Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN

A LATAR BELAKANG Darah merupakan bagian penting dari sistem transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu: 1 2 (trombosit) Bagian cairan merupakan, merupakan plasma atau serum(tergantung bagaimana cara kita memperolehnya) mengandung bermacam-macam zat yang dalam garis besarnya dapat kita kategorikan dalam beberapa golongan sebagai berikut: 1 2 3 4 5 6 7 olongan karbohidrat contohnua lukosa lobulin, "ibrinogen Plasma darah merupakan bagian yang cair Bagian korpuskuli yakni benda-benda darah yang terdiri atas sel

darah putih (leukosit), sel darah merah (eritrosit) dan sel pembeku darah

olongan protein contohnya !lbumin,

olongan lemak (lipid) contohnya #olestrol olongan hormon contohnya $nsulin, !drenalin olongan mineral contohnya zat besi ("e), #alium (#) olongan %itamin contohnya &itamin !, &itamin # olongan ampas metabolik contohnya 'rea, !sam urat, #reatinin kreatin

olongan zat (arna contohnya Bilirubin dll.

#elihatannya bahan organik pada plasma ialah protein yang disebut plasma protein yang berkisar )-*+ terdapat beberapa jenis protein yang berbeda si,at dan ,ungsinya. Pada tubuh indi%idu terdapat kira-kira -..-/.. gram protein terdapat dalam bentuk koloid dan mempengaruhi kekentalan 1

(%ikositas) darah. "raksi !lbumin biasa disebut pula serum albumin ialah protein yang berat molekulnya )*..., yang merupakan partikel-partikel dengan bentuk lonjong. !lbumin inilah merupakan protein plasma yang paling besar jumlahnya. Dalam plasma jumlahnya berkisar 0-1 + dari berat plasma yang dibuat dalam hati, sedang lobulin yang sering pula disebut degan serum lobulin dapat dibedakan menjadi al,a (2), beta (3) dan gamma ( ) lebih lonjong dari albumin di dalam darah lobulin. Bentuk partikelnya

lobulin terdapat kira-kira -,1 + dari

berat plasma dengan komposisi perbandingan sebagaii berikut: 1 2 3 B TUJUAN 1 2 3 4engetahui pengertian sel darah merah 4engetahui pembentukan sel darah merah 4engetahui oksigenasi jaringan sebagai pengatur dasar pembentukan sel darah merah 4 4engetahui %itamin dan zat yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah 5 6 7 8 4engetahui pembentukan hemoglobin 4engetahui struktur hemoglobin 4engetahui metabolisme zat besi ("e) 4engetahui destruksi sel darah merah 2 3 lobulin -,-1 + lobulin .,*. + lobulin .,)) +

MANFAAT 1 2 Dapat mengetahui pengertian sel darah merah Dapat mengetahui pembentukan sel darah merah 2

Dapat

mengetahui

oksigenasi

jaringan

sebagai

pengatur

dasar

pembentukan sel darah merah 4 Dapat mengetahui %itamin dan zat yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah 5 6 7 8 Dapat mengetahui pembentukan hemoglobin Dapat mengetahui struktur hemoglobin Dapat mengetahui metabolisme zat besi ("e) Dapat mengetahui destruksi sel darah merah

BAB II ISI
A SEL DARAH MERAH 5ritrosit (sel darah merah) berbentuk cakram bikonka, berdiameter kirakira delapan mikron, tebalnya (bagian yang paling tebal) dua mikron, sedangkan bagian yang ada ditengah-tengah tebalnya satu micron atau kurang. &olume ratarata eritrosit adalah sebesar */ mikron kubik. Bentuk eritrosit dapat berubah se(aktu sel ini mele(ati kapiler darah. 6ebenarnya eritrosit dapat dianggap sebagai kantong yang dapat berubah bentuk menjadi berbagai jenis bentuk. 5ritrosit merupakan salah satu sel darah yang memiliki peranan penting bagi pengangkutan oksigen ke dalam jaringan dan bu,,er yang utama dalam tubuh manusia. Pada laki-laki normal jumlah eritrosit rata-rata 1.-...... (7/......) per milliliter darah sedangkan pada perempuan yang normal jumlah eritrositnya adalah 0.8...... (7/......) per mililiter darah. 9umlah eritrosit ini ber%ariasi pada kedua jenis kelamin dan pada perbedaan umur. Disamping itu %ariasi jumlah eritrosit juga dipengaruhi oleh ketinggian tempat tinggal seseorang. :al ini tentu saja berkaitan dengan tekanan parsial oksigen yang berbeda antara daerah yang rendah dengan yang tinggi. 6aat embryo, eritrosit dibentuk di dalam yolk sac dan kemudian baru sejak trisemester pertengahan masa kehamilan 3

pembentukannya diambil alih oleh hati, limpa, dan kelenjar limpa. 6elanjutnya hanya sum-sum tulang merah yang akan ber,ungsi membentuk eritrosit ketika kita telah de(asa. ;impa dan hati juga berperan mengakti,kan kembali ,ungsi hemopoeitik eritrosit jika ada rangsangan yang ekstrem dalam jangka (aktu lama yang menghendaki pembentukkan eritrosit dalam jumlah yang banyak. 5ritrosit yang mencapai umur <-. hari dalam keadaan normal akan mengalami dekstruksi. 6ebagian sebagian besar eritrosit pecah dalam perjalanannya melalui pembuluh darah yang sempit. 6ebagian besar eritrosit pecah di dalam limpa karena terjepit mele(ati pulpa merah limpa. :emoglobin yang terlepas dari eritrosit di,agosit oleh sel-sel makrophag terutama yang terdapat dalam limpa, hati (sel-sel ku,,er), dan sumsum tulang. "ungsi utama eritrosit adalah mengangkut oksigen. Dalam eritrosit terdapat hemoglobin (:b), dan hemoglobin ber,ungsi mengikat oksigen (:b=-). Disamping itu hemoglobin juga berikatan dengan karbondioksida (:b>=-). "ungsi lain dari eritrosit adalah sebagai penyangga asam basa (acid-base bu,,er) yang utama dalam tubuh. 5ritrosit banyak sekali mengandung enzim karbonat anhidrase yang ber,ungsi mengkatalis reaksi >=- ? :-=, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi beberapa ribu kali lipat. Disamping itu hemoglobin sebagai suatu protein juga merupakan senya(a penyangga asam basa. 5ritrosit memiliki kemampuan untuk mengkosentrasikan hemoglobin dalam cairan selnya (stroma) sampai sekitar /0 gram per <.. ml. 9ika hematokrit normal yaitu antara 0.-01+ dan jumlah hemoglobin dalam tiap-tiap sel darah merah normal pula, maka darah seorang laki-laki rata-rata mengandung <) gram hemoglobin per <.. ml, sedangkan pada perempuan <0 gram. @iap-tiap gram hemoglobin mampu mengikat kira-kira <,/A ml oksigen. #arena itu, dalam tiaptiap <.. ml darah yang normal pada laki-laki dapat mengangkut -< ml oksigen dan pada perempuan <A ml oksigen. 6uatu kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan sel-sel darah merah seta hemoglobin (:b) sehingga sirkulasi zat dalam tubuh tidak berjalan secara normal disebut anemia. #eadaan ini akan berpengaruh pada semua organ tubuh, bertumpuknya >=- dalam sel yang dapat meracuni sel atau setidaknya menurunkan e,isiensi dan proses lainnya dalam tubuh. !nemia terjadi karena in,eksi yang sering kambuh, sedang menderita penyakit, kekurangan %itamin 5 ( penting untuk kesehatan sel darah), insektisida yang merusak sumsum tulang belakang, kehilangan darah yang berlebihan, dan 4

