Anda di halaman 1dari 18

PENDAHULUAN

Seksio sesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen dan dinding uterus. Dewasa ini frekuensi dilakukannya seksio sesarea semakin meningkat karena semakin berkembangnya indikasi dan kemajuan dalam teknik operasi, anestesi, serta obat-obat antibiotika.1 Angka kelahiran dengan seksio sesarea meningkat dari 26 antara 2##! dan 2##$, dimana "# primer terjadi pada menjadi !6." dari peningkatan ini disebabkan oleh seksio

sesarea primer. %erdasarkan data yang ada, ditemukan peningkatan seksio sesarea keadaan janin yang mengkhawatirkan, kehamilan ganda, preeklampsia, janin yang di&urigai makrosomia, dan permintaan ibu yang meningkat dari waktu ke waktu, sedangkan yang diakibatkan oleh malpresentasi, indikasi ibujanin dan indikasi obstetrik lainnya seperti prolapsus tali pusat, plasenta pre'ia tidak meningkat.2 (ndikasi seksio sesarea terbagi dua, yaitu indikasi ibu dan indikasi janin. )ang termasuk dalam indikasi ibu antara lain panggul sempit, tumor jalan lahir, stenosis ser'iks uteri atau 'agina, plasenta pre'ia, disproporsi sefalo-pel'ik, ruptur uteri membakat, partus tak maju, incoordinate uterine action. Sedangkan yang termasuk dalam indikasi janin yaitu kelainan letak berupa letak lintang, letak sungsang, letak dahi dan letak muka dengan dagu di belakang, presentasi ganda, kelainan letak pada gemelli anak pertama, dan gawat janin.1,2,!,* +akrosomia adalah pertumbuhan janin intrauterin yang berlebihan, dimana merupakan salah satu faktor resiko yang diketahui meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal. %eberapa faktor resiko penyebab terjadinya makrosomia yaitu ibu dengan obesitas, adanya penyakit ibu seperti diabetes mellitus, kehamilan lewat waktu, dan riwayat persalinan sebelumnya dengan berat bayi lebih dari ,### gram. -anin dengan makrosomia beresiko lebih besar mengalami komplikasi persalinan seperti dystosia bahu, asfiksia neonatorum dan &edera traumatis. +eskipun resiko

terjadinya komplikasi ini jauh lebih besar pada wanita hamil dengan diabetes, namun komplikasi ini dapat juga terjadi pada kehamilan nondiabetes.1,,,",6,. +akrosomia didefinisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari ,### gram. Definisi lain dari makrosomia adalah bayi yang lahir dengan berat lebih dari $# persentil dari berat badan bayi yang sesuai dengan usia kehamilan /large for gestational age0.* 1awat janin adalah suatu keadaan dimana ditemukannya denyut jantung janin di atas 16#2menit atau di bawah 1##2menit, denyut jantung tidak teratur dan keluarnya mekonium yang kental pada awal persalinan.* 1awat janin dapat terjadi dalam persalianan karena partus lama, infuse oksitoksin, perdarahan, infeksi, insufisiensi plasenta, ibu diabetes, kehamilan pre dan posterm atau prolapsus tali pusat.$ %erikut ini akan disajikan sebuah laporan kasus tentang seksio sesarea atas indikasi +akrosomia 3 gawat janin.

LAPORAN KASUS
IDENTITAS 4ama 6mur 7endidikan 7ekerjaan Alamat Suku %angsa Agama 4ama suami 7ekerjaan +9S ANAMNESIS Anamnesis Utama Anamnesis diberikan oleh penderita. Keluhan utama: 4yeri perut bagian bawah, ingin melahirkan belum dirasakan. Riwayat penyakit seka an!: 4yeri perut bagian bawah ingin melahirkan belum dirasakan, pelepasan lendir &ampur darah /-0, pelepasan air dari jalan lahir /-0, pergerakan janin masih dirasakan sampai saat masuk rumah sakit. 9iwayat gemeli tidak ada. %uang air besar dan buang air ke&il biasa. Riwayat penyakit "ahulu 7enyakit jantung, darah tinggi, paru, hati, ginjal, ken&ing manis disangkal 5 4y. ++ 5 2* tahun 5 S+A 5 (bu rumah tangga 5 8ateli 5 +inahasa 5 (ndonesia 5 (slam 5 8n. DS 5 Swasta 5 1" agustus 2#1!, jam 1..!#

