Anda di halaman 1dari 22

PRESENTASI KASUS Periode : 30 Januari 2014 2 Februari 2014

SEORANG ANAK PEREMPUAN USIA 3 TAHUN 9 BULAN DENGAN MALFORMASI ANORECTAL DENGAN FISTEL ANOVESTIBULAR

Oleh: Arti Ty !it K"#$ % r&h 'i M+ A,&"l B #ith /i#'" 0"&h H"t1$1 Pe$,i$,i'!: &r+ G"'t"r S"ry Al $2 S3+B2 S3+BA G99())*(9 G99())*-. G99(3(*93

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNS4RSUD DR MOE/ARDI SURAKARTA )*(5

BAB I STATUS PASIEN A+ANAMNESIS I+ I&e'tit # P #ie' Nama Umur Jenis kelamin A!ama Alamat Nama a*ah Peker%aan a*ah Nama ibu Peker%aan ibu #an!!al -asuk #an!!al Periksa ,tatus emba*aran No. &II+ Kel"h ' Ut $ /A/ keluar dari luban! ken1in! III+ Ri% y t Pe'y 6it Se6 r '! 7All1 ' $'e#i#8 Pasien datan! den!an keluhan buan! air besar tidak keluar dari luban! semestin*a *aitu keluar dari luban! *an! sama den!an tem at keluarn*a air seni. 2eluhan ini dirasakan se%ak 1 min!!u sebelum masuk rumah sakit. /A/ susah dan sedikit serta se erti bentukan lidi. 3alam semin!!u asien /A/ seban*ak kuran! lebih 24) $arna 1oklat) tidak disertai den!an darah) tidak ber1am ur den!an urin. /A2 4564 dalam sehari) normal) $arna kunin!) tidak disertai den!an 7eses. /A2 tidak disertai den!an darah. Pasien %u!a men!eluhkan erut membesar *an! dirasakan semen%ak asien sulit /A/. Na7su makan dan minum baik. 8leh keluar!a asien diba$a ke uskesmas N!rambe) kemudian diru%uk ke &,U3 ,ra!en. 2emudian dari &,U3 ,ra!en asien : An. A : 3 tahun 9 bulan : Perem uan : "slam : #a$an!re%o &#'&( : 04'02) N!arambe. N!a$i) Ja$a #imur : #n. + : ,$asta : N*. , : ,$asta : 2. Januari 2013 : 30 Januari 2013 : /PJ, : 0123990.

disarankan ke &,U Amal ,ehat) ,ra!en. 2arena tidak ada bedah anak di rumah sakit tersebut) kemudian asien diru%uk ke &,U3 dr.-oe$ardi. IV+ Ri% y t Kel hir ' Usia kehamilan /erat badan lahir Usia ibu saat melahirkan menan!is saat lahir V Ri% y t Keh $il ' & ' Pre' #i &i$a*at AN: &i$a*at sakit saat hamil : rutin di bidan setem at dan dokter kandun!an) : disan!kal tradisional VI+ Ri% y t I$"'i# #i Pasien telah menda atkan imunisasi len!ka sesuai Pemerintah VII+ Ge'1!r $ 2eteran!an : : >aki5laki : Perem uan : Pasien &i$a*at konsumsi %amu dan obat saat hamil : ;<= men!konsumi %amu5%amuan : 3. min!!u : 3000 !ram : 46 tahun

Pasien lahir s ontan er 9a!inam) ditolon! oleh bidan) 1uku bulan) lan!sun!

B+ PEMERIKSAAN FISIK 1. 2eadaan umum : 1om os mentis) asien tam ak baik) !i?i kesan baik // P/ 2. @ital si!n ,uhu Nadi && 3. 2e ala 4. -ata 6. #elin!a 0. +idun! .. -ulut A. >eher 9. #horak Jantun! "ns eksi Pal asi Perkusi Auskultasi Pulmo "ns eksi Pal asi Perkusi Auskultasi Abdomen "ns eksi Auskultasi Perkusi : distensi ;<=) dindin! erut B dindin! dada : bisin! usus ;<= : tim ani) ekak alih ;5=) ekak sisi ;5= : en!emban!an dada kanan sama den!an kiri. : 7remitus raba kanan sama den!an kiri : sonor'sonor. : suara dasar 9esikuler ;<'<= normal) suara tambahan ;5'5=. : i1tus 1ordis tidak tam ak. : i1tus 1ordis tidak kuat an!kat. :batas %antun! kesan tidak melebar. :bun*i %antun! "5"" intenstas normal) re!ular) bisin! ;5=. : meso1e hal : re7leks 1aha*a ;<'<=) kon%un!ti9a u1at ;5'5=) sklera ikterik ;5'5=) u il isokor ;2mm'2mm= : sekret ;5'5=) darah ;5'5=) n*eri tekan mastoid ;5'5=) n*eri tra!us ;5'5= : bentuk simetris) na as 1u in! hidun! ;5=) se1ret ;5=) keluar darah ;5=. : !usi berdarah ;5=) lidah kotor ;5=) %e%as ;5=) maloklusi ;5=. : embesaran tiroid ;5=) embesaran lim7onodi ;5=) n*eri tekan ;5=) J@P tidak menin!kat. : bentuk normo1hest) ketertin!!alan !erak ;5=. : 10 k! : 100 1m : : 110'00 mm'h! : 30)4: er aksier : 100 kali er menit) re!ular) simetris) isi dan te!an!an 1uku : 21 4'menit

