Anda di halaman 1dari 63

1

ASUHAN KEPERAWATAN PADA VARIOLA DAN VARICELLA

MAKALAH diajukan guna memenuhai tugas matakuliak Ilmu Keperawatan Klinik IKK VIB Dosen Pengajar: Ns.Iis Rahmawati, .Kes oleh: Kelompok
Siti Muawanah Dha$a A%u P Te&i% 'unianto Sil(i Anita U)latu R Ch$i)nina Dell% Awallia Rilla Ka$ti,a S NIM 11 NIM 11 NIM 11 NIM 11 NIM 11 NIM 11 NIM 11 !1"1"1""# !1"1"1"1! !1"1"1"!! !1"1"1"!* !1"1"1"+1 !1"1"1"*+ !1"1"1"*#

PRO-RAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS 'EM.ER "1!

PRAKATA

Puji s"ukur kehadirat #uhan $ang

aha %sa, karena &erkat rahmat dan

hida"ah'N"a penukis dapat men"elasiakan tugas makalah matakuliah Ilmu Keperawatan Klinik VIB "ang &erjudul ()suhan Keperawatan Variolla dan Vari*ella+ tepat waktu. Penulis mengu*apkan terima kasih kepada &er&agai pihak "ang telah mem&antu dalam pen"usunan tugas Ilmu Keperawatan Klinik VI B. Penulis men"adari &ahwa makalah ini masih terdapat kekurangan, maka dari itu penulis mem&utuhkan kritik dan saran "ang mem&angun, sehingga makalah ini dapat &erman,aat dikemudian hari.

-em&er, 1. No/em&er !.10

Penulis

DA/TAR ISI 1alaman HALAMAN SAMPUL .................................................................................. i KATA PEN-ANTAR.................................................................................... ii DA/TAR ISI .................................................................................................. iii .A. 10 PENDAHULUAN ............................................................................. 1 101 Lata$ .ela,an1 ......................................................................................... 1 10 Ru2u)an Ma)alah ................................................................................... 1 10! Tu3uan ....................................................................................................... 1 10+ I24li,a)i Ke4e$awatan ........................................................................... ! .A. 0 TIN'AUAN TEORI .......................................................................... 0 01 0 0! !01 !0 +01 +0 +0! +0+ +0* *01 *0 Re(iew Anato2i /i)iolo1i ........................................................... 0 Tin3auan Teo$i Va$iola .............................................................. 2 Tin3auan Teo$i Va$i5ella ............................................................ 1! Pathwa% Va$iola .......................................................................... !. Pathwa% Va$i5ella........................................................................ !0 Pen1,a3ian ...................................................................................!3 Dia1no)a .......................................................................................24 Inte$(en)i .....................................................................................25 I24le2enta)i ...............................................................................54 E(alua)i ........................................................................................55 Ke)i24ulan ..................................................................................56 Sa$an ............................................................................................56

.A. !0 PATHWA6........................................................................................ !.

.A. +0 ASUHAN KEPERAWATAN...........................................................!3

.A. *0 PENUTUP .........................................................................................56

DA/TAR PUSTAKA .....................................................................................57

.A. 10 PENDAHULUAN

101

Lata$ .ela,an1 Kesehatan kulit perlu diperhatikan karena kulit merupakan &agian "ang

paling /ital dan men*erminkan kesehatan dan kehidupan. Pen"akit kulit seperti /ari*ella dan /ariola merupakan pen"akit "ang mengganggu penampilan. Vari*ella adalah pen"akit in,eksi /irus akut dan *epat menular, "ang disertai gejala konstitusi dengan kelainan kulit "ang polimor,, terutama &erlokasi di &agian sentral tu&uh. Variolaadalah pen"akit menular pada manusia "ang dise&a&kan oleh /irus /ariola major atau /ariola minor. &aik. 10 18 !8 Ru2u)an Ma)alah asalah "ang di&ahas pada makalah ini meliputi: Bagaimana konsep pen"akit dari /ariola dan /ari*ella9 Bagaimana asuhan keperawatan pada klien "ang mengalami /ariola dan /ari*ella9 10! 18 !8 Tu3uan #ujuan dari pem&ahasan makalah ini meliputi: engetahui konsep pen"akit dari /ariola dan /ari*ella akusis. engetahui asuhan keperawatan pada klien "ang mengalami /ariola dan /ari*ella. akadari itu, agar tidak terjangkit pen"akit terse&ut, diharapkan harus menjaga personal hygine dengan

10+ 18

I24li,a)i Ke4e$awatan Implikasi "ang dapat dilakukan perawat adalah: Perawat se&agai edukator Perawat mem&erikan in,ormasi kepada pasien dan keluarga mengenai /ariola dan /ari*ella dengan &ahasa "ang mudah dipahami.

!8

Perawat se&agai konselor a. Perawat mem&erikan konseling mengenai prosedur dalam menjalani perawatan tuli toksik dan pres&iakusis. &. Perawat mem&erikan konseling kepada keluargan"a mengenai peran keluarga dalam menghadapi pasien. *. Perawat mem&antu pasien dalam meme*ahkan masalah dengan mem&erikan pilihan'pilihan "ang ter&aik guna mendapatkan pela"anan dan penatalaksanaan untuk pasien /ariola dan /ari*ella.

08

Perawat se&agai ad/okasi a. Perawat melindungi hak'hak pasien /ariola dan /ari*ella, dalam mendapatkan pela"anan dan penatalaksanaan "ang sesuai. &. Perawat mem&erikan saran ' saran kepada pasien dan keluargan"a jika pasien dihadapkan pada suatu permasalahan, dengan mem&antu men"elesaikann"a dan tidak lupa menjelaskan tentang &aik &urukn"a dari setiap pilihan.

48

Perawat se&agai care giver Perawat mem&erikan asuhan keperawatan "ang tepat pada pasien "ang menderita pen"akit /ariola dan /ari*ella, dan mem&erikan pela"anan "ang tepat saat pasien dirawat.

.A. 0 TIN'AUAN TEORI

01

Review Anato2i &an /i)iolo1i Integumen mem&entuk lapisan luar ke tu&uh. Integumen terdiri dari kulit

dan &e&erapa deri,asi kulit terspesialisasi tertentu antara lain ram&ut, kuku, dan &e&erapa jenis kelenjar. Kulit adalah lapisan jaringan "ang terdapat pada &agian luar "ang menutupi dan melindungi permukaan tu&uh. Pada permukaan kulit &ermuara kelenjar keringat dan kelenjar mukosa.:;"ai,uddin, !..58. enurut ;"ai,uddin :!..58 Kulit manusia tersusun atas tiga lapisan, "aitu epidermis, dermis dan su&kutis. %pidermis dan dermis dapat terikat satu sama lain aki&at adan"a papilare dermis dan ra&ung epidermis. 18 %pidermis %pidermis merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki te&al "ang &er&eda'&eda: 4..'5.. <m untuk kulit te&al :kulit pada telapak tangan dan kaki8 dan 32'12. <m untuk kulit tipis :kulit selain telapak tangan dan kaki, memiliki ram&ut8. ;elain sel'sel epitel, epidermis juga tersusun atas lapisan: a. &. elanosit, "aitu sel "ang menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis. ;el =angerhans, "aitu sel "ang merupakan makro,ag turunan sumsum tulang, "ang merangsang sel =im,osit #, mengikat, mengolah, dan merepresentasikan antigen kepada sel =im,osit #. Dengan demikian, sel =angerhans &erperan penting dalam imunologi kulit. *. d. ;el erkel, "aitu sel "ang &er,ungsi se&agai mekanoreseptor sensoris dan &erhu&ungan ,ungsi dengan sistem neuroendokrin di,us. Keratinosit, "ang se*ara &ersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam terdiri dari ;tratum Korneum, ;tratum =u*idum, ;tratum >ranulosum, ;tratum ;pinosum dan ;tratum Basal?>erminati/um.

!8

Dermis Dermis "aitu lapisan kulit di &awah epidermis, memiliki kete&alan "ang &er/ariasi &ergantung pada daerah tu&uh dan men*apai maksimum 4 mm di daerah punggung. Dermis terdiri atas dua lapisan dengan &atas "ang tidak n"ata, "aitu stratum papilare dan stratum reti*ular a. ;tratum papilare, "ang merupakan &agian utama dari papila dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati ,i&ro&last, sel mast, makro,ag, dan leukosit "ang keluar dari pem&uluh :ekstra/asasi8. &. ;tratum retikulare, "ang le&ih te&al dari stratum papilare dan tersusun atas jaringan ikat padat tak teratur :terutama kolagen tipe I8. ;elain kedua stratum di atas, dermis juga mengandung &e&erapa turunan epidermis, "aitu ,olikel ram&ut, kelenjar keringat, dan kelenjar se&a*ea.

08

=apisan ;u&kutan engikat kulit se*ara longgar dengan organ'organ "ang terdapat di&awahn"a. =apisan ini mengandung sejumlah sel lemak "ang &eragam, &ergantung pada area tu&uh dan nutrisi indi/idu, serta &erisi &an"ak pem&uluh darah dan ujung sara,. @ungsi Integumen antara lain se&agai &erikut :

18 !8 08 48 28

PerlindunganA Pengatur suhu tu&uhA %kskresiA eta&olismeA Komunikasi : %thel, !..08.

>am&ar 1. )natomi Kulit

Tin3auan Teo$i Va$iola Variola :smallpox8 adalah pen"akit menular pada manusia "ang dise&a&kan

!.!.1 Pengertian Variola oleh /irus /ariola major atau /ariola minor. Pen"akit ini dikenal dengan nama =atinn"a, /ariola atau /ariola /era, "ang &erasal dari kata =atin /arius, "ang &erarti (&er&intikB, atau /arus "ang artin"a (jerawatB. Variola mun*ul pada pem&uluh darah ke*il di kulit serta di mulut dan kerongkongan Variola adalah pen"akit in,eksi /irus akut "ang disertai keadaan umum "ang sangat menular dan dapat men"e&a&kan kematian, dengan ruang kulit "ang monomor,, terutama terse&ar di &agian peri,er tu&uh.

>am&ar 1. Penderita Ca*ar : smallpoD8

!.!.! %pidemiologi Variola ajor men"e&a&kan pen"akit "ang le&ih serius dengan tingkat kematian 0.E02F. V. minor men"e&a&kan pen"akit "ang le&ih ringan :dikenal juga dengan alastrim, *ottonpoD, milkpoD, whitepoD, dan Cu&an it*h8 "ang men"e&a&kan kematian pada 1F penderitan"a.)ki&at jangka panjang in,eksi V. major adalah &ekas luka, umumn"a di wajah, "ang terjadi pada 52E62F penderita. Ca*ar di"akini telah mun*ul pada populasi manusia sekitar 1..... ; . Pen"akit menewaskan sekitar 4...... orang %ropa setiap tahun selama a&ad ke'16 :termasuk lima raja8, dan &ertanggung jawa& atas sepertiga dari semua ke&utaan. Dari semua "ang terin,eksi, !.'5.F'dan le&ih dari 6.F dari anak "ang terin,eksi' meninggal karena pen"akit ini. ;elama a&ad ke'!., diperkirakan &ahwa *a*ar &ertanggung jawa& atas 0..'