Anamnesis Ke#i"anan Riwayat Kehamilan Seka an! Peme iksaan Ante Natal $PAN% 7A4 dilakukan sebanyak ! kali di 7uskesmas 8ateli Riwayat Hai" :aid pertama pada usia 1" tahun dengan siklus teratur dan lamanya haid tiap siklus " hari. :ari pertama haid terakhir /:7:80 2" ;ktober 2#12 dan taksiran tanggal partus #1 Agustus 2#1!. Riwayat Kelua !a 7enderita menikah satu kali dengan suami sekarang . tahun. Kelua !a &e en'ana 7ernah ikut <% dengan menggunakan pil <% pada tahun 2#1# Riwayat Kehamilan Te "ahulu 1. 2. !. ,. 2##6, =, spt-lbk, lahir di 9S67 7rof. <andou, oleh dokter, %%> !6## gr 2#1#, abortus 2 bulan, dikuret di 9S67 7rof. <andou oleh dokter 2#11, =, spt-lbk, lahir di 9S67 7rof. <andou, oleh dokter, %%> !$## gr :amil ini

PEMERIKSAAN (ISIK Peme iksaan (isik Umum Status P aesens <eadaan 6mum <esadaran 8ekanan darah 4adi 7ernapasan Suhu badan 5 ?ukup. 5 Compos mentis. 5 12#2*# mm:g 5 $# @2mnt. 5 22 @2mnt. 5 !6,* #?.

&e at #a"an Tin!!i #a"an Kepala

: .* kg. : 1"# &m.

<epala berbentuk simetris. <edua konjungti'a tidak anemis, kedua sklera tidak ikterik. 8elinga berbentuk normal dan tidak ada sekret yang keluar dari liang telinga. :idung berbentuk normal dengan kedua septum intak, tidak ada sekret yang keluar dari hidung. 7ada gigi tidak ditemukan adanya karies dentis. 8onsil 81281 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis. Lehe 8idak ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening leher. Da"a %entuk simetris normal. )antun! %unyi jantung ( dan (( normal, tidak terdengar bising jantung. Pa u*pa u 8idak ditemukan adanya ronki dan AwheeBingC di kedua lapangan paru. A#"+men :epar dan lien sukar die'aluasi Alat kelamin =, tidak ada kelainan. An!!+ta !e ak 8idak ada edema pada kedua tungkai. Darises tidak ada. Re,leks 9efleks fisiologis positif normal, tidak terdapat refleks patologis. Kulit 8urgor normal.

"

Status O#stet i Peme iksaan lua 8inggi fundus uteri >etak janin Detak jantung janin :is 8%%A US./ A!ustus 01.2 -anin intrauterine tunggal letak kepala E+ /30 E:+ /30 %7D5 $.* A?5 !6.1" E>5 ..$* AE> F 2 >iGuor &ukup, plasenta di &orpus depan HEI ,###-,1## <esan 5 :amil aterm 3 +akrosomia NST %:9 Dariabilitas Akselerasi Deselerasi <esan 5 1,#-16# bpm 5 1#-2# bpm 5 /30 5/-0 5 reaktif 5 !* &m. 5 >etak kepala punggung kanan 5 1,"-1"# @2menit 5 /-0 5 ,#!# gram /-ohnson 8ausak0

1erakan janin 5 " @22# mnt

PEMERIKSAAN LA&ORATORIUM ./ A!ustus 01.2 >eukosit Hritrosit 5 1#."## 2mm! 5 !..# 2mm!

