Anda di halaman 1dari 20

GANGGUAN SEKSUAL DAN IDENTITAS GENDER

KELOMPOK III NURUL MUSLIMAH WULANDARI DWIKI ISTIQAMAH MUSTAKIM DWI ELVIRAH SYAHRINA MUSDALIFAH ANSHAR FEBRI NUZQIAH NURSANTI JUMARDI

Gangguan Identitas Gender


Istilah identitas gender (gender identity) merujuk kepada persepsi diri individu sebagai seorang pria atau wanita. Walaupun demikian, identitas gender seseorang mungkin sesuai atau mungkin juga tidak sesuai dengan keadaan (assigned) atau jenis kelamin biologis (biological sex) sebagaimana tertulis dalam surat keterangan lahir.

Karakteristik gangguan gender


Kriteria Gangguan Identitas Gender Dalam DSM-IV-TR
Identifikasi yang kuat dan menetap terhadap lawan jenis Pada anak-anak terdapat beberapa cirinya, yaitu:

Berulangkali menyatakan keinginan untuk menjadi atau memaksakan bahwa ia adalah lawan jenis. Lebih suka memakai pakaian lawan jenis Lebih suka berperan sebagai lawan jenis dalam bermain atau terus-menerus berfantasi menjadi lawan jenis. Lebih suka melakukan permainan yang merupakan stereotip lawan jenis. Lebih suka bermain dari teman-teman dari lawan jenis.

Penyebab gangguan identitas gender


Faktor biologis Faktor sosial Faktor psikologis

Terapi gangguan identitas gender


Perubahan tubuh

Perubahan identitas gender

Operasi perubahan kelamin

Parafilia
Dalam DSM-IV-TR, parafilia adalah sekelompok gangguan yang mencakup ketertarikan seksual terhadap objek yang tidak wajar atau aktivitas seksual yang tidak pada umumnya.

fetishisme
Kriteria fethisisme dalam DSM-IV-TR
Berulang, intens, terjadi dalam kurun waktu setidaknya 6 bulan, fantasi, dorongan, atau perilaku yang menimbulkan gairah seksual berkaitan dengan penggunaan benda-bendamati. Menyebabkan distress dalam fungsi sosial atau pekerjaan Benda-benda yang menimbulkan gairah seksual tidak terbatas pada bagian pakaian perempuan yang dikenakannya sebagai lawan jenis atau alatalat yang dirancang untuk menstimulasi alat kelamin secara fisik.

Fetishisme transvestik
Kriteria fetishisme transvestik
Berulang, terjadi selama periode setidaknya 6 bulan pada laki-laki heteroseksual, fantasi, dorongan atau perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan memakai pakaian lawan jenis Menyebabkan distress dalam fungsi sosial dan pekerjaan Dapat berhubungan dengan disforia gender dalam kadar tertentu (merasa tidak nyaman dengan identitas gendernya)

Fedofilia dan Incest


Kriteria fedofilia dan incest dalam DSM-IV-TR
Perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan melakukan kontak seksual dengan seorang anak prapubertas Orang yang bersangkutan bertindak berdasarkan dorongan tersebut, atau dorongan dan fantasi menyebabkab orang yang bersangkutan mengalami distress atau masalah interpersonal Orang yang bersangkutan minimal berusia 16 tahun dan 5 tahun lebih tua dari anak yang menjadi korbannya

voyeurisme
Kriteria voyeurisme dalam DSM-IV-TR
Perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan tindakan mengintip orang lain yang sedang tanpa busana atau sedang melakukan hubungan seksual Bertindak berdasarkan dorongan tersebu, atau dorongan dan fantasi menyebabkan orang tersebut sangat menderita atau mengalami masalah interpersonal

Eksibisionisme
Kriteria eksibisionisme dalam DSM-IV-TR

Perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan memamerkan alat kelamin kepada orang yang tidak dikenal yang tidak menduganya Bertindak berdasarkan dorongan tersebu, atau dorongan dan fantasi menyebabkan orang tersebut sangat menderita atau mengalami masalah interpersonal

Froteurisme
Kriteria froteurisme dalam DSM-IV-TR

Perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan menyentuh atau menggosokkan bagian tubuhnya pada orang yang tidak menghendakinya

Sadisme Seksual
Perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan tindakan (bukan fantasi) mempermalukan atau menyebabkan penderitaan fisik pada orang lain

Masokisme Seksual
perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan tindakan (bukan fantasi) yang dilakukan oleh orang lain untuk mempermalukan atau memukul dirinya

Etiologi Parafilia
Perspektif Psikodinamika

Perspektif behavioral dan kognitif

Perspektif biologis

Terapi Parafilia
Terapi psikoanalisis

Hukum megan

Teknik behavioral

Penanganan biologis

Penanganan kognitif

Disfungsi Seksual
ketidaksukaan atau ketidakpuasan dalam aspek emosional, fisik, atau relasional dari pengalaman seksual

Etiologi Disfungsi Seksual


Gangguan nafsu seksual
Gangguan gairah seksual

Gangguan orgasme
Gangguan nyeri seksual

Terapi Disfungsi Seksual


Mengurangi kecemasan

Prosedur medis dan fisiologis

Masturbasi terarah

Teknik dan perspektif psikodinamika

Prosedur untuk mengubah sikap dan pikiran

Terapi pasangan

TERIMA KASIH