Anda di halaman 1dari 22

Referat

SPASMODIK TORTIKOLIS

Hudania Addina 1102008116

PEMBIMBING : Dr. H. Nasir Okbah, Sp.S

PENDAHULUAN
Gerakan abnormal yang tampak involuntary, spontan dan aneh pada orang-orang tertentu, demikian juga kelumpuhan dapat terjadi secara luar biasa.

Korea Gerakan involuntary dalam klinik atetosis

Dystonia (torsi spasme)

DISTONIA
Suatu sikap menetap dari salah satu bentuk gerakan atetonik yang hebat sekali

Gambaran distonia

hiperekstensi atau hiperfleksi tangan, hiper-inversi kaki hiper-laterofleksi atau hiper-retrofleksi kepala, torsi tulang belakang dengan melengkung pinggang, sambil wajah meringis-ringis.

SPASMODIK TORTIKOLIS

Dystonia fokal ditemukan.

yang

paling

sering

Menyerang otot leher mengendalikan posisi kepala sehingga kepala berputar dan berpaling ke satu sisi selain itu kepala bisa tertarik ke depan atau ke belakang

ANATOMI LEHER

Tulang-tulang leher

Otot-otot Leher

DEFINISI .
Kekakuan pada otot-otot leher, krn kontraksi klonik atau tonik dari otot-otot servikal pada leher dengan gejala terjadi kekakuan pada sistem saraf dan terdapatnya hysteria.

Spasmodik tortikolis

Bentuk dari distonia dengan karakteristik intermitten dan gerakan involunter dari kepala yang rekuren bersamaan dengan terjadinya kontraksi dari otot leher

ETIOLOGI DAN PATOLOGI

tortikolis adalah kegagalan pada otot leher dimana timbul hysteria yang berlebihanpada masa lalu tortikolis diketahui berhubungan dengan efek voluter ,bentuk gejalanya hysteria Spasme tortikolis disebabkan oleh keadaan keturunan terjadi dari gen autosomal dominan atau autosomal resesif kelainan kongenital dari m.sternocleidomastoideus kelainan dari servikal tulang belakang,

hipoplasi dari tulang hemi atlas atau atlas

Kelainan neurovaskuler kompresi dari N.XI (nervus aksesorius) oleh arteri vertebrae.

Atau arteri serebral posterior inferior


adanya lesi unilateral pada mesencephalon atau diencephalon yang diakibatkan oleh encephalitis virus

BEBERAPA

TERJADINYA TORTIKOLIS:

KEADAAN

YANG

BISA

MENYEBABKAN

Hipertiroidisme Infeksi sistem saraf Diskinesia tardiv (gerakan wajah abnormal akibat obat anti-psikosa) Tumor leher.

BAYI BARU LAHIR BISA MENGALAMI TORTIKOLIS (TORTIKOLIS KONGENITALIS) ADANYA


KERUSAKAN OTOT LEHER PADA PROSES
PERSALINAN

Ketidakseimbangan otot mata dan tulang atau kelainan bentuk otot tulang belakang bagian atas bisa menyebabkan tortikolis pada anakanak

GEJALA KLINIS

Perputaran pada kepala diikuti dengan kontraksi pada otot servikal, kontraksi terjadinya pada bagian superficial dan bagian dalam dari otot leher, kontraksi dari otot yang terjadi yaitu sternocleidomastoideus, trapezius dan splenius Onset terjadinya spasmodik tortikolis ialah intermiten terjadi saat rotasi dan fleksi pada kepala pada satu sisi

Kontraksi dari m.sternocleidomastoideus menyebabkan rotasi yang berlawanan arah, ketika leher dilakukan fleksi bagian tepi dari otot leher mengalami kontraksi Rotasi pada leher dapat saja terjadi tanpa terjadinya fleksi lateral. Atau kepala dapat saja difleksikan ke salah satu sisi dimana dapat dilakukan rotasi setelah dilakukan fleksi tersebut

terjadi pada kontraksi dari m.sternocleidomatoideus pada salah satu sisi dimana m.splenius dan m.trapezius pada sisi yang berlawanan juga terjadi kontraksi

Kelainan awal yang terdapat pada tortikolis adalah tonik perubahan posisi /pengulangan gerakan secara klonik terjadi pada serangan hysteria Rasa sakit terdapat pada otot servikal yang terjadi bersamaan arthritis kompresi pada radix yang mengakibatkan adanya gerakan kepala secara involunter

Terjadinya tortikolis yang lama menyebabkan spondilosis servikal

dapat

PEMERIKSAAN DIAGNOSIS

Elektromiografi (EMG) menunjukkan adanya kontraksi otot yang persisten pada otot leher termasuk m.sternocleidomastoideus, m.splenius capitus dan m.trapezius.

Pemeriksaan fungsi tiroid, hal ini harus dilakukan karena dapat saja terjadi perubahan pada tiroid yaitu hipertiroidisme. Beberapa pasien dapat saja memperlihatkan keadaan eutiroid.
Pemeriksaan MRI/CT-Scan pada servikal vertebrae harus dilakukan bila ada nyeri pada leher.

PENATALAKSANAAN

Hysteria tortikolis harus diterapi secara psikoterapi atau abreasi bersamaan dengan terjadinya gejala hysteria pasien harus diberikan pelumpuh otot (muscle relaxan), sedatif dan obat-obat penenang seperti klordiazepoxid (Librium) 10 mg 3-4 kali per hari atau diazepam (valium) 2-5 mg 3 kali sehari dapat diberikan.

Dilakukan pembedahan untuk mengangkat saraf dari otot yang mengalami kelainan jika pengobatan lainnya tidak berhasil. Sorrensen dan Hamby rhizotomi servikal anterior dan pemisahan bagian subarachnoid pada spinal mempunyai hasil yang bagusTerapi operasi ini dapat dilakukan jika sebelumnya pasien mendapat terapi toksin botulinum tetapi tidak menunjukkan perbaikan

Pada tortikolis kongenitalis dilakukan terapi fisik yang intensif untuk meregangkan otot yang rusak, yang dimulai pada bulan-bulan pertama. Jika terapi fisik tidak berhasil dan dimulai terlalu lambat, maka otot harus diperbaiki melalui pembedahan

TERAPI

Kasus ringan menunjukkan respon yang baik terhadap benzodiazepine sama halnya pada diazepam 10-40 mg 4 hari Dosis tinggi diberikan untuk Triheksilpenidil 20-40 mg/haripasien yang menderita secara kronik
Haloperidol 0,5 mg 2 kali sehari Baklofen dengan dosis tertinggi 120 mg/ hari Dengan melakukan pelatihan sensorik

Injeksi pada 2 atau lebih otot leher dengan menggunakan toksin botulinum dibawah control EMGsangat efektif terhadap gejala yang telah ada selama beberapa minggu atau bulan. efek samping disfagia Stimulasi bagian sensorik tertentu dilakukan pada bagian anatomi tertentu. Stimulasi dilakukan berulangkali.

PROGNOSIS

Tortikolis umumnya dapat diatasi tetapi dengan adanya kejadian hysteria maka hal yang harus dilakukan ialah terapi kejiwaan (psikoterapi), abreasi atau hypnosis.

Operasi radikal dari radikulotomi dan neurektomi memberikan hasil yang bagus pada beberapa kasus yang diduga penyebabnya adalah organic, meskipun kekakuan dapat terjadi setelah dilakukan operasi.