2.. juta kematian. Pada awal tahun 172. diperkirakan 2. juta kasus *a*ar terjadi di dunia setiap tahun. Pada tahun 1753, Grganisasi Kesehatan Dunia :H1G8 memperkirakan &ahwa 12 juta orang terjangkit pen"akit dan &ahwa dua juta meninggal pada tahun itu. ;etelah sukses kampan"e /aksinasi sepanjang a&ad 17 dan !., H1G &erhasil mem&erantasan pen"akit *a*ar di Desem&er 1737. ;ampai hari ini, *a*ar adalah satu'satun"a pen"akit menular manusia telah di&asmi !.!.0 %tiologi Pen"e&a& /ariola adalah /irus /ariolae ada ! tipe /irus "ang identik , tetapi menim&ulkan ! tipe /ariola "aitu /ariola ma"or dan /ariola minor :alastrim8. Per&edaan kedua /irus itu adalah &ahwa pen"e&a& /ariola ma"or &ila dimokulasikan pada mem&rane karioalontrik tu&uh pada suhu 06o C. ;edangkan "ang men"e&a&kan /ariola minor tum&uh di&awah suhu itu. )gent pen"e&a& pen"akit *a*ar adalah /irus Variola, anggota dari >enus GrthopoD/irus, ;u&,amili ChordopoD/iridae dari @amili PoD/iridae. Virus /ariola relati, sta&il dalam lingkungan alam.Virus /ariola &erukuran 12.'!5. nanometer dan &erisi molekul DN) &eruntai ganda sekitar !.. protein "ang &er&eda, /irus ini merupakan salah satu genom /irus ter&esar "ang dikenal . Ikuran genom "ang &esar mem&uatn"a sangat sulit untuk mem&uat sintetis /irus tiruan. Virus *a*ar tidak tahan oleh sinar matahari dan panas. Dalam per*o&aan di la&oratorium, 7.F /irus *a*ar &erupa aerosol mati dalam !4 jam setelah terkena sinar matahari. Berikut ini gam&ar dan struktur dari /irus Variola.

>am&ar !. ;truktur Virus Variola

!.!.4 Pato,isiologi

Variola :Smallpox)dise&a&kan oleh /irus "ang men"e&ar dari satu orang ke orang lainn"a melalui udara. Virus ini ditularkan dengan menghirup /irus dari orang "ang terin,eksi. ;elain itu, Smallpox juga &isa men"e&ar melalui kontak langsung dengan *airan tu&uh orang "ang terin,eksi dan o&jek "ang terkontaminasi seperti &aju. Penularann"a melalui kontak langsung ataupun tak langsung tapi in,eksi primern"a selalu melalui hawa na,as. Virusn"a "ang terdapat di udara, &erasal dari de&u pakaian, tempat tidur, dari keropeng "ang jatuh ditanah ataupun dari hawa na,as di penderita, terhirup &ersama hawa perna,asan sehingga terjadi penularan. Ca*ar adalah pen"akit "ang sangat menular. Virus /ariola diperoleh dari inhalasi :perna,asan ke paru'paru8. Partikel /irus *a*ar dapat tetap pada &enda seperti pakaian, tempat tidur, dan permukaan hingga 1 minggu. Virus dimulai di paru'paru, dari sana /irus men"erang aliran darah dan men"e&ar ke kulit, usus, paru'paru, ginjal, dan otak. )kti/itas /irus dalam sel'sel kulit men*iptakan ruam "ang dise&ut makula :karakteristik : datar, lesi merah8. ;etelah itu /esikel :lepuh mengangkat8 ter&entuk. Kemudian, pustula :jerawat &erisi nanah8 mun*ul sekitar 1!'13 hari setelah seseorang menjadi terin,eksi. ;em&uh dari *a*ar sering meninggalkan &ekas di kulit oleh karena pustula. anusia adalah host natural dari smallpox. Pen"akit ini tidak dapat ditularkan oleh serangga maupun hewan. -ika seseorang pernah menderita *a*ar air, maka dia akan memiliki keke&alan dan tidak akan menderita *a*ar air lagi.

>am&ar

4.

@ase

Kondisi

Penderita Ca*ar : ;mallpoD8

!.!.2 >ejala klinis

asa tunas 1.'14 hari terdapat 4 stadium : 18 ;tadium prodromal?in/asi ;tadium ini &erlangsung selama 0'4 hari "ang ditandai dengan: a. &. *. d. e. !8 ;uhu tu&uh naik :4.oC8 N"eri kepala N"eri tulang ;edih dan gelisah =emas dan untah'muntah

;tadium makulaoE papular ?erupsi ;uhu tu&uh kem&ali nomal, tetapi tim&ul makula'makula eritematosa dengan *epat akan &eru&ah menjadi papula'papula terutama dimuka dan ektremitas :termasuk telapak tangan dan kaki8 dan tim&ul lesi &aru.

08

;tadium /esikula E pustulosa ? supurasi Dalam waktu 2 E 1. hari tim&ul /esikula'/esikula "ang *epat &eru&ah menjadi pustule. Pada saat ini suhu tu&uh akan meningkat dan lesi'lesin"a akan mengalami um&likasi.

48

;tadium resolusi Berlangsung dalam ! minggu, stadium ini di&agi menjadi 0: a. &. ;tadium krustasi ;uhu tu&uh mulai menurun, pustule'pustula mengering menjadi krusta. ;tadium dekrustasi Krusta'krusta mengelupas, meninggalkan &ekas se&agai si,akriks atro,i. Kadang'kadang ada rasa gatal dan stadium ini masih menular. *. ;tadium rekon /alensensi. =esi'lesi men"em&uh, semua krusta rontok, suhu tu&uh kem&ali normal, penderita &etul'&etul sem&uh dan tidak menularkan pen"akit lagi.

>am&ar Klinis

0.

ani,estasi Ca*ar

Penderita

: ;mallpoD8

!.!.5 Komplikasi 1. !. 0. 4. 2. 5. Bronkopneumania In,eksi kulit sekunder :,urunkel, impetigo8 Ilkus kornea %nse,alitis %,,lu/ium #elogen dalam 0'4 &ulan.

!.!.3 Pemeriksaan Penunjang !.!.6 Pengo&atan Pada penderita pen"akit *a*ar hal "ang terpenting adalah menjaga gelem&ung *airan tidak pe*ah agar tidak meninggalkan &ekas dan menjadi jalan masuk &agi kuman lain :in,eksi sekunder8, antara lain dengan pem&erian &edak talek "ang mem&antu meli*inkan kulit. Penderita apa&ila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena &isa menim&ulkan sho*k. G&at'o&atan "ang di&erikan pada penderita pen"akit *a*ar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala "ang ada seperti n"eri dan demam, misaln"a di&erikan para*etamol. Pem&erian )*"*lo/ir ta&let :Des*i*lo/ir, ,am*i*lo/ir, /ala*"*lo/ir, dan pen*i*lo/ir8 se&agai anti/iral &ertujuan untuk mengurangi demam, n"eri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan da"a tahan tu&uh melawan /irus herpes. ;e&aikn"a pem&erian o&at )*"*lo/ir saat tim&uln"a rasa n"eri atau rasa panas mem&akar pada kulit, tidak perlu menunggu mun*uln"a gelem&ung *airan :&listers8.

1.

Pengo&atan pen"akit *a*ar &er,okus pada keluhan "ang tim&ul, misaln"a demam, menggigil, n"eri dipersendian, &intik kemerahan pada kulit "ang akhirn"a mem&entuk se&uah gelem&ung *air. G&at "ang seharusn"a di&erikan: a. &. *. d. Para*etamol ta&let )*"*lo/ir ta&let Bedak #alek Vitamin Neuro&ian?neuro&oran Pasien dengan *a*ar dapat di&antu dengan *airan intra/ena, o&at'o&atan untuk mengontrol demam atau n"eri, dan anti&iotik untuk in,eksi &akteri sekunder "ang mungkin terjadi. ;elain itu penderita harus dikarantina. ;istemik di&erikan o&at anti/iral :asiklo/ir atau /alasiklo/ir8 misaln"a isoprinosin, dan inter,eron, dapat pula di&erikan glo&ulin gama. Ke*uali itu o&at "ang &ersi,at simtomatik, misaln"a analgetik?antipiretik. Diawasi pula kemungkinan tim&uln"a in,eksi sekunder, maupun in,eksi nosokornial, serta *airan dan elektrolit . -ika dimulut masih terdapat lesi di&erikan makanan lunak. Pengo&atan topikal &ersi,at penunjang, misaln"a kompres dengan antiseptik atau salep anti&iotik. !.!.7 Pen*egahan Kendati H1G telah menetapkan &ahwa dunia din"atakan &e&as *a*ar sejak tahun 176., kita harus tetap waspada terhadap pen"akit ini agar tidak terulang kem&ali. )da &e&erapa *ara pen*egahan "ang dapat kita lakukan, diantaran"a : 18 elakukan /aksinasi Vaksinasi merupakan salah satu *ara ter&aik untuk men*egah *a*ar. -ika di&erikan kepada seseorang se&elum paparan *a*ar, /aksin &enar'&enar dapat melindungi mereka. Vaksinasi dalam waktu 0 hari setelah terpapar akan men*egah atau sangat mengurangi keparahan pen"akit *a*ar pada ke&an"akan orang. Vaksinasi 4 sampai 3 hari setelah pajanan dan kemungkinan menawarkan &e&erapa perlindungan dari pen"akit atau dapat menurunkan keparahan pen"akit. Pem&erian /aksinasi setelah pasien sudah memiliki ruam tidak akan melindungi pasien *a*ar. Vaksin *a*ar saat ini &erlisensi, "ang terdiri dari strain la&oratorium /irus

11

/a**inia, sangat e,ekti, dalam men*egah in,eksi. Para ahli medis per*a"a /aksin dapat mengurangi keparahan, atau &ahkan men*egah, pen"akit pada orang "ang &elum di/aksinasi jika di&erikan dalam waktu 4 hari setelah terpapar /irus. Vaksin *a*ar mem&antu tu&uh mengem&angkan keke&alan terhadap *a*ar. Vaksin ini ter&uat dari +*a*ar+'jenis /irus "ang &erhu&ungan dengan *a*ar. Vaksin *a*ar mengandung /irus /a**inia hidup'tidak seperti /aksin lain "ang menggunakan /irus di&unuh.

>am&ar 2. Vaksinasi

!8 08

1indari kontak langsung atau tatap muka dengan penderita. 1indari &ersentuhan atau kontak dengan &enda'&enda atau tempat "ang terkontaminasi /irus seperti pakaian dan tempat tidur penderita. Pada prinsipn"a pen*egahan pen"akit *a*ar dilaksanakan dengan:

18 !8 18 !8 08 48

eningkatkan keke&alan mas"arakat dengan melaksanakan /aksinasi routine "ang se&aik'&aikn"a. :setiap &a"i di *a*ar pada umur 1 E ! tahun8. enanggulangi wa&ah dengan menggunakan #eam >erak Cepat. #ugas #eam >erak Cepat ini adalah : en*ari dan mengumpulkan laporan'laporan penderita *a*ar, &aik se*ara pasi, maupun se*ara akti,A engadakan penge*ekan laporan dan mendiagnosa pen"akit *a*arA engadakan pen"elidikan untuk mendapatkan tam&ahan penderita &aruA em&erikan /aksinasi pada semua golongan umur di sekitar penderitaA

1!

28 58 38

elakukan tindakan desin,eksi terhadap &enda'&enda "ang mungkin terkontaminasi /irus dari penderitaA engisolasikan penderitaA engadakan pengawasan terhadap orang'orang "ang lansung kontak dan terhadap daerah'daerah "ang telah dilakukan /aksinasi sampai tidak terdapat lagi penderita &aru.

0!

Tin3auan Teo$i Va$i5ella Varisela &erasal dari &ahasa latin, Vari*ella. Di Indonesia pen"akit ini

!.0.1 Pengertian dikenal dengan istilah *a*ar air, sedangkan di luar negeri terkenal dengan nama Chi*ken E poD. Vari*ella adalah suatu pen"akit in,eksi /irus akut dan menular, "ang dise&a&kan oleh Vari*ella Joster Virus :VJV8 dan men"erang kulit serta mukosa,ditandai oleh adan"a /esikel'/esikel :Rampengan, !..68.

