Anda di halaman 1dari 21

PERCOBAAN I PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS GAS

I. Tujuan 1. Menentukan berat molekul senyawa CHCl3 dan zat unknown X berdasarkan pengukuran massa jenis gas secara eksperimen 2. Menerapkan persamaan gas ideal dalam menentukan berat molekul senyawa CHCl3 dan zat unknown X secara eksperimen 3. Menentukan zat unknown X berdasarkan berat molekul hasil eksperimen II. Dasar Teori Gas adalah zat yang selalu dapat bercampur sempurna satu sama lain membentuk satu fase yang homogen. Jika dicampurkan gas-gas O2, N2, dan CO2 di dalam ruang tertutup, maka akan diperoleh suatu campuran yang homogen karena tidak terdapat perbedaan secara fisik gas satu dengan yang lain. Secara umum gas dapat dikelompokkan menjadi dua macam golongan, yaitu gas ideal atau gas sempurna dan gas nyata atau sejati. Gas ideal adalah gas yang mempunyai sifat-sifat yaitu sebagai berikut: Molekul-molekul gas merupakan materi bermassa yang dianggap tidak mempunyai volum. Gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antar molekul dianggap nol. Tumbukan antar molekul dan antar molekul dengan dinding bejana adalah lenting sempurna. Memenuhi hukum gas PV = nRT Gas nyata akan menyimpang dari sifat gas ideal. Pada tekanan yang relatif rendah termasuk pada tekanan atmosfer serta suhu yang tinggi, semua gas akan menempati keadaan ideal sehingga hukum gas gabungan dapat dipakai untuk segala macam gas yang digunakan (Brady, 1999). Semua gas yang dikenal sehari-hari adalah termasuk gas sejati, sedangkan gas ideal pada kenyataannya tidak pernah ada, namun sifat-sfatnya didekati oleh gas sejati pada tekanan yang sangat rendah. Massa molekul relatif merupakan angka banding massa suatu molekul zat terhadap massa karbon-12. Atom-atom dapat bergabung membentuk molekul dan massa atom

relatifnya tidak berubah sehingga massa molekul relatif merupakan jumlah massa atom relatif dari atom-atom di dalam rumusnya. Massa atom relatif dapat ditentukan dengan berbagai cara berdasarkan pada jenis zat, apakah zat itu berupa gas, cairan, padatan yang menguap, zat terlarut yang menguap, atau bisa juga untuk suatu zat terlarut yang tidak menguap dan melarut dalam suatu pelarut. Massa molekul relatif atau berat molekul (BM) senyawa volatil dapat ditentukan dengan cara Dumas, Regnault, dan cara Victor Meyer. Berat molekul senyawa volatil dapat ditentukan dari persamaan gas ideal bersama-sama dengan massa jenis gas, dengan asumsi bahwa persamaan gas ideal diikuti oleh gas nyata pada tekanan rendah. Untuk menentukan berat molekul ini maka ditimbang sejumlah gas tertentu kemudian diukur PV dan T-nya. Sifat-sifat gas sejati hanya dapat dinyatakan dengan persamaan, yang lebih kompleks pada tekanan yang tinggi dan temperatur yang rendah. Bila diinginkan penentuan berat molekul suatu gas secara teliti maka hukum-hukum gas ideal dipergunakan pada tekanan yang rendah. Tetapi akan terjadi kesukaran bila tekanan rendah maka suatu berat tertentu dari gas akan mempunyai volume yang sangat besar. Untuk suatu berat tertentu bila tekanan berkurang volume bertambah dan berat per liter berkurang. Dari persamaan gas ideal didapat:
PV nRT atau PV m x RT BM

(1)

Persamaan 1 dapat diubah menjadi: P ( BM ) (


P ( BM ) R T

m x RT ) V

(2) (3)

