Anda di halaman 1dari 21

Adeline Yustin P. Ervina Putu Andree K.P. Indrianingsih Risha Fauziah H. Rulland O. V.

Kbarek

07700205 07700179 07700273 07700174 07700058 06700233

Nama Penderita: Tn.Darso Alamat : Magetan Pekerjaan : Bangunan Umur : 41 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Operator : DM Rulland Instruktur : drg.Enny Willianti, M.Kes Konsult dari : Menderita :Tgl pemeriksaan: 23 Oktober 2013

Keluhan Utama : Gigi kanan bawah goyang Anamnesa :


Gigi kanan bawah goyang sejak 1 bulan yang lalu, disertai nyeri. Nyeri dirasakan pada saat minum panas atau dingin. Sikat gigi 1 x sehari dan sering berdarah. Pasien belum pernah berobat ke dokter gigi. Tidak ada riwayat pemakaian obat kumur atau pasta gigi khusus. RPD : HT DM disangkal Alergi

RPO :
pernah memakai gigi palsu, namun 3 tahun terakhir dilepas pernah ke drg 10 tahun yang lalu untuk cabut gigi depan atas

R.Sos : * Merokok (+) 1 hari, 2 batang * Sering minum kopi

Keadaan Umum: Baik Extra Oral : Baik

Gambaran : (-) Rontgenologis : (-) Keterangan : (-) Lain-lain :


missing teeth 11, 12, 13, 14, 15, 16, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28

Diagnosa :

1. Periodontitis apikalis akut 33, 47 2. Ginggivitis marginalis kronis Ra. kn, Rb. kn, Rb. m, Rb. Kr 3. Periodontitis kronis 35 4. Pulpitis reversible 34 1. 2. 3. 4. Mobility teeth 33, 47 Calculus Ganggren radiks 35 Caries superficialis 34 Pro Pro Pro Pro Pro exodonti scalling filling prostodonti rontgen

Etiologi :

Rencana Perawatan :
1. 2. 3. 4. 5.

Periodontitis adalah peradangan pada jaringan yang menyelimuti gigi dan akar gigi. Secara umum periodontitis terbagi atas 2 jenis yaitu:
Marginal periodontitis
Periodontitis marginali berkembang dari gingivitis (peradangan atau infeksi pada gusi) yang tidak dirawat. Infeksi akan meluas dari gusi ke arah bawah gigi sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih luas pada jaringan periodontal.

Apikal periodontitis
Sedangkan periodontitis apikalis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan sekitar apeks gigi yang biasanya merupakan lanjutan dari infeksi atau peradangan pada pulpa.

Periodontitis apikalis akut adalah peradangan lokal yang terjadi pada ligamentum periodontal didaerah apikal. Hal ini menyebabkan kerusakan pada ligamen periodontal dan resopsi tulang alveolar. Penyebab :

Gejala: rasa sakit pada saat mengigit.

iritasi yang berdifusi dari nekrosis pulpa ke jaringan periapikal seperti bakteri, toksin bakteri, obat disinfektan, dan debris. iritasi fisik seperti restorasi yang hiperperkusi, instrumentasi yang berlebih, dan keluarnya obturasi ke jaringan periapikal

Pemeriksaan:

Sensitiv terhadap perkusi merupakan tanda penting dari tes diagnostik. Tes palpasi dapat merespon sensitif atau tidak ada respon. Jika periodontitis apikalis merupakan perluasan pulpitis, maka akan memberikan respon respon terhadap tes vitalitas. Jika disebakkan oleh nekrosis pulpa maka gigi tidak akan memberikan respon terhadap tes vitalitas. Gambaran radiografi terlihat adanya penebalan ligamentum periodontal.

Biasanya diawali dengan periodontitis apikalis akut atau abses apikalis. Merupakan proses inflamasi yang berjalan lama dan lesi berkembang dan membesar tanpa ada tanda dan gejala subyektif. Pemeriksaan :

Tes vitalitas tidak memberikan respon karena secara klinis pulpa yang terlibat telah nekrosis. Tes perkusi memberi respon non-sensitif. Tes palpasi memberikan respon non sensitif. hal ini menunjukkan keterlibatan tulang kortikal dan telah terjadi perluasan lesi ke jaringan lunak.

Secara radiografis periodontitis apikalis kronis menunjukkan perubahan gambaran dasar radiolusen periapikal. Perubahan berawal dari penebalan ligamentum periodontal dan resopsi lamina dura kemudian terjadi destruksi tulang periapikal.

Skaling dan root planing Antibiotik Kumur-kumur antiseptik Bedah periodontal Ekstraksi gigi

Merupakan proses inflamasi ringan yang apabila penyebabnya dihilangkan maka inflamasi menghilang dan pulpa akan kembali normal. Faktor penyebab:
stimulus ringan atau sebentar seperti karies insipient, erosi servikal, atau atrisi oklusal sebagian besar prosedur operatif, kuretase periodontium yang dalam fraktur email yang menyebabkan tubulus dentin terbuka.

Gejala: bersifat asimtomatik dapat disebabkan karena karies yang baru muncul dan akan kembali normal bila karies dihilangkan dan gigi direstorasi dengan baik, apabila ada gejala (bersifat simtomatik) biasanya berbentuk pola khusus Terapi: penghilangan stimulasi (jejas) biasanya sudah cukup, begitu gejala telah reda, gigi harus dites vitalitasnya untuk memastikan bahwa tidak terjadi nekrosis

Radang Gusi (Gingivitis) adalah peradangan pada gusi yang ditandai dengan adanya perubahan bentuk dan warna gusi. Klasifikasi:
Gingivitis akut Gingivitis kronis Gingivitis yang tidak berkaitan dengan plak bakteri

Etiologi : faktor lokal dan sistemik Keparahan inflamasi gingiva secara klinis dapat ditentukankan dari skor indeks gingiva:
Skors Indeks Gingiva
0,1-1,0 1,1-2,0 2,1-3,0

Kondisi Gingiva
GingivitisRingan GingtvitisSedang GingivitisParah

Penatalaksanaan:
Instruksi kontrol plak Penskeleran dan penyerutan akar Perbaikan restorasi yang cacat Penumpatan Lesi Karies Pemolesan