:b :t 8rombosit

5 12,, g2dl 5 !"," 5 2$*.### 2mm!

DIA-NOSIS KER)A 1, 72 A1 2* tahun hamil ,1-,2 minggu belum inpartu -anin intra uterin tunggal hidup letak kepala 3 +akrosomia SIKAP -Seksio sesarea elektif -<onsuling informed -Sedia donor, setuju operasi -;bs, %jj, 849S ->apor konsulen ad'ise 5 Seksio sesarea elektif O&SER3ASI Tan!!al ./ A!ustus 01.2 )am .4521 sampai .6511 His $*% &)) : .7/*./1

7asien dipindahkan keruangan -am 2!.## ibu merasa nyeri perut bagian bawah ingin melahirkan teratur, ketuban pe&ah spontan slight mekonium Status p aesens 5 <65 ?ukupJ <es5 ?+J 8512#2*# mm:gJ 45$# @2menitJ 9522 @2menitJ S5!6.* ? Status O#stet i 5 8E6 !* &mJ >etak kepala punggung kanan %jj 8%%A 5 16#-1.# dpm 5 ,#!# /-80

Pe iksa Dalam NST Dia!n+sis

5 Hff $#

pembukaan 1-2 &m ket /-0 slight mekonium 77 kepala

5 <esan Suspisius 5 1,72A1 2* tahun hamil ,1-,2 minggu inpartu <ala 1 -anin intra uterin tunggal hidup letak kepala dengan +akrosomia 3 gawat janin

Sikap

5 Seksio sesarea &ito <onseling informed &onsent Sedia donor ;bs 849S, :is, %->apor konsulen 5 S? &ito

O&SER3ASI )AM 2!.## K 2!.!# 2!.!# K 2,.## 2,.## K 2,.!# 2,.!# K #1.## #1.## K #1.!# #1.!# K #2.## #2.## K #2.!# -am #2.!# -am #!.1# -am #!.1" -am #,.1" HIS *L-$L221#C-1"LL *L-$L221#C-1"LL *L-$L221#C-1"LL *L-$L221#C-1"LL .L-*L221#C-1"LL .L-*L221#C-1"LL .L-*L221#C-1"LL &)) 16#-1.# 16#-1.# 16"-1.# 16"-1." 16"-1.# 1.#-1." 1.#-1*#

5 penderita didorong ke ;< &ito 5 operasi dimulai, dilakukan S?87 5 >ahir bayi M, %%> ,1## gram, 7% "1 &m, AS !-"-. 5 operasi selesai 9i'or sign grade ((, %allard skor ,#-,2 minggu, infark plasenta !#

Lap+ an Ope asi : - 7enderita terlentang diatas meja operasi, dilakukan tindakan antiseptik pada abdomen dan sekitarnya, ditutup dengan doek steril ke&uali lapangan operasi

