Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN KASUS GINEKOLOGI Mioma Uterus (Intramural)

Nugraha Arief Pratama H A !!" !#$

PEM%IM%ING & 'r( H( 'o))* A( K(+ S,(OG (K)

'ALAM RANGKA MENGIKU-I KEPANI-ERAAN KLINIK MA'.A 'I SM/ KE%I'ANAN 'AN PEN.AKI- KAN'UNGAN /AKUL-AS KE'OK-ERAN UNI0ERSI-AS MA-ARAM1RSUP N-% MA-ARAM #! 2

KA-A PENGAN-AR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan kasus ini tepat pada waktunya !aporan kasus yang berjudul "Mioma #teri" ini disusun dalam rangka mengikuti $epaniteraan $linik Madya di %agian&'M( )bstetri dan *inekologi +umah 'akit #mum Pro,insi Nusa Tenggara %arat Pada kesempatan ini, penulis ingin mengu-apkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah banyak memberikan bimbingan kepada penulis 1 2 4 6 9 .r /gus Thori0, 'p )*, selaku $epala %agian& 'M( $ebidanan dan $andungan +'#P NT% .r 1 .oddy / $ , 'p )* 2$3, selaku super,isor .r Edi Prasetyo 5ibowo, 'p )*, selaku super,isor .r 7 Made Putra 8uliawan, 'p )*, selaku super,isor sekaligus pembimbing 'emua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan kepada penulis /khirnya penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan kasus ini masih banyak kekurangan )leh karena itu, kritik dan saran yang bersi:at membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan kasus ini 'emoga laporan kasus ini dapat memberikan man:aat dan tambahan pengetahuan khususnya kepada penulis dan kepada pemba-a dalam menjalankan praktek sehari-hari sebagai dokter Terima kasih

Mataram, (ebruari 2;16

Penulis

%A% I PEN'AHULUAN Mioma uteri adalah suatu tumor jinak otot polos yang terdiri dari sel-sel jaringan otot polos, jaringan pengikat :ibroid dan kolagen Mioma uteri dikenal juga dengan sebutan :ibromioma, :ibroid ataupun leiomioma merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat di sekitarnya Mioma bisa menyebabkan gejala yang luas termasuk perdarahan menstruasi yang banyak, penekanan pada daerah pel,is, dan dis:ungsi reproduksi Mioma uteri merupakan tumor pel,is yang terbanyak pada organ reproduksi wanita 'ering ditemukan pada wanita usia reproduksi 22;-29<3, dimana pre,alensi mioma uteri meningkat lebih dari =;< dengan pemeriksaan patologi anatomi uterus, yang membuktikan bahwa banyak wanita yang menderita mioma uteri asimptomatik 1,2 $ejadian mioma uteri lebih tinggi pada usia di atas 49 tahun, yaitu mendekati angka 6;< Tingginya kejadian mioma uteri antara usia 49-9; tahun, menunjukkan adanya hubungan mioma uteri dengan estrogen Mioma uteri belum pernah dilaporkan terjadi sebelum
menarke, sedangkan setelah menopause hanya kira-kira 1;< mioma yang masih bertumbuh

.i 7ndonesia,

angka kejadian mioma uteri ditemukan 2,4>-11,?=< dari semua penderita ginekologi yang dirawat 2 Perihal penyebab pasti terjadinya tumor mioma belum diketahui %entuk tumor bisa tunggal atau multiple 2banyak3, umumnya tumbuh didalam otot rahim yang dikenal dengan intramural mioma Tumor mioma ini akan -epat memberikan keluhan, bila mioma tumbuh ke dalam mukosa rahim, keluhan yang biasa dikeluhkan berupa perdarahan saat siklus dan di luar siklus haid 'edangkan pada tipe tumor yang tumbuh di kulit luar rahim yang dikenal dengan tipe subserosa tidak memberikan keluhan perdarahan, akan tetapi seseorang baru mengeluh bila tumor membesar yang dengan perabaan di daerah perut dijumpai benjolan keras, benjolan tersebut kadang sulit digerakkan bila tumor sudah sangat besar 'elain itu, mioma juga dapat menimbulkan kompresi pada traktus urinarius sehingga terjadi gangguan berkemih 2,4 Penatalaksanaan mioma uteri dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan 2medisinalis3 maupun se-ara operati: Pemberian *n+1 analog merupakan terapi medisinalis yang bertujuan untuk mengurangi gejala perdarahan yang terjadi dan mengurangi ukuran mioma Penatalaksanaan operati: terhadap gejala-gejala yang timbul atau adanya pembesaran massa mioma adalah miomektomi atau histerektomi 1

%A% II -IN3AUAN PUS-AKA A( 'efinisi Mioma uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat kenyal, batas jelas, mempunyai pseudokapsul, tidak nyeri, bisa soliter atau multipel Tumor ini juga dikenal dengan istilah :ibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterine fibroid 4 Mioma berwarna lebih pu-at, relati: bulat, kenyal, berdinding li-in, dan apabila dibelah bagian dalamnya akan menonjol keluar sehingga mengesankan bahwa permukaan luarnya adalah kapsul 6 %( E,i)emiologi Mioma uteri terjadi pada 2;-29< perempuan di usia reprodukti:, tetapi oleh :aktor yang tidak diketahui dengan pasti 7nsidensinya 4-> kali lebih banyak pada ras kulit berwarna dibandingkan dengan ras kulit putih Mioma uteri belum pernah dilaporkan terjadi sebelum menarke, sedangkan setelah menopause hanya kira-kira 1;< mioma yang masih bertumbuh .iperkirakan insiden mioma uteri sekitar 2;-4;< dari seluruh wanita .i 7ndonesia mioma uteri ditemukan pada 2,4>-11,=< pada semua penderita ginekologi yang dirawat Tumor ini paling sering ditemukan pada wanita umur 49-69 tahun 2kurang lebih 29<3 dan jarang pada wanita 2; tahun dan wanita post menopause 5anita yang sering melahirkan akan lebih sedikit kemungkinan untuk berkembangnya mioma ini dibandingkan dengan wanita yang tak pernah hamil atau hanya 1 kali hamil 'tatistik menunjukkan @;< mioma uteri berkembang pada wanita yang tak pernah hamil atau hanya hamil 1 kali Pre,alensi meningkat apabila ditemukan riwayat keluarga, ras, kegemukan dan nulipara 4,6 4( Etiologi 'ampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multi:aktorial .iper-aya bahwa mioma merupakan sebuah tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik tunggal 'el-sel tumor mempunyai abnormalitas kromosom lengan 12014-19 /da beberapa :aktor yang diduga kuat sebagai :aktor predisposisi terjadinya mioma uteri, yaitu A 1 #mur A mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 2; tahun, ditemukan sekitar 1;< pada wanita berusia lebih dari 6; tahun Tumor ini paling sering memberikan
9

