Anda di halaman 1dari 6

Darpublic

www.darpublic.com

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik


Sudaryatno Sudirham

8.1. Fungsi Logarithma Natural.


Definisi. Logaritma natural adalah logaritma dengan menggunakan basis bilangan e. Bilangan e ini, seperti halnya bilangan , adalah bilangan nyata dengan desimal tak terbatas. Sampai dengan 1! angka di belakang koma, nilainya adalah e " #,$1%#%1%#%& Bilangan e merupakan salah satu bilangan nyata yang sangat penting dalam matematika'
ln e = 1

(%.1) (%.#)

ln e a = a ln e = a

*ita lihat sekarang +ungsi logaritma natural. ,ungsi logaritma natural dari x dituliskan sebagai
y = ln x

(%.-)

,ungsi ini dide+inisikan melalui integral (mengenai integrasi akan kita pela.ari pada Bab 1#), yaitu
ln x =

1 t dt

x1

(%.&)

Berikut ini kita akan melihat de+inisi tersebut secara gra+is di mana integral dengan batas tertentu seperti (%.&) berarti luas bidang antara +ungsi 1/t dan sumbu x yang dibatasi oleh t " 1 dan t " x . /erhatikan 0b.%.1. 1ilai +ungsi y " ln x adalah luas bidang yang dibatasi oleh kur2a (1/t) dan sumbu t, dalam rentang antara t " 1 dan t " x.
y 6 5 4 3 2 1 0 0 1 2

1/t

ln x

0b.%.1. 3e+inisi ln x ditun.ukkan secara gra+is. *ur2a +ungsi y " ln x dalam koordinat x-y adalah seperti pada 0b.%.#. 1ilai ln x " 1 ter.adi pada nilai x " e.

Sudaryatno Sudirham, Fungsi Log Natural, Eksponensial, Hiperbolik

1/6

Darpublic
2 y 1,5 1 0,5 0 -0,5 -1 -1,5 -2 0 1 2

www.darpublic.com

y = ln x

e 3

0b.%.#. *ur2a y " ln x. Sifat-Sifat. Si+at si+at logaritma natural mirip dengan logaritma biasa. 4ika x dan a adalah positi+ dan n adalah bilangan rasional, maka'
ln ax = ln a + ln x x ln = ln x ln a; a ln x n = n ln x ln e = 1 ln e x = x ln x bernilai negatif untuk x < 1

(%.5)

8.2. Fungsi Eksponensial


Antilogaritma dan Fungsi Eksponensial. 6ntilogaritma adalah in2ersi dari logaritma7 kita melihatnya sebagai suatu +ungsi
x = ln y

(%.6)

8engingat si+at logaritma sebagaimana disebutkan di atas, ekspresi ini eki2alen dengan
y = ex

(%.$)

yang disebut fungsi eksponensial. ,ungsi eksponensial yang penting dan sering kita .umpai adalah +ungsi eksponensial dengan eksponen negati+7 +ungsi ini dianggap mulai muncul pada x " ! walaupun +aktor u(x), yaitu +ungsi anak tangga satuan, tidak dituliskan.
y = ae bx ; x 0

(%.%)

9ksponen negati+ ini menun.ukkan bahwa makin besar bx maka nilai +ungsi makin kecil. untuk suatu nilai b tertentu, makin besar x +ungsi ini akan makin menurun. 8akin besar b akan makin cepat penurunan tersebut. 3engan mengambil nilai a " 1, kita akan melihat bentuk kur2a +ungsi eksponensial (%.%) untuk beberapa nilai b, dalam rentang x ! seperti terlihat pada 0b.%.-. /ada 0b.%.-. ini terlihat bahwa makin besar nilai b, makin cepat +ungsi menurun.

Sudaryatno Sudirham, Fungsi Log Natural, Eksponensial, Hiperbolik

#/6

Darpublic
y 1 0,8 0,6 0,4 0,2 0 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3

www.darpublic.com

e x e 2x

3,5 x 4

0b.%.-. /erbandingan kur2a y " ex dan y " e#x. /enurunan kur2a +ungsi eksponensial ini sudah mencapai sekitar -6: dari nilai awalnya (yaitu nilai pada x " !), pada saat x = 1/b. /ada saat x " 5b kur2a sudah sangat menurun mendekati sumbu x, nilai +ungsi sudah di bawah 1: dari nilai awalnya. ;leh karena itu +ungsi eksponensial biasa dianggap sudah bernilai nol pada x " 5/b. /ersamaan umum +ungsi eksponensial dengan amplitudo
y = Ae at u (t )

adalah (%.<)

,aktor u(t) adalah +ungsi anak tangga satuan untuk menyatakan bahwa kita hanya menin.au keadaan pada t !. ,ungsi ini menurun makin cepat .ika a makin besar. 3ide+inisikanlah
= 1 a

(%.1!)

sehingga (%.<) dituliskan


y = Ae t / u (t )

(%.11)

disebut konstanta !aktu7 makin kecil , makin cepat +ungsi eksponensial menurun. Gabungan Fungsi Eksponensial. 0abungan +ungsi eksponensial yang banyak di.umpai dalam rekayasa adalah eksponensial ganda yaitu pen.umlahan dua +ungsi eksponensial. *edua +ungsi mempunyai amplitudo sama tetapi berlawanan tanda7 konstanta waktu dari keduanya .uga berbeda. /ersamaan +ungsi gabungan ini adalah
y = A e t / 1 e t / 2 u (t )

(%.1#)

Bentuk kur2a dari +ungsi ini terlihat pada 0b.%.&. ,ungsi ini dapat digunakan untuk memodelkan sur"a. 0elombang sur.a (surge) merupakan .enis pulsa yang awalnya naik dengan cepat sampai suatu nilai maksimum tertentu kemudian menurun dengan agak lebih lambat. Sur.a tegangan yang dibangkitkan untuk keperluan laboratorium berbentuk mulus namun ke.adian alamiah yang sering dimodelkan dengan sur.a tidaklah mulus, misalnya arus terpaan petir.

