Anda di halaman 1dari 4

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No.

1, (2013) 1-4

Analisa Investasi Proyek Perluasan Apron Bandar Udara Internasional Juanda


Rinda Ika Lestari, Farida Rachmawati, dan Christiono Utomo Jurusan Teknik Sipil, FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: rindaikalestari@gmail.com, farida_rahma@ce.its.ac.id, christionoutomo@gmail.com

Abstrak Bandar Udara Internasional Juanda merupakan salah satu bandar udara tersibuk dan terbesar di Indonesia. Banyaknya rute penerbangan yang dilayani membuat bandara Juanda mulai mencapai titik kejenuhan dan perlu dilakukan pengembangan. Apron bandara yang berfungsi sebagai tempat parkir pesawat, tempat menaik-turunkan penumpang pada beberapa kejadian sering terjadi penumpukan. Hal itu mendasari perlunya dilakukan perluasan apron untuk dapat memenuhi kenaikan kebutuhan pelayanan parkir pesawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan investasi dari proyek perluasan apron. Metode yang digunakan adalah metode Net Present Value (NPV) dan perhitungan IRR, serta dilakukan analisa sensitivitas. Perhitungan pendapatan dan pengeluaran dilakukan hanya pada sisi aeronautika. Dari hasil analisa finansial, dengan nilai investasi sebesar Rp. 111.962.122.100,00 dengan 100% modal sendiri dan umur rencana investasi selama 10 tahun, proyek ini menghasilkan NPV sebesar Rp. 87.112.964.482,75 dan IRR 27.13%. dari perhitungan analisa finansial dinilai layak. Kata Kunci : Apron, Bandar Udara Internasional Juanda, Finansial, Investasi.

II. METODOLOGI Data yang digunakan dalam penelitian berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pe-ngamatan langsung oleh peneliti, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber. Analisa finansial untuk mengetahui kelayakan proyek. Analisa finansial dilakukan setelah melakukan analisa aliran kas yang akan terjadi. Analisa aliran kas yang digunakan untuk menghitung analisa finansial, yaitu: a. Pendapatan dari sisi aeronautika b. Biaya total investasi biaya konstruksi, biaya perencanaan, biaya perizinan) c. Biaya operasional (biaya listrik, gaji pegawai) d. Biaya maintenance (perbaikan perkerasan, marking) e. Biaya replacement (mengganti komponen lighting) Analisa pembeayaan dilakukan dengan cara menghitung parameter kelayakan investasi yaitu Net Present Value (NPV) dan IRR [2]. Menganalisa hasil dari perhitungan kondisi eksisting dan pengembangan untuk mengetahui nilai NPV dan IRR. Analisa sensitivitas dilakukan dengan mengubah nilai dari suatu parameter yang berhubungan dengan pengembangan yang dilakukan untuk dilihat bagaimana pengaruhnya terhadap tingkat penerimaan investasi. Parameter-parameter yang akan dianalisa dalam proposal penelitian ini adalah kenaikan biaya investasi dan penurunan pendapatan [3]. III. PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN Pada sub ini akan membahas tentang hasil dari analisa penelitian untuk mendapatkan hasil berupa analisa investasi proyek perluasan apron Bandara Juanda. A. Gambaran Umum Apron Bandara Juanda Apron eksisting Bandara Juanda memiliki luasan 124 m x 1036.5 m, terdiri dari 27 gate position yang bersifat sementara (temporary). Untuk memenuhi kebutuhan peningkatan jumlah pesawat udara yang menggunakan fasilitas airside bandara hingga 10 tahun mendatang, maka dilakukan perluasan pada apron bandara dengan menambah parking stand menjadi 39 gate position dengan luas 124 m x 1866.9 m, sehingga diperlukan penambahan panjang 830,4 m [4]. B. Peramalan Jumlah Pesawat Udara Dan Penumpang Metode Regresi Linier digunakan ntuk mengetahui perubahan jumlah pesawat udara dan penumpang dalam 10 tahun ke depan sebagai peramalan atau forecasting dengan menggunakan data histori dari tahun 2005-2011. Peramalan untuk jumlah pesawat udara dikelompokkan berdasarkan MTOW (Maximum Take-Off Weight) pesawat udara yang beroperasi di Bandara Juanda.

