Anda di halaman 1dari 60

Hematemesis Melena

MUHAMMAD FAIZUL BIN IBRAHIM


11-2012-054

Identitas
IDENTITAS PASIEN Nama lengkap Tanggal lahir Status perkawinan Pekerjaan Alamat : Tn P : 2 Agustus 1949 (64 tahun) : Sudah Menikah : Wiraswasta : Jl Terusan Pulau, Sukarame Jenis kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Jawa Agama : Islam

Pendidikan : SD

Anamnesis
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 21 Maret 2013 jam 1030 WIB

Keluhan Utama:
Muntah darah setengah jam sebelum masuk rumah sakit

Riwayat Penyakit Sekarang :

Sejak setengah jam sebelum masuk rumah sakit, pasien muntah berisi darah kira-kira 2 gelas aqua. Warna isi muntah cair, merah kehitaman, tidak ada lendir. Pasien sempat muntah dua kali. Muntah disertai nyeri perut hebat. Pasien lemas sehingga tidak mampu mengangkat anggota badannya. Pasien tidak pengsan tetapi mual dan sakit kepala berdenyut-denyut tidak berputar. Pasien tidak demam, tidak ada batuk pilek. Pasien juga sesak napas tetapi tidak ada nyeri dada.Pasien sesak terutamanya saat berbaring dan berkurang dengan posisi duduk. Pasien tidak ada sesak tiba-tiba kalau tidur waktu malam. Sesak tidak bertambah apabila pasien melakukan aktifitas. Pasien sering merasa kembung.

Pasien juga buang air besar warna hitam satu kali di rumah. Buang air besar cair, tidak ada lendir. Tidak dirasakan nyeri sewaktu buang air besar. Pasien tidak makan jamu atau obat pegal linu. Tidak ada riwayat perdarahan lain sebelumnya. Tiga bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien pernah muntah berisi darah warna merah kehitaman kira-kira setengah gelas aqua. Pasien tidak berobat ke rumah sakit karena pasien tidak merasa lemas. Pasien pernah demam hilang timbul, ada batuk pilek selama dua hari. Mata pasien juga sedikit kuning. Perut pasien juga dirasakan semakin besar. Pasien ada sakit maag karena sudah mempunyai riwayat maag dari kecil. Pasien hanya ke puskesmas dan mendapat obat penurun panas, batuk pilek dan obat maag saja. Tidak pernah buang air besar berdarah.

Sejak tiga tahun sebelum masuk rumah sakit, pasien sudah pernah dirawat karena penyakit sirosis hepatis dan hepatitis B. Pasien pernah transfusi darah 2 kali karena kurang darah. Pasien tidak kontrol rutin ke dokter dan hanya datang berobat ke rumah sakit jika dirasakan perlu saja. Ibu pasien mempunyai riwayat Hepatitis B. Pasien tidak ada riwayat darah tinggi dan diabetes mellitus. Riwayat perdarahan dalam keluarga juga tidak ada.

Riwayat penyakit dahulu


Penyakit Dahulu (-) Cacar (-) Cacar Air (-) Difteri (-) Batuk Rejan (-) Campak (-) Influenza (-) Tonsilitis (-) Khorea (-) Demam Rematik Akut (-) Pneumonia (-) Pleuritis (-) Tuberkulosis (-) Malaria (-) Disentri (+) Hepatitis (-) Tifus Abdominalis (-) Skrofula (-) Sifilis (-) Gonore (-) Hipertensi (-) Ulkus Ventrikuli (-) Ulkus Duodeni (-) Gastritis (-) Batu Empedu (-) Batu ginjal/Sal.kemih (-) Burut (Hemia) (-) Penyakit Prostat (-) Wasir (-) Diabetes (-) Alergi (-) Tumor (-) Penyakit Pembuluh (-) Pendarahan Otak (-) Psikosis (-) Neurosis lain-lain : (-) Operasi (-) Kecelakaan

Riwayat penyakit keluarga


Riwayat Keluarga Hubungan Umur (tahun) Kakek Tidak diketahui Nenek Tidak diketahui Ayah Ibu Saudara Anak-anak 93 tahun 85 tahun 33 tahun 25 tahun Meninggal Meninggal Sehat Sehat Sakit tua Kanker hati Meninggal Sakit tua Meninggal Sakit tua Keadaan Kesehatan Penyebab Meninggal

