Anda di halaman 1dari 17

Nanda Rizka Santri Sasmita Dewi Pembimbing : dr. Teuku Yasir, Sp.

An

DEFINISI

Evidence based Medicine (EBM):

Paradigma baru dalam dunia kedokteran yang menekankan penggunaan bukti kuat hasil riset, keterampilan klinis, nilai dan preferensi pasien untuk pengambilan keputusan klinis

TRIAD EBM

Bukti klinis terbaik yang tersedia Keadaan klinis pasien yang lebih baik
Keterampilan klinis

Nilai-nilai dan ekspektasi pasien

EBM in the ICU

Dalam pengobatan perawatan intensif di ICU, masih terdapat perdebatan tentang gold standart dari penelitianpenelitian yang telah dilakukan terhadap terapi pada penyakit pasien di ICU

Ventilasi mekanis non-invasif

Penggunaan ventilasi mekanik non-invasif dapat menurunkan angka morbiditas pada pasien COPD dan angka kejadian pneumonia Namun penggunaan ventilasi non-invasif memerlukan personil khusus

Induksi hipotermia setelah cardiac arrest

Hipotermia dapat menurunkan kecepatan metabolisme oksigen serebral sekitar 6% setiap penurunan suhu sebesar 1 C Induksi hipotermia segera setelah terjadinya cardiac arrest dapat meningkatkan prognosis neurologis yang lebih baik Hipotermia tersebut harus di induksi <12 jam atau secepat mungkin

Terapi insulin intensif & Transfusi Dara

penanganan intensif insulin terapi di ICU mengurangi angka kematian dari 8% menjadi 4,6%

pasien yg tidak menerima transfusi darah angka kematiannya lebih tinggi (17,1%) daripada yang tidak menerima transfusi darah (22,7%)

Pengembangan Drotrecogin Alfa dalam terapi syok berat/syok sepsis


Drotrecogin Alfa merupakan bentuk rekombinan dari human activared protein C yang dapat mengurangi angka kematian pada syok berak dan syok sepsis

Intervensi lain pada sepsis berat


Dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakterisid menurunkan angka kematian lebih sedikit (7,4%) dibandingkan dengan plasebo (9,9%)

Pemakaian steroid dalam syok sepsis

Dari beberapa penelitian menunjukkan mehylprednisolone dosis tinggi tidak menunjukkan efek atau keuntungan yang baik. Dari berbagai penelitian menyatakan bahwa hydrocortisone memiliki efek dan keuntungan yang lebih baik pada syok sepsis.

Pemberian vasopresin dalam syok sepsis

Pemberian vasopresin dapat meningkatkan tekanan darah pada pasien syok sepsis dan dapat membantu mengurangi kebutuhan dari terapi nonepinefrin. Beberapa penelitian menyarankan pada pasien yang dalam terapi vasopresin untuk menilai output urin.

EGDT (Early Goal Directed Therapy) pada terapi syok sepsis


Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan delivery oksigen Pemberian cairan infus dan obat-obatan vasoaktif

Dekontaminasi selektif pada saluran pencernaan

Pemberian antibiotik spektrum luas seperti sefalosporin generasi ketiga mengurangi angka kematian dan resiko infeksi nosokomial di ICU.

Management ARDS

Penggunaan ventilator pada pasien ARDS progosanya lebih baik jika volume tidal 6 mL/kg dibandingkan 12 mL/kg (angka kematian, 31% vs 39,8%)

Protokol penggunaan Sedasi

Penggunaan sedatif di ICU dapat membantu dalam persiapan pemeriksaan utk penegakan diagnosa, contohnya CT-Scan kepala utk mengeliminasi kelainan intrakranial. Dan dapat menurunkan penggunaan mesin ventilator (4,9 vs 7,3 hari) dan angka rawatan di ICU (6,4 vs 9,9 hari)

Peran intensivist

Intensivist adalah dokter yang merawat pasien di ICU. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa keberadaan seorang intensivist mempunyai peranan penting pada pasien di ICU. Pemantauan yang dilakukan oleh seorang intensivist dan tim nya dapat membantu penyembuhan pasien lebih cepat.

KESIMPULAN

EBM mempunyai peranan penting dalam pengobatan di ICU karena EBM merupakan bukti yang terintegrasi untuk pengobatan pasien yang spesifik Faktor manusia sangat penting dalam EBM. Aplikasi terbaik dari hal ini adalah kerjasama yang solid antar tim (dokter, perawat, fisioterapi, ahli gizi dll)