I. PENDAHULUAN andar Udara Internasional Juanda merupakan salah satu bandar udara terbesar yang ada di Indonesia yang terletak di Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan data statistik PT. Angkasa Pura 1, sejak tahun 2007 hingga tahun 2011, terjadi peningkatan yang signifikan jumlah pesawat, penumpang dan kargo di Bandar Udara Internasional Juanda. Hal ini sering mengakibatkan terjadinya penumpukan pesawat maupun penumpang dikarenakan fasilitas yang tersedia di Bandara Juanda tidak cukup memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. Apron [1] merupakan salah satu fasilitas airside yang ada di bandar udara. Peranan apron sebagai tempat parkir pesawat sangatlah penting. Kapasitas apron harus dapat melayani seluruh pesawat yang datang, apabila pesawat yang akan melakukan pendaratan tidak dapat dilayani maka akan terjadi penumpukan. Pada beberapa kondisi peak hour terjadi penumpukan pesawat diapron akibat kejenuhan kapasitas apron. Berdasarkan pada kondisi apron Bandara Juanda yang kurang mampu memenuhi kebutuhan lahan parkir pesawat yang meningkat, perlu dilakukan perluasan dimensi apron yang sudah ada. Rencana perluasan apron yang akan dilakukan menggunakan dana yang besar, sehingga perlu dilakukan analisa investasi serta perencanaan dan pertimbangan yang matang dengan memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-4

Peramalan jumlah penumpang didasarkan pada data penumpang yang berangkat dari Bandara Juanda dan dibedakan berdasarkan rute domestik dan internasional. Hasil peramalan pesawat udara berdasarkan MTOW dan penumpang dapat dilihat pada tabel 3.1 dan 3.2 Tabel 3.1 Rekapitulasi Peramalan Pesawat Di Bandara Juanda
Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Domestik MTOW Up to 40 40-100 2,967 3,070 3,173 3,276 3,380 3,483 3,586 3,689 3,792 3,895 3,998 42,882 44,372 45,862 47,352 48,842 50,332 51,822 53,312 54,802 56,292 57,782 Internasional MTOW 40-100 100-300 over 300 4,648 4,810 4,972 5,133 5,295 5,456 5,618 5,779 5,941 6,102 6,264 1,533 1,586 1,640 1,693 1,746 1,800 1,853 1,906 1,960 2,013 2,066 118 122 127 131 135 139 143 147 151 155 159

D. Pendapatan Pendapatan dihitung berdasarkan pendapatan bandara dari sisi udara, meliputi jasa pendaratan, jasa panduan, jasa parkir dan parking surcharge, konter check-in, dan jasa pelayanan penumpang udara. Dalam perhitungan aliran kas proyek ini digunakan nilai pendapatan hanya akibat dari penambahan perluasan. Seluruh perhitungan sebelumnya mengenai pendapatan dan pengeluaran dilakukan pada kondisi setelah perluasan. Untuk mendapatkan nilai pendapatan yang hanya akibat penambahan didapatkan dari mengurangkan nilai pendapatan setelah perluasan dengan sebelum perluasan. Jasa Pendaratan Jasa pendaratan pesawat udara atau landing fee dihitung berdasarkan berat maksimum pesawat udara saat tinggal landas atau Maximum Take Off Weight (MTOW) yang diijinkan dan tercatat dalam data operator bandar udara [6]. Contoh perhitungan jasa pendaratan adalah - satu pesawat dengan MTOW 79.15 ton - berat 40 ton pertama membayar Rp. 171.000 - berat sisanya 39.15 ton x Rp. 5,685 = Rp. 222.567 - tarif untuk pendaratan satu pesawat tersebut adalah = Rp171,000 + Rp. 222.567,75 = Rp. 393.567,75. 2. Jasa Panduan Pendapatan jasa panduan di Bandara Juanda dihitung berdasarkan persentase penerbangan pada satu rute dari total penerbangan pertahun dan rata-rata jenis pesawat udara yang digunakan dari berbagai maskapai dalam satu rute. Data tersebut kemudian dikalikan dengan tarif, faktor jarak, dan faktor berat [6]. Contoh perhitungan pendapatan jasa panduan adalah sebagai berikut : persentase penerbangan rute surabaya-jakarta = 34.6 %. rata-rata jenis pesawat yang dipakai : Boeing-739 MTOW pesawat : 79.15 ton, faktor berat : 34, faktor jarak: 7, tarif : Rp. 1.000/route units route charges total : = tarif x faktor jarak x faktor berat = Rp. 1.000,00 x 34 x 7 = Rp. 238.000,00/pesawat Jumlah 34.6% dari total pesawat tahun 2013 dg MTOW 79.15 adalah 30.290 pesawat. total pendapatan adalah = Rp. 238.000,00 x 30.290 = Rp. 7.209.014.492,00. 3. Jasa Parkir dan Parking Surcharge Perhitungan tarif parkir pesawat udara menggunakan data pesawat yang berstatus RON (Remind Over Night) yaitu pesawat yang parkir inap di Bandara [6]. Contoh perhitungan: Jenis Pesawat: A-320, MTOW: 73.50 ton. Landing: 22.20 WIB take-off : 05.15 WIB keesokan harinya Lama parkir : 6 jam 55 menit. Tarif parkir 2 jam pertama : = MTOW x Rp. 1.005/ton/24 jam = Rp. 73.867,50 1.

