Anda di halaman 1dari 10

LINUX FILE

Linux dirancang untuk lingkungan multi user (banyak pengguna), oleh sebab itu penting sekali untuk memiliki sistem yang aman untuk menentukan file mana saja yang bisa diakses oleh Anda sendiri dan file mana saja yang dapat diakses oleh pengguna lain. Dan hak akses pun berguna jika pemakainya hanya Anda sendiri, dapat membantu menjaga file penting tetap aman. Ok sekarang mengertikan kenapa harus ada hak akses. Hak akses file didefinisikan secara terpisah untuk user, grup dan other. User : username dari orang yang memiliki file tersebut. Pengguna yang menciptakan file, akan otomatis menjadi pemiliknya juga. Grup : grup user yang memiliki file tersebut. Hal ini berguna jika anda membuat sebuah proyek dengan banyak pengguna yang berbeda untuk dapat mengakses file tertentu, sementara yang lain tidak bisa. Other : seorang pengguna yang bukan pemilik file tersebut dan tidak termasuk dalam kelompok yang sama. PERMISSION FILE Read Pada file biasa, read itu berarti file dapat dibuka dan dibaca. Sedangkan pada direktori, read berarti dapat melihat daftar isi direktori. Write Pada file biasa, berarti Anda dapat memodifikasi file (menulis data baru ke file). Sedangkan pada sebuah direktori, Anda dapat menambah, menghapus dan mengubah nama file dalam direktori. Execute Pada file biasa, Anda dapat menjalankan file sebagai program atau shell script. Pada sebuah direktori, execute disebut juga search bit, memungkinkan untuk mengakses file dalam direktori dan memasukkannya.

MELIHAT HAK AKSES FILE Dalam postingan sebelumnya yaitu manajemen file dan direktori, saya sudah sekilas membahas hak akses atau perizinan. Masih ingatkan untuk melihatnya tinggal ketikan perintah ls -l atau ls -al. Nah pada kolom pertama itu menunjukkan jenis file dan perizinannya (hak akses). MENGATUR HAK AKSES Perintah untuk mengatur hak akses file adalah chmod. Nah, dalam pengaturannya ada 2 mode, yaitu mode simbolik dan mode numerik. Mode Simbolik Mode simbolik itu lebih mudah diingat. Langkah pertama, kita tulis dulu perintah chmod. Langkah kedua, kita tentukan akan mengatur hak akses siapa, bagi pengguna/user (u), kelompok/grup (g), lainnya (o) atau ketiganya (a). Kemudian, apabila anda ingin menambahkan izin ketik +, hapus izin (-), menghapus izin sebelumnya dan menambahkan yang baru (=). Selanjutnya putuskan apakah Anda ingin mengatur izin read (r), write (w) atau execute (x). Terakhir tentukan file mana yang ingin Anda rubah hak aksesnya. Contoh 1 :

setelah perintah diatas

Contoh 2 :

setelah perintah diatas

Contoh 3 :

setelah perintah diatas

Mode Numerik Mode numerik itu diwakili oleh tiga digit nomor oktal. 4 = read 2 = write 1 = execute 0 = tidak ada izin Langsung saja ya ke praktiknya, biar lebih mengerti . Cara penulisannya yaitu masih

sama diawali oleh chmod, lalu sertakan tiga digit yang merupakan hak aksesnya. Tiga digit itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu digit pertama untuk user, digit kedua untuk grup dan digit terakhir untuk lainnya (other). Contoh 1 :

setelah perintah, maka user akan memiliki hak akses read dan execute (5 = 4 + 1), grup memiliki hak akses read, write, dan execute (7 = 4 + 2 + 1), sedangkan other tidak memiliki hak akses apapun (0).

Contoh 2 :

setelah perintah, maka user akan memiliki hak akses read, write, dan execute (7 = 4 + 2 + 1), grup memiliki hak akses write dan execute (3 = 2 + 1), sedangkan other memiliki hak akses read saja (4)

Hak akses dengan mode numerik ini lebih efisien dan lebih cepat. Ini adalah daftar pengaturan hak akses dengan mode numerik : 0= 1 = x 2 = -w3 = -wx 4 = r 5 = r-x 6 = rw7 = rwx MENGUBAH KEPEMILIKAN FILE & DIREKTORI Apabila kita ingin mengubah kepemilikan file atau direktori menjadi milik user lain, kita dapat menggunakan perintah chown. Cara penulisannya : chown pemilik_baru nama_file/direktori Contoh 1 :

setelah perintah, perintah diatas digunakan untuk mengubah kepemilikan file menjadi milik user root.

Contoh 2 :

setelah perintah,

perintah diatas digunakan untuk mengubah kepemilikan file menjadi milik user root dan grup root.

