Anda di halaman 1dari 11

MATERI PEMBELAJARAN STRUKTUR ATOM

1. Teori Atom Bohr Bohr merupakan orang yang pertama menghubungkan teori struktur atom dengan tingkat energi elektron untuk menjelaskan spektrum. Teori atom Bohr berhasil menjelaskan struktur atom hidrogen, tetapi belum dapat menerangkan atom berelektron banyak. Terdapat beberapa kelemahan pada teori yang diperkenalkan oleh Niels Henrick David Bohr. ertama, Teori Atom Bohr hanya menjelaskan spektrum atom hidrogen. Akibatnya, spektrum atom yang memiliki lebih dari satu elektron tidak dapat dijelaskan. !edua, teori ini tidak dapat menjelaskan mengapa spektrum atom hidrogen memiliki garis"garis tambahan ketika dipengaruhi medan magnet. !ekurangan model atom Bohr disempurnakan dengan model atom mekanika kuantum. #. Teori Atom $ekanika !uantum Teori atom mekanika kuantum berakar pada hipotesis &erner Heisenberg. $enurut de Broglie, cahaya dapat berperilaku sebagai materi dan berperilaku sebagai gelombang 'dikenal dengan istilah dualisme gelombangpartikel(. $enurut Heisenberg, tidak mungkin menentukan kecepatan dan posisi elektron secara bersamaan, tetapi yang dapat ditentukan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti. )chrodinger berhasil menyelesaikan persamaan matematis yang menghasilkan tiga bilangan kuantum yang menunjukkan kebolehjadian menemukan elektron di sekeliling inti. Daerah kebolehjadian menemukan elektron di sekeliling inti disebut orbital. BILANGAN KUANTUM Ada empat bilangan kuantum yang akan kita kenal, yaitu bilangan kuantum utama 'n(,bilangn kuantum A*imut 'l(, bilangan kuantum magnetic 'm( dan bilangan kuantum spin 's(. a. Bilangan !uantum +tama 'n( %ambang dari bilangan kuantum utama adalah ,n- 'en kecil(. Bilangan kuantum utama menyatakan kulit tempat ditemukannya elektron yang dinyatakan dalam bilangan bulat positi.. Nilai bilangan itu di mulai dari 1, #, / dampai ke"n. 0enis !ulit ! % Nilai 'n( 1 # rince %ouis de Broglie dan

$ / N 1 Tabel 1. Hubungan jenis kulit dan nilai bilangan kuantum utama. Tabel ini dapat dibuktikan bah2a untuk kulit ! memiliki nilai bilangan kuantum utama 'n( 3 1, kulit % memiliki nilai bilangan kuantum utama 'n( 3 # dan seterusnya. )emakin besar nilai n, berarti makin besar orbital yang dihuni elektron itu. b. Bilangan !uantum A*imut 'l( Bilangan kuantum a*imut menyatakan sub kulit tempat elektron berada dan bentuk orbital, serta menentukan besarnya momentum sudut elektron terhadap inti. Banyaknya subkulit tempat elektron berada tergantung pada nilai bilangan kuantum utama 'n(. Nilai bilangan kuantum a*imut dari 4 sampai dengan 'n " 1(. Bila n 3 1, maka hanya ada satu subkulit yaitu l 3 4. )edangkan n 3 #, maka ada dua subkulit yaitu l 3 4 dan l 3 1. Bilangan !uantum +tama 'n( 1 # / Bilangan !uantum A*imut 'l( 4 4 1 4 1 1 # 4 1 # / Tabel 2. Hubungan bilangan kuantum utama an a!imut "e#ta "ubkulit. !esimpulan yang dapat diambil dari tabel adalah Banyaknya subkulit sama dengan nilai bilangan kuantum utama. )ubkulit ditandai dengan huru. yang didasarkan pada garis"garis spektrum yang tampak pada spektroskopi secara berurutan Nilai l Tanda )ubkulit 5aris spektrum pada spektroskopi 4 s 'sharp( Terang 1 p 'principal( Terang !edua # d 'di..use( !abur / . '.undamental( embentukan 2arna Tabel $. Tan a "ubkulit be# a"a#kan nilai bilangan kuantum a!imut. setiap kulit terdiri dari beberapa subkulit. Hal ini memungkinkan untuk kulit yang berbeda akan memiliki jenis subkulit yang sama. !ulit ! % $ Nilai 'n( 1 # / Nilai 'l( 4 4 1 4 0enis subkulit 1s #s #p /s 1 Banyaknya )ub!ulit 1 # /

1 /p # /d 4 1s 1 1p N 1 # 1d / 1. Tabel %. Hubungan "ubkulit "e&eni" alam kulit 'ang be#be a (a a at)m.

