Anda di halaman 1dari 7

BAB - III SPESIFIKASI TEKNIS 1. 1.1.

Umum Pekerjaan proyek ini meliputi pekerjaan perencanaan dan pengukuran ulang, pemasokan material, alat-alat berat, penghantaran, pembongkaran, pembangunan, pengkonstruksian, penginstallasian dan pengujian mutu material dan hasil pekerjaan, pengecatan konstruksi, dan pembersihan kembali menurut spesifikasi teknis, gambargambar kerja sehingga proyek ini dapat terlaksana sesuai dengan persyaratanpersyaratan yang tertera. Penawaran dari kontraktor harus sudah mencakup dan sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan secara lump-sump mengacu pada rencana anggaran biaya, rencana harga satuan dari item-item pekerjaan yang dilaksanakan, material-material serta alat-alat yang digunakan dan segala situasi dan kondisi lapangan secara menyeluruh. Ruang Lingkup Pekerjaan Ruang lingkup pekerjaan proyek ini adalah seperti pada item 1.1 secara lengkap (turn key project) sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan yang terdapat dalam gambar tender. Ruang lingkup pekerjaan proyek ini meliputi : a. b. c. d. Pekerjaan persiapan. Penggalian, Penimbunan dan pemadatan tanah. Pekerjaan Beton. Pekerjaan Konstruksi Besi Pagar

1.2.

2. 2.1

2.2

3. 3.1.

Peraturan dan Syarat Teknis Umum Pelaksanaan seluruh item pekerjaan dalam proyek ini menggunakan lembar-lembar ketentuan dan harus mengacu kepada peraturan seperti tercantum di bawah ini termasuk segala perubahan-perubahannya hingga kini, yaitu: a. b. c. d. e. f. g. h. Standar Industri Indonesia (SII). Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI 71.N1-2 SKSNI.T15.1991-03) Pedoman Beton (PB.1989). Baja Tulangan Beton (SII.0136-811). Peraturan Baja - Dep. Pekerjaan Umum. Peraturan Cat Indonesia - N4. EMS (Environment Management System) 14001. Safety (OHSAS)

4. 4.1.

Ketentuan Khusus Semen yang digunakan untuk keseluruhan pekerjaan beton adalah semen yang memenuhi persyaratan standar SNI No. 15-2049-2004 Jenis I atau ASTM C150-2004 tipe l dan SNI 15-0302-2004 type IP-U. (PT. Semen Padang, PT. Andalas, PT. Tiga Roda dan lainnya) dengan ukuran 50 kg/zak. Agregat halus yang dipakai adalah pasir cor yang bersih, hitam dan kasar dengan kualitas baik dimana kadar lumpurnya kurang dari 5 % dimana dalam pekerjaan pengecoran agregat halus ini harus diayak terlebih dahulu. Agregat kasar yang digunakan adalah kerikil dan batu pecah yang bersih dengan diameter minimal 25 dan maksimal 35 mm. Air yang digunakan adalah air tawar, tidak berwarna, bersih dan jernih. Kuat tekan beton hasil pengecoran harus tidak kurang dari mutu yang telah ditetapkan. Kuat tekan beton hasil pengecoran untuk konstruksi yang telah ditetapkan mutunya tidak diperkenankan kurang dari mutu beton masing-masing setelah diuji kubus betonnya di Laboratorium Beton USU maupun dari hasil pengujian di lapangan dengan cara hammer test. Untuk konstruksi beton bertulang dengan campuran 1 : 2 : 3 atau harus mencapai kuat tekan minimal 225 kg/cm2, sedangkan untuk lantai kerja beton cor tanpa tulangan dengan campuran 1 : 3 : 5 atau kuat tekan minimal 125 kg/cm2. Kubus beton akan diambil pada setiap pekerjaan pengecoran minimal 1 unit per 1 m3 beton atau ditentukan lain oleh Site Engineer atau petugas yang ditunjuk. Seluruh permukaan beton (finishing) harus halus dan rapi. Penyambungan beton lama dengan yang baru harus menggunakan bahan penyambung beton / chemical bonding agent atau setara. Pada daerah penyambungan beton dengan beton, harus ditinggalkan / disisakan tulangannya saja sepanjang minimal 400 mm untuk kolom dan minimal 600 mm untuk penyambungan dengan beton bertulang yang baru. Test Pengawasan Mutu Beton dan Test Pengawasan Mutu Pemadatan Tanah (hanya bila diperlukan) akan menjadi beban biaya Kontraktor. Kontraktor diharuskan untuk menyediakan dan menugaskan minimal satu orang yang berpengalaman sebagai Tenaga Ahli Lapangan untuk menetap tinggal di lokasi proyek setiap harinya selama masa periode dimulainya konstruksi sampai berakhirnya masa proyek untuk bertanggung jawab dan menangani masalah teknis pekerjaan proyek. Contoh material yang akan digunakan harus diajukan terlebih dahulu kepada wakil staff ahli / site engineer untuk mendapat persetujuan.

