Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN PENUNJANG Kebanyakan kasus konjungtivitis dapat didiagnosa berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan.

Meskipun demikian, pada beberapa kasus penambahan tes diagnostikmembantu. Kultur Kultur konjungtiva diindikasikan pada semua kasus yang dicurigai merupakan konjungtivitis infeksi neonatal. Kultur bakteri juga dapat membatu untuk konjungtivitispurulen berat / berulang pada semua group usia dan pada kasus dimana konjungtivitis tidak merespon terhadap pengobatan. Kultur virus Bukan merupakan pemeriksaan rutin untuk menetapkan diagnose.tes imunodiagnostik yang cepat dan dilakukan dlam ruangan menggunakan antigen sudah tersedia untuk konjungtivitis adenovirus. Tes ini mempunyai sensitifitas 88% dan spesifikasinya 91% -94%. Tes imunodiagnostik mungkin tersedia untuk virus lain, tapi tidak diakui untuk specimen dari okuler. PCR dapat digunakan untuk mendeteksi DNA virus . Tes diagnostic klamidial Kasus yang dicurigai konjung tivitis klamidial pada dewasa dapat dipastikan dengan pemeriksaan dengan pemeriksaan laboratorium. Tes diagnostic yang berdasarkan immunological telah tersedia, meliputi tes antibody imunofloresensi langsung dan enzyme linked imunosorbent assay. Tes darah Konjungtivitis non-infeksius biasanya dapat didiagnosa berdasarkan riwayat pasien. Paparan bahan kimiawi langsung terhadap mata dapat mengindikasikan kojungtivitis toksik atau kimiawi. Pada kasus yang dicurugai luka percikan bahan kimia, ph okuler harus dites dan irigasi mata terus menerus dilakukan hingga ph mencapai7 . konjungtivitis juga dapat disebabkan penggunaan lensa kontak. Sitology / smear Smear untuk sitology dan pewarnaan khusus giemsa,gram direkomendasikan pada kasus yang dicurigai konjungtivitis infeksi pada neonates , konjungtivitis kronik atau berulang, dan pada kasus dicurigai konjungtivitis gonoccocal pada semua grup usia.

PENATALAKSANAAN Nonfarmako Bila konjungtivitis disebabkan oleh mikroorganisme, pasien harus diajari bagaimana cara menghindari kontaminasi mata yang sehat atau mata orang lain. Memberikan intrukasi pada pasien untuk tidak menggosok mata yang sakit dan kemudian menyuruh menyentuh mata yang sehat, mencuci tangan setelah setiap kali memegang mata yang sakit , dan menggunakan kain lap ,handuk, dan sapu tangan baru yang terpisah untuk membersihkan mata yang sakit.

FARMAKO Terapi spesifik terhadap konjungtivitis bacterial tergantung temuan agen mikrobiologinya. Untuk menghilangkan sekret dapat dibilas dengan garam fisiologis. konjungtivitis Bakteri Penatalaksanaan Terapi spesifik konjungtivitis bakteri tergantung pada temuan agen mikrobiologiknya. Terapi dapat dimulai dengan antimikroba topikal spektrum luas. Pada setiap konjungtivitis purulen yang dicurigai disebabkan oleh diplokokus gram-negatif harus segera dimulai terapi topical dan sistemik . Pada konjungtivitis purulen dan mukopurulen, sakus konjungtivalis harus dibilas dengan larutan saline untuk menghilangkan sekret konjungtiva. Konjungtivitis Virus Penatalaksanaan Konjungtivitis virus yang terjadi pada anak di atas 1 tahun atau pada orang dewasa umumnya sembuh sendiri dan mungkin tidak diperlukan terapi, namun antivirus topikal atau sistemik harus diberikan untuk mencegah terkenanya kornea . Pasien konjungtivitis juga diberikan instruksi hygiene untuk meminimalkan penyebaran infeksi. Konjungtivitis Alergi Penatalaksanaan konjungtivitis alergi dapat diterapi dengan tetesan vasokonstriktorantihistamin topikal dan kompres dingin untuk mengatasi gatal-gatal dan steroid topikal jangka pendek untuk meredakan gejala lainnya.