gejala klinis antara 49-69 tahun 2 Paritas A lebih sering terjadi pada nulipara atau pada wanita yang relati: in:ertil, tetapi sampai saat ini belum diketahui apakah in:ertil menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan in:ertil, atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi 4 (aktor ras dan genetik A pada wanita ras tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka kejadiaan mioma uteri tinggi Terlepas dari :aktor ras, kejadian tumor ini tinggi pada wanita dengan riwayat keluarga yang menderita mioma
1

(ungsi o,arium A diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma, dimana mioma uteri mun-ul setelah menarke, berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause 4

'( Patofisiologi Penyebab mioma uteri menurut teori onkogenik dibagi menjadi 2 :aktor, yaitu inisiator dan promotor (aktor-:aktor yang menginisiasi pertumbuhan mioma uteri masih belum diketahui dengan pasti .ari penelitian yang menggunakan glucose-6-phosphatase dihydrogenase diketahui bahwa mioma berasal dari jaringan yang uniseluler Trans:ormasi neoplastik dari miometrium menjadi mioma melibatkan mutasi somatik dari miometrium normal dan interaksi kompleks dari hormon steroid seks dan growth factor lokal Mutasi somatik ini merupakan peristiwa awal dalam proses pertumbuhan tumor 1 Tidak didapatkan bukti bahwa hormon estrogen berperan sebagai penyebab mioma, namun diketahui estrogen berpengaruh dalam pertumbuhan mioma Mioma terdiri dari
@

reseptor estrogen dengan konsistensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan miometrium sekitarnya, namun konsentrasinya lebih rendah jika dibandingkan dengan endometrium 1ormon progesteron meningkatkan akti,itas mitotik dari mioma pada wanita muda, namun mekanisme dan :aktor pertumbuhan yang terlibat tidak diketahui se-ara pasti Progesteron memungkinkan pembesaran tumor dengan -ara down-regulation apoptosis dari tumor Estrogen berperan dalam pembesaran tumor dengan meningkatkan produksi matriks ekstraseluler 1 Namun, tidak ada bukti yang kuat untuk mengatakan bahwa estrogen menjadi penyebab mioma Telah diketahui bahwa hormon memang menjadi prekursor pertumbuhan miomatosa Mioma tumbuh -epat saat penderita hamil atau terpapar estrogen dan menge-il atau menghilang setelah menopause 6 E( Klasifi5asi Mioma Uteri $lasi:ikasi mioma dapat berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena 2,4,6 Lo5asi 1 2
1

Ber,i-al 22,@<3 umumnya tumbuh ke arah ,agina menyebabkan in:eksi 7sthmi-a 2=,2<3 lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus urinarius Borporal 2>1<3 merupakan lokasi paling laCim dan seringkali tanpa gejala

La,isan Uterus 8enis mioma uteri yang paling sering adalah jenis intramural 296<3, subserosa 26?<3, submukosa 2@,1<3 dan jenis intraligamenter 26,6<3 ( Mioma Su6mu5osa Mioma submukosa berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus 8enis ini dijumpai @,1< dari seluruh kasus mioma 8enis ini sering memberikan keluhan gangguan perdarahan Mioma jenis lain meskipun besar mungkin belum memberikan keluhan perdarahan, tetapi mioma submukosa, walaupun ke-il sering memberikan keluhan gangguan perdarahan Mioma submukosa dapat tumbuh bertangkai menjadi polip, kemudian dilahirkan melalui saluran ser,iks disebut mioma geburt 1al ini dapat menyebabkan dismenorrhea .ari sudut klinik, mioma uteri submukosa mempunyai arti yang lebih penting dibandingkan dengan jenis yang lain Pada mioma uteri subserosa ataupun intramural walaupun ditemukan -ukup besar tetapi sering kali memberikan keluhan yang tidak berarti 'ebaliknya pada jenis submukosa walaupun hanya ke-il selalu memberikan
=