- Dalam 1A dilakukan insisi linea mediana inferior dan insisi diperdalam lapis demi lapis se&ara tajam dan tumpul sampai tampak peritoneum. 7eritoneum dijepit dengan 2 pinset - Setelah yakin tidak ada jaringan usus di bawahnya, peritoneum digunting dan diperlebar ke atas dan ke bawah, tampak uterus gra'idarum - (dentifikasi plika 'esiko uterina, dijepit dan digunting, diperlebar kekiri dan kekanan, disisihkan kebawah, 'esika urinaria dilindungi dengan haak abdomen. - 7ada S%9, dilakukan insisi bentuk semilunar, diperdalam lapis demi lapis sampai ke ka'um uteri, tampak selaput ketuban, dipe&ahkan, keluar &airan ketuban slight mekonium 'olume kira-kira 1"# &&. Hksplorasi janin letak kepala. -anin dilahirkan dengan meluksir kepala. - )am 125./ lahi #ayi pe empuan8 &&L: 7.11 ! 8 P&L: /. 'm8 Ap!a S'+ e: 2*/*4. sementara jalan napas dibersihkan, tali pusat diklem dengan dua &unam ko&her pada 2 tempat dan digunting diantaranya. - %ayi diserahkan ke neonati untuk perawatan selanjutnya - (dentifikasi plasenta. 7lasenta berimplantasi plasenta pada korpus uteri depan. 7lasenta dilahirkan se&ara manual. >uka S%9 dijepit dengan beberapa ring tang. <a'um uteri dibersihkan dari sisa-sisa selaput ketuban - >uka S%9 dijahit 2 lapis se&ara simpul dan jelujur, kontrol perdarahan, perdarahan tidak ada, dilakukan reperitonealisasi, kontrol perdarahan kembali tidak ada. (dentifikasi kedua tuba dan o'arium baik. - <a'um abdomen dibersihkan dari sisa darah dan bekuan darah. Setelah yakin tidak ada perdarahan, luka operasi dijahit lapis demi lapis. 7eritonium dijahit jelujur dengan &hromi&, otot dijahit simpul dengan plain &at gut. Eas&ia dijahit jelujur dengan optime 1. Eat dijahit simpul dengan plain &at gut. <ulit dijahit subkutikuler dengan &hromi& &at gut. - >uka operasi ditutup dengan kasa betadine - Dilakukan eksplorasi jalan lahir - ;perasi selesai /#,.1"0

K+nt +l p+st +pe ati, 8E6 Status 7raesens <ontrol perdarahan Diuresis Inst uksi paska #e"ah 1. (DED 9> 5 D" O 2 5 2 O !# gtt2menit 2. (njeksi &eftria@one ! @ 1 gr (D !. metronidaBole drips 2 @ "## mg (D ,. (njeksi piton ! @ 1 ampul ". (njeksi 'itamin ? 1 @ 1 ampul 6. <altrofen supp 1 @ 2 .. <ontrol :b 2 jam da 6 jam post operasi, jika :b P 1# gr2dl pro transfusi (+ll+w up Ruan!an .9 A!ustus 01.2 S O <eluhan 5 /-0 ; O <6 5 ?ukupJ <es 5 ?+ Status 7raesens5 85 12#2.# mm:gJ 45 ** @2mntJ 95 2, @2mntJ S%5 !6,6 #? Status 7uerpuralis 5 8E6 5 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik 7ayudara 5 >aktasi -2- J 8anda-tanda infeksi5 -2Abdomen5 7eristaltik , luka operasi baik, tertutup kain gaas. A O 7!A1, 2* thn, post S?87 :ari 1 a.i. makrosomia 3 gawat janin >ahir bayi perempuan, %%> ,1## gr, 7%> "1 &m, AS !-"-. 7 O - (DED 9> 5 D" O 2 5 2 O 2# gtt2menit - ?eftria@one ! @ 1 gr (D - +etronidaBole 2 @ "## mg 5 1 jari dibawah pusat, kontraksi baik 5 8 5 12#2*#, 4 5 **, 9 5 2, 5 N "## && 5 N 2## &&

1#

- Ditamin ? 1 @ 1 - SE 1 @ 1 - 9awat luka .4 A!ustus 01.2 S O <eluhan 5 /-0 ; O <6 5 ?ukupJ <es 5 ?+ Status 7raesens5 85 12#2*# mm:gJ 45 *# @2mntJ 95 2, @2mntJ S%5 !6,$ #? Status 7uerpuralis 5 8E6 5 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik 7ayudara 5 >aktasi 323 J 8anda-tanda infeksi5 -2Abdomen5 7eristaltik , luka operasi baik, tertutup kain gaas. A O 7!A1, 2* thn, post S?87 :ari 2 a.i. makrosomia 3 gawat janin >ahir bayi perempuan, %%> ,1## gr, 7%> "1 &m, AS !-"-. 7 O - ?efadroksil ! @ "## mg - +etronidaBole ! @ "## mg - Ditamin ? ! @ 1 - SE 1 @ 1

