Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH BAHASA INDONESIA

Pengaruh Asap Kendaraan Bermotor Terhadap Pemanasan Global

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas ujian akhir semester ganjil mata kuliah Bahasa Indonesia

Disusun oleh: Nama : SYAFIQ UBAIDILLAH NIM : 111810401015

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2014

KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah Swt. Atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengaruh Asap Kendaraan Bermotor Terhadap Pemanasan Global. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Furoidatul husniah S.S, M.Pd selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan ilmu dan inspirasi dalam penyusunan laporan praktikum ini. 2. Dan semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan laporan ini. Penulis juga menerima segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Jember, 1 Januari 2014

Penulis,

DAFTAR ISI
ii

HALAMAN JUDUL................................................................................... i KATA PENGANTARii DAFTAR ISI..iii BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang..1 1.2 Rumusan Masalah ........2 1.3 Tujuan ...... 2 1.4 Manfaat .... 2 1.5 Tinjaun Pustaka ....... 2 BAB 2. PEMBAHASAN ...........................4 BAB 3. PENUTUP 3.1 Simpulan ............. .9 DAFTAR PUSTAKA 10

BAB I. PENDAHULUAN
iii

1.1 Latar Belakang. Era globalisasi yang berkembang saat ini menyebabkan hampir tidak adanya batas antar negara. Hal ini menyebabkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di suatu negara akan mudah mengalami perkembangan, tidak terkecuali dengan perkembangan sistem alat transportasi. Tranportasi merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat modern saat ini. Sulit dibayangkan bila manusia saat ini hidup tanpa adanya alat transportasi, karena hampir setiap kebutuhan manusia yang berhubungan dengan jarak dari suatu tempat diperlukan alat trasportasi. Alat trasportasi saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal ini terlihat dari jumlah kendaraan bermotor ang terjual dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu yang mendorong tingginya laju penjualan yaitu harga barang terjangkau oleh konsumen. Pada akhirnya jumlah kendaraaan yang beredar di masyarakat semakin meningkat. Banyaknya populasi kendaraan bermotor yang ada di masyarakat memiliki sisi negatif yaitu semakin meningkatnya polusi udara yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh national Environment Survey menunjukkan masyarakat yang sangat terganggu dengan asap kendaraan bermotor sekitar 30 %. Asap kendaraan ini menimbulkan gangguan kesehatan bahkan menyebabkan kematian. Menurut survey UNEF PBB Indnesia menempati urutan ketiga sebagai negara dengan tingkat polusi tinggi. Data Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia (2003) dalam kompas (2003) menunjukkkan polusi yang ditimbulkan dari asap kendaraan bermotor mencapai 70 % dari total polusi yang ada. Emisi asap kendaraan bermotor yang dihasilkan dan terakumulasi di atmosfer akan memicu munculnya keadaan yang disebut pemanasan global, yaitu meningkatnya suhu rata-rata bumi akibat adanya akumulasi gas rumah

4 1

kaca seperti CO2, CH4, CFC dan sebagainya. Meningkat suhu global ini akan sangat berbahaya bagi organisme yang ada di bumi. Oleh karena itulah diperlukan perhatian khusus terhadap polusi yang ditimbulkan dari asap kendaraan bermotor ini. 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah: 1. Bagaimana pengaruh asap kendaraan bermotor terhadap pemanasan global ? 2. Bagaimana solusi untuk mengurangi ataupun mengatasi efek pemanasan global akibat dari polusi asap kendaraan bermotor ? 1.3 Tujuan 1. Mengetahui pengaruh asap kendaraan bermotor terhadap pemanasan global. 2. Mengetahui solusi untuk mengurangi ataupun mengatasi efek pemansan global akibat dari polusi asap kendaraan bermotor. 1.4 Manfaat Menambah pengetahuan tentang pengaruh asap kendaraan bermotor terhadap pemanasan global dan solusinya. 1.5 Tinjauan Pustaka Senyawa COx merupakan salah satu gas emisi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar minyak bumi dan batu bara selain SOx dan NOx. Senyawa COx tersebut dapat berupa gas karbon monoksida (CO) atau gas karbon dioksida (CO2). Karbon dioksida (CO2) umumnya tidak dikatagorikan sebagai polutan udara karena merupakan komponen yang secara normal terdapat di udara Pengaruh terbesar yang dapat mengakibatkan kadar karbon dioksida dalam pembakaran udara meningkat minyak dalam bumi, jumlah yang gas alam, banyak adalah

bahan bakar

dan batubara

(Fessenden,1986).

