Anda di halaman 1dari 14

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555] BAB I PENDAHULUAN

A. Judul Percobaan Judul percobaan yang dilakukan adalah Rangkaian Saklar Sentuh Berbasis IC 555 B. Latar Belakang Dalam dunia elektro sudah banyak dan akan semakin banyak benda benda pakai berbasis elektronika yang telah tercipta baik itu hasil dari temuan atau hasil dari penyempurnaan dan inovasi dari produk produk elektronika sebelumnya, sehingga akan semakin banyak peralatan elektronika yang akan bermunculan dan semakin canggih dari yang sebelumnya hal itu karena ada para profesor, inovator dan para pemikir di bidang elektronika yang akan selalu menciptakan temuan-temuan baru yang akan lebih baik dari sebelumnya, dari sinilah kita akan termotivasi untuk menjadi inovator atau setidaknya sebagai pemikir untuk berkarya dangan ide dan kekreatifan kita karena di sini kita tidak di tuntut bersaing namun hanya untuk menuangkan pemikiran dalam bentuk karya sehingga kita bisa membuat hal-hal yang unik dengan karya kita tersebut. Dalam dunia elektro itu bukan rumus-rumus lagi yang terpenting namun kreatifitas dan ke tekunan dalam mempelajari elektronika sebagai pemula kita jangan dulu melangkah ke tahap yang rumit dulu mulailah dari yang ringan, sedang, hingga yang rumit sehinnga kita akan mampu mencernanya dan tidak akan langsung membuat kita pusing dan akhirnya tidak suka, mulailah dengan mengenal komponen dulu dan cara kerjanya jangan langsung berfikiran untuk membuat komputer atau benda benda yang rumit lainya mulailah dari yang sederhana misalnya bereksprimen dengen transistor dulu dengan membuat rangkaian flip-flop untuk lampu berkedip setelah itu lanjut dengan yang lebih banyak lagi misalnya rangkaian amplifer sederhana atau catu daya yang memakai transistor, dari situ imajinasi kita akan berkembang dan akan tambah bersemangat mempelajarinya lebih mendalam sehinnga kita akan mencoba yang lebih rumit dikit dengan menggunakan IC dan mengarah pada microcontroller yang serba otomatis dan dengan ide kreatif kita, kita akan mulai berfikir bagaimana dan di mana kita akan menggunakanya sehinnga apa yang kita pelajari tadi bisa bermanfaat sekaligus bisa di terapakan di dalam kehidupan sehari hari tinggal memilih mau buat apa dan untuk apa kegunaanya sebagai contoh seandainya kita sering kelupaan mematikan lampu halaman rumah kita di siang hari maka hal itu bisa kita akali dengan membuatkanya sebuah saklar otomatis dengan memanfaatkan cahaya (sensor cahaya),dan
1

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555]

yang terpenting dari itu semua maka daya imajinasi kita akan terus berkembang sehingga kita tidak pernah puas dalam berkarya dan menjadi inovator bahkan penemu suatu saat nanti,dengan pemikiran kita sendiri maka kita bisa membuat apa yang belum pernah di gunakan atau di buat orang sebelumnya tergantung dari imajinasi kita masing-masing di mana dan untuk apa kita menggunakan atau mengaplikasikanya. Zaman metropolitan sekarang ini, semakin banyak pula barang-barang mewah dan sebagian besar kehidupan masyarakat yang serba elit, ternyata banyak mengundang perhatian para pencuri alias tangan jahil, sehingga seringkali kita mendengar berita di berbagai media massa tentang kasus pencurian. Dari fakta tersebut, sangat penting bagi kita untuk merakit sebuah alat sebagai pengaman rumah-rumah kita dari pencuri dengan memanfaatkan sebuah alarm rahasia. Penanganan dalam dunia elektro, banyak sekali yang bisa kita rakit, salah satunya adalah saklar sentuh. Oleh karena itu produktivitas kerja yang dikaji dalam percobaan ini adalah Rangkaian Saklar Sentuh Berbasis IC 555. C. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari percobaan ini adalah : 1. Bagaimanakah prinsip kerja pada rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555? 2. Komponen-komponen apa yang sangat berperan aktif dalam rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555? 3. Bagaimana memahami dan membuat rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555?

D. Tujuan Percobaan Adapun tujuan yang ingin dicapai pada percobaan ini yaitu sebagai berikut: 1. Untuk memahami prinsip kerja pada rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555? 2. Untuk mengetahui komponen-komponen apa yang sangat berperan aktif dalam rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555? 3. Mampu memahami dan membuat rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555.

