Anda di halaman 1dari 34

MATERI PELATIHAN BMDP A PANEN DAN PENGANGKUTAN KELAPA SAWIT

PANEN
PENDAHULUAN Penentuan sistem panen pada tanaman kelapa sawit bertujuan untuk memperoleh jumlah minyak (redemen) yang tinggi serta mutu minyak baik atas pertimbangan kandungan ALB (FFA) yang rendah. Tujuan ini dapat dicapai dengan mengikuti ketentuan panen yang telah ditetapkan seperti kriteria panen rotasi panen pengumpulan brondolan dan lain!lain. Tandan yang telah dipanen harus diangkut pada hari yang sama ke pabrik dan diolah pada hari itu juga. "ecara sistematis tujuan panen adalah FFB #uantity FFB #uality dan $ompletely %ar&esting. $ompletely %ar&esting adalah panen yang dilakukan dengan sempurna. Tidak ada buah masak yang tidak dipanen dan buah mentah yang dipanen. 'emikian juga untuk pengutipannya tidak ada yang tertinggal di areal. Pekerjaan ini sangat erat hubungannya dengan kualitas pengawasan sistem pembayaran dan premi serta sistem denda. FFB #uality

%A+,-"T./0

$ompletely %ar&esting

FFB #uantity

FFB #uantity berhubungan erat dengan in(rastruktur jumlah tenaga pamanen produkti&itas pemanen dan potensi yield) ha. "edangkan FFB #uality berhubungan erat dengan rotasi ) pusingan panen kualitas jalan pengawasan dan sistem grading yang dilaksanakan di lapangan serta sistem e&akuasi buah dari piringan ke TP% maupun transport dari TP% ke P*" .

A. A.1.

ORGANISASI DAN METODE PANEN Organisasi Panen

Panen adalah kegiatan memotong tandan buah pada tingkat kematangan yang optimum mengutip semua brondolan yang jatuh berada di dalam atau di luar piringan kemudian mengumpulkannya ke tempat yang sudah disediakan yang disebut dengan Tempat Pengumpulan %asil (TP%) ukuran 12 3 m yang letaknya diujung pasar pikul di pinggir jalan $ollection +oad ($+) masing 4masing dengan jarak 3 rintis untuk 5 TP% kedua kegiatan ini harus dilaksanakan pada hari yang sama. Tanggal Pelaksanaan Perm laan Panen *elapa sawit yang ditanam di satu areal atau blok tertentu dapat dialihkan dari TB6 ke T6 apabila 789 dari tegakannya sudah berbuah dengan berat tandan rata 4 rata 3!3 : kg. Tandan buah disebut matang panen apabila brondolannya telah lepas dan jatuh secara alami dari tandannya. Banyaknya brondolan yang lepas dan jatuh seperti itu per kesatuan berat tandan ditentukan sesuai dengan tingkat kematangan yang diinginkan untuk masing 4masing kelompok umur tanaman. Tandan yang sudah dipanen disebut Tandan Buah "egar (TB"). Perlu diingatkan bahwa setiap kali pemutasian TB6 ke T6 harus dilakukan oleh 6anager dan +$ guna memastikan penentuan tanggal pelaksanaan panen pertama. Pada kondisi normal panen dapat dimulai setelah 1; atau 38 bulan sejak penanaman . Ke! " #an $emanen %an $em!r&n%&l 6enentukan kebutuhan pemanen dan pembrondol adalah sangat penting dalam kaitannya dengan jumlah rumah yang harus disediakan)dibangun. Pada dasarnya jumlah pengutip brondolan diperhitungkan 5<5 dimana pada muslim low crop bisa lebih sedikit dari jumlah pemanen . =ntuk pamanen dan pembrondol harus diupayakan sebagai karyawan tetap ("*=) namun pada situasi tertentu untuk pengutip brodol sebagian dapat mengunakan karyawan lepas secara borongan yang basis dan harga per kg nya ditentukan oleh ,PA. 'asar penentuan tenaga panen untuk setiap kebun kelapa sawit dihitung berdasarkan produksi TB" setahun brondolan output dan hari e(ekti( setahun.dengan perhitungan sbb < *ebutuhan pemanen > Total produksi TB" setahun 4 brondolan +ata!rata output pemanen 2 %ari e(ekti( setahun. 6isalkan produksi satu kebun :?.888 ton per tahun dengan persentase brondolan 58 9 dan rata!rata output 5.?:8 kg dan hari e(e(ti( setahun 1;8 hari maka pemanen yang harus disediakan sbb < :?.888 ton 4:.?88 ton 5 ?: ton 2 1;8 hari > 58: @rang

=ntuk keperluan perencanan jumlah pemanen pada areal baru berhubung produkti&itas pemanen secara rata!rata belum didapatkan dapat dilakukan perkiraan sbb<
1

Panen dengan dodos ! 8.8A %*) %a untuk areal datar manual . Panen dengan dodos 4 8.87 %* ) %a uantuk areal gambut berbukit. Man%&ran Panen 'alam @perasional panen memakai dua jenis paket yang disesuaikan dengan kepentingan dan persediaan tenaga kerja di kebun < "ystem 5 Paket . Pemanen harus bertanggung jawab terhadap pengambilan buah pengutipan brondolan secara sekaligus dan biasanya dibantu oleh keluarganya untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan yang biasa disebut dengan (amily system. "istem 1 Paket "istem ini dilaksanakan dengan pemisahan antara geng pemanen B pengutip brondol yang masing 4 masing bertanggung jawab dengan tugas yang ditentukan pemanen tugasnya mengambil buah penyusunan pelepah dan membawa buah ke TP% sementara pengutip brondol hanya terbatas terhadap kebersihan pengutipan brondolan dan memastikan brondolan tidak tercampur dengan berbagai kotoran seperti sampah dan kotoran lain dan menempatkannya pada TP% sesuai takaran yang ditentukan . A.'. METODE PANEN

5. =ntuk pelaksanaan pekerjaan panen maka dilakukan pembagian pusingan untuk masa 7 hari. Cadi setiap di&isi membagi areal panen menjadi enam bagian mulai hari "enin sampai dengan "abtu 1. "etiap mandor panen membawahi 58 45: pemanen (jumlah pemanen tergantung topogra(i) 3. Ada 1 macam sistem pembagian ancak panen yaitu < Ancak giring yaitu semua pemanen dalam melakukan pekerjaannya digiring oleh mandor panen untuk pindah dari satu barisan yang ditentukan kebarisan lainnya . *euntungan < 6emudahkan pengawasan B transport TB" dan hasil panen cepat keluar *erugian < *ebersihan areal panen kurang terjamin perpindahan memakan waktu dan menambah jarak tempuh pemanen . Ancak tetap yaitu semua pemanen dibagi menjadi ancak tetap dan pada setiap pusingan tetap mengerjakan panen pada tempat tersebut. *euntungan < *ebersihan areal lebih terjamin karena identi(ikasi ancak pemanen mudah dan pemanen tidak selalu sering berpindah. *erugian < 6enyulitkan transport TB" karena buah tidak terkonsolidasi pada satu hamparan tetapi terdapat di banyak jalan B tempat akibat kemampuan pemanen cenderung sangat berbeda kemungkinan jalan rusak tinggi karena sering dilalui kendaraan secara hilir mudik. A. 'alam melakukan panen maka si pemenen diberikan pengarahan untuk pemotongan pelepah dengan suatu ketentuan dan juga standart untuk pemanen yaitu< Tanaman muda < dua pelepah dibawah tandan harus tinggal (songgo dua ) Tanaman tua < satu pelepah dibawah tandan harus tinggal (songgo satu) :. 'alam pelaksanaan panen yang dilakukan akan terlihat kondisi pelepah 4 pelepah yang rusak dan untuk itu tindakan yang dilakukan adalah<
3

Pelepah rusak )sengkleh karena panen harus dibuang dari pohon . Pelepah rusak )sengkleh karena pelepah layu secara alami dibuang pada waktu dilakukan penunasan. 7. Pelaksanaan Panen Pusingan panen dijaga antara ?!; hari disesuaikan dengan kondisi buah sehingga 9 brondol terhadap janjang ? 458 9. %al ini perlu guna menjaga mutu $P@ yang dihasilkan yang terbaik dengan rendemen tertinggi B FFA terendah serta keseimbangan biaya terjaga sehingga jangan terlalu banyak waktu untuk mengutip brondolan di piringan. Buah harus diletakkan oleh pemanen di TP% secara beraturan pada tempat yang telah ditentukan (TP% yang bernomor). .nter&al TP% adalah setiap tiga pasar rintis adalah satu TP% (3<5) Pemanen dalam setiap hari harus diusahakan terkonsentrasi jangan terpencar! pencar dari satu mandoran dengan mandoran lainnya dan juga arah majunya dari satu kap&elt ke kap&elt lainnya diusahakan menurut atau melawan putaran jarum jam kedua aspek ini perlu dalam rangka e(isiensi transport. 6enghindari adanya potongan 4potangan ancak panen di satu mondoran artinya di usahakan agar satu kad&elt selesai di potong dalam satu hari . "esudah selesai dipotong satu pasar rintis pemanen harus langsung mengeluarkan buah ke TP%. %al ini agar transport buah sudah dapat dimulai paling lambat pkl. 8;.38 setiap hari oleh karena itu krani panen harus secepatnya memeriksa dan menerima buah dengan pemberian tanda pemeriksaan. Tidak dibenarkan kendaraan menunggu krani transport tetapi krani transport yang menunggu kendaraan . +ealisasi tonase buah yang dipotong setiap hari harus hampir sama dengan tonase taksasi buah yang dibuat kemarin sorenya dengan cara mandor harus terlebih dahulu melaksanakan sensus produksi harian hal ini diperlukan untuk tepatnya pengaturan B penentuan jumlah pemanen kendaraan yang akan disediakan. Panen buah hari minggu sebaiknya dihindari untuk memberikan kesempatan waktu untuk perbaikan alat 4alat transport buah dan kesempatan istirahat kepada para pemanen sopir dan kernet. "etelah diketahui sistim panen yang akan dilakukan maka dilakukan cara panen yang baik dengan penerapan disiplin panen yaitu< 5. TB" yang matang wajib panen < a Tidak ada buah mentah yang dipanen b Tidak ada buah matang yang tertinggal di pohon piringan dan gawangan c Buah diangkut ke TP% dan disusun rapi d Tidak menyusun janjang busuk ) kosong di TP% sehingga terbawa ke P*" 1. Potong pelepah harus dilakukan dengan cara mepet ke pokok dan membentuk tapak kuda miring keluar. 3. Pelepah yang sudah dipotong disusun rapi menyebar di gawangan mati dan diantara pohon tidak boleh mengganggu jalan rintis dan piringan dan susunannya berbentuk L. A. Tangkai tandan dipotong mepet didalam blok dengan membentuk huru( ,. :. TB" dan brondolan yang telah dikutib diangkut dan disusun rapi antara : atau 58 buah per baris di TP% yang telah ditentukan dengan mecantumkan nomor pemanen jumlah janjang dan nomor pembrondol. 7. =ntuk meningkatkan mutu maka brondolan di beri alas (goni e2 pupuk)
A