>am&ar 1. Virus Vari*ella !.0.! %pidemiologi Vari*ella terdapat diseluruh dunia dan tidak ada per&edaan ras maupun jenis kelamin. Vari*ella terutama mengenai anak'anak "ang &erusia di&awah !. tahun terutama usia 4'5 tahun dan han"a sekitar !F terjadi pada orang dewasa. Di

10

)merika,/ari*ella sering terjadi pada anak'anak di&awah usia 1. tahun dan 2 F kasus terjadi pada usia le&ih dari 12 tahun dan -epang. Imumn"a terjadi pada anak'anak di&awah usia 5 tahun se&an"ak 61,4 F. =ima puluh persen kasus /arisela terjadi diatas usia 12 tahun. Dengan demikian semakin &ertam&ahn"a usia pada remaja dan dewasa, gejala /arisela semakin &ertam&ah &erat. !.0.0 %tiologi Vari*ella dise&a&kan oleh Vari*ella Joster Virus :VJV8, termasuk kelompok 1erpes Virus dengan diameter kira'kira 12.'!.. nm. Inti /irus dise&ut Capsid, terdiri dari protein dan DN) dengan rantai ganda, "aitu rantai pendek :;8dan rantai panjang :=8 dan mem&entuk suatu garis dengan &erat molekl 1.. juta"ang disusun dari 15! *apsomir dan sangat in,eksius.Vari*ella Joster Virus :VJV8 dapat ditemukan dalan *airan /esikel dandalam darah penderita Vari*ella sehingga mudah di&iakkan dalam media "angterdiri dari @i&ro&last paru em&rio manusia. Vari*ella Joster Virus :VJV8 dapat men"e&a&kan Vari*ella dan 1erpes Joster. Kontak pertama dengan pen"akit ini akan men"e&a&kan Vari*ella,sedangkan &ila terjadi serangan kem&ali, "ang akan mun*ul adalah 1erpes Joster,sehingga Vari*ella sering dise&ut se&agai in,eksi primer /irus ini. !.0.4 #anda dan >ejala asa inku&asi Vari*ella &er/ariasi antara 1.'!1 hari, rata'rata 1.'14 hari.Pen"e&aran /ari*ella terutama se*ara langsung melalui udara dengan perantaraan per*ikan liur. Pada umumn"a tertular dalam keluarga atau sekolah. Perjalanan pen"akit ini di&agi menjadi ! stadium, "aitu: 18 ;tadium prodromal Pada stadium ini, !4 jam se&elum kelainan kulit tim&ul, terdapat gejala panas "ang tidak terlalu tinggi, perasaan lemah :malaise8, sakit kepala, anoreksia,rasa &erat pada punggung dan kadang'kadang disertai &atuk keringdiikuti eritema pada kulit dapat &er&entuk s*arlatina,orm atau mor&ili,orm. Panas &iasan"a menghilang dalam 4 hari, &ilamana panas

14

tu&uh menetap perlu di*urigai adan"akomplikasi atau gangguan imunitas. !8 ;tadium erupsi Dimulai saat eritema &erkem&ang dengan *epat :dalam &e&erapa jam8 &eru&ah menjadi ma*ula ke*il, kemudian papula "ang kemerahanlalu menjadi /esikel. Vesikel ini &iasann"a ke*il, &erisi *airan jernih, tidak um&ili*ated dengan dasar eritematous, mudah pe*ah serta mongering mem&entuk krusta, &entuk ini sangat khas dan le&ih dikenal se&agai (tetesan em&unB?Bair mataB.=esi kulit mulai nampak di daerah &adan dan kemudian men"e&ar se*ara sentri,ugal ke &agian peri,er seperti muka dan ekstremitas. : Rampengan,!..6 8. !.0.2 Pato,isiologi VJV merupakan /irus "ang menular selama 1'! hari se&elum lesi kulit mun*ul, dapat ditularkan melalui jalur respirasi, dan menim&ulkan lesi pada oro,aring, lesi inilah "ang mem,asilitasi pen"e&aran /irus melalui jalur traktus respiratorius. Pada ,ase ini, penularan terjadi melalui droplet kepada mem&ran mukosa orang sehat misaln"a konjungti/a. asa inku&asi &erlangsung sekitar 14 hari, dimana /irus akan men"e&ar ke kelenjar lim,e, kemudian menuju ke hati dan sel'sel mononuklear. VJV "ang ada dalam sel mononuklear mulai menghilang !4 jam se&elum terjadin"a ruam kulitA pada penderita imunokompromise, /irus menghilang le&ih lam&at "aitu !4'3! jam setelah tim&uln"a ruam kulit. Virus' /irus ini &ermigrasi dan &ereplikasi dari kapiler menuju ke jaringan kulit dan men"e&a&kan lesi makulopapular, /esikuler, dan krusta. In,eksi ini men"e&a&kan tim&uln"a ,usi dari sel epitel mem&entuk sel multinukleus "ang ditandai dengan adan"a inklusi eosino,ilik intranuklear, Perkem&angan /esikel &erhu&ungan dengan peristiwa (ballooningB, "akni degenerasi sel epitelial akan men"e&a&kan tim&uln"a ruangan "ang &erisi oleh *airan. Pen"e&aran lesi di kulit diketahui dise&a&kan oleh adan"a protein GR@43 kinase "ang &erguna pada proses replikasi /irus. VJV dapat men"e&a&kan terjadin"a in,eksi diseminata "ang &iasan"a &erhu&ungan dengan rendahn"a sistem imun dari penderita.!1 In,eksi VJV pada ganglion dorsalis merupakan aki&at penjalaran lesi mukokutan melalui akson sel

12

neuron pada in,eksi primer atau dise&a&kan oleh penularan dari sel mononuklear terin,eksi se&elum terjadin"a ruam'ruam pada kulit. Reakti/asi VJV simptomatik dapat men"e&a&kan tim&uln"a lesi /esikular pada kulit "ang terdistri&usi han"a pada dermatom tertentu mengikuti sara, sensori tertentu. #erjadi proses in,lamasi, nekrosis, dan disrupsi mor,ologi dari sel neuron dan nonneuron men"e&a&kan m"elitis, de,isit ,ungsi motorik, dan postherpetik neuralgia :P1N8. !.0.5 Komplikasi Komplikasi /arisela pada anak &iasan"a jarang dan le&ih sering padaorang dewasa. 18 In,eksi sekunder In,eksi sekunder dise&a&kan oleh ;ta,ilokok atau ;treptokok dan men"e&a&kan selulitis, ,urunkel. In,eksi sekunder pada kulit ke&an"akan pada kelompok umur di &awah 2 tahun. Dijumpai pada 2'1.F anak. )dan"a in,eksi sekunder &ila mani,estasi sistemik tidak menghilang dalam0'4 hari atau &ahkan mem&uruk !8 Gtak Komplikasi ini le&ih sering karena adan"a gangguan imunitas. ()*ute postin,e*tious *ere&ellar ataDiaB merupakan komplikasi pada otak "ang paling ditemukan :1:4... kasus /arisela8. )taDia tim&ul ti&a'ti&a &iasan"a pada !'0 minggu setelah /arisela dan menetap selama ! &ulan. Klinis mulai dari "ang ringan sampai &erat, sedang sensorium tetap normal walaupun ataDia &erat. Prognosis keadaan ini &aik, walaupun &e&erapa anak dapat mengalami inkoordinasi atau d"sarthria. 08 Pneumonitis Komplikasi ini le&ih sering dijumpai pada penderita keganasan, neonatus, imunode,isiensi, dan orang dewasa. Pernah dilaporkan seorang &a"i 10 hari dengan komplikasi pneumonitis dan meninggal pada umur 0.hari.>am&aran klinis pneumonitis adalah panas "ang tetap tinggi, &atuk, sesak napas, takipnu dan kadang'kadang sianosis serta hemoptoe.Pada pemeriksaan radiologi didapatkan gam&aran nodular "ang radio'opak pada kedua paru.

15

48

;indrom Re"e Komplikasi ini le&ih jarang dijumpai. Dengan gejala se&agai &erikut, "aitu nausea dan /omitus, hepatomegali dan pada pemeriksaanla&oratorium didapatkan peningkatan ;P># dan ;>G# serta ammonia.

28

Komplikasi lain ;eperti arthritis, trom&ositopenia purpura, miokarditis, keratitis.Penderita perlu dikonsulkan ke spesialis &ila dijumpai adan"a gejala'gejala &erikut: a. &. Varisela "ang progesi, atau &erat. Komplikasi "ang dapat mengan*am jiwa seperti pneumonia,ense,alitis.

Prognosis pada pen"akit ini, In,eksi primer /ari*ella memiliki tingkat kematian !'0 per 1...... kasus dengan case fatality rate pada anak &erumur 1'4 tahun dan 2'7 tahun :1 kematian per 1...... kasus8. Pada &a"i rata'rata resiko kematian adalah sekitar 4 kali le&ih &esar dan pada dewasa sekitar !2 kali le&ih &esar. Rata'rata 1.. kematian terjadi di I;) se&elum ditemukann"a /aksin /ari*ella, komplikasi "ang menjadi pen"e&a& utama kematian, antara lain: pneumonia, komplikasi ;;P, in,eksi sekunder, dan perdarahan. : Rampengan,!..6 8. !.0.3 Pengo&atan Karena umumn"a &ersi,at ringan, ke&an"akan penderita tidak memerlukan terapi khusus selain istirahat dan pem&erian asupan *airan "ang *ukup. $ang justru sering menjadi masalah adalah rasa gatal "ang men"ertai erupsi. Bila tidak ditahan'tahan , jari kita tentu ingin segera menggarukn"a. pe*ah. 18 !8 08 48 28 Isolasi untuk men*egah penularan. Diet &ergiKi tinggi :#inggi Kalori dan Protein8. Bila demam tinggi, kompres dengan air hangat. Ipa"akan agar tidak terjadi in,eksi pada kulit, misaln"a pem&erian antiseptik pada air mandi. Ipa"akan agar /esikel tidak pe*ah.'-angan menggaruk /esikel.'Kuku asalahn"a,&ila sampai tergaruk he&at, dapat tim&ul jaringan parut pada &ekas gelem&ung "ang

13

jangan di&iarkan panjang.'Bila hendak mengeringkan &adan, *ukup tepal' tepalkan handuk pada kulit, jangan digosok. Pengo&atan se*ara ,armakologi "ang dapat dilakukan adalah: 18 G&at topi*al Pengo&atan lo*al dapat di&erikan Kalamin lotion atau &edak salisil 1F. #opikal dan anti&iotik sistemik dapat di&erikan untuk mengatasi superin,eksi &akteri. #erapi anti/irus menurunkan mortalitas karena progresi, pneumonia dapat simptomatik dapat men"e&a&kan tim&uln"a lesi /esikular pada kulit "ang terdistri&usi han"a pada dermatom tertentu mengikuti sara, sensori tertentu.13 #erjadi proses in,lamasi, nekrosis, dan disrupsi mor,ologi dari sel neuron dan nonneuron men"e&a&kan m"elitis, de,isit ,ungsi motorik, dan postherpetik neuralgia :P1N8. !8 )ntipiretik?analgetik Biasan"a dipakai aspirin, asetamino,en, i&upro,en. Pem&erian asetamino,en untuk mengurangi perasaan tidak n"aman aki&at demam antipruritus seperti di,enhidramin 1,!2 mg?kg setiap 5 jam atau hidroksin .,2 mg?kg setiap 5 jam. 08 )ntihistamin >olongan antihistamin "ang dapat digunakan, "aitu Diphenh"dramine, tersedia dalam &entuk *air :1!,2mg?2m=8, kapsul :!2mg?2.mg8 dan injeksi :1. dan 2. mg?m=8. Dosis 2mg?kg?hari, di&agi dalam 0 kali pem&erian. !.0.6 Pen*egahan Pen*egahan terhadap in,eksi /arisela Koster /irus dilakukan dengan *ara imunisasi pasi, atau akti,. 18 Imunisasi akti, Dilakukan dengan mem&erikan /aksin /arisela "ang dilemahkan :li/eattenuated8 "ang &erasal dari GK) ;train dengan e,ek imunogenisitas tinggi dantingkat proteksi *ukup tinggi &erkisar 31'1..F serta mungkin le&ih lama. Dapatdi&erikan pada anak sehat ataupun penderita leukemia, imunode,isiensi. Intuk penderita pas*akontak dapat di&erikan /aksin ini

