Anda di halaman 1dari 2

2.Sistem Tubuh * Sistem Saraf Sistem sarah juga berperan dalam fungsi homeostasis tubuh.

Sistem ini merupakan salah satu dari sistem regulatorik utama tubuh.Sistem ini

mengkoordinasikan aktivitas tubuh yang memerlukan respon cepat.Sistem saraf sangat penting dalam mendeteksi dan memulai respon terhadap perbuahan dalam lingkungan eksternal. *Sistem Endokrin Sistem endokrin merupakan sistem regulatorik utama lainya.Berbeda dari sistem saraf,secara umum kelenjar-kelenjar penghasil hormon pada sistem endokrin mengatur aktivitas yang lebih memerlukan durasi daripada kecepatan,misalnya pertumbuhan.Sistem ini sangat penting dalam mengontrol komposisi nutrien,dan mengontrol volume serta komposisi elektrolit lingkungan internal dengan mengatur fungsi ginjal Sherwood,Lauralee.2012.Fisiologi manusia dari sel ke sistem.Ed.6: EGC

6. Mekanisme Kerja Antibiotik yaitu : 1.Inhibisi Sistesis dinding sel bakteri cth antibiotik : Penisilin,sefalosporin,siklosesin 2.Inhibisi Fungsi membran sel bakteri Cth antibiotik : kolistin, polimiksin 3.Inhibisi sintesis protein bakteri Cth antibiotik : eritromisin,linkomisin,tetrasiklin 4.Inhibisi sintesis asam nukleat bakteri Cth antibiotik : kuinolon,rifampisin,trimetroprim Jawetz,dkk.2012.Mikrobiologi kedokteran,Ed.23:EGC

7. Efek samping Antibiotik *Antibiotik dapat memicu reaksi alergi *Antibiotik dapat memicu reaksi Idiosikrasi,yaitu reaksi abnormal yang diturunkan secara genetik terhadap pemberian antibiotik *Reaksi Toksik Antibiotik dapat menghasilkan suatu zat toksik.

Cth: Golongan tetrasiklin mengganggu pertumbuhan jaringan tulang,termasuk gigi.Dalam dosis besar obat ini bersifat hepatotoksik *Antibiotik dapat menimbulkan perubahan metabolik dan biologik dalam tubuh Cth: Pada tubuh terdapat populasi mikroba normal yang dapat terganggu keseimbangan ekologiknya akibat dari antibiotik. Farmakologi dan Terapi.Departemen Farmakologi dan Terapeutik FK UI.Ed.5

10 Hemoestasis dalam tubuh dapat terganggu jika terdapat zat yang menyebabkan keseimbangan konstrasi zat yang diatur oleh homeostasis menjauhi kondisi optimal,misalnya jika seseorang terlalu banyak menghirup gas karbon monoksida maka konsentrasi oksigen dalam tubuh akan menjauhi kondisi optimal sehingga terjadilah gangguan homeostasis.