Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

KELOMPOK VII
KEWIRAUSAHAAN
MANAJ EMEN DANA














OLEH:
GEVAN ANWARY
KURNIA NABILA
KURNIADI LISMAN
TOMI YULIANDRA
TRI ISRA JANWARDI





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2013
KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Pada saat sekarang ini cukup sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan
keahlian atau bahkan passion yang kita miliki. Dengan hal yang terjadi tersebut maka di
Indonesia memiliki angka pengangguran yang cukup tinggi. Sebab jumlah penduduk
Indonesia yang sudah tidak terkendali. Berbagai program dan rencana telah dilakukan
oleh Pemerintah Pusat untuk menenkan angka pengangguran yang cukup tinggi tersebut.
Salah satunya adalah dengan memaksa pengusaha dan swasta untuk membuka lapangan
pekerjaan baru.
Dengan berbagai cara yang telah digalakkan oleh pemerintah tersebut, dirasa masih
belum optimal sebab masih terdapat beberapa daerah di Indonesia yang masih tinggi
angka penganggurannya. Dengan pemikiran beberapa masyarakat yang kreatif-lah
mereka membuka peluang-peluang usaha melalui kegiatan berwirausaha. Dengan modal
yang tidak terlalu besar seperti halnya dengan pengusaha yang telah mapan di bidangnya
mereka mampu mengurangi angka pengangguran itu terhadap dirinya sendiri, bahkan ada
yang mempu untuk memberdayakan orang lain.
Permasalahan utama yang meruntuhkan niat seseorang untuk berwirausaha adalah
permasalahan modal (dana). Orang-orang yang tidak memmpunyai link (jaringan) yang
baik akan sulit untuk mendapatkan modal (pinjaman) bagi usaha yang dipikirkannya,
namun dengan mengetahui peluang mana saja yang dapat memberikan modal usaha,
analisis kebutuhan modalnya serta menguasai penganggarannya maka jalan utama untuk
membuka sebuah usaha akan terbuka.
Untuk itulah kami selaku penulis menyusun makalah yang berjudul Manajemen
Dana untuk membantu para wirausaha mendapatkan pengetahuan umum mengenai
manajemen dana yang berkaitan dengan sumber modal, analisis kebutuhan modal, serta
penganggaran dananya.
1.2.RUMUSAN MASALAH
1) Apa saja macam-macam sumber dana dan cara memperoleh dana?
KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 2

2) Bagaimana menganalisis kebutuhan modal?
3) Bagaimana penganggaran dana dalam sebuah usaha?

1.3.BATASAN MASALAH
Pada makalah ini hanya akan membahas tentang apa yang sudah dijelaskan pada
rumusan masalah, selain itu dalam makalah ini hanya akan membahas tentang manajemen
dana yang bersifat umum yang tidak menjurus kepada manajemen dana yang lebih
kompleks seperti dalam hal manajemen dana perbankan.

1.4.TUJUAN
A. Untuk mengetahui apa saja macam-macam sumber dana yang dapat diperoleh dalam
membangun sebuah usaha.
B. Untuk mengetahui bagaimana menganalisis seberapa besar kebutuhan modal yang
diperlukan untuk membangun sebuah usaha.
C. Untuk mengetahui penganggaran dan apa saja yang harus dianggarkan setelah
mendapatkan sejumlah modal usaha.

1.5.MANFAAT
a. Bagi Penulis
1) Sebagai bahan tambahan pembelajaran mengenai kewirausahaan.
2) Bahan pemenuhan tugas pada mata kuliah Kewirausahaan.
b. Bagi Pembaca
1) Sebagai bahan bacaan bagi pembaca yang ingin mengetahui hal-hal dasar
manajemen dana yang di dalamnya membahas sumber modal, analisis kebutuhan
modal, serta penganggaran dana.


KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 MACAM-MACAM SUMBER DANA
TIGA JENIS SUMBER DANA, yaitu :
A. Sumber intern : hasil operasi perusahaan
B. Sumber ekstern : pinjaman dari pihak luar
C. Modal sendiri : dari pemilik perusahaan
A) SUMBER INTERN
pembelanjaan intern Laba
pembelanjaan intensif akumulasi depresiasi.

