16

dalam waktu 3! jam denganmaksud se&agai pre/enti, atau mengurangi gejala pen"akit. Dosis "ang dianjurkan ialah .,2 m= su&kutan. Pem&erian /aksin initern"ata *ukup aman. Dapat di&erikan &ersamaan dengan R dengan da"a proteksi "ang sama dan e,ek samping han"a &erupa rash "ang ringan.%,ek samping:%,ek samping &iasan"a tidak ada, tetapi &ila ada &iasan"a &ersi,at ringan. !8 Imunisasi pasi, Dilakukan dengan mem&erikan Joster Imun >lo&ulin :JI>8 dan Joster Imun Plasma :JIP8. Joster Imun >lo&ulin :JI>8 adalah suatu glo&ulin'gama dengan titer anti&od" "ang tinggi dan "ang didapatkan dari penderita "ang telah sem&uh dariin,eksi herpes Koster. Dosis Joster Imuno >lo&ulin :JI>8: .,5 m=?kg BBintramus*ular di&erikan se&an"ak 2m= dalam 3! jam setelah kontak. Indikasi pem&erian Joster Imunoglo&ulin ialah: a. &. *. d. Neonatus "ang lahir dari i&u menderita /arisela 2 hari se&elum partus atau! hari setelah melahirkan. Penderita leukemia atau lim,oma terin,eksi /arisela "ang se&elumn"a &elum di/aksinasi. Penderita 1IV atau gangguan imunitas lainn"a. Penderita sedang mendapat pengo&atan imunosupresan sepertikortikosteroid. #etapi pada anak dengan de,isiensi imunologis, leukimea atau pen"akit keganasan lainn"a, pem&erian Joster Imun >lo&ulin :JI>8 tidak men"e&a&kan pen*egahan "ang sempurna, lagi pula diperlukan Joster Imun >lo&ulin :JI>8 dengan titer "ang tinggi dan dalan jumlah "ang le&ih &esar.Joster Imun Plasma :JIP8 adalah plasma "ang &erasal dari penderita "ang &aru sem&uh dari herpes Koster dan di&erikan se*ara intra/ena se&an"ak 0'14,0 l?kg BB. Pem&erian Joster Imun Plasma :JIP8 dalam 1'3 hari setelah kontak dengan penderita /arisela pada anak dengan de,isiensi imunologis, leukemia, atau pen"akit keganasan lainn"a mengaki&atkan menurunn"a insiden /arisela danmeru&ah perjalanan pen"akit /arisela menjadi ringan dan dapat men*egah

17

/ariselauntuk kedua kalin"a.

!3

.A. +0 ASUHAN KEPERAWATAN

+01

Pen1,a3ian I. Biodata ). Identitas Klien 1. Nama identitas saling !. Imur 0. -enis kelamin : 4. )gama 2. Pendidikan 5. )lamat : : : Nama klien sangat di&utuhkan se&agai klien dan untuk mem&angun hu&ungan per*a"a sehingga mempermudah dalam melakukan asuhan keperawatan. Imur &erguna dalam pem&erian dosis o&at. ' Intuk mengakaji status spiritual sehingga

4.1.1 Pengkajian Variola

ke&utuhan ,isik, psikis dan spiritual dapat dipenuhi. : Intuk mengkaji tingkat pengetahuan klien terkait : Intuk mengkaji status lingkungan tempat tinggal "ang pen"akit pen"akit "ang dideritan"a. mungkin mempengaruhi keadaan sakitn"a. =ingkungan "ang padat penduduk dapat memudahkan pen"e&aran /irus ini, karena mudah menular melalui udara atau kontak langsung. ;elain itu, lingkungan dengan ,asilitas "ang digunakan se*ara &ersama'sama juga memudahkan penularan pen"akit ini,karena persentase terkontaminasi /irus penderita menjadi semakin &esar. 3.#gl masuk : Intuk perawatan. 6. #gl pengkajian: Intuk memastikan perkem&angan status kesehatan pada saat itu. 1.. Diagnosa medik: engetahui pen"akit apa "ang diderita oleh pasien. melihat &agaimana perkem&angan status kesehatann"a dari hari ke hari semakin &aik atau &uruk selama dilakukan

!6

B. Identitas Grang tua 18 )"ah, meliputi: nama, usia, pedidikan, pekerjaan?sum&er penghasilan, agama, dan alamat. !8 I&u, meliputi: nama, usia, pedidikan, pekerjaan?sum&er penghasilan, agama, dan alamat. C. Identitas ;audara Kandung Identitas saudara kandung sangat diperlukan karena saudara kandung merupakan salah satu orang "ang mungkin dekat dengan pasien. ;tatus kesehatan dari saudara kandung diperlukan untuk mengetahui keterkaitan dan memungkinkan penularan pen"akit'pen"akit "ang dapat menular melalui in,eksi /irus. II. Riwa"at Kesehatan ). Riwa"at Kesehatan ;ekarang : Keluhan Itama : Panas, pusing, tidak ada na,su makan, n"eri diotot dan tulang, ruam dikulit, &erwarna kemerahan, &entol'&entol, terdapat *airan , nanah, dan darah Riwa"at Keluhan Itama : 1al "ang perlu dikaji dari keluhan utama "ang mun*ul adalah sejak kapan keluhan itu mun*ul dan hal apa saja "ang mem&uat keluhan itu mun*ul, serta data'data lain "ang mendukung untuk mengkaji keluhan utama pasien. Keluhan Pada ;aat Pengkajian : Keluhan saat pengkajian "ang sering mun*ul adalah keluhan utama disertai keluhan lain "aitu adan"a rasa gatal B. Riwa"at Kesehatan =alu :khusus untuk anak usia . E 2 tahun8 1. Prenatal *are erupakan keadaan anak atau &a"i saat masih dalam kandungan. Pen"akit /ariola ini &ermula dari in,eksi /irus Variolae. eskipun ke&an"akan

!7

pen"akit ini men"erang anak'anak, tidak menutup kemungkinan *alon i&u sudah mengalami in,eksi /irus Variolae terse&ut. !. Natal erupakan keadaan &a"i saat dilahirkan. Data "ang diperlukan meliputi: tempat melairkan, jenis persalinan, penolong persalinan, dan komplikasi "ang dialami oleh i&u pada saat melahirkan dan setelah melahirkan. Data ini mem&antu dalam menegakkan etiologi dari pen"akit ini, seperti tempat melahirkan "ang kurang steril "ang memungkinkan &a"i terin/asi oleh /irus /ari*ella Koster. 0. Post natal Keadaan &a"i atau anak setelah dilahirkan. Pen"akit /ariola ini masuk ke dalam tu&uh manusia dengan *ara inhalasi dari sekresi pernapasan :droplet in,e*tion8 ataupun kontak langsung dengan lesi kulit. C. Riwa"at Kesehatan Keluarga Riwa"at kesehatan keluarga di&uat dalam &entuk genogram. Pen"akit ini &ukan pen"akit keturunan. Riwa"at kesehatan keluarga dikaji dalam riwa"at anggota keluarga "ang pernah terserang pen"akit ini. Kemungkinan anak terin,ikesi melalui droplet pernapasan atau kontak langsung terhadap lesi kulit penderita dari salah satu anggota keluarga se&elumn"a. . IV. Riwa"at Immunisasi :imunisasi lengkap8

Imunisasi &er,ungsi se&agai penunjang sistem pertahanaan tu&uh, sehingga apa&ila seorang anak tidak di&erikan imunisasi tepat pada usian"a maka anak terse&ut dapat &eresiko tinggi terserang &akteri'&akteri patogen "ang dapat memi*u terjadin"a pen"akit /ariola.Biasan"a &a"i "ang &erusia 1'! tidak di&erikan imunisasi *ampak sehingga dapat menim&ulkan pen"akit /ariola terse&ut. V. Riwa"at #um&uh Kem&ang

0.

). Pertum&uhan @isik 1. Berat &adan : pada anak mengalami penurunan BB aki&at na,su makan menurun dan juga dapat terjadi gejala mual' muntah, &iasan"a terjadi pada stadium prodromal?in/asi. !. #inggi &adan : pada anak "ang tidak tertangani dengan &aik, mempun"ai kem&ang anak. B. Perkem&angan #iap tahap Perkem&angan tum&uh kem&ang anak dapat terganggu apa&ila pen"akit /ariola ini tidak dapat tertangani dengan &aik sehingga menjadi /ariola &erat dengan komplikasi'komplikasi pen"akit lain "ang mun*ul seperti &ronkopneumania, in,eksi kulit sekunder :,urunkel, impetigo8, ulkus kornea, ense,alitis, e,,lu/ium, telogen dalam 0'4 &ulan. VI. Riwa"at Nutrisi ). Pem&erian );I Pem&erian );I pada setiap anak "ang &aru dilahirkan dapat mem&antu untuk meningkatkan da"a tahan tu&uh anak dari serangan /irus. )si eksklusi, selama 5 &ulan dapat mempengaruhi status nutrisi anak, karena dalam asi juga terkandung Kat nutrisi "ang di&utuhkan oleh anak untuk perkem&angan "ang sehat dan mem&erikan anti&od" terhadap pen"akit. B. Pem&erian susu ,ormula Pem&erian susu ,ormula memang dapat mem&erikan nutrisi pada anak, tetapi tidak dapat menandingi &esarn"a nutrisi "ang di dapat dari );I. ;ehingga perlu ditan"akan pula apakah anak telah mendapatkan );I ekslusi, atau han"a di&erikan susu ,ormula saja VII. Riwa"at Psikososial Riwa"at psikososial pada anak'anak dengan pen"akit /ariola perlu menjadi perhatian, misaln"a saja peran keluarga atau pola asuh dalam keluarga juga dapat mempengaruhi perkem&angan kesehatan anak, sehingga keluarga resiko terjadin"a gangguan tum&uh

01

seharusn"a menjadi support s"stem dalam proses pengo&atan anak. )nak "ang tidak di&esuk oleh teman'temann"a karena jauh dan lingkungan perawatan "ang &aru serta kondisi kritis akan men"e&a&kan anak &an"ak diam atau rewel. VIII. Riwa"at ;piritual ;piritual "ang &aik dapat meningkatkan ke"akinan keluarga terhadap kesem&uhan anak, hu&ungan "ang &aik dan saling mengasihi antar anggota keluarga juga menjadi dukungan "ang &aik &agi kesem&uhan anak. IL. Reaksi 1ospitalisasi ). Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap Pengalaman keluarga terhadap sakit dan hospitalisasi &erpengaruh terhadap perasaan *emas pada anak dan keluarga. Biasan"a orang "ang tidak pernah menjalani hospitalisasi *enderung le&ih *emas di&andingkan "ang tidak pernah. )nak paling dekat dengan keluarga atau orang tua, sehingga mimiliki ikatan &atin "ang kuat. ;ehingga perasaan orang tua "ang *emas juga &erdampak pada ketenangan anak saat proses pengo&atan di rumah sakit. L. )kti/itas sehari'hari ). Nutrisi Kondisi 1. ;elera makan ;e&elum ;akit Normal ;aat ;akit )dan"a mual, muntah dan anoreksia men"e&a&kan intake nutrisi "ang tidak adekuat. BB mengalami penurunan B. Cairan

0!