4.2.

4.3.

4.4. 4.5.

4.6.

4.7.

4.8.

4.9. 4.10.

4.11.

4.12.

4.13.

4.14.

4.15.

Material yang tidak disetujui oleh wakil staff ahli / site engineer harus segera dikeluarkan dari lokasi pekerjaan selambat-lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam. Ukuran besi tulangan, pelat dan baja profil tidak diperkenankan kurang dari yang ditentukan di dalam gambar, oleh sebab itu kontraktor harus memesan/membeli secara selektif. Toleransi ukuran yang diberikan adalah sebesar 0.20 mm. Setiap permulaan atau perpindahan dari satu tahapan pekerjaan ke tahapan pekerjaan berikutnya seperti mulainya pekerjaan , penerimaan material , penggalian , penimbunan , pemadatan tanah , pemasangan batu bata, pengecoran , pemasangan konstruksi kayu dan besi, atap dan lain sebagainya harus dilaporkan , di-inspeksi dan di setujui terlebih dahulu oleh Site Engineer dari Pemilik Proyek. Baja Profile dan Tulangan Baja Profil dan tulangan yang digunakan baja polos dengan toleransi 0.2 mm dari ukuran yang telah ditetapkan dan akan menggunakan besi U 32. Baut, Mur dan Ring Baut dan mur harus memenuhi ketentuan dari ASTM A307 Grade A, dan mempunyai kepala baut dan mur berbentuk segienam (hexagonal). Baut dan mur harus ditandai untuk identifikasi sesuai dengan ketentuan dari yang berlaku. Ukuran baut harus sebagaimana ditunjukkan dalam gambar tender (jika ada). Bahan untuk keperluan pengelasan yang digunakan dalam pengelasan logam dari kelas baja yang memenuhi ketentuan dari AASHTO M183 - 90, harus memenuhi ketentuan dari ASTM A233. Baut, Mur dan Ring. Semua bahan baku atau cetakan yang dipasok untuk pekerjaan, bilamana diminta oleh petugas staf ahli/ site engineer, harus disertai sertifikat dari pabrik pembuatnya yang menyatakan bahwa bahan tersebut telah di produksi sesuai dengan formula standar dan memenuhi semua ketentuan dalam pengendalian mutu dari pabrik pembuatanya. Sertifikat harus menunjukkan semua hasil pengujian sifat-sifat fisik bahan baku, dan diserahkan kepada Petugas staf ahli/ site engineer tanpa biaya tambahan. Ketentuan ini harus digunakan, tetapi tidak terbatas pada produk-produk atau bagianbagian yang dirol, baut, bahan dan pembuatan landasan (bearing) bangunan dan galvanisasi. Fabrikasi. Semua elemen yang dirakit harus cocok dan tepat dalam toleransi yang disyaratkan dalam spesifikasi ini.

4.16.

4.17.

4.18. 4.18.1. 4.19. 4.19.1.

4.19.2.

4.19.3.

4.20. 4.20.1

4.20.2

4.20.3

4.21. 4.21.1.

4.21.2.

Sambungan dengan baut harus dilengkapi dengan pelat paking, jika diperlukan, untuk menjamin agar celah yang mungkin timbul antar permukaan bidang yang berdampingan yang tidak melampaui 1 mm untuk baut geser tegangan tinggi dan 2 mm untuk jenis sambungan lainnya. Untuk sambungan las, maka setiap penyimpangan yang tidak dikehendaki akibat kesalahan penjajaran bagian-bagian yang akan disambung tidak melampaui 0,15 kali ketebalan pada bagian yang lebih tipis atau 3 mm. Akan tetapi, baik perbedaan ketebalan yang timbul dari toleransi akibat proses rolling maupun kombinasi toleransi akibat proses rolling dan kesalahan penjajaran yang diijinkan di atas, maka penyimpangan yang melampaui 3 mm harus diperhalus dengan suatu kelandaian yang tidak curam dari 1 : 4. Bilamana diperintahkan oleh petugas staf ahli/ site engineer maka unit-unit harus dirakit di bengkel sebelum dikirim ke lapangan.

