Anda di halaman 1dari 9

Pengaruh Budaya Populer terhadap Prilaku Perempuan dalam Berbusana Muslimah

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Desain dan Kebudayaan

Oleh : Gatot Sukendro 2711201

!rogram Studi Magister Desain "akultas Seni #u$a dan Desain

%nstitut Teknologi &andung Desember 2012 Pengaruh Budaya Populer terhadap Prilaku Perempuan dalam Berbusana Muslimah

Abstrak Pengaruh budaya populer terhadap prilaku perempuan dalam berbusana muslimah sangat memprihatinkan karena tidak lagi memperhatikan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam agama Islam. Mereka menganggap kalau jilbab syariah tidak modis dan telah ketinggalan zaman dan mereka lebih menyukai busana-busna muslim yang dikenakan oleh para selebritis hasil karya para desainer ternama. Mereka terjebak dalam pola hidup komsumtif sehingga mereka hanya sekedar mengikuti trend yang sedang berlangsung, sehingga mereka kadang tak sadar bahwa untuk dapat tampil modis mereka juga harus memiliki kemampuan untuk membeli yang kadang hanya dimiliki oleh segelintir orang saja'

Pendahuluan %stilah ()ilbab gaul*+ ()ilbab modis* atau ()ilbab keren*,tentu tidak asing di telinga kita+ karena nama-nama ini sangat $o$uler dan sedang trend di kalangan $ara $erem$uan muslimah' &ahkan kebanyakan dari mereka merasa bangga dengan mengenakan )ilbab model ini dan berangga$an ini lebih sesuai dengan situasi dan kondisi yang syariat dengan .aman' Di era globalisasi saat ini dimana $erkemdi.aman sesuai adalah sekarang' )ilbab dengan kuno+ %ronisnya lagi+ sebagian dari mereka )ustru mengangga$

kaku dan tidak sesuai tuntutan

bangan teknologi in/ormasi berkembang begitu $esat sehingga banyak $engaruh budaya luar masuk ke negara kita tan$a hambatan baik melalui media 0etak mau$un elektronik se$erti tele1isi mau$un internet sehingga berdam$ak $ada kehidu$an masyarakat kita khususnya yang berada dikota-kota besar dimana segala akses in/ormasi lebih 0e$at dida$at' 2al ini memi0u timbulnya budaya $o$uler dikalangan masyarakat yang datangnya dari luar dan tam$aknya sulit untuk dibendung+ )adi mau tidak mau dam$aknya da$at dirasakan 2al ini )uga mem$engaruhi Sebagian besar $erem$uan muslim di %ndonesia dalam berbusana muslimah ada yang teta$ ber$akaian sesuai dengan tuntunan syariah %slam+ namun masih banyak )uga yang masih belum memahami hakikat berbusana muslimah dan 0enderung mengabaikan a$a yang sudah digariskan oleh aturan agama' !rinsi$ (aku bergaya maka aku ada* adalah $rinsi$ utama saat ini yang diamini se0ara massal sebagian rema)a+ tante-tante+ ibu-ibu muda dari berbagai latar belakang kesemuanya men)adi hidu$+ sebuah karena $endidikan melebur gaya mereka eksistensi

keberadaan

ditentukan oleh kemam$uan merias diri 3bersolek4' 5amun kemelekan budaya tidak hanya ditentukan oleh kemam$uan mengetahui berbagai merek atau $ola gaya yang lagi trend+ namun dibutuhkan )uga sebuah kemam$uan untuk memiliki alias membeli' Tentu tidak semua orang mem$unyai kemam$uan untuk membeli dan memiliki+ mungkin kemam$uan tersebut hanya dimiliki oleh segelintir orang sa)a' Di sinilah arti/ak budaya $o$ men)adi lahan komodi/ikasi atau 6ilayah sakral $un da$at men)adi 6ilayah $ro/an se$erti 7)ilbab gaul8 + 7umrah8 dan bahkan 6ilayah kegaiban sebagai ruang $enghayatan men)adi ruang hiburan dan bahkan lelu0on' Semua ruang tersebut men)adi 7nge$o$8 kalau $erlu Tuhan sekali$un di-$o$-kan '