Kondisi 1. -enis minuman !. @rekuensi minum 0. Ke&utuhan *airan 4. Cara pemenuhan

;e&elum ;akit Normal

;aat ;akit )pa&ila saat anak disertai gejala, anak kekurangan

muntah dan demam tinggi terjadin"a kemungkinan &erisiko *airan.

C. %liminasi :B)BMB)K8 Kondisi 1. #empat pem&uangan !. @rekuensi :waktu8 0. Konsistensi 4. Kesulitan 2. G&at pen*ahar D. Istirahat tidur Kondisi 1. -am tidur ' ' !. Pola tidur 0. Ke&iasaan se&elum tidur 4. Kesulitan tidur %. Glah Raga Pada anak "ang menderita pen"akit /ariola mengalami kelemahan aki&at penurunan kontraktilitas otot @.Personal 1"giene ;iang alam ;e&elum ;akit Normal ;aat ;akit engalami peru&ahan pola tidur dikarenakan terjadi peningkatan suhu dan adan"a n"eri ;e&elum ;akit Normal ;aat ;akit %liminasi gangguan. al/i tidak ada

00

Kondisi 1. andi ' Cara ' @rekuensi ' )lat mandi !. Cu*i ram&ut ' @rekuensi ' Cara 0. >unting kuku ' @rekuensi ' Cara 4. >osok gigi ' @rekuensi ' Cara

;e&elum ;akit Pada saat se&elum sakit kemungkinan personal kurang dengan sehingga terin,eksi dalam tu&uh h"gine terpenuhi &aik dapat /irus

;aat ;akit Ketika se&aikn"a ke&ersihan

sakit anak

perlu dijaga dengan &aik supa"a dapat mengurangi in,eksi /irus "ang dapat mempengaruhi kesehatann"a

>. )kti,itas? o&ilitas @isik Kondisi 1. Kegiatan hari !. Pengaturan jadwal harian 0. Penggunaan Bantu akti,itas 4. Kesulitan pergerakan tu&uh alat sehari' ;e&elum ;akit ;e&elum sakit anak melakukan akti,itasn"a sehari'hari tanpa adan"a kesulitan dalam pergerakan tu&uhn"a. dapat ;aat ;akit Pada klien dengan pen"akit /ariola mengalami kelemahan aki&at penurunan kontraktilitas otot. LI. Pemeriksaan @isik

04

1. Keadaan umum !. Kesadaran a. #ekanan darah 0. #anda E tanda /ital : :normal &. Den"ut nadi : normal

: lemah

: Composmetis

*. ;uhu : suhu tu&uh meningkat di atas 06o C d. Pernapasan : normal 4. Berat Badan : &erat &adan menurun apa&ila intake nutrisi pada anak terganggu 2. #inggi Badan 5. Kepala Inspeksi Keadaan ram&ut M 1"giene kepala a. Harna ram&ut *. udah rontok lakukan Palpasi: tidak ditemukan kelainan 3. Inspeksi a. ;imetris ? tidak *. >erakan a&normal d. %kspresi wajah Palpasi N"eri tekan ? tidak Data lain : : ada n"eri tekan : simetris : tidak ada : meringis kesakitan &. Bentuk wajah : normal uka : : hitam : tidak mudah rontok : tidak mengalami kelainan

&. Pen"e&aran : pen"e&aran ram&ut merata d. Ke&ersihan ram&ut :&ersih?tergantung personal h"gine "ang di

02

6. Inspeksi a. Pelpe&ra &. ;*lera

ata : tidak ada edema : tidak ikterus :putih8

*. Conjungti/a : )nemis d. Pupil : ' Isokor ' "osis ? midriasis e. Posisi mata : ;imetris ,. >erakan &ola mata : normal g. Penutupan kelopak mata i. Keadaan /isus : normal h. Keadaan &ulu mata : normal : normal j. Penglihatan : normal Palpasi #ekanan &ola mata Data lain Inspeksi a. Posisi hidung : simetris &. Bentuk hidung: simetris *. Keadaan septum d. ;e*ret ? *airan : Data lain Inspeksi a. Posisi telinga : normal &. Ikuran ? &entuk telinga *. )urikel : normal : normal :' 1.. #elinga : normal terdapat *airan, jika anak :' 7. 1idung M ;inus : #idak ada ' Re,leks pupil terhadap *aha"a : ada :N8

mengalami in,eksi saluran napas

05

d. =u&ang telinga

Bersih

serumen,

tergantung dari personal h"giene anak e. Pemakaian alat &antu : ' Palpasi N"eri tekan ? tidak 11. Inspeksi a. >igi ' ' ' Keadaan gigi : meliputi ke&ersihan gigi, warna gigi "ang : ada tidakn"a karies, tergantung dari :' tergantung dari personal h"giene anak Karang gigi ? karies personal h"giene anak Pemakaian gigi palsu &. >usi erah ? radang ? tidak : tidak terjadi peradangan *. =idah Kotor ? tidak ' ' ' ' Data lain : tergantung dari ke&ersihan diri pasien d. Bi&ir Cianosis ? pu*at ? tidak : pu*at Basah ? kering ? pe*ah : ' ulut &er&au ? tidak Kemampuan &i*ara :' 1!. #enggorokan a. Harna mukosa &. N"eri tekan : merah : tidak ada :' :' : terdapat n"eri tekan pada area CV) ulut

*. N"eri menelan : tidak ada 10. =eher

03

Inspeksi Kelenjar th"roid: normal? tidak terjadi pem&esaran Palpasi a. Kelenjar th"roid &. Kaku kuduk ? tidak *. Kelenjar lim,e : Data lain : 14. #horaD dan pernapasan a. Bentuk dada :simetris &. Irama perna,asan : teratur : simetris? *. Pengem&angan di waktu &ernapas mengem&ang sempurna d. #ipe pernapasan Data lain Palpasi a. Vokal ,remitus &. )uskultasi a. ;uara na,as &. ;uara tam&ahan 12. -antung Palpasi I*tus *ordis Perkusi Pem&esaran jantung )uskultasi a. B- I &. B- II : normal : normal : tidak ada, suara jantung redup : tidak ada :Vesikuler : tidak ada assa ? n"eri : simetris &ilateral : tidak ada :' : normal : #era&a :'

*. B- III : '

06

d. Bun"i jantung tam&ahan Data lain :' 15. )&domen Inspeksi a. em&un*it

: tidak ada

: tidak mem&un*it : tidak terdapat luka

&. )da luka ? tidak Palpasi a. 1epar &. =ien

: tidak tera&a : tidak tera&a : tidak ada n"eri tekan

*. N"eri tekan

)uskultasi Peristaltik Perkusi a. #"mpani : t"mpani pada seluruh area a&domen &. Redup Data lain :' 13. >enitalia dan )nus : ' 16. %kstremitas %kstremitas atas a. ' otorik pergerakan tangan lemah Pergerakan kanan ? kiri : :' : penurunan peristaltik usus :normal 1!'0.D?menit8

dikarenakan meta&olisme "ang tidak optimal men"e&a&kan otot tidak dapat melakukan ,ungsin"a. ' ' Pergerakan a&normal : tidak ada Kekuatan otot kanan ? kiri : melemah

07

' '

#onus otot kanan ? kiri : menurun Koordinasi gerak &. Re,leks ' ' Bi*eps kanan ? kiri : normal #ri*eps kanan ? kiri : normal *. ;ensori : le&ih sensiti, atau terjadi irita&ilitas terhadap : menurun

' ' '

N"eri

rangsang n"eri Rangsang suhu : normal Rasa ra&a : normal 17. ;tatus Neurologi. ;ara, E sara, *ranial a. Ner/us I :Gl,a*torius8 : penghidu &. Ner/us II :Gpti*us8 : Penglihatan )&du*ens8 ' ' ' ' ' ' ' ' ' Konstriksi pupil : normal : simetris &ilateral : simetris?normal : normal >erakan kelopak mata Pergerakan &ola mata : normal : normal

*. Ner/us III, IV, VI :G*ulomotorius, #ro*hlearis,

Pergerakan mata ke &awah M dalam d. Ner/us V :#rigeminus8

;ensi&ilitas ? sensori n"eri Re,leks dagu

: le&ih sensiti, terhadap rangsang

: positi,

Re,leks *ornea : positi, e. Ner/us VII :@a*ialis8 >erakan mimik : normal Penge*apan ! ? 0 lidah &agian depan : normal ,. Ner/us VIII :)*usti*us8 : normal

@ungsi pendengaran

4.

g. Ner/us IL dan L :>losopharingeus dan Vagus8 ' ' ' ' ' ' ' i. Ner/us LII :1"poglossus8 ' De/iasi lidah a. Kaku kuduk &. Kernig ;ign : normal : tidak ada kelainan : negati, : negati, #anda E tanda perangsangan selaput otak Re,leks menelan : normal Re,leks muntah : normal Penge*apan 1?0 lidah &agian &elakang : normal ;uara : normal h. Ner/us LI :)ssesorius8 emalingkan kepala ke kiri dan ke kanan : dapat dilakukan? normal engangkat &ahu : dapat dilakukan? normal

*. Re,leks BrudKinski Data lain pemeriksaan re,lek :'

d. Re,leks =asegu : negati,

LI. Pemeriksaan #ingkat Perkem&angan :. E 5 #ahun 8 Dengan menggunakan DD;# 1. otorik kasar Pada motorik kasar, umumn"a anak dengan pen"akit /ariola akan mengalami kelemahan, sehingga aspek dari motorik kasar mungkin akan terlam&at untuk dilalui :delayed8 atau mungkin tidak dapat dilalui :failed8 jika telah masuk ke tahap kronis. !. otorik halus
Pada umumn"a tidak mengalami kemunduran "ang &erarti dalam keter*apaian dari masing'masing aspek di samping.

0. Bahasa 4. Personal so*ial

41

LII. #est Diagnostik a. &. *. d. Inokulasi pada korioalantoik 1istopatologis #es )ntigen, deteksi antigen /irus pada agar gel #es ;erologis :tes ikatan komplemen8

LIII. #erapi saat ini a. Non ,armakokinetik : Karantina, jaga higien &. @armakokinetik : ' ' ' Vala*"*lo/ir ' ;imptomatik : )nalgetik, antipiretik, anti&ioti* :krem?oral8, kompres ' Pro,ilaksis : /aksin dengan /irus /a**inia dengan tehnik multiple pun*ture ' KI pro,ilaksis, sedang terapi kortikosteroid, dan mengalami de,isiensi imunologi, atopi. +0 I. ). Pen1,a3ian Biodata Identitas klien Identitas klien meliputi: nama?nama panggilan, tempat tinggal lahir?usia, jenis kelamin, agama, pendidikan, alamat, tanggal masuk, tanggal pengkajian, diagnosa medik, dan ren*ana terapi. #empat tinggal dan usia sangat mempengaruhi angka kejadian dari pen"akit /arisella ini. #empat tinggal "ang memiliki sanitasi "ang &uruk memiliki resiko le&ih &esar terserang oleh /irus /ari*ella Koster. Isia "ang sering mengalami adalah usia sdi &awah 12 tahun karena merupakan masa akti, dari anak dan sistem imun "ang &elum ter&entuk dengan sempurna. ). Identitas orang tua 18 )"ah, meliputi: Nama, usia, pedidikan, pekerjaan?sum&er penghasilan, agama, dan alamat. G&at : )nti/irus )*"*lo/ir

4!

