Anda di halaman 1dari 5

INISIASI MENYUSU DINI Pengertian Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses alami pada bayi untuk mulai

menyusu sendiri segera setelah lahir, yaitu dengan memberi kesempatan pada bayi untuk mencari dan mengisap ASI sendiri yang didahului oleh kontak kulit antara ibu dan bayi setidaknya 1 jam atau lebih (1,2,3). Dalam prosedur Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir, bayi dibersihkan dari kepala hingga ujung kaki dengan kain lembut yang kering dan diletakkan bersentuhan kulit dengan ibunya. Kemudian bayi dan ibu diselimuti dengan kain kering lain (2,3). Bila diletakkan sendiri di atas perut ibunya, bayi baru lahir yang sehat akan merangkak ke atas, dengan mendorong kaki, menarik dengan tangan dan menggerakkan kepalanya hingga menemukan puting susu. Indera penciuman seorang bayi baru lahir sangat tajam, yang juga membantunya menemukan puting susu ibunya (2,3). Ketika bayi bergerak mencari puting susu, ibu akan memproduksi oksitosin dalam kadar tinggi. Ini membantu kontraksi otot rahim sehingga rahim menjadi kencang dan dengan demikian mengurangi perdarahan. Oksitosin juga membuat payudara ibu mengeluarkan zat kolostrum ketika bayi menemukan puting susu dan mengisapnya (2,3). Sentuhan bayi melalui refleks hisapnya yang timbul mulai 30-40 menit setelah lahir akan menimbulkan rangsangan sensorik pada otak ibu untuk memproduksi hormon prolaktin dan memberikan rasa aman pada bayi (2,3). Hasil penelitian menyebutkan bahwa Inisiasi Menyusu Dini dapat mencegah 22% kematian neonatal dan meningkatkan 2-8 kali lebih besar keberhasilan pemberian ASI eksklusif (2).

TUJUAN Berbagai penelitian mengemukakan alasan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) antara lain: a. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat mencegah 22% kematian bayi di Negara berkembang pada usia dibawah 28 bulan, namun jika menyusu pertama, saat bayi berusia diatas dua jam dan dibawah24 jam pertama, maka dapat mencegah 16% kematian bayi di bawah 28 hari . b. Bayi yang diberi kesempatan menyusu dini dengan meletakkan bayi dengan kontak kulit ke kulit setidaknya selama satu jam, mempunyai hasil dua kali lebih lama disusui c. Menunda Inisiasi Menyusu Dini (IMD) akan meningkatkan resiko kematian pada neonatus.

d. Di Indonesia pemberian ASI secara dini mempunyai 8 kali lebih besar kemungkinan dalam memberikan ASI Eksklusif e. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) akan meningkatkan keberhasilan pemberian ASi eksklusif 6 bulan karena kontak dini ibu dan bayi akan meningkatkan lama menyusui dua kali dibandingkan dengan kontak yang lambat f. Ibu dan bayi berinteraksi pada menit-menit pertama setelah lahir. g. Kemampuan ibu untuk menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu yang dibutuhkan bayi meningkat meningkat (thermoregulation thermal syncron)

MANFAAT Menurut Roesli, (2008), manfaat inisiasi menyusu dini adalah sebagai berikut : 1. Anak yang menyusu dini dapat menyusu dengan mudah kemudian, sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang. Selain mendapat kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian ASI Eksklusif akan menurunkan kematian. 2. ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga mengandung penyerap. Susu formula tidak diberi enzim sehinga penyerapannya tergantung enzim diusus anak. Sehingga ASI tidak merebut enzim anak. 3. Yang sering dikeluhkan ibu ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI diproduksi berdasarkan demand. Jika diambil banyak akan diberikan banyak, sedangkan bayi yang diberikan susu formula perlu waktu satu minggu untuk mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkannya. Manfaat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) untuk Bayi: 1) Menurunkan angka kematian bayi karena hipotermia. 2) Dada ibu menghangat bayi dengan suhu yang tepat. 3) Bayi mendapatkan kolustrum yang kaya akan anti bodi, penting untuk pertumbuhan usus dan ketahanan bayi terhadap infeksi 4) Bayi dapat menjilat kulit ibu dan menelan bakteri yang aman, berkoloni di usus bayi dan menyaingi bakteri patogen 5) Menyebabkan kadar glukosa darah bayi yang lebih baik pada beberapa jam setelah persalinan

6) Pengeluaran mekonium lebih dini, sehingga menurunkan intensitas ikterus normal pada bayi baru lahir

Manfaat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) untuk Ibu 1) Ibu dan bayi menjadi lebih tenang 2) Jalinan kasih sayang ibu dan bayi lebih baik sebab bayi siaga dalam 1-2 jam pertama 3) Sentuhan, Jilatan, Usapan pada putting susu ibu akan merangsang pengeluaran hormon oksitosin 4) Membantu kontraksi uterus, mengurangi resiko perdarahan, dan mempercepat pelepasan plasenta