Dimana, BM adalah berat molekul, P adalah tekanan gas, V adalah volume gas, T adalah suhu mutlak, dan R adalah konstanta gas. Agar satuan yang dipergunakan pada persamaan 3 sesuai, maka dipergunakan patokan bahwa volume dinyatakan dalam liter, suhu dalam kelvin, tekanan dalam atmosfir, dinyatakan dalam gram per liter dan konstanta gas (R) adalah 0,08206 liter atm mol-1K-1 (Retug & Sastrawidana, 2003). Bila suatu zat cair yang bersifat volatil dengan titik didih lebih kecil dari 100 oC ditempatkan dalam labu erlenmeyer bertutup yang mempunyai lubang kecil pada bagian tutupnya, dan kemudian labu erlenmeyer tersebut dipanaskan sampai suhu 100oC, maka cairan tersebut akan menguap. Uap yang dihasilkan akan mendorong udara yang terdapat pada labu erlenmeyer dan keluar melalui lubang-lubang kecil. Setelah semua udara yang keluar, pada akhirnya uap ini berhenti keluar. Hal ini terjadi apabila keadaan kesetimbangan dicapai, yaitu tekanan uap cairan dalam labu erlenmeyer sama dengan tekanan udara luar. Pada keadaan kesetimbangan ini, labu erlenmeyer hanya berisi uap cairan dengan tekanan

sama dengan tekanan atmosfer, volume sama dengan volume labu erlenmeyer, dan suhu sama dengan titik didih air dalam penangas air (kira-kira 100oC). Labu erlenmeyer ini kemudian diambil dari penangas air, didinginkan dan ditimbang sehingga massa gas yang terdapat di dalamnya dapat diketahui. Kemudian dengan menggunakan persamaan 3, maka berat molekul senyawa tersebut dapat diketahui (Tony Bird, 1987). Kloroform Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana (CHCl3). Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan pembius, meskipun kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboratorium atau industri. Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan, namun mudah menguap. (Wikipedia, 2013) Pada suhu normal dan tekanan, kloroform adalah cairan yang sangat mudahmenguap, jernih, tidak berwarna, berat, sangat bias, tidak mudah terbakar. massa molar secara teoritis sebesar119,38 g/mol. Densitas senyawa ini sebesar 1,48 g/cm3 dengan titik lebur sebesar 63,5 C dan titik didih sebesar 61,2 C. Kelarutan dalam air 0,8 g/100 ml pada 20C dengan bentuk molekul tetrahedral (Anonim, 2013). Faktor Koreksi Nilai berat molekul (BM) hasil perhitungan akan mendekati nilai sebenarnya, tetapi juga terkadang terdapat kesalahan. Ketika labu erlenmeyer kosong ditimbang, labu ini penuh dengan udara. Setelah pemanasan dan pendinginan dalam desikator, tidak semua uap cairan ke bentuk cairannya, sehingga akan mengurangi jumlah udara yang masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer. Jadi massa labu erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil daripada massa labu erlenmeyer dalam keadaan semua uap cairan kembali ke bentuk cairnya. Oleh karena itu, massa cairan yang sebenarnya harus ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer karena adanya uap cairan yang tidak mengembun. Massa udara tersebut di atas dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa tekanan parsial udara yang tidak dapat masuk sama dengan tekanan uap cairan pada suhu kamar, dengan faktor koreksi:
log P 6,90328 1163,03 (227,4 t )

Dimana, P adalah tekanan uap (mmHg) dan t adalah suhu (oC). Jadi dengan menggunakan rumus di atas, tekanan uap pada berbagai suhu dapat diketahui. Dengan menggunakan nilai tekanan uap pada suhu kamar, bersama-sama dengan data mengenai volume labu erlenmeyer dan berat molekul udara (28,8 gram/mol) dapat dihitung

faktor koreksi yang harus ditambahkan pada massa cairan. Dengan menggunakan faktor koreksi akan dapat diperoleh nilai berat molekul (BM) yang lebih tepat (Bird, 1987).