Pembahasan &udaya $o$ tentu tak da$at di$isahkan dari realitas kehidu$an kita saat ini+ ia melintasi )agad kehidu$an manusia dari Timur hingga &arat negara kita+ bahkan dalam skala global sekali$un' 9u)udnya mudah di)um$ai bahkan kita $un mungkin men)adi $enikmat setia 6alau sekali-kali )adi $engutuk' &udaya $o$ tak da$at di$isahkan dari keseharian kita+ mulai dari mode+ konsumsi+ musik+ hiburan dan gaya hidu$ semuanya hadir dan men)adi bagian kehidu$an manusia saat ini' %a mam$u meleburkan batas-batas kultural dan bahkan bangsa sekali$un' :ika dulunya manusia da$at di0irikan dengan $erbedaan kultur namun kini batasan tersebut lebur dalam massa yang diisa$i oleh industri hiburan dan gaya hidu$+ $ara selebriti adalah nabinya dan iklan adalah sabda' Di sinilah ins$irasi dan gagasan masa kini menda$at legitimasi karena tan$a selebriti seakan hidu$ tan$a $etun)uk' !eluang ini diman/aatkan oleh $ara desainer yang mem$roklamirkan diri sebagai desainer busana muslim untuk men0ari keuntungan dengan berlomba-lomba men0i$takan dan menam$ilkan kostum-kostum busana dengan mem$erkenalkan konse$ baru dalam berbusana muslimah yang glamor dan $ara selebriti inilah yang digunakan untuk mem$romosikan $roduk /ashionnya sesuai dengan dunia selebiriti' ;kibatnya banyak $ara rema)a+ ibu-ibu muda tidak lagi tahu a$akah busana yang dikenakan oleh selebriti itu sudah sesuai atau tidak dengan kaidahkaidah yang melekat $ada busana muslimah' Semua men)adi samar-samar tidak tahu lagi mana yang halal dan mana yang haram+ mana yang termasuk busana muslim dan mana yang bukan busana muslim' <ang mereka tahu adalah mereka merasa tam$il modis+ modern dan lebih $er0aya diri layaknya selebritis idolanya' Karena memang budaya $o$uler mendorong massa untuk men)adi $emu)a+ $engikut+ $eniru+ $engekor dan imitator' !rilaku ini sudah diramalkan akan ter)adi $ada .aman sekarang oleh #asul S;9 se$erti bersabda beliau bah6a (ada dua golongan ahli neraka belum $ernah dilihat + $ertama kaum yang memiliki 0ambuk se$erti ekor sa$i yang di$akai untuk men0ambuk manusia' Kedua+ kaum 6anita

yang ber$akaian teta$i telan)ang yaitu yang ber)alan berlenggak lenggok+ ke$ala mereka bagaikan $unuk unta' Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan men0ium bau Surga+ $adahal bau Surga bisa di0ium dari )arak yang sangat )auh * =2#'%mam dan Muslim> 5amun demikian /enomena ini menda$at sorotan berma0am-ma0am dari berbagai kalangan kritikus atau $engamat budaya+ sebagian kalangan mengangga$ budaya $o$ menyebabkan e/ek hegemoni terhada$ konsumennya atau istilah kerennya komodi/ikasi industri yang hanya melahirkan kesadaran $alsu + disam$ing mudah ditiru budaya $o$ men0i$takan keriangan hidu$ yang egaliter dan da$at dinikmati oleh sia$a$un tan$a terikat status sosial yang dibutuhkan hanya kemelekan budaya 30ultural litera0hy4' Kebudayaan $o$ 3$o$ 0ulture4 adalah sebagian dari $roduksi massa industri yang $ada gilirannya membutuhkan konsumsi massa' Menurut logika sistem $roduksi industri+ bukan hanya $ena6aran yang mengikuti $ermintaan' Teta$i 1olume $ermintaan bisa disesuaikan dengan besarnya $ena6aran+ lebih-lebih $ada teknik $romosi sebagai $embu)uk terselubung'

Di sisi lain budaya konsumerisme$un me6abah' Dalam budaya konsumerisme+ !roduk dibeli bukan didasarkan $ada kebutuhan dan a.as man/aat akan teta$i lebih $ada gengsi agar disebut modern dan tidak ketinggalam .aman' Komoditas