#ekanan 3arah

Pal asi 10. 11. 12.

: n*eri tekan sulit die9aluasi) he ar dan lien sulit die9aluasi) Ano!enital : Anus ;5=) tam ak 7istel re!io erineum) adekuat ;<=) ada an!!ota !erak ;5= ) kelemahan ada

bisin! usus ;<= 204'menit 7eses ;<= le$at 7istel ;<= ukuran diameter 0)6 1m -uskuloskletal : n*eri Ckstremitas Akral din!in 5 5 5 5 5 5 STATUS LOKALIS 1. &. 9estibulum 9a!ina 5 8UC 5 introitus 9a!ina 5 labium ma%us dan labium minus 2. &. erineal 5 Fistula ;<= den!an roduk 7e1es adekuat 3. &. anus 5 anus atresia F1t1 Ki'i# : ;<= : ;<= : dbn 5 5 8edema an!!ota !erak;5=) &8- terbatas ada an!!ota !erak ;5=

C+ PEMERIKSAAN PENUN9ANG I+ Pe$eri6# ' L ,1r t1ri"$ +emostatis P# AP## "N& Clektrolit Natrium 2alium :loride ,erolo!i +bsA! D+ ASSESMENT -al7ormasi Anore1tal den!an 7istel ano9estibular E+ PlANNING 1. -&, /an!sal 2. "@F 36E 1'4N, 20 t m 3. , oolin! den!an Na:l 0)9 E sam ai bisa /A/ dan erut su el 4. Pro osterosa!ital anore1to lasti ;P,A&P= : : nonreakti7 : 134 mmol' > : 3). mmol'> : 103 mmol' > : 11)1 detik : 29)A detik : 0)A60 ): 9 '" ri )*(5 +ematolo!i rutin H, : (*2: !4&l H;t : 35< A> : 12)A ribu'ul A# : 320 ribu'ul AC : 4)6A %uta'ul Dol. 3arah : A

BAB II TIN9AUAN PUSTAKA A+ De=i'i#i Atresia ani atau anus im er7orata atau mal7ormasi anorektal adalah suatu kelainan kon!enital tan a anus atau anus tidak sem urna) termasuk didalamn*a agenesis ani, agenesis rekti dan atresia rekti. "nsiden 1:6000 kelahiran *an! da at mun1ul seba!ai sindroma @A:#&C&> ;Vertebra, Anal, Cardial, Esofageal, Renal, Limb=.1 B+ E3i&e$i1l1!i An!ka ke%adian rata5rata mal7ormasi anorektal di seluruh dunia adalah 1 dalam 6000 kelahiran.2 ,e1ara umum) mal7ormasi anorektal lebih ban*ak ditemukan ada laki5 laki dari ada erem uan. Fistula rektouretra meru akan kelainan *an! alin! ban*ak ditemui ada ba*i laki5laki) diikuti oleh 7istula erineal. ,edan!kan ada ba*i erem uan) %enis mal7ormasi anorektal *an! alin! ban*ak ditemui adalah anus im er7orata diikuti 7istula rekto9estibular dan 7istula erineal.3 +asil enelitian /oo1o1k dan 3onna di -an1hester menun%ukkan bah$a mal7ormasi anorektal letak rendah lebih ban*ak ditemukan dibandin!kan mal7ormasi anorektal letak tin!!i.4 C+ E$,ri1l1!i ,e1ara embriolo!i) saluran en1ernaan berasal dari foregut, midgut dan hindgut. Foregut akan membentuk 7arin!) sistem erna7asan ba!ian ba$ah) eso7a!us) lambun! seba!ian duodenum) hati dan sistem bilier serta ankreas. Midgut membentuk usus halus) seba!ian duodenum) sekum) a endik) kolon asenden sam ai erten!ahan kolon trans9ersum. Hindgut meluas dari midgut hin!!a ke membrana kloaka) membrana ini tersusun dari endoderm kloaka) dan ektoderm dari rotoderm atau anal it. Usus terbentuk mulai min!!u keem at disebut seba!ai primitif gut. 2e!a!alan erkemban!an *an! len!ka dari se tum urorektalis men!hasilkan 2 anomali letak tin!!i atau su ra le9ator. ,edan!kan anomali letak rendah atau in7ra le9ator berasal dari de7ek erkemban!an roktoderm dan li atan !enital. Pada anomali letak tin!!i) otot le9ator ani erkemban!ann*a tidak normal. ,edan!kan otot s7in!ter eksternus dan internus da at tidak ada atau rudimenter.1