.: A!ustus 01.2 S O <eluhan 5 /-0 ; O <6 5 ?ukupJ <es 5 ?+ Status 7raesens5 85 12#2*# mm:gJ 45 *# @2mntJ 95 2# @2mntJ S%5 !6,6 #? Status 7uerpuralis 5 8E6 5 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik 7ayudara 5 >aktasi 323 J 8anda-tanda infeksi5 -2Abdomen5 7eristaltik , luka operasi baik, tertutup kain gaas.

11

A O 7!A1, 2* thn, post S?87 :ari ! a.i. makrosomia 3 gawat janin >ahir bayi perempuan, %%> ,1## gr, 7%> "1 &m, AS !-"-. 7 O - ?efadroksil ! @ "## mg - +etronidaBole ! @ "## mg - Ditamin ? ! @ 1 tab - SE 1 @ 1 tab - 9awat luka .6 A!ustus 01.2 S O <eluhan 5 /-0 ; O <6 5 ?ukupJ <es 5 ?+ Status 7raesens5 85 12#2*# mm:gJ 45 *# @2mntJ 95 2, @2mntJ S%5 !6,. #? Status 7uerpuralis 5 8E6 5 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik 7ayudara 5 >aktasi 323 J 8anda-tanda infeksi5 -2Abdomen5 7eristaltik , luka operasi baik, tertutup kain gaas. A O 7!A1, 2* thn, post S?87 :ari , a.i. makrosomia 3 gawat janin >ahir bayi perempuan, %%> ,1## gr, 7%> "1 &m, AS !-"-. 7 O - ?efadroksil ! @ "## mg - +etronidaBole ! @ "## mg - Ditamin ? ! @ 1 tab - SE 1 @ 1 tab 01 A!ustus 01.2 S O <eluhan 5 /-0 ; O <6 5 ?ukupJ <es 5 ?+ Status 7raesens5 85 12#2*# mm:gJ 45 *, @2mntJ 95 2, @2mntJ S%5 !6," #? Status 7uerpuralis 5

12

8E6 5 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik 7ayudara 5 >aktasi 323 J 8anda-tanda infeksi5 -2Abdomen5 7eristaltik , luka operasi baik, tertutup kain gaas. A O 7!A1, 2* thn, post S?87 :ari " a.i. makrosomia 3 gawat janin >ahir bayi perempuan, %%> ,1## gr, 7%> "1 &m, AS !-"-. 7 O - ?efadroksil ! @ "## mg - +etronidaBole ! @ "## mg - Ditamin ? ! @ 1 tab - SE 1 @ 1 tab - 9awat luka

0. A!ustus 01.2 S O <eluhan 5 /-0 ; O <6 5 ?ukupJ <es 5 ?+ Status 7raesens5 85 12#2*# mm:gJ 45 *# @2mntJ 95 2# @2mntJ S%5 !6 #? Status 7uerpuralis 5 8E6 5 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik 7ayudara 5 >aktasi 323 J 8anda-tanda infeksi5 -2Abdomen5 7eristaltik , luka operasi baik, tertutup kain gaas. A O 7!A1, 2* thn, post S?87 :ari 6 a.i. makrosomia 3 gawat janin >ahir bayi perempuan, %%> ,1## gr, 7%> "1 &m, AS !-"-. 7 O - ?efadroksil ! @ "## mg - +etronidaBole ! @ "## mg - Ditamin ? ! @ 1 tab - SE 1 @ 1 tab /ren&ana pulang hari ini0

1!