Oksidasi tidak lengkap terhadap karbon atau komponen yang mengadung karbon jika jumlah oksigen yang tersedia kurang dari jumlah yang

dibutuhkan untuk pembakaran sempurna agar dihasilkan karbon dioksida. Secara sederhana pembakaran karbon dalam minyak bakar terjadi melalui beberapa tahap sebagai berikut : 2C + O2 2CO
2

Reaksi antara karbon dioksida dan komponen yang mengandung karbon pada suhu tinggi dapat menghasilkan karbon monoksida (CO). Hampir 60% dari polutan yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida. Tetapi gas CO dalam udara merupakan senyawa yang kurang stabil dan biasanya akan bereaksi dengan oksigen membentuk karbondioksida (CO2) melalui reaksi: 2CO + O2 2CO2

Kedua proses pembentukan gas CO2 tersebut dapat menyebabkan kadar karbon dioksida dalam udara semakin meningkat. Salah satu dampak negatif apabila kadar karbon diosida melebihi batas ambang kandungan CO2 dalam jumlah yang banyak adalah terjadinya efek pemanasan global yang lebih dikenal dengan sebutan efek rumah kaca (Francis,1974).

BAB 2. PEMBAHASAN
3

Asap kendaraan bermotor adalah emisi yang dihasilkan dari proses pembakaran didalam mesin kendaraan bermotor seperti timbal (Pb), CO, NOx
,CO2

dan CHx yang kemudian terakumulasi di udara menjadi partikel-partikel

polutan (Kusminingrum, 2008).Pemanasan global (global warming) adalah suatu fenomena peningkatan temperatur rata-rata bumi secara global dari tahun ke tahun yang terjadi di atmosfer, laut dan daratan (Meiviana dalam Sudarmadji, 2012). Pada kendaraan bermotor dihasilkan limbah gas berupa asap-asap dengan senyawa tertentu seperti timbal (Pb), CO, NOx ,CO2 dan CHx . Beberapa senyawa seperti NOx ,CO2 dan CHx merupakan senyawa yang biasa disebut gas rumah kaca (GRK). Gas-gas ini apabila terakumulasi di dalam atmosfer maka akan menyebabkan energi matahari terperangkap dalam atmosfer sehingga suhu bumi akan meningkat (Meiviana.2004, dalam Sudarmadji, 2012). Ada beberapa pihak yang kemungkinan berkontribusi besar terhadap peningkatan asap kendaraan bermotor yaiitu produsen/ pabrik pembuat kendaraan bermotor, pengguna kendaraan bermotor dan pemerintah baik pusat ataupun pemerintah daerah. 1. Produsen kendaraan bermotor, Produsen kendaraan bermotor merupakan pihak pertama yang berperan besar dalam menetukan jenis emisi gas yang dihasilkan dari kendaraan produksinya, hal ini disebabkan setiap kendaraan yang dihasilkan memiliki standar tertentu agar dapat beroperasi seperti standar EURO 1 yang diluncurkan tahun1993 sampai EURO 4 yang diluncurkan pada 2004. Ketika suatu produsen tidak mematuhi standar ini maka emisi gas yang dihasilkan akan memperburuk keadaan bumi. Selain itu kuantitas produksi dan kemampuan inovasi produsen untuk menerapkan sumber bahan bahan bakar

alternative (bioenergi) juga berpengaruh terhadap tingginya emisi yang dihasilkan. 2. Pengguna kendaraan bermotor, kuantitas penggunaan kendaraan bermotor, kegiatan pengguna kendaraan bermotor untuk mengutak-atik mesin standart pabrik menjadi tidak standart, kuantitas uji emisi dan standarisasi berkala yang dilakukan pengguna terhadap kendaraannya akan berpengaruh terhadap asap 4 kendaraan yang dihasilkan. 3. Pemerintah, Pemerintah baik daerah ataupun pusat melalui kebijakannya memiliki andil besar terhadap kuantitas asap kendaraan yang dihasilkan di suatu daerah atau negara. Asap kendaraan bermotor dapat berpengaruh besar terhadap pemanasan global apabila jumlahnya telah melampaui batas toleransi, artinya senyawasenyawa GRK telah terakumulasi dalam jumlah besar di atmosfer yang melapaui kemampuan tumbuhan ataupun organisme lain di Bumi untuk menguraikannya menjadi senyawa yang lebih bersahabat.Menurut Soedomo (1990) transportasi darat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi GRK, untuk sebagian besar timbal, CO, CHx, dan NOx di daerah perkotaan, dengan konsentrasi utama terdapat di daerah lalu lintas yang padat. Pengaruh asap kendaraan bermotor pada dasarnya terletak pada