Fun!si 7isiolo!i anore1tal 1. -otilitas kolon a. b. a. b. Absorbsi 1airan 2eluarkan isi 7eses dari kolon ke re1tum 2eluarkan 7eses se1ara intermitten dari re1tum #ahan isi usus a!ar tidak keluar saat tidak de7ekasi

2. Fun!si de7ekasi

D+ Kl #i=i6 #i 1. ,e1ara Fun!sional a. #an a anus teta i den!an dekom resi adekuat traktus !astrointestinalis di1a ai melalui saluran 7istula eksterna. 2elom ok ini terutama melibatkan ba*i erem uan den!an 7istula re1to59a!ina atau re1to57our1hette *an! relati7 besar)dimana 7istula ini serin! den!an bantuan dilatasi) maka bisa dida atkan dekom resi usus *an! adekuat sementara $aktu. b. #an a anus dan tan a 7istula traktus *an! tidak adekuat untuk %alan keluar tin%a. Pada kelom ok ini tidak ada mekanisme a a un untuk men!hasilkan dekom resis se!era. ontan kolon) memerlukan bebera a bentuk inter9ensi bedah

2.

/erdasarkan >etak a. Anomali rendah &ektum mem un*ai %alur desenden normal melalui otot uborektalis) terda at s7in!ter internal dan eksternal *an! berkemban! baik den!an 7un!si normal dan tidak terda at hubun!an den!an saluran !enitourinarius. b. Anomali intermediet &ektum berada ada atau di ba$ah tin!kat otot uborektalisF lesun! anal dan s7in!ter eksternal berada ada osisi *an! normal. 1. Anomali tin!!i U%un! rektum di atas otot uborektalis dan s7in!ter internal tidak ada. +al ini biasan*a berhubun!an den!an 7istula !enitourinarius5retrouretral ; ria= atau re1to9a!ina ; erem uan=. Jarak antara u%un! buntu rektum sam ai kulit erineum lebih dari 1 1m.

3.

2lasi7ikasi (in!s read a. Jenis 2elamin >aki5laki Dolon!an " 5 2elainan 7istel urin Jika ada 7istel urin) tam ak mekonium keluar dari ori7isium eksternum uretra) mun!kin terda at 7istel ke uretra mau un ke 9esika urinaria. :ara raktis menentukan letak 7istel adalah den!an memasan! kateter urin. /ila kateter ter asan! dan urin %ernih) berarti 7istel terletak uretra karena 7istel tertutu kateter. /ila den!an kateter urin men!andun! mekonuim maka 7istel ke 9esika urinaria. /ila e9akuasi 7eses tidak lan1ar) enderita memerlukan kolostomi se!era. 5 Atresia rektum Pada atresia rektum tindakann*a sama ada erem uan. Pada atresia rektum) anus tam ak normal teta i ada emerikasaan 1olok dubur %ari tidak da at masuk lebih dari 152 1m. #idak ada e9akuasi mekonium sehin!!a erlu se!era dilakukan kolostomi. 5 5 Perineum datar #idak ada keteran!an lebih lan%ut. Fistel tidak ada