!8 I&u, meliputi: Nama, usia, pedidikan, pekerjaan?sum&er penghasilan, agama, dan alamat.

B.

Identitas saudara kandung Identitas saudara kandung meliputi: nama, usia, hu&ungan, dan status kesehatan. Identitas saudara kandung sangat diperlukan karena saudara kandung merupakan salah satu orang "ang mungkin dekat dengan pasien. ;tatus kesehatan dari saudara kandung diperlukan untuk mengetahui keterkaitan pen"akit /arisella pada klien, seperti klien terin,eksi /arisella Koster /irus dari saudara kandungn"a. Pen"a&aran /irus ini melalui udara dan air liur "ang terin,eksi /irus /arisella Koster.

II. 18

Riwa"at Kesehatan Riwa"at Kesehatan ;ekarang a. Keluhan utama Keluhan "ag dirasakan pasien /arisella tergantung pada stadium "ang diderita. #anda dan gejala dari /arisela di&agi menjadi ! stadium "aitu: 1. ;tadium Prodromal Pada stadium ini, !4 jam se&elum kelainan kulit tim&ul, terdapat gejala panas "ang tidak terlalu tinggi, perasaan lemah :malaise8, sakit kepala, anoreksia, rasa &erat pada punggung dan kadang' kadang disertai &atuk kering diikuti eritema pada kulit dapat &er&entuk s*arlatina,orm atau mor&ili,orm. !. ;tadium erupsi Dimulai saat eritema &erkem&ang dengan *epat :dalam &e&erapa jam8 &eru&ah menjadi ma*ula ke*il, kemudian papula "ang kemerahan lalu menjadi /esikel. =esi kulit mulai nampak di daerah &adan dan kemudian men"e&ar se*ara sentri,ugal ke &agian peri,er seperti muka dan ekstremitas. &. Riwa"at keluhan utama

40

#erdapat 4 unsur utama dalam anamnesis riwa"at pen"akit sekarang, "akni: :18 kronologi atau perjalanan pen"akit, :!8 gam&aran atau deskripsi keluhan utama, :08 keluhan atau gejala pen"erta, dan :48 usaha &ero&at. Kronologis atau perjalanan pen"akit dimulai saat pertama kali pasien merasakan mun*uln"a keluhan atau gejala pen"akitn"a. ;etelah itu ditan"akan &agaimana perkem&angan pen"akitn"a apakah *enderung menetap, &er,luktuasi atau &ertam&ah lama &ertam&ah &erat sampai akhirn"a datang men*ari pertologan medis. Pada pasien penderita /arisella &iasan"a akan mengeluhkan mun*uln"a papula atau lesi "ang &erisi air pada wajah atau sekitar &again sentral tu&uh "ang lain, n"eri kepala, demam, lemah, dan terkadang mual muntah. *. Keluhan pada saat pengkajian Demam, n"eri kepala, anoreksia, lemah, dan mun*uln"a /esikel pada permukaan kulit wajah, dada, dan ekstremitas. !8 Riwa"at Kesehatan =alu :khusus untuk anak usia .'2 tahun8 a. Prenatal *are erupakan keadaan anak atau &a"i saat masih dalam kandungan. Vari*ella "ang terjadi pada masa kehamilan, dapat men"e&a&kan terjadin"a /ari*ella intrauterine ataupun /ari*ella neonatal. Vari*ella intrauterine, terjadi pada !. minggu pertama kehamilan "ang dapat menim&ulkan kelainan neurologik maupun okular dan mental retardation. ;edangkan /ari*ella neonatal terjadi apa&ila seorang i&u mendapat /ari*ella :/ari*ella maternal8 kurang dai 2 hari se&elum atau ! hari setelah melahirkan. Ba"i akan terpapar dengan /iremia sekunder dari i&un"a "ang didapat dengan *ara transplasental sedangakan &a"i &elum mendapat transplasental anti&odi dari i&un"a. ;ehingga &a"i lahir &erisiko 0.F mengalami pneumonia &erat dan hepatitis "ang ,ulminan. &. Natal erupakan keadaan &a"i saat dilahirkan. Data "ang diperlukan meliputi: tempat melairkan, jenis persalinan, penolong persalinan, dan

44

komplikasi "ang dialami oleh i&u pada saat melahirkan dan setelah melahirkan. Data ini mem&antu dalam menegakkan etiologi dari pen"akit ini, seperti tempat melahirkan "ang kurang steril "ang memungkinkan &a"i terin/asi oleh /irus /ari*ella Koster. *. Post natal Keadaan &a"i atau anak setelah dilahirkan. Pen"akit /ari*ella ini masuk ke dalam tu&uh manusia dengan *ara inhalasi dari sekresi pernapasan :droplet in,e*tion8 ataupun kontak langsung dengan lesi kulit. 08 Riwa"at Kesehatan Keluarga Riwa"at kesehatan keluarga di&uat dalam &entuk genogram. Pen"akit ini &ukan pen"akit keturunan. Riwa"at kesehatan keluarga dikaji dalam riwa"at anggota keluarga "ang pernah terserang pen"akit ini. Kemungkinan anak terin,ikesi melalui droplet pernapasan atau kontak langsung terhadap lesi kulit penderita dari salah satu anggota keluarga se&elumn"a. III. Riwa"at Immunisasi :imunisasi lengkap8 Imunisasi &er,ungsi se&agai penunjang sistem pertahanaan tu&uh, sehingga apa&ila seorang anak tidak di&erikan imunisasi tepat pada usian"a maka anak terse&ut dapat &eresiko terserang oleh /irus /ari*ella Koster "ang dapat memi*u terjadin"a pen"akit /ari*ella. IV. 18 Riwa"at #um&uh Kem&ang Pertum&uhan @isik a. Berat &adan Pada anak dapat mengalami penurunan &erat &adan &erhu&ungan dengan anoreksia, rewel, n"eri kepala, dan demam "ang dialami anak saat terjadin"a gejala "ang dapat meurunkan na,su makan anak. &. #inggi &adan Pada anak "ang tidak tertangani dengan &aik, mempun"ai resiko terjadin"a gangguan tum&uh kem&ang anak. *. Perkem&angan tiap tahap

42

Perkem&angan tum&uh kem&ang anak dapat terganggu apa&ila pen"akit /ari*ella ini tidak dapat tertangani dengan &aik sehingga menjadi /ari*ella &erat dengan komplikasi'komplikasi pen"akit lain "ang mun*ul seperti ke jaringan otak, pneumonia, in,eksi sekunder, sindrom re"e, dan lain se&again"a. V. 18 Riwa"at Nutrisi Pem&erian );I )si eksklusi, selama 5 &ulan dapat mempengaruhi status nutrisi anak, karena dalam asi juga terkandung Kat nutrisi "ang di&utuhkan oleh anak untuk perkem&angan "ang sehat dan mem&erikan anti&od" terhada pen"akit. !8 Pem&erian susu ,ormula Pem&erian susu ,ormula memang dapat mem&erikan nutrisi pada anak, namun tetapi tidak dapat menandingi &esarn"a nutrisi "ang di dapat dari );I. ;ehingga perlu ditan"akan pula apakah anak telah mendapatkan );I ekslusi, atau han"a di&erikan susu ,ormula saja. VI. Riwa"at Psikososial Peran keluarga atau pola asuh dalam keluarga juga dapat mempengaruhi perkem&angan kesehatan anak, sehingga keluarga seharusn"a menjadi support s"stem dalam proses pengo&atan anak. )nak "ang tidak di&esuk oleh teman' temann"a karena jauh dan lingkungan perawatan "ang &aru serta kondisi kritis akan men"e&a&kan anak &an"ak diam atau rewel. VII. Riwa"at ;piritual ;piritual "ang &aik dapat meningkatkan ke"akinan keluarga terhadap kesem&uhan anak, hu&ungan "ang &aik dan saling mengasihi antar anggota keluarga juga menjadi dukungan "ang &aik &agi kesem&uhan anak. VIII. Reaksi 1ospitalisasi

45

18

Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap Pengalaman keluarga terhadap sakit dan hospitalisasi &erpengaruh terhadap perasaan *emas pada anak dan keluarga. Biasan"a orang "ang tidak pernah menjalani hospitalisasi *enderung le&ih *emas di&andingkan "ang pernah. )nak paling dekat dengan keluarga atau orang tua, sehingga mimiliki ikatan &atin "ang kuat. ;ehingga perasaan orang tua "ang *emas juga &erdampak pada ketenangan anak saat proses pengo&atan di rumahsakit.

IL. 18

)kti/itas sehari'hari Nutrisi Kondisi ;elera makan ;e&elum ;akit Normal ;aat ;akit )dan"a mual, muntah dan anoreksia intake nutrisi men"e&a&kan "ang tidak

adekuat. BB dapat menurun aki&at intake nutrisi "ang kurang. !8 Cairan Kondisi -enis minuman @rekuensi minum Ke&utuhan *airan Cara pemenuhan 08 %liminasi :B)BMB)K8 Kondisi #empat pem&uangan @rekuensi :waktu8 Konsistensi Kesulitan G&at pen*ahar ;e&elum ;akit Normal ;aat ;akit %liminasi al/i dan uri tidak terdapat gangguan. Namun apa&ila sampai mun*uln"a apada lesi daerah ;e&elum ;akit Normal ;aat ;akit )pa&ila anak disertai muntah dan demam tinggi saat gejala, terjadin"a kekurangan *airan.

kemungkinan anak &erisiko

genetalia dan menim&ulkan

43

in,eksi, anak &iasan"a akan mengalami &erkemih. 48 Istirahat tidur Kondisi 1. -am tidur ' ;iang ' alam !. Pola tidur 0. Ke&iasaan se&elum tidur 4. Kesulitan tidur ;e&elum ;akit ;aat ;akit Klien tidak dapat tidur n"eri saat

dengan n"en"ak aki&at n"eri pada area lesi atau /esikel, keletihan, tinggi akan kelemahan, mengurangi malaise, dan panas terlal tingkat ken"emanan pasien untuk tidur.

28

Glah Raga Pada akti/itas olahraga, anak pasti terganggu, karena penderita /ari*ella

akan mengalami kelemahan, n"eri kepala dan pada area lesi atau /esikel. 58 Personal 1"giene Kondisi andi ' Cara ' @rekuensi ' )lat mandi Cu*i ram&ut ' @rekuensi ' Cara >unting kuku @rekuensi ' Cara >osok gigi ' @rekuensi ' Cara ;e&elum ;akit Pada saat se&elum Ketika personal kurang dengan sehingga ;aat ;akit sakit se&aikn"a

sakit kemungkinan ke&ersihan anak perlu dijaga h"gine terutama pada area lesi atau terpenuhi /esikel untuk tidak pe*ah &aik dan *airann"a 1al ini tidak untuk terdapat men"e&ar ke area kulit "ang mengindari terjadin"a

/irus /ariolla Koster lain. dalam tu&uh.

in,eksi dan pen"e&aran lesi ke area kulit "ang lain.