Adakah Kerabat yang Menderita Penyakit Alergi Asma Tuberkulosis Arthritis Rematisme Hipertensi Jantung Ginjal Lambung Hepatitis Ya Tidak Hubungan

BERAT BADAN Berat badan rata-rata (Kg) Berat tertinggi (Kg) Berat badan sekarang (Kg) Berat badan tetap

: 65 kg : 68 kg : 65 kg

Riwayat Kelahiran Tempat lahir : ( ) Di rumah Ditolong oleh : ( ) Dokter ( ) Lain-lain ( ) Rumah Bersalin (+) Bidan ( ) RS Bersalin ( ) Dukun

Riwayat Imunisasi ( ) Hepatitis ( ) BCG ( ) Campak ( ) DPT

( ) Polio

( ) Tetanus

Riwayat Makanan Frekuensi / Hari Jumlah / Hari Variasi / Hari Nafsu makan

: 3 x/hari : 1 porsi : variasi : Tidak ada perubahan

Pendidikan (+) SD ( ) Universitas ( ) SLTP ( ) Kursus ( ) SLTA ( ) Sekolah Kejuruan ( ) Akademi ( ) Tidak sekolah

Kesulitan Keuangan Pekerjaan Keluarga Lain-lain : tidak ada : tidak ada : tidak ada :-

Pemeriksaan jasmani
Pemeriksaan Umum Tinggi badan Berat badan Indek massa tubuh Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan (Frekuensi dan tipe) Keadaan gizi

: 158 cm : 65.0 kg : 26.44 (berat badan lebih) : 100/60mmHg : 101x/menit, isi cukup,regular, ekual : 36,3oC : 26x / menit ; torakoabdominal : Lebih

Keadaan Umum Kesadaran Sianosis Udema umum Habitus Cara berjalan Mobilitas (Aktif / Pasif) Umur menurut taksiran pemeriksa

: Tampak sakit berat : compos mentis : Tidak ada : Tidak ada : Piknikus : tidak dapat dinilai : aktif : sesuai dengan usia sebenarnya

Aspek Kejiwaan Tingkah laku Alam perasaan Proses pikir

: wajar : biasa : wajar

Kulit Warna Jaringan Parut Pertumbuhan rambut Suhu Raba pulsasi Keringat : Umum (-) Setempat (-) Lapisan Lemak Lain-lain : Merata :Turgor Ikterus Oedem : baik : tidak ada : Ada : sawo matang : tidak ada : distribusi merata : hangat Effloresensi Pigmentasi Lembab/Kering Pembuluh darah : negatif : normal : lembap : teraba

Kelenjar Getah Bening Submandibula : tidak teraba membesar Leher : tidak teraba membesar Supraklavikula : tidak teraba membesar Ketiak : tidak teraba membesar Lipat paha : tidak teraba membesar

Kepala Ekspresi wajah : wajar Simetri muka Rambut : simetris : hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut

Pembuluh darah temporal : teraba pulsasi

Mata Exophthalmus Enopthalmus Kelopak Lensa Konjungtiva Visus

: tidak ada : tidak ada : normal : normal : anemis +/+ : normal

Sklera Gerakan mata Lapangan penglihatan Tekanan bola mata Deviatio konjungae Nystagmus

: ikterik +/+ : normal : normal : normal : tidak ada : tidak ada

Hidung Bentuk Septum Sekret Napas Cuping hidung

: normal : deviasi septum tidak ada : sekret tidak ada : Tidak ada

Leher Tekanan vena Jugularis (JVP) : 5 +2 cmH2O Kelenjar Tiroid : tidak teraba membesar Kelenjar Limfe : tidak teraba membesar Trakea : tidak ada deviasi, lurus di tengah
Dada Bentuk : Barrel Chest Pembuluh darah : Pelebaran pembuluh darah (+),spider naevi (+) Buah dada : Ginekomastia

Paru Paru Inspeksi Kiri : bentuk dada normal, simetris sewaktu statis dan dinamis, retraksi sela iga(-) Kanan : bentuk dada normal, simetris sewaktu statis dan dinamis, retraksi sela iga(-) Palpasi Kiri : sela iga tidak melebar, gerakan dinding dada simetris, fremitus vokal normal, fremitus resonans normal Kanan : sela iga tidak melebar, gerakan dinding dada simetris, fremitus vokal lemah, fremitus resonans lemah