10

Jika 7istel tidak ada dan udara B 1 1m dari kulit ada in9erto!ram) maka erlu se!era dilakukan kolostomi. Dolon!an "" 5 2elainan 7istel erineum Fistel erineum sama den!an ada erem uan) luban!n*a terletak lebih anterior dari letak anus normal) teta i tanda timah anus *an! buntu menimbulkan obsti asi. 5 -embran anal Pada membran anal biasan*a tam ak ba*an!an mekonium di ba$ah sela ut. /ila e9akuasi 7eses tidak ada sebaikn*a dilakukan tera i de7init se1e at mun!kin. 5 ,tenosis anus Pada stenosis anus) sama den!an erem uan. Pada stenosis anus) luban! anus terletak di tem at *an! seharusn*a) teta i san!at sem it. C9akuasi 7eses tidak lan1ar sehin!!a biasan*a harus se!era dilakukan tera i de7initi7. 5 Fistel tidak ada Jika 7istel tidak ada dan udara B 1 1m dari kulit ada in9erto!ram) maka erlu se!era dilakukan kolostomi.2)3)2

Dambar 1. -al7ormasi anorektal ada laki5lakiA b. Jenis 2elamin Perem uan Dolon!an " 5 2elainan kloaka /ila terda at kloaka maka tidak ada emisahan antara traktus urinarius) traktus !enetalis dan %alan 1erna. C9akuasi 7eses umumn*a tidak sem urna sehin!!a erlu 1e at dilakukan kolostomi. 5 Fistel 9a!ina

11

Pada 7istel 9a!ina) mekonium tam ak keluar dari 9a!ina. C9akuasi 7e1es men%adi tidak lan1ar sehin!!a sebaikn*a dilakukan kolostomi. 5 Fistel rekto9estibular Pada 7istel 9estibulum) muara 7istel terda at di 9ul9a. Umumn*a e9akuasi 7eses lan1ar selama enderita han*a minum susu. C9akuasi mulai terhambat saat enderita mulai makan makanan adat. 2olostomi da at diren1anakan bila enderita dalam keadaan o timal. 5 Atresia rektum Pada atresia rektum) anus tam ak normal teta i ada emerikasaan 1olok dubur %ari tidak da at masuk lebih dari 152 1m. #idak ada e9akuasi mekonium sehin!!a erlu se!era dilakukan kolostomi. 5 Fistel tidak ada Jika 7istel tidak ada dan udara B 1 1m dari kulit ada in9erto!ram) maka erlu se!era dilakukan kolostomi. Dolon!an "" 5 2elainan 7istel erineum >uban! 7istel erineum biasan*a terda at diantara 9ul9a dan tem at letak anus normal) teta i tanda timah anus *an! buntu menimbulkan obsti asi 5 ,tenosis anus Pada stenosis anus) luban! anus terletak di tem at *an! seharusn*a) teta i san!at sem it. C9akuasi 7eses tidak lan1ar sehin!!a biasan*a harus se!era dilakukan tera i de7initi7. 5 Fistel tidak ada Jika 7istel tidak ada dan udara B 1 1m dari kulit ada in9erto!ram) maka erlu se!era dilakukan kolostomi

12

Dambar 2. -al7ormasi anorektal ada erem uanA E+ Eti1l1!i 1. Faktor en*ebab a. b. 1. Putusn*a saluran en1ernaan dari atas den!an daerah dubur sehin!!a ba*ilahir tan a luban! dubur. 2e!a!alan ertumbuhan saat ba*i dalam kandun!an berusia 12 min!!u atau 3 bulan. Adan*a !an!!uan atau berhentin*a erkemban!an embriolo!ik di daerah usus) rektum ba!ian distal serta traktus uro!enitalis) *an! ter%adi antara min!!u ke54 hin!!a ke50 usia kehamilan. d. /erkaitan den!an ,indrom 3o$n -al7ormasi anorektal memiliki etiolo!i *an! multi7aktorial. ,alah satun*a adalah kom onen !enetik. Pada tahun 1960an) dida atkan bah$a risiko mal7ormasi menin!kat ada ba*i *an! memiliki saudara den!an kelainan mal7ormasi anorektal *akni 1 dalam 100 kelahiran) dibandin!kan den!an o ulasi umum sekitar 1 dalam 6000 kelahiran. Penelitian %u!a menun%ukkan adan*a hubun!an antara mal7ormasi anorektal den!an asien den!an trisomi 21 ;Do n!s s"ndrome=. 2edua hal tersebut menun%ukkan bah$a mutasi dari 3 berma1am5ma1am !en *an! berbeda da at men*ebabkan mal7ormasi anorektal atau den!an kata lain etiolo!i mal7ormasi anorektal bersi7at multi!enik.0 e. 7. 2. Atresia ani adalah suatu kelainan ba$aan 2e!a!alan embentukan se tum urorektal se1ara kom lit karena !an!!uan ertumbuhan) 7usi atau embentukan anus dari ton%olan embrionik. Faktor redis osisi Faktor redis osisi ter%adin*a atresia ani da at disebabkan oleh kelainan kon!enital saat lahir se erti: 13

a. b. 1. d.