46

58 )kti,itas? o&ilitas@isik 1. !. 0. 4. Kondisi Kegiatan sehari'hari Pengaturan harian Penggunaan &antu akti,itas tu&uh ;e&elum ;akit ;aat ;akit ;e&elum sakit anak Pada klien dengan melakukan kelemahan malaise, sehari' serta dalam kulit mempengaruhi akti/itas mo&ilitas anak. L. Pemeriksaan @isik dan mun*uln"a akan adan"a /esikel di permukaan akti,itasn"a alat hari tanpa kesulitan tu&uhn"a.

jadwal dapat

Kesulitan pergerakan pergerakan

18 Keadaan umum: seorang anak dengan pen"akit keadaan umum lemah !8 Kesadaran: pasien dengan /ari*ella kesadaran umumn"a kompos mentis 08 #anda'tanda /ital: a. &. *. d. 48 28 #ekanan darah: normal Den"ut nadi: normal ;uhu: suhu tu&uh meningkat di atas 03,2o C Pernapasan: normal

Berat Badan Berat &adan menurun apa&ila intake nutrisi pada anak terganggu #inggi Badan: #idak mengalami kelainan Pemeriksaan se*ara head to toe:

18

Kepala a. Inspeksi Keadaan ram&ut M 1"giene kepala 1. !. 0. Harna ram&ut: 1itam Pen"e&aran: Pen"e&aran ram&ut merata Pada permukaan kulit kepala terdapat lesi atau /esikel, namun hal ini mun*ul pada se&agaian orang. &8 Palpasi: tidak ditemukan kelainan.

47

!8

uka a8 Inspeksi 1. !. 0. 4. 1. ;imetris?tidak: simetris, terdapat /esikel atau lesi dipermuakan wajah. Bentuk wajah: simetris >erakan a&normal: tidak ada %kspresi wajah: meringis kesakitan aki&at n"eri dari /esikel. N"eri tekan?tidak: n"eri tekan negati,

&8 Palpasi 08 ata a8 Inspeksi 1. !. 0. 4. 5. 3. 6. 7. Pelpe&ra: normal ;*lera: tidak ikterik Conjungti/a: Konjungti/a tidak anemis Re,leks pupilterhadap *aha"a: Pada klien /ari*ella re,lek *aha"a N >erakan &ola mata: normal Penutupan kelopak mata: normal Keadaan &ulu mata: normal Keadaan /isus: normal

2. Posisi mata: ;imetris

1.. Penglihatan: normal &8 Palpasi #ekanan &ola mata: #ekanan &ola mata semakin meningkat 48 28 1idung M ;inus Pada pasien /ari*ella tidak terjadi kelainan pada hidung dan sinus. #elinga a8 Inspeksi =akukan Posisi telinga, Ikuran?&entuk telinga, )urikel, ke&ersihan lu&ang telinga, dan pemakaian alat &antu. Pada pasien /ari*ella tidak terjadi kelainan. &8 Palpasi

2.

Kaji adan"a n"eri tekan?tidak, Pemeriksaan uji pendengaran :Rinne, He&er, ;wa&a*h, Pemeriksaan /esti&uler 58 38 ulut Inspeksi: &i&ir kadang sianosis, mulut &erwarna putih &iasan"a. #enggorokan Pasien memiliki riwa"at in,eksi saluran pernapasan atas "aitu laringitis, ,aringitis, dan lain'lain. )ki&at in/asi /irus /ari*ella Koster. 68 =eher a8 Inspeksi #idak ada pem&esaran. &8 Palpasi Kelenjar lim,e mem&esar apa&ila disertai in,eksi saluran pernapasan atas. 78 #horaD dan pernapasan a. Inspeksi 1. !. 0. 4. &. 1. !. *. 1.8 Bentuk dada: ;imetris, terdapat /esikel atau lesi di permukaan dada. Irama perna,asan: Ke&an"akan normal, namun apa&ila sudah komplikasi pada paru'paru menjadi pneumonia &isa terjadi dispnea. Pengem&angan di waktu &ernapas: Napas normal. #ipe pernapasan: Normal Vokal ,remitus: Normal assa?n"eri: #idak ada n"eri tekan

Palpasi

)uskultasi ;uara tam&ahan: Vesikuler

-antung a. &. *. d. Inspeksi: normal Palpasi: tidak terdapat pem&esaran jantung Perkusi: tidak terdapat perluasan area pekak )uskultasi: B- I dan II suara tunggal, tidak ada suara tam&ahan.

21

118

)&domen a8 Inspeksi: perut normal &8 Palpasi: tidak ada pem&asaran pada ginjal maupun hepar.

1!8 108

>enitalia dan )nus: Normal %kstremitas Pada pasien dengan /ari*ella akan mengalami kelemhan otot sehingga pergerakan dari ekstremitas akan mengalami penurunan. )pa&ila terjadi komplikasi &s amngelami n"eri sendi atau arthritis.

148

;tatus Neurologi. )pa&ila terjadi sampai komplikasi pada otak, anak &isa menjadi ataksia.

LI.

Pemeriksaan #ingkat Perkem&angan :.'5 #ahun8 )nak "ang pernah mengalami /ari*ella tidak mengalami gangguan pada

tum&uh kem&angn"a. LII. #est Diagnostik Pemeriksaan la&oratorium sangat penting untuk mendiagnosis pasien "ang di*urigai menderita /ari*ella atau herpes Koster serta untuk menentukan terapi anti/irus "ang sesuai. =eukopenia terjadi pada 3! jam pertama, diikuti oleh lim,ositosis. Pemeriksaan ,ungsi hati :32F8 juga mengalami kenaikan. Pasien dengan gangguan neurologi aki&at /ari*ela &iasan"a mengalami lim,ositik pleositosis dan peningkatan protein pada *airan sere&rospinal serta glukosa "ang umumn"a dalam &atas normal. a. #ehnik PCR etode /irologi dengan mendeteksi DN) /irus ataupun protein /irus digunakan se&agai salah satu metode diagnosis in,eksi VJV. ;pesimen se&aikn"a disimpan di dalam es atau pendingin dengan suhu '3.OC apa&ila pen"impanan dilakukan untuk waktu "ang le&ih lama. &. #eknik ;erologi ;alah satu metode serologik "ang digunakan untuk mendiagnosis in,eksi VJV di dasarkan pada pemeriksaan serum akut dan kon/alesens "aitu Ig

2!

dan Ig>. Pemeriksaan VJV Ig dengan kehadiran Ig

memiliki sensiti,itas dan spesi,isitas "ang "ang terkadang sulit di&edakan

rendah. Reakti/asi VJV mema*u Ig

pada in,eksi primer. ;alah satu kepentingan

pemeriksaan anti&odi Ig> adalah untuk mengetahui status imun seseorang, dimana riwa"at pen"akit /ari*elan"a tidak jelas. Pemeriksaan Ig> mempun"ai kepentingan klinis, guna mengetahui anti&odi pasi, atau pernah mendapat /aksin akti, terhadap /ari*ela. Ke&eradaan Ig>, pada dasarn"a merupakan petanda dari in,eksi laten terke*uali pasien telah menerima anti&odi pasi, dari immunoglo&ulin. #eknik lain adalah dengan menggunakan fluorescent-antibodi membrane antigen assay, pemeriksaan ini dapat mendeteksi anti&odi "ang terikat pada sel "ang terin,eksi oleh VJV. #es ini sangat sensiti, dan spesi,ik, hampir serupa dengan pemeriksaan enK"me immunoassa" atau imuno&lotting. Pemeriksaan serologik lain "ang mendukung adalah lateks aglutinasi, untuk mengetahui status imunitas terhadap VJV.

+0 18 !8 08 48 28 58

Dia1no)a Ke4e$awatan 1ipertermi &erhu&ungan dengan in/asi /irus, reaksi in,lamasi dan pelepasan mediator kimia >angguan integritas kulit &erhu&ungan dengan trauma, erupsi pada kulit N"eri &erhu&ungan dengan kerusakan kulit?jaringan Resiko in,eksi &erhu&ungan dengan adan"a kerusakan jaringan kulit?luka ter&uka Resiko penularan in,eksi &erhu&ungan dengan kerusakan perlindungan kulit >angguan *itra tu&uh &erhu&ungan dengan luka pada kulit, adan"a papula

4.!.1 Diagnosa Keperawatan Variola

4.!.! Diagnosa Keperawatan Vari*ella 18 1ipertermi &erhu&ungan dengan in/asi /irus, reaksi in,lamasi dan pelepasan mediator kimia

20

!8 08 48

N"eri akut &erhu&ungan dengan lesi mengenai sara, n"eri pada kulit Kerusakan integritas kulit &erhu&ungan dengan erupsi pada kulit Ketidakseim&angan nutrisi kurang dari ke&utuhan tu&uh &erhu&ungan dnegan kurangn"a intake makanan aki&at kerusakan mem&rane mukosa oral, anoreksia.

28 58 38 68 78

>angguan *itra tu&uh &erhu&ungan dengan luka pada kulit, adan"a papula >angguan pola tidur &erhu&ungan dengan adan"a rasa gatal dan n"eri pada kulit Resiko tinggi in,eksi &erhu&ungan dengan kerusakan jaringan kulit Intoleransi akti/itas &erhu&ungan dengan Pem&entukan energ" dan ke&utuhan energ" tidak seim&ang Resiko kekurangan /olume *airan &erhu&ungan dengan Kehilangan keringat &erle&ih

24

+0! No. 1.

Inte$(en)i Diagnosa Keperawatan N"eri &erhu&ungan dengan kerusakan kulit?jaringan #ujuan dan Kriteria 1asil #ujuan: ;etelah dilakukan tindakan keperawatan selama !D!4 jam diharapkan n"eri klien &erkurang. Kriteria 1asil: 1. N"eri klien &erkurang. !. Pasien tampak n"aman. 0. pasien tidak mengeluh atas n"erin"a. 2. )jarkan tehnik relaksasi. G&ser/asi tanda'tanda /ital tiap 0 jam. 2. 1. 4. 0. Kola&orasi pem&erian analgesik. Kaji keluhan n"eri. 4. 0. !. Inter/ensi Kondisikan tempat tidur "ang n"aman. #utup luka sesegera mungkin. !. Rasional em&antu menurunkan n"eri. Peru&ahan suhu dapat men"e&a&kan n"eri he&at. Intuk menurunkan n"eri. engetahui se&erapa darajat n"eri "ang dirasakan. Intuk mengurangi rasa n"eri. In,eksi mempengaruhi tanda'tanda sehingga /ital tanda' dapat

4.0.1 Inter/ensi Variola 1. 1.

!.

1. 1ipertermi &erhu&ungan reaksi in,lamasi

#ujuan: ;etelah dilakukan tindakan jam diharapkan suhu tu&uh

1.

dengan in/asi /irus, keperawatan selama !D!4

22

dan pelepasan mediator kimia

pasien dapat kem&ali dalam kondisi normal 05'03.C. Kriteria 1asil: 1. !. ;uhu tu&uh kem&ali sta&il. Pasien tampak n"amn !. )njurkan klien untuk &an"ak minum P 1.2'! liter?hari. !.

#anda /ital setiap saat dpat &eru&ah. Peningkatan &adan mengaki&atkan penguapan perlu &an"ak. 0. Berikan kompres hangat. 0. em&antu menurunkan tu&uh dilatasi darah 4. )njurkan pasien untuk memakai pakaian tipis. 4. )gar pasien le&ih n"aman dan tidak semakin panas. merasa suhu dengan pem&uluh tu&uh diim&angi meningkat sehingga asupan *airan "ang suhu dapat

25

2.

Kola&orasi pem&erian o&at antipiretik

2.