Perkusi Kiri : sonor di seluruh lapang paru

Kanan : sonor sehingga sela iga 3, sela iga 4-5 redup, sela iga 6 pekak Batas paru hati : sela iga ke 6 linea midklavikula kanan

Auskultasi : Kiri : suara nafas vesikuler, ronkhi(-) dan wheezing(-)

Kanan : suara nafas vesikuler, ronkhi(+) dan wheezing(-)

Jantung Inspeksi : bentuk toraks normal, ictus cordis tidak terlihat Palpasi Perkusi : sela iga tidak melebar, ictus cordis tidak teraba : Batas kanan : linea parasternalis kanan Batas kiri Batas atas : linea axillaris anterior : pada sela iga 2 linea parasternalis kiri

Auskultasi : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)

Pembuluh darah Arteri Temporalis : teraba pulsasi Arteri Karotis : teraba pulsasi Arteri Brakhialis : teraba pulsasi Arteri Radialis : teraba pulsasi Arteri Femoral : teraba pulsasi Arteri Poplitea : teraba pulsasi Arteri Tibialis Posterior : teraba pulsasi Arteri Dorsalis Pedis : teraba pulsasi

Perut Inspeksi: cembung,asimetris, tidak ada bekas operasi, tidak terlihat penonjolan massa, tidak terdapat perlebaran vena. Palpasi : Dinding perut Hati : supel, tidak ada nyeri tekan : teraba membesar 2 cm di bawah arcus costae, tepi tumpul, konsistensi lunak, permukaan berbenjol, tidak nyeri Limpa : teraba membesar di S2, tepi tumpul, permukaan rata, konsistensi lunak, tidak nyeri Ginjal Perkusi : tidak teraba membesar, Ballotement(-/-) : timpani, shifting dullness (+), undulasi (+), ruang Traube kosong Auskultasi : bising usus (+) normoperistaltik

Anggota Gerak Lengan Otot Tonus Massa Sendi Gerakan Kekuatan Edema Petechie : : : : : : : : Kanan tidak atrofi normotonus normal normal aktif +5 tidak ada tidak ada Kiri tidak atrofi normotonus normal normal aktif +5 tidak ada tidak ada

Tungkai dan Kaki Luka Varises Tonus Massa Gerakan Sendi Kekuatan Edema : : : : : : : :

Kanan tidak ada tidak ada normotonus normal aktif normal +5 Pitting edema

Kiri tidak ada tidak ada normotonus normal aktif normal +5 Pitting edema

Refleks Refleks Tendon Bisep Trisep Patela Achiles Refleks patologis Kanan + + + + + Kiri + + + + + -

Colok dubur : tidak ada indikasi

Diagnosis klinis Hematemesis et melena ec suspek varises esofagus Sirosis Hepatis Efusi pleura dextra Cardiomegali

Diagnosis Banding Ulkus peptikum Gastritis erosiva

ANJURAN PEMERIKSAAN 1. Elektrokardiogram 2. Rontgen thoraks 3. Endoskopi

Laboratorium & Pemeriksaan penunjang


Laboratorium : (20 Maret 2013) Hematologi Hemoglobin Hematokrit Eritrosit Trombosit Leukosit : 9.8 g.dL : 28.7 % (12-15g/dL) (37-54%)

: 2.99 juta/uL (3.5-5.5juta/uL) : 58 ribu/uL : 6400/uL (150 000-450 000/L) (4800-10 800u/L)

Segment Limfosit Monosit Eosin MCHC MCH MCV MPV

: 60% (50-70%) : 26% (20-40%) : 10% (2-8%) : 4% (2-4%) (31-36 g/dL) (27-32 pg) (77-94 fl) (6-12 fl)

: 34.1 g/dL : 32.8 pg : 96.0 fl : 11.2 fl

Gambaran hipokromia : SEDIKIT Gambaran trombosit : KURANG

Kimia darah Gula darah sewaktu : 143 mg/dL (<200mg/dL) Sodium/Na Potassium/K SGOT SGPT Albumin Urea BUN Creatinin PT APTT : 139 Meq/L (137-150Meq/L) : 3.55 Meq/L (3.6-5.2Meq/L) : 60 u/l : 36 u/l : 2.25 g/dl : 34.2 mg/dl (<38 u/l) (9-36 u/l) (3.6-5.2) (10-50 mg/dl)

