Anda di halaman 1dari 4

SOP PENGUKURAN SKALA DEMENSIA

disusun guna memenuhi tugas matakuliah Komunitas II dengan dosen : Ns. LatifaAini S., S.Kep, M.Kep, Sp.Kom

oleh: Kelompok7 Chepy Tri Cita W Devintania KNH Dicky Andriansyah Dewa Ayu Eka CMS KukuhAryawijaya NIM 112310101007 NIM 112310101017 NIM 112310101027 NIM 112310101047 NIM 112310101059

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2013

SOP PENGUKURAN SKALA DEMENSIA

PROSEDUR TETAP 1.

NO DOKUMEN: TANGGAL TERBIT: 8 Desember 2013

NO. REVISI: -

HALAMAN:

DITETAPKAN OLEH: Kelompok 7

PENGERTIAN

2.

TUJUAN

Pengukuran skala demensia adalah tes yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kemampuan kognitif seseorang, termasuk elemen-elemen seperti bahasa, memori, dan kalkulasi. Untuk mengukur kemampuan kognitif pada seseorang, diantaranya seperti bahasa, memori dan kalkulasi

3. 4. 5.

INDIKASI KONTRAINDIKASI PERSIAPAN KLIEN

Lansia dengan penurunan daya ingat 1. Identifikasi klien dengan memeriksa

identitas, riwayat kesehatan, penyakit dan keluhan klien secara cermat. 2. Berikan salam, perkenalkan diri anda, dan identifikasi klien dengan memeriksa

identitas klien secara cermat. 3. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan, berikan kesempatan kepada klien untuk bertanya dan jawab seluruh pertanyaan klien. 4. Anjurkan lansia untuk mendapat

kanposisinya yang nyaman 6. PERSIAPAN ALAT 1. AlatTulis 2. Kertas 3. Buku catatan

4. Jam tangan atau benda lain yang akan digunakan 7. TAHAP KERJA 1. Beri salam, perkenalkan nama dan tanggung jawab perawat. 2. Panggil klien dengan nama kesukaan klien. 3. Jelaskan kepada klien tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan. 4. Beri kesempatan pada klien untukbertanya. 5. Jaga privasi klien. 6. Ajukan pertanyaan untuk mengukur skala demensianya yaitu dengan cara : a. Tes orientasi waktu (5 poin). Ajukan pertanyaan mengenai waktu. Minta klien untuk

menyebutkan tanggal, bulan, tahun, nama-nama hari dalam seminggu. b. Tes Orientasi Tempat (5 poin) Ajukan pertanyaan mengenai saat ini klien sedang ada dimana. Klien juga harus dapat menyebutkan jalan, kota/kabupaten, propinsi, dan negara. c. Tes Registrasi (3 poin) Perawat menyebutkan 3 nama benda dalam sekaligus, kemudian minta klien untuk megulanginya secara sekaligus pula segera setelah perawat menyebutkan 3 benda tersebut. Kemudian minta klien untuk menyebutkan kembali 3 benda tersebut setelah beberapa menit kemudian. d. Tes Perhatian (5 poin) Minta klien untuk menyebutkan kata DUNIA dari belakang. Kemudian minta klien untuk menyebutkan angka 100 sampai 1 secara mundur dan loncat 7. e. Tes Mengingat Kembali (3 Poin) Minta klien untuk menyebutkan 3 jenis benda yang telah disebutkan perawat beberapa menit yang lalu (lihat poin c)

f. Tes bahasa (2 poin). Tunjuklah pensil dan jam tangan. Lalu minta ia menyebutkan nama kedua benda tadi. g. Tes Repetisi (1 poin) Minta klien mengulngi frase jika tidak, dan, atau tetapi h. Tesd Kemampuan Mengikuti Instruksi yng kompleks Minta klien melaksanakan 3 tahap instruksi (3 poin). Misalnya, minta klien mengambil kertas menggunakan tangan kanan, lalu minta ia melipat kertas itu setengahnya, lalu minta ia meletakkan kertas itu dilantai. Dalam selembar kertas itu, perawat menulis tutup mata anda, dan minta klien untuk mengikuti instruksi tersebut(1 poin). Minta klien menulis 1 kalimat (1 poin). Kalimat tersebut harus mengandung kata benda dan kata kerja. Minta klien meniru desain geometris (1 poin)

7. Jelaskan pada klien bahwa tindakan telah selesai dilakukan 8. Berikan reinforcement positif 9. Kontrak waktu dengan klien tentang kunjungan selanjutnya 10. Berikan salam 8. HASIL: Nilai maksimal pada tes ini adalak 30 poin. Jika klien memiliki nilai dibawah 24 maka kemungkinan klien tersebut demensia atau penurunan kognitif 9. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN a. Hentikan pengukuran apabila lansia merasakan ketidaknyamanan b. Pastikan lingkungan nyaman dan aman bagi lansia c. Beri reinforcement positif