III. ALAT DAN BAHAN Tabel alat No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama alat Labu erlenmeyer Gelas kimia Pipet tetes Karet gelang Jarum Neraca analitik Desikator Gelas ukur Aluminium foil Statif dan klem Termometer Ukuran 100 mL 500 mL 5 mL 10 cm x 10 cm 2 buah 1 buah 2 buah 4 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 lembar 1 buah 1 buah Jumlah

Tabel bahan No. 1 Cairan Nama bahan volatil yaitu Konsentrasi 5 mL Jumlah

kloroform (CHCl3) 2 Sampel unknown 5 mL

IV. PROSEDUR KERJA DAN HASIL PENGAMATAN No. PROSEDUR KERJA HASIL PENGAMATAN

Senyawa Kloroform 1 Sebuah labu erlenmeyer berleher kecil Labu erlenmeyer yang digunakan berukuran diambil yang bersih dan kering, kemudian 100 mL dengan massa labu erlenmeyer ditutup dengan aluminium foil, serta adalah 66,37 gram. Labu erlenmeyer ditutup dikencangkan dengan menggunakan karet dengan aluminium foil, serta dikencangkan gelang. dengan menggunakan karet gelang.

Labu erlenmeyer beserta aluminium foil Setelah ditimbang, diperoleh massa labu dan karet gelang tersebut ditimbang erlenmeyer beserta aluminium foil dan karet gelang adalah 66,64 gram.

dengan menggunakan neraca analitik.

Sebanyak

mL

larutan

CHCl3, Cairan volatil yang digunakan adalah senyawa CHCl3 berupa larutan bening tak berwarna. 5 mL larutan kloroform

dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer, ditutup kembali dengan kertas aluminium

foil dan dikencangkkan lagi dengan karet Sebanyak gelang, sehingga tutup ini bersifat kedap gas. Kemudian dibuat sebuah lubang kecil pada aluminium foil dengan menggunakan jarum, agar uap dapat keluar.

(CHCl3) tersebut dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer, kemudian labu ditutup kembali dengan aluminium foil,

dikencangkkan lagi dengan karet gelang, dan dibuat lubang kecil pada aluminium foil.

Labu erlenmeyer tersebut direndam dalam Labu erlenmeyer tersebut direndam dalam penangas air bersuhu 100oC dengan penangas air bersuhu 950C sedemikian ketinggian air 1 cm di bawah aluminium rupa, sehingga air 1 cm di bawah foil. Labu erlenmeyer tersebut dibiarkan aluminium foil dalam penangas air sampai semua larutan

kloroform (CHCl3) menguap. Selanjutnya suhu penangas air tersebut dicatat.

Labu

direndam

sampai

semua larutan

kloroform (CHCl3) menguap. 5 Setelah semua larutan kloroform (CHCl3) Setelah semua larutan kloroform (CHCl3) dalam labu erlenmeyer menguap, labu dalam labu erlenmeyer menguap, labu erlenmeyer tersebut diangkat dan bagian erlenmeyer tersebut dikeringkan dengan lap luar labu erlenmeyer dikeringkan dengan dan didinginkan dalam desikator, sehingga lap. Selanjutnya labu didinginkan dalam udara masuk kembali ke dalam labu desikator. erlenmeyer melalui lubang kecil dan uap senyawa CHCl3 yang terdapat dalam labu erlenmeyer akan mengembun kembali menjadi cairan.

Labu

erlenmeyer

yang

telah

dingin Labu

erlenmeyer

yang

telah

dingin,

ditimbang dengan neraca analitik(tutup kemudian ditimbang dan diperoleh massa aluminium foil beserta karet gelang tidak hasil penimbangan yaitu 67,14 gram. dilepaskan saat ditimbang).