: 15.98 mg/dl (6-20 mg/dl) : 1.21 mg/dl : 22.0 detik : 100 detik (<1.3 mg/dl) (7 13.1 detik) (25.5 42.1 detik)

Rontgen thorak Cor : tampak membesar (CTR +/- 61.7%), apex tampak tertanam di diafragma

Sinus dan diafragma kanan tampak blurring Pulmo : tampak bercak infiltrat di lapang bawah kanan Kesan : Gambaran cardiomegali suspek dilatasi LV disertai pleuropneumonia dextra

Endoskopi

Hasil Esofagus : tampak varises esofagus grade 3-4 pada jam 1,3,5,7,11 dan 12 Gaster : Fundus, kardia dan korpus tampak snake skin appearance. Antrum mukosa hiperemis sedang. Duodenum : Bulbus dan pars desendens mukosa normal.

Kesimpulan Varises esofagus grade 3 Gastropathy hipertensi portal Gastritis sedang

Ringkasan
Seorang laki-laki berumur 64 tahun datang dengan keluhan sejak setengah jam sebelum masuk rumah sakit, pasien muntah berisi darah kira-kira 2 gelas aqua. Warna isi muntah cair, merah kehitaman, tidak ada lendir. Pasien sempat muntah dua kali. Muntah disertai nyeri perut hebat. Pasien lemas sehingga tidak mampu mengangkat anggota badannya. Pasien tidak pengsan tetapi mual dan sakit kepala berdenyut-denyut tidak berputar. Pasien tidak demam, tidak ada batuk pilek. Pasien juga sesak napas tetapi tidak ada nyeri dada.Pasien sesak terutamanya saat berbaring dan berkurang dengan posisi duduk. Pasien tidak ada sesak tiba-tiba kalau tidur waktu malam. Sesak tidak bertambah apabila pasien melakukan aktifitas. Pasien sering merasa kembung pada perutnya.Pasien juga buang air besar warna hitam satu kali di rumah. Buang air besar cair, tidak ada lendir. Tidak dirasakan nyeri sewaktu buang air besar. Pasien tidak makan jamu atau obat pegal linu. Tidak ada riwayat perdarahan lain sebelumnya. Tiga bulan sebelum masuk rumah sakit, pasien pernah muntah berisi darah warna merah kehitaman kira-kira

setengah gelas aqua. Pasien tidak berobat ke rumah sakit karena pasien tidak merasa lemas. Pasien pernah demam hilang timbul, ada batuk pilek selama dua hari. Mata pasien juga sedikit kuning. Perut pasien juga dirasakan semakin besar. Pasien ada sakit maag karena sudah mempunyai riwayat maag dari kecil. Pasien hanya ke puskesmas dan mendapat obat penurun panas, batuk pilek dan obat maag saja. Tidak pernah buang air besar berdarah.Sejak tiga tahun sebelum masuk rumah sakit, pasien sudah pernah dirawat karena penyakit sirosis hepatis dan hepatitis B. Pasien pernah transfusi darah 2 kali karena kurang darah. Pasien tidak kontrol rutin ke dokter dan hanya datang berobat ke rumah sakit jika dirasakan perlu saja. Ibu pasien mempunyai riwayat Hepatitis B. Pasien tidak ada riwayat darah tinggi dan diabetes mellitus. Riwayat perdarahan dalam keluarga juga tidak ada.

Pada pemeriksaan fisik keadaan umum tampak sakit berat, nadi 101x / menit, napas 26x /menit, konjungtiva anemis, sklera ikterik, bentuk dada Barrel chest, inspeksi dada ada pelebaran pembuluh darah, ada spider naevi dan ginekomastia. Palpasi pulmo dextra didapatkan fremitus vokal lemah, fremitus resonans lemah, perkusi pulmo dextra redup di sela iga 4-5, auskultasi ronkhi pada basal pulmo kanan. Palpasi jantung batas kiri pada linea axillaris anterior. Inspeksi abdomen cembung,asimetris, palpasi abdomen hati teraba membesar 2 cm di bawah arcus costae, tepi tumpul, konsistensi lunak, permukaan berbenjol, tidak nyeri dan limpa teraba membesar di S2, tepi tumpul, permukaan rata, konsistensi lunak, tidak nyeri. Pada perkusi abdomen timpani, shifting dullness (+), undulasi (+), dan pada tungkai ada pitting edema.