Sumber : Hasil Perhitungan Tabel 3.2 Rekapitulasi Peramalan Penumpang Di Bandara Juanda
Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Jumlah Penumpang Domestik 5,240,672 5,549,319 5,857,966 6,166,613 6,475,260 6,783,907 7,092,553 7,401,200 7,709,847 8,018,494 8,327,141 Jumlah Penumpang Internasional 662,817 705,416 748,015 790,614 833,214 875,813 918,412 961,011 1,003,610 1,046,210 1,088,809

Sumber : Hasil Perhitungan C. Biaya Investasi Biaya investasi sebesar Rp. 111.962.122.100,00. Modal investasi proyek ini diperoleh dari modal sendiri. Perhitungan biaya investasi dihitung melalui pendekatan [5]. Adapun rincian dari perhitungan biaya investasi dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.3 Biaya Investasi
No 1 2 3 4 5 Keterangan Biaya Konstruksi Nilai Rp. 1.600.000 x 58681 m2 4% x biaya Biaya Desain konstruksi Biaya Jasa 5% x biaya Profesi konstruksi Biaya Pre5% x biaya operation konstruksi Biaya Lain5% x biaya lain konstruksi TOTAL Jumlah (Rp) 93,888,571,992 3,755,542,880 4,694,428,600 4,694,428,600 4,929,150,030 111,962,122,100

Sumber : Hasil Perhitungan

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-4

Tarif parking Surcharge = 5 jam x 73.50 ton x Rp. 120/ton/jam=Rp. 44.100,00 Total = Rp. 73.867,50 + Rp. 44.100,00 = Rp. 117.967,00 4. Jasa Konter Check-In Pendapatan dari pengunaan konter check-in berdasarkan jumlah penumpang, dewasa dan anak-anak, yang melakukan check-in. Perhitungan pendapatan konter check-in adalah dengan mengalikan jumlah penumpang dengan tarif yang berlaku yaitu Rp. 1.300/penumpang domestik dan $0.70/penumpang internasional [6]. 5. Jasa Penggunaan Aviobridge Pendapatan penggunaan aviobridge merupakan pendapatan yang peroleh dari jasa pemakaian aviobridge. Perhitungan pendapatan aviobridge berdasarkan jumlah aviobridge yang tersedia di Bandara Juanda dan jenis pesawat yang menggunakan aviobridge [6]. Contoh perhitungan pendapatan per aviobridge : Rata-rata pemakaian 1 aviobridge : 10 kali MTOW pesawat : 79 ton Tarif : Rp. 3.572/ton/movement Pendapatan 1 aviobridge : = 10 x 79 x Rp. 3.572 x 2 (docking dan Undocking) = Rp. 5.643.760,00 Pendapatan = Rp. 5.643.760,00 x 11buahx30harix12bulan = Rp 22.349.289.600,00 6. Jasa Pelayanan Penumpang Udara Jasa pelayanan penumpang udara merupakan tarif yang yang dipungut langsung dari penumpang angkutan udara atas pemakaian fasilitas bandar udara dan pelayanan jasa yang diterimanya di Bandar Udara. Tarif untuk rute domestik adalah Rp. 40.000,00 dan untuk internasional adalah Rp.150.000,00 [6]. E. Pengeluaran Seperti halnya perhitungan pendapatan, perhitungan pengeluaran dilakukan pada kondisi setelah perluasan dan dihitung dengan menggunakan cara yang sama dengan pendapatan. Perhirungan pengeluaran untuk kondisi sebelum perluasan bisa dilihat pada lampiran. Perhitungan pengeluaran dilakukan hanya pada bagaian apron, sedangkan untuk pendapatan dihitung pada keseluruhan pendapatan aeronautika. Untuk mendapatkan aliran kas yang sesuai, maka perlu membuat sama variabel yang dihitung. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak pengelola, diketahui bahwa pengeluaran untuk apron adalah 8.9% dari pengeluaran total bagian sisi udara bandara. Sehingga pengeluaran hasil perhitungan yang telah dikurangi dengan pengeluaran kondisi eksisting, harus dijadikan 100%. Dari hasil wawancara dengan pihak pengelola bandara [6], diketahui bahwa penggunaan listrik apron yaitu untuk Apron Flood Light, Spot Number Light, dan Koordinat Light. Tarif dasar listrik diasumsikan mengalami kenaikan tiap lima tahun sebesar 2.4% berdasarkan hasil regresi linear dari data terdahulu. Rekapitulasi biaya listrik dapat dilihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.3 Rekapitulasi Biaya Listrik


