Anda di halaman 1dari 4

BAB II PEMBAHASAN

A. Penyiksaan Anak dari Segi Agama Jika dipandang dari kasus Rina, menurut sudut pandang agama, ibu Rina telah melakukan tindakan dosa, berupa penyiksaan fisik dengan selalu memukuli, menyiksa dan menjadikan budak bahkan Rina juga tidak disekolahkan. Perilaku ibu tersebut kelak di akhirat akan mendapat balasan sesuai yang di lakukan di dunia. B. Penyiksaan Anak dari Segi Moral dan Etika Kasus yang di alami anak seusia Rina amatlah tragis, kasus ini sangat tidak etis karena, orang tua Rina tidak mampu memberi contoh yang baik untuk sang anak, bahkan ibunya telah memberikan lembaran kelam untuk sang anak akibatnya psikis sang anak terguncang dan Rina tidak dapat sekolah, tumbuh dan berkembang dengan baik. Dia tidak diberi kesempatan untuk mengetahui atau merasakan kebahagiaan dalam hidupnya.
C.

Penyiksaan Anak dari Segi Hukum Kasus yang paling menarik untuk di teliti secara hukum, kasus Rina ini, sangatlah fenomenal karena dibalik hubungan antara seorang ibu dan anak selama 14 tahun ini tersimpan sebuah kejadian yang tidak berkemanusiawi. Seorang ibu yang tega menyiksa anaknya sendiri sehingga menimbulkan dampak negatif untuk anaknya. Kalau dipandang dari segi hukum, sangatlah jelas ibu Rina yang bersalah, karena dengan sengaja bertindak kasar, dengan melukai fisik sang anak. Kasus tersebut mulai terbongkar setelah tetangga Rina yang setiap hari sudah tidak tahan melihat Rina disiksa dan dipukuli terus menerus. Tetangga Rina pun mencoba membantu mengeluarkan Rina dari rumahnya dan melaporkan ke polisi. Tetapi walaupun ibu Rina ditetapkan sebagai tersangka, sayangnya polisi tidak menahannya karena ada surat

keterangan dari rumah sakit bahwa ibu Rina sedang sakit. Perlindungan anak juga telah diatur dalam UU yang berlaku, yaitu menurut Pasal 1, ayat (2) UU No : 23 th 2002
1. Anak merupakan individu yang belum matang secara fisik, mental

maupun sosial.
2. Anak merupakan individu yang rentan dan masih tergantung pada orang

dewasa.
3. Anak merupakan potensi bangsa yang harus dapat tumbuh kembang

secara wajar.
4.

Anak merupakan bagian dari masa kini dan pemilik masa depan.

5. Anak merupakan amanah dari Tuhan YME yang harus dilindungi hak

asasinya sebagai manusia.


6. Berbagai peraturan perundang undangan mengamanatkan bahwa setiap

anak berhak atas perlindungan. Anak juga harus mendapatkan perlindungan dari: 1. Penyalahgunaan dalam kegiatan politik. 2. Pelibatan dalam sengketa bersenjata. 3. Pelibatan dalam kerusuhan sosial. 4. Pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, dan pelibatan dalam peperangan. 5. Sasaran penganiayaan, penyiksaan atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi. 6. Memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum. Penangkapan, penahanan atau tindak pemenjaraan anak hanya dilakukan bila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir. 7. Bagi anak yang sedang berkonflik dengan hukum berhak mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatannya dipisahkan dari orang dewasa, serta memperoleh bantuan hukum atau bantuan lain.

8. Untuk anak yang menjadi korban, pelaku kekerasan seksual atau anak yang sedang berhadapan dengan hukum, berhak dirahasiakan

identitasnya. D. Penyiksaan Anak dari Pelanggaran HAM Kasus penyiksaan anak tersebut telah melanggar HAM sesuai dengan pesetujuan bersama DPR RI dan Presiden RI memutuskan menetapkan UU Perlindungan anak pada BAB III tentang hak dan kewajiban anak pada : pasal 9 ayat 1 yang berbunyi : setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai minat dan bakatnya dan pada pasal 13 ayat 1 yang berbunyi : setiapa anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain manapun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan : a. Diskriminasi b. Eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual c. Penelantaran d. Kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan e. Ketidakadilan dan f. Perlakuan salah lainnya Ayat (2) : dalam hal orang tua, wali, atau pengasuh anak melakukan segala bentuk perlakuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, maka pelaku dikenakan pemberatan hukum. E. Dampak penyiksaan anak dilihat dari kasus Dampaknya akan menimbulkan cacat fisik, diantaranya yaitu bekas luka yang tidak bisa hilang, keadaan psikis anak akan terguncang, dan setelah dewasa anak tersebut akan cenderung meniru perilaku orang tuanya serta pada proses tumbuh kembang anak juga akan terganggu, karena merasa tertekan oleh perilaku ibunya, sehingga anak tersebut tidak dapat menikmati kehidupan yang semestinya.

F. Penyelesaian dari kasus penyiksaan anak Seharusnya penegak hukum bersikap lebih tegas terhadap kasus penyiksaan anak agar tidak terjadi kembali kasus tersebut. Pemerintah sebaiknya melakukan penyuluhan terhadap orang tua karena anak merupakan anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepada umatnya untuk dijaga dan memberikan kehidupan yang layak. Sebaiknya orang tua harus memberi contoh yang baik kepada anakanaknya agar ketika sudah dewasa nanti sang anak tidak akan meniru perilaku buruk dari orang tuanya.

Beri Nilai