Pada pemeriksaan penunjang laboratorium Hemoglobin 9.8 g.dL, Hematokrit 28.7 %, Eritrosit 2.99 juta/uL,Trombosit 58 ribu/uL, Monosit 10%, MCV 96.0 fl, Kalium 3.55 Meq/L, SGOT 60 u/l ,Albumin 2.25 g/dl, PT 22.0 detik, APTT 100 detik. Pada rontgen thorak Cor tampak membesar (CTR +/- 61.7%), apex tampak tertanam di diafragma. Sinus dan diafragma kanan tampak blurring. Pulmo tampak bercak infiltrat di lapang bawah kanan dengan kesan gambaran cardiomegali suspek dilatasi LV disertai pleuropneumonia dextra. Pada endoskopi esofagus tampak varises esofagus grade 3-4 pada jam 1,3,5,7,11 dan 12, gaster undus, kardia dan korpus tampak snake skin appearance, Antrum mukosa hiperemis sedang dengan kesimpulan Varises esofagus grade 3, Gastropathy hipertensi portal serta Gastritis sedang.

DIAGNOSA KERJA DAN DASAR DIAGNOSIS


1) Hematemesis et melena ec Varises Esofagus Anamnesa : muntah berisi darah kira-kira 2 gelas aqua, warna isi muntah cair, merah kehitaman, tidak ada lendir. Pasien juga buang air besar warna hitam, cair, tidak ada lendir. Pemeriksaan Fisik: nadi 101x/menit (takikardi), konjungtiva anemis, sklera ikterik, inspeksi dada ada pelebaran pembuluh darah, ada spider naevi dan ginekomastia, hepatomegali, asites. Pemeriksaan penunjang: Hemoglobin 9.8 g.dL, Hematokrit 28.7 %, Eritrosit 2.99 juta/uL,Trombosit 58 ribu/uL, Monosit 10%, MCV 96.0 fl, Kalium 3.55 Meq/L, SGOT 60 u/l ,Albumin 2.25 g/dl, PT 22.0 detik, APTT 100 detik. Pada endoskopi esofagus tampak varises esofagus grade 3-4 pada jam 1,3,5,7,11 dan 12, gaster undus, kardia dan korpus tampak snake skin appearance, Antrum mukosa hiperemis sedang dengan kesimpulan Varises esofagus grade 3, Gastropathy hipertensi portal.

Sirosis Hepatis Anamnesa : Sejak tiga bulan mata sedikit kuning. Perut dirasakan semakin besar. Sejak tiga tahun sebelum masuk rumah sakit, pasien sudah pernah dirawat karena penyakit sirosis hepatis dan hepatitis B Pemeriksaan Fisik: Sklera ikterik, spider naevi, hepatomegali, asites, pitting edema di tungkai. Pemeriksaan penunjang: SGOT 60 u/l ,Albumin 2.25 g/dl

Efusi pleura Anamnesa : Pasien juga sesak napas tetapi tidak ada nyeri dada.Pasien sesak terutamanya saat berbaring dan berkurang dengan posisi duduk. Pasien tidak ada sesak tiba-tiba kalau tidur waktu malam. Sesak tidak bertambah apabila pasien melakukan aktifitas. Pemeriksaan fisik : Napas 26x /menit, Palpasi pulmo dextra didapatkan fremitus vokal lemah, fremitus resonans lemah, perkusi pulmo dextra redup di sela iga 4-5, auskultasi ronkhi pada basal pulmo kanan Pemeriksaan penunjang : Laboratorium Albumin 2.25 g/dl , rontgen thoraks sinus dan diafragma kanan tampak blurring

Cardiomegali Anamnesa : Pasien juga sesak napas tetapi tidak ada nyeri dada.Pasien sesak terutamanya saat berbaring dan berkurang dengan posisi duduk. Pemeriksaan fisik : Batas kiri jantung di linea axillaris anterior

Diagnosa Differensial
1) Ulkus peptikum Anamnesa: muntah disertai nyeri perut hebat

2) Gastritis erosiva Anamnesa : sering kembung, riwayat maag Pemeriksaan fisik : inspeksi abdomen cembung

