosteroid oral :

-Masa kerja : singkat - sedang

DEFINISI OPERASIONAL
No. 1. Usia Variabel. Definisi Operasional Lamanya pasien hidup dihitung dari tanggal lahir sampai tanggal pasien mengalami sakit dan dilakukannya pemeriksaan, dikelompokan menjadi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 2. Jenis kelamin Keadaan fisik yang dibedakan dari sistem reproduksi 3. Tingkat pendidikan dokter Dokter yang menangani pasien dengan diagnosis penyakit yang membutuhkan terapi non-endokrin seperti antiinflamasi dan penekan sistem imun juga untuk alergi. Dikelompokkan menjadi 1. 2. 1. 2. Ukuran < 10 tahun 11-20 tahun 21- 30 tahun 31- 40 tahun 41 - 50 tahun > 50 tahun Laki-laki. Perempuan. Dokter umum. Dokter spesialis Nominal Nominal. Skala. Interval.

4.

Penggolongan kortikosteroid oral

Penggolongan obat kortikosteroid oral yang dikelompokkan menjadi

1. 2.

Masa kerja singkat Masa kerja sedang

Nominal

ANALISA DATA

Data yang diperoleh dianalisis dengan metode statistik deskriptif yaitu analisis data dengan cara mendeskriptifkan atau menggambarkan data yang sudah diperoleh. Data diuji dengan menggunakan metode Chi-Square pada program SPSS .

DAFTAR PUSTAKA

Putro Agus Harnowo,Detik Health, Mayo clinic. Djuanda, A. 2007. Pengobatan dengan Kortikosteroid Sistemik dalam Bidang Dermatovenereologi. Buku Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 5. Balai penerbit FK UI. Jakarta. Gunawan, Sulistia Gan. 1972. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Hal. 496-516 Helmy Mazdar, Munasir Zakiudin Pemakaian Cetirizine dan Kortikosteroid Pada Penyakit Alergi Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK.UI, Dexa Media, Jurnal Kedokteran dan Farmasi no.2 vol. 20, April juni 2007. Hal. 68 Hidayah, Gita nurul, Ekinasea Untuk Infeksi Pernapasan Atas, Majalah Medika Jurnal Kedokteran Indonesia no.10, tahun ke-36 oktober 2010, PT Grafiti Medika Pers. Jakarta . Hal.720 ISO Informasi Spesialite Obat, volume 47 2012 s/d 2013, PT ISFI Penerbitan . Jakarta. Hal. 276 291