KAS
MODAL
KERJA
AKTIVA
TETAP

PENYUSUTAN
BARANG JADI

PENYUSUTAN
L A B A
AKUM. PENYUS
KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 4


B) SUMBER EKSTERN
Berdasarkan jangka waktunya :
1. Pinjaman jangka pendek Maks 1 Th
2. Pinjaman jangka menengah 1 s/d 5 Th
3. Pinjaman jangka panjang Min 5 Th

1. Pinjaman Jangka Pendek
a) Pos-pos akrual (Accruals)
b) Kredit leveransir / Utang Dagang (trade credit)
c) Promes
d) Wesel
e) Akseptasi bank
f) Warkat komersial (Commercial paper)
g) Kredit beragunan (Secured loan)
h) Pembiayaan melalui piutang usaha
i) Pembiayaan dengan persediaan

2. Pinjaman Jangka Menengah
a.Kredit Modal kerja permanen (KMKP)
b.Kredit Investasi Kecil (KIK)
c.Leasing : 1) Sale and lease back
2) Operating Leases atau Service Leases
3) Financial Leases
2. Pinjaman Jangka Panjang
a.Kredit Hipotek
KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 5

b.Kredit Obligasi :
1) Income bonds jika rugi bunga dibayar secara kumulatif
2) Participating bonds bunga tetap + bagian laba
3) Convertible bonds dapat ditukar dg saham
4) Registered bonds mencantumkan nama pemilik
5) Sinking funds bonds pelunasan pinjaman obligasi diangsur
6) Guaranteed bonds jaminan dari perusahaan penerbit + perusahaan lain.
7) Joint bonds, pinjaman obligasi oleh dua perusahaan/lebih.
C) MODAL SENDIRI
Kebaikan modal sendiri:
1. Tidak dibebani bunga
2. Meningkatkan kemampuan untuk bertahan jika terjadi depresi.
3. Tidak perlu dipikirkan masalah pinjaman
4. Pendapatan perusahaan tidak perlu dibagikan kepada kreditur.
5. Jika perusahaan dilikuidasi, kekayaan perusahaan hanya dibagi diantara
pemiliknya.

Perusahaan perseorangan MS berasal dari pemilik pengelolanya.
Firma MS berasal dari beberapa pemilik mengelola bersama
CV MS berasal dari pemilik (pengelolanya) + pemilik komanditer.
PT MS dari pemiliknya penjualan saham: Saham Biasa & saham preferen

KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 6















































STATUSNYA JENISNYA PRIODENYA
KREDIT
PENJUAL
KREDIT
BANK/LKL
KREDIT
PEMBELI
JANGKA
PENDEK
JANGKA
MENENGAH
KREDIT BANK
LEASING

KREDITUR
JANGKA
PANJANG
HIPOTEK
OBLIGASI
PARTNER

SAHAM

PENYERTAAN
BANK
JANGKA
PANJANG

PEMILIK
JANGKA
MENENGAH
LABA
DITAHAN
AKUMULASI
PENYUSUTAN
S
U
M
B
E
R
M
O
D
A
L





E
K
S
T
E
R
N
I
N
T
E
R
N
KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 7


2.2 ANALISIS KEBUTUHAN MODAL
Menurut Ahmad Rodoni dan Herni Ali (2010:56), struktur modal adalah proposi
dalam menentukan pemenuhan kebutuhan belanja perusahaan dimana dana yang
diperoleh menggunakan kombinasi atau paduan sumber yang berasal dari dana jangka
panjang yang terdiri dari dua sumber utama yakni yang berasal dari dalam dan luar
perusahaan.
Modal kerja menurut Sundjaja dan Barlian (2003:187) adalah aktiva lancar yang
mewakili bagian dari investasi yang berputar dari satu bentuk ke bentuk lainnya dalam
melaksanakan suatu usaha, atau Modal kerja adalah kas / bank, surat-surat berharga yang
mudah diuangkan (misalnya giro, cek, deposito), piutang dagang dan persediaan yang
tingkat perputarannya tidak melebihi 1 tahun atau jangka waktu operasi normal
perusahaan.
Amin Widjaja Tunggal (2005:91) menjelaskan bahwa fungsi modal kerja adalah
sebagai berikut :
- Modal kerja itu menampung kemungkinan akibat buruk yang ditimbulkan karena
penurunan aktiva lancar seperti penurunan nilai piutang yang diragukan dan yang
tidak dapat ditagih atau penurunan nilai untuk memelihara credit standing perusahaan
yaitu penilaian pihak ketiga, misalnya bank dan kreditor akan kelayakan perusahaan
untuk memelihara kredit.
- Memungkinkan perusahaan memberikan syarat kredit yang lunak kepada para
pembeli.
- Memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan persediaan pada suatu jumlah yang
mencukupi untuk melayani kebutuhan para pembeli dengan lancar
- Memungkinkan pimpinan perusahaan untuk menyelenggarakan perusahaan lebih
persediaan.
- Modal kerja yang cukup memungkinkan perusahaan untuk membayar semua utang
lancarnya tepat pada waktunya.
- Modal kerja yang cukup memungkinkan efisien dengan jalan menghindarkan
kelambatan dalam memperoleh bahan, jasa dan alat-alat yang disebabkan karena
kesulitan kredit.

KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 8

Menurut S. Munawir (2002:120), pada umumnya sumber modal kerja suatu
perusahaan menurut dapat berasal dari :
- Hasil operasi perusahaan
- Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga (investasi jangka pendek)
- Penjualan aktiva tidak lancar
- Penjualan saham atau obligasi

Pada bagian ini penulis akan memberikan pembahasan dari hasil analisis berdasarkan
metode Working Capital Turn Over
- Perhitungan Perputaran Aktiva Lancar tahun 2011 :

Kas rata-rata =
aldo kas aalsaldo kas akhir


Metode yang digunakan dalam melakukan analisis aspek keuangan antara lain:
analisis break event point, analisis sumber dan penggunaaan dana, metode penentuan
kebutuhan dana, metode pemilihan sumber dana, analisis aliran kas, metode penilaian
investasi. Berikut ini beberapa metode penilaian investasi yang akan digunakan dalam
menganalisis aspek keuangan:
Metode yang digunakan dalam melakukan analisis aspek keuangan antara lain:
1. Kebutuhan modal Usaha
2. Altenatif sumber dana (permodalan) Usaha
3. Proyekssi pendapatan Usaha
4. Estimasi biaya usaha
5. Proyeksi Laba-rugi
6. Analisis BEP
7. Analisis Kelayakan Usaha

a. Payback Period
Metode payback period ini juga tidak mempertimbangkan nilai waktu uang,
namun dasar yang digunakan untuk penilaian berbeda. Metode Payback period ini
mendasarkan pada konsep aliran kas/cashflow (bukan laba setelah pajak), yang
KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 9

dilakukan dengan menghitung jangka waktu pengembalian modal untuk ivestasi
tersebut berapa lama. Secara matematis paybak period diformulasikan sebagai
berikut:



Untuk menentukan kelayakannya, dilakukan dengan cara membandingkan
Payback periode dengan usia ekonomis rencana investasi tersebut. Usulan investasi
dikatakan layak apabila jangka waktu pengembalian modal (payback period) lebih
cepat dibandingkan usia ekonomis usulan investasi.

b. Metode Net Present Value (NPV)
Metode Net Present Value merupakan salah satu metode yang telah
mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money) dalam melakukan
penilaian. Penilaian kelayakan dengan metode NPV ini dilakukan dengan cara
mengurangi nilai sekarang (present value) arus kas masuk dengan nilai sekarang
(present value) investasi awal.
Untuk menjadikan nilai sekarang (present value) terhadap aliran kas
(cashflow) dilakukan dengan mengalikan arus kas tersebut dengan discount faktor.
Secara matematis untuk menghitung NPV diformulasikan sebagai berikut:
NPV = PV Benefit - PV Cost (Biaya I nvestasi)


+ +
=
n
0
n
i) (1
I
-
i) (1
Pt


Di mana:
P
t
= Benefit (Proceed) tahun ke t
i = Tingkat discount
I
o
= Biaya investasi (Cost)

Untuk menentukan kelayakannya, dilakukan dengan melihat besarnya Net
Present Value (NPV). Rencana investasi dinyatakan layak (feasible) apabila
menghasilkan NPV positip.

KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 10

c. Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat discount yang menjadikan nilai
sekarang arus kas masuk (proceed) yang diharapkan sama dengan nilai sekarang
investasi awal. Untuk menghitung IRR diformulasikan sebagai berikut:
( )
)
`

|
|
.
|

\
|
+ =
NPV - NPV
NPV
i - i i IRR
2 1
1
1 2 2


i
1
= Tingkat discount pada penetapan ke1
i
2
= Tingkat discount pada penetapan ke2
NPV
1
= NPV dari i
1

NPV
2
= NPV dari i
2


Untuk menentukan kelayakannya, dilakukan dengan cara membandingkan
IRR dengan biaya modal/tingkat keuntungan yang disyaratkan (cost of capital).
Usulan investasi dinyatakan layak apabila IRR lebih besar dari cost of capital.