keluhan perdarahan melalui ,agina Perdarahan sulit untuk dihentikan sehingga sebagai terapinya dilakukan histerektomi Tumor jenis ini sering mengalami in:eksi, terutama pada mioma submukosa pedunculated Mioma submukosa pedunculated adalah jenis mioma submukosa yang mempunyai tangkai Tumor ini dapat keluar dari rongga rahim ke ,agina, dikenal dengan nama mioma geburt atau mioma yang dilahirkan, yang mudah mengalami in:eksi, ulserasi, nekrosis, dan in:ark Pada beberapa kasus, penderita akan mengalami anemia dan sepsis karena proses di atas #( Mioma Intramural Mioma intramural terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium $arena pertumbuhan tumor, jaringan otot sekitarnya akan terdesak dan terbentuk simpai yang mengelilingi tumor %ila di dalam dinding rahim dijumpai banyak mioma, maka uterus akan mempunyai bentuk yang berbenjol-benjol dengan konsistensi yang padat Mioma yang terletak pada dinding depan uterus, dalam pertumbuhannya akan menekan dan mendorong kandung kemih ke atas, sehingga dapat menimbulkan keluhan miksi .isebut juga sebagai mioma intraepitelial %iasanya multipel apabila masih ke-il dan tidak merubah bentuk uterus, tetapi bila besar akan menyebabkan uterus berbenjol-benjol, uterus bertambah besar dan berubah bentuknya Mioma sering tidak memberikan gejala klinis yang berarti ke-uali rasa tidak enak karena adanya massa tumor di daerah perut sebelah bawah $adangkala tumor tumbuh sebagai mioma subserosa dan kadang-kadang sebagai mioma submukosa .i dalam otot rahim dapat besar, padat 2jaringan ikat dominan3, lunak 2jaringan otot rahim dominan3 'e-ara makroskopis terlihat uterus berbenjol-benjol dengan permukaan halus Pada potongan, tampak tumor berwarna putih dengan struktur mirip potongan daging ikan Tumor berbatas tegas dan berbeda dengan miometrium yang sehat, sehingga tumor mudah dilepaskan $onsistensi kenyal, bila terjadi degenerasi kistik maka konsistensi menjadi lunak %ila terjadi kalsi:ikasi maka konsistensi menjadi keras 'e-ara histologik tumor ditandai oleh gambaran kelompok otot polos yang membentuk pusaran, meniru gambaran kelompok sel otot polos miometrium (okus :ibrosis, kalsi:ikasi, nekrosis iskemik dari sel yang mati 'etelah menopause, sel-sel otot polos -enderung mengalami atro:i, ada kalanya diganti oleh jaringan ikat Pada
?

mioma uteri dapat terjadi perubahan sekunder yang sebagian besar bersi:at degenerasi 1al ini oleh karena berkurangnya pemberian darah pada sarang mioma Perubahan ini terjadi se-ara sekunder dari atro:i postmenopausal, in:eksi, perubahan dalam sirkulasi atau trans:ormasi maligna $( Mioma Su6serosa /pabila mioma tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus yang diliputi oleh serosa Mioma subserosa dapat tumbuh di antara kedua lapisan ligamentum latum menjadi mioma intraligamenter !okasi tumor di subserosa korpus uteri dapat hanya sebagai tonjolan saja, dapat pula sebagai satu massa yang dihubungkan dengan uterus melalui tangkai Pertumbuhan ke arah lateral dapat berada di dalam ligamentum latum dan disebut sebagai mioma intraligamenter Mioma yang -ukup besar akan mengisi rongga peritoneal sebagai suatu massa Perlengketan dengan usus, omentum, atau mesenterium di sekitarnya menyebabkan sistem peredaran darah diambil alih dari tangkai ke omentum /kibatnya tangkai makin menge-il dan terputus, sehingga mioma akan terlepas dari uterus sebagai massa tumor yang bebas dalam rongga peritoneum Mioma jenis ini dikenal sebagai jenis parasitik 2( Mioma Intraligamenter Mioma subserosa yang tumbuh menempel pada jaringan lain, misalnya ke ligamentum atau omentum kemudian membebaskan diri dari uterus sehingga disebut wondering parasitis fibroid 8arang sekali ditemukan satu ma-am mioma saja dalam satu uterus Mioma pada ser,ik dapat menonjol ke dalam satu saluran ser,ik sehingga ostium uteri eksternum berbentuk bulan sabit /pabila mioma dibelah maka tampak bahwa mioma terdiri dari bekas otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti kumparan 2 whorie like pattern3 dengan pseudokapsul yang terdiri dari jaringan ikat longgar yang terdesak karena pertumbuhan

>

Gam6ar ( 3enis73enis Mioma Uteri /( Ge8ala Klinis 1ampir separuh kasus mioma uteri ditemukan se-ara kebetulan pada pemeriksaan ginekologik karena tumor ini tidak mengganggu *ejala klinis hanya ditemukan pada 499;< penderita mioma 5alaupun seringkali asimtomatik, gejala yang mungkin ditimbulkan sangat ber,ariasi, seperti metroragia, nyeri, menoragia, hingga in:ertilitas 6 %erbagai keluhan penderita dapat berupa A
(

Per)arahan A6normal Uterus 1,4,6 Perdarahan menjadi mani:estasi klinik utama pada mioma dan hal ini terjadi pada 4;< penderita *angguan perdarahan yang terjadi umumnya berupa hipermenorrhea, menorrhagia dan dapat juga terjadi metrorrhagia %ila perdarahan terjadi se-ara kronis, maka dapat terjadi anemia de:isiensi besi Perdarahan pada mioma submukosa seringkali diakibatkan oleh hambatan pasokan darah endometrium, tekanan, dan bendungan pembuluh darah di area tumor 2terutama ,ena3, atau ulserasi endometrium di atas tumor Tumor bertangkai seringkali menyebabkan trombosis ,ena dan nekrosis endometrium akibat tarikan dari in:eksi .ismenorrhea dapat disebabkan oleh e:ek penekanan, kompresi, termasuk hipoksia lokal miometrium %eberapa :aktor yang menjadi penyebab perdarahan ini, antara lain A
D

Pengaruh o,arium sehingga terjadilah hyperplasia endometrium sampai adeno karsinoma endometrium Permukaan endometrium yang lebih luas daripada biasa /tro:i endometrium di atas mioma submukosum
1 ;

D D

Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang mioma diantara serabut miometrium, sehingga tidak dapat menjepit pembuluh darah yang melaluinya dengan baik