kemampuan senyawa-senyawa yang terkandung didalamnya untuk menahan dan mengakumulasi energi matahari dalam bentuk kalor (apabila jumlah emisi yang dihasilkan tinggi) sehingga juga mengakibatkan suhu bumi meningkat secara perlahan. Dalam asap kendaraan bermotor terkandung senyawa-senyawa seperti CO, CO2, CHx, dan NOx yang memiliki kemampuan untuk menahan dan mengakumulasi energi matahari yang seharusnya dapat dipantulkan oleh lapisan ozon. Kalor yang terakumulasi menyebabkan suhu bumi meningkat secara perlahan Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin pembakaran dalam maupun mesin pembakaran luar yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin. Proses pembakaran merupakan proses oksidasi yang

memerlukan oksigen. Untuk menghasilkan tenaga pada kendaraan bermotor berbahan bakar minyak bumi, maka terjadi reaksi kimia berupa pembakaran senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon yang biasa digunakan adalah oktana. Proses pembakaran pada kendaraan bermotor, ikatan hidrokarbon (HC) pada bahan bakar (BB) hanya akan bereaksi dengan oksigen pada saat proses pembakaran sempurna dan menghasilkan air (H2O) serta karbondioksida (CO2) sedangkan nitrogen akan keluar sebagai N2. Pada dasarnya, reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : C8H18(oktana) + 25/2 O2 8CO2 + 9H2O Reaksi tersebut adalah reaksi pembakaran yang terjadi secara sempurna walaupun masih terdapat polutan, yaitu karbon dioksida (CO2). Ketika pembakaran tidak sempurna akan dihasilkan gas CO ( karbon monoksida), atau bahkan ketika suatu kendaraan tidak lolos uji emisi maka kemungkinan besar akan dihasilkan gas buangan berupa methana hingga timbal (Pb). Kuantitas senyawa-senyawa ini akan bertembah seiring dengan meningktannya kepadatan arus lalu lintas. Ketika emisi kendaraan bermotor seperti CO2, CHx ini terakumulasi di atmosfer maka akan menimbulkan keadaan yang dinamakan efek rumah kaca. Di dalam atmosfer, bumi terdapat berbagai jenis gas; dimana gas-gas tersebut dapat meneruskan sinar matahari yang bergelombang pendek, hingga sinar mata hari dapat sampai ke permukaan bumi dan akibat yang ditimbulkannya permukaan bumi menjadi panas; dan permukaan bumi memancarkan kembali sinar yang diterimanya. Menurut hukum fisika panjang gelombang sinar

yang dipancarkan sebuah benda tergantung pada suhu benda tersebut. Makin tinggi suhunya akan semakin pendek gelombangnya. Matahari dengan suhu yang tinggi, memancarkan sinar dengan gelombang yang pendek. Namun sebaliknya karena permukaan bumi dengan suhu yang rendah, maka memancarkan sinar dengan gelombang panjang yaitu sinar infra-merah. Sinar infra merah dalam atmosfer terserap oleh gas hasil akumulasi kendaraan bermotor, hingga tidak

terlepas ke angkasa luar. Panas akhirnya terperangkap di dalam lapisan bawah atmosfir yang disebut troposfer; akibatnya permukaan bumi dan tropsfer menjadi naik suhunya secara perlahan yang disebut sebagai pemanasan global Pemanasan global memiliki 2 dampak yang serius terhadap kehidupan dibumi yaitu naiknya permukaan air laut, dan perubahan iklim global. 2 dampak ini akan menghasilkan bermacam-macam dampak turunan seperti turunnya biodiversitas organisme, abrasi meningkat, banjir, evaporasi meningkat, kekeringan, dan lain sebagainya.
6