DISKUSI
Seorang penderita 1,72A1, 2* tahun, hamil ,1 K ,2 minggu, inpartu <ala ( -anin intrauterin tunggal hidup letak kepala 3 +akrosomia3 gawat janin )ang akan dibahas dalam bagian ini adalah5 1. Diagnosis 2. 7enanganan !. <omplikasi ,. 7rognosis Diagnosis Diagnosis pada penderita didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan kebidanan, maka didapatkan5 7enderita ini telah hamil sebanyak , kali, pernah melahirkan 2 kali, abortus 1 kali dan berusia 2* tahun. 7enderita sedang hamil dengan usia kehamilan ,1-,2 minggu berdasarkan :7:8 dan hasil 6S1 yang menunjukkan penderita hamil aterm dan sudah inpartu. 7erderita sudah menunjukkan adanya tanda-tanda inpartu namun his belum teratur, adanya pelepasan lendir ber&ampur dengan mekonium, dan sudah ada pembukaan ser'iks dari hasil pemeriksaan dalam. 8inggi fundus uteri !* &m, sehingga perkiraan berat badan janin sebesar ,#"# dan berdasarkan hasil 6S1 dimana perkiraan berat badan yang didapati yaitu sebesar ,### gram. Dengan adanya kepustakaan yang menyatakan bahwa makrosomia adalah janin dengan berat badan ,### gram atau lebih, maka janin pada penderita ini menurut perkiraan tinggi fundus uterus dan menurut hasil 6S1 tergolong makrosomia. :al ini terbukti dimana setelah dilakukan seksio sesarea berat badan lahir anak yaitu ,1## gr. 7enyebab dari makrosomia pada kasus ini diduga akibat dari obesitas maternal dimana

1,

berat ibu .* kg, sesuai teori yang mengatakan bahwa faktor resiko terjadinya makrosomia adalah berat ibu yang F .# kg. Penanganan 7ada penderita ini diren&anakan untuk dilakukan seksio sesarea &ito dengan memperhitungkan keadaan gawat janin dan ibu dalam keadaan sudah inpartu kala 1. Diren&anakan untuk dilakukan seksio sesarea daripada persalinan per'aginam adalah karena mempertimbangkan keadaan gawat janin dimana ditemukannya djj diatas 16# dpm dan ketuban yang sudah ber&ampur mekonium pada pemeriksaan dalam. Komplikasi Salah satu indikasi dari dilakukannya seksio sesarea adalah ditakutkan terjadinya komplikasi pada persalinan per'aginam dengan makrosomia dimana dapat terjadi persalinan lama akibat distosia bahu ataupun &e phalo-pelvic disproportion yang dapat menimbulkan trauma hebat bagi ibu dan bayi. <omplikasi yang lain yang juga dapat terjadi pada makrosomia ialah perdarahan post partum, tapi pada kasus ini tidak terjadi. Prognosis 7rognosis pada kasus ini dapat ditinjau dari ibu dan bayi. Dari pihak ibu prognosis pada kasus ini sebelum dilakukan operasi adalah dubia ad bonam karena persalinan dilakukan dengan &ara seksio sesarea dengan persiapan yang &ukup baik dan tidak ada penyulit yang bermakna serta keadaan ibu baik sebelum operasi. 7rognosis selama operasi dubia ad bonam karena selama operasi berjalan dengan baik tanpa komplikasi yang bermakna. 7rognosis post operasi juga dubia ad bonam hal ini dinilai dari selama obser'asi pada ibu post seksio sesarea tidak ada keluhan yang bermakna ataupun terjadi komplikasi post seksio sesarea seperti perdarahan post partum, dan infeksi. Dari pihak janin prognosisnya adalah dubia ad malam karena ternyata setelah dilakukan seksio sesarean didapati apgar skornya yaitu !-"-., dan pada obser'asi selanjutnya ditangani oleh bagian pediatri. Apgar skor yang rendah kemungkinan

1"

disebabkan oleh aspirasi mekonium dan pengeluaran bayi yang agak lama akibat makrosomia. %ahkan sampai ibu dalam keadaan yang dapat dipulangkan bayi masih berada dalam perawatan dari bagian pediatri.