Rasa N*eri 4,6 Mioma tidak menyebabkan nyeri dalam pada uterus, ke-uali apabila kemudian terjadi gangguan ,askuler Nyeri lebih banyak terkait dengan proses degenerasi akibat oklusi pembuluh darah, in:eksi, torsi tangkai mioma, atau kontraksi uterus sebagai upaya untuk mengeluarkan mioma subserosa dari ka,um uteri *ejala akut abdomen dapat terjadi bila torsi berlanjut dengan terjadinya in:ark atau degenerasi merah yang mengiritasi selaput peritoneum, seperti pada peritonitis Mioma yang besar dapat menekan rektum sehingga menimbulkan sensasi untuk mengedan Nyeri pinggang dapat terjadi pada penderita mioma akibat penekanan pada persyara:an yang berjalan di atas permukaan tulang pel,is +asa nyeri bukanlah gejala yang khas tetapi dapat timbul karena gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma, yang disertai nekrosis setempat dan peradangan Pada pengeluaran mioma submukosum yang akan dilahirkan, pertumbuhannya yang menyempitkan kanalis ser,ikalis dapat menyebabkan juga dismenorrhea Ge8ala )an -an)a Pene5anan 1,4,6 Mioma intramural sering dikaitkan dengan penekanan terhadap organ sekitar Parasitik mioma dapat menyebabkan obstruksi saluran -erna dan perlekatannya dengan omentum dapat menyebabkan strangulasi usus %ila ukuran tumor lebih besar lagi, akan terjadi penekanan ureter, kandung kemih, dan rektum *angguan ini tergantung dari besar dan tempat mioma uteri Penekanan pada kandung kemih akan menyebabkan poliuri, pada uretra dapat menyebabkan retensio urine, pada ureter dapat menyebabkan hidroureter dan hidrone:rosis, pada rektum dapat menyebabkan obstipasi dan tenesmia, pada pembuluh darah dan pembuluh

1 1

lim:e di panggul dapat menyebabkan edema tungkai dan nyeri panggul 'isfungsi Re,ro)u5si 1,4 /bortus spontan dapat terjadi akibat e:ek penekanan langsung mioma terhadap ka,um uteri 1ubungan antara mioma uteri dengan in:ertilitas masih belum jelas .ilaporkan sebesar 2=-6;< wanita dengan mioma uteri mengalami in:ertilitas Mioma yang terletak di daerah kornu dapat menyebabkan sumbatan dan gangguan transportasi gamet dan embrio akibat terjadinya oklusi tuba bilateral Mioma uteri juga dapat menyebabkan gangguan kontraksi ritmik uterus yang sebenarnya diperlukan untuk motilitas sperma di dalam uterus 7n:ertilitas dapat terjadi apabila sarang mioma menutup atau menekan pars intertisialis tuba, sedangkan mioma submukosum juga memudahkan terjadinya abortus oleh karena distorsi rongga uterus Perubahan bentuk ka,um uteri karena adanya mioma dapat menyebabkan dis:ungsi reproduksi *angguan implantasi embrio dapat terjadi pada keberadaan mioma akibat perubahan histologi endometrium dimana terjadi atro:i karena kompresi massa tumor

G( 'iagnosis Anamnesis .alam anamnesis di-ari keluhan utama serta gejala klinis mioma lainnya, :aktor resiko serta kemungkinan komplikasi yang terjadi 4 Pemeri5saan /isi5 Pemeriksaan status lokalis dengan palpasi abdomen Mioma uteri dapat diduga dengan pemeriksaan luar sebagai tumor yang keras, bentuk yang tidak teratur, gerakan bebas, dan tidak nyeri Mioma uteri dapat ditemukan melalui pemeriksaan bimanual rutin uterus .iagnosis mioma uteri menjadi jelas bila dijumpai gangguan kontur uterus 2,4

1 2

Pemeri5saan La6oratorium Pemeriksaaan laboratorium yang perlu dilakukan adalah .arah !engkap 2.!3 terutama untuk men-ari kadar 1b Pemeriksaaan laboratorium lainnya disesuaikan dengan keluhan pasien /nemia merupakan akibat paling sering dari mioma 1al ini disebabkan perdarahan uterus yang berlebihan dan habisnya -adangan Cat besi $adang-kadang mioma menghasilkan eritropoeitin yang pada beberapa kasus menyebabkan polisitemia /danya hubungan antara polisitemia dengan penyakit ginjal diduga akibat penekanan mioma terhadap ureter yang menyebabkan peningkatan tekanan balik ureter dan kemudian menginduksi pembentukan eritropoetin ginjal 2 Pemeri5saan Imaging Ultrasonografi #'* transabdominal dan trans,aginal berman:aat dalam menetapkan adanya mioma uteri #ltrasonogra:i trans,aginal terutama berman:aat pada uterus yang ke-il #terus atau massa yang paling besar baik diobser,asi melalui yang mendemonstrasikan irregularitas kontur maupun ultrasonogra:i transabdominal Mioma uteri se-ara khas menghasilkan gambaran ultrasonogra:i pembesaran uterus /danya kalsi:ikasi ditandai oleh :okus-:okus hiperekoik dengan bayangan akustik .egenerasi kistik ditandai adanya daerah yang hipoekoik Histeros5o,i .engan pemeriksaan ini dapat dilihat adanya mioma uteri submukosa, jika tumornya ke-il serta bertangkai Tumor tersebut sekaligus dapat diangkat .apat digunakan untuk mendeteksi mioma uteri yang tumbuh ke arah ka,um uteri pada pasien in:ertil MRI (Magneti9 Resonan9e Imaging) 'angat akurat dalam menggambarkan jumlah, ukuran, dan lokasi mioma tetapi jarang diperlukan dan biaya pemeriksaan lebih mahal Pada M+7, mioma tampak sebagai massa gelap berbatas tegas dan dapat dibedakan dari miometrium normal M+7 dapat mendeteksi lesi seke-il 4 mm yang dapat dilokalisasi dengan jelas, termasuk mioma submukosa M+7 dapat menjadi alternati: ultrasonogra:i pada kasus-kasus yang tidak dapat disimpulkan 2

