Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TEKNIK REAKSI KIMIA I PENGGUNAAN REAKTOR JENIS PLUG FLOW REACTOR PADA PABRIK ASAM SULFAT PT.

DUNIA KIMIA UTAMA

DISUSUN OLEH : M SENTOT B. I. 03111003083

DOSEN PENGASUH : Dr.Ir.Hj. Susila Arita R., DEA NIP. 19601011 198503 2 002

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013

PENGGUNAAN REAKTOR JENIS PLUG FLOW REACTOR PADA PABRIK ASAM


SULFAT PT. DUNIA KIMIA UTAMA A. Plug-Flow Reactor

Dalam PFR selama operasi berlangsung bahan baku dimasukkan terus menerus dan produk reaksi akan dikeluarkan secara terus menerus sehingga disini tidak terjadi pencampuran ke arah aksial dan semua molekul mempunyai waktu tinggal di dalam reaktor sama besar. PFR biasa digunakan untuk mempelajari beberapa proses penting seperti reaksi termal dan reaksi kimia plasma dalam aliran gas yang cepat serta daerah katalisis. Dalam beberapa kasus, hasil yang didapat tidak hanya membantu kita dalam memahami karakteristik prosesproses kimia, tetapi juga dapat memberikan kita pengertian praktis dari proses-proses kimia yang penting. B. Keuntungan reactor PFR Pada reactor PFR ini biasanya digunakan dengan control suhu yang cukup mudah dibandingkan dengan reactor CSTR. Untuk keadaan tertentu kadang diperlukan pencampuran awal terhadap bahan baku sebelum diumpankan ke dalam reaktor. PFR beraliran aksial berukuran dengan rentang diameter 1-15 cm, sedangkan PFR beraliran radial mempunyai diameter besar hingga bermeter-meter. PFR sebagai reaktor tunggal dapat mempunyai panjang lebih dari 1000 meter yangdibentuk sedemikian rupa untuk menyesuaikan ruang. PFR juga dapatdisusun secara berangkai dalam bentuk parallel ataupun seri (Wikipedia,2007). Dalam PFR konsentrasi bahan baku tinggi pada saat masuk reaktor,selanjutnya akan menurun secara perlahan karena terkonversi menjadiproduk di sepanjang pipa. Sebagai reaktor yang dioperasikan secarakontinyu makan dalam kondisi steady state pada PFR tidak terjadi akumulasi. Dan lebih penting untuk kita ketahui jika pada reactor ini biasanya kondisi friksi dari reactor berpengaruh terhadap jalanya fluida yang ada di reactor Beberapa hal penting mengenai PFR : 1) Perhitungan dalam PFR mengasumsikan tidak terjadi pencampuran kearah aksial. 2) Katalisator dapat dimasukkan melaluin titik yang berbeda dari titik masukan, diharapkan reaksi lebih optimal dan penghematan. 3) PFR memiliki konversi yang lebih besar dibanding Continous Stirred Tank Reaktor (CSTR) dalam volume yang sama. Artinya, dengan waktutinggal yang sama PFR memberikan hasil yang lebih besar disbandingCSTR.

C. Konverter Konverter pada pabrik asam sulfat merupakan reaktor tipe PFR yang berjenis Fixed Bed dan digunakan untuk mereaksikan SO2 dengan O2 untuk menghasilkan SO3.

Konverter adalah jantung dari pabrik asam sulfat. Di dalam konverter, sulfur dioksida (SO2) direaksikan dengan oksigen (O2) dengan kehadiran katalis untuk membentuk sulfur trioksida (SO3). Reaksi total yang terjadi di dalam konverter dapat ditulis sebagai berikut. SO2 + O2 SO3
D. Mekanisme Reaksi yang Terjadi Dalam Konverter

Dari Hot Gas Filter aliran gas masuk ke Converter. Converter ini terdiri dari empat bed katalis V2O5. Aliran gas masuk ke setiap bed diatur pada temperature 425-440oC. Dengan bantuan katalis ini aliran gas tersebut (SO2) diubah menjadi gas SO3. Reaksi ini merupakan reaksi eksoterm sehingga gas tersebut harus didinginkan pada tahap-tahap katalis.

Aliran gas keluar bed I dan bed II didinginkan dalam 1st and 2nd Heat Exchanger. Sedangkan aliran gas dari bed III langsung masuk ke bed IV karena perbedaan temperature gas keluar dan bed III dan bed IV sudah kecil. Reaksi : SO2(g) + 1/2O2(g) SO3(g) Dari converter aliran gas SO3 masuk ke dalam SO3 Cooler A untuk didinginkan. Kemudian didinginkan lebih lanjut ke SO3 Cooler B setelah itu aliran gas tersebut masuk ke Absorbing Tower.

E.

Persamaan Laju Reaksi pada reactor plug flow reactor


V

Fj0

Fj

r dV =
j

dNj/dt

r dV
j

rj V

Pada steady state: dNj/dt = 0 rj V = Persamaan neraca mol untuk irisian V: Fj (y) Fj (y+y) V = + A y 0

[Fj(y) -

Fj(y+y)] / y

- A rj

Limit y 0

- [Fj(y+y) - Fj(y) ] / y

- A rj

dFj/dy dV dFj/dV Keterangan : Cj Fj v = = =

= = =

A rj A dy rj

Konsentrasi (mol/volume) Molar flowrate (mol/waktu) Volumetric Flowrate (volume/waktu)

Industri Asam Sulfat Asam sulfat diproduksi dari belerang, oksigen, dan air melalui proses kontak. Pada langkah pertama, belerang dipanaskan untuk mendapatkan sulfur dioksida: S (s) + O2 (g) SO2 (g) Sulfur dioksida kemudian dioksidasi menggunakan oksigen dengan keberadaan katalis vanadium(V) oksida: 2 SO2 + O2(g) 2 SO3 (g) (dengan keberadaan V2O5) Sulfur trioksida diserap ke dalam 97-98% H2SO4 menjadi oleum (H2S2O7), juga dikenal sebagai asam sulfat berasap. Oleum kemudian diencerkan ke dalam air menjadi asam sulfat pekat. H2SO4 (l) + SO3 H2S2O7 (l) H2S2O7 (l) + H2O (l) 2 H2SO4 (l) Perhatikan bahwa pelarutan langsung SO3 ke dalam air tidaklah praktis karena reaksi sulfur trioksida dengan air yang bersifat eksotermik. Reaksi ini akan membentuk aerosol korosif yang akan sulit dipisahkan.

Daftar Pustaka Unknown. 2009. Converters. http://www.sulphuricacid.com/techmanual/contact/contact_converters.htm. Diakses 10 Desember 2013. Santoso, Heru. 2012. Industri Asam Sulfat. http://herusantoso17.blogspot.com/2012/11/industriasam-sulfat.html. Diakses 10 Desember 2013. Anonim.2007.Reactor PFR.http://www.wikipedia.org