,actor yang sangat penting adalah kurangnya zat-zat gisi diantaranya "e, &itamin 5, asam "olat yang masuk ke dalam tubuh. !nemia de,isiensi "e adalah yang paling sering terjadi. !nemia ganas dapat terjadi pada keadaan kekurangan %itamin B<- (baca anemia pernikosa). !nemia sel sabit adalah jenis lain dari anemia, ditandai dengan bentuk sel darah merah menjadi bengkok seperti bulan sabi dank eras sehingga menyumbat system peredaran darah, akibatnya tubuh akan mengalami kekurangan oksigen. :asil penelitian menunjukan bah(a penderita anemia jenis ini sangan membutuhkan tambahan asam ,olat minimal 1 gr per hari. B ERITROPOIESIS (PEMBENTUKAN SEL DARAH MERAH) 6etiap orang memproduksi sekitar <.<- eritrosit baru tiap hari melalui proses eritropoiesis yang kompleks dan teratur dengan baik. 5ritropoiesis berjalan dari sel induk melalui sel progenitor >"'
544

(unit pembentuk koloni granulosit,

eritroid, monosit, dan megakariosit), B"' 5 (unit pembentuk letusan eritroid), dan >"' eritroid yang menjadi prekursor eritrosit dan dapat dikenali pertama kali di sumsum tulang, yaitu pronormoblas. Pronormoblas adalah sel besar dengan sitoplasma biru tua, dengan inti di tengah dan nukleoli, serta kromatin yang sedikit menggumpal. Pronormoblas menyebabkan terbentuknya suatu rangkaian normoblas yang makin kecil melalui sejumlah pembelahan sel. Bormoblas ini juga mengandung hemoglobin yang makin banyak dalam sitoplasma, (arna sitoplasma makin biru pucat sejalan dengan hilangnya CB! dan aparatus yang mensintesis protein, sedangkan kromatin inti menjadi makin padat. $nti akhirnya dikeluarkan dari normoblas kemudian berlanjut di dalam sumsum tulang dan menghasilkan stadium retikulosit yang masih mengandung sedikit CB! ribosom dan masih mampu mensintesis hemoglobin. 6el ini sedikit lebih besar daripada eritrosit matur, berada selama <-- hari dalam sumsum tulang dan juga beredar di darah tepi selama <-- hari sebelum menjadi matur, terutama berada di limpa, saat CB! hilang seluruhnya. 5ritrosit matur ber(arna merah muda seluruhnya memilki bentuk cakram bikonka, tak berinti. 6atu pronormoblas biasanya menghasilkan <) eritrosit matur. 6el darah merah berinti (normoblas) tampak dalam darah apabila eritropoiesis terjadi di luar sumsum tulang (eritropoiesis ekstramedular) dan juga terdapat pada beberapa penyakit sumsum tulang. Bormoblas tidak ditemukan dalam darah tepi manusia yang normal. 5

Prekursor eritrosit paling a(al adalah proeritroblas. 6el ini relati, besar dengan garis tengah <-Dm sampai <1 Dm. #romatin dalam intinya yang bulat besar tampak berupa granula halus dan biasanya terdapat dua nukleolus nyata. 6itoplasmanya jelas baso,ilik. 6ementara proeritroblas berkembang, jumlah ribosom dan polisom yang tersebar merata makin bertambah dan lebih menonjolkan baso,ilianya. @urunan proeritroblas disebut eritroblas baso,ilik. 6el ini agak lebih kecil daripada proeritroblas. $ntinya yang bulat lebih kecil dan kromatinnya lebih padat. 6itoplasmanya bersi,at baso,ilik merata karena banyak polisom, tempat pembuatan rantai globin untuk hemoglobin. 6el pada tahap perkembangan eritroid disebut eritroblas polikromato,ilik. Earna polikromato,ilik yang tampak terjadi akibat polisom menangkap zat (arna basa pada pulasan darah, sementara hemoglobin yang dihasilkan mengambil eosin. $nti eritroblas polikromato,ilik agak lebih kecil daripada inti eritroblas baso,ilik, dan granula kromatinnya yang kasar berkumpul sehingga mengakibatkan inti tampak sangat baso,ilik. Pada tahap ini tidak tampak anak inti. 5ritroblas polikromato,ilik merupakan sel paling akhir pada seri eritroid yang akan membelah. Pada tahap pematangan berikutnya disebut dengan normoblas, inti yang terpulas gelap mengecil dan piknotik. $nti ini secara akti, dikeluarkan se(aktu sitoplasmanya masih agak polikromato,ilik, dan terbentuklah eritrosit polikromato,ilik. 5ritrosit polikromato,ilik lebih mudah dikenali sebagai retikulosit dengan polisom yang masih terdapat dalam sitoplasma berupa retikulum. C OKSIGENASI JARINGAN SEBAGAI PENGATUR DASAR PEMBENTUKAN SEL DARAH MERAH =ksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (=-) lebih dari -< + pada tekanan < atmos,ir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. Pada dasarnya tujuan oksigenasi adalah untuk mempertahankan suplai oksigen pada jaringan agar tetap dalam kondisi normal, untuk menurunkan kerja paruparu dan untuk menurunkan kerja jantung. #arena oksigen sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan. "ungsi sistem pernapasan dan jantung adalah menyuplai kebutuhan oksigen tubuh yang di atur oleh sistem sara, pusat

secara tidak sadar oleh system sara, otonom. @erdapat tiga langkah dalam proses oksigenasi, yaitu: 1 &entilasi merupakan proses untuk menggerakkan gas ke dalam dan keluar paru-paru. &entilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis dan persara,an yang utuh. =tot pernapasan inspirasi utama adalah dia,ragma. Dia,ragma dipersara,i oleh sara, ,renik yang keluar dari medulla spinalis pada %ertebra ser%ikal keempat. 2 @ransportasi gas merupakan proses pendistribusian antara =- kapileFr ke jaringan tubuh dan >=- jaringan tubuh ke kapiler. Pada proses transportasi, akan berikatan dengan :b membentuk =ksihemoglobin (A8+) dan larut dalam plasma (/+), sedangkan >.- akan berikatan dengan :b membentuk karbominohemoglobin (/.+), dan larut dalam plasma (1.+), dan sebagian menjadi :>./ berada pada darah ()1+). @ransportasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa ,aktor di antaran%a: a b #ardiak output yang dapat dinilai melalui isi sekuncup dan ,rekuensi denyut jantung. #ondisi pembuluh darah, latihan dll. 3 Di,usi gas merupakan pertukaran antara oksigen di al%eoli dengan kapiler paru dan >=, di kapiler dengan al%eoli. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa ,aktor, yaitu: a b ;uas permukaan paru-paru @ebalnya membran respirasiGpermeabilitas yang terdiri atas epitel al%eoli dan interstisial keduanya ini dapat mempengaruhi proses di,usi apabila terjadi proses penebalan. c Perbedaan tekanan dan konsentrasi =H hal ini dapat terjadi sebagaimana =, dari al%eoli masuk ke dalam darah oleh karena tekanan =, dalam rongga al%eoli lebih tinggi dari tekanan =, da<am darah %ena pulmonalis, (masuk dalam darah secara berdi,usi) dan pa>=9 dalam arteri pulmonalis juga akan berdi,usi ke dalam al%eoli. d !,initas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat :b. 6upaya pertukaran gas dapat terjadi, organ, sara,, dan otot pernapasan harus utuh dan sistem sara, pusat mampu mengatur siklus pernapasan tersebut dan pengaturan sara, dan kimia(i mengontrol ,luktuasi dalam ,rekuensi dan kedalaman pernapasan untuk memenuhi 7