c. Bilangan !uantum $agnetik 'm( Bilangan kuantum magnetik menyatakan orbital tempat ditemukannya elektron pada subkulit tertentu dan arah momentum sudut elektron terhadap inti. )ehingga nilai bilangan kuantum magnetik berhubungan dengan bilangan kuantum a*imut. Nilai bilangan kuantum magnetik antara " l sampai 6 l. Hubungan antara bilangan kuantum a*imut dengan bilangan kuantum magnetik dapat Anda perhatikan pada tabel 7. Bilangan !uantm A*imut 4 1 # / Tanda 8rbital s p d . Bilangan !uantum $agnetik 4 "1, 4, 61 "#, "1, 4, 61, 6# "/, "#, "1, 4, 61, 6#, 6/ 5ambaran 8rbital 0umlah 8rbital 1 / 7 9

Tabel *. Hubungan bilangan kuantum a!imut engan bilangan kuantum magnetik. 0ika bilangan kuantum a*imut 'l( 3 4, maka atom tersebut memiliki orbital s dengan kotak sebanyak 1 dan bilangan kuantum magnetik 4. sedangkan bilangan kuantum a*imut 1, akan memiliki orbital p dengan kotak yang saling menempel sebanyak / dan bilangan kuantum magnetik masing"masing kotak secara urut dari kiri ke kanan :1, 4 dan 61. Demikian masing"masing halnya untuk bilanga kuantum a*imut selanjutnya. d. Bilangan !uantum )pin 's( %ambang bilangan kuantum spin adalah s yang menyatakan arah rotasi elektron pada porosnya. Ada dua kemungkinan arah rotasi yaitu searah jarum jam atau berla2anan arah jarum jam.

Begitulah elektron yang berotasi, bila searah jarum jam maka memiliki nilai s36; dan dalam orbital dituliskan dengan tanda panah ke atas. )ebaliknya untuk elektron yang berotasi berla2anan arah jarum jam maka memiliki nilai s 3 "; dan dalam orbital dituliskan dengan tanda panah ke ba2ah. Dari uraian arah rotasi maka kiata dapat mengetahui bah2a dalam satu orbital atau kotak maksimum memiliki # elektron. !ulit n % 1 4 4 % # 1 4 $ / 1 # 4 1 N 1 # $ 4 4 "1, 4, 61 4 "1, 4, 61 "#, "1, 4, 61, 6# 4 "1, 4, 61 "#, "1, 4, 61, 6# )ub kulit 1s #s #p /s /p /d 1s 1p 1d 1.

5ambaran 8rbital

0umlah 8rbital 1 1 / 1 / 7 1 / 7 9

0umlah 8rbital $aksimum )ubkulit !ulit # # # = # = 14 # = 14 11 /# 1< <

/ "/, "#, "1, 4, 61, 6#, 6/

Tabel +. Hubungan keem(at bilangan kuantum Bila kulit atom sama 'bilangan kuantum utama sama(, subkulit 'bilangan kuantum a*imut( dan orbital 'bilangan kuantum magnetik( serta arah 'bilangan kuantum spin( dapat berbeda. >ontohnya kulit ke # dapat memiliki bilangan kuantum a*imut 4 atau 1 dan bilangan kuantum magnetiknya bisa :1, 4 atau 61 sesuai dengan posisi dalam kotak serta memiliki bilangan kuantum spin yang dapat berbeda sesuai arah panahnya. BENTUK ORBITAL

?ngatlah bah2a setiap subkulit disusun oleh satu atau lebih orbital dan setiap orbital mempunyai bentuk tertentu. Adapun bentuk oebital di tentukan oleh bilangan kuantum a*imut. )ebagaimana telah kita ketahui sebelumnya bah2a arah orbital ditentukan oleh bilangan kuantum magnetik. O#bital " yang berbentuk bola tidak menunjukan arah ruang tertentu karena kebolehjadian ditemukan elektron dengan bentuk ini berjarak sama jauhnya ke segala arah dari inti atom. ?nti atom terdapat pada pusat bola. erhatikanlah gambar arah ruang orbital s berikut ini @

!ebolehjadian terbesar ditemukannya elektron dalam orbital s terdapat pada daerah sekitar bola, yaitu untuk orbital A a. 1s A terdapat pada kulit bola b. #s A terdapat pada a2an lapisan kedua c. /s A terdapat pada a2an lapisan ketiga 5ambaran kebolehjadian ditemukan orbital pada masing"masing kulit A

8rbital #s

Subkulit ( terdiri dari tiga orbital p. !arena nilai bilangan kuantum magnetiknya ada tiga yaitu :1, 4, dan 61. !etiga orbital ini mempunyai tingkat energi yang sama tetap arah ruangnya masing"masing berbeda. 0ika digabungkan, ketiga orbital ini saling tegak lurus satu sama lain. Bila digambarkan pada sistem koordinat cartesius yang memiliki sumbu B, C, dan D maka orbital p yang terletak pada sumbu B disebut orbital pB, sedangkan yang terletak pada sumbu C disebut orbital pC. Begitu pula halnya dengan orbital p yang terletak pada sumbu D disebut orbital pD. erhatikan gambar berikut ini@

