Anda di halaman 1dari 2

Seorang wanita berusia 51 tahun datang ke RS Sanglah dengan keluhan nyeri pada ulu hati.

Awalnya, penderita merasakan nyeri pada abdomen kuadran kanan yang hilang timbul sejak 5 bulan SMRS. Rasa nyeri ulu hati tersebut meluas ke paru sebelah kanan sejak 6 jam SMRS. Nyeri tersebut muncul mendadak dan terasa seperti di tusuk-tusuk. Ini menandakan gejala primer dimana ini biasanya disebut sebagai refered pain yakni nyeri menjalar ke paru yang kemudian berjalan ke daerah thorax bagian belakang. Gejala ini merupakan symptoms dari gallbladder disease. Penderita juga menderita mual namun tidak sampai muntah, dan penurunan nafsu makan serta sering merasa mudah lelah. Nyeri ulu hati biasanya disertai dengan mual, muntah, frekuensi > 10x isi cairan dan sisa makanan, ini disebabkan oleh adanya kemungkinan batu di kandung empedu. Jika terdapat batu yang menyumbat duktus sistikus atau duktus biliaris komunis untuk sementara waktu, tekanan di duktus biliaris akan meningkat dan peningkatan kontraksi peristaltik di tempat penyumbatan mengakibatkan nyeri visera di daerah epigastrium, mungkin dapat menyebar ke punggung serta muntah. Satu hari SMRS ditemukan demam karena pada pasien ini telah terjadi reaksi inflamasi yakni yang mengarahkan kita ke arah penyakit infeksi. Batuk, sesak , nyeri dada ditanyakan walaupun hasilnya negative yakni untuk menyingkirkan diagnose banding yang lain yang berasal dari yang lain. Riwayat buang air kecil normal, warna kuning. Riwayat buang air besar normal, warna pucat. Sebelumnya, pasien juga memiliki riwayat ikterus. Hal ini menandakan obstruksi pada commen balle duck secara partial karena hanya terdapat sedikit billirubin yang masuk ke gastrointestinal sehingga

menyebabkan warna urine kuning dan feses pucat. Pasien tidak memiliki penyakit lain selain ini dan di keluarganya juga tidak ada yang menderita penyakit serupa. Pasien bukan peminum alkohol maupun merokok. Dari anamnesis ini diperoleh diagnosis bandingnya yaitu sub akut
kolesistitis, kolelitiasis, koledokolitiasis, ulkus peptikum, ulkus duodenum, pancreatitis, batu ginjal dan batu ureter, hepatitis, abses hati dan amubiasis hati. Namun dengan informasi yang diperoleh yaitu nyeri bersifat hilang timbul dan dipengaruhi oleh makanan berlemak, maka diagnosis batu ginjal dan batu ureter dapat disingkirkan. Pada batu ginjal dan batu ureter nyerinya memang hilang timbul namun

tidak dipengaruhi oleh makanan berlemak. Selain itu, diagnosis banding pancreatitis juga dapat disingkikan karena pada pancreatitis sifat nyerinya tidak hilang timbul dan nyeri berkurang jika pasien membungkuk ke depan atau duduk.