perubahan kebutuhan oksigen jaringan yang melibatkan organ jantung dan paru-paru. 6istem sirkulasi itu sendiri terbagi menjadi dua yaitu: 1; 6irkulasi pulmonal (pernapa,asan eksternal) 6irkulasi pulmonal dimulai pada arteri pulmonar yang menerima darah %ena yang memba(a campuran oksigen dari %entrikel kanar. !liran darah yang melalui sistem ini bergantung pada kemampuan pompa %entrikel kanan, yang mengeluarkan darah sekitar 0 sampai ) literGmenit. Darah mengalir dari alteri pulmonar melalui alterior pulmonar ke kapiler pulmonar tempat darah kontak dengan membran kapiler-al%eolar dan berlangsung pertukaran gas pernapasan. Darah yang kaya oksigen kemudian bersirkulasi melalui %enula pulmonar dan %ena pulmonar kembali ke atrium kiri. @ekanan dalam sistem sirkulasi pulmonar adalah rendah jika dibandingkan dengan tekanan dalam sistem sirkulasi sistemik. @ekanan arteri sistolik pulmonar yang normal antara -. dan /. mm :g, tekanan diastolik kurang dari <- mm :g dan tekanan rata-rata kurang dari -. mm :g (daily dan 6chroeder, <AA0). Dinding pembuluh darah pulmonar lebih tipis daripada dinding pembuluh darah di dalam sirkulasi sistemik dan berisi lebih sedikit otot halus karena tekanan dan tahanan yang rendah. Paru-paru menerima curah jantung total dari %entrikel kanan dan tidak meneruskan aliran darah dari satu daerah ke daerah lain, kecuali pada kasus hipoksia al%eolar. as pernapasan mengalami pertukaran di al%eoli dan kapiler jaringan tubuh. =ksigen ditrans,er dari paru-paru ke darah dan karbon dioksida ditrans,er dari darah ke al%eoli untuk dikeluarkan sebagai produk sampah. Pada tingkat jaringan, oksigen ditras,er dari darah ke jaringan, dan karbon dioksida ditras,er dari jaringan ke darah untuk kembali ke al%eoli dan dikeluarkan. @rans,er ini bergantung pada proses di,usi. 9umlakh oksigen yang larut dalam plasma relati, kecil, yakni hanya sekitar /+. 6ebagian besar oksigen ditrasportasi oleh hemoglobin. :emoglobin ber,ungsi sebagai pemba(a oksigen dan karbon dioksida. 4olekul hemoglobin bercampur dengan oksigen untuk membentuk oksihemoglobin. Pembentukan oksihemoglobin dengan mudah berbalik (re%ersibel), sehingga memungkinkan hemoglobin dan oksigen 8

berpisah, membuat oksigen menjadi bebas. 6ehingga oksigen ini bisa masuk ke dalam jaringan. 2; 6irkulasi 9aringan ($nterna G 6istermik) 6irkulasi sistemik mengantarkan nutrien dan oksigen ke jaringan dan membuang sampah dari jaringan. Darah merah (hemoglobin) yang banyak mengandung oksigen dari seluruh tubuh masuk ke dalam jaringan akhirnya mencapai kapiler, darah mengeluarkan =- ke dalam jaringan, mengambil >=- untuk diba(a ke paru-paru dan di paru-paru terjadi pernapasan eksterna. Paru-paru mempunyai - sumber suplai darah, dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis. 6irkulasi bronkial menyediakan darah teroksigenasi dari sirkulasi sistemik dan ber,ungsi memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan paru-paru. !rteri bronkialis berasal dari aorta torakalis dan berjalan sepanjang dinding posterior bronkus. &ena bronkialis yang besar mengalirkan darahnya ke dalam sistem azigos, yang kemudian bermuara pada %ena ka%a superior dan mengembalikan darah ke atrium kanan. &ena bronkialis yang lebih kecil akan mengalirkan darah %ena pulmonalis.#arena sirkulasi bronkial tidak berperanan pada pertukaran gas, darah yang tidak teroksigenasi mengalami pirau sekitar -+ sampai /+ curah jantung. !rteri pulmonalis yang berasal dari %entriel kanan mengalrkan darah %ena campuran ke paru-paru dimana darah tersebut mengambil bagian dalam pertukaran gas. 9alinan kapiler paru-paru yang halus mengitari dan menutupi al%eolus, merupakan kontak erat yang diperlukan untuk proses pertukaran gas antara al%eolus dan darah. Darah yang teroksigenasi kemudian dikembalikan melalui %ena pulmonalis ke %entrikel kiri yang selanjutnya membagikannya kepada sel-sel melalui sirkulasi sistemik. "aktor-,aktor yang 4emengaruhi #ebutuhan =ksigenasi 1 6ara, =tonomik Pada rangsangan simpatis dan parasimpatis dari sara, otonom dapat memengaruhi kemampuan untuk dilatasi dan konstriksi. :al ini dapat terlihat baik oleh simpatis maupun parasimpatis ketika terjadi rangsangan, ujung sara, dapat mengeluarkan neurotransmiter (untuk simpatis dapat 9

mengeluarkan noradrenalin yang berpengaruh pada bronkodilatasi dan untuk parasimpatis mengeluarkan asetilkolin yang berpengaruh pada bronkokonstriksi) karena pada saluran pernapasan terdapat resoptor adrenergik dan reseptor kolinergik 2 :ormonal dan =bat 6emua hormon termasuk deri%at katekolamin dapat, melebarkan saluran pernapasan. =bat yang tergolong parasimpatis dapat melebarkan saluran napas, seperti sul,as atropin, ekstrak Belladona dan obat yang menghambat adrenergik tipe beta (khususnya beta--) dapat mempersempit saluran napas (bronkokontriksi), seperti obat yang tergolong beta bloker nonselekti,. 3 !lergi pada 6aluran Bapas "aktor yang menimbulkan keadaan alergi, antara lain debu yang terdapat di dalam ha(a pernapasan, bulu binatang, serbuk benangsari bunga, kapuk, makanan, dan lain-lain. lni menyebabkan bersin. !pahila ada rangsangan di daerah nasal, batuk apabila di saluran napas bagian atas, dan bronkokontriksi terjadi pada asma bronkial, dan jika terletak saluran napes bagian ba(ah menyebabkan rhinitis. 4 "aktor Perkembangan @ahap perkembangan anak dapat memengaruhi jumlah kebutuhan oksigenasi, mengingat usia organ dalam tubuh seiring dengan usia perkembangan anak. :al ini dapat terlihat pada bayi usia prematur, yaitu adanya kecenderungannya kurang pembentukan sur,aktan. Demikian juga setelah anak tumbuh menjadi de(asa kemampuan kematangan organ seiring dengan bertambahn%a usia 5 "aktor ;ingkungan #ondisi lingkungan dapat memengaruhi kebutuhan oksigen seperti ,aktor alergi, ketinggian, maupun suhu. #ondisi tersebut memengaruhi kemampuan adaptasi. 6 "aktor Perilaku Perilaku yang dimaksud adalah perilaku dalam mengkonsumsi makanan (status nutrisi), seperti orang obesitas dapat memengaruhi dalam proses pengembangan paru, kemudian perilaku akti%itas yang dapat mempengaruhi 10