d. Benefit Cost Ratio (B/C Ratio)
Benefit Cost Ratio adalah kriteria penilaian investasi yang dilakukan dengan
cara membandingkan Benefit setelah di present value dengan Biaya Investasi (cost)
setelah di present value. Secara matematis metode Benefit Cost Ratio (B/C ratio)
diformulasikan sebagai berikut:

=
Cost PV
Benefit PV
Ratio B/C
Untuk menentukan kelayakan rencana investasi tersebut, dilakukan dengan
melihat hasil B/C Ratio tersebut. Apabila rencana investasi menghasilkan B/C ratio
lebih besar dari 1 maka rencana investasi tersebut dinyatakan layak (feasible).
2.3. PENGANGGARAN
Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan
pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipmen baru untuk
memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.
KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 11

Penganggaran Modal Suatu Konsep Investasi
Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab peng anggaran modal melibatkan
suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh
keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.
Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterika tan dana tersebut dalam
jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.
Jenis Investasi
Investasi dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) golongan, yakni sebagai berikut :
(1) Investasi yang tidak menghasilkan laba (non profit investemen).
(2) Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non measurable profit investment)
(3) Investasi dalam penggantian ekuipmen (replacement investment).
(4) Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment).

Penjelasan Masing-masing Jenis Investasi di atas
(1) Investasi yang tidak menghasilkan laba.
- Timbul karena adanya peraturan pemerintah atau syarat kontrak yang telah
disetujui.
- Contoh: pemasangan instalasi pembersih air limbah.

(2) Investasi yang tidak dapat diukur labanya.
- Tujuan investasi untuk menaikkan laba, tetapi laba yang diharapkan akan diperoleh
perusahaan dengan adanya inv ini sulit untuk dihitung secara teliti.
- Pedoman yang biasanya dipakai adalah : % tertentu dari hasil penjualan, % tertentu
dari laba bersih investasi yang sama yang dilakukan oleh perusahaan pesaing.
- Contoh investasi ini : pengeluaran biaya promosi, biaya penelitian dan
pengembangan, dan biaya program pelatihan dan pendidikan karyawan.
(3) Investasi dalam Penggantian Mesin dan Equipment.
- Informasi penting yang perlu dipertimbangkan dalam keputusan penggantian mesin
adalah informasi akunt ansi diferensial yang berupa aktiva diferensial dan biaya
diferensial.
KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 12

- Penggantian dapat dilakukan, jika biaya diferensial yang berupa penghematan
biaya yang diperoleh dari penggantian suatu mesin dan ekuipmen berjumlah pantas
bila dibandingkan dengan aktiva diferensial.

(4) Investasi dalam Perluasan Usaha
- Yakni merupakan pengeluaran untuk menambah kapasitas produksi atau operasi
menjadi lebih besar dari sebelumnya.
- Untuk menambah kapasitas akan diperlukan aktiva dife rensial berupa tambahan
investasi dan akan menghasilkan pendapatan diferensial.

















KEWIRAUSAHAAN
KELOMPOK VII 13

BAB III
KESIMPULAN
3.1. KESIMPULAN
Dalam dunia usaha sangat diperlukan manajemen yang baik terutama dalam hal
keuangan atau dananya. Karena semua kegiatan usaha akan bermuara pada uang, baik itu
yang berupa pengeluaran ataupun pemasukan dari sebuah usaha tersebut.
Dengan telah mengetahui hal-hal yang telah dibahas di atas maka telah menambah
pengetahuan pembaca mengenau sumber-sumber pendanaan dalam sebuah usaha, yakni
dapat diperoleh dari sumber intern, ekstern, dan modal pribadi (pelaku usaha).
Disamping itu dalam hal pengelolaan modal yang telah didapatkan tersebut
diperlukan analisa kebutuhan dan penganggaran yang baik dalam menggunakan modal
yang ada, sehingga modal yang ada dapat digunakan secara efektif dan tepat guna.

3.2. SARAN
Masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam hal pendanaan
usahanya, perbanyaklah jaringan terhadap kreditur atau mitra kerja yang dikira dapat
saling menguntungkan apabila dilakukan kerjasama dengan mitra tersebut.
Sebagai penulis kami menyarankan agar wirausahawan/ti dapat labih kreatif dan
inovatif dalam menyusun rencana manajerisasi pendanaan kegiatan usahanya agar usaha
tersebut tidak kehabisan modal ditengah jalan. Dan berhenti beroperasi hanya karena
manajemen dana yang tidak tepat.