?. 'iusahakan seminimal mungkin pelukaan buah pada waktu memotong buah membawa ke TP% mengangkut ke truk serta buah tidak kotor karena bercampur tanah pasir atau sampah begitu pula dengan brondolan karena hal tersebut akan mempengaruhi kenaikan FFA B. KRITERIA ( MUTU PANEN

*riteria matang panen ditentukan pada saat kandungan minyak maksimal dalam daging buah dan kandungan asam lemak bebas serendah mungkin dan yang umum dipergunakan sekarang adalah apabila dari tandan telah terdapat 1 brondolan telah lepas secara alami per kg tandan yang dipanen (contoh< tandan berat 5: kg telah membrondol 38 butir). 'engan kriteria ini akan diperoleh TB" yang kematangan paling optimal yaitu (raksi 1 dan 3 dengan rendemen 13 4 1A 9. Tingkat kematangan tandan ini ditentukan oleh derajat kematangan buah yang dikenal dengan (raksi tandan yaitu persentase buah luar yang membrondol dengan kriteria sebagai berikut < Fraksi *ematangan 8 5 1!3 A : Cumlah brondolan yang lepas ) tandan Brondolan lepas D 3 per tandan buah warna hitam 'iantara 3 per tandan s)d D standart minimum Antara 1 butir s)d :8 9 brondol lepas dari tandan 6embrondol E :8 9 dari total brondol di tandan Brondol tersebar s)d tidak ada sama sekali di tandan 'erajat 6entah *urang 6atang 6atang Lewat 6atang Canjang *osong

=ntuk memperoleh mutu panen yang baik diperlukan perhatian hal!hal sebagai berikut< a b c d e ( g h i Berat TB" yang di panen minimal 3 kg per tandan Pemotongan buah dapat dilakukan bila di piringan telah dijumpai 1 butir brondolan untuk setiap kg TB" yang lepas secara alami Brondolan yang terdapat dipiringan dan ketiak daun pelepah harus dikutip dan diangkut ke TP%. 0agang ) tangkai buah yang tertinggal ditandan dipotong sependek mungkin untuk TB" yang beratnya dibawah 5: kg dan dipotong berbentuk (,)) mulut kodok untuk tandan yang beratnya E 5: kg. Tandan Buah "egar (TB" ) yang terdapat di Tempat Pengumpulan %asil (TP%) harus matang panen dan buah mentah tidak boleh ada . 'i Tempat Pengumpulan %asil (TP%) tidak diperkenankan adanya janjang kosong. Tandan Buah "egar (TB") yang dipanen hari itu juga dalam waktu 1A jam harus diangkut ke P*" dan tidak diperkenankan bermalam di TP% (+estan). Buah dan brondolan yang dikirim ke P*" harus bersih dan tidak bercampur dengan pasir serta sampah lainnya. =ntuk brondol lepas disusun disamping TB" yang harus dilapisi dengan karung goni e2 pupuk yang telah dibelah .

'alam proses pengiriman TB" dari kebun ke pabrik dipandang perlu mengadakan pemeriksaan mutu TB" yang diterima di P*" dengan cara penggolongan buah berdasarkan tingkat kematangan sesuai standart (raksi yang telah ditentukan perusahaan langkah ini dilakukan agar dapat mewujudkan perolehan kwantitas dan kwalitas minyak yang dihasilkan sebagai acuan )data awal guna
:

pengambilan langkah perbaikan yang diperlukan oleh kebun dan pabrik apabila ditemukan penyimpangan dari standart kematangan buah minimum yang telah ditentukan oleh perusahaan. =ntuk perkebunan "inar 6as "tandart 6utu Panen yang ditentukan sebagai berikut< 1. Kema"angan %an ) Ber&n%&lan le$as G&l&gan Buah 6entah Buah *uran 6atang Buah 6atang (6emuaskan) Buah Terlalu 6atang Buah Canjang *osong T&"al B a# N&mal Pathenocarpy Buah keras (%ard Bunch) T&"al B a# A!n&rmal Gran% T&"al Brondolan lepas '. Ker sakan Aki!a" Digigi" Tik s Ka"eg&ri Tidak +usak *erusakan +ingan *erusakan Berat T&"al /. PEN0EBARAN PANEN Targe" ) 89 6a2 :9 6in ;:9 6a2 :9 6a2 59 Min *+) 6a2 59 6a2 39 Ma, -) 1.. ?!51 9 Targe" 6in F: 9 6a2 : 9 8 1..

6enghitung penyebaran panen pada tanaman kelapa sawit merupakan salah satu pekerjaan sehari 4 hari (rutin) yang dikerjakan sehari sebelum panen dilaksanakan. Pemeriksaan ini sangat sederhana yaitu menghitung penyebaran pokok yang tandannya sudah dapat panen besoknya menurut kreteria yang telah ditentukan. 6isalnya diperoleh angka 3 maka ini berati dari setiap hektar yang berisi 5A3 pokok akan dapat dipanen atau dikunjungi 5A3 ) 3 > A; pokok)%a. 6akin rendah angka penyebaran panen berarti makin banyak pokok yang akan dapat dipanen. Cika rata! rata berat tandan dari blok tersebut diketahui atau dapat ditaksir beratnya dan perbandingan jumlah tandan terhadap pokok yang akan dipanen dapat ditaksir (indeks panen tandan) dengan cara perhitungan antar jumlah tandan panen terhadap pokok panen maka dengan mudah akan dapat ditaksir berapa ton tandan yang akan diperoleh. 'engan demikian akan dapat ditaksir berapa jumlah pemanen yang diperlukan dan jumlah truck yang dibutuhkan untuk pengangkutan. 'ibawah ini akan diuraikan metoda kerja yang dilakukan pada tanaman muda guna mengetahui kisaran angka penyebaran panen dengan system panen sekali seminggu (7)?) indeks panen tanda pada perkembangan rata 4rata berat tandan . 'emikian juga dengan iklim (luktuasi produksi bulanan (9 penyebaran panen bulanan).
7

1.Pe%&man %an 1ara $er#i" ngan "an%an ! a# ma"ang 'ilaksanakan secara harian yang diperlukan guna pengaturan tenaga panen dan permintaan jumlah kendaraan untuk angkut TB" serta pengaturan pengolahan di pabrik. Langkah 4langkah yang dilakukan sebagai berikut< a 'ibutuhkan sample minimal 1 ancak pemanen per mandoran yang diharapkan telah mewakili seluruh ancak yang dipanen pada keesokan harinya. b Pemeriksaan ) pencatatan dilaksanakan terhadap buah yang dapat dipanen sesuai kriteria panen (raksi 1 3 dan A serta menghitung jumlah pokok yang dapat dipanen jumlah pokok yang menjadi sampel . c Pemeriksaan dilaksanakan oleh masing 4masing mandor pada siang hari manjelang usai panen pada hari itu tanpa ada penambahan tenaga khusus dan mencatat pada (orm yang disediakan yakni jumlah tandan masak jumlah pokok dapat dipanen dan jumlah pokok sampel yang diperiksa. d 'ari data yang terkumpul akan dapat dihitung GAngka *erapatan PanenH guna dasar perhitungan taksasi panen pada keesokan harinya dengan rumus berikut< AKP 2 3 mla# Tan%an B a# 4 3 mla# P&k&k Sam$el 'ari A*P dan data lain seperti luas ancak panen jumlah pokok keseluruhan rencana panen dapat diketahui taksasi produksi dengan contoh berikut< 6isalI pokok periksa ?5: pokok dengan jumlah tandan masak 1A8 buah luas panen 518 %a dengan rata 4rata populasi 5A3 pkk)%a dengan berat tadan rata 4rata 5; kg )tandan maka taksasi produksi untuk keesokan harinya adalah< 518 %a 2 5A3 pkk) %a 2 1A8 tandan 2 5; kg > 583.7;8 kg. ?5: pkk '.Pe%&man %an /ara Per#i" ngan B nga Be"ina ( B a# Un" k Meramalkan Pr&% ksi =ntuk meramalkan produksi pada periode tertentu biasanya dilaksanakan 1 atau 3 kali setahun dan harus dilakukan serentak dalam waktu 5: hari sudah harus selesai untuk 1 kali setahun dilaksanakan pada bulan Cuni ) 'esember sementara untuk 3 kali dilaksanakan April )Agustus ) 'esember dengan cara berikut< a 'ibutuhkan sample sekitar : 9 dari jumlah luas areal T6 yang dapat mewakili seluruh ancak yang dipanen pada areal di&isi ) kebun dilaksanakan oleh team yang terdiri dari 1 orang satu orang menghitung )melihat keadaan buah dan yang lain mencatat kebutuhan tenaga tegantung kepada keadaan tanaman ketinggian dan tophography areal secara rata 4rata prestasinya 8 83! 8 8: %*) %a. b 'ari pokok yang akan dipanen tentukan sample dengan inter&al : baris misalnya kalau sample pertama dimulai baris ke 4: maka sensus berikutnya baris ke< 58 5: s)d baris terakir dari block yang diamati. Pada setiap pengamatan pada baris yang ditentukan catat umur buah 5 s)d 7 bulan dan juga hitung pokok yang dilalui atas pokok produkti( jantan dan pokok steril. c. 'ari hasil pencatatan atas sensus yang dibuat akan disusun penyusunan taksasi produksi sesuai jadwal sensus yang ditentukan sebelumnya<
?

d. Cadwal pelaksanaan sensus 3a%5al 85!5: April 85!5: Agustus 85!5: 'esember Es"imasi n" k B a# 6ei 4 Cuni 4 Culi !Agustus "ept! @kt ! /op 4 'esember. Can 4 Februari 46aret 4April

e. "esuai dengan angka 4angka yang didapatkan atas jumlah tandan berdasarkan umur TB" dan jumlah pokok yang di periksa dapat dihitung karapatan penen . 3 mla# Tan%an B a# 3 mla# $&k&k %i$anen /&n"&#< Tanaman tahun 5FF1 luas 1A: ha jumlah pokok 3:.888 pokok jumlah pokok yang dihitung 5?88 pokok dengan cadangan TB" umur : bulan< 1.8F5 tandan umur A bulan < 1.:88 tandan umur 3 bulan< 5.;88 tandan umur 1 bulan< 5.?:8 tandan. 6aka perkiraan produksi sebagai berikut < -stimasi Produksi bulan depan > 3:.888)5.?88 2 1.8F5 tandan > A3.8:8 tandan 2 5; kg (BC+) > ??A.F88 kg