proses

peningkatan

kebutuhan

oksigenasi,

perilaku

merokok

dapat

menyebabkan proses penyempitan pada pembuluh darah, dan lain-lain. angguan G 4asalah #ebutuhan =ksigenasi 1 :ipoksia :ipoksia merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat de,isiensi oksigen atau peningkatan penggunaan oksigen di tingkat sel, tanda yang muncul seperti kulit kebiruan (sianosis). 6ecara umum, terjadinya hipoksia ini disebabkan karena menurunnya kadar :b menurunnya di,usi =, dari al%eoli ke dalam darah, menurunnya per,usi jaringan, atau gangguan %entilasi yang dapat menurunkan konsentrasi oksigen 2 Perubahan Pola Pernapasan a @achypnea merupakan pernapasan yang memiliki ,rekuensi melebihi -0 kali per menit. Proses ini terjadi karena paru dalam keadaan atelektaksis atau terjadi emboli. b Bradypnea merupakan pola pernapasan yang ditandai dengan pola lambat, kurang lebih <. kali permenit. Pola ini dapat ditemukan dalam keadaan peningkatan tekanan intrakranial yang disertai dengan konsumsi obat-obatan narkotika atau sedati,. c :iper%entilasi merupakan cara tubuh dalam mengompensasi peningkatan jumlah oksigen dalam paru agar pernapasan lebih cepat dan dalam. Proses ini ditandai dengan adanya peningkatan denyut nadi, napas pendek, adanya nyeri dada, menurunnya konsentrasi >=- dan lain-lain. #eadaan mengalami demikian dapat disebabkan karena adanya hipokapnea, in,eksi, yaitu ketidakseimbangan asam-basa atau gangguan psikologis. !pabila pasien hiper%entilasi dapat menyebabkan berkurangnya >=, tubuh di ba(ah batas normal, sehingga rangsangan terhadap pusat pernapasan menurun. d e #usmaul merupakan pola pernapasan cepat dan dangkal yang dapat ditemukan pada orang dalam keadaan asidosis metaholik. :ipo%entilasi merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup yang dilakukan pada saat %entilasi al%eolar, serta tidak cukupnya dalam penggunaan oksigen dengan ditandai adanya nyeri kepala, penurunan kesadaran, disorientasi atau ketidakseimbangan 11

eletktrolit yang dapat terjadi akibat atelektasis, otot-otot pernapasan lumpuh, depresi pusat pernapasan, tahanan jalan udara pernapasan meningkat, tahanan jaringan paru dan toraks menurun, compliance paru, dan toraks menurun. #eadaan demikian dapat menyebabkan hiperkapnea yaitu retensi >=- dalam tubuh sehingga pa>=- meningkat (akibat hipo%entilasi) akhirnya menyebabkan depresi susunan sara, pusat. f Dispnea merupakan perasaan sesak dan berat: saat pernapasan. lial ini dapat disebabkan oleh perubahan kadar gas dalam darahGjaringan, kerja beratGberlebihan, dan pengaruh psikis. g =rthopnea merupakan keesulitan bernapas kecuali dalam posisi duduk atau berdiri dan pola ini sering, ditemukan pada seseorang yang mengalami kongesti, paru. h >heyne stokes merupakan siklus pernapasan yang amplitudonya mulamula naik kemudian menurun dan berhenti dan kemudian mulai dari siklus baru. i Pernapasan paradoksial merupakan pernapasan di mana dinding paru bergerak berla(anan arah dari keadaan normal. 6ering ditemukan pada keadaan atelektaksis. j Biot merupakan pernapasan dengan irama yang mirip dengan cheyne stokes akan tetapi amplitudonya tidak teratur. Pola ini sering dijumpai pada rangsangan selaput otak, tekanan intrakranial yang meningkat, trauma kepala, dan lain-lain. k 6tridor merupakan pernapasan bising yang terjadi karena peFnyempitan pada saluran pernapasan. Pada umumnya ditemukan pada kasus spasme trakea, atau obstruksi laring. 3 =bstruksi 9alan Bapas =bstruksi jalan napas merupakan suatu kondisi indi%idu mengalami ancaman pada kondisi pernapasannya terkait dengan ketidakmampuan batuk secara e,ekti,, yang dapat disebabkan oleh sekresi yang kental atau berlebihan akibat penyakit in,eksi, imobilisasi, stasis sekresi dan batuk tidak e,ekti, karena penyakit persara,an seperti >&G< (cerebro %askular accident), akibat. e,ek pengobatan sedati,, dan lain-lain. 4 Pertukaran as 12

Pertukaran gas merupakan suatu kondisiindi%idu mengalami penurunan gas baik oksigen maupun karbon dioksida antara al%eoli paru dan sistem %askular, dapat disebabkan oleh sekresi yang kental atau imobilisasi akibat penyakit sistem sara,, depresi susunan sara, pusat, atau penyakit radang pada paru. I<Jerjadinya gangguan pertukaran gas ini menunjukkan penurunan kapasitas di,usi Kang antara lain disebabkan oleh menurunnKa luas pcrmukaan di,usi, menebalnya membran al%eolar kapiler, rasio %entilasi per,usi tidak baik dan dapat menyebabkan pengangkutan >y, dari paru ke jaringan terganggu, anemia dengan segala macam bentuknya, keracunan >=-H dan terganggunya aliran darah.

VITAMIN YANG DIPERLUKAN UNTUK PEMBENTUKAN SEL DARAH MERAH Pembentukan eritrosit dipengaruhi oleh berbagai ,aktor, antara lain : %itamin B-, %itamin B<-, %itamin >, asam ,olat, mineral besi ("e), tembaga (>u), cobalt (>o), protein, hormon eritropeitin dan kadar oksigen di udara. 1 Pengaruh &itamin B<- (6ianokobalamin) Dalam Pembentukan 5ritrosit &itamin B<- merupakan bahan makanan yang diperlukan oleh seluruh sel tubuh dan pertumbuhan sel jaringan pada umunya. :al ini karena %itamin B <berperan dalam sintesis DB!. #arena jaringan yang menghasilkan eritrosit paling cepat pertumbuhan dan proli,erasinya, kekurangan %itamin B <menghambat kecepatan pembentukan eritrosit. 6el-sel eritroblastik sumsum tulang tidak dapat berproli,erasi dengan cepat, sehingga ukurannya lebih besar dari yang bormal dan berkembang menjadi megaloblas yang selanjutnya menjadi makrosit. #emapuan makrosit hampir sama dengan eritrosit, tetapi sangat ,ragil, hidupnya sangat singkat. Dapat dikatakan bah(a bila terjadi kekurangan %itamin B <- maka akan menyebabkan terjadinya kegagalan dalam proses eritropoiesis. 6ebenarnya penyebab terbanyak dari kegagalan pematangan eritrosit bukanlah karena kekurangan %itamin B<- pada makanan, tetapi oleh adanya kegagalan penyerapan %itamin B <- dalam saluran pencernaan. :al ini sering terjadi pada mereka yang menderita penyakit anemia pernisiosa, yang 13

