Anda di halaman 1dari 13

Teori Belajar Konstruktivistik

Oleh : Febri Rosandi

Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern.
Yang Bertujuan
Memotifasi siswa bahwa belajar adalah tanggung jawabnya Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan mencari sendiri pertanyaannya. Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap. Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri. Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu.

Tokoh - tokoh
tiga dalil pokok Piaget
Jean Piaget
teori perkembangan intelektual (Konstruktuvisme kognitif) pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang, melainkan melalui tindakan. perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan yang sama. tahap-tahap tersebut didefinisikan sebagai yang menunjukkan adanya tingkah laku intelektual gerak melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan, proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman dan struktur kognitif yang timbul.

Tokoh - tokoh
Vygotsky
bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. konstruktivisme sosial.

John Dewey
teori konstruktivisme ini mengatakan bahwa pendidik yang cakap harus melaksanakan pengajaran dan pembelajaran sebagai proses menyusun atau membina pengalaman secara berterusan.

Tokoh - tokoh
Tasker
tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme
peran aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna pentingnya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima

Wheatley
dua prinsip utama dalam pembelajaran dengan teori belajar konstrukltivisme
pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif, tetapi secara aktif oleh struktur kognitif siswa fungsi kognisi bersifat adaptif dan membantu pengorganisasian melalui pengalaman nyata yang dimiliki anak

Hanbury

aspek dalam kaitannya dengan pembelajaran


siswa mengkonstruksi pengetahuan dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mengerti strategi siswa lebih bernilai siswa mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya

HUBUNGAN KONSTRUKTIVISTIK DENGAN TEORI BELAJAR LAIN


Teori Belajar Konsep
Kostruktivisme membantu untuk mengerti bagaimana siswa membentuk pengetahuan yang tidak tepat. Perubahan Konsep memberikan pengertian bahwa setiap orang dapat membentuk pengertian yang berbeda tersebut bukanlah akhir pengembangan karena setiap kali mereka masih dapat mengubah pengertiannya sehingga lebih sesuai dengan pengertian ilmuan.

Teori Bermakna Ausubel seseorang belajar dengan mengasosiasikan fenomena baru ke dalam skema yang telah ia punya. mengandaikan bahwa dalam proses belajar itu siswa aktif.

pengetahuan disimpan dalam suatu paket informasi, atau sekema yang terdiri dari konstruksi mental gagasan kita.

Teori Skema

Konstruktivisme, Behaviorisme, dan Maturasionisme


Behaviorisme menekankan keterampilan sebagai suatu tujuan pengajaran Maturasionisme lebih menekankan pengetahuan yang berkembang sesuai dengan langkahlangkah perkembangan kedewasaan Konstruktivisme lebih menekankan pengetahuan sebagai konstruksi aktif sibelajar dan lebih menekankan pengembangan konsep dan pengertian yang mendalam.

CIRI-CIRI DAN PRINSIP PEMBELAJARAN SECARA KONSTUKTIVISTIK


Memberi peluang kepada murid membina pengetahuan baru melalui penglibatan dalam dunia sebenarnya. Menggalakkan persoalan/ide yang dimulai oleh murid dan menggunakannya sebagai panduan merancang pengajaran. Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke murid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar. Murid aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar. Struktur pembalajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaan

PRINSIP-PRINSIP KONSTRUKTIVISTIK
Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru kemurid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar. Murid aktif mengkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah. Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar. Menghadapi masalah yang relevan dengan siswa. Struktur pembelajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaan. Mencari dan menilai pendapat siswa. Menyesuaikan kurikulum untuk menanggapi anggapan siswa.

PROSES BELAJAR MENURUT KONSTRUKVISTIK


Kegiatan belajar lebih dipandang dari segi prosesnya dari pada segi perolehan pengetahuan dari pada fakta-fakta yang terlepas-lepas. Peranan siswa : belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan. Pembentukan ini harus dilakukan oleh si belajar.Ia harus aktif melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep, dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang dipelajari. Peranan guru : Dalam pendekatan ini guru atau pendidik berperan membantu agar proses pengkontruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar. Sarana belajar ; Segala sesuatu seperti bahan, media, peralatan, lingkungan, dan fasilitas lainnya disediakan untuk membantu pembentukan aktifitas siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Evaluasi ; lingkungan belajar sangat mendukung munculnya berbagai pandangan dan interpretasi terhadap realitas, kontruksi pengetahuan, serta aktifitas-aktifitas lain yang didasarkan pada pengalaman.

Implikasi Teori Konstruktivistik dalam Pembelajaran


tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme adalah menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi, kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya.

Dalam upaya mengimplementasikan teori belajar konstruktivisme, Tytler (1996: 20) mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan rancangan pembelajaran, sebagai berikut:
memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri, memberi kesempatan kepada siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif, memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru, memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa, mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEORI KONSTRUTIVISTIK


Kelebihan
Dalam proses membina pengetahuan baru, murid berpikir untuk menyelesaikan masalah, mengembangkan ide dan membuat keputusan. Oleh karena murid terlibat secara langsung dalam membina pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan boleh mengapliksikannya dalam semua situasi. Oleh karena murid terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Yakin murid melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman mereka. Justru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.Kemahiran sosial diperoleh apabila interaksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru.Oleh kerana mereka terlibat secara terus, mereka paham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan sehat.

Kelemahan
peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung.

Penutup
Kesimpulan Pembelajaran yang mengacu kepada teori belajar konstruktivisme lebih menfokuskan pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. Bukan kepatuhan siswa dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru. Dengan kata lain, siswa lebih diutamakan untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka melalui asimilasi dan akomodasi.