Jika ingin mengubah kepemilikan secara rekursif di direktori maka tinggal tambahkan R. Contoh : chown -R root coba maka ini bertujuan untuk mengubah kepemilikan direktori coba beserta isi yang ada didalamnya menjadi milik user root. *perintah chown harus dilakukan melalui root dan user pengganti harus sudah ada di sistem. Referensi :

Linux File Permissions (Modul Praktikum Sistem Operasi) Tim Asisten Sistem Operasi Universitas Pendidikan Indonesia 2013

Manajemen file
Postingan kali ini masih di lingkungan linux, yang akan dibahas itu adalah manajemen file dan direktori. Salah satu perintah untuk memanajemen file adalah ls. ls adalah perintah untuk melihat daftar direktori.

Perintah ls dapat ditambahkan dengan -l yang berarti long dan -a yang berarti all, ini digunakan apabila kita ingin menampilkan daftar direktori dengan format panjang.

Pada gambar diatas terdapat output, ya sebut saja terdiri dari beberapa kolom. Kolom pertama : berisi jenis file dan perizinan Kolom kedua : jumlah link (entri direktori yang merujuk ke file) Kolom ketiga : menunjukkan pemilik file Kolom keempat : merupakan kelompok pemilik file Kolom berikutnya : berisi ukuran file dalam byte, tanggal dan waktu modifikasi terakhir, dan nama file

Dalam kolom pertama terdapat bagian-bagiannya lagi. Karakter pertama itu menunjukkan : d = directory = regular file l = symbolic link s = unix domain socket p = named pipe c = character device file b = block device file Dan 9 karakter yang tersisa itu merupakan perizinan. Dan perizinan itu dibagi menjadi 3 grup, yaitu user, group dan other. Masing-masing grup terdiri dari 3 karakter, yaitu read, write, dan execute. Penulisannya hanya diwakili dengan r, w, x atau -. r = read permission w = write permission x = execute permission = no permission SORTING Sebenarnya dalam penggunaan ls kita dapat menyorting daftar file. Untuk ls sendiri, secara otomatis kita mengurutkan daftar file secara alfabet. Nah, ini daftar perintah untuk menyorting : ls -lt = mengurutkan daftar file berdasarkan waktu dari yang terbaru hingga terlama. ls -lS = mengurutkan berdasarkan ukuran file dari yang terbesar hingga yang terkecil.

Untuk membalikkan pengurutan, kita bisa gunakan -r. Misal, ls -lrt, berarti kita mengurutkan daftar file berdasarkan waktu dari yang terlama hingga yang terbaru. PERINTAH MANAJEMEN FILE LAINNYA

cp = untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori. mv = untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori. rm = untuk menghapus satu atau banyak file atau direktori.

Untuk format penulisan atau contoh penggunaan cp, mv, dan rm sudah terdapat di postingan cheat sheet kemarin ditambahkan perintah berikut, -f atau force : memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis. -i atau interactive : akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada. -b atau backup : akan membuat cadangan dari file yang akan diganti. MEMBUAT BANYAK DIREKTORI Contoh : mkdir d1 d2 Ini berarti kita membuat direktori d1 dan d2. mkdir -p coba1/coba2/coba3 Perintah ini digunakan apabila ingin membuat subdirektori bersarang, artinya dalam direktori coba1 terdapat direktori coba2 yang berisi direktori coba3. Jika kita tidak menambahkan -p, maka akan terjadi error. . Untuk penggunaan perintah cp dan mv dapat

MENGHAPUS DIREKTORI Contoh : rmdir -p coba1/coba2/coba3

Tetapi syaratnya direktori harus dalam keadaan kosong. Kalau tidak pasti akan muncul error. Untuk menghapus file atau direktori secara rekursif kita dapat menambahkannya dengan -r atau -R atau recursive Contoh : rm -r coba1 Ini artinya kita menghapus direktori coba1 beserta isi yang ada didalamnya. Penghapusan secara rekursif digunakan jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus. MEMBUAT FILE KOSONG Untuk membuat file kosong kita menggunakan perintah touch. Contoh : touch latihan Pemberian nama file bisa dengan tambahan ekstensi atau tidak. PERINTAH FIND find digunakan untuk mencari file atau direktori. Dapat dicari berdasarkan nama, tipe dan waktu. Contoh :

perintah yang terdapat pada gambar digunakan untuk mencari file bernama hello.c di current directory. KOMPRESI FILE Kompresi digunakan untuk membuat cadangan, arsip atau mengirimkan file yang banyak.

Contoh :

Kompresi dengan gzip gzip services

Dekompresi gzip gzip -d services.gz

Kompresi dengan bzip2 bzip2 services

Dekompresi bzip2 bunzip2 services.bz2

Referensi :

manajemen file dan direktori (Modul Praktikum Sistem Operasi) Tim Asisten Sistem Operasi Universitas Pendidikan Indonesia 2013