penyebab pokoknya adalah atro,i mukosa lambung, sehingga getah lambung tidak dapat disekresikan secara normal. Dalam keadaan normal, sel-sel parietal lambung mensekresikan suatu glikoprotein yang disebut ,aktor intrinsik. "aktor intrinsik akan berikatan dengan %itamin B<- yang ada dalam makanan, sehingga %itamin B <- dapat diabsorpsi dalam usus. "aktor intrinsik sangat diperlukan, karena dengan terikatnya %itamin B<- dengan ,aktor intrinsik maka %itamin B <- akan terlindungi dari pencernaan oleh enzim-enzim saluran pencernaan. "aktor intrinsik ini akan berikatan dengan reseptor khusus pada membran sel mukosa usus. 2 3 &itamin > meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Pengaruh :ormon 5ritropoeitin Dalam Pembentukan 5ritrosit 5ritropoeitin merupakan ,aktor utama yang dapat merangsang pembentukan eritrosit. 5ritropoeitin adalah hormon yang merupakan glikoprotein (berat molekul kira-kira 0.....). 5ritropoeitin disebut juga erythropoeitik stimulatimg ,actor atau homopoeitin, yang terdapat dalam darah sebagai respon terhadap hipoksia (jaringan kekurangan oksigen). 5ritropoeitin selanjutnya akan mempertinggi produksi eritrosit samapi keadaan hipoksia tertanggulangi. 4 Pengaruh #adar =ksigen Kang Cendah Di 'dara Dalam Pembentukan 5ritrosit Pada tempat-tempat yang tinggi, kadar oksigen dalam udara berkurang. 'ntuk memenuhi keperluan oksigen dalam jaringan, produksi eritrosit haris dipercepat. @ambahan eritrosit dalam peredaran darah baru tampak pada hari ketiga dan kecepatan pembentukan eritrosit yang maksimal dicapai setelah lima hari. 5 Pengaruh 4ineral Besi ("e), @embaga (>u) Dan kobalt (>o) Dalam Pembentukan 5ritrosit Lat besi diperlukan langsung untuk membentuk hemoglobin. 6edangkan tembaga dan kobalt diperlukan sebagai katalisator dalam tahapan-tahapan pembentukan hemoglobin. 4isalnya manusia memerlukan - mg tembaga per hari dalam makanannya agar permbentukan hemoglobin dapat berlangsunng secara lancar. 6 7 Pengaruh !san "olat (!sam Pteroilglutamat) Dalam Pembentukan 5ritrosit !sam ,olat diperlukan dalam proses pembentukan DB!. Pengaruh !sam !mino 14

!sam amino diperlukan dalam pembentukan hemoglobin. E PEMBENTUKAN HEMOGLOBIN 6intesis hemoglobin membutuhkan produksi terkoordinasi heme dan globin. :eme adalah kelompok prostetik yang memediasi pengikatan re%ersibel oksigen oleh hemoglobin. molekul heme. 6intesis heme :eme disintesis dalam serangkaian langkah yang melibatkan kompleks enzim dalam mitokondria dan dalam sitosol sel ( ambar <). ;angkah pertama dalam sintesis heme terjadi dalam mitokondria, dengan suksinil #o! kondensasi dan glisin oleh !;! sintase untuk membentuk 1-aminole%ulic acid (!;!). 4olekul ini diangkut ke sitosol mana serangkaian reaksi menghasilkan struktur cincin yang disebut coproporphyrinogen $$$. 4olekul ini kembali ke mitokondria di mana reaksi 6elain menghasilkan protoporhyrin $M. Biosintesis he e G! "!# Para kompleks mitokondria $ Biosintesis heme adalah yang melibatkan :eme. proses beberapa dari lobin adalah protein yang mengelilingi dan melindungi

sythesis

langkah enzimatik. Proses ini dimulai di dengan kondensasi suksinil->o! dan glisin untuk membentuk 1-aminole%ulinic langkah-langkah menghasilkan yang asam. 6erangkaian dalam sitoplasma $$$, memasuki coproporphrynogen kembali

mitokondria. ;angkah-langkah enzimatik akhir memproduksi heme. Para ,errochelatase enzim memasukkan besi ke dalam struktur cincin protopor,irin $M untuk memproduksi heme. ila produksi heme menghasilkan berbagai anemi. #ekurangan zat besi, menyebabkan dunia yang paling umum anemia, mengganggu sintesis heme sehingga menghasilkan anemia. 6ejumlah obat dan racun secara langsung menghambat produksi heme dengan 15

mengganggu enzim yang terlibat dalam biosintesis heme. @imbal umumnya menghasilkan anemia yang substansial oleh sintesis heme menghambat, terutama pada anak.

6intesis globin Dua rantai globin yang berbeda (masing-masing dengan molekul heme indi%idu) bergabung untuk membentuk hemoglobin. 6alah satu rantai al,a ditunjuk. Cantai kedua disebut Nnon-alphaN. Dengan pengecualian dari mingguminggu pertama dari embriogenesis, rantai salah satu rantai globin alpha disebut selalu. 6ejumlah %ariabel mempengaruhi si,at rantai non-alpha dalam molekul hemoglobin. 9anin memiliki non-alpha yang berbeda gamma. 6etelah lahir, sebuah rantai globin alpha non-berbeda, yang disebut beta, pasangan dengan rantai alpha. #ombinasi dari dua rantai al,a dan dua non-alpha menghasilkan rantai molekul hemoglobin lengkap (total empat rantai per molekul). #ombinasi dari dua rantai al,a dan dua rantai gamma bentuk NjaninN hemoglobin, disebut Nhemoglobin "N. Dengan pengecualian dari <. sampai <minggu pertama setelah konsepsi, hemoglobin janin adalah hemoglobin utama dalam janin. #ombinasi dari dua rantai al,a dan dua rantai beta bentuk Nde(asaN hemoglobin, juga disebut Nhemoglobin !N. 4eskipun hemoglobin ! disebut

