Anda di halaman 1dari 40

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang jumlah penderita di dunia setiap tahunnya bertambah sekitar 6,25 juta orang. Dua pertiga dari jumlah tersebut berada di negara-negara yang sedang berkembang. WHO memperkirakan bah a pada sepuluh tahun mendatang sebanyak ! juta orang akan meninggal dunia setiap tahun akibat penyakit kanker. Di negara maju, kanker ser"iks menempati urutan keempat setelah kanker payudara, kolorektum, dan endometrium. #edangkan untuk negara berkembang dan di $ndonesia khususnya, kanker ser"iks mempunya insidens yang tertinggi. %rekuensi relati& di$ndonesiaadalah 2' ( berdasarkan data patologik atau )6 ( berdasarkan data rumah sakit. *ebih dari tiga perempat kanker ginekologik di +#,- adalah kanker ser"iks dan 62 ( diantaranya dengan stadium lanjut .stad. $$-$$$/, dan ia merupakan penyebab kematian terbanyak diantara kematian kanker ginekologik yaitu 66 (. Kanker ser"iks merupakan keganasan pada anita yang paling populer. Hal ini

sesuai dengan penelitian yang mendapatkan bah a dari sepuluh jenis kanker terbanyak yang ditemukan di $ndonesia berturut-turut adalah kanker ser"iks, kanker payudara, kanker kulit, kanker naso&aring, kanker lim&oma, kanker kolon dan rektum, kanker paru, kanker o"arium, kanker kelenjar tiroid, dan kanker rongga mulut. Kanker di $ndonesia 0enderung semakin meningkat dan diperkirakan berjumlah !1 2 )11 kasus baru diantara )11.111 penduduk pertahunnya atau sekitar )31.111 kasus baru pertahun, dengan kanker ginekologi berada pada tempat teratas. Oleh karena itu, maka penulis tertarik menyusun kanker ser"iks sebagai *aporan Kasus di +#45. Dr. Kariadi #emarang

B.

Tujuan Penulisan
1

). 6ujuan 4mum *aporan ini dibuat agar penulis dapat mengerti, memahami dan melakukan tindakan asuhan kebidanan pada anita yang mengalami gangguan alat reproduksi dengan menerapkan manajemen kebidanan. 2. 6ujuan Khusus a. 5enulis dapat mengaplikasikan teori kedalam praktek klinik dalam asuhan kebidanan meliputi pengkajian data, analisa data, peren0anaan tindakan, penatalksanaan dan e"aluasi pada reproduksi yang diperoleh selama pendidikan. b. 5enulis mampu mengembangkan pola pikir dalam bentuk tulisan maupun pelaporan. anita dengan gangguan sistem

C.

Metode Penulisan -etode yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah 7 .) Wa an0ara 8aitu mengadakan 6anya ja ab dengan klien 9 keluarga dalam rangka mengumpulkan data. .2 5emeriksaan %isik -eliputi inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi untuk mengumpulkan data. .: Obser"asi -engadakan pengamatan se0ara langsung terhadap klien, khususnya ibu hamil. .; Dokumentasi 8aitu mempelajari 0atatan resmi kesehatan pasien. .5
internet.

#tudi Kepustakaan 8aitu mengumpulkan data dari teori dan buku sumber di perpustakaan maupun di

D.

Sistematika Penulisan <=< $ 5>?D=H4*4=? ).) *atar <elakang


2

).2 6ujuan 5enulisan ).: -etodologi 5enulisan ).; #istematika 5enulisan <=< $$ <=< $$$ <=< $A <=< A 6$?@=4=? 6>O+$ K=#4# 5>-<=H=#=? K=#4# 5>?4645 5.) Kesimpulan 5.2 #aran D=%6=+ 54#6=K=

BAB II
3

TIN AUAN TE!"I

A. #onse$ Dasar #anker Ser%iks &. Pengertian

Kanker ser"iks adalah kanker yang terjadi pada ser"iks uteri, dan merupakan karsinoma ginekologi yang terbanyak diderita oleh anita. Kanker *eher +ahim . Kanker Serviks / adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim 9 serviks . bagian terendah dari rahim yang menempel pada pun0ak vagina ). Kanker ser"iks biasanya menyerang anita berusia :5-55 tahun.

!1( dari kanker ser"iks berasal dari sel skuamosa yang melapisi ser"iks dan )1( sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran ser"ikal yang menuju ke dalam rahim.
4

Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada ser"ik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi biasanya terjadi pada sampai :1 tahun. '. Etiologi Kanker ser"iks terjadi jika sel-sel ser"iks menjadi abnormal dan membelah se0ara tak terkendali. @ika sel ser"iks terus membelah maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor yang bisa bersi&at jinak atau ganas. @ika tumor tersebut ganas, maka keadaannya disebut kanker ser"iks. 5enyebab terjadinya kelainan pada sel-sel ser"iks tidak diketahui se0ara pasti, tetapi terdapat beberapa &aktor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker ser"iks7 a. HPV .human papillomavirus/ H5A adalah "irus penyebab kutil genitalis .kondiloma akuminata/ yang ditularkan melalui hubungan seksual. Aarian yang sangat berbahaya adalah H5A tipe )6, )3, ;5 dan 56. b. -erokok 6embakau merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mela an in&eksi H5A pada ser"iks. 0. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini d. <erganti-ganti pasangan seksual e. #uami9pasangan seksualnya melakukan hubungan seksual pertama pada usia di ba ah )3 tahun, berganti-ganti pasangan dan pernah menikah dengan anita yang menderita kanker ser"iks &. 5emakaian DES .dietilstilbestrol/ pada anita hamil untuk men0egah keguguran .banyak digunakan pada tahun )!;1-)!'1/ g. Bangguan sistem kekebalan h. 5emakaian pil K<
5

anita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim

yang terletak antara rahim .uterus/ dengan liang senggama ."agina/. Kanker ini anita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan anita yang berumur antara 21 bah a kanker leher rahim dapat juga menyerang

i. $n&eksi herpes genitalis atau in&eksi klamidia menahun j. Bolongan ekonomi lemah .karena tidak mampu melakukan 5ap smear se0ara rutin/
(. )ejala