Volume

labu

erlenmeyer

ditentukan Labu erlenmeyer diisi dengan air sampai penuh dan massa air + labu erlenmeyer adalah 209,70 66,37 gram. gram. Massa Massa labu air

dengan jalan mengisi labu erlenmeyer dengan air sampai penuh dan mengukur massa air yang terdapat dalam labu erlenmeyer. Suhu air dalam labu

erlenmeyer

(209,70 -66,37) gram = 143,33 gram.

erlenmeyer diukur pula. Jadi volume air dapat diketahui, apabila massa jenis air pada suhu air dalam labu erlenmeyer diketahui dengan rumus: m

Suhu air dalam labu erlenmeyer adalah 28oC ( air = 0,9963 gram/mL)

Tekanan

atmosfer

diukur

dengan Tekanan atmosfer setelah diukur dengan barometer adalah 763 mmHg.

menggunakan barometer. Zat Unknown X 1

Sebuah labu erlenmeyer berleher kecil Labu erlenmeyer yang digunakan berukuran diambil yang bersih dan kering, kemudian 125 mL dengan massa labu erlenmeyer ditutup dengan aluminium foil, serta adalah 78,83 gram. dikencangkan dengan menggunakan karet gelang.

Labu erlenmeyer ditutup dengan aluminium foil, serta dikencangkan dengan

menggunakan karet gelang. 2 Labu erlenmeyer beserta aluminium foil Setelah ditimbang, diperoleh massa labu dan karet gelang tersebut ditimbang erlenmeyer beserta aluminium foil dan karet gelang adalah 79,14 gram.

dengan menggunakan neraca analitik.

Sebanyak

mL

zat

unknown, Cairan volatil yang digunakan adalah zat unknown berupa larutan bening tak berwarna.

dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer, ditutup kembali dengan kertas aluminium

foil dan dikencangkkan lagi dengan karet Sebanyak 5 mL zat unknown tersebut gelang, sehingga tutup ini bersifat kedap gas. Kemudian dibuat sebuah lubang kecil pada aluminium foil dengan menggunakan jarum, agar uap dapat keluar. dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer, kemudian labu ditutup kembali dengan aluminium foil, dikencangkkan lagi

dengan karet gelang, dan dibuat lubang kecil pada aluminium foil.

Labu erlenmeyer tersebut direndam dalam Labu erlenmeyer tersebut direndam dalam penangas air bersuhu 100oC dengan penangas air sedemikian rupa, sehingga air ketinggian air 1 cm di bawah aluminium 1 cm di bawah aluminium foil.

foil. Labu erlenmeyer tersebut dibiarkan dalam penangas air sampai semua larutan zat unknown menguap. Selanjutnya suhu penangas air tersebut dicatat.

Labu direndam sampai semua larutan zat unknown menguap suhu penangas air saat itu 690C. 5 Setelah semua larutan zat unknown dalam Setelah semua larutan zat unknown dalam labu erlenmeyer menguap, labu erlenmeyer labu erlenmeyer menguap, labu erlenmeyer tersebut diangkat dan bagian luar labu tersebut erlenmeyer Selanjutnya desikator. dikeringkan labu dengan dikeringkan dengan lap dan

lap. didinginkan dalam desikator, sehingga udara dalam masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer melalui lubang kecil dan uap zat unknown yang terdapat dalam labu erlenmeyer akan mengembun kembali menjadi cairan.

didinginkan

Labu

erlenmeyer

yang

telah

dingin Labu

erlenmeyer

yang

telah

dingin,

ditimbang dengan neraca analitik (tutup kemudian ditimbang dan diperoleh massa aluminium foil beserta karet gelang tidak hasil penimbangan yaitu 79,405 gram. dilepaskan saat ditimbang). 7 Volume labu erlenmeyer ditentukan Labu erlenmeyer diisi dengan air sampai penuh dan massa air + labu erlenmeyer adalah 227,79 78,83 gram. gram. Massa Massa labu air

dengan jalan mengisi labu erlenmeyer dengan air sampai penuh dan mengukur massa air yang terdapat dalam labu erlenmeyer. Suhu air dalam labu

erlenmeyer

(227,79 -78,83) gram = 148,96 gram.

erlenmeyer diukur pula. Jadi volume air Suhu air dalam labu erlenmeyer adalah dapat diketahui, apabila massa jenis air pada suhu air dalam labu erlenmeyer . diketahui dengan rumus: m 29oC ( air = 0,996 gram/mL)

Tekanan

atmosfer

diukur

dengan Tekanan atmosfer setelah diukur dengan barometer adalah 763 mmHg.

menggunakan barometer.