4.21.3.

4.21.4.

4.22. 4.21.1.

Sambungan Dengan Baut Standar. Baut harus dimasukkan ke dalam lubang tanpa adanya kerusakan pada uliran. Suatu "snap" harus digunakan untuk mencegah kerusakan kepala baut. Kepala baut dan mur harus dikencangkan sampai rapat pada pekerjaan dengan tenaga manusia yang menggunakan sebuah kunci yang cocok dengan panjang tidak kurang dari 38 cm untuk diameter nominal baut 19 mm atau lebih. Kepala baut harus diketuk dengan palu pada saat mur sedang dikencangkan. Seluruh uliran baut harus berada di luar lubang. Ring harus digunakan kecuali ditentukan lain. Pengelasan. Prosedur pengelasan baik di bengkel maupun di lapangan, termasuk keterangan tentang persiapan pemukaan-permukaan yang akan disambung harus diserahkan secara tertulis, untuk persetujuan dari petugas staf ahli/ site engineer sebelum memulai fabrikasi. Tidak ada prosedur pengelasan yang disetujui atau detil yang ditunjukkan dalam Gambar yang harus dibuat tanpa persetujuan dari petugas staf ahli/ site engineer. Cara menandai setiap pelengkap sementara harus disetujui terlebih dahulu oleh petugas staf ahli/ site engineer. Setiap goresan pada pelengkap sementara harus diperbaiki sampai diterima oleh petugas staf ahli/ site engineer. Bilamana perbaikan dengan pengelasan diperlukan, maka per-baikan ini harus dilaksanakan atas persetujuan petugas staf ahli/ site engineer. Permukaan las yang tampak harus dibersihkan dari residu kerak. Semua percikan penge-lasan yang mengenai permukaan harus dibersihkan. Agar dapat memperoleh ketebalan elemen baja yang penuh pada sambungan dengan pengelasan maka harus digunakan pelat penyambung run-on dan run-off pada bagian ujung elemen.

4.21.2.

4.21.3.

4.23. 4.23.1.

4.23.2.

4.23.3.

4.23.4.

4.23.5.

Semua permukaan baja dan profil lainnya harus dicat sesuai dengan ketentuan dari Spesifikasi ini.

5.

Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan dari proyek ini meliputi :

5.1. 5.1.1

Pembuatan Gudang Sementara Kontraktor harus membangun gudang sementara untuk penyimpanan bahan bangunan dan peralatan konstruksi dengan biaya sendiri pada lokasi yang telah mendapat persetujuan dari wakil staff ahli/ site engineer. Direksi keet dan kantor proyek dari konstruksi kayu yang bersih disediakan oleh kontraktor untuk melaksanakan rapat / pertemuan proyek rutin yang lengkap dengan fasilitas untuk penyimpanan gambar kerja. Keseluruhan fasilitas sementara di atas harus dibongkar kembali oleh kontraktor sendiri dari lokasi proyek pada akhir penyelesaian kontrak hingga kembali dalam kondisi yang rapi dan bersih dari segala kotoran, material sisa proyek dan sampahsampah. Pengukuran Ulang Lokasi Kontraktor sebelum mengerjakan pekerjaan harus melaksanakan pengukuran ulang sebagai acuan (bench mark) bagi setiap bagian dari keseluruhan konstruksi / pekerjaan. Kontraktor sebelum mengerjakan Galian tanah diharuskan membuat gambar kerja dan gambar kerja harus disetujui oleh Pemilik project. Penentuan titik ketinggian, elevasi dan sudut hanya boleh dilaksanakan oleh tenaga ahli ukur kontraktor dengan menggunakan alat waterpas dan theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan dan hasil pengukuran ini dilaporkan lengkap dengan skets dan data-data hasil perhitungannya. Semua alat ukur yang digunakan pada pekerjaan ini yang telah dikaliberasi oleh pihak yang terkait. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) Kayu bouwplank dibuat dengan lebar 20 cm dan tebal 2.5 cm dipasang lurus dan waterpas pada jarak 1 m di luar daerah galian dari setiap konstruksi / pekerjaan. Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Lantai Beton Elevasi akhir permukaan jalan dan lantai beton ( 0.00) harus diambil oleh tenaga ahli pengukuran pihak kontraktor dengan alat waterpass dan diajukan kepada wakil

5.1.2

5.1.3

5.2. 5.2.1.