,indrom 9a1trel ;sindrom dimana ter%adi abnormalitas anal) %antun!) tra1hea) eso7a!us) !in%al) dan kelen%ar lim7e=. 2elainan sistem en1ernaan. 2elainan sistem ekemihan. 2elainan tulan! belakan!

ada 9ertebral)

F+ P t1=i#i1l1!i Atresia ani ter%adi akibat ke!a!alan enurunan se tum anorektal ada kehidu an embrional. Anus dan rektum berkemban! dari embrionik ba!ian belakan!. U%un! ekor dari ba!ian belakan! berkemban! men%adi kloaka *an! meru akan bakal !enitourinarius dan struktur anorektal. #er%adi stenosis anal karena adan*a en*em itan ada kanal anorektal. #er%adi atresia ani karena tidak ada kelen!ka an mi!rasi dan erkemban!an struktur kolon antara min!!u ke5. dan ke510 dalam erkemban!an 7etal. 2e!a!alan mi!rasi da at %u!a da at ter%adi karena ke!a!alan dalam a!enesis sakral dan abnormalitas ada uretra dan 9a!ina. #idak adan*a embukaan usus besar *an! keluar anus men*ebabkan 7eses tidak da at dikeluarkan sehin!!a intestinal men!alami obstruksi. -ani7estasi klinis diakibatkan adan*a obstruksi dan adan*a 7istula. 8bstruksi ini men!akibatkan distensi abdomen) sekuestrasi 1airan) muntah den!an se!ala akibatn*a. A abila urin men!alir melalui 7istel menu%u rektum) maka urin akan diabsorbsi sehin!!a ter%adi asidosis hi erkloremia) sebalikn*a 7eses *an! men!alir kearah traktus urinarius men*ebabkan in7eksi berulan!. Pada keadaan ini biasan*aakan terbentuk 7istula antara rektum den!an or!an sekitarn*a. Pada $anita 90E kasus atresia ani den!an 7istula ke 9a!ina ;rekto9a!ina= atau erineum ;rekto9estibuler=. Pada laki5laki biasan*a letak tin!!i) umumn*a 7istula menu%u ke9esika urinaria atau ke rostat ;rekto9esika=. Pada letak rendah) 7istula menu%u keuretra ;rektouretralis=. G+ M 'i=e#t #i 6li'i# De%ala *an! menun%ukan ter%adin*a mal7ormasi anorektal ter%adi dalam $aktu 245 4A %am. De%ala itu da at beru a:6 1. 2. Perut kembun! -untah 14

3. 4.

#idak bisa buan! air besar Pada emeriksaan radiolo!is den!an osisi te!ak serta terbalik da at dilihat sam ai dimana terda at en*umbatan. -al7ormasi anorektal san!at ber9ariasi) mulai dari anus im er7orata letak rendah

dimana re1tum berada ada lokasi *an! normal ta i terlalu sem it sehin!!a 7eses ba*i tidak da at melaluin*a) mal7ormasi anorektal intermedia dimana u%un! dari rektum dekat ke uretra dan mal7ormasi anorektal letak tin!!i dimana anus sama sekali tidak ada.9 ,eba!ian besar ba*i den!an anus im er7orata memiliki satu atau lebih abnormalitas *an! men!enai sistem lain. "nsidenn*a berkisar antara 60E 5 00E. -akin tin!!i letak abnormalitas berhubun!an den!an mal7ormasi *an! lebih serin!. 2eban*akan dari kelainan itu ditemukan se1ara kebetulan) akan teta i bebera a diantaran*a da at men!an1am n*a$a se erti kelainan kardio9askuler.2 /ebera a %enis kelainan *an! serin! ditemukan bersamaan den!an mal7ormasi anorektal adalah:2)3)10 1. 2elainan kardio9askuler 3itemukan ada se erti!a asien den!an anus im er7orata. Jenis kelainan *an! alin! ban*ak ditemui adalah atrial septal defe#t dan paten du#tus arteriosus) diikuti oleh tetralogi of fallot dan $ebtrikular septal defe#t. 2. 2elainan !astrointestinal 2elainan *an! ditemui beru a kelainan trakeoeso7a!eal ;10E=) obstruksi duodenum ;1E52E=. 3. 2elainan tulan! belakan! dan medulla s inalis 2elainan tulan! belakan! *an! serin! ditemukan adalah kelainan lumbosakral se erti hemi$ertebrae, skoliosis, butterfl" $ertebrae, dan hemisa#rum. ,edan!kan kelainan s inal *an! serin! ditemukan adalah m"elomeningo#ele, meningo#ele, dan teratoma intraspinal. 4. 2elainan traktus !enitourinarius 2elainan traktus uro!enital kon!enital alin! ban*ak ditemukan ada mal7ormasi anorektal. /ebera a enelitian menun%ukkan insiden kelainan uro!eital den!an mal7ormasi anorektal letak tin!!i antara 60 E sam ai 00E) den!an mal7ormasi anorektal letak rendah 16E sam ai 20E. 2elainan tersebut da at berdiri sendiri atau un mun1ul bersamaan seba!ai @A#C& ;Vertebrae, Anore#tal, %ra#heoesophageal and Renal abnormalit"= dan @A:#C&> ;Vertebrae, Anore#tal, Cardio$as#ular, %ra#heoesophageal, Renal and Limb abnormalit"=.3 16