V. PEMBAHASAN a. Penentuan Berat Molekul CH3Cl (Kloroform) Praktikum penentuan berat molekul senyawa volatil CHCl3 berdasarkan pengukuran massa jenis gas CHCl3 telah dilakukan. Adapun untuk penentuan berat molekul senyawa volatil CHCl3 didapatkan data sebagai berikut: Pengamatan Data Hasil Percobaan

Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil, karet gelang dan 67,14 gram pengembunan uap kloroform Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil dan karet gelang Massa cairan kloroform Massa labu Erlenmeyer dan air Massa labu erlenmeyar Massa air Suhu air yang terdapat dalam labu erlenmeyer Suhu penangas air Tekanan atmosfer 66,64 gram 0,5 gram 209,70 gram 66,37 gram 143,33 gram 28oC (=0,9963 g/ml) 80oC 763 mmHg = 1,003 atm

Perhitungan berat molekul CHCl3 dari data yang diperoleh di atas dapat dilakukan dengan perhitungan langsung tanpa faktor koreksi dan dengan faktor koreksi, untuk tanpa faktor koreksi adalah sebagai berikut:

Massa zat volatil (CHCl3) = (Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil, karet gelang dan pengembunan uap kloroform) - (Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil dan karet gelang) = 67,14 gram - 66,64 gram = 0,50 gram Tekanan udara di ruangan setelah diukur dengan barometer adalah 763 mmHg
763 mmHg x 1 atm 1,003 atm 760 mmHg

Volume labu erlenmeyer dihitung dengan menggunakan massa jenis air Massa air = (massa labu erlenmeyer + air) (massa labu erlenmeyer) Massa air = 209,70 gram- 66,37 gram Massa air = 143,33 gram Karena suhu air saat itu adalah 280C maka massa jenis air saat itu adalah 0,9963 g/mL

Menghitung massa jenis gas kloroform


Berat molekul (BM) CHCl3 Karena suhu penangas air 950C maka T = 386K


Dengan Faktor Koreksi Berat molekul hasil perhitungan di atas masih memiliki beberapa kesalahan. Ditinjau ketika labu erlenmeyer ditimbang, labu erlenmeyar tersebut telah terisi udara. Setelah pemanasan dan pendinginan dengan desikator tidak semua uap cairan kembali ke bentuk cairnya, sehingga tidak ada udara yang masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer karena adanya uap dari larutan volatile yang memenuhi ruang erlenmeyer. Dengan demikian, massa labu erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil dari massa labu erlenmeyer ketika ditimbang pertama kali, karena adanya massa udara yang ikut tertimbang saat penimbangan erlenmeyer dalam kondisi kosong sedangkan penimbangan Erlenmeyer setelah dilakukan pendinginan di desikator tidak ada udara yang masuk. Sehingga, dalam perhitungan pencarian berat molekul seharusnya massa cairan CHCl3 ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer sebanyak massa udara pada Erlenmeyer ketika pertama kali ditimbang sebagai massa CHCl3 yang digunakan dalam perhitungan. Massa udara tersebut dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa tekanan parsial udara yang tidak dapat masuk tadi sama dengan tekanan uap cairan CHCl3 pada suhu kamar (280C) dengan rumus: Log P = 6,90328 1163,03/(227,4+t) Berikut merupakan perhitungan berat molekul senyawa CHCl3 dengan menggunakan faktor koreksi. Diketahui: Karena sebagian besar penyusun udara di atmosfer adalah gas nitrogen, maka : BMudara adalah 28,8 gram/mol Suhu air adalah 28C = 301 K Suhu penangas air adalah 95C = 368 K Maka,