Sudaryatno Sudirham, Fungsi Log Natural, Eksponensial, Hiperbolik

-/6

Darpublic
5 A 4 3 2 1 0 0 0 1 2 3 4

www.darpublic.com

y1 = Ae t / 1 y 2 = Ae t / 2 y = A e t / 1 e t / 2

t/

0b.%.&. *ur2a gabungan dua +ungsi eksponensial.

8.3. Fungsi Hiperbolik


Definisi. *ombinasi tertentu dari +ungsi eksponensial membentuk +ungsi hiperbolik, seperti #osinus hiperbolik (cosh) dan sinus hiperbolik (sinh)
cosh v = ev + ev e v e v ; sinh v = 2 2

(%.1-)

/ersamaan (%.1-) ini merupakan de+inisi dari #osinus hiperbolik dan sinus hiperbolik. 3e+inisi ini mengingatkan kita pada +ungsi trigonometri biasa cosinus dan sinus. /ada +ungsi trigonometri biasa, .ika x " cos dan y " sin maka +ungsi sinus dan cosinus ini memenuhi persamaan lingkaran satuan (ber.ari .ari 1), yaitu
x 2 + y 2 = 1 = sin 2 + cos 2 .

/ada +ungsi hiperbolik, .ika x " cosh $ dan y " sinh $, maka +ungsi +ungsi ini memenuhi persamaan hiperbola satuan'
x2 y2 = 1

=al ini dapat kita u.i dengan mensubstitusikan cosh $ untuk x dan sinh $ untuk y dan kita akan mendapatkan bahwa persamaan hiperbola satuan akan terpenuhi. *ita coba'
x 2 y 2 = cosh 2 v sinh 2 v = e 2 v + 2 + e 2 v e 2 v 2 + e 2 v 4 = =1 4 4 4

Bentuk kur2a +ungsi hiperbolik satuan terlihat pada 0b. %.5. dengan
x = cosh v = ev + ev e v e v ; y = sinh v = 2 2

4 3 2 1 0 -1 0 -2 -3 -4

v= v=0 1 P[x,y]

x
2 3 4

0b.%.5. *ur2a +ungsi hiperbolik satuan.

Sudaryatno Sudirham, Fungsi Log Natural, Eksponensial, Hiperbolik

&/6

Darpublic
4ika kita masukkan
x = cosh v = ev + ev e v e v ; y = sinh v = 2 2

www.darpublic.com

maka titik />x,y? akan berada di bagian positi+ kur2a tersebut. *arena e$ selalu bernilai positi+ dan e$ = %&e$ .uga selalu positi+ untuk semua nilai nyata dari $, maka titik />x,y? selalu berada di bagian positi+ (sebelah kanan sumbu y) kur2a hiperbolik. 8irip dengan +ungsi trigonometri, +ungsi hiperbolik yang lain dide+inisikan sebagai
tanh v = sinh v e v e v = ; cosh v e v + e v coth v = cosh v e v + e v = sinh v e v e v

(%.1&)

sech v =

1 2 = ; v cosh v e + e v

csch v =

1 2 = v sinh v e e v

(%.15)

Identitas. Beberapa identitas +ungsi hiperbolik kita lihat di bawah ini. 1). cosh 2 v sinh 2 v = 1 . @dentitas ini telah kita buktikan di atas. @dentitas ini mirip dengan identitas +ungsi trigonometri biasa. #). 1 tanh 2 v = sech 2v . @dentitas ini diperoleh dengan membagi identitas pertama dengan cosh#$. -). coth 2 v 1 = csch 2v . @dentitas ini diperoleh dengan membagi identitas pertama dengan sinh#$. &). cosh v + sinh v = eu . @ni merupakan konsekuensi de+inisinya. 5). cosh v sinh v = e u . @ni .uga merupakan konsekuensi de+inisinya. Kurva-Kurva Fungsi Hiperbolik. 0b.%.6 berikut ini memperlihatkan kur2a +ungsi +ungsi hiperbolik.
4 3 2 4

y = cosh x
3

1 x e 2
-2 -1

1 0 -1 -2 -3 0

y = sinh x
1 2

1 e x 2
-2 -

0 0 -1

y = sech x
1

(a)

-4

b)

Sudaryatno Sudirham, Fungsi Log Natural, Eksponensial, Hiperbolik

5/6

Darpublic
4 3 2 1

www.darpublic.com

y = cosh x

4 3 2

y = coth x

1 x e 2
-2 -1

1 0 -1 -2 0

y = sinh x
1 2

0 -2 -1

-1 -2 -3

y = tanh x x 1

y = coth x

c)

-3 -4

d)

-4

4 3 2 1 0

y = cschx y = sinh x

-2

-1

-1 -2

y = cschx

-3 -4

e) 0b.%.6. *ur2a kur2a +ungsi hiperbolik.

Sudaryatno Sudirham, Fungsi Log Natural, Eksponensial, Hiperbolik

6/6