16

Nde(asaN, menjadi hemoglobin mendominasi dalam (aktu sekitar <* sampai -0 minggu setelah kelahiran. Pasangan dari satu rantai al,a dan satu non-rantai alpha menghasilkan dimer hemoglobin (dua rantai). Dimer hemoglobin tidak e,isien memberikan oksigen, namun. Dua dimer bergabung membentuk tetramer hemoglobin, yang merupakan bentuk ,ungsional hemoglobin. #arakteristik bio,isik kompleks dari hemoglobin tetramer memungkinkan kontrol indah serapan oksigen di paru-paru dan rilis di jaringan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan. en yang menyandikan rantai globin alpha adalah pada kromosom <). 4ereka yang menyandikan non-rantai globin alpha berada pada kromosom <<. Beberapa gen indi%idu disajikan di situs masing-masing. Pseudogen juga hadir di setiap lokasi. #ompleks al,a disebut Nalpha globin lokusN, sedangkan kompleks dan non-al,a disebut Nlokus globin betaN. 5kspresi gen alpha dan non-alpha erat seimbang dengan mekanisme yang tidak diketahui. 5kspresi gen yang seimbang diperlukan untuk ,ungsi sel normal merah. angguan keseimbangan menghasilkan gangguan yang disebut talasemia. lobin alpha ;okus 6etiap kromosom <) memiliki dua gen globin alpha yang selaras satu setelah yang lain pada kromosom. 'ntuk tujuan praktis, dua gen globin alph (disebut alpha< dan alpha-) adalah identik. #arena setiap sel memiliki dua kromosom <), total empat gen globin alpha ada di setiap sel. 4asing-masing dari empat gen memproduksi sekitar seperempat dari rantai globin alpha diperlukan untuk sintesis hemoglobin. 4ekanisme koordinasi ini tidak diketahui. 'nsur promotor ada 1 Iuntuk setiap gen globin alpha. 6elain itu, (ilayah enhancer kuat disebut kontrol lokus (ilayah (;>C) diperlukan untuk ekspresi gen yang optimal. ;>C adalah kilobasa banyak hulu globin alpha lokus. 4ekanisme yang begitu jauh unsur-unsur DB! dari gen mengendalikan ekspresi mereka adalah sumber in%estigasi intens. lokus globin alpha. Beta globin ;okus en-gen embrio transiently menyatakan bah(a pengganti alpha sangat a(al dalam pembangunan, zeta ditunjuk, juga dalam

17

en-gen dalam lokus globin beta disusun berurutan dari 1 Ike /I dimulai dengan gen diekspresikan dalam perkembangan embrio (dalam <- minggu pertama setelah pembuahanF episolon disebut). lobin beta lokus berakhir dengan gen globin beta de(asa.'rutan gen adalah: epsilon, gamma, delta, dan beta. !da dua salinan gen gamma pada setiap kromosom <<. Kang lain yang hadir dalam salinan tunggal. =leh karena itu, setiap sel memiliki dua gen globin beta, satu di masing-masing dari dua kromosom << dalam sel. en ini globin beta dua mengekspresikan protein globin mereka dalam jumlah yang justru cocok dengan empat gen globin alpha. 4ekanisme dari ungkapan seimbang tidak diketahui. 6intesis :emoglobin ontogeni M!n%si! he o&'o"in E "#io he o&'o"in o(er (!nin < hemoglobin !hemoglobin alpha (-), gamma (-) "alpha (-), beta (-) hemoglobin (-), delta (-) !--alpha He o&'o"in De)!s! he o&'o"in

zeta (-), epsilon (-) o(er - - alpha (-), epsilon Portland-zeta gamma (-) (-) (-),

en-gen globin diakti,kan secara berurutan selama pengembangan, bergerak dari 1 Ike /I pada kromosom. en zeta dari cluster gen globin alpha diekspresikan hanya selama beberapa minggu pertama embryogensis. 6etelah itu, gen globin alpha mengambil alih. 'ntuk cluster gen globin beta, epsilon gen diungkapkan a(alnya selama embryogensis. en gamma adalah diekspresikan selama perkembangan janin. #ombinasi dari dua gen alpha dan gamma bentuk dua gen hemoglobin janin, atau hemoglobin ". 6ekitar saat kelahiran, penurunan produksi globin gamma dalam konser dengan kenaikan dalam sintesis globin beta. 6ebuah jumlah yang signi,ikan hemoglobin janin berlangsung selama tujuh atau delapan bulan setelah lahir. #ebanyakan orang hanya memiliki jumlah jejak, jika ada, hemoglobin janin setelah bayi. #ombinasi dari dua gen alpha dan beta terdiri dari dua gen hemoglobin de(asa normal, hemoglobin !. en delta, yang terletak antara gen gamma dan beta pada kromosom << menghasilkan sejumlah 18

kecil delta globin pada anak-anak dan orang de(asa. Produk dari gen globin delta disebut !- hemoglobin, dan biasanya terdiri kurang dari /+ dari hemoglobin pada orang de(asa, terdiri dari dua rantai al,a dan dua rantai delta.

STRUKTUR HEMOGLOBIN Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan por,irin yang menahan satu atom besi. !tom besi ini merupakan situs atau loka ikatan oksigen. Por,irin yang mengandung besi ("e) disebut heme. Bama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin. 6edangkan globin ialah sebagai istilah genetic untuk protein globular.

ugus heme Pada manusia de(asa hemoglobin berupa tetramer (mengandung 0 subunit protein) yang terdiri dari masing-masing subunit al,a dan beta yang terikat secara nonko%alen. 6ubunit O subunit ini mirip secara structural dan berukuran hampir sama. 4eskipun memiliki panjang secara keseluruhan yang serupa, polipeptida 2 (<0< residu) dan 3(<0) residu) dari hemoglobin ! dikodekan oleh gen yang berbeda dan memiliki struktur primer yang berlainan. 6ebaliknya, rantai 3, P dan Q hemoglobin manusia memiliki struktur primer yang sangat terlestarikan.struktur tetramer hemoglobin yang umum dijumpai adalah sebagai berikut : 1 :b ! (hemoglobin de(asa normal) : 2-319

2 3 4

:b " (hemoglobin janin) : 2-Q:b 6 (hemohlobin sel sabit) : 2-6:b !- (hemoglobin de(asa minor) : 2-P@iap subunit memiliki berat molekul kurang lebih <)... dalton, sehingga

berat molekul total tetramernya menjadi sekitar )0... dalton. :emoglobin mengikat empat molekul oksigen per tetramer (satu per subunit heme) dan kur%a saturasi oksigen memiliki bentuk sigmoid. 6arana yang menyebabkan oksigen terikat pada hemoglobin adalah jika juga sudah terdapat molekul oksigen lain pada tetramer yang sama. 9ika oksigen sudah ada, pengikatan oksigen berikutnya akan berlangsung lebih mudah. Dengan demikian, hemoglobin memperhatikan kinetika pengikat komparati,, suatu si,at yang memungkinkan hemoglobin mengikat oksigen dalam jumlah semaksimal mungkin pada partial oksigen jaringan peri,er. (4urray, Ceaksi bertahap : 1 2 3 4 :b ? =- R---S :b=:b=- ? =- R---S :b(=-):b(=-)- ? =- R---S :b(=-)/ :b(=-)/ ? =- R---S :b(=-)0 ranner, 4ayes, Cod(ell, -../)