$roduksi digantikan oleh komoditas budaya dengan $enon)olan simbol dan identitas modernitas' Komoditas di$roduksi bukan didasarkan $ada kebutuhan masyarakat akan teta$i kebutuhanlah yang di0i$takan agar masyarakat merasa butuh untuk mengkonsumsi komoditas' ?ontoh sederhananya+ :ilbab gaul dibeli bukan berdasarkan $ada a.as man/aat atau kebutuhan teta$i masyarkat di$aksa untuk merasa butuh untuk menggunakannya agar terlihat modis dan trendi' Menurut :ean &audriullard+ bah6a budaya konsumerisme ini melahirkan a$a yang disebut dengan 5arsisisme yang teren0ana 3$lanned narsisism4' Media kemudian men)adi alat eks$ansi kultural untuk mengubah $en0itraan+ dan $ola $ikir masyarakat agar men)adi masyarakat konsumeris' 2omogenisasi kultural melalui media ini meru$akan sen)ata am$uh agar $eredaran dan akumulasi ka$ital teta$ berlangsung' Oleh karena itu re1olusi sistemik $erlu dilakukan dengan melakukan $enyadaran ke$ada masyarakat dari segi $emikiran+ $ola $erilaku+ budaya+ dan men0oba kembali mengarahkan mereka untuk mengenali realitas lokal' Kultur ber/ikir dan $aradigma masyarakat kita yang masih diselubungi oleh kesadaran magis 3Magi0al ?ons0iousness4 dan kesadaran na@/ 35ai1al ?ons0iousness4 harus diubah men)adi kesadaran kritis 30riti0al 0ons0iousness4' !erubahan kultur dan $aradigma ber$ikir ini dimungkinkan )ika komunitas masyarakat se0ara komunal mulai menggali kembali /alsa/ah+ sisi religius dan s$iritualitas ketimuran' Maka yang harus dilakukan adalah $enguatan kembali dan membangkitkan budaya lokal kita sebagai 0ounter1ailing 0ulture 3budaya tanding4 untuk menandingi budaya konsumerisme yang sarat akan eks$loitasi hegemoni+ dan eks$ansi ka$ital tersebut' Kesimpulan Dari Uraian di atas da$at disim$ulkan bah6a budaya $o$ atau budaya $o$uler saat ini sedang melanda+ mem$engaruhi $rilaku masyarakat khususnya kaum $erem$uan dalam hal berbusana muslimah' Kaum $erem$uan sebagian besar saat ini tidak lagi mengindahkan aturan-aturan agama yang melekat $ada diri mereka+ mereka sudah ter)ebak dalam $rilaku yang di$engaruhi oleh budaya $o$uler' oleh karena itu $erlu adanya $enyadaran se0ara masal tentang hakikat budaya lokal yang masih men)un)ung tinggi moral dan etika+ khususnya ke$ada $ara desainer yang meru$akan $anutan dari $ara kaum $erem$uan hendaknya

mulai dengan menam$ilkan desain-desain busana muslim yang memang menga0u $ada kaidah-kaidah agama %slam kalau memang ingin desain mereka disebut sebagai busana muslimah+ tidak se$erti sekarang ini yang sudah kebablasan dalam menam$ilkan desain-desain mereka'

Referensi :

Khan+ Matin+ Consumer Beha ior and !d ertising Management+ 5e6 Delhi: !ublished by 5e6 ;ge %nternational 3!4 Atd'+ !ublishers+200B'

Aehmann+ Ulri0h' "igersprung# $ashion In Modernity. Aondon: The M%T !ress+ 2000'

SabiC+ Sayyid+ $ikih %unnah+ &andung: !T ;lma8ari/+ 1 7D' Saidi+ ;0e$ %6an+ Cultural %tudies !n Introdu&tion:Diktat $erkuliahan Desain dan Kebudayaan+ "S#D %T&

Storey+ :ohn+ Cultural theory and Popular Culture+ Aondon: !earson Aongman'

BIODATA

5ama 5%M TTA ;gama !eker)aaan

: Gatot Sukendro : 2711201 : &ogor+ 2D-0B-BB : %slam : Dosen !5S d$k $ada ;kademi Seni #u$a dan Desain %S9% :akarta

Tel' email

: 0D7DD07DEF20 : ken'BBBGli1e'0om