"emua catatan hasil perhitungan buah supaya disimpan sebaik 4baiknya di kantor di&isi yang sewaktu 4waktu dapat diteliti oleh semua petugas yang memerlukan . 6.Penen" an Ren1ana Taksasi Pr&% ksi =ntuk menentukan taksasi produksi baik per di&isi maupun per kebun pertahun tanam didasarkan atas hal! hal sebagai brikut< a b c d e Cumlah in&entaris pokok Perbandingan realisasi potensi produksi (kg )%a) Thn tanam) selama 3 tahun yang lalu dan produksi s)d semester 4 . tahun berjalan . Perbandingan trend produksi selama : tahun atau paling sedikit selama 1 tahun . Perbandingan realisasi produksi dengan jumlah produksi menurut perhitungan bunga 3 tahun lalu dan produksi semester 4 . tahun berjalan. 6emperhitungkan tanaman 4tanaman yang bakal menaik ) turun produksinya sesuai dengan pertambahan umur tanaman

-.Pengenalan Tan%an B a# Sa5i" Ses ai Um r =mur setelah *eadaan )Bunga "eludang Tandan buah Terbuka 5.Bulan Buah kecil berbentuk pada tandan 1.Bulan Tandan 6uda 3.Bulan A. Bulan :. Bulan Tandan *uning Tandan 6entah Tanda 6asak Buah mem Brondol 'aging $angkang putih kehi jauan lunak dan bercair Putih ke %ijauan *uning ke %ijauan *uning ke 6erahan 6erah *e! kuningan 6erah Putih lem but. Putih agak *eras . $oklat 6uda keras $oklat *eras. $oklet tua keras %itam keras .nti Berupa $airan -mbryo Belum terlihat

seperti Belum terlihat. Agar!agar. 6engera Putih *eras. Putih *eras . Putih keras Titip putih. /ormal 3.: mm. /ormal 3.: mm /omal 1.3.: mm.

Ta!el 1. Per#i" ngan "an%an ses ai k&n%isi ! a# Baris 7 1. 17 '. '7 6. 67 -. -7 7. P&k&k N& .7 k&n%isi 1'6-7 3l# P&k&k N&.1. K&n%isi 1 ' 6 - 7 3l# P&k&k N& 17 K&n%isi 1'6-7 3 mla# 3l#

Ta!el ' Reka$i" lasi $er#i" ngan "an%an


F

T#n
Bl&k

L as
Tanam

8l#
9Ha:

Pengamaa" an
P&k&k P&k&k ' 6 B8r

Es"imasi Pr&% ksi


+ ; * 1.
3AN 11 -,*,1. MAR 1' -,;,1. APRIL 16 -,=,1. TOTAL 1-,+,1. TOTAL 11<1'<16<1-

'

Di>isi ?@@@@4@@@..'..7 Assis"en 9@@@@@@@@@@@@..:

58

D.

PELAKSANAAN PANEN

=ntuk memastikan dan menjaga agar panen dapat terlaksana dengan baik perlu diatur ancak ) ka&eld panen yang disesuaikan dengan tingkat pusingan dan rotasi yang ditentukan. Penga" ran an1ak $anen

Pembagian ancak panen diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pengawasan pekerjaan panen dan pengangkutan hasil dimana areal panen masing 4masing di&isi harus terbagi menjadi 7 ancak yang disesuaikan dengan konsep pusingan 7)? dengan pengertian< semua areal panen di&isi dapat terpanen secara keseluruhan dari senin s)d sabtu dan pada hari minggu sebagai hari istirahat. =ntuk itu -state 6anager harus dapat memastikan dan mempertahankan setiap areal dapat di panen A kali per bulan pada waktu mendekati buah puncak harus diambil tindakan untuk mempercepat rotasi dibawah ? hari . Di%alam $elaksanaan $anen "er%a$a" sAs"emB Ancak panen tetap dimana setiap pemanen melaksanakan panen areal yang tetap)tertetu dikerjakan secara rutin dan pemanen harus bertanggung jawab menyelesaikan sesuai luas yang ditentukan setiap hari tanpa ada yang ketinggalan. Ancak giring pembagian luas panen disesuaikan dengan kemampuan masing 4masing pemanen dilaksanakan setiap hari pengaturan oleh mandor panen secara berurutan guna memastikan semua areal panen pada hari itu sudah terancak secara penuh. Pembagian areal setiap harinya selalu berubah disesuaikan dengan kerapatan panen dan kehadiran para pemanen misalnya pembagian ancak setiap pemenen 5! A baris dan dapat ditambah kembali setelah ancak pertama dapat diselesaikan. Penentuan system ancak panen disesuaikan dengan kondisi kesulitan areal dan harus mendapat persetujuan sebelumnya dari -state 6anager.

1. Pem!agian An1ak %engan Ker!a %an Tan$a Ker!a a Pem!agian An1ak %engan Ker!a Tahap . Cam 8?.88!8F.88JJJJJ..Panen TB" ( kerbau makan) Cam 8F.88!58.88JJJJJ..*erbau angkut TB" ke TP% Tahap .. Cam 58.88!51.88 JJJJJJ.. Panen TB" (kerbau berendam diair ) makan ) Cam 51.88!51.38 JJJJJJ..Pemanen .stirahat (6akan "iang ) Cam 51.38!5A.88JJJJJJ..*erbau angkut TB" ke TP%. Penga" ran 5ak" %ia"as !er" 8 an n" kB 6emberikan waktu istirahat yang cukup bagi kerbau Pada jam 58.88 pagi TB" sudah dapat segera dikrim ke P*"

55

Pelaksanaan $anen "etiap pemanen mendapat luas ancak seluas : ha sekali panen Pagi sebelum melakukan potong buah pemanen mengikat kerbaunya dekat lokasi panennya dipilih tempat banyak rumputnya. Pemanen potong buah dan TB" diletakkan di piringan sebelah pasar pikul brondolan dikutip dan di letakkan didekat TB". "etelah dipanen kerbau menarik gerobak kayu dan memuat TB" dan brondolan di piringan. 'aya muat gerobak kurang lebih A88 kg sekali angkut ke TP%. A%a$ n sAara"CsAara" ker!a se!agi !erik "B Cantan lebih baik digunakan dari pada betina =mur 1!1 : tahun Badan besar Tidak cacat Leher besar dan punggung rata *aki depan lebih pendek dari kaki belakang Bila berjalan kaki belakang tidak bersinggungan Pangkal kaki besar. !.Pem!agian An1ak "an$a Ker!a Areal panen dalam satu di&isi dibagi enam dengan luas yang relati( sama pembagian ancak disesuaikan dengan kondisi )luas areal dan organisasi panen. "etiap ancak diatur sedemikian rupa sebagai rantai yang berhubung!hubungan untuk memudahkan pengawasan mengetahui ancak yang tidak selesai dipanen dan pengangkutan hasil. '.Tem$a" Peng m$ lan Hasil 9TPH : 6erupakan suatu tempat yang disediakan bagi pemanen untuk mengumpulkan TB" dan brondolan. TB" dan brondolan disusun berjajar dengan rapi untuk memudahkan penghitungan dan pengangkutan. =kuran TP% 1 2 3 m pada setiap 7 baris (3 pasar pikul) di sepanjang jalan produksi )collection road. TP% harus selalu dalam konsisi bersih agar TB" dan brondolan tidak tercampur tanah dan sampah. 6.P singan Panen Pusingan panen disesuaikan dengan penyebaran tandan buah yang akan dipetik jam kerja atau kebutuhan bahan olah pabrik. Pada waktu panen rendah sedang dan puncak pusingan panen masing 4masing adalah :)? dan 7)? sejak dengan pusingan tersebut maka ancak panen dibagi menjadi : dan 7 bagian. Banyaknya TB" yang dipanen dari setiap ancak perhari hendaknya tidak berbeda jauh untuk itu pengelola kebun harus dapat memastikan setiap areal panen harus dapat di panen minimal A kali perbulan . Pusingan panen (potong buah) erat sekali kaitannya dengan kecepatan kematangan buah. Perubahan kematangan buah akan menimbulkan perubahan terhadap pusingan panen. Pada panen tahun pertama pusingan panen F!58 hari kemudian pada panen tahun kedua dan seterusnya pusingan panen ? hari .

51

-. Perala"an Panen %an T nas Ala" Dala" $anen Aang laEim %ig nakan %i ke! n kela$a sa5i" an"ara lain se!agai !erik "B Tanaman m r F ; Ta# n 'odos disesuaikan dengan umur tanaman pada tanaman tahun pertama s)d usia : tahun lebar mata ; 451 : cm untuk tanaman lebih tua dengan dodos lebar mata 5A cm peralatan panen pendukung seperti kampak gancu batu asah dan angkong. Tanaman m r G; "a# n. Tanaman dengan umur lebih dari ; tahun. "udah harus menggunakan -grek sedangkan pemakaian galah bambu biasanya untuk tanaman remaja dengan tingggi kurang dari 7 meter sementara 0alah Alluminium untuk tanaman tinggi lebih dari 7 meter.

Alat 4alat lainnya yang diperlukan untuk mengangkut TB" dari dalam ke TP% disediakan disesuaikan kebutuhannya seperti alat pikul keranjang atau goni pukul kereta sorong )angkong kerbau )kereta yang dapat dikembangkan sesuai dengan keadaan lapangan. =ntuk peralatan pengutipan brondolan harus disediakan gancu kecil)cokeran pada tanaman muda (D: tahun) guna mengorek brondolan yang terangkut di ketiak pelepah ember yang seragam dan karung yang dibelah sebagai alat lapis berondolan di TP% sbb< =ntuk detailnya peralatan panen yang selalu digunakan pada pekerjaan panen sebagai berkut< 'odos kecil (lebar mata ; 451 : cm) 'igunakan pada tanaman umur 3 4 : tahun (panen tahun pertama ) 'odos besar (lebar mata 5A cm) 'igunakan pada tanaman umur :! ; tahun (tinggi D A m ) -grek 'igunakan pada tanaman umur E ; tahun (tinggi E A m) Bambu )galah egrek Bambu digunakan untuk tanaman dengan tinggi ma2 7 m 0alah Alluminium digunakan untuk tanaman dengan tinggi E 7 m Tali karet ban dalam "ebagai pengikat pisau egrek dan sambung galah. *ampak 'igunakan untuk memotong tangkai buah dan pelepah 0ancu 6emuat TB" ke angkong Angkong 6elangsir TB" dari pokok ke TP% 0erobak kerbau 6elangsir TB" dari pokok ke TP% (*apasitas 3:8!:88 kg) -mber brondolan Tempat takaran brondolan yakni ember anti pecah 11 liter ( ? kg ) ember)

53

7. Mem&"&ng B a# Me"&%e ( /ara Panen Panen harus diorganisasi sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok akan menjadi kelompok yang kompak baik untuk memudahkan pengawasan maupun untuk e((esiensi pengangkutan TB". D&%&s a"a egrek "ampai dengan pohon ketinggian 1.: m di atas tanah panen harus dilakukan dengan memakai dodos. Bilamana janjang sudah berada diatas 1.: m diatas tanah maka digunakan egrek .