Ceaksi keseluruhan : 1 G :b ? 0=- --S :b(=-)0 METABOLISME *AT BESI (Fe) @ubuh manusia mengandung sekitar - sampai 0 gram besi. ;ebih dari )1+ zat besi ditemukan di dalam hemoglobin dalam darah atau lebih dari <.+ ditemukan di mioglobin, sekitar <+ sampai 1+ ditemukan sebagai bagian enzim dan sisa zat besi ditemukan di dalam darah atau ditempat penyimpanan. 9umlah total besi ditemukan dalam orang tidak hanya terkait berat badan tetapi juga pengaruh dari berbagai kondisi psikologi termasuk umur, jenis kelamin kehamilan dan status tingkat pertumbuhan. Besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia yaitu sebanyak /-1 gram di dalam tubuh manusia de(asa. Didalam tubuh sebagian besar "e terkonjugasi dengan protein 20

dan terdapat dalam bentuk ,erro atau ,erri. Bentuk akti, zat besi biasanya terdapat sebagai ,erro, sedangkan bentuk inakti, adalah sebagai ,erri (misalnya dalam bentuk storage). Besi, mempunyai beberapa tingkat oksidasi yang ber%ariasi dari "e)? menjadi "e--, tergantung pada suasana kimianya. :al yang stabil dalam cairan tubuh manusia dan dalam makanan adalah bentuk ,erri ("e/?) dan ,erro ("e-?). Bentuk-bentuk konjugasi "e: :emoglobin mengandung bentuk ,erro. "ungsi hemoglobin adalah mentranspor >=- dari jaringan keparu-paru untuk dieksresikan kedaam udara pernapasan dan memba(a =- dari paru-paru ke sel-sel jaringan. :emoglobin terdapat pada erytrocyt. 4yoglobin terdapat dalam sel-sel otot, mengandung "e bentuk ,erro. "ungsi myoglobin adalah dalam proses kontraksi otot. @rans,errin mengandung "e bentuk ,erro. @rans,errin merupakan konjugat "e yang ber,ungsi mentranspor"e tersebut didalam plasma darah dari tempat penimbunan "e kejaringan-jaringan (sel) yang memerlukan (sumsum tulang dimana terdapat jaringan hemopoletik). "erritin adalah bentuk storage "e, dan mengandung bentuk "erri. "e "erritin diberikan pada transterin untuk ditranspor. "ungsi besi dalam tubuh: 1 !lat angkut oksigen 6ebagian besar besi berada dalam hemoglobin (molekul protein mengandung besi dari sel darah merah dan mioglobin di dalam otot. :emoglobin dalam darah memba(a oksigen untuk disalurkan ke seluruh tubuh. 4iogloboin berperan sebagai reser%oir oksigen, menerima, menyimpan dan melepas oksigen di dalam sel-sel otot. 2 4etabolisme energy "ungsi besi sebagai ko,aktor enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme energi. 3 #emampuan belajar Beberapa bagian dari otak mempunyai kadar besi tinggi yang diperoleh dari transport besi yang dipengaruhi oleh reseptor trans,erin. De,isiensi besi berpengaruh negati, terhadap ,ungsi otak, terutama terhadap ,ungsi sistem neurotransmitter. !kibatnya, kepekaan reseptor sara, dopamin berkurang yang dapat berakhir dengan hilangnya reseptor tersebut. Daya konsentrasi, 21

daya ingat, dan kemampuan belajar terganggu, ambang batas rasa sakit meningkat, ,ungsi kelenjar tiroid dan kemampuan mengatur suhu tubuh menurun. 4 6istem kekebalan Besi memegang peranan dalam sistem kekebalan tubuh. Cespon kekebalan sel oleh lim,osit-@ terganggu karena berkurangnya pembentukan sel-sel tersebut, yang kemungkinan disebabkan oleh berkurangnya sintesis DB!. Berkurangnya sistesis DB! ini disebabkan oleh gangguan enzim reduktase ribonukleotida yang membutuhkan besi untuk dapat ber,ungsi. Pencernaan, !bsorbsi Dan @ranspor @ubuh sangat e,isien dalam penggunaan besi. 6ebelum diabsorbsi, di dalam lambung besi dalam bentuk ,eri direduksi menjadi bentuk ,ero. :al ini terjadi dalam suasana asam di dalam lambung dengan adanya :>l dan %itamin > yang terdapat dalam makanan. !bsorbsi terutama terjadi di bagian atas usus halus (duodenum) dengan bantuan alat angkut-protein di dalam sel mukosa usus halus yang membantu penyerapanbesi, yaitu trans,erin dan ,eritin. @rans,erin, protein yang disintesis di dalam hati, terdapat dalam dua bentuk trans,erin dan ,eritin. @rans,erin, protein yang disintesis di dalam hati, terdapat dalam dua bentuk. @rans,erin mukosa mengangkut besi dari saluran cerna untuk mengikat besi lain, sedangkan trans,erin reseptor mengangkut besi melalui darah ke semua jaringan tubuh. Dua ion ,eri diikatkan pada trans,erin untuk diba(a ke jaringanjaringan tubuh. Banyaknya reseptor trans,erin yang terdapat pada membran sel bergantung pada kebutuhan tiap sel. #ekurangan besi pertama dapat dilihat dari tingkat kejenuhan trans,erin. Pencernaan dan !bsorbsi Besi :eme Besi heme sebelumnya dihidrolisis dari hemoglobin bagian dari globin atau mioglobin untuk absorbsi. Percernaan dibantu oleh proteases dalam lambung dan usus kecil dan hasilnya berupa pelepasan besi heme. Demikian , heme mengandung ikatan besi berupa cincin porphyrin sehingga lebih mudah diabsorbsi sebagai metaloporphyrin ke dalam sel mokusal dari usus kecil. !bsorbsi besi heme dipengaruhi oleh simpanan besi tubuh. !bsorbsi heme berhubungan dengan simpanan besi dan kemungkinan range dari <1+ dengan status besi normal sampai /1+ pada orang yang kekurangan besi. !bsorbsi besi berlangsung seluruhnya di usus kecil tetapi lebih e,isiens dalam 22

proTimal portion, khususnya di duodenum. Dalam mokusal sel absorbsi heme cincin porphyrin dihidrolisis oleh heme oksigenase ke dalam besi ,errous inorganic dan protoporphyrin. Pelepasan besi digunakan oleh mokusal sel usus atau transport selanjutnya ke sel usus dan kemudian transport diteruskan darah untuk digunakan oleh sel tubuh yang lain. Pencernaan dan !bsorbsi Besi Bon :eme Besi non heme, berikatan dengan komponen makanan, harus dibebaskan secara enzymatic dalam sialuran pencernaan untuk diabsorbsi lebih lanjut. 6ekresi lambung mengandung :>; dan pepsin protease membantu melepaskan besi nonheme dari komponen bahan makanan. Pelepasan pertama dari komponen bahan makanan, banyak besi nonheme tampil sebagai "erric ("e/?) dalam lambung. Besi bentuk ,erric dapat larut dalam (aktu lama pada p: asam lambung, juga dalam suasana asam lambung, banyak besi bentuk ,erric di reduksi menjadi bentuk ,erro. Besi bentuk ,erro dapat larut bahkan pada p: *. 4eskipun memiliki kelarutan pada p: basa dalam usus kecil, beberapa besi bentuk ,erro mungkin mengalami oksidasi menjadi besi bentuk ,erric. Besi bentuk ,erric lebih kompleks untuk memproduksi ,erric :odroTida ("e(=:)/ yang cenderung tidak larut dan membentuk agregat sehingga menyebabkan ketersediaan besi menurun untuk di absorbsi.