Menghitung massa udara yang tidak masuk :

Menghitung massa total Massa total = massa udara + massa senyawa volatil (CHCl3) Massa total = Massa total = Menghitung berat molekul

Berdasarkan data hasil percobaan berat molekul CHCl3 yang diperoleh sebesar 114,89 gram/mol. Dimana berbeda dengan berat molekul CHCl3 secara teoritisnya yaitu sebesar 119,5 gram/mol. Perbedaan tersebut diduga disebabkan oleh sebagai berikut : 1. Kurang telitinya praktikan dalam mengamati keadaan kesetimbangan,

kemungkinan saja labu erlenmeyer dipindahkan ke desikator setelah titik kesetimbangan. Setelah titik kesetimbangan tekanan di dalam tabung erlenmeyer semakin besar, dan menyebabkan uap terus keluar selama pemindahan ke desikator yang berada di ruang laboratorium yang terpisah, selama pendinginan di desikator dan selama penimbangan dilakukan, sehingga hal tersebut mengurangi massa CHCl3 yang seharusnya didapatkan. 2. Kurang tepatnya pengukuran tekanan di tempat praktikum, hal ini disebabkan tidak adanya barometer di laboratorium tempat dilaksanakannya praktikum, dan tekanan udara yang digunakan berdasarkan angka yang ditunjukkan barometer di laboratorium lain yang memiliki ketinggian berbeda, sehingga mempengaruhi perhitungan berat molekul. 3. Adanya kebocoran uap CHCl3 yang tidak mengembun ketika penimbangan dilakukan, karena pada saat penimbangan karet yang digunakan untuk mengikat aluminium foil putus dan terlepas, sehingga aluminium foil sedikit terbuka walaupun segera ditutup sehingga memungkinkan massa yang terukur menjadi berkurang. 4. Perhitungan yang digunakan untuk menghitung berat molekul CHCl3 merupakan perhitungan untuk mencari berat molekul suatu gas ideal, padahal pada praktikum yang digunakan adalah suatu gas nyata yaitu uap dari CHCl3. Hal ini mungkin berpengaruh dalam perhitungan pencarian berat molekul, seharusnya dilakukan perhitungan dengan adanya koreksi-koreksi pada gaya tarik menarik antara molekul-molekul, dan koreksi untuk ukuran efektif molekul-molekul. Dalam perhitungan mungkin bisa digunakan persamaan van der Waals yang telah berisi koreksi terhadap hal-hal yang telah disebutkan di atas yaitu persamaannya ( )

dimana a = koreksi gaya tarik-menarik antara molekul-molekul, b= koreksi untuk ukuran efektif molekul-molekul

b. Penentuan Berat Molekul Unknown X Praktikum penentuan berat molekul senyawa volatil unknown X berdasarkan pengukuran massa jenis gas unknown X telah dilakukan. Adapun untuk penentuan berat molekul senyawa volatil unknown X adalah sebagai berikut didapatkan data sebagai berikut: Pengamatan Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil, karet gelang dan pengembunan cairan X Massa labu Erlenmeyer, aluminium foil dan karet gelang Massa cairan X Massa labu Erlenmeyer dan air Massa labu erlenmeyar Massa air Suhu air yang terdapat dalam labu erlenmeyer Suhu penangas air Tekanan atmosfer 79,14 gram 0,265 gram 227,79 gram 78,83gram 148,96 gram 29oC ( =0,996 g/ml) 69oC 763 mmHg=1,003 atm Data Hasil 79,405 gram