Pem! angan $ele$a# %a n $a%a 5ak" $anen "ebelum buah terendah mancapai ketinggian F8 cm dari permukaan tanah harus dihindarkan pembuangan pelepah pada waktu panen. "elama pohon masih dipanen dengan dodos dengan ketinggian diatas F8 cm harus diupayakan melakukan panen tanpa memotong) membuang pelepah. 'alam hal tidak dapat dihindarkan pemotongan pelepah pada tanaman muda harus seminimum mungkin dengan prinsip harus mempertahankan jumlah 1 pelepah yang menyangga buah terendah (songgo 1) dan satu pelepah (songgo 5) dibawah janjang terendah pada areal tanaman yang lebih tua dengan panen mengunakan egrek. Pelepah yang diturunkan harus dipotong mepet (tapak kuda keluar) tidak boleh sengkleh atau tergantung. %asil potongan pelepah disusun di gawangan mati dan tidak boleh menutupi piringan pasar pikul dan parit. Pada areal bergelombang B berbukit diupayakan penyusunan pelepah searah countur dengan tujuan menahan erosi. Pele$a# %a n Aang r sak se!agian Bilamana suatu pelepah ternyata terpotong sebagian pada waktu operasi panen maka pemanen harus membuangnya dan menyusun pelepah sebagaiamana merstinya. Pada pohon sawit yang memiliki pelepah muda dan layu (sengkleh) maka pelepah tesebut tidak perlu dipotong kecuali telah kering dan mati. /ara Panen TB" yang dipanen adalah yang telah memenuhi persyaratan kriteria matang panen yaitu 1 butir brondolan lepas per kg TB". 'alam suatu keadaan tertentu apabila tampak bahwa sudah membrondol tetapi di piringan tidak dijumpai brondolan tandan tersebut dijolok dengan punggung egrek dan apabila brondolan mudah jatuh maka tandan tersebut harus dipotong. Peng m$ lan TBS %i TPH Buah yang telah selesai dipotong diletakkan dipiringan mengarah ke pasar pikul. "ebelum diangkat gagang panjang harus di potong berbentuk , maksimal panjang 1 : cm untuk TB" yang di panen dengan egrek sementara TB" yang dipanen dengan dodos tangkai dipotong semepet mungkin ke pangkal TB". Buah disusun rapi di TP% secara berbaris : atau 58 buah dengan gagang ke atas dan brondolan tertumpuk sesuai takaran beralaskan goni eks pupuk terpisah dengan tandan.
5A

S s nan TBS %i TPH Pengangkutan menggunakan crane TB" harus disusun di TP% secara melingkar dan bertingkat sejumlah 18!1A janjang dengan ketinggian sebannyak 3 lapis susunan bawah 58 janjang tengah ; janjang dan 7 janjang pada lapisan atas. Brondolan harus ditumpukkan di dalam goni guna memudahkan pengangkutan ke dalam kotak Prestasi dari unit kendaraan yang menggunakan crane tergantung jarak ke pabrik secara rata!rata seperti berikut< 6engunakan $rane !/et sekitar 3: Ton . 6engunakan $rane 4$rapple sekitar A8 Ton +.Penga5asan %an Pemeriksaan Panen 6anagement harus menentukan bahwa telah terdapat system pengawasan panen yang memadai di lapangan dan pemeriksaan yang cukup untuk pencatatan janjang yang terletak di Tempat Pengumpulan %asil (TP%) Penga5asan $anen %i la$angan =ntuk mencapai tingkat pengawasan yang e(ekti( biasanya satu orang mandor mengawasi 18!38 pekerja yang bersangkutan mengawasi sekaligus pekerja panen dan pengutip brondolan. 6aka harus memastikan bahwa semua ancak panen pada mandoran yang dialokasikan kepadanya telah dapat dilaksanakan kegiatan panen dan pengutip brondol secara penuh dipanen pada tingkat standart yang memuaskan termasuk penumpukkan yang benar terhadap semua pelepah yanng dipotong dan pengangkutan semua hasil pada TP% Beberapa saat sebelum panen usai pada setiap hari dilaksanakan pemeriksaan pasca panen yang disebut speksi panen detail pekerjaan ini dilaksanakan secara rutin terhadap minimum 1 orang pemanen oleh 6andor Panen 6andor . dan Assisten yang meliputi pengecekan terhadap buah matang tidak dipanen (buah tinggal) brondolan tidak dikutip kesalahan terhadap pemotongan pelepah hasil pemeriksaan di tuangkan dalam bentuk laporan inspeksi seperti bentuk (ormulir terlampir. Penga5asan %i Tem$a" Peng m$ lan Hasil =ntuk setiap satu mandoran panen ditugaskan satu orang krani produksi yang bertugas untuk menghitung dan mencatat buah dan melakukan penimbangan brondolan secara acak di TP% guna memastikan tumpukan brondolan sudah benar. *rani produksi juga mencatat dan melaporkan bentuk kesalahn panen yang terindenti(ikasi di TP% seperti buah mentah gagang panjang guna tidak lanjut denda dan pembinaan kepada pekerja yang melakukannya. "elanjutnya krani produksi berkewajiban memisahkan janjang kosong dan mengupayakan mangecek sisa brondolan yang masih ada di tandan sebelum dibuang di gawangan mati "ecara rutin setiap hari kerja pengawasan dan pemeriksaan panen dilaksanakan oleh Askep Asisten 6andor . dan 6andor Panen. "ecara berkala dilaksanakan oleh pimpinan kebun.
5:

Asisten dan 6andor . setiap hari kerja memeriksa pemanen secara random yang meliputi pemeriksaan pasca panen dan pemeriksaan hasil panen di TP%. 6andor Panen akti( mengawasi pekerjaan potong buah dan memastikan semua buah matang dapat dipanen semua brondolan dapat dikutip semua dan diangkut ke TP% *rani panen menghitung setiap janjang dan brondolan di TP% memeriksa mutu dan standar tumpukan ? kg ) tumpuk. Buah dan brondol dicatat di buku penerimaan buah Pemeriksaan $as1a $anen 6erupakan pekerjaan rutin dari Asisten bersama dengan 6andor . dan 6andor Panen yakni melaksanakan speksi panen detail. "peksi panen detail adalah pemeriksaan pada ancak yang sudah dipanen pada hari panen yang meliputi pengecekan terhadap buah tinggal (buah matang tidak dipanen) brondolan tinggal (brondolan tidak dikutip) dan susunan pelepah. Apabila dijumpai buah tinggal dan brondolan tinggal maka pemanen serta pembrondol dipanggil dan wajib memotong dan mengutip ulang. Buah dan brondolan tinggal tersebut dihitung untuk menentukan denda kepada pemanen dan pembrondol. =. Pemeriksaan Panen 4 Ins$eksi %an #al D#al Aang %i$eriksa

%al!hal yang diperiksa di ancak ) kad&eld Adanya buah matang dipokok tidak di panen (buah tinggal) Adanya buah mentah yang dipotong tetapi disembunyikan disekitar gawangan. Adanya brondolan yang ketinggalan disekitar piringan pasar pikul gawangan dan diketiak pelepah . "usunan pelepah yang tidak teratur di gawangan mati yang telah ditentukan . a. Di Tem$a" Penerimaan Hasil Cumlah persentase buah mentah "usunan tandan Panjang gagang tandan Cumlah persentase brondolan . Ins$eksi Panen a. Pelaksanaan &le# Man%&r $anen ? Man%&r I %an Asis"en . "etiap hari dengan cara bergantian setiap mandoran sesuai rencana yang telah dibuat sehingga merata untuk semua mandoran panen . 'ilakukan minimal dua pemanen per mandoran dan :8 pokok dipanen tiap pemanen %asil speksi harian dicatat dalam (orm speksi panen dan dipara( oleh mandor panen mandor . dan asisten yang selanjutnya dapat dijadikan dasar pemberian sanksi kepada pemanen mandor panen dan mandor .. Askep dan pimpinan kebun harus melaksanakan speksi minimal sebulan sekali permandoran per di&isi.

57

!. /&n"&# la$&ran Ins$eksi Panen Kela$a Sa5i" *ebun < JJJJJJJ 'i&isi Pemanen
THN TANAM BLOK JAM JLH POHON "N#P$K#"

< JJJJ. < JJJJ.