1 4

H( Penatala5sanaan Tidak semua mioma uteri memerlukan pengobatan bedah Penanganan mioma uteri tergantung pada umur, status :ertilitas, paritas, lokasi dan ukuran tumor, sehingga biasanya mioma yang ditangani, yaitu yang membesar se-ara -epat dan bergejala serta mioma yang diduga menyebabkan in:ertilitas 'e-ara umum, penanganan mioma uteri terbagi atas penanganan konser,ati: dan operati: 4 Penanganan konser,ati: bila mioma berukuran ke-il pada pra dan post menopause tanpa gejala Bara penanganan konser,ati: sebagai berikut A )bser,asi dengan pemeriksaan pel,is se-ara periodik setiap 4-@ bulan %ila anemia 21b E ? g&dl3, maka lakukan trans:usi 4 -era,i Me)isinalis (Hormonal) 'aat ini pemakaian Gonadotropin-Releasing Hormone 2*n+13 agonist memberikan hasil untuk memperbaiki gejala-gejala klinis yang ditimbulkan oleh mioma uteri Pemberian *n+1 agonist bertujuan untuk mengurangi ukuran mioma dengan jalan mengurangi produksi estrogen dari o,arium .ari penelitian didapatkan data bahwa pemberian *n+1 agonist selama @ bulan pada pasien dengan mioma uteri, didapatkan adanya pengurangan ,olume mioma sebesar 66< E:ek maksimal pemberian *n+1 agonist baru terlihat setelah 4 bulan Pada 4 bulan berikutnya, tidak terjadi pengurangan ,olume mioma se-ara bermakna 1 Pemberian *n+1 agonist sebelum dilakukan tindakan pembedahan akan mengurangi ,askularisasi pada tumor sehingga akan memudahkan tindakan pembedahan Terapi hormonal lainnya seperti kontrasepsi oral dan preparat progesteron akan mengurangi gejala perdarahan uterus yang abnormal, namun tidak dapat mengurangi ukuran mioma 1 -era,i Pem6e)ahan Terapi pembedahan pada mioma uteri dilakukan terhadap mioma yang menimbulkan gejala Pengobatan operati: meliputi miomektomi dan histerektomi Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG pasien dengan mioma uteri adalah A Perdarahan uterus yang tidak berespon terhadap terapi konser,ati: .ugaan adanya keganasan
1 6

dan

American !ociety for Reproducti"e #edicine (A!R# indikasi pembedahan pada

Pertumbuhan mioma pada masa menopause 7n:ertilitas karena gangguan pada -a,um uteri maupun karena oklusi tuba Nyeri dan penekanan yang sangat mengganggu *angguan berkemih maupun obstruksi traktus urinarius /nemia akibat perdarahan 1 Miome5tomi Miomektomi adalah pengambilan sarang mioma saja tanpa pengangkatan uterus Miomektomi sering dilakukan pada wanita yang ingin mempertahankan :ungsi reproduksinya dan tidak ingin dilakukan histerektomi .ewasa ini ada beberapa tindakan untuk melakukan miomektomi berdasarkan ukuran dan lokasi dari mioma Tindakan miomektomi dapat dilakukan dengan laparotomi, histereskopi, maupun dengan laparoskopi 1 Tindakan miomektomi dapat dikerjakan misalnya pada mioma submukosum pada myoma geburt dengan -ara ekstirpasi lewat ,agina Pengambilan sarang mioma subserosum dapat mudah dilaksanakan apabila tumor bertangkai /pabila miomektomi ini dikerjakan karena keinginan memperoleh anak, maka kemungkinan akan terjadi kehamilan adalah 4;-9;< 1,4 Histere5tomi 1isterektomi adalah tindakan pembedahan untuk pengangkatan uterus 1isterektomi dapat dilakukan dengan 4 -ara, yaitu dengan pendekatan perabdominal 2laparotomi3, per,aginam, dan pada beberapa kasus se-ara laparoskopi Tindakan histerektomi pada mioma uteri sebesar 4;< dari seluruh kasus Tindakan histerektomi pada pasien dengan mioma uteri merupakan indikasi bila didapatkan keluhan menorrhagia, metrorrhagia, keluhan obstruksi pada traktus urinarius, dan ukuran uterus sebesar usia kehamilan 12-16 minggu 1,4 1isterektomi perabdominal dapat dilakukan dengan 2 -ara, yaitu total abdominal histerektomi 2T/13 dan subtotal abdominal histerektomi 2'T/13 Masing-masing prosedur histerektomi ini memiliki kelebihan dan kekurangan 'T/1 dilakukan untuk menghindari risiko operasi yang lebih besar, seperti perdarahan yang banyak, trauma operasi pada ureter, kandung kemih dan rektum Namun dengan melakukan 'T/1 akan menyisakan ser,iks, dimana kemungkinan timbulnya karsinoma ser,iks dapat terjadi .engan menyisakan ser,iks, menurut penelitian didapatkan data bahwa terjadinya dyspareunia akan lebih rendah
1 9

dibandingkan dengan yang menjalani T/1 sehingga akan tetap mempertahankan :ungsi seksual Pada T/1, jaringan granulasi yang timbul pada ,agina dapat menjadi sumber timbulnya sekret ,agina dan perdarahan pas-a operasi dimana keadaan ini tidak terjadi pada pasien yang menjalani 'T/1 1 Tindakan histerektomi juga dapat dilakukan melalui pendekatan ,agina, dimana tindakan operasi tidak melalui insisi pada abdomen 1isterektomi per,aginam jarang dilakukan karena uterus harus lebih ke-il dari telor angsa dan tidak ada perlekatan dengan sekitarnya 'e-ara umum, histerektomi ,aginal hampir seluruhnya merupakan prosedur operasi ekstraperitoneal, dimana peritoneum yang dibuka sangat minimal sehingga trauma yang mungkin timbul pada usus dapat diminimalisasi 'elain itu, kemungkinan terjadinya perlengketan paska operasi juga lebih minimal Masa penyembuhan pada pasien yang menjalani histerektomi ,aginal lebih -epat dibandingkan dengan yang menjalani histerektomi abdominal 1,4 Prosedur histerektomi dengan laparoskopi dapat berupa miolisis Miolisis per laparoskopi e:ekti: untuk mengurangi ukuran mioma dan menimbulkan de,askularisasi mioma sehingga mengurangi gejala yang terjadi 1 %esar E 16 mgg