Perhitungan berat molekul senyawa unknown dari data yang diperoleh di atas dapat dilakukan dengan perhitungan tanpa faktor koreksi dan dengan faktor koreksi, yaitu sebagai berikut: Tanpa Faktor Koreksi Perhitungannya adalah sebagai berikut: Massa zat unkown = (massa labu erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang + zat volatil) - (massa labu erlenmeyer + aluminium foil+ karet gelang) = 79,405 gram 79,14 gram = 0, gram

Tekanan udara di ruangan setelah diukur dengan barometer adalah 763 mmHg
763 mmHg x 1 atm 1,003 atm 760 mmHg

Volume labu erlenmeyer dihitung dengan menggunakan massa jenis air Massa air = (massa labu erlenmeyer + air) (massa labu erlenmeyer) Massa air = 227,79 gram - 78,83 gram Massa air = 148,96 gram Karena suhu air=29oC maka air = 0,9963 g/mL

Menghitung massa jenis gas


Berat molekul (BM) unknown Suhu penangas air=690C maka T= 342

Dengan Faktor Koreksi Berat molekul hasil perhitungan di atas masih memiliki beberapa kesalahan. Ditinjau ketika labu erlenmeyer ditimbang, labu erlenmeyar tersebut telah terisi udara. Setelah pemanasan dan pendinginan dengan desikator tidak semua uap cairan kembali ke bentuk cairnya, sehingga tidak ada udara yang masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer karena adanya uap dari larutan volatile yang memenuhi ruang erlenmeyer. Dengan demikian, massa

labu erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil dari massa labu erlenmeyer ketika ditimbang pertama kali, karena adanya massa udara yang ikut tertimbang saat penimbangan erlenmeyer dalam kondisi kosong sedangkan penimbangan Erlenmeyer setelah dilakukan pendinginan di desikator tidak ada udara yang masuk. Sehingga, dalam perhitungan pencarian berat molekul seharusnya massa cairan CHCl3 ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam labu erlenmeyer sebanyak massa udara pada Erlenmeyer ketika pertama kali ditimbang sebagai massa CHCl3 yang digunakan dalam perhitungan. Massa udara tersebut dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa tekanan parsial udara yang tidak dapat masuk tadi sama dengan tekanan uap larutan unknown pada suhu kamar (280C) dengan rumus: Log P = 6,90328 1163,03/(227,4+t) Berikut merupakan perhitungan berat molekul senyawa unknown dengan

menggunakan faktor koreksi. Diketahui: BMudara adalah 28,8 gram/mol Suhu air adalah 29C = 302 K Suhu penangas air adalah 69C = 342 K Maka,

Menghitung massa udara yang tidak masuk

Menghitung massa total Massa total = massa udara + massa senyawa unknown X Massa total = Massa total = Menghitung berat molekul

Dari hasil perhitungan di atas, diperoleh bahwa berat molekul senyawa unknown dengan memperhatikan factor koreksi adalah 59,98 gram/ mol.

Mengidentifikasi Senyawa Unknown X Senyawa unknown X dapat ditentukan dengan cara mencocokkan massa jenis dari senyawa unknown X, berat molekul hasil percobaan senyawa X, dan cirri-ciri fisik dari senyawa unknown X dengan senyawa-senyawa yang menyerupai sifat fisik, massa jenis dan terutama berat molekul senyawa X. Setelah mencari diberbagai sumber, maka senyawa yang memiliki ciri-ciri mendekati senyawa unknown X tersebut adalah aseton, komparasi antara unknown X dan aseton dapat dilihat di dalam table di bawah ini. Aspek Berat molekul Massa Jenis Wujud Senyawa Unknown X 59,98 g/mol 1,797 g/L Cair Aseton 58,08 g/mol 0,7 g/L Cair

Titik didih Warna Bau

69 0C Bening Ada

< 710C Bening Ada

Perbedaan massa jenis yang diperoleh dari hasil praktikum jika dibandingkan dengan massa jenis teoritisnya, hal tersebut mungkin di dalam ruang Erlenmeyer masih terkandung udara selain uap air dari gas senyawa volatile. Adanya udara di dalam Erlenmeyer kemungkinan terjadi ketika perpindahan Erlenmeyer dari desikator ke ruang timbang. Adanya udara dalam tabung Erlenmeyer kemungkinan menyebabkan massa jenis dari senyawa volatil yang terhitung berdasarkan hasil percobaan menjadi lebih besar dibandingkan massa jenis dari tinjauan teoritis. Namun karena aspek utamanya sudah mendekati yaitu berat molekul zat unknown X 59,98 g/mol maka dapat ditentukan bahwa senyawa unknown X adalah aseton.