H+ Di !'1#i# 1. Anamnesis dan emeriksaan 7isik *an! teliti. Pada anamnesis da at ditemukan:1 a. b. 1. /a*i 1e at kembun! antara 45A %am setelah lahir #idak ditemukan anus) kemun!kinan %u!a ditemukan adan*a 7istula /ila ada 7istula ada erineum maka mekoneum ;<= dan kemun!kinan kelainan adalah letak rendah 2. Pemeriksaan enun%an! a. &adiolo!i den!an /arium Cnema Akan terlihat !ambaran klasik se erti daerah transisi dari lumen sem it ke daerah *an! melebar. Pada 7oto 24 %am kemudian) terlihat retensi barium dan !ambaran mikrokolon ada +irs1hs run! se!en an%an!. b. /io si hisa rektum 3i!unakan untuk men1ari tanda histolo!ik *an! khas) *aitu tidak adan*a sel !an!lion arasim atik di la isan muskularis mukosa) dan adan*a serabut sara7 *an! menebal. 3. a. Pada emeriksaan histokimia) akti9itas kolinesterase menin!kat.

Pena men!!unakan 1ara seba!ai berikut:1 /a*i laki5laki dilakukan emeriksaan erineum dan urin bila : Fistel erianal ;<=) bu#ket handle, anal stenosis atau anal membran berarti atresia letak rendah maka dilakukan minimal Postero ,a!ital Anorekto lasti ;P,A&P= tan a kolostomi /ila mekoneum 7>8 maka atresia letak tin!!i dan dilakukan kolostomi terlebih dahulu) setelah A min!!i kemudian dilakukan tindakan de7initi7. A abila emeriksaan diatas mera!ukan dilakukan in9ertro!ram. /ila akhiran rektum G 1 1m dari kulit maka disebut letak rendah. Akhiran rektum B 1 1m disebut letak tin!!i. Pada laki5laki 7istel da at beru a rekto9esikalis) rektouretralis dan rekto erinealis+1 b. Pada ba*i erem uan 90 E atresia ani disertai den!an 7istel /ila ditemukan 7istel erineal ;<= maka dilakukan minimal P,A&P ;Posterio ,a!ital Ano &e1tal Plast*= tan a kolostomi.