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555] BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Saklar Sentuh Berbasis IC 555 Saklar sentuh atau touch switch adalah rangkaian elektronik yang menggunakan sentuhan tangan telanjang sebagai input untuk menggerakkan output. Hal ini merupakan sebuah rangkaian elektronika yang berfungsi sebagai pengganti saklar. Pada era modern ini apa yang namanya digital sudah tidak asing lagi bagi kita. Rangkaian ini menggunakan komponen utama sebuah IC (integrated circuit) NE555 dan beberapa komponen tambahan seperti Transistor, resistor dan kondensator.

Gambar 2.1: Rangkaian Saklar sentuh berbasis IC 555 Rangkaian saklar sentuh pada gambar diatas dibuat menggunakan IC NE555 yang diset sebagai timer dengan eksekutor berupa relay yang dikendalikan oleh transistor T1 2N3904. Relay pada rangkaian saklar sentuh ini dapat digunakan untuk menyalakan alarm DC maupun AC sesuai dengan alarm yang digunakan atau dapat juga digunakan untuk mengaktifkan sistem indikator yang lain sperti lampu atau alat perekam. Sirkuit ini idealnya berguna untuk membuat sentuhan dioperasikan bel pintu, buzzers, mainan dll yang bila disentuh pada pelat sentuh mengoperasikan relay untuk waktu tertentu dan ternyata mati secara otomatis. Fungsi saklar sentuh ini adalah untuk memberikan indikator apabila ada orang yang menyentuh kunci pintu lokasi tersebut Dengan menggunakan IC NE555 sebagai otak dari pengendali ini, kita dapat mengendalikan relay 12 VDC untuk mengendalikan beban-beban yang lebih besar misalnya alarm, lampu AC 220V dan sebagainya dengan cara menyentuh plat logam pada bagian plate.
3

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555]

Relay akan bekerja jika pelat logam kita sentuh, dan akan non aktif kembali jika logam tidak kita sentuh. Untuk setup sirkuit terhubung ke power supply dan menyesuaikan R1 sambil menjaga menyentuh pada pelat sentuh. Berhenti pada titik di mana estafet aktif jika relay dalam keadaan aktif awalnya kemudian melakukan hal yang sama sampai relay dinonaktifkan. Rangkaian saklar sentuh ini bisa kita aplikasikan sebagai : Saklar di walkie Saklar untuk pompa air Saklar lampu saklar kendaraan saklar pintu rumah dan masih banyak yang lainnya B. Prinsip Kerja Kaki (pin) IC Integrated Circuit (IC) adalah suatu komponen elektronika yang dibuat dari bahan semi konduktor, dimana IC merupakan gabungan dari beberapa komponen seperti Resistor, Kapasitor, Dioda dan Transistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah rangkaian berbentuk chip kecil dan mempunyai kaki banyak, IC digunakan untuk beberapa keperluan pembuatan peralatan elektronika agar mudah dirangkai menjadi peralatan yang berukuran relatif kecil dan efisien. IC (IC NE555 yang mempunyai 8 pin (kaki) ini merupakan salah satu komponen elektronika yang cukup terkenal, sederhana, dan serba guna dengan ukurannya yang kurang dari 1/2 cm3. Pada dasarnya aplikasi utama IC NE555 ini digunakan sebagai Timer (Pewaktu) dengan operasi rangkaian monostable dan Pulse Generator (Pembangkit Pulsa) dengan operasi rangkaian astable. Selain itu, dapat juga digunakan sebagai Time Delay Generator dan Sequential Timing.

Gambar 2.2: IC NE555


4

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555]

Gambar di atasadalah gambar IC 555, adapun fungsi masing-masing kaki (pin) IC 555 1. Ground, adalah pin input dari sumber tegangan DC negatif 2. Trigger, input negatif dari pembanding yang lebih rendah (komparator B) yang menjaga osilasi tegangan kapasitor terendah 1/3 Vcc dan mengatur RS flip-flop. 3. Output, pin output dari IC 555. 4. Reset, pin yang berfungsi untuk me-reset kait di dalam IC akan berpengaruh untuk me-reset pekerjaan IC. Pin ini terhubung ke PNP-jenis gerbang transistor, sehingga transistor akan aktif jika diberi logika rendah. Biasanya pin ini dihubungkan langsung dengan Vcc untuk mencegah ulang. 5. Kontrol tegangan, pin ini berfungsi untuk mengatur kestabilan tegangan referensi input negatif (komparator A). Pin ini bisa dibiarkan digantung, tetapi untuk menjamin kestabilan referensi komparator A, biasanya dihubungkan dengan kapasitor sekitar 10nF ke pin groun berorde. 6. Threshold, pin ini terhubung ke input positif (komparator A) yang akan me-reset RS flip-flop ketika tegangan pada kapasitor dari melebihi 2/3 Vc. 7. Discharge, pin ini terhubung ke open collector transistor Q1 tersambung ke tanah emitternya. Switching transistor berfungsi untuk menjepit node yang sesuai ke ground pada waktu tertentu. 8. Vcc, pin ini untuk menerima pasokan tegangan DC. Biasanya akan bekerja optimal jika diberi 5-15V. pasokan saat ini dapat dilihat di datasheet, yaitu sekitar 10-15mA. Internal IC NE555 yang kecil ini terdiri dari: 2 buah komparator (Pembanding tegangan), 3 buah Resistor sebagai pembagi tengangan, 2 buah Transistor (dalam praktek dan analisis kerjanya, transistor yang terhubung pada pin 4 biasanya langsung dihubungkan ke Vcc), 1 buah Flip-flop S-R yang akan mengatur output pada keadaan logika tertentu, dan 1 buah inverter.