Rencana Pengelolaan
Medika mentosa Infus NS 0.9% q 8 jam Inj cefotaxim 3x1gr Inj pantozol (pantoprazole) 1x40mg iv Inj narfoz(ondansentron) 2x4mg iv Tab Becantex (Rebamipide) 3x1 Syr Taxillan(sucralfat) 3x10cc Inj Vitamin K 3x10mg iv Inj Ronex (traxenamic acid) 3x1 ampul Transfusi PRC 2 kolf

Non medika mentosa Bed rest setengah duduk O2 lembap 4 L/m Pasang NGT

Pencegahan
Primer -Mengurangkan makan makanan asam -Tidak makan makanan terlalu pedas -Tidak mengambil OAINS berlebihan

Sekunder -Makan obat sesuai aturan -Kontrol rutin ke dokter

Tersier - Terapi endoskopi - Mengelakkan komplikasi lanjut perdarahan

Prognosis
Ad vitam Ad functionam Ad sanationam : dubia ad malam : dubia ad malam : dubia ad malam

FOLLOW UP 21 Maret 2013

S : muntah darah tidak ada, dahak banyak warna putih, batuk kadang-kadang, BAK sedikit-sedikit warna coklat, BAB coklat kehitaman O : Keadaan umum Nadi : tampak sakit berat kesadaran: compos mentis

: 84x/menit, reguler, ekual dan isi cukup.

Tekanan darah : 100/70mmHg Pernafasan Suhu Mata Thoraks Pulmo Abdomen : 21x/menit : 36.7oc : CA +/+, SI +/+ : fremitus vokalis kanan> kiri, fremitus resonans kanan>kiri : SN vesikuler, ronkhi +/-, wheezing -/: cembung, bising usus (+), hepar teraba membesar 2cm di

bawah arcus costae, tepi tumpul,konsistensi lunak, permukaan berbenjolbenjol, tidak nyeri. Lien teraba membesar di S2 , konsistensi lunak, tepi tumpul, permukaan rata, tidak nyeri.

A: Melena, hepatomegali, splenomegali P: Inj pantozol (pantoprazole) 1x40mg iv Inj narfoz(ondansentron) 2x4mg iv Tab Becantex (Rebamipide) 3x1 Syr Taxillan(sucralfat) 3x10cc Inj Vitamin K 3x10mg iv

22 Maret 2013

S : muntah darah tidak ada, BAB masih coklat O : Keadaan umum Nadi : tampak sakit sedang kesadaran: compos mentis

: 84x/menit, reguler, ekual dan isi cukup.

Tekanan darah : 110/80mmHg Pernafasan Suhu Mata Thoraks Pulmo Abdomen : 23x/menit : 36.2oC : CA +/+, SI +/+ : fremitus vokalis kanan> kiri, fremitus resonans kanan>kiri : SN vesikuler, ronkhi +/-, wheezing -/: cembung, bising usus (+), hepar teraba membesar 2cm di bawah arcus

costae, tepi tumpul,konsistensi lunak, permukaan berbenjol-benjol, tidak nyeri. Lien teraba membesar di S2 , konsistensi lunak, tepi tumpul, permukaan rata, tidak nyeri.

A: Melena, hepatomegali, splenomegali P: Inj pantozol (pantoprazole) 1x40mg iv Inj narfoz(ondansentron) 2x4mg iv Tab Becantex (Rebamipide) 3x1 Syr Taxillan(sucralfat) 3x10cc Inj Vitamin K 3x10mg iv

Pembahasan Kasus

Kesimpulan : Pada pasien ini, dilakukan managemen bertingkat mulai dari stabilitas hemodinamik dan dilakukan endoskopi untuk menilai derajat varises esofagus.

Varises Esofagus - adalah vena collateral yang berkembang sebagai hasil dari hipertensi sistemik ataupun hipertensi segmental portal.

Klasifikasi Varises Esofagus 1) Klasifikasi Dagradi Berdasarkan hasil pemeriksaanes ofagoskopi dengan Eder Hufford esofagoskop, maka varises esofagus dapat dibagi dalam beberapa tingkatan: Tingkat 1:Dengan diameter 2 3 mm, terdapat pada submukosa, boleh dikata sukar dilihat penonjolan kedalam lumen. Hanya dapat dilihat setelah dilakukan kompresi. Tingkat 2:Mempunyai diameter 2 3 mm, masih terdapa tdi submukosa, mulai terlihat penonjolan dimukosa tanpa kompresi. Tingkat 3:Mempunyai diameter 3 4 mm, panjang, dan sudah mulai terlihat berkelok-kelok, terlihat penonjolan sebagian dengan jelas pada mukosa lumen. Tingkat 4:Dengan diameter 4 5 mm, terlihat panjangberkelok kelok. Sebagian besar dari varises terlihat nyata pada mukosa lumen. Tingkat 5:Mempunyai diameter lebih dari 5 mm, dengan jelas sebagian besar atau seluruh esofagusnya terlihat penonjolan serta berkelok-kelok varises.