10

/ila 7istel rekto9a!inal atau rekto9estibuler dilakukan kolostomi terlebih dahulu. /ila 7istel ;5= maka dilakukan in9ertro!ram: a abila akhiran G 1 1m dari kulit dilakukan ostero sa!ital anorekto lasti) a abila akhiran B 1 1m dari kulit dilakukan kolostomi terlebih dahulu. >ea e ;19A.= men*atakan bila mekonium didada atkan ada erineum) 9estibulum atau 7istel erianal maka kelainan adalah letak rendah . /ila Pada emeriksaan 7istel ;5= maka kelainan adalah letak tin!!i atau rendah. Pemeriksaan 7oto abdomen setelah 1A524 %am setelah lahir a!ar usus terisis) den!an 1ara &angenstein Reis ;kedua kaki di e!an! osisi badan 9ertikal den!an ke ala diba$ah= atau knee #hest position ;su%ud= den!an bertu%uan a!ar udara berkum ul didaerah alin! distal. /ila terda at 7istula lakukan 7istulo!ra7i.1 Pada emeriksan klinis) asien mal7ormasi anorektal tidak selalu menun%ukkan !e%ala obstruksi saluran 1erna. Untuk itu) dia!nosis harus dite!akkan ada emeriksaan klinis se!era setelah lahir den!an ins eksi daerah erianal dan den!an memasukkan termometer melalui anus.3)6 -ekonium biasan*a tidak terlihat ada erineum ada ba*i den!an 7istula rekto erineal hin!!a 10524 %am. 3istensi abdomen tidak ditemukan selama bebera a %am ertama setelah lahir dan mekonium harus di aksa keluar melalui 7istula rekto erineal atau 7istula urinarius. +al ini dikarenakan ba!ian distal rektum ada ba*i tersebut dikelilin!i struktur otot5otot 9olunter *an! men%a!a rektum teta kola s dan koson!. #ekanan intrabdominal harus 1uku tin!!i untuk menandin!i tonus otot *an! men!elilin!i rektum. 8leh karena itu) harus ditun!!u selama 10524 %am untuk menentukan %enis mal7ormasi anorektal ada ba*i untuk menentukan a akah akan dilakukan #olostom" atau anoplast".0 "ns eksi erianal san!at entin!. Flat 'bottom' atau flat perineum) ditandai den!an tidak adan*a !aris anus dan anal dim le men!indikasikan bah$a asien memiliki otot5otot erineum *an! san!at sedikit. #anda ini berhubun!an den!an mal7ormasi anorektal letak tin!!i dan harus dilakukan #olostom".0 #anda ada erineum *an! ditemukan ada asien den!an mal7ormasi anorektal letak rendah meli uti adan*a mekonium ada erineum) 'bu#ket( 1.

handle' ;skin tag *an! terda at ada anal dimple=) dan adan*a membran ada anus ;tem at keluarn*a mekonium=.0 I+ Pe' t l 6# ' '

Penatalaksanaan atresia ani ter!antun! klasi7ikasin*a. Pada atresia ani letak tin!!i harus dilakukan kolostomi terlebih dahulu. Pada bebera a $aktu lalu enan!anan atresia ani men!!unakan rosedur abdominoperineal pullthrough, ta i metode ini ban*ak menimbulkan inkontinen 7eses dan rola s mukosa usus *an! lebih tin!!i. Pena dan 3e7ries ada tahun 19A2 mem erkenalkan metode o erasi den!an endekatan ostero sa!ital anorekto lasti) *aitu den!an 1ara membelah muskulus s7in!ter eksternus dan muskulus le9ator ani untuk memudahkan mobilisasi kanton! rektum dan emoton!an 7istel.1 2eberhasilan enatalaksanaan atresia ani dinilai dari 7un!sin*a se1ara %an!ka an%an!) meli uti anatomisn*a) 7un!si 7isiolo!isn*a) bentuk kosmetik serta antisi asi trauma sikis. Untuk menan!ani se1ara te at) harus ditentukankan ketin!!ian akhiran rektum *an! da at ditentukan den!an berba!ai 1ara antara lain den!an emeriksaan 7isik) radiolo!is dan U,D. 2om likasi *an! ter%adi as1a o erasi ban*ak disebabkan oleh karena ke!a!alan menentukan letak kolostomi) ersia an o erasi *an! tidak adekuat) keterbatasan en!etahuan anatomi) serta ketram ilan o erator *an! kuran! serta era$atan ost o erasi *an! buruk. 3ari berba!ai klasi7ikasi enatalaksanaann*a berbeda ter!antun! ada letak ketin!!ian akhiran rektum dan ada tidakn*a 7istula.1 >ea e ;19A.= men!an%urkan ada:1 1. 2. 3. 4. Atresia letak tin!!i dan intermediet dilakukan si!moid kolostomi atau #:3 dahulu) setelah 0 12 bulan baru diker%akan tindakan de7initi7 ;P,A&P= Atresia letak rendah dilakukan erineal ano lasti) dimana sebelumn*a dilakukan tes ro9okasi den!an stimulator otot untuk identi7ikasi batas otot s7in!ter ani ekternus /ila terda at 7istula dilakukan #ut ba#k in#i#ion Pada stenosis ani 1uku dilakukan dilatasi rutin) berbeda den!an Pena dimana diker%akan minimal P,A&P tan a kolostomi. Pena se1ara te!as men%elaskan bah$a ada atresia ani letak tin!!i dan intermediet dilakukan kolostomi terlebih dahulu untuk dekom resi dan di9ersi+ 8 erasi de7initi7 setelah 4 A min!!u. ,aat ini teknik *an! alin! ban*ak di akai adalah osterosa!ital anorekto lasti) baik minimal) limited atau 7ull ostero sa!ital anorekto lasti.1

