Anda di halaman 1dari 3

UNSUR LOGAM GOLONGAN IA (ALKALI)

Unsur Li Nama senyawa lain Litium Hidroksida Rumus kimia LiOH Manfaat Pabrik sabun litium untuk pelumas Cara Pembuatan Litium karbonat adalah garam yang kurang larut, diperoleh dari pengolahan bijih litium. Garam ini digunakan untuk membuat LiOH. Kalsium hidroksida bereaksi dengan litium karbonat mengendapkan kalsium karbonat, dan meninggalkan larutan LiOH. Ca(OH)2(aq) + Li2CO3(aq) CaCO3(s) + 2LiOH(aq)

Litium Hidrida

LiH

Pereduksi pada sintetis organic Pembuatan antihistamin dan obat-obatan Produksi aluminium Pembuatan LiOH

Litium Karbonat

Li2CO3

Na

Natrium Hidroksida

NaOH

digunakan dalam industry sabun dan deterjen. Sabun dibuat dengan mereaksikan lemak atau minyak dengan NaOH.

dihasilkan melalui elektrolisis larutan NaCl

Natrium Sulfat

Na2SO4

sebagai bahan yang dapat dipakai untuk menyimpan energi surya, sehingga dapat dipakai sebagai penghangat ruangan dan penghangat air.

Natrium sulfat dibuat dari NaCl dengan H2SO4 dengan pemanasan dengan reaksi : 2NaCl(s) +H2SO4(l) Na2SO4(s) + 2HCl(g)

Natrium Karbonat

Na2CO3

Pemurnian minyak bumi Pabrik sabun Pabrik gelas

Natrium karbonat dibuat melalui proses solvay, yaitu metode pembuatan Na2CO3 dari NaCl, NH3,dan CO2.Dalam proses solvay: NH3 dilarutkan ke dalam larutan jenuh NaCl, kemudian gas CO2 dihembuskan ke dalam larutan hingga terbentuk endapan NaHCO3 (baking soda). Reaksi total : NH3(g) + NaCl(aq) + CO2(g) NaHCO3(s) + NH4Cl(aq) Endapan NaHCO3 disaring, dicuci, kemudian dipanaskan sekitar 175 C, dan NaHCO3 terurai menjadi natrium karbonat.

2NaHCO3(s)

Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(l)

Kaliuk Klorida Kalium Hidroksida Kalium Nitrat

KCl KOH KNO3 RbOH

Pupuk Pabrik sabun lunak Pupuk dan bahan peledak

Rb

RubidiumHidroksida

Sifat magnetic Sifat magnet suatu atom unsure berkaitan dengan struktur elktronnya, sesuai dengan aturan aufbau, larangan Pauli, dan aturan Hund. Electron di dalam orbital suatu atom ada yang berpasangan dan ada yang tidak berpasangan. Beberapa atom misalnya atom-atom gas mulia semua elektronnya berpasangan, tetapi beberapa atom yang lain tidak berpasangan. Akibat dari kedua keadaan tersebut berakibat pula pada interaksinya terhadap medan magnet. Atom-atom yang semua elektronnya telah berpasangan cenderung ditolak oleh medan magnet dan disebut sebagai atom diamagnetic, sedangkan atom-atom yang mempunyai electron tidak berpasangan akan tertarik oleh medan magnet dan disebut atom yang bersifat paramagnetic. Adanya electron yang tidak berpasangan menimbulkan momen magnet yang diukur dalam satuan bohr-magneton (BM). Besarnya momen magnet dapat di perkirakan dengan rumus : = n(n+2) dengan, = momen magnet dalam bohr-magneton n = jumlah electron tidak berpasangan