Gambar 2.3: IC NE555 dan bagian-bagiannya

Gambar 2.3: IC NE555 dan bagian-bagiannya Dengan melihat Gambar dan keterangan diatas, secara umum cara kerja internal IC ini dapat dijelaskan bahwa, ketika pin 4 sebagai reset diberi tegangan 0V atau logika low (0),
5

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555]

maka ouput pada pin 3 pasti akan berlogika low juga. Hanya ketika pin 4 (reset) yang diberi sinyal atau logika high (1), maka output NE555 ini akan berubah sesuai dengan tegangan threshold (pin 6) dan tegangan trigger (pin 2) yang diberikan. Ketika tegangan threshold pada pin 6 melebihi 2/3 dari supply voltage (Vcc) dan logika output pada pin 3 berlogika high (1), maka transistor internal (Tr) akan turn-on sehingga akan menurunkan tegangan threshold menjadi kurang dari 1/3 dari supply voltage. Selama interval waktu ini, output pada pin 3 akan berlogika low (0). Setelah itu, ketika sinyal input atau trigger pada pin 2 yang berlogika low (0) mulai berubah dan mencapai 1/3 dari Vcc, maka transistor internal (Tr) akan turn-off. Switching transistor yang turn-off ini akan menaikkan tegangan threshod sehingga output IC NE555 ini yang semula berlogika low (0) akan kembali berlogika high (1). Sebetulnya cara kerja dasar IC NE555 merupakan full kombinasi dan tidak terlepas dari semua komponen internalnya yang terdiri dari 3 buah resistor, 2 buah komparator, 2 buah transistor, 1 buah flip-flop dan 1 buah inverter, yang kesemuanya itu akan di bahas pada kesempatan lain. Sekaligus dengan rangkaian/komponen external yang mendukungnya. C. Prinsip Kerja Rangkaian Saklar Sentuh berbasis IC 555 Rangkaian alarm ini memanfaatkan suatu rangkaian monostable sebagai penahan aktif rangkaian beban. Monostable mode adalah dalam mode ini, IC 555 berfungsi sebagai shot satu. Aplikasi ini termasuk timer deteksi nadi, bouncefre switch, swiftch sentuh, pembagi frekuensi, pengukuran kapasitansi , modulasi lebar pulsa (PWM), dll.Sehingga ketika rangkaian ini mendapatkan inputan beban dari sentuhan tubuh manusia rangkaian ini akan mulai bekerja. Inputan beban dari tubuh manusia akan di transfer ke IC 555 melewati transistor BC547 yang berfungsi untuk menguatkan arus dari inputan, kemudian arus inputan akan masuk ke IC melalui pin 2 untuk menyulut, yang artinya rangkaian bekerja dimulai ketika timer 555 menerima sinyal pada masukan pemicu yang jatuh di bawah sepertiga dari pasokan tegangan. Lebardari pulsa output ditentukan oleh waktu konstan jaringan RC, yang terdiri dari kapasitor (C) dan resistor (R). Pulsa keluaran berakhir ketika muatan pada C sama dengan 2/3 dari tegangan suplai. Lebar pulsa output dapat diperpanjang atau dipersingkat dengan kebutuhan aplikasi tertentu dengan menyesuaikan nilai-nilai R dan C. Arus disini kemudian akan dikeluarkan melalui pin 3 yang sebagai outputan pada IC 555 dan diteruskan ke transistor BC547 untuk menguatkan arus sehingga dapat menggerakkan relay. Relay akan bekerja dan mengatifkan alarm sebagai outputan.