G&at dapat untuk

antipiretik digunakan mengurangi pada

demam dengan aksi sentraln"a 0. >angguan integritas kulit &erhu&ungan dengan trauma, erupsi pada kulit #ujuan: ;etelah dilakukan tindakan keperawatan selama !Q!4 jam diharapkan masalah !. 0. tepat 4. ;iapkan dan &antu prosedur &alutan #inggikan area gra,t &ila mungkin?tepat =akukan perawatan luka pada pasien 4. 0. !. &isa teratasi Kriteria 1asil: 1. en*apai pen"em&uhan waktu !. enunjukan regenerasi jaringan 4.0.! Inter/ensi Veri*ella No. Diagnosa Keperawatan #ujuan dan Kriteria1asil Inter/ensi Rasional 1. Kaji ukuran, warna, dan kedalaman luka. 1. hipotalamus. em&erikan in,ormasi dasar terhadap kondisi kulit. Digunakan untuk penutupan luka enurunkan pem&ekakan enjaga kondisi jaringan &aru dan menghindari adan"a in,eksi

23

N"eri akut &erhu&ungan dengan lesi mengenai sara, n"eri pada kulit.

#ujuan: ;etelah dilakukan tindakan keperawatan selama !D!4 jam,n"eri pasien &erkurang. Kriteria 1asil: 1. !. N"eri pasien &erkurang Pasien tampak n"aman

1.

Kaji ##V klien

1.

Intuk mengidenti,ikasi kem&ali inter/ensi "ang dilakukan.

!.

Kaji karakteristikn"eri :skalan"eri,karakterist ik n"eri8

!.

Intuk dapat menentukan skala n"eri klien, sehingga mendapatkan penanganan "ang tepat.

0.

)jarkan teknik relaksasi

0.

)gar klien merasa n"aman dan tidak mengalami n"eri.

4.

Kola&orasi dengan dokter terkait pem&erian o&at penghilang n"eri

4.

Intuk meredaakan n"eri.

2.

Ciptakan suasana

2.

;uasana "ang

26

"ang n"aman dan tenang. R Ketidakseim&angan nutrisi kurang dari ke&utuhan tu&uh &erhu&ungan dnegan kurangn"a intake makanan aki&at kerusakan mem&rane ;etelah dilakukan asuhan keperawatan !D!4 jam maka diharapkan ;tatus nutrisi klien kem&ali seim&ang dengan kriteria: !. onitor intakeklien !. !. #urgor kulit mem&aik. 0. Intake makanan meningkat. 0. Berikan makanan dalam porsi ke*il tapi sering dan sajikan dalam keadaan 0. 1. #im&ang BB sesuai indikasi 1.

tenang dan n"aman akan mem&uat pasien merasa rileks. Kele&ihan atau penurunan BB menetap menunjukkan &ahwa masukan kalori tidak adekuat. Intuk mengkaji se&erapa &an"ak masukan makanan paien )gar asupan makanan pasien dapat terpenuhi dan utuk mengatasi

mukosa oral, anoreksia. 1. BB sta&il.

27

hangat. 4. )njuirkan klien menjaga ke&ersihan mulutn"a 2. Berikan nutrisiparenteral sesuai indikasi jika 1ipertermi &erhu&ungan dengan in/asi /irus, reaksi in,lamasi dan pelepasan mediator kimia #ujuan: ;etelah dilakukan tindakan keperawatan selama !D!4 jam diharapkan suhu tu&uh pasien dapat kem&ali dalam kondisi normal 05'03 derajat C. Kriteria 1asil: 1. !. ;uhu tu&uh kem&ali sta&il. Pasien tampak n"aman !. )njurkan klien untuk &an"ak minumkurang le&ih 1,2'! liter?hari. !. 1. di&utuhkan G&ser/asi ## klien setiap 0 jam. 1. 2. 4.

rasa mual eningkatkan na,su makan. Nutrisi parenteral memenuhi ke&utuhan kalori dan Kat lain In,eksi dapat mempengaruhi tanda'tanda /ital sehingga tanda' #anda /ital setiap saat dpat &eru&ah. Peningkatan suhu &adan dapat mengaki&atkan penguapan tu&uh meningkat

5.

sehingga perlu diim&angi asupan *airan "ang &an"ak. 0. Berikan kompres hangat. 0. em&antu menurunkan suhu tu&uh dengan dilatasi pem&uluh darah 4. )njurkan pasien untuk memakai pakaian tipis. 2. Kola&orasi pem&erian o&at antipiretik 2. 4. )gar pasien le&ih n"aman dan tidak semakin merasa panas. G&at antipiretik dapat digunakan untuk mengurangi demam dengan aksi sentraln"a pada hipotalamus

51

5!

4.4

I24le2enta)i No 1. Diagnosa N"eri &erhu&ungan dengan kerusakan kulit?jaringan !. 0. 4. 2. !. 1ipertermi &erhu&ungan dengan in/asi /irus, reaksi in,lamasi dan pelepasan mediator kimia Implementasi 1. #elah mengkondisikan tempat tidur "ang n"aman. #elah menutup luka sesegera mungkin. #elah &erkola&orasi pem&erian analgesik. #elah mengkaji keluhan n"eri. #elah mengajarkan tehnik

4.4.1 Implementasi Variola:

relaksasi. 1. #elah mengo&ser/asi tanda'tanda /ital tiap 0 jam. !. #elah menganjurkan klien untuk &an"ak minum P 1.2'! liter?hari. 0. #elah mem&erikan kompres hangat. 4. #elah menganjurkan pasien untuk memakai pakaian tipis. 2. #elah &erkola&orasi pem&erian o&at antipiretik 1. #elah mengkaji ukuran, warna, dan kedalaman luka. !. #elah men"iapkan dan &antu prosedur &alutan 0. #elah meninggikan area gra,t &ila mungkin?tepat 4. #elah melakukan perawatan luka pada pasien

0.

>angguan integritas kulit &erhu&ungan dengan trauma, erupsi pada kulit

4.4.1 Implementasi Vari*ella: No Diagnosa Implementasi

50

1.

N"eri akut &erhu&ungan dengan lesi mengenai sara, n"eri pada kulit.

1. !. 0. 4.

#elah mengkaji ##V klien #elah mengkaji karakteristikn"eri :skala n"eri, karakteristik n"eri8 #elah mengajarkan teknik relaksasi #elah &erkola&orasi dengan dokter terkait pem&erian o&at penghilang n"eri

2. !. Ketidakseim&angan nutrisi kurang dari ke&utuhan tu&uh &erhu&ungan dnegan kurangn"a intake makanan aki&at kerusakan mem&rane mukosa oral, anoreksia.

#elah men*iptakan suasana "ang

n"aman dan tenang. 1. #elah menim&ang BB sesuai indikasi !. #elah memonitor intake klien 0. #elah mem&erikan makanan dalam porsi ke*il tapi sering dan sajikan dalam keadaan hangat. 4. #elah menganjurkan klien menjaga ke&ersihan mulutn"a 2. #elah mem&erikan nutrisi parenteral sesuai indikasi jika di&utuhkan 1. #elah mengo&ser/asi ##V klien setiap 0 jam. !. #elah menganjurkan klien untuk &an"ak minumkurang le&ih 1,2'! liter?hari. 0. #elah mem&erikan kompres hangat. 4. #elah menganjurkan pasien untuk memakai pakaian tipis.

0.

1ipertermi &erhu&ungan dengan in/asi /irus, reaksi in,lamasi dan pelepasan mediator kimia

54

2. #elah melakukan kola&orasi pem&erian o&at antipiretik

+0* E(alua)i 4.2.1 %/aluasi Keperawatan Variola 1. DD 1: ;: Pasien mengatakan kini n"erin"a mulai &erkurang G: Pasien tampak le&ih n"ama ): asalah #eratasi se&agian

P : =anjutkan tindakan keperawatan !. DD !: ;: Pasien mengatakan kini sudah agak n"aman dengan kondisin"a G : ;uhu tu&uh pasien mulai sta&il ): asalah #eratasi se&agian.

P : lanjutkan tindakan keperawatan 0. DD 0: ;: Keluarga mengatakan &ahwa luka pasien sudah mulai mem&aik G : Pasien tampak merasakan adan"a peru&ahan terhadap kulitn"a ): asalah #eratasi se&agian. P : lanjutkan tindakan keperawatan

4.2.! %/aluasi Keperawatan Vari*ella ;etelah dilakukan inter/ensi keperawatan diharapkan: 1. DD 1: ;: Pasien mengatakan kini n"erin"a mulai &erkurang

52

G: Pasien tampak le&ih n"aman ): asalah #eratasi se&agian P : =anjutkan tindakan keperawatan !. DD !: ;: pasien mengatakan na,su makann"a mulai &agus G : #ampak turgor kulit pasien mem&aik ): asalah #eratasi se&agian.

P : =anjutkan tindakan keperawatan 0. DD 0: ;: Pasien mengatakan kini sudah agak n"aman dengan kondisin"a G : ;uhu tu&uh pasien mulai sta&il ): asalah #eratasi se&agian. P : lanjutkan tindakan keperawatan

55

.A. *0 PENUTUP *01 Ke)i24ulan Variola adalah pen"akit in,eksi /irus akut "ang disertai keadaan umum "ang sangat menular dan dapat men"e&a&kan kematian, dengan ruang kulit "ang monomor,, terutama terse&ar di &agian peri,er tu&uh. Variola ajor men"e&a&kan pen"akit "ang le&ih serius dengan tingkat kematian 0.E02F. Pen"e&a& /ariola adalah /irus /ariolae ada ! tipe /irus "ang identik , tetapi menim&ulkan ! tipe /ariola "aitu /ariola ma"or dan /ariola minor :alastrim8. >ejala "ang ditim&ulakan adalah suhu tu&uh naik :4.oC8, n"eri kepala, n"eri tulang, sedih dan gelisah, lemas dan muntah'muntah. Vari*ella adalah suatu pen"akit in,eksi /irus akut dan menular, "ang dise&a&kan oleh Vari*ella Joster Virus :VJV8 dan men"erang kulit serta mukosa,ditandai oleh adan"a /esikel'/esikel. Vari*ella terdapat diseluruh dunia dan tidak ada per&edaan ras maupun jenis kelamin. Vari*ella dise&a&kan oleh Vari*ella Joster Virus :VJV8, termasuk kelompok 1erpes Virus dengan diameter kira'kira 12.'!.. nm.

*0

Sa$an pengetahuan dan mengem&angkan penelitian terkait /ariola dan /ari*ella.

;emoga dengan adan"a makalah ini, mahasiswa keperawatan dapat menam&ah

53

DA/TAR PUSTAKA Djuanda ). , 1amKah . , )isah ;. , !..7. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.

disi ke-!. -akarta: @akultas Kedokteran Ini/ersitas Indonesia. -a"a, )gung. !.1.. "suhan Kepera#atan "bak dengan Varicella $ %acar "ir). S;erial Kurniawan, GnlineT http:??www.s*ri&d.*om?do*?1!2.61256?)suhan' Keperawatan')nak Dengan Vari*ella'Ca*ar')ir8 : 4 No/em&er !.108. artin, dkk. !..7. Varicela &oster Pada "nak. S;erial GnlineT. gdl'sukmawatin' 0http:??digili&.unimus.a*.id?,iles?disk1?1!5?jtptunimus' 50..'4'da,tarp'a.pd, : 3 No/em&er !.108. =u&is D. Ramon. !..6. Varicella dan 'erpes &oster S;erial GnlineT http:??repositor".usu. a*.id?&itstream?1!0425367?04!2?1?.6%..672.pd,. : 3 No/em&er !.108. Rampengan. !..6. Penyakit Infeksi (ropik Pada "nak, %disi !. -akarta: %>C. ;loane, %thel. !..0. "natomi dan )isiologi untuk Pemula. -akarta : %>C. Vi*toria >roup. !..2. %acar "ir Varisela Informasi Imunisas i S ;erial GnlineT http:??do*s.health./i*.go/.au?do*s?do*?213%0!@513!5C%6CC)!237.5...! 20D!?U@I=%?*hi*poDVindonesian.pd,. : 3 No/em&er !.108.