Tahun Kebutuhan Daya (Kwh)/bulan 81115.2 81115.2 81115.2 81115.2 81115.2 81115.2 81115.2 81115.2 81115.2 81115.2 81115.2 Tarif Listrik 1,450 1,450 1,450 1,485 1,485 1,485 1,485 1,485 1,520 1,520 1,520 Pengeluaran/Tahun

2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022

Rp1,552,544,928.00 Rp1,552,544,928.00 Rp1,552,544,928.00 Rp1,590,020,150.40 Rp1,590,020,150.40 Rp1,590,020,150.40 Rp1,590,020,150.40 Rp1,590,020,150.40 Rp1,627,495,372.80 Rp1,627,495,372.80 Rp1,627,495,372.80

Sumber : Hasil Perhitungan Besarnya Gaji pegawai yang dikeluarkan oleh pengelola [6] untuk operasional dan perawatan apron adalah petugas AMC, teknisi, petugas maintenance, dan cleaning service. Rekapitulasi gaji karyawan tiap tahun dapat dilihat pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Rekapitulasi Gaji Karyawan
No Posisi Jumlah /shift Total/ hari Besar Gaji Bersih (Rp) Jumlah (Rp)

1 2 3 4

Petugas AMC Teknisi Petugas perawatan Cleaning Service

5 7 39

38 15 14 79

7,350,000 8,400,000 7,200,000 2,300,000

279,300,000 126,000,000 100,800,000 181,700,000 687,800,000

Total Pengeluaran Per Bulan

Sumber : PT. Angkasa Pura 1 dan Hasil Perhitungan Biaya maintenance/pemeliharaan apron Bandara Juanda adalah untuk perawatan teknis meliputi perbaikan perkerasan, pekerjaan marking, dan penanganan fuel spillage yang dianggarkan selama satu tahun dengan asumsi per jumlah pesawat yang menggunakan apron. Hal ini disebabkan variabel yang paling berpengaruh terhadap kondisi struktur yang membutuhkan perbaikan adalah kuantitas pesawat. Rincian biaya pemeliharaan apron Bandara Juanda dapat dilihat pada Tabel 3.5 Tabel 3.5 Biaya Pemeliharaan Apron Bandara Juanda
Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 Jumlah Pesawat 53961 55773 57585 59397 61209 63021 64833 66646 68458 70270 Biaya Maintenance Rp219,410,000.00 Rp226,778,384.98 Rp234,146,769.97 Rp241,515,154.95 Rp248,883,539.94 Rp256,251,924.92 Rp263,620,309.91 Rp270,988,694.89 Rp278,357,079.88 Rp285,725,464.86