5.2.2.

5.2.3.

5.2.4.

6. 6.1

7. 7.1.

staff ahli / site engineer untuk mendapat persetujuan. 7.2. Konstruksi jalan yang ada hanya dipadatkan kembali dan harus bersih. Permukaan jalan juga harus dibersihkan dari kotoran, sisa janjangan buah sawit dan genangan air. Konstruksi jalan beton akan menggunakan campuran beton mutu K 225 tebal minimum 10 cm yang pada bahagian bawah beton harus dilapisi oleh plastik untuk menjaga air dari campran beton tidak meresap ke tanah. Permukaan jalan beton akan dibuat kemiringan sebesar 2 % kesisi kiri dan kanan jalan. Pengecoran jalan dan lantai harus dipadatkan dengan mesin pemadat yang bergetar (vibratory compactor) hingga benar-benar padat dan tidak berpori (honey comb). Sesaat setelah selesai pengecoran beton pada jalan dan lantai, maka beton tersebut harus dirawat (curing) dengan melindungi permukaan menggunakan goni yang terus menerus digenangi air, minimal sampai beton berumur 7 hari. Pekerjaan Pagar. Pondasi pagar adalah pondasi tapak dengan ukuran 40cm x 40 cm x 50 cm dalam dan campuran beton dengan mutu K-125.

7.3.

7.4.

7.5.

7.6.

8. 8.1.

8.2.

Tiang untuk pagar harus menggunakan material dari besi siku L 75 x 75x 7 mm dan besi flatbar 5 x 50 mm dan pada setiap jarak 15 meter agar diberi pengaku dengan menggunakan besi siku L 75 x 75x 7 (lihat gambar tender). Penutup pagar terdiri dari Kawat Harmonika dengan ukuran 3 mm # 55 mm yang dilengkapi dengan lapisan plastik (plastic covered) dan kawat duri dengan ukuran kawat (core wire diameter) 2 mm, kawat duri (barb wire diameter) 2.6 mm, jarak kawat duri (bard spacing) 10 cm dan berat galvanis (galvanised weight) 40 70 g/m2. Kawat harmonika dan kawat duri tersebut dipasang sesuai dengan gambar tender yang diberikan. Standard dari kawat harminoka adalah SNI 07 6503 2001 sedangkan untuk kawat duri adalah SNI 07 0107 1987. Pagar juga dilengkapi dengan swing ukuran 100 cm serta spesifikasi lainnya seperti yang tertera dalam gambar tender Seluruh material yang dikirim atau di-supply oleh kontraktor harus disertai dengan sertifikat dari produsen material. Pekerjaan Cat Seluruh Profil baja untuk pagar yang dan lama harus dicat dengan cat meni sekali pengecatan dan dilanjutkan dengan cat besi sebanyak dua kali pengecatan.

8.3.

8.4.

8.5.

8.6.

9. 9.1.

9.2.

Sebelum pengecatan dilaksanakan, bagian yang hendak dicat harus benar bersih dari pada karat, minyak serta lainnya. Pembersihan pada bagian yang hendak dicat dilakukan dengan memakai sikat baja yang memenuhi standard. Pengecatan dilaksanakan minimal 3 kali lapis hingga rata, bila dalam pemeriksaan ternyata belum rata, kontraktor harus memperbaikinya sesuai instruksi dari petugas staf ahli/ site engineer. Cat minyak untuk pintu kayu Smoke House harus menggunakan produksi Nippon Paint (Bee brand 1000). Semua warna cat disesuaikan dengan warna standard Lonsum (pelaksana diharuskan untuk berkoordinasi dengan Project Manager / Site Engineer atau petugas yang ditunjuk) .

9.3.

9.4.

9.5.

10.

Lain - Lain. Dimungkinkan adanya pekerjaan lain yang akan ditambahkan sesuai hasil pemeriksaan lapangan bersama. Apabila tidak disebutkan secara detail bagian-bagian dari suatu pekerjaan, baik pada gambar maupun spesifikasi teknis atau penawaran, namun bagian tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu item kerja dan berlaku umum sehingga item tersebut dapat beroperasi dengan normal, wajar secara teknik, maka bagian-bagian tersebut harus sudah diperhitungkan dan menjadi bagian pembentuk harga satuan (biayanya sudah diperhitungkan di dalam harga penawaran).