1A

19

Penatalaksanaan mal7ormasi anorektal11

Dambar 3. Al!oritma enatalaksanaan mal7ormasi anorektal ada neonatus laki5laki11 3en!an ins eksi erineum da at ditentukan adan*a mal7ormasi anorektal ada 96E kasus mal7ormasi anorektal ada ba*i erem uan. Prinsi enatalaksanaan mal7ormasi anorektal ada ba*i erem uan ham ir sama den!an ba*i laki5laki.3

20

Penatalaksanaan mal7ormasi anorektal ada ba*i erem uan9

Dambar 4. Al!oritma enatalaksanaan mal7ormasi anorektal ada neonatus erem uan9 Anoplasty P,A&P adalah metode *an! ideal dalam enatalaksanaan kelainan anorektal. Jika ba*i tumbuh den!an baik) o erasi de7initi7 da at dilakukan ada usia 3 bulan. 2ontrindikasi dari P,A&P adalah tidak adan*a kolon. Pada kasus 7istula rekto9esikal) selain P,A&P) la arotomi atau la arosko i di erlukan untuk menemukan memobilisasi rektum ba!ian distal. 3emikian %u!a ada asien kloaka ersisten den!an saluran kloaka lebih dari 3 1m.3 9+ Pr1!'1#i# Pro!nosis baik a abila !e%ala obstruksi se!era diatasi. Pen*ulit as1a bedah se erti kebo1oran anastomosis) atau striktur anastomosis umumn*a da at diatasi.

21

DAFTAR PUSTAKA 1. 2. 3. 4. /edah UD-. Atresia Ani. htt :''$$$.bedahu!m.net. Hdiakses tan!!al 3 No9ember 2012I. Dros7eld J) 8JNeill J) :oran A) Fonkalsrud C. Pediatri1 ,ur!er* 0th edition. Philadel hia: -osb* elsei9ier) 2000F 1600599. 8ldham 2) :olombani P) Fo!lia &) ,kinner -. rin1i les and Pra1ti1e o7 Pediatri1 ,ur!er* @ol.2. Philadel hia: >i in1ott (illiams K (ilkins) 2006F 139651434 /oo1o1k D) 3onnai 3. Anore1tal -al7ormation: Familial As e1ts and Asso1iated Anomalies. Ar1hi9es o7 3isease in :hildhood) 19A.) 02) 6.056.9. htt :''$$$. ubmed1entral.nih.!o9' i1render.71!iLartidM1..A460Kblobt* eM d7 Hdiakses 3 No9ember 2012I 6. 0. .. A. F2 U"". Atresia Ani. Fakultas 2edokteran Un9ersitas "slam "ndonesia) 2000. Hdiakses 3 No9ember 2012I >e9itt -) Pena A. Anore1tal -al7ormation. )rphanet *ournal of Rare Diseases 200.) 2:33. htt :''$$$.o%rd.1om'1ontent'2'1'33 Hdiakses 3 No9ember 2012I 8ldham 2) :olombani P) Fo!lia &) ,kinner -. rin1i les and Pra1ti1e o7 Pediatri1 ,ur!er* @ol.2. Philadel hia: >i in1ott (illiams K (ilkins) 2006F 139651434 Anonim. Anore1tal -al7ormation A arentJs Duide. 3e artement o7 Paediatri1 ,ur!er* ,tarshi 9. +os ital Au1kland) 2000. htt :''$$$.starshi .or!.n?'DeneralE20,ur!er* E20P3Fs'anore1t. d7 Hdiakses 3 No9ember 2012I Uni9ersit* o7 -i1hi!an. "m er7orate Anus. 3e artement o7 ,ur!er* Uni9ersit* o7 -i1hi!an htt :''$$$.med1*1lo aedia.1om'librar*'to i1s'9olumeN9ii'a'anore1talmal7ormation Hdiakses 3 No9ember 2012I 10. 2ella N) -emon ,) Oureshi D. Uro!enital Anomalies Asso1iated $ith Anore1tal -al7ormation in :hildren. (orld Journal o7 -edi1al ,1ien1es 1 ;2= 2000F 1615164 htt :''$$$.idosi.or!'$%ms'1;2=2000'20. d7 Hdiakses 3 No9ember 2012I 11. 3e Jon!) ,%amsuhida%at. 2010. /uku A%ar "lmu /edah. Jakarta: CD:

22