Anda di halaman 1dari 3

Laporan wawancara dusun Bantarsari

1. Orientasi wilayah Dusun Bantarsari terdiri dari 9 RT dan 3 RW serta terdapat kurang lebih sebanyak 400 kepala keluarga. Adapun perbatasan dusun bantarsari sebagai berikut : Utara : Desa Lumbung Selatan : Desa Sukaharja Barat : Desa Lumbung Timur : Dusun Babantar Dusun bantarsari merupakan pusat perdagangan dan pendidikan di desa awiluar, karena terdapat toko-toko dan banyak sekali pedagang yang terletak di dusun bantarsari. 2. Orientasi Politik Lokal Dusun Bantarsari dikepalai oleh seorang kepala dusun yang bernama bapak Olih S. Lukman. Beliau dalam bertugasnya tidak dibantu oleh sekretaris namun terdapat bendahara dan para ketua RT dan RW di dusun bantarsari. Kepala dusun Bantarsari dipilih oleh warga dusunnya secara demokratis. Terdapat lembaga-lembaga yang terbentuk di dusun bantarsari antara lain : DKM Mushola, PKK dan Karang Taruna. DKM berada di setiap RT , jumlahnya adalah 10 DKM. Lembaga PKK terdiri dari ibu-ibu yang ingin berpartisipasi dalam kelangsungan posyandu di dusun bantarsari. Jumlah KADER di dusun bantarsari adalah sebanyak 5 orang. Keberadaan karang taruna di desa awiluar saat ini tidak terlalu aktif karena kurangnya partisipasi pemuda di

dusun bantarsari ini untuk mendukung program-program yang dapat mempersatukan masyarakat. 3. Orientasi Aktivitas Ekonomi Masyarakat Mata pencaharian warga dusun bantarsari adalah 60 % sebagai petani dan sisanya bekerja sebagai pedagang dan Pegawai Negeri Sipil namun sangat minoritas. Kelemahan dari dusun bantarsari adalah tidak adanya koperasi dan jauhnya keberadaan pasar tradisional yang menyediakan bahan makanan secara lengkap. Peminjaman uang untuk modal usaha dilakukan melalui PNPM. Permasalahannya adalah pemnijaman modal dari PNPM itu tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga di dusun bantar sari belum ada suatu kelompok usaha kecil yang memproduksi makanan khas seperti di dusun cipari, alasannya karena mereka kekurangan modal untuk memulai sebuah usaha. 4. Orientasi kependidikan Pendidikan di dusun bantarsari cukup maju karena banyak terdapat sekolah-sekolah didusun ini. Adapaun jumlah sekolah yang terdapat di dusun bantarsari yaitu 1 PAUD, 2 TK, 1 Sanawiyah, 3 RA, 1 SD dan SMA. Pengajar SD, MI dan Sanawiyah berasalah dari umum karena merupakan lembaga dari pemerintah, sedangkan Pengajar PAUD berasal dari warga lokal yang bersedia membimbing dan memberikan ilmunya. Kesadaran akan pendidikan di dusun bantarsari sangat tinggi. 5. Orientasi Pola Hidup Sehat Dusun bantar sari mengadakan posyandu setiap bulannya, biasanya diadakan di minggu ketiga. Di dusun bantarsari juga terdapat puskesmas, sehingga warga di setiap dusunnya berobat di puskemsas tersebut. Kader yang membantu dalam kegiatan posyandu di dusun

bantarsari berjumlah sebanyak 5 orang. Jumlah kader tidak terlalu banyak karena hanya beberapa warga saja yang memiliki keinginan menjadi kader. 6. Orientasi Aktivitas Keagamaan Masyarakat dusun bantar sari mayoritas / 100% menganut agama islam disetiap Madrasah dan mesjidnya selalu diadakan pengajian rutin. Pengajian dilaksanakan setiap hari minggu pagi di Mesjid Darul Amanah, selain hari minggunya terdapat Madrasah lain menagadakan pengajian hari lain seperti rabu, kamis dan jumat. Waktunya pagi, siang dan malam. Yang mengikuti pengajian kebanyakan adalah ibu-ibu. Kelembagaan DKM seperti remaja masjid terdapat di dusun bantarsari namun tidak terlalu aktif, dan hanya aktif pada saat ada acara tertentu saja. Ibu-ibu pengajian di dusun bantar sari membentuk sebuah grup qosidah dan pernah menjuarai lomba qosidah hingga tingkat provinsi 7. Orientasi Budaya Masyarakat Masyarakat di dusun bantar sari melakukan gotong royong jika terdapat pekerjaan tertentu seperti perbaikan jalan, atau permbangunan fasilitas lainnya. Namnun gotong royong tersebut tidak dilakukan secara intensif

Keluhan dari ketua dusun bantar sari yaitu dia ingin dusunnya di publikasikan ke masyarakat luas sehingga dusun bantarsari lebih dibenahi terutama dalam bidang sarana pra sarana seperti Teknologi Informasi, mereka ingin menjadi sebuah dusun yang mengubah masyarakat yang asalanya tradisional menjaid masyarakat informasi yang melek akan informasi terkini sehingga dapat mengembangka kesejahteraan mereka dan warga dusun yang lain. Masalah yang lain adalah mengenai air yang kurang jernih dan ketersediaan air yang kurang memadai.