LANGKAH-LANGKAH IMD Menurut Roesli (2008), langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan inisiasi menyusui dini, yaitu : (2) 1. Dianjurkan kepada suami atau keluarga untuk mendampingi saat persalinan. 2. Disarankan untuk tidak atau mengurangi penggunaan obat kimiawi saat persalinan dan mengganti dengan cara non kimiawi, misalnya pijat, aroma terapi dan gerakkan. 3. Beri kebebasan pada ibu untuk menentukan cara melahirkan yang diinginkan, misalnya melahirkan normal, didalam air atau dengan jongkok. 4. Keringkan secepatnya seluruh badan dan kepala bayi kecuali kedua tangannya karena adanya lemak (verniks) yang dapat menyamankan kulit bayi. 5. Bayi ditengkurapkan didada atau perut ibu. Biarkan kulit bayi melekat dengan kulit ibu. Posisi kontak kulit dengan kulit ini dapt dipertahankan minimal satu jam atau setelah menyusu awal selesai. Keduanya diselimuti jika perlu gunakan topi. 6. Bayi dibiarkan mencari putting susu ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut, tetapi tidak memaksakan bayi keputing ibu. 7. Mendukung ayah agar membantu ibu untuk mengenali tanda - tanda perilaku bayi sebelum menyusu dan dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam, bahkan lebih. Dukungan ayah akan meningkatkan rasa percaya diri ibu. Biarkan bayi dalam posisi sentuhan kulit dengan kulit ibunya setidaknya selama satu jam, walaupun ia telah berhasil menyusu pertama sebelum satu jam. Jika belum menemukan putting

payudara ibunya dalam satu jam, biarkan kulit bayi tetap bersentuhan dengan kulit bayinya sampai berhasil menyusu pertama. 8. Berikan kesempatan kontak kulit dengan kulit pada ibu yang melahirkan dengan tindakan, misalnya operasi Caesar. 9. Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang dan diukur setelah satu jam atau menyusui awal selesai. 10. Rawat gabung, ibu dan bayi dirawat dlam satu kamar selam 24 jam dan tidak dipisahkan tetap selalu dalam jangkauan ibu. IMD & MDGs

KEBIJAKAN THE WORLD ALLIANCE FOR BREAST FEEDING ACTION (WABA) TENTANG IMD Inisiasi menyusu dini dalam satu jam setelah kelahiran merupakan tahap penting untuk mengurangi kematian bayi dan mengurangi banyak kematian neonatal. Menyelamatkan 1 juta bayi dimulai dengan satu tindakan, satu pesan dan satu dukungan yaitu dimulai Inisiasi Menyusu Dini dalam satu jam pertama kelahiran. WHO / UNICEF merekomendasikan bahwa inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama kelahiran, menyusu secara eksklusif selama 6 bulan diteruskan dengan makanan pendamping ASI sampai usia 2 tahun. Konfrensi tentang hak anak mengakui bahwa setiap anak berhak untuk hidup dan bertahan untuk melangsungkan hidup dan berkembang setelah persalinan. Wanita mempunyai hak untuk mengetahui dan menerima dukungan yang diperlukan untuk melakukan inisiasi menyusu dini yang sesuai. WABA mengeluarkan beberapa kebijakan tentang inisiasi menyusu dini dalam Pekan ASI sedunia (World Breastfeeding Week) : 1. Menggerakan dunia untuk menyelamatkan 1 juta bayi dimulai dengan satu tindakan sederhana yaitu beri kesempatan pada bayi untuk melakukan inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama kehidupannya. 2. Menganjurkan segera terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi dan berlanjut dengan menyusui untuk 6 bulan secara eksklusif .

3. Mendorong Mentri Kesehatan atau orang yang mempunyai kebijakan untuk menyatukan pendapat bahwa inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama adalah indikator penting untuk pencegahan kesehatan. 4. Memastikan keluarga mengetahui pentingnya satu jam pertama untuk bayi dan memastikan mereka melakukan pada bayi mereka kesempatan yang baik ini. 5. Memberikan dukungan perubahan baru dan peningkatan kembali Rumah Sakit Sayang Bayi dengan memberi perhatian dalam penggabungan dan perluasan tentang inisiasi menyusu dini (WBW, 2007).

1. Ertem IO, Votto N and Leventhal JM. The timing and predictors of early termination of breastfeeding. Pediatrics 2001: 107; 543-548. Available at

http://www.pediatrics.org/cgi/content/full/107/3/543 2. Roesli, Inisiasi Menyusu Dini, Pustaka Bunda, Jakarta, 2008 3. UNICEf, Breast Crawl ; Initiation of Breastfeeding by Breast Crawl, Breast Crawl.org, 2007.