Bentuk O#bital (,- ('- (! )ehingga gambaran orbital p dengan bilangan kuantum a*imut l 31 dinyatakan dalam gambar berikut ini@

Subkulit

terdiri dari 7 orbital d karena nilai :#, "1, 4, 61, 6#. )eperti halnya orbital p,

orbital d juga memiliki tingkat energi yang sama tetapi arah ruangnya masing"masing berbeda. Bila digambarkan pada sisitem koordinat cartesius maka ketiga orbital d menempati ruang antar sumbu pada koordinat cartesius tersebut. $asing"masing orbital dinyatakan sebagai d BC, dBD dan dCD, sedangkan dua orbital d lainnya terletak pada sumbu koordinat cartesius yang masing" masing orbital dinyatakan sebagai dB#" C# dan dD#. Bentuk kelima orbital d dapat digambarkan sebagai berikutA 8rbital dD# terletak pada sumbu D 8rbital dB#" C# terletak pada sumbu B dan C 8rbital dBC terletak antara sumbu B dan C 8rbital dBD terletak antara sumbu B dan D 8rbital dCD terletak antara sumbu C dan D

Be#bagai ma.am O#bital

PEMBIASAN PA/A KA0A PRISMA 1. Tujuan $engetahui spectrum 2arna putih yang di hasilkan pada pembiasan kaca prisma #. Alat dan Bahan a( risma kaca yang didalamnya berisi air b( )enter atau cahaya matahari c( !ertas manila d( %ayar /. >ara kerja a( )iapkan alat dan bahan yang akan dipakai. b( %etakan prisma yang berisi air diatas kertas, dan prisma sejajar dengan layar. c( Arahkan kaca prisma yang berisi air ke tempat yang ada cahayanya. Atau arahkan senter pada kaca prisma d( Amati cahaya yang keluar dari kaca prisma di layar. 1. ertanyaan a( 0elaskan para ilmu2an yang mendasari penemuan electron@ b( )ebutkan macam"macam jenis spectrum@ c( !aitkan penemuan spectrum ini dengan teori atom @

ALAT E1ALUASI
Tuga" in i2i u 1(. $encari bahan ajar struktur atom dari media internet. #(. $enulis sebuah artikel tentang teori atom Bohr dan $ekanika !uantum Kui" 1. Apakah mungkin sebuah elektron dalam sistem sebuah atom memiliki tingkat energi dengan notasi #dE 0elaskan@ #. Tingkat energi yang manakah yang lebih tinggiE a. /s or #pE b. 1s or /dE /. Ada berapa orbital yang mungkin ditempati oleh elektron dengan tingkat energi a*imuth l31E 1. Apakah ada perbedaan tingkat energi antara elektron berikut a. n 3 #, l31, m3"1 dengan n3#, l31, m34E b. n 3 /, l3#, m361, dengan n3/, l31, m361E

Ulangan 3a#ian 1. Bilangan kuantum yang digunakan untuk menentukan bentuk orbital dan ukuran orbital adalahF a. n dan l b. m dan l c. n dan m d. m dan s e. n dan s #. )uatu elektron memiliki kulit ke"/ dan subkulit p maka nilai bilangan kuantum yang mungkin adalahF a. n3/, l3#, m3"#, s3"1G# b. n3/, l31, m36#, s361G# c. n3/, l3#, m3"1, s3"1G# d. n3/, l31, m361, s361G# e. n3/, l3#, m361, s361G# /. !etiga bilangan kuantum yang dimiliki oleh elektron pada subkulit /d adalahF a. n3/, l34, m361 b. n3/, l31, m361 c. n3/, l34, m36# d. n3/, l31, m36# e. n3/, l3#, m36#

1. Arah rotasi elektron pada porosnya dinyatakandengan bilangan kuantumF a. +tama b. A*imut c. $agnetik d. )pin

e. 8rbital 7. 5ambar"gambar berikut menunjukan jenis orbital p@

Dari gambar tersebut, orbital C ditunjukan oleh gambarF =. Bentuk orbital p yang terletak pada bidang simpul BD adalahF a. b. c. d. e. 9. <.
B

D # # B :D # # C :B

Tentukan ke tiga bilangan kuantum yang dimiliki oleh elektron pada subkulit 1d@ Bilangan kuantum magnetik 'm( 3 "/ akan dimiliki oleh elektron dari atom yang memiliki kulit atom sebanyakF

H.

Bilangan kuantum a*imut 'l( yang diperbolehkan untuk elektron dengan bilangan n31 adalahF

14. 0elaskan kelemahan"kelemahan teori atom Bohr sehingga diperbarui menjadi teori mekanika kuantum@ 11. Apakah perbedaan antara orbit dari atom Bohr dengan orbital dari atom mekanika kuantumE 0elaskan@ 1#. 0elaskan perbedaan bentuk orbital s,p dan d@