16

PENUTUP

Kesimpulan o Diagnosis +akrosomia dan gawat janin pada penderita ini berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan kebidanan, serta pemeriksaan penunjang. :al ini sesuai dengan hasil yang didapatkan post operasi, yaitu berat badan bayi lebih dari ,### gram o o o o 7enanganan pasien ini sudah sesuai dengan prosedur penanganan makrosomia yakni dengan seksio sesarea. 7ada pasien ini didapatkan tidak didapatkan komplikasi pada ibu, tapi pada bayi didapati komplikasi berupa apgar skor rendah 7rognosis pada kasus ini ditinjau dari ibu adalah baik, tapi dari bayi prognosinya buruk akibat apgar skornya yang rendah Dengan 7A4 dan obser'asi pada ibu dan janin yang baik, maka dapat dideteksi lebih awal adanya suatu makrosomia sehingga lewat pengawasan dan pemeriksaan yang teliti dapat dilakukan persalinan yang sesuai dengan keadaan dan men&egah terjadinya komplikasi yang mungkin dapat terjadi. Sa an 7erlu adanya usaha-usaha untuk memberikan penerangan kepada masyarakat mengenai pentingnya 7A4 untuk men&egah terjadinya penyulit-penyulit dalam kehamilan dan persalinan atau bahkan penyulit yang sudah ada yang mungkin saja berdampak buruk baik bagi ibu maupun janin.

1.

DA(TAR PUSTAKA
1. ?unningham E1, +a&Donald 7?, 1ant 4E, >e'eno <-, 1ilstrap >?. Williams Obstetrics. 2!th ed. 4ew -ersey 5 7renti&e :all (nternational (n&, 2#1#, p. ",,-,$ 2. Hmma >, %aarber, >isbet S>, <athleen %, ?hristian +7, Hdmund EE. (ndi&ations to the (n&reasing ?aesarean Deli'ery 9ate. 8he Ameri&an &ollege of ;bstetri&ans and 1yne&ologists -ournal. 2#11J 11*5 2$ !. (ndikasi dan faktor resiko Seksio Sesarea http225 perpus.fkik.uinjkt.a&.id2fileQdigital2riset tiara amalliyah.pdf ,. +anijeh 8, >orayne %, Da'id A+, -oseph 1;. Se'ere bra&hial ple@us palsy in women without shoulder dysto&ia. . 8he Ameri&an &ollege of ;bstetri&ans and 1yne&ologists -ournal. 2#12J 12#5 "!$ ". 4i&ole -, Stephanie 9, 9obert -1, >iny >, >ouise D, 4ormand %. Hffe&t of birth weight on ad'erse obstetri& out&omes in 'aginal birth after &esarean deli'ery. 8he Ameri&an &ollege of ;bstetri&ans and 1yne&ologists -ournal. 2#1#J 11"5 !!* 6. 8eresa A:, <athryn >7, <imberly <D, +ark +S, -udith A+, Hrin S>. H@&ess gestational weight gain. 8he Ameri&an &ollege of ;bstetri&ans and 1yne&ologists -ournal. 2##*J 1125 1##. .. <imberly <D, Andrea -S, 7atri&ia +D, -oanne :9, Iilliam +?, >u&inda H. 4ewborn siBe among obese women with weight gain outside the 2##$ institute of medi&ine re&ommendation. 8he Ameri&an &ollege of ;bstetri&ans and 1yne&ologists -ournal. 2#11J 11.5 *12 *. Iiknjosastro 1:. Gawat Janin dalam persalinan. Dalam5 (lmu <ebidanan. Hd. ,. -akarta 5 )ayasan %ina 7ustaka Sarwono 7rawirahardjo, 2##$, hal. 62#-2, $. %uku 7anduan 7raktis 7elayanan <esehatan +aternal dan 4eonatal. -akarta 5 )ayasan %ina 7ustaka Sarwono 7rawirohardjo, 2#1#, hal. +-.$

1*

Anda mungkin juga menyukai