Tanggal < JJJJJJJ


JABATAN Diperiksa : Mandor 1 1. .. ( ( Asis!en 2. .. ( ( Askep ( ( Mana%er ( ( PARAF

J&' po'on (% dipanen !dk dik)!ip *rondo&an J&' ++% (% &a(ak dipanen !dk dipanen J&' *)a' ,en!a' (an% dipanen J&' *)a' den%an !an%kai pan+an% J&' p'n d%n pe&epa' !dk dipo!on%-s)s)n d%n *aik Diperiksa Diperiksa Diperiksa

*. Nilai kesala#an 4Hinal"A n" k $emanen Pene"a$an %en%a "er#a%a$ kesala#an " kang $anen !er" 8 anB 6eningkatkan disiplin kerja 6enaikkan moral tukang panen karena adil 6eningkatkan mutu dan rendemen minyak 6engacu pada peningkatan out put ) produkti&itas pemanen . Den%a "er#a%a$ kesala#an $emanen 3enis Kesala#an 5. 6emotong buah mentah tiap 5 janjang 1.. Tidak memotong buah yang masak atau meninggalkan buah yang telah dipotong Den%a %alam R $ia# G&l . ( II A88 A88 G&l I s4% I 5888 5888
5?

diancaknya tiap 5 janjang 3. 6enyusun buah tidak teratur ) TP% A. 0agang terlalu panjang tiap 5 janjang :. "alah memeotong pelepah ) pelepah gantung )menyusun pelepah tidak pada tempat yang telah ditentukan tiap 5 pohon Den%a kesala#an $eng "i$ !r&n%&lan

188 188 188

A88 A88 A88

3enis Kesala#an Den%a %alam R $ia# 5.Tidak bersih mengutip atau meningglkan brondolan 5888 dipiringan atau tempat lain diancaknya per hari 1. Brondolan tidak bersih campur pasir brondolan kering A88 sampah dan lain 4lain per hari 3. 6eletakkan brondolan tidak dialasi goni di TP% perhari A88

1.. Nilai Kesala#an 4 Jinal"A n" k Man%&r Panen %an Man%&r I *esalahan 4 kesalahan yang terjadi dalam setiap pekerjaan panen kutip brondol dan transport TB" maka kepada super&isi yang bersangkutan dikenakan denda sebesar A 9 setiap hari dari jumlah premi sebulan yaitu Man%&rB 5. 6embiarkan buah masak tidak dipanen tanpa ditindak 1. 6embiarkan pemanen memotong buah mentah tanpa ditindak 3. 6embiarkan pelepah tidak disusun dengan baik dan pelepah gantung)sengkleh. A. 6embiarkan brondolan tidak dikutip dengan bersih di piringan dan pasar pikul

Krani 5. 6enerima buah mentah tanpa ditindak . 1. Tidak menindak pemanen yang meletakkan buah di luar TP% atau brondolan tanpa dialasi goni di TP% 3. Tidak menindak pemanen yang memotong buah dengan gagang terlalu panjang A. 6anipulasi data penerimaan buah)brondolan oleh krani dapat diberikan sanksi P%* sepihak :. *husus krani transport tidak menindak atau melaporkan kesalahan atau ketidakakuratan jumlah TB" ) brondolan di TP% dan kelancaran trasport. Man%&r I < Tidak menindak dan memonitor kesalahan yang dilakukan Pemanen ) Pengutip brondol maupun Pengawas (6andor ) *rani) 11.PELAKSANAAN PREMI PANEN
5;

=ntuk meningkatkan produkti&itas kwantitas dan kwalitas TB" yang di panen oleh pemanen maka perlu dilakukan penetapan system premi panen seperti berikut< 1.1.1.DaH"ar $er#i" ngan %an $em!aAaran $remi n" k $emanen .
.o& Kondisi
Tin%%i Pokok Me!er Basis Pre,i Pre,i Basis ++% Rp Pre,i Le*i' Basis B+r B+r 01 12 k% 2 12 k% (Rp -J+% (Rp -J+% B+r 212013 k% (Rp -J+% B+r 022 k% (Rp- J+% B+r 222 k% (Rp -J+% J&' J+% " Rp - HK J&' J+% Pre,i "nsen!i/ "" Rp - HK

" " "" "" """ """ "= "= = = =" =" 4

D B D B D B D B D B D B

214 214 7 :14 7 :14 3<7 3<7 5<3 5<3 9<5 9<5 09 09 4 PAN$N "

54 94 53 93 33 54 84 53 63 84 144 ;4 194

644 644 644 644 644 644 644 644 644 644 644 644 644

226 234 246 22; 149 12; 19;

29; 289

537 363 526 393 2;1 916 232 266 294 233

328 881 5;1 813 993 983 2;4 91;

11; 15;

83 33 64 84 ;4 74 144 ;4 124 114 244 174 244

2844 2844 2244 2244 1744 1744 1944 1944 1444 1444 1444 1444 1444

73 64 ;4 63 113 144 194 113 133 154 284 223

5244 5244 9344 9344 2;44 2;44 2144 2144 1844 1844 1844 1844

55.1.Perubahan kenaikan gologan harus dengan perlakuan sensus lapangan sebanyak : 9 dari golongan tersebut pada bulan 'esember yang akan dipergunakan untuk tahun berikutnya. Perubahan golongan baru diberlakukan apabila hasil sensusnya mencapai minimal :89 dari kriteria ketinggian pokok golongan diatasnya. 55.3 Berat janjang ditentukan setiap bulan dengan dasar hasil penimbangan P*" rata 4rata bulan berjalan untuk menentukan premi lebih dari 11 kg untuk bulan yang bersangkutan. 55.A 0olongan @ apabila selama 3 bulan berturut 4turut mempunyai berat tandan rata!rata : kg ke atas dapat naik golongan ,. 55.: =ntuk tanaman golongan @ pekerjaan panen sebagai berikut< Bulan pertama panen < Pemanen di bayar harian dengan dinas ? jam )hari Bulan ke dua < 'iberikan sistem premi ini dengan peraturan tambahan bahwa setiap A janjang kosong yang di bawa ke TP% di hitung 5 janjang untuk pembayarannya. Bulan ketiga < Canjang kosong tidak dihitung lagi 55.7.setiap ada perubahan pada butir55.5 s)d 55.A harus dilaporkan kepada +$ secara tertulis untuk mendapatkan iKin tertulis dari +$ . +$ kemudian membuat laporan ke ,PA. 11.= Peng "i$ Br&n%&lan "*= %arian Basis premi yang harus dicapai G&l&ngan Panen Kg Br&n%&lan 4 HK
5F

. II ICI Kele!i#an !asis %i!aAar se!agai !erik "B G&l&ngan Panen O II ICI

1.. 1'. 1+.

R$4 Kg Br&n%&lan 1+* 1'+ 11*

'an tidak ada lagi premi kerajinan basis) harian B r # Harian Le$as =ntuk tenaga B%L dibayar langsung sesuai harga yang tercantum dibawah ini dan tidak ada lagi premi kerjinan )harian .< G&l&ngan Panen I II ICI R$ 4 Kg Br&n%&lan 1+* 1'+ 11*

*ewajiban pengutip brondol a Brondolan harus dikutip bersih tidak ada yang tertinggal diketiak pelepah di piringan atau tempat lainnya dalam ancak . b Brondolan harus bersih tidak bercapur pasir sampah tanah tidak busuk)hitam )kering. c Brondolan harus diletakkan diatas goni di TP% atau pada net jaring khusus brondolan . 11.; Premi Man%&r %an Krani Besarnya premi panen unntuk masing!masing jabatan sebagai berikut < Man%&r I a. 5.: 2 rata ! rata premi 6andor Produksi atau b. 5 : 2 tata 4rata mandor panen L 8 : 2 rata 4rata premi pengutip brondol "*= L 8 85 2 totol pendapatan pengutip brondol B%L yag ada di di&isinya. Man%&r Pr&% ksi 5 : 2 +ata! rata premi pemanen L 5 : 2 rata 4rata premi pengutip brondol "*= L 8 8: 2 total pendapatan pengutip brondol B%L yang diawasinya. Man%&r $anen 5 : 2 rata 4rata premi pemanen yang diawasinya Man%&r !r&n%&l a. 5 : 2 rata 4rata premi pengutip brondol "*= dan atau b. 8 8: 2 total pendapatan pengutip brondol B%L yang diawasinya . Krani $r&% ksi 5 1: 2 rata 4rata premi pemanen L 5 2 rata 4rata premi pengutip brondol "*= L
18

8 5 2 rata 4rata pendapatan pengutip brondol B%L yang ada dimandorannya . Krani Panen 5 1: 2 rata 4rata pemanen yang ada dimandorannya . Krani !r&n%&l 5 2 rata 4rata premi pengutip brondo "*= yang ada dimanorannya dan atau 8 5 2 rata 4rata pendapatan pengutip brondol B%L yang ada dimandorannya . Krani Trans$&r" =ntuk setiap TB" yang diangkut ke P*" dibayar sebesar +p 1:8 per ton

11.* /ara Per#i" ngan !asis !&r&ngan Aang !erlainan B Ta# n Tanam 1*=* 1*;7 T&"al Basis !&r&ng -. 77 *7 Hasil Panen 6. 7. ;. A ) #asil $anen =7 *1 1++ B ) Basis !&r&ng -7 77 1.. / Basis !&r&ng Hasil 1; 6. -; D Premi 3an8ang 1' '. 6'

Per#i" ngannAa s!!B a. !. 1. %. 6.4-. ,1.. ) 7.477 , 1.. ) =741++ , 1..) *141++ , 1.. ) -7 ) , -. 38g 77 ) , 77 38g 6.38g D1; 38g 7.38g D 6. 88g 2 =7 ) 2 *1 ) 2 -7 ) 2 77 ) 2 1; 38g 2 6. 38g 21' 38g 2 '. 38g

E.

TRANSPORTASI BUAH KELAPA SAWIT

1. UMUM Tandan buah segar hasil pemanenan harus segera diangkut ke pabrik untuk diolah lebih lanjut. Pada buah yang tidak segera diolah maka kandungan asam lemak bebasnya akan meningkat. Pengangkutan yang dibutuhkan adalah pola angkut yang dapat memperpendek waktu antara panen
15

dengan pengolahan yang maksimum berjangka waktu 1A jam melalui dari panennya sampai kepada proses pengolahannya. Asam lemak bebas (ALB) atau FFA adalah derajat keasaman hasil produksi yang diperoleh dari kondisi TB" ) B+@/'@LA/ yang dikirim dari lapangan untuk diolah P*". %al ini terbentuk karena adanya kegiatan enKim lipase yang terkandung di dalam buah dan ber(ungsi memecah lemak ) minyak menjadi asam lemak dam gliserol. *erja enKim tersebut makin akti( bila struktur sel buah matang mengalami kerusakan. =ntuk itu pengangkutan TB" ke pabrik mempunyai peranan yang sangat penting. =ntuk mencegah hal ini maka prinsip panen tetap berpegang kepada standart panen dan mencegah tandan buah)brodolan bermalam (restan) di lapangan serta menjaga system pengangkutan yang tepat dan cepat ke P*". Pemilihan alat angkut yang tepat dapat membantu mengatasi masalah kerusakan buah selama pengangkutan sekaligus menjaga kecepatan pengangkutan buah ke pabrik. Ada beberapa alat angkut yang dapat digunakan untuk mengangkut TB" dari perkebunan ke pabrik yaitu truk traktor gandengan (trailer) atau lori. Pemilihan alat angkut yang digunakan tersebut dipengaruhi oleh beberapa (aktor terutama ketersediaan alat angkut dan kondisi jalan yang dilalui. '.TU3UAN %al 4hal penting yang perlu diperhatikan dalam menangani transportasi TB" sebagai berikut< '.1. Pengangkutan buah (TB" dan brondolan) dari lapangan ke pabrik harus segera dilakukan pada hari itu juga setelah buah dipanen. *etidaklancaran transport akan mambuat proses mutu yang tidak baik yang sekaligus berdampak kepada nilai jual hasil produksi. '.'. Operasi pengangkutan hendaknya selalu saling mendukung dengan operasi panen dan pengolahan karena si(at pengoperasiannya merupakan suatu segitiga (T+.A/0L-) hubungan yang bersi(at MM tiga dalam satu MM sub 4sistem yang mengarah kepada satu sistem induk yaitu objecti&e PA@ (Panen 4 Angkut 4 @lah). 6. MANAGEMENT TRANSPORT Pengangk "an TBS