23

DISTRUKSI SEL DARAH MERAH Pada destruksi eritrosit keutuhan membrane sel terganngu. Destruksi eritrosit muda sebelum dilepaskan dari sunsum tulang mengakibatkan eritropoesis ine,ekti,. Proses destruksi ine,ekti, selalu menggambarkan adanya de,ek perkembangan sel, baik de,ek ba(aan maupun de,ek didapat. 6ebaliknya hemolisis menunjukkan destruksi eritrosit yang terlalu cepat akibat de,ek intrinsic maupun ekstrinsik. Diagnosis hemolisis dapat ditegakkan dengan berbagai cara, antara lain dengan menunjukkan adanya penurunan umur eritrosit dan peningkatan destruksi hemoglobin. 'mur 5ritrosit 'mur eritrosit dapat diukur secara tidak langsung dengan pemeriksaan kinetik besi atau pengukuran kecepatan katabolisme hem, selain itu umur eritrosit dapat pula diukur secara langsung. !da - cara yang lazim dipakai dalam pengukuran langsung yaitu metoda cohort dan metoda acak (random). Pada metoda cohort jarang dipakai karena memerlukan (aktu yang panjang yaitu <-. 24

hari pada keadaan normal atau sedikitnya beberapa minggu pada keadaan abnormal. 6edangkan metoda acak memerlukan (aktu -*-/1 hari. Pada destruksi yang dipercepat endpoint ini mungkin hanya memerlukan beberapa jam atau beberapa hari. 4ekanisme Destruksi 5ritrosit Destruksi eritrosit dapat terjadi dengan beberapa mekanisme yaitu : 1 "ragmentasi. Dapat diartikan kehilangan beberapa bagian membran eritrosit yang sering diikuti dengan kehilangan isi sel, termasuk hemoglobin. :al ini dapat terjadi karena beberapa hal seperti trauma ,isik, panas, tekanan pada mikrosirkulasi dan lain-lain. Pada eritrosit yang normal dan masih muda membran eritrosit lentur dan tahan terhadap berbagai hal di atas, tetapi eritrosit tua sudah kehilangan kelenturannya sehingga mudah mengalami ,ragmentasi. "ragmentasi sering dijumpai pada anemia hemolitik traumatic dan mikroangiopatik. Dalam seidaan apus darah tepi eritrosit menunjukkan berbagai bentuk, misalnya segi tiga, seperti helm, skistosit atau bentuk-bentuk lain. 2 ;isis osmotic. #arena eritrosit mengandung hemoglobin yang bersi,at osmotic eritrosit cenderung menarik air, tetapi pada keadaan normal ada suatu mekanisme yang selalu memompa kelebihan air dan ion Batrium keluar sel. Beberapa kelainan metabolik menyebabkan sel ini mudah rusak. #etahanan eritrosit menurun pada anemia hemolitik autoimun, mungkin karena pada kelainan ini membrane sel kaku dan terjadi kerusakan secara bertahap terhadap membrane sel. 3 5rito,agositosis. Berarti eritrosit ditelan oleh ,agosit yaitu monosit, neutro,il, atau makro,ag. 5ritrosit yang di,agositosis biasanya eritrosit yang rusak terutama yang dilapisi

25

antibody. patologik. 4

'mumnya

eritro,agositosis

menunjukkan

sesuatu

keadaan

6itolisis dengan bantuan komplemen. !danya antigen-antibodi dapat mengakti%asi komplemen. Bila antigenantibodi terdapat pada permukaan eritrosit khususnya >+, >), >8, >*, dan >A akan mengakibatkan kerusakan pada membran eritrosit sehingga terjadi lisis. Disamping itu komplemer juga melisis eritrosit pada p: asan tanpa adanya kompleks antigen-antibodi.

Denaturasi hemoglobin. :emoglobin dapat mengalami denaturasi dan mengendap sebagai :einz bodies. :einz bodies yang melekat pada membrane eritrosit dapat meningkatkan permeabilitas membrasn sehingga memperbesar kemungkinan lisis osmotic.

#atabolisme hemoglobin. Pada destruksi eritrosit intra%ascular hemoglobin dilepaskan ke dalam plasma. :emoglobin diikat oleh haptoglobin. Peningkatan hemoglobin dalam darah menyebabkan haptoglobin yang diikat meningkat. !kibatnya terjadi penurunan kadar haptoglobin dan hal ini dapat dipakai sebagai indicator adanya hemolisis.

26

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN 1 5ritrosit (sel darah merah) berbentuk cakram bikonka, berdiameter kira-kira delapan mikron, tebalnya (bagian yang paling tebal) dua mikron, sedangkan bagian yang ada ditengah-tengah tebalnya satu micron atau kurang. 5ritrosit merupakan salah satu sel darah yang memiliki peranan penting bagi pengangkutan oksigen ke dalam jaringan dan bu,,er yang utama dalam tubuh manusia. 2 5ritropoiesis berjalan dari sel induk melalui sel progenitor >"'
544

(unit

pembentuk koloni granulosit, eritroid, monosit, dan megakariosit), B"' 5 (unit pembentuk letusan eritroid), dan >"' eritroid yang menjadi prekursor eritrosit dan dapat dikenali pertama kali di sumsum tulang, yaitu pronormoblas. Pronormoblas adalah sel besar dengan sitoplasma biru tua, dengan inti di tengah dan nukleoli, serta kromatin yang sedikit menggumpal. 3 =ksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (=-) lebih dari -< + pada tekanan < atmos,ir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. @ujuan utama oksigenasi adalah untuk mempertahankan suplai oksigen pada jaringan agar tetap dalam kondisi normal, untuk menurunkan kerja paru-paru dan untuk menurunkan kerja jantung 4 Pembentukan eritrosit dipengaruhi oleh berbagai ,aktor, antara lain : %itamin B-, %itamin B<-, %itamin >, asam ,olat, mineral besi ("e), tembaga (>u), cobalt (>o), protein, hormon eritropeitin dan kadar oksigen di udara.

27

6intesis hemoglobin membutuhkan produksi terkoordinasi heme dan globin. :eme adalah kelompok prostetik yang memediasi pengikatan re%ersibel oksigen oleh hemoglobin. dan melindungi molekul heme. lobin adalah protein yang mengelilingi

Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan por,irin yang menahan satu atom besi. !tom besi ini merupakan situs atau loka ikatan oksigen. Por,irin yang mengandung besi ("e) disebut heme. Bama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin. 6edangkan globin ialah sebagai istilah genetic untuk protein globular.

:emoglobin mengandung bentuk ,erro. "ungsi hemoglobin adalah mentranspor >=- dari jaringan keparu-paru untuk dieksresikan kedaam udara pernapasan dan memba(a =- dari paru-paru ke sel-sel jaringan. :emoglobin terdapat pada erytrocyt. 4yoglobin terdapat dalam sel-sel otot, mengandung "e bentuk ,erro. "ungsi myoglobin adalah dalam proses kontraksi otot. @rans,errin mengandung "e bentuk ,erro. @rans,errin merupakan konjugat "e yang ber,ungsi mentranspor"e tersebut didalam plasma darah dari tempat penimbunan "e kejaringan-jaringan (sel) yang memerlukan (sumsum tulang dimana terdapat jaringan hemopoletik). "erritin adalah bentuk storage "e, dan mengandung bentuk "erri. "e "erritin diberikan pada transterin untuk ditranspor.

Destruksi

eritrosit

muda

sebelum

dilepaskan

dari

sunsum

tulang

mengakibatkan eritropoesis ine,ekti,. Proses destruksi ine,ekti, selalu menggambarkan adanya de,ek perkembangan sel, baik de,ek ba(aan maupun de,ek didapat. 6ebaliknya hemolisis menunjukkan destruksi eritrosit yang terlalu cepat akibat de,ek intrinsic maupun ekstrinsik.

28

29