Anda di halaman 1dari 3

GEJALA KLINIS LUKA BAKAR KLASIFIKASI DERAJAT 1 DERAJAT 2 DERAJAT 3 GEJALA KLINIS Superficial Thickness Partial Thickness Superficial

Partial Thickness Deep Full Thickness Lapisan Epidermis Superficial Dermis Seluruh Dermis Lbh dlm dr Dermis Gelembung Cairan Tidak ada Ada Ada Tidak ada Warna Kemerahan Coklat pucat Abu-abu hitam kehitaman Nyeri Tidak Ya Ya Tidak Penyembuhan 5-10 hari 12-15 hari 20-30 hari >40 hari Proses spontan Tanpa skin graft Butuh skin graft Butuh skin graft Etiologi Sinar UV, nyala api Percikan air panas Tumpahan air pns Api, gas, air panas Jaringan Parut Tidak ada Wrna kulit brubah Risiko kontraktur kontraktur Folikel Rambut, Klnjr Keringat utuh utuh Sebagian bsr utuh Rusak total

ZONA KERUSAKAN JARINGAN Zona koagulasi Daerah sebelah dalam yang langsung mengalami kerusakan karena pengaruh panas, ada proses koagulasi protein pada luka dan kematian sel. Zona statis Daerah yang berada langsung di luar zona koagulasi, ada kerusakan endotel pembuluh darah, trpmbosit dan leukosit sehingga ada gangguan perfusi yang diikuti oleh perubahan permeabilitas kapiler dan respon infalamsi local. Zona hyperemia Daerah di luar zona statis yang mengalami vasodilatasi tanpa banyak melibatkan reaksi seluler, dapat mengalami penyembuhan spontan atau bahkan berubah ke zona statis dan zona kooagulasi.

KOMPLIKASI LUKA BAKAR INFEKSI Merupakan komplikasi utama dan paling sering terjadi Kehilangan lapisan kulit yang berfungsi sebagai pelindung, jadi luka lebih mudah terinfeksi Agen infeksius tersering adalah tetanus Pada luka, terjadi penguapan cairan tubuh yang berlebihan disertai pengeluaran protein dan energy, maka ada gangguan metabolism Beri antibiotic spectrum luas, jangan berikan kortikosteroid karena bersifat imunosupresif GANGGUAN JALAN NAFAS Dapat muncul spontan, saat terjadi luka bakar Terjadi karena inhalasi asap, aspirasi, infeksi dan edema paru Dinding alveoli, bronkus, dan bronkiolus teriritasi Terapi dengan membersihkan jalan nafas, pemberian oksigen, dan trakeostomi SYOK HIPOVOLEMIK Jantung tetap dalam keadaan sehat, kecuali jika miokard sudah mengalami hipoksia karena perfusi berkurang Respon tubuh terhadap perdarahan bergantung pada volume, kecepatan, dan lama perdarahan Jika volume intravaskuler menurun, tubuh akan berusaha mempertahankan perfusi organ vital (jantung dan otak) dengan mengorbankan perfusi organ lain (hati, kulit, ginjal) Tanda vital tidak stabil, biasanya meningkat Terjadi vasodilatasi pembuluh darah kapiler dan menjadi lebih permeable sehingga cairan kaya protein bisa cepat hilang dari plasma ke dalam ruang ekstrasel yang menyebabkan kehilangan volume darah dari sirkulasi KONTRAKTUR Berawal dari jaringan parut hasil penyembuhan luka bakar yang dapat berkembang menjadi cacat berat Bergantung dari luas, lama penyembuhan dan kedalaman luka yang dialami Dapat menggangu fungsi dan kekakuan sendi sehingga butuh fisioterapi intensif dan bedah ULKUS CURLING Erosi gaster superficial dan duodenum yamg mengalami ulkus merupakan gambaran utama Etiologi bisa karena syok, sepsis, peningkatan cardiac output Melibatkan kerusakan endotel kapiler karena toksin yang beredar di sirkulasi darah dan diproduksi oleh protein jaringan ikat yang rusak Kapiler yang rusak menyebabkan ptekiae submukosa dan berkembang jadi ulkus

ILEUS PARALITIK Peristaltik usus dihambat akibat pengaruh toksin/trauma yang mempengaruhi control otonom pergerakkan usus karena kehilangan H2O dan elektrolit Diawali dengan muntah dan penyedotan / penyempitan usus sehingga berpengaruh pada penciutan ruangan cairan ekstrasel yang bisa menyebabkan syok KONVULSI Karena ketidakseimbangan elektrolit, hipoksia, infeksi Merupakan kondisi medis saat otot tubuh mengalami fluktuasi kontraksi dan peregangan dengan cepat sehingga kejang yang tidak terkendali Biasa terjadi pada anak