Pengangkutan TB" yang telah dipetik ke P*" merupakan bagian dari rangkaian proses produksi minyak sawit. *elancaran pengangkutan TB" adalah penting karena TB" yang sudah dipetik ) dipanen harus segera dapat diolah guna mendapatkan mutu minyak sawit yang baik dan kandungan FFA nya rendah serta menjamin agar pabrik dapat beroperasi secara kontinu dimana TB" harus selalu dapat tersedia dalam jumlah yang cukup di pabrik. Pem a"an Se1ara Man al I%en"iHikasi TBS 0ang Sia$ %i M a" *rani produksi bertangung jawab untuk memastikan bahwa semua janjang yang sudah diperiksa dicatat dan siap untuk dimuat telah memiliki identi(ikasi yang cukup.
11

Penga5asan $em a"an TBS %i TPH Pemuatan buah dan brondolan di TP% diawasi oleh krani produksi yang bertugas dan bertanggung jawab memastikan TB" yang dimuat untuk dikirim ke P*" adalah TB" yang sudah diperiksa dan diberi tanda oleh krani produksi. Pemuatan TB" ke atas kendaraan dilaksanakan dan diangkut menggunakan tenaga manusia umumnya jumlahnya 1 orang per kendaraan. Pengangkutan TB" harus diangkat bersamaan dengan brondolan dan harus dipastikan semuanya dalam kondisi bersih tidak tercampur dengan kotoran seperti sampah tanah kerikil goni dan harus dihindarkan agar kegiatan bongkar muat tidak membuat luka pada TB" dan brondolan. =ntuk itu dilarang menggunakan alat seperti sekrap cangkul sebagai alat pengumpul brondolan untuk memuat ke truck. K&m nikasi "alah satu (aktor yang penting untuk menunjang kelancaran pengangkutan TB" adalah komunikasi antara petugas lapangan di&isi petugas trasportir dan petugas pabrik . Peman(aatan sarana 4sarana komunikasi yang e(ekti( akan sangat membantu kelancaran pengangkutan buah . Perlak an Kegia"an Trans$&r" 'alam kegiatan pengangkutan TB" memakai truck dikenal perlakuan sebagai berikut< Pengangk "an Tr k Ke! n Pengelolaan pengangkutan TB" B brondolan yang dilaksanakan dan diawasi dengan menggunakan truck!truck milik kebun . Pengangk "an &le# Pem!&r&ng Pelaksanaan pengangkutan TB" B brondolan dari lapangan ke P*" diikat dengan "yarat Perjanjian *erja ("P*) dengan pihak trasportir system pembayaran dilkksanakan dengan harga per kilogram TB" diangkut dari hasil penimbangan di P*". Pengangk "an D& !le Han%ling Pada areal yang sulit kerena jalan rusak tidak bisa dimasuki dan dijangkau oleh truck produksi pada daerah itu harus dilakukan pelangsiran dengan menggunakan tracktor kebun sampai jalan )tempat yang ditentukan dan dapat dijangkau oleh truck . Ke! " #an Tr 1k =ntuk penentukan kebutuhan truck pengangkut TB" didasarkan kepada perhitungan jumlah produksi bulanan yang dihitung dari produksi bulan pada panen puncak dan juga harus memperhitungkan prediksi kerusakan unit serta prestasi rata!rata satu unit truck setiap bulannya. Pengamanan Trans$&r" TBS Antisipasi pencurian B jatuhnya TB" di jalan raya khsus pengiriman TB" kebun yang tidak mempunyai pabrik dan mengharuskan melewati jalan raya diwajibkan setelah penimbangan di kebun truk dengan muatan TB" harus diberi jaring penutup yang dilengkapi dengan rantai keliling dan pada simpulnya diberi segel yang hanya dapat dibuka oleh petugas di pabrik . Pem a"an Se1ara Mekanis
13

0una mengurangi ketergantungan penyediaan tenaga tukang muat untuk angkut TB" dengan sulitnya mendapatkan tenaga manusia yang mau dan mampu dalam jumlah yang cukup secara berkesinambungan maka telah di pikirkan untuk menggunakan alat transportasi dengan menggunakan kendaraan ) truck yang dilengkapi dengan crane jaring atau crapple sehingga waktu dan tenaga kerja dapat lebih e(isien dan e(ekti(. Organisasi ker8a Truck yang dilengkapi crane manggunakan tenaga kerja seorang sopir dan satu orang kernet yang tugasnya supir sebagi pengemudi dan operator crane sementara kernet untuk mengaitkan net ke cantolan crane juga menuangkan brondolan ke dalam net atau ke dalam kotak bila menggunakan crapple. "emua produksi yang dipanen pada hari itu harus dapat diselesaikan pengangkutanya pada hari yang sama ke P*". *emacetan system angkut buah harian akan menyebabkan TB" restan ) bermalam dilapangan yang akan meningkatkan ALB) FFA dan dapat merusak mutu hasil olah pabrik serta menambah pengawasan terhadap hilangnya buah dari TP% maupun lapangan akibat restan. Beberapa hal penting agar pengangkutan dapat lebih maksimal dalam hubungannya dengan mutu olah antara lain< 6.1 Taksasi Angk " Program pengangkutan buah diatur berdasarkan taksasi panen harian yang dibuat pada hari sebelumnya sehingga jumlah kebutuhan kendaraan dan tenaga tukang muat buah dapat diatur sedemikian rupa untuk kelancaran pengangkutan buah . "elain hal diatas lokasi )ancak panen akan menjadi perhitungan tersendiri terhadap jarak angkut ke P*" yang akan berpengaruh terhadap jumlah trip pada masing!masing unit sehingga kebutuhan jumlah kendaraan dapat dialokasikan lebih maksimal. Cika terjadi buah restan di TP% maka pada esok harinya harus diupayakan mendahulukan pengangkutan buah restan artinya buah inap yang terlama baru kemudian dilanjutkan dengan pengangkutan buah yang baru dipanen pada hari tersebut. 6.'.K an"i"as Uni" Arma%a angkutan harus dalam jumlah yang cukup dan terawat terutama dalam menghadapi panen puncak ( peak crop). Pada bulan!bulan dimana panen rendah (low crop) semua kendaraan harus sudah selesai melakukan reparasi berat. 6.6. Persia$an %an K ali"as Uni" Semua kendaraan truk angkut buah ataupun traktor gandengan biasanya digunakan untuk mengangkut karyawan ke lapangan atau keperluan yang lain untuk itu sebelum digunakan kendaraan tersebut harus diperiksa dahulu kondisinya baik mesin maupun bak kendaraan dan diambil tindakan 4tindakan yang diperlukan sehingga pada saat digunakan tidak akan terjadi hambatan . *erusakan unit yang terjadi saat operasional akan berdampak terhadap kelambatan kirim TB" dan bahkan buah restan dilapangan. =ntuk daerah rawan pencurian pengangkutan harus didahulukan dan dilengkapi dengan petugas keamanan .
1A

6.-. A%minis"rasi Trans$&r"asi Angk " TBS %an Br&n%&lan %i Di>isi Pengangkutan TB" dan Brondolan di di&isi dilakukan oleh petugas khusus yang disebut krani buah. *rani di dalam operasionalnya bertanggung jawab terhadap mutu sekaligus akurasi jumlah janjang dan )serta brondolan yang dimuat ke dalam unit kendaraan yang dibawanya. Cika hasil angkut oleh krani buah dirasa cukup dalam unit tersebut dan hendak diteruskan ke P*" maka petugas krani buah harus mambuat surat pengatar Buah ("PB). Tugas 4tugas penting krani buah selama pengangkutan di di&isi al< 3.A.5. *rani harus mencatat janjang dan maupun brondolan ke dalam "PB dengan benar dan sesuai dengan jumlah actual dalam unit angkut yang dibawa. 3.A.1 . *rani wajib seleksi terhadap TB" sesuai dengan ketentuan management (klasi(ikasi kematangan buah). =ntuk brondolan krani harus mencatat actual kilogram pertumpukan. Cika dijumpai buah mentah di TP% maka harus dibelah terlebih dahulu. 'emikian juga jika dijumpai janjangan kosong maka tandan ) janjang harus diketek.

3.A.3 Canjang dan brondolan yang terangkut harus bersih dari kotoran ataupun benda asing seperti sampah gagang buah batu karung brondolan. 3.A.A. =ntuk keamanan serta menghindari buah jatuh tercecer selama di perjalanan maka armada pengangkutan dilengkapi dengan jaring pengaman yang standart kebun.

$ontoh "urat Pengantar Buah PT RAMA3A0A PRAMUKTI RAMA BAKTI ESTATE SURAT PENGANTAR BUAH N&. Di>isi Tr 1k N&JJJ Tahun Tanam /o /o . komplek Blok Ke$a%a 0"# Ja1"&rA Manager RamaCRama Mill %i Tem$a" . Cam Tarra /etto

Cumlah Canjang

Berat

Terima Tanggal

'ikirim Bruto

1:

Tanda tanggan penerima (JJJJJJ) *rani Timbang

Tanda tangan pengangkut

tglJJJJJJ. CamJJJJJ.. (JJJJJJJ) Asst 'i&isi

(JJJJJJ.) "upir

"urat Pengantar Buah terdiri 3 (tiga) lembar< warna putih asli untuk (ile pabrik warna merah muda untuk (ile kantor kebun warna kuning untuk (ile di&isi. Pengangkutan yang sudah diterima dan telah ditimbang P*" maka akan di dapatkan weigbridge card dari P*" dimana akan diketahui net weight hasil angkut.