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555]

time

Gambar 2.4: Hubungan dari sinyal pemicu, tegangan pada C dan lebar pulsa dalam mode monostable

Transistor BC547 merupakan transistor jenis NPN berfungsi sebagai penguat sinyal atau arus dari IC 555 untuk dteruskan ke relay 1. Rangkaian ini menggunakan 2 buah plat logam senagai media sentuhnya, MP1 (Metal Plate 1) dan MP2 (Metal Plate 2). Rangkaian touch switch ini dilengkapi LED indikator visual untuk status relay (beban yang diaktikan). Untuk mengaktifkan (Relay ON) dapat dilakukan dengan menyentuh permukaan MP1 dan untuk mematikannya dengan menyentuh permukaan MP2.

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555]

BAB III METODOLOGI EKSPERIMEN

A. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut: 1. Alat a. IC NE555 b. Papan PCB c. Kabel Penghubung 2. Bahan a. R1 = 3.3M Watt b. R2 = 3.3M Watt c. R3 = 10K d. R4 = 1K e. C1 = 10nF-63V f. D1 = 1N4007 g. D2 = Red LED h. Q1 = BC547 i. RL1 = 12V Relay j. Sensor 1 dan 2/Plat logam B. Prosedur Kerja 1. Merangkai rangkaian seperti pada gambar dibawah ini: 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah secukupnya

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555]

Atau

Gambar 3.1 : Rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555 2. Hubungkan inputan tegangan pada tegangan 9V DC 3. Hubungkan kabel inputan ke plat sentuh dengan benar, 4. Memasang /merangkai semua alat bahan yang menjadi sebuah rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555. 5. LED indikator visual untuk status relay (beban diaktikan). Untuk mengaktifkan (Relay ON) dapat dilakukan dengan menyentuh permukaan MP1(ON) dan untuk mematikannya dengan menyentuh permukaan MP2(OFF). MP1 dan MP2 pada touch switch ini dapat menggunakan lempengan tembaga yang kecil (diameter 5mm) sudah cukup.

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555]

6. Pada relay dipasang dioda yang diparalel secara reverse bias, dioda ini berfungsi untuk menyerap tegangan induksi dari induktor relay pada saat dihidupkan dan dimatikan sehingga tidak mempengaruhi sistem kelistrikan rangkaian timer menggunakan IC 555 ini. 7. Jika alarm plat sentuh tidak dapat menyala , periksa kembali apakah kabel power inputan dan kabel inputan ke plat telah tersambung dengan benar 8. Jika alarm plat sentuh tidak menghasilkan suara, periksa apakah input dari sumber telah tersambung ke perangkat, dan periksa kabel output yang menghubungkan rangkaian alrm dengan buzzer

10

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555] BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan dan Pembahasan Saklar sentuh elektronik diatas dapat berfungsi sebagai ON/OFF digital, dengan komponen yang cukup sederhana, Transistor BC547 merupakan transistor jenis NPN berfungsi sebagai penguat sinyal atau arus dari IC 555 untuk dteruskan ke relay 1. Sensor 1 yang terdiri dari plat logam bila kita sentuh maka ON dan sebaliknya apabila sensor 2 yang kita sentuh maka OFF.

Gambar 4.1: Rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555 Rangkaian ini menggunakan 2 buah plat logam sebagai media sentuhnya, MP1 (Metal Plate 1) dan MP2 (Metal Plate 2). Rangkaian touch switch ini dilengkapi LED indikator visual untuk status relay (beban yang diaktikan). Untuk mengaktifkan (Relay ON) dapat dilakukan dengan menyentuh permukaan MP1 dan untuk mematikannya dengan menyentuh permukaan MP2. MP1 dan MP2 pada touch switch ini dapat menggunakan lempengan tembaga yang kecil (diameter 5mm) sudah cukup. Output IC no 3 akan mengeluarkan tegangan positif jika pelat ON disentuh dan akan mengeluarkan tegangan nol saat pelat OFF kita sentuh. Rangkaian timer menggunakan IC 555 terdiri dari bagian pemberi triger, penentu waktu hidup matinya timer dan bagian beban (relay) atau inteface ke perangkat yang dikontrol. Fungsi dan prinsip kerja dari bagian timer menggunakan IC 555 pada gambar diatas adalah sebagai berikut. Bagian pemberi triger, adalah konfigurasi antara R100K dengan Sensor yang berfungsi untuk memberikan triger ke IC 555 sebagai tanda proses timing dimulai.
11

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555]