%esar F 16 mgg

Tanpa keluhan

.engan keluhan

$onser,ati:

)perati:

Mioma

Gam6ar #( %agan Penatala5sanaan Mioma Uteri

1 @

I( Kom,li5asi Perubahan sekunder pada mioma uteri yang terjadi sebagian besar bersi:at degenerasi 1al ini oleh karena berkurangnya pemberian darah pada sarang mioma Perubahan sekunder tersebut, antara lain A Atrofi A sesudah menopause ataupun sesudah persalinan, mioma uteri menjadi ke-il 'egenerasi hialin A perubahan ini sering terjadi pada penderita berusia lanjut Tumor kehilangan struktur aslinya menjadi homogen Terjadi pada mioma yang telah matang atau "tua" dimana bagian yang semula akti: tumbuh kemudian terhenti akibat kehilangan pasokan nutrisi dan berubah warnanya menjadi kekuningan, melunak atau melebur menjadi -airan gelatin sebagai tanda terjadinya degenerasi hialin 'egenerasi 5isti5 A dapat meliputi daerah ke-il maupun luas, dimana sebagian dari mioma menjadi -air, sehingga terbentuk ruangan-ruangan yang tidak teratur berisi agar-agar, dapat juga terjadi pembengkakan yang luas dan bendungan lim:e sehingga menyerupai lim:angioma /danya kompresi atau tekanan :isik pada bagian tersebut dapat menyebabkan keluarnya -airan kista ke ka,um uteri, ka,um peritoneum, atau retroperitoneum 'egenerasi mem6atu (calcereus degeneration) A terutama terjadi pada wanita berusia lanjut oleh karena adanya gangguan dalam sirkulasi .engan adanya pengendapan garam kapur pada sarang mioma maka mioma menjadi keras dan memberikan bayangan pada :oto rontgen #mumnya mengenai mioma subserosa yang sangat rentan terhadap de:isit sirkulasi yang dapat menyebabkan pengendapan kalsium karbonat dan :os:at di dalam tumor 'egenerasi merah (carneus degeneration) A perubahan ini terjadi pada kehamilan dan ni:as Patogenesis diperkirakan karena suatu nekrosis subakut sebagai gangguan ,askularisasi Pada pembelahan dapat dilihat sarang mioma seperti daging mentah berwarna merah yang disebabkan oleh pigmen hemosiderin dan hemo:usin .egenerasi merah tampak khas apabila terjadi pada kehamilan muda disertai emesis, haus, sedikit demam, kesakitan, tumor pada uterus membesar dan nyeri pada perabaan Penampilan klinik ini seperti pada putaran tangkai tumor o,arium atau mioma bertangkai 'egenerasi lema5 (mi5somatosa) A jarang terjadi dan umumnya asimtomatik, merupakan kelanjutan degenerasi hialin dan kistik
1 =

Se,ti5 A de:isit sirkulasi dapat menyebabkan mioma mengalami nekrosis di bagian tengah tumor yang berlanjut dengan in:eksi yang ditandai dengan nyeri, kaku dinding perut, dan demam akut 6 $omplikasi yang terjadi pada mioma uteri A 'egenerasi Ganas Mioma uteri yang menjadi leiomiosarkoma ditemukan hanya ;,42-;,@< dari seluruh mioma, serta merupakan 9;-=9< dari semua sarkoma uterus $eganasan umumnya baru ditemukan pada pemeriksaan histologi uterus yang telah diangkat $e-urigaan akan keganasan uterus apabila mioma uteri -epat membesar dan apabila terjadi pembesaran sarang mioma dalam menopause -orsi (Putaran -ang5ai) 'arang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi, timbul gangguan sirkulasi akut sehingga mengalami nekrosis .engan demikian terjadilah sindrom abdomen akut 8ika torsi terjadi perlahan-lahan, gangguan akut tidak terjadi Ne5rosis )an Infe5si 'arang mioma dapat mengalami nekrosis dan in:eksi yang diperkirakan karena gangguan sirkulasi darah padanya 4

1 ?

%A% III LAPORAN KASUS GINEKOLOGI I'EN-I-AS Nama #sia Pekerjaan /gama /lamat 'tatus +M M+' ANAMNESIS Keluhan Utama & keluar darah dari kemaluan Ri:a*at Pen*a5it Se5arang & Pasien datang ke +'#P NT% dengan keluhan keluar darah dari kemaluan sejak @ hari yang lalu, berwarna merah merah kehitaman, bergumpal 2-3, jumlah darah yang keluar banyak .alam satu hari dapat menghabiskan 9-@ pembalut, namun darah yang keluar berkurang sejak 4 hari yang lalu Pasien juga mengeluh nyeri perut yang dirasakan hilang timbul sejak @ hari yang lalu dan berkurang sejak 4 hari yang lalu Pasien juga mengeluh perdarahan menstruasinya lebih banyak dari biasanya sejak = tahun terakhir, namun teratur dengan siklus 4; hari sekali, lamanya haid G= hari, darah banyak 24-6 pembalut& hari3, nyeri haid 2-3 *angguan %/% dan %/$ 2-3 Penderita kadang merasa pusing dan mual-mual +iwayat menstruasi sebelum terjadi gangguan haid A menar-he A umur 12 tahun siklus A teratur 2? hari sekali banyaknya A normal 22-4 pembalut& hari3 lamanya A = hari Ri:a*at Per5a:inan & suami ke 7, menikah 1H selama 2; tahun A Ny + A 4? tahun A 7+T A 7slam A %ertais A Menikah A 9411?@ A 1? 8anuari 2;16