Sumber : Hasil Perhitungan

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-4

Biaya penggantian merupakan biaya yang direncanakan untuk menggantikan komponen yang mencapai akhir umur penggunaannya. Komponen apron yang rutin dilakukan penggantian adalah untuk komponen penerangan, meliputi apron flood lights, spot number lights, dan coordinat lights Tabel 3.6 Biaya Penggantian Komponen Apron Bandara Juanda
No Jenis Pekerjaan Penggantian Lampu pada Flood Light Penggantian Lampu Spot Number Light Penggantian Lampu Koordinat Light Total Kuantitas Harga Satuan (Rp) 450,000 Jumlah (Rp) 1,800,000

Diasumsikan pendapatan selama umur rencana mengalami penurunan 50%. Dari hasil perhitungan dan berdasarkan gambar 3.2, didapatkan nilai persamaan y= 0.5444x 2x1011 . Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa batas tertinggi penurunan pendapatan adalah 21%.

10

20,000

200,000

40,000

120,000 2,120,000

Sumber : PT. Angkasa Pura 1 dan Hasil Perhitungan F. Analisa Aliran Kas Perhitungan aliran kas tersebut menggunakan besaran faktor diskon dari Minimum Attractive Rate of Return (MARR) sebesar 12% dengan 100% modal sendiri, serta penilaian investasi selama 10 tahun. Kriteria yang digunakan untuk menilai kelayakan investasi proyek perluasan apron Bandara Internasional Juanda dengan menggunakan metode NPV dan IRR, dilanjutkan dengan analisa sensitivitas. Dalam proyek perluasan apron Bandara Juanda menghabiskan dana investasi sebesar Rp. 111.962.122.100,00, dengan masa investasi 10 tahun. Investasi ini dapat menghasilkan NPV sebesar Rp. 87.112.964.482,75 untuk 100% modal sendiri. Dalam rencana investasi perluasan apron ini diperoleh hasil IRR sebesar 27.13%, hal tersebut berarti bahwa tingkat pengembalian yang diperoleh dari investasi pengembangan apron ini lebih besar 15,13% dari tingkat pengembalian minimum yg diinginkan (MARR). Analisa sensitivitas dilakukan dengan merubah nilai dari beberapa variabel untuk dilihat pengaruhnya terhadap keputusan investasi. Pada penelitian ini, variabel yang dirubah adalah biaya investasi dan pendapatan. Diasumsikan biaya investasi mengalami kenaikan 100%. Berdasarkan Gambar 3.1 didapat nilai persamaan y= -x + 2x1011 . Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa batas tertinggi biaya investasi adalah pada Rp. 200.000.000.000,00 agar tidak terjadi kerugian.

Gambar 3.2 Grafik Sensitivitas Pendapatan terhadap NPV IV. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan nilai investasi sebesar Rp. 111.962.122.100,00 dengan 100% modal sendiri, proyek ini menghasilkan NPV sebesar Rp. 87.112.964.482,75 dan IRR 27.13%. Dari perhitungan analisa sensitivitas diketahui bahwa proyek ini akan tetap layak dilaksanakan jika biaya investasi mengalami kenaikan tidak lebih besar dari 39.32% dan tingkat penurunan pendapatan tidak lebih besar dari 21% [6]. DAFTAR PUSTAKA
[1] International Civil Aviation Organization (ICAO). 2004. Annex 14 : Aerodrome Design and Operation. United States: International Civil Aviation Organization. [2] Sutoyo, S. 1995. Studi Kelayakan Proyek : Teori Dan Praktek. Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo. [3] Pujawan, I Nyoman. 1995. Ekonomi Teknik. Edisi Pertama. Jakarta : PT. Candimas Metropole. [4] Arisandi, R. 2012. Perencanaan Pengembangan Apron Di Bandar Udara Internasional Juanda. Penelitian. Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS. Tidak dipublikasikan. [5] Barringer, P. 2003. A Life Cycle Cost Summary. The Internasonal Conference Of maintenance Socities. Maintenance Engineering Society Of Australia. Perth, 20-23 May. [6] Angkasa Pura 1. 2011. Laporan Bulanan Pergerakan Pesawat. Surabaya: Angkasa Pura 1.

Gambar 3.1 Grafik Sensitivitas Biaya Investasi terhadap NPV