6.7.+.Sam$le Weig#!ri%ge /ar% Weig!ri%ge /ar% P.K.S RAMACRAMA MILL PT.RAMA 3A0A PRAMUKTI TANDAN BUAH SEGAR /ODE /ONSE/ NO TBS ..6=7' TBS ..6=76 BARANG MASUK TIME 1+.6* 1+.-6 I.6- RRMM A 1*'.=

NO. A .'.='..'.;*; GM6. 1.=;KG +67. KG --6. KG IEHI/LE REG. 1 s" WEIJHT ' Bn% WEIGHT NET WEIGHT

DATE 1=..1.'..6 1=..1.'..6

P-+*-B=/A/ +A6A BA*T. -"TAT"upplied by ) Buyer < #uantity < Transportir <PT +A6A CANA P+A6=*T. +A6A BA*T. -"TAT$ontract /o 'eli&ery /ote "ignature < < < 're&er < $lerk <
17

6. SARANA 3ALAN Calan sebagai urat nadi terpenting di perkebunan sebagai sarana transportasi produksi serta kegiatan umum lainya dilapangan. 'engan kondisi jalan yang baik produksi dapat lebih mudah keluar juga biaya perawatan kendaraan lebih murah karena kerusakan spare part dapat dihemat sebaliknya jika jalan rusak maka cost akan lebih tinggi. =ntuk itu diperlukan perawatan jalan yang serius dan rutin. "arana jalan harus dapat dilewati oleh kendaraan angkut buah dalam segala cuaca oleh karena itu pada musim kering jalan harus dirawat dengan baik terutama pembuatan saluran drainase)parit dikiri 4kanan jalan kalau memungkinkan pada tempat!tempat yang rawan agar dapat dilakukan pengerasan dengan sirtu atau krokos serta dilakukan pemeliharaan jembatan bo2 cul&ert maupun titi!titi betina sehingga dapat ber(ungsi setiap saat. *akuatan badan jalan ditentukan oleh kemampuan dan daya dukung tanah. Faktor!(aktor yang membuat seringnya jalan rusak antara lain< $urah hujan dan (rekuensi hari hujan yang tinggi 6uatan unit yang melewati kapasitas beban jalan .ntensitas arus lintas kendaraan terlalu tinggi Perawatan jalan yang kurang. A%a !e!era$a "eknis $era5a"an 8alan agar k&n%isi 8alan "e"a$ !aik an"ara lain B -.1. Pera5a"an 8alan man al *erusakan jalan dalam skala kecil dilakukan oleh tenaga manusia. Perawatan manual dengan cangkul biasanya mengarah kepada lubang)cekungan dimana jika hal ini tidak segera dilakukan akan terdapat genangan air dibadan jalan dan jalan semakin rusak. "elain itu pembuatan saluran air (water drain) menjadi syarat penting agar air tidak menggenang ditengah jalan yang berakibat jalan lemah dan mudah rusak . Pada daerah )titi terendah wajib mendapat pehatian serius dimana air rawan tergenang sehingga pembuatan jembatan maupun saluran air senantiasa tetap dijaga agar drainase dapat ber(ungsi maksimal . -.'. Pera5a"an %engan R&a% Grea%er %iik "i &le# /&m$e1"&r 4R&ller 'i dalam mengatasi kerusakan jalan agar kerja +oad 0reader dan +oller dapat maksimal perlu dilakukan langkah 4langkah sbb< Calan yang digreader dalam waktu 5 2 1A jam harus diroler karena jalan lebih padat serta tahan terhadap gangguan alam seperti hujan. Bagian jalan titik terendah dilengkapi water drain (rekuensi sesuai kebutuhan 'iupayakan jalan berbentuk chamber tetapi tidak terlalu berlebihan karena truk )angkutan dapat terbalik $ollectin +oad di greader 3 25 tahun 6ain +oad di greader 7 2 5 tahun *ey +oad digreader 51 2 5 tahun Bounderies ) pringgan di greader 1 2 5 tahun
1?

-.6. Pera5a"an %engan Minning B 1ke" 6ining Bucket adalah alat berbentuk bucket empat persegi panjang yang dioperasikan dengan traktor dan dapat digerakan secara hydraulic)manual dengan daya beban maksimal :88 kg ukuran panjang >155 cm lebar> 71 cm dan tinggi > A? cm . Fungsi dan kegunaan antara lain< 6enyerak tanah )sirtu ditempat lokasi penimbunan. 6enimbun jembatan bo2 cu&ert dan gorong 4gorong 6eringankan kerja 0reader dalam menutup lubang besar dijalan (pot hole) -.- R&ller 4 /&m$e1"&r Adalah suatu alat berbentuk silinder yang didiopersikan dengan cara ditarik tractor A O'. *egunaan utama yaitu menguatkan ) mengcompec jalan yang baru di greader ataupun ditimbun . =kuran panjang > 5;: cm diameter >78 cm dan berat >7888 kg. -.7.Penim! nan sir" *egiatan timbun jalan dimaksudkan untuk menambah kondisi jalan semakin kuat sehingga mampu memberikan daya dukung jalan terhadap beban kendaraan terlebih saat musim hujan. 'engan pemilihan bahan timbun yang tepat penimbunan sebaiknya dikerjakan pada musim kemarau agar didapatkan hasil yang baik.

J. GREADING TBS UMUM "ecara agranomi yang menjadi target utama dari usaha perkebunan kelapa sawit adalah menghasikan $P@ dan P*@ dengan kuantitas dan kualitas yang maksimal disertai biaya yang minimal sehingga akan diperoleh keuntungan yang meksimal. "alah satu langkah yang harus dilaksanakan adalah memastikan bahwa TB" yang dipanen dan diolah di P*" benar!benar merupakan TB" dengan kematangan yang optimal dimana kandungan minyaknya maksimal dan kandungan asam lemak bebasnya minimal . PENGERTIAN GREADING TBS 0reading TB" adalah kegiatan menggolongkan TB" berdasarkan tingkat kematangan buah menurut penggologan dan standar kematangan buah yang telah ditentukan oleh perusahaan . TU3UAN GREADING TBS 0reading TB" bertujuan untuk memperoleh data yang representati( mengenai mutu TB" yang diolah di P*" yang selanjutnya data tersebut disajikan dalam bentuk laporan sehingga dapat dipergunakan sebagai acuan untuk mengambil langkah 4langah yang diperlukan baik oleh -state maupuan P*" guna mencapai kuantitas dan kualitas $P@ dan P*@ yang maksimal. PELAKSANAAN GREADING TBS

1;

Pada umumnya greading dilakukan terhadap TB" yang masuk ke P*" sebelum dituang ke Loading +amp dimana greading tersebut dilakukan oleh team greading P*" dan disaksikan oleh perwakilan dari -state. 'ata yang diperoleh selanjutnya dimasukkan ke dalam (orm yang tersedia untuk dilaporkan kepada manajemem perusahaan. /amun demikian sebagai pembanding dapat juga greading dilakukan di lapangan dengan mengambil sample buah yang ada di TP% oleh Asiten 'i&isi dimana data yang diperoleh diisikan ke dalam (orm yang tersedia dan dilaporkan kepada manajemen kebun. WAKTU PELAKSANAAN GREADING Oaktu pelaksanaan greading adalah bersamaan dengan waktu penerimaan TB" atau jam buka timbangan di P*" yaitu mulai jam 8;.88 O.B s.d. 11.88 O.B. =ntuk pelaksanaan greading pada malam hari harus disediakan penerangan yang cukup yaitu berupa lampu sorot yang dipasang di sekeliling lantai loading ramp biasanya untuk tiap lantai loading ramp di pasang : lampu sorot . TENAGA PELAKSANA GREADING =ntuk pelaksanaan greading P*" membentuk team greading yang terdiri dari dua regu masing 4 masing A orang yaitu 5 ketua regu bersama 3 anggota regu. Petugas yang ditunjuk sebagai team greading minimal harus tamat "' dan sudah menjalani magang dalam pelaksanaan greading minimal 3 bulan. Pembentukan team greading menjadi dua regu bertujuan agar masing 4masing regu dapat mengambil sample truk untuk di greading sesuai urutan yang ditentukan dengan undian yang diambil setiap harinya. =ntuk pengaturan jam kerja petugas greading dibuat o&ershi(t dimana regu 5 bertugas mulai jam 8?.88 s.d. 5?.88 O.B dan regu 1 mulai jam 58.88 O.B s.d. selesai greading. %al ini bertujuan agar jam kerja petugas greading dalam rentang waktu yang wajar namun tetap e(ekti( dimana antara jam 58 .88 s)d 5?.88 O.B kedua regu bertugas bersama dan pada selang waktu tersebut merupakan waktu dimana truk TB" yang masuk ke P*" paling banyak . PENGAMBILAN SAMPLE TRU/K 0ANG DIGREADING =ntuk memperoleh data greading yang representati( diusahakan sample truck yang digreading mewakili semua di&isi yang mengirim buahnya ke P*" sesuai persentase buah masing 4masing terhadap keseluruhan buah yang masuk dan minimal sample yang digreading 58 persen dari seluruh buah yang masuk setiap harinya. =ntuk itu 6AA telah menentukan standar minimal truck yang diambil sebagai sample adalah ; truk per hari dan penentuan sample truck yang diambil adalah berdasarkan nomor undian yang diundi setiap pagi sebelum pelaksanaan greading dilakukan. $ara pemgambilan nomor undian yaitu dengan menggunakan bola pimpong yang dinomori dari 5 sampai 51 kemudian bola tersebut diambil secara acak sebanyak dua bola oleh salah saorang petugas greading dengan disaksikan oleh petugs dari -state sehingga diperoleh dua nomor 5 dan : maka truck pertama yang harus digreading adalah truck urutan ke satu yang masuk ke P*" diikuti dengan tuck urutan ke lima sebagai sample kedua. =ntuk sample ketiga diambil truck urutan petama setelah greading sample truck ke dua selesai berikutnya sebagai sample ke empat adalah truck urutan ke lima dihitung dari truck sample ke tiga. 'emikian seterusnya sampai selesai pengambilan seluruh sample truck yang digreading.

1F

$ara tersebut memastikan bahwa truck yang diambil sebagai sample bukanlah truck yang sudah diatur sebelumya namun kelemahan cara tersebut yaitu adanya peluang sebagian di&isi terambil samplenya dalam persentase yang sangat banyak sementara di&isi lain persentase greadingnya sangat sedikit sehingga hasil greading kurang representati(. %al ini dimungkinkan karena jumlah dan (rekuensi truck yang masuk dari tiap di&isi sangat ber&ariasi tergantung kepada jumlah buah yang dikirim dan kapasitas unit truck yang dapat berbeda untuk tiap di&isi. 'i&isi yang produksinya banyak tapi kapasitas truknya kecil akan memiliki (rekuensi greading yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan di&isi yang produksinya sedikit dan kapasitas trucknya besar. =ntuk mamperoleh data greading yang lebih representati( perlu dibuat schedule harian greading yang bertujuan memonitor sample gerading masing 4masing di&isi yang sudah terambil pada hari 4hari sebelumnya sehingga di&isi yang sample greadingnya masih kurang diambil trucknya sebagai sample greading dengan nomor urut ganjil ( 5.3.A..dan seterusnya ) pada hari greading berikutnya sementara untuk sample greading dengan nomor urut genap (1 A 7 .. dan seterusnya) tetap berpedoman pada inter&al nomor bola undian yang diambil acaknya setiap pagi. %al ini dimonitor setiap hari sehingga diharapkan setiap minggu dan setiap bulannya sample greading yang diambil untuk tiap!tiap di&isi dapat betul!betul mewakili sesuai persentase jumlah buah yang masuk ke P*" dari masing!masing di&isi.