1 >

Ri:a*at Kehamilan

&

!aki-laki, /term, , spontan, %idan P$M, %%! 4 4;; gram, 1? tahun Perempuan, /term, spontan, %idan +'#P, %%! 2;;; gram, 11 tahun Perempuan, /term, spontan, %idan Polindes, %%! 4 4;; gram gram, > tahun /bortus, 4 bulan Ri:a*at Kontrase,si & 7#. sejak = tahun yang lalu

Ri:a*at Pen*a5it 'ahulu & Pasien mengaku tidak pernah memiliki riwayat keluhan yang serupa +iwayat keguguran = tahun yang lalu dan di kuret di +'#P NT% Pasien menyangkal adanya riwayat penyakit jantung, ginjal, hipertensi, diabetes mellitus, dan asma Ri:a*at Pen*a5it Keluarga & Menurut pasien di keluarga pasien tidak ada yang memiliki keluhan seperti pasien +iwayat penyakit jantung, ginjal, hipertensi, diabetes mellitus, dan asma disangkal Ri:a*at Pengo6atan & Pasien sebelumnya dirawat inap di +'# %ima 1 minggu yang lalu 'etelah 4 hari dirawat, pasien di pulangkan Namun sejak pulang dari +'# %ima, darah tetap keluar Ri:a*at Alergi & Pasien mengatakan tidak mempunyai alergi terhadap obat-obatan dan makanan S-A-US GENERALIS $eadaan umum A baik $esadaran Tanda Iital Tekanan darah (rekuensi nadi (rekuensi napas 'uhu A 14;&?; mm1g A ?? H&menit A 2; H&menit A 4@,?oB A -ompos mentis

Pemeriksaan (isik #mum Mata A anemis 2J&J3, ikterus 2-&-3


2 ;

8antung Paru Ekstremitas

A '1'2 tunggal reguler, murmur 2-3, gallop 2-3 A ,esikuler 2J&J3, rhonki 2-&-3, wheeCing 2-&-3 A edema - - -

akral teraba hangat J J


J J

S-A-US GINEKOLOGI A6)omen & Ins,e5si abdomen tak tampak mengalami pembesaran, tidak ada tanda-tanda peradangan, bekas operasi 2-3 Pal,asi tidak teraba massa, nyeri tekan 2-3 Ins,e5ulo Perdarahan akti: 2-3 (luor 2-3, (luksus 2J3, PK 2-3, li,ide 2-3 0A .inding ,agina normal, massa 2-3 Portio li-in, kenyal, P K 2-3, nyeri 2-3 B# /( --- lebih besar dari normal L @-? minggu /PB. ---- nyeri 2-3, massa 2-3

PEMERIKSAAN PENUN3ANG ; 3anuari #! 2 Pemeriksaan 'arah Leng5a, & 1b +%B MBI MB1 MB1B 5%B P!T 1BT 1b'/g A ?,@ g&d! A 4,;6 M&Ml A ??,9 :! A 2?,4 pg A 42,; g&d! A 12,; $&Ml A 29> $&Ml A 2@,; < A 2-3
2 1

Ultrasonografi (USG) A6)omen & #terus membesar ukuran > H =,9 -m Tampak massa huperekoik dari dalam dengan ukuran 9,9 H 9 -m $esan A Mioma #teri 27ntramural3 'IAGNOSIS PRE OPERASI Mioma #teri J /nemia +ingan REN4ANA -IN'AKAN )bser,asi keadaan umum pasien dan ,ital sign )bser,asi perdarahan Trans:usi P+B s&d 1b F 1; g< Pro !aparatomi /d,i-e 'PI A /BB !aparatomi 21isterektomi3 $7E pasien dan keluarganya 0II( /ollo: U, #! 3anuari #! 2 ' A pusing 2J3, perdarahan akti: dari kemaluan 2-3 P+B sudah masuk 2 kol: )A $# Tensi Nadi Na:as 'uhu Mata Thorak A %aik A 14;&>; mm1g A >2H&menit A 1?H&menit A 4@,= ;B A /nemis 2J&J3, ikterik 2-&-3 A Bor K '1, '2 tunggal, reguler, murmur 2-3 PulmoK ,esikuler J&J, rhonki -&-, wheeCing -&/ A Mioma #teri J /nemia +ingan P A )bser,asi keadaan umum pasien dan ,ital sign )bser,asi perdarahan Bek .! ulang Pro !aparatomi 21isterektomi3

2 2

# 3anuari #! 2 ' A )A $# Tensi Nadi Na:as 'uhu Mata Thorak Pemeriksaan !ab A 1b A 1;,4 g&d! +%B 5%B P!T 1BT 1b'/g *.' '*)T '*PT #reum A 4,=1 M&Ml A 12,29 $&Ml A 4;1 $&Ml A 42,; < A 2-3 A 19> A 4? A 49 A 1@ A %aik A 14;&?; mm1g A >;H&menit A 1?H&menit A 4@,@ ;B A /nemis 2-&-3, ikterik 2-&-3 A Bor K '1, '2 tunggal, reguler, murmur 2-3 PulmoK ,esikuler J&J, rhonki -&-, wheeCing -&-

$reatinin A ;,9 / A Mioma #teri J /nemia +ingan P A )bser,asi keadaan umum pasien dan ,ital sign )bser,asi perdarahan Pro !aparatomi $onsul /nestesi A /BB /nestesi pro laparatomi

2 4

## 3anuari #! 2 ' A )A $# Tensi Nadi Na:as 'uhu Mata Thorak Tes 7I/ A 2-3 / A Mioma #teri J /nemia +ingan P A )bser,asi keadaan umum pasien dan ,ital sign )bser,asi perdarahan Pro !aparatomi #$ 3anuari #! 2 ' A )A $# Tensi Nadi Na:as 'uhu Mata Thorak A %aik A 14;&?; mm1g A >;H&menit A 1?H&menit A 4@,= ;B A /nemis 2-&-3, ikterik 2-&-3 A Bor K '1, '2 tunggal, reguler, murmur 2-3 PulmoK ,esikuler J&J, rhonki -&-, wheeCing -&/ A Mioma #teri J /nemia +ingan P A )bser,asi keadaan umum pasien dan ,ital sign )bser,asi perdarahan Pro !aparatomi O,erasi tanggal #2 3anuari #! 2 8am !"(!! <I-A -in)a5an O,erasi & Su,ra=aginal Histere5tomi
2 6