VI. SIMPULAN Berdasarkan data hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa : 1. Berat molekul senyawa kloroform berdasarkan pengukuran massa jenis gas secara eksperimen yaitu 114,89 g/mol sedangkan berat molekul zat unknown adalah 59,98 g/mol 2. Zat unknown X adalah aseton, karena berat molekulnya hampir sama dengan aseton (BM teoritis aseton = 58,8 g/mol)

VII. JAWABAN PERTANYAAN 1. Apakah yang menjadi sumber kesalahan utama dalam percobaan ini? Jawab: Sumber kesalahan utama, yaitu setelah pemanasan dan pendinginan dengan desikator, tidak semua uap cairan kembali ke bentuk cairnya, sehingga akan mengurangi jumlah udara yang masuk kembali ke dalam labu Erlenmeyer. Jadi, massa labu Erlenmeyer dalam keadaan ini lebih kecil dari massa labu Erlenmeyer dalam keadaan semua uap cairnya kembali ke bentuk cairnya. Oleh karena itu, massa volatil sebenarnya harus ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam labu Erlenmeyer karena adanya uap cairan yang tidak mengembun.

2. Dari hasil analisis penentuan berat molekul suatu cairan X yang bersifat volatil diperoleh nilai = 120 gram/mol. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur tersebut mengandung: Karbon Klor Hidrogen : 10% : 89,0% : 1,0%

Tentukan rumus molekul senyawa ini! Jawab:


10 x 100 g 10 gram 100 89 massa klor x 100 g 89 gram 100 1 massa hidrogen x 100 g 1 gram 100 massa karbon

Perbandingan mol C : mol H : mol Cl

10 g 1 g 89 g : : 12 1 35,5 0,83:1: 2,5 1 :1 : 3


Rumus molekul 120 120 n Rumus molekul = (Rumus empiris)n = (12 + 1 + 106,5 )n = (119,5)n =1 = (CHCl3)1

= CHCl3 Jadi, rumus molekul X yaitu CHCl3 yang merupakan senyawa kloroform..

VIII. DAFTAR RUJUKAN

Anonim, Penentuan

Berat Molekul

Berdasarkan Pengukuran

Massa Jenis gas.

http://staff.uny.ac.id/system/files/pendidikan/Isana%20Supiah%20YL.,%20Dra.,%2 0M.Si./PKF1.pdf, diunduh pada tanggal 24 Pebruari 2013 Anonim,Massa Jernis Gas. http://www.scribd.com/doc/123443346/Laporan-Praktikum-

Masa-Jenis-Gas, diunduh pada tanggal 24 Pebruari 2013 Anonim, Kloform. http://id.wikipedia.org/wiki/Kloroform, diunduh pada tanggal 24 Pebruari 2013 Anonim, Kloform. http://www.scribd.com/doc/71875513/Kloroform, diunduh pada tanggal 24 Pebruari 2013 Bird, Tony. 1987. Penuntun Praktikum Kimia Universitas. Jakarta: PT Gramedia. Brady, James E. 1999. Kimia Universitas Jilid 1 edisi kelima. Jakarta: Binarupa Aksara. Keenan, C.W., Kleinfelter, D.C., dan Wood, J.H. 1980. Ilmu Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga Retug & Sastrawidana. 2003. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. Singaraja: Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan MIPA, IKIP Negeri Singaraja.

Anda mungkin juga menyukai