Klasifikasi PALMER & BRICK Palmer dan Brick menilai bentuk, warna, tekanan dan panjangnya varises esofagus serta membaginya dalam tingkat: 1) ringan, bila diameter varises esofagus lebih kecil dari 3 mm 2) sedang bila diameter varises esofagus 3-6 mm 3) berat bila diameter varises esofagus lebih besar dari 6 mm.

Klasifikasi OMED 1.Besarnya Besarnya varises esofagus dibagi dalam 4 derajat, yaitu : Derajat 1 - Penonjolan dalam dinding lumen yang minimal sekali Derajat 2- Penonjolan kedalam lumen sampai lumen dengan pengertian bahwa esofagus dalam keadaan relaksasiyang maksimal. Derajat 3 -Penonjolan kedalam lumen sampai setengahnya. Derajat 4 - Penonjolan kedalam lumen sampai lebih dari setengah dari lumen esofagus.

2.Bentuknya. Dibedakan 3 macam bentuk varises esofagus, yaitu : Sederhana (simple), ialah penonjolan mukosa yangberwarna kebiru-biruan dan berkelok-kelok denganatau tanpa adanya kelainan pada mukosanya. Penekanan (congested), ialah penonjolan mukosa yangberwarna merah tua disertai tanda pembengkakanmukosa dan dengan tanda-tanda perdarahan. Varises yang berdarah, ialah varises yang mengeluarkan darah segar karena adanya robekan pada permukaan varises tersebut.

3.Varises dengan Stigmata (tanda-tanda perdarahan) ialah terdapatnya bekuan atau pigmen darah di permukaan varises yang menandakan telah terjadi

perdarahan.Klasifikasi Omed ini belum banyak digunakan meskipun sudah lebih baik daripada klasifikasi Dagradi atau Palmer & Brick, karena dirasakan tidak praktis

Kesimpulan : Pada pasien ini, esofagus tampak varises esofagus grade 3-4 pada jam 1,3,5,7,11 dan 12 sesuai dengan Klasifikasi menurut Dagradi varises esofagus grade 3.

Kesimpulan : Pada pasien ini telah ditemui kesan dari hipertensi portal iaitu adanya varises esophagus yang menyebabkan hematemesis, gastropathy yang menyebabkan melena, ada splenomegaly dan asites. Terdapat juga kesan dari kegagalan sel hati yaitu spider naevi, ginekomastia, pitting edema pada kedua kaki.

Teori underfilling mengemukakan bahwa kelainan primer terbentuknya asites adalah terjadinya sekuestrasi cairan yang berlebihan dalam splansnik vascular bed disebabkan oleh hipertensi portal yang meningkatkan tekanan hidrostatik dan kapiler-kapiler splanknik dengan akibat menurunnya volume darah efektif dalam sirkulasi. Menurut teori ini, penurunan volume efektif intravascular (underfilling) direspon oleh ginjal untuk melakukan kompensasi dengan menahan air dan garam lebih banyak melalui peningkatan aktifasi renninaldosteron-simpatis dan melepaskan hormone antidiuretik aldosteron lebih banyak. Teori overflow mengemukakan bahwa pada pembentukan asites kelainan primer yang terjadi adalah retensi garam dan air yang berlebihan tanpa disertai penurunan volume darah efektif, oleh karena pada observasi penderita sirosis hepatis terjadi hipervolemia dan bukan hipovolemia. Teori vasodilatasi arteri perifer dapat menyatukan kedua teori diatas. Dikatakan bahwa hipertensi portal pada sirosis hepatis menyebabkan terjadinya vasodilatasi pada pembuluh darah splanknik dan perifer akibat peningkatan kadar nitric oxide (NO) yang merupakan salah satu vasodilator yang kuat sehingga terjadi pooling darah dengan akibat penurunan volume darah yang efektif (underfilling).