PRESTASI TEAM GREADING Cumlah sample yang digreading oleh team greading dalam kondisi normal minimal ; truck per hari atau 188 truck per bulan namun pada hari!hari tertentu dapat juga mencapai hasil yang kurang terutama jika terjadi hujan lebat dalam waktu yang lama selama jam greading sehingga tidak memungkinkan bagi team greading untuk melakukan greading pada saat itu namun hal ini jarang terjadi. "ebaliknya sample greading yang diambil dapat juga melebihi jumlah di atas misalnya pada saat produksi buah banyak dan lantai loading ramp memungkinkan untuk dilakukan greading. TATA TERTIB PELAKSANAAN GRADING 5. "etiap petugas greading harus menggunakan Alat Pelindung 'iri (AP') yang terdiri dari sepatu boot dan sarung tangan. 1. "ebelum pelaksanaan greading lantai loading ramp terlebih dahulu harus dibersihkan dari sisa buah dan benda!benda lain yang dapat mengganggu penyusunan buah di lantai loading ramp. 3. "elanjutnya dipersiapkan peralatan untuk pelaksanaan greading sebagai berikut < Tojok untuk menyusun buah dan memeriksa kematangan buah. *otak takaran untuk menakar brondolan. Form isian dan ballpoint untuk mencatat hasil pemeriksaan mutu buah. A. "elanjutnya dilakukan pengambilan sample truk dan dicatat keterangan tentang buah yang dikirim dari "urat Pengantar Buah. :. Truk diarahkan ke loading ramp.
38

7. Caring dibuka. ?. Buah dituang ke lantai loading ramp dan disusun menjadi tumpukan!tumpukan yang teridiri dari : janjang per tumpuk. ;. "isa buah yang tidak mencukupi : janjang per tumpuk dipisahkan. F. Buah yang sudah disusun dihitung jumlah tumpukannya dan hasilnya dikali : lalu ditambahkan dengan sisa buah yang ada sehingga diperoleh total janjang yang diterima di P*" dan dicatat dalam (orm yang tersedia. 58. Buah yang sudah dihitung lalu diperiksa kematangnnya berdasarkan kriteria berondolan lepas per janjang dan hasilnya dicatat pada (orm yang tersedia. 55. Brondolan ditakar dengan kotak takaran yang sudah disediakan kemudian dihitung tumpukan hasil penakaran lalu jumlah tumpukan dikon&ersi menjadi kilogram dengan cara jumlah tumpukan dikali dengan berat brondolan per takaran yaitu A8 kg dan hasilnya dicatat dalam (orm yang tersedia. 51. Cika dalam pelaksanaan greading ditemukan hal!hal yang tidak wajar misalnya ditemukan benda asing terikut TB" adanya buah tangkai panjang dan persentase kematangan buah tidak sesuai dengan standar perusahaan maka hal tersebut dicatat dalam (orm yang tersedia dan Assisten 'i&isi yang mengirim buah tersebut dipanggil dan dimintai penjelasan dan pertanggungjawaban atas hasil pemeriksaan greading tersebut. 53. *eseluruhan hasil greading dicatat dan dilaporkan dengan (orm laporan yang tersedia.

PENGGOLONGAN KEMATANGAN GRADING TBS Penggolongan kematangan TB" dibedakan atas buah normal dan buah abnormal sebagai berikut A. Buah Normal "etiap janjangan buah normal harus digolongkan sesuai dengan golongan berikut < a. Buah mentah < memiliki brondolan lepas kurang dari 3 brondol per janjang. b. Buah kurang matang < memiliki brondolan lepas lebih dari 3 brondol per janjang dan kurang dari standar minimum. c. Buah matang < memiliki brondolan lepas antara standar minimum sampai :8 9 brondol lepas dari total brondolan per janjang. d. Buah terlalu matang < memiliki lebih dari :8 9 brondol lepas dari total brondolan per janjangn. e. Canjangn *osong < memiliki beberapa brondolan yang tersebar sampai total brondolan lepas habis sama sekali. B. Buah Abnormal 'igolongkan buah abnormal apabila memiliki ciri!ciri berikut < a. Parthenocarpic < memiliki lebih dari ?: 9 total brondolan di permukaan merupakan parthenocarpic dengan ciri!ciri tidak berminyak dan hitam. b. Buah *eras (%ardbunch) < memiliki beberapa brondolan yang tidak mau lepas berwarna hitam dan pecah!pecah. STANDAR MINIMUM KEMATANGAN TBS
35

"tandar minimum kematangan TB" yang digunakan di Perkebunan "inar 6as adalah sbb < a. 5 (satu) brondolan lepas per kg berat janjang untuk TB" Plasma.. b. 1 (dua) brondolan lepas per kg berat janjang untuk TB" .nti. "ebagai contoh < =ntuk TB" Plasma dengan berat janjang 5: kg maka standar minimum kematangan 5: berondolan lepas per janjang. =ntuk buah dengan berat janjang 5: kg maka standar minimum kematangan 38 berondolan lepas per janjang. STANDAR TINGKAT KEMATANGAN TBS "tandar tingkat kematangan TB" yang ditargetkan dalam lingkungan "inar 6as 0roup adalah sebagai berikut < KLASIJIKASI ) 3AN3ANG Buan mentah 89 Buah kurang matang D:9 Buah matang E ;: 9 Buah terlalu matang D:9 Canjang *osong D5 9 T&"al ! a# n&rmal G *+ ) Parthrnocarpic D59 Buah keras ( %ordbunch ) D3 9 T&"al ! a# a!n&rmal F-) T&"al 1.. ) HAL D HAL LAIN DALAM GREADING TBS 'alam greading TB" selain kematangan buah ada beberapa hal lain yang juga menjadi objek pemeriksaan yaitu adanya buah yang rusak akibat dimakan tikus buah tangkai panjang dan adanya benda 4benda asing ((oreign matter) yang terikut bersama TB" yang dikirim ke P*" Adanya buah yang dimakan tikus akan menurunkan ratio brondolan per janjang yang secara tidak langsung menurunkan rendemen minyak dan inti sawit di samping itu juga memberikan in(ormasi kondisi serangan hama tikus di blok) di&isi yang mengirimkan buah tersebut. Adanya buah tangkai panjang akan menurunkan rendemen minyak sawit karena menambah berat tandan tanpa menghasikan minyak dan juga akan menyerap minyak dari brondolan pada saat perebusan maupun perontokan brondolan di dalan tresher. Adanya benda 4benda asing akan menurunkan rendemen minyak sawit karena manambah berat tanpa menghasilkan minyak dan juga dapat menyebabkan kerusakan bagian 4bagian mesin pengolahan di pabrik. LAPORAN GREADING TBS Laporan greading TB" dibuat setiap hari segera setelah selesai dilakukan greading dan dilaporkan kepada 6anager *ebun dan 6anager Pabrik setelah diperiksa oleh Asistan 0reading dan Asisten Laboratorium. "elanjutnya dibuat rekapitulasi laporan mingguan dan bulanan untuk di laporkan kepada +$ )P$ dan 6anajemen Pusat "elain hasil pemeriksaan terhadap mutu buah seperti diuraikan diatas dalam laporan bulanan greading juga dicantumkan hasil analisa laboratorium yang mencakup losses $P@ dan P*@
31

persentase FFA) ALB @-+ (@il -2raction +ate) *-+ (*ernel -2tractioan +ate) total produksi TB" yang masuk dan diolah di P*" total produksi $P@ dan P*@ pada bulan tersebut serta perbandingannya dengan budget sehingga diperoleh gambaran hubungan antara mutu buah yang dihasilkan oleh kebun dan proses pengolahan yang dilakukan di pabrik dengan pencapaian kuantitas dan kualitas produksi $P@ dan P*@ yang di targetkan oleh perusahaan. PRAKIRAAN BUAH. Prakiraan buah diperlukan untuk mengetahui persediaan TB" di kebun pada masa mendatang yang digunakan dalam perencanaan produksi kebutuhan tenaga panen transportasi rencana pengolahan di pabrik dan perhitungan tingkat penjualan . "ensus produksi tidak diperlukan. Penghitungan prakiraan buah dilakukan oleh -6 setiap tanggal 1; (Februari 17) menghitung ramalan produksi untuk bulan berikutnya dengan cara sebagai berikut < a. +amalan dibuat per di&isi berdasarkan produksi aktual 58 hari sebelumnya. (kolom 1) b. Prediksi peningkatan)penurunan produksi (kolom 3) dibuat berdasarkan masukan dari asisten di&isi. 'ata ini untuk mengantisipasi (aktor!(aktor yang mungkin terjadi pada bulan berikutnya terhadap produksi. c. +amalan produksi per hari kerja bulan ini (kolom A) dicantumkan berdasarkan penjumlahan kolom 1 dengan kolom 3. d. +amalan produksi bulan ini (kolom 7 ) merupakan data pengalian kolom A dengan kolom :. e. +amalan produksi diberikan kepada +$ setiap tanggal 1F (bulan Februari pada tanggal 1?). (. +$ mengirimkan ramalan produksi kepada AAA masing ! masing P"6 setiap tanggal 38 (Februari pada tanggal 1; ) dan diberi tembusan kepada $-@ '6'A dan A'% Tabel . +amalan produksi TB" *ebun <JJJ Bulan <JJJ
Produki Actual Per Hari Kerja Antisipasi Meningkat/Menurun Ton/Hari Kerja ( +/Bulan ini ( Ton & ( Ton '($+& ( Hari ( ( Ton )('*( ( Ton % Ramalan Prod Per Hari Kerja Bulan ini Hari kerja Bulan ini Ramalan Produksi Budget Produksi Bulan ini

,i-#

Bulan Lalu !" Hari s/d Tgl#$% ( Ton

!
+ ++ +++ dst## Total

33

3A