A %aik A 14;&>; mm1g A ??H&menit A 1?H&menit A 4@,? ;B A /nemis 2J&J3, ikterik 2-&-3 A Bor K '1, '2 tunggal, reguler, murmur 2-3 PulmoK ,esikuler J&J, rhonki -&-, wheeCing -&-

Penemuan Intra O,erasi & #terus membesar ------ 12-16 minggu Tampak ),arium besarnya normal

Instru5si Post O,erasi & 7njeksi /mpisilin 1 gram 1 kali lagi /moHi-ilin 4H9;; mg /sam Me:enamat 4H9;; mg )bser,asi

2 9

# 3am Post O,erasi 'A )A nyeri bekas luka operasi $# Tensi Nadi Na:as 'uhu Mata Thorak /bdomen #rine /A PA A %aik A 11;&=; mm1g A ?2H&menit A 2;H&menit A 4@ ;B A /nemis 2N&-3, ikterik 2-&-3 A Bor K '1, '2 tunggal, reguler, murmur 2-3 PulmoK ,esikuler J&J, rhonki -&-, wheeCing -&A !uka operasi baik, Perdarahan 2-3 A 29; --

Post 'I1 hari 1 e- Mioma #teri )bser,asi $# J Iital 'ign /moHi-ilin 4H9;; mg /sam me:enamat 4H9;; +awat !uka operasi

2 @

%A% I0 PEM%AHASAN Mioma uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat kenyal, batas jelas, mempunyai pseudokapsul, tidak nyeri, bisa soliter atau multipel Pada laporan kasus berikut diajukan suatu kasus seorang wanita nulipara berusia 4? tahun dengan diagnosis mioma uteri 'ampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multi:aktorial (aktor predisposisi pada pasien tersebut diantaranya adalah usia, dimana tumor ini paling sering memberikan gejala klinis pada usia 49-69 tahun .iperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma, dimana mioma uteri mun-ul setelah menar-he, berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause .iagnosis mioma uteri ditegakkan berdasarkan gejala yang timbul, pemeriksaan :isik dan pemeriksaan penunjang yang ada *ejala yang timbul sangat tergantung pada tempat sarang mioma ini berada 2intramural, submukosa, subserosa3, besarnya tumor, serta perubahan dan komplikasi yang terjadi *ejala-gejala pada pasien tersebut, antara lain perdarahan dari kemaluan sejak @ hari yang lalu, nyeri perut yang bersi:at hilang timbul sejak @ hari yang lalu, gangguan haid berupa menorrhagia 2perdarahan haid yang lebih banyak dari normal3 Pemeriksaan :isik pada pasien ini didapatkan status ,ital yang baik, yang berarti hemodinamik pasien masih stabil Pada palpasi abdomen, tidak teraba massa Pada pemeriksaan 7nspekulo, didapatkan Perdarahan akti: 2-3 (luor 2-3, (luksus 2J3, PO 2-3, li,ide 2-3 Pada pemeriksaan bimanual, didapatkan dinding ,agina normal, massa 2-3, Portio li-in, kenyal, P O 2-3, nyeri 2-3, B# /( --- lebih besar dari normal L @-? minggu, /PB. ---nyeri 2-3, massa 2-3 Pemeriksaan penunjang dengan #'* pada pasien ini didapatkan gambaran #terus membesar ukuran > H =,9 -m Tampak massa hiperekoik dari dalam dengan ukuran 9,9 H 9 -m $esan A Mioma #terus 27ntramural3 Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar 1b pasien menurun, hal ini dapat merupakan akibat dari intake yang kurang pada pasien ini, serta perdarahan lama dan banyak yang dialami pasien 8adi dapat ditarik kesimpulan diagnosis pasien tersebut adalah mioma uteri melalui hasil anamnesis, pemeriksaan :isik, dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan Penatalaksanaan pasien ini dilakukan Trans:usi P+B s&d 1b F 1; g<, konsul anastesi dan penyakit dalam untuk menge,aluasi keadaan pasien pre-operati: Pasien ini diren-anakan
2 =

untuk dilakukan 'upra,aginal 1isterektomi )leh karena itu, pasien masih bisa terkena kanker mulut rahim sehingga masih diperlukan pemeriksaan pap smear se-ara rutin

2 ?

'A/-AR PUS-AKA 1adibroto %+, 2;;9 Mioma Uteri Majalah $edokteran Nusantara Iol 4? No 4 'eptember 2;;9 .epartemen )bstetri dan *inekologi (akultas $edokteran 2/--essed on :rom A #ni,ersitas 'umatera #tara, +'#. 1 /dam Malik Medan /,ailable :rom A
httpA&&repository usu a- id&bitstream&12469@=?>&199=@&1&mkn-sep2;;9-<2;2>3 pd:

8uly 2;, 2;123 /nonim, 2;123 8e,uska ), 2;;=


Mioma Geburt

2;;@

Biomolekuler

Mioma

Uteri

/,ailable

httpA&&digilib unsri a- id&download&%iomolekuler<2;Mioma<2;#teri pd:

2/--essed on 8uly 2;,

/,ailable :rom A httpA&&on-eje,uska blogspot -om

2/--essed A 8uly 21, 2;123 /driaansC *, 2;11 Tumor Jinak Organ Genitalia .alam /nwar M, %aCiad /, Prabowo +P Ilmu Kandungan Edisi $etiga Betakan Pertama Yayasan %ina Pustaka 'arwono Prawirodihardjo A 8akarta

2 >