Anda di halaman 1dari 3

PENGELOLAAN Terapi Steroid Steroid secara dramatis mengurangi edema sekeliling tumor intrakranial, namun tidak berefek langsung

terhadap tumor !osis pembebanan dekasametason "# mg i$, diikuti % mg & i d sering mengurangi perburukan klinis 'ang progresif dalam beberapa (am Setelah beberapa hari pengobatan, dosis dikurangi bertahap untuk menekan risiko efek samping 'ang tak diharapkan Tumor seller atau paraseller kadang-kadang tampil dengan insufisiensi steroid Pada pasien ini perlindungan steroid merupakan sarat mutlak tindakan anestetik atau operatif )nfus de*trose (g diperlukan, termasuk ringer laktat Tindakan Operatif +eban'akan pasien dengan tumor intrakranial memerlukan satu atau lebih pendekatan bedah-saraf ,ontohn'a antara lain sebagai berikutKraniotomi: .lap tulang dipotong dan dibuka dengan melipat Burr hole: /ntuk biopsi langsung atau stereotaktik Pendekatan Transsfenoid: 0elalui sinus sfenoid kefossa pituitari Pendekatan Transoral: 0embuang arkus atlas, peg odontoid dan kli$us memberikan (alan mencapai aspek anterior batang otak dan cord ser$ikal atas 1arang digunakan 2iasan'a untuk tumor letak depan seperti neurofibroma, khordoma Kraniektomi: 2urr hole diikuti pengangkatan tulang sekitarn'a untuk memperluas bukaan, rutin digunakan untuk pendekatan pada fossa posterior Prosedur biopsi, pengangkatan tumor parsial3 dekompresi internal atau pengangkatan total tumor tergantung asal dan lokasi tumor Tumor ganas primer 'ang infiltratif mencegah pengangkatan total dan sering operasi dilakukan terbatas untuk biopsi atau dekompresi tumor Prospek pengangkatan total membaik pada tumor (inak seperti meningioma atau kraniofaringioma4 bila ban'ak tumor 'ang terabaikan, atau bagian tumor mengenai struktur dalam, bisa berakibat rekurensi 5adioterapi

Saat ini tindakan terhadap tumor intrakranial menggunakan salah satu dari cara berikutsinar-* mega$oltase sinar gama dari kobalt67 berkas elektron dari akselerator linear partikel 'ang dipercepat dari siklotron, seperti neutron, nuklei dari helium, proton Sebagai alternatif, tumor ditindak dari dalam 8brakhiterapi9 dengan mengimplantasikan butir radioaktif seperti 'trium:7 +ontras dengan metoda tua dengan ;terapi sinar-* dalam;, tehnik modern memberikan penetrasi (aringan lebih dalam dan mencegah kerusakan radiasi terhadap permukaan kulit Efek radioterapi tergantung dosis total, biasan'a hingga 6 777 rad, dan durasi pengobatan <arus terdapat keseimbangan terhadap risiko pada struktur normal sekitar /mumn'a, makin cepat sel membelah, makin besar sensiti$itasn'a 5adioterapi terutama bernilai pada pengelolaan tumor ganas4 astrositoma maligna, metastasis, medulloblastoma dan germinoma, namun (uga berperan penting pada beberapa tumor (inak4 adenoma pituitari, kraniofaringioma +arena beberapa tumor men'ebar melalui (alur ,SS seperti medulloblastoma, iradiasi seluruh aksis neural menekan risiko ter(adin'a rekurensi dalam selang =aktu singkat Komplikasi Radioterapi: Setelah tindakan, perburukan pasien bisa ter(adi karena beberapa halselama tindakan- peningkatan edema, re$ersibel setelah beberapa minggu3bulan- demielinasi enam bulan-"7 tahun- radionekrosis, irre$ersibel 8biasan'a satu hingga dua tahun9 +omplikasi serupa mungkin mengenai cord spinal setelah iradiasi tumor spinal Sensitiser sel hipoksik: Saat radioterapi, bagian dari proses destruktif adalah kon$ersi oksigen ke ion hidroksil Adan'a area hipoksik didalam (aringan tumor menambah radioresistensi Penggunaan sensitiser sel hipoksik seperti misonida>ol, bertu(uan meningkatkan sensiti$itas didalam regio ini 0anfaat >at ini masih dalam pengamatan +hemoterapi

0anfaatn'a belum (elas ?ang biasan'a digunakan adalah 2,N/, ,,N/, metil ,,N/, prokarba>in, $inkristin dan metotreksat Obat khemoterapeutik ideal adalah membunuh sel tumor secara selektif4 namun respon sel tumor berkaitan langsung dengan dosis Tak dapat dihindarkan, dosis tinggi men'ebabkan toksisitas 'bone marrow' !alam praktek, kegagalan menimbulkan tanda depresi ;marro=; 8antara lain leukopenia9 menun(ukkan dosis 'ang tidak adekuat Efek samping merintangi pemakaian khemoterapi pada tumor (inak atau ;dera(at rendah; Pada pasien dengan tumor ganas, beberapa penelitian menun(ukkan terapi tunggal atau kombinasi menghasilkan beberapa remisi tumor, namun penelitian terkontrol acak memperlihatkan hasil 'ang tak sesuai Pada astrositoma maligna, 2,N/ mungkin bermanfaat sedang Pada medulloblastoma, terapi kombinasi ,,N/ dan $inkristin mungkin memperlambat rekurensi Antibodi 0onoklonal Tehnik produksi antibodi monoklonal memberi harapan 'ang lebih baik dalam mengelola tumor ganas, =alau pengangkutan dan lokalisasin'a masih merupakan masalah Antibodi monoklonal berperam sebgai karier, 'ang memba=a obat sitotoksik, toksin atau radionuklida langsung kedaerah tumor