Untuk mengurangi efek asap kendaraan bermotor yang kemungkinan besar dapat memicu pemanasan global tersebut dapat dilakukan beberapa langkah preventif maupun represif, diantaranya : a) Preventive ( pencegahan ) : 1. Pemerintah membuat kebijakan mengenai emisi kendaraan bermotor dengan mengedepankan pada permasalahan lingkingan dan pembangunan yang berkelanjutan ( sustainable development). 2. Pemerintah mendukung dan merealisasikan progam penggunaan energi terbarukan sekaligus ramah lingungan untuk bahan bakar kendaraan bermotor, misalkan dengan bentuk penghargaan terhadap produsen inovatif, ataupun konsumen inovatif yang menggunakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. 3. Pengadaan sistem standar operasi terhadap subjek-subjek yang kemungkinan besar berpengaruh terhadap kuantitas emisi kendaraan bermotor, contohnya standarisasi bengkel kendaraan bermotor dan produsen kendaraan bermotor. 4. Untuk konsumen kendaraan bermotor, dapat di lakukan dengan menggunakan kendaraannya hanya untuk hal-hal yang sifatnya penting saja, dan selalu melakukan pengecekan berkala tentang kuantitas dan jenis gas emisi dari kendaraannya pada instansi terkait. 5. Investasi transportasi massal yang lebih baik, seperti bus dan kereta api 6. Bagi pengguna jalan, selalu berusaha untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

10

7. Pemberi insentif bagi kendaraan bermotor yang memakai bahan bakar alternatif, seperti: a. Keringanan pajak kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar gas berupa PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaran Bermotor). Ref. PERPU. No.21 tahun 1997. b. Pemberian keringanan pajak untuk bea-impor conversion kit, sehingga harga jualnya dapat ditekan dan terjangkau oleh masyarakat. c. Peraturan pemerintah yang mewajibkan kepada Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) untuk memasang Catalytic Converterpada setiap kendaraan
7

baru yang sudah diproduksi. b) Represive (penanganan) : 1. Reboisasi, penanaman tumbuhan peneduh sekaligus penyerap CO2 di pinggiran jalan raya terutama daerah dengan kepadatan lalu lintas tinggi untuk menyerap GRK yang telah ada 2. Pembuatan taman kota atau green area untuk mengurangi kadar GRK yang telah ada di perkotaan. 3. Pemanfaatan organisme penambat dan pengurai gas-gas rumah kaca, seperti bakteri penambat metana

11

BAB 3. PENUTUP
8

3.1 Simpulan. Asap kendaraan memiliki efek yang serius terhadap pemanasan global, hal ini dikarenakan dalam asap kendaraan bermotor terdapat gas-gas seperti CO, CO2, CHx, dan NOx . Gas-gas ini memiliki kemampuan untuk menahan dan mengakumulasi energi matahari yang seharusnya dapat dipantulkan oleh lapisan ozon. Kalor yang terakumulasi menyebabkan suhu bumi meningkat secara perlahan. Apabila suhu bumi semakin meningkat maka akan menimbulkan berbagai masalah bagi kehidupan yang ada di Bumi. Untuk mengurangi efek asap kendaraan bermotor yang kemungkinan besar dapat memicu pemanasan global tersebut dapat dilakukan beberapa langkah preventif maupun represif. Tindakan preventif merupakan langkah yang diambil untuk mencegah munculnya asap kendaraan bermotor yang terlalu banyak, sedangkan tindakan represif diambil untuk menangani dan mengurangi asap kendaraan bermotor yang telah ada di atmosfer.

12

DAFTAR PUSTAKA

Fessenden, J. R., and Fessenden, S. J., 1986. Organic Chemistry, Third Edition, wadswortth, Inc., Belmont. California 94002. . USA : Massachuset Francis, F. C., 1974. Introduction to Plasma Physics, New York :Plenum Press. Kusminingrum, Nanny.2008. Polusi Udara Akibat Aktivitas Kendaraan Bermotor Di Jalan Perkotaan Pulau Jawa Dan Bali. Bandung : Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Meiviana, A. Dkk.2004. Dalam Sudarmadji.2012.Pengantar Ilmu lingkungan Edisi ketiga. Jember : Unej Press. Rahman ,Luthfia Nuraini. 2009. Pemanasan Global Dan Dampaknya Pada Amfibi Di Dunia. Bogor : IPB Press Soedomo M., Usman K, Djajadiningrat S T., Darwin, 1990, Model Pendekatan dalam Analisis kebijakan Pengendalian Pencemaran Udara, Studi Kasus di Jakarta, Bandung dan Surabaya, Penelitian KLH Jurusan Teknik Lingkungan ITB, Bandung. Waryono, Tarsoen.2002. UPAYA Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pelestarian Hutan Sebagai Pencegah Pemanasan Global. Jakarta : Universitas Indonesia Press.

13

10 9

14