Bagian penentu waktu timing, merupakan konfigurasi antara VR 1MOhm dan kapasitor 10 uF yang berfungsi untuk menentukan waktu atau lamanya timer akan ON atau OF. Dimana lamanya waktu ON atau OFF nya timer ditentukan oleh waktu proses pengisian kapasitor C 10 uF yang ditentukan oleh nilai kapasitansi kapasitor 10 uF dan nilai resistansi VR 1 MOhm tersebut. Bagian beban, adalah relay yang berfungsi untuk menghubungkan antara relay dengan perangkat yang dikontrol. Relay ini juga berfungsi sebagai isolator antara kelistrikan timer dengan kelistrikan perangkat yang dikontrol Timer dengan IC 555 ini. Pada relay dipasang dioda yang diparalel secara reverse bias, dioda ini berfungsi untuk menyerap tegangan induksi dari induktor relay pada saat dihidupkan dan dimatikan sehingga tidak mempengaruhi sistem kelistrikan rangkaian timer menggunakan IC 555 ini. Timer IC NE555 ini diaktifkan dengan sinyal triger yang dihubungkan ke pelat logam pada kunci pintu. Sinyal triger tersebut berasal dari elektro statis pada tubuh manusia yang menyentuh pelat logam pada kunci yang terhubung ke rangkaian saklar sentuh ini. Apabila kunci disentuh menggunakan jari maka akan memberikan triger ke rangkaian timer IC NE555 sehingga timer ON dan mengaktifkan relay yang digunakan untuk menyalakan alarm sehingga alarm menyala selama beberapa saat. Cara instalasi rangkaian saklar sentuh ini cukup mudah yaitu dengan menghubungkan jalur triger ke plat logam pada kunci pintu seperti pada gambar diatas dan menghubungkan alarm ke rangkaian saklar sentuh ini. kemudian sumber tegangan untuk rangkaian saklar sentuh ini dapat diberikan tegangan DC +12 volt yang diambil dari batere atau power supply 12 volt DC

12

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555] BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Adapun yang menjadi kesimpulan pada percobaan ini yaitu sebagai berikut: 1. Rangkaian touch switch atau saklar sentuh ini dibangun dengan IC NE555,

rangkaian touch switch ini dapat digunakan untuk mengaktifkan lampu, alarm atau peralatan elektronik lainnya. Transistor BC547 merupakan transistor jenis NPN berfungsi sebagai penguat sinyal atau arus dari IC 555 untuk dteruskan ke relay 1. Rangkaian ini menggunakan 2 buah plat logam senagai media sentuhnya, MP1 (Metal Plate 1) dan MP2 (Metal Plate 2). Rangkaian touch switch ini dilengkapi LED indikator visual untuk status relay (beban yang diaktikan). Untuk mengaktifkan (Relay ON) dapat dilakukan dengan menyentuh permukaan MP1 dan untuk mematikannya dengan menyentuh permukaan MP2 2. Komponen yang berperan aktif yaitu IC 555 dan transistor. B. Saran Adapun saran yang dapat kami berikan dalam percobaan ini yaitu sebagai berikut: 1. Agar lebih mengerti lagi dalam pemanfaatan rangkaian saklar sentuh berbasis IC 555, sebaiknya lebih mempelajari lebih detail lagi dan mencari info di berbagai sumber 2. Sebelum memulai suatu rangkaian, maka terlebih dahulu pilihlah judul percobaan yang efisien penggunaannya dan alat dan bahannya mudah dijangkau. 3. Sebaiknya sebelum merangkai suatu rangkaian,maka terlebih dahulu perhatikan gambar rangkaiannya agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan rangkaian.

13

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

[RANGKAIAN SAKLAR SENTUH BERBASIS IC 555] DAFTAR PUSTAKA

Bakri, Abdul Haris dkk. 2008. Dasar-Dasar Elektronika. Makassar: Badan Penerbit UNM. http://ahmadrizal2010.files.wordpress.com/2011/03/user-manual-alarm-sentuh-syamsultaufik.pdf http://elektroarea.blogspot.com/2009/08/rangkaian-saklar-sentuh.html http://hamdi88.wordpress.com/2008/07/24/mengenal-ic-timer-555/ http://micronelc.blogspot.com/2012/12/prinsip-kerja-ic-555.html http://waoneelektronika.blogspot.com/2012/03/rangkaian-saklar-sentuh-berbasis-ic-555.html Rusmadi, Dedi. 1999. Mengenal Teknik Elektronika. Bandung: Pionir Jaya. Rusmadi, Dedy.1994. Mengenal Teknik Elektronika. Cimahi: Pionir Jaya. Rusmadi, Dedy.2004. Aneka Hobi Elektronika. Cimahi: Pionir Jaya. Tim Penyusun. 2007. Penuntun Praktikum Elektronika Dasar II. Makassar: Laboratorium Fisika UIN Alauddin.

14