5erubahan prekanker pada ser"iks biasanya tidak menimbulkan gejala dan perubahan ini tidak terdeteksi ke0uali jika smear. Bejala biasanya baru mun0ul ketika sel ser"iks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan di sekitarnya. 5ada saat ini akan timbul gejala berikut7 a. 5erdarahan "agina yang abnormal, terutama diantara 2 menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual dan setelah menopause b. -enstruasi abnormal .lebih lama dan lebih banyak/ 0. Keputihan yang menetap, dengan 0airan yang en0er, ber arna pink, 0oklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk. *. #lasi+ikasi -enurut . ?o"el # #inta,dkk,21)1/, klasi&ikasi kanker dapat di bagi menjadi tiga, yaitu .)/ klasi&ikasi berdasarkan histopatologi, .2/ klasi&ikasi berdasarkan terminologi dari sitologi ser"iks, dan .:/ klasi&ikasi berdasarkan stadium stadium klinis menurut %$BO .6he $nternational %ederation o& Bynekology and Obstetri0s/7 a. Klasi&ikasi berdasarkan histopatologi 7 )/ ,$? ) .,er"i0al $ntraepithelial ?eoplasia/, perubahan sel-sel abnormal lebih kurang setengahnya. 2/ ,$? 2, perubahan sel-sel abnormal lebih kurang tiga perempatnya. :/ ,$? :, perubahan sel-sel abnormal hampir seluruh sel. b. Klasi&ikasi berdasarkan terminologi dari sitologi ser"iks 7 )/ =#,4# .=typi0al #Cuamous ,ell ,hanges o& 4ndetermined #igni&i0an0e/ 2/ *#$* .*o -grade #Cuamous $ntraepithelial *esion/ :/ H#$* .High Brade #Cuamous $ntraepithelial *esion/ 0. Klasi&ikasi berdasarkan stadium klinis )/ 2/ 1 Karsinoma $n #itu . K$#/, membran basalis utuh $ 5roses terbatas pada ser"ks alaupun ada perluasan ke korpus uteri
6

anita tersebut menjalani pemeriksaan pap

:/

$ a Karsinoma mikro in"asi&, bila membran basalis sudah rusak dan sel tumor sudah stroma tidak D : mm, dan sel tumor tidak tedapat didalam pembuluh lim&e atau pembuluh darah.

;/

$ b #e0ara klinis tumor belum tampak sebagai karsinoma, tetapi pada pemeriksaan histologi ternyata sel tumor telah mengadakan in"asi stroma melebihi $a

5/ 6/ '/ 3/ !/ )1/

$$ 5roses keganasan telah keluar dari ser"iks dan menjalar 29: bagian atas "agina dan parametrium, tetapi tidak sampai dinding panggul $$ a 5enyebaran hanya ke "agina, parametrium masih bebas dari in&itrat tumor $$ b 5enyebaran ke parametrum, uni atau bilateral, tetapi belum sampai dinding panggul $$$ a 5enyebaran sampai E bagian distal "agina, sedang parametrium tidak dipersoalkan asal tidak sampai dinding panggul. $$$ b 5enyebaran sudah sampai dinding panggul, tidak ditemukan daerah in&iltrat antara tumor dengan dinding panggul. $A 5roses keganasan telah keluar dari panggul ke0il dan melibatkan mokusa rektum dan atau "esika urinaria atau telah bermetastasi keluar panggul ketempat yang jauh

))/ )2/

$A a 5roses sudah sampai mukosa rektum dan atau "esika urinaria atau sudah keluar dari pangul ke0il, metastasi jauh belum terjadi $A b 6elah terjadi metastasi jauh.

,.

Patogenesis dan Pato+isiologi 5atogenesis dari karsinoma ser"iks telah digambarkan oleh beberapa studi epidemiologi, patologi, dan genetik molekuler. Data epidemiologik telah mengimplikasikan sebuah agen yang menular se0ara seksual yaitu H5A. H5A merupakan "irus D?= yang dibagi berdasarkan sekuens D?= nya dan dikelompokkan berdasarkan risiko onkogenik rendah dan tinggi. Dari segi patologi ser"iks, H5A tipe )6 dan )3 adalah yang paling penting dimana H5A )6 bertanggung ja ab atas 61( kasus kanker ser"iks sedangkan H5A )3 men0akup )1( kasus. <eberapa tipe lainnya masing-masing berkontribusi pada kurang dari 5( kasus.
7

$n&eksi H5A genital merupakan hal yang sangat umum terjadi. #ebagian besar asimtomatik, tidak menyebabkan perubahan apapun pada jaringan, dan karena itu tidak terdeteksi pada tes 5ap. #ebagian besar in&eksi bersi&at transien dan dieliminasi oleh sistem imun tubuh dalam hitungan bulan. +ata-rata, 51( in&eksi H5A hilang dalam 3 bulan dan !1( in&eksi hilang dalam 2 tahun. Durasi in&eksi sangat dipengaruhi oleh tipe H5A dimana H5A risiko tinggi lebih sulit sembuh. $n&eksi yang persisten akan meningkatkan risiko perkembangan lesi prekanker ser"iks. H5A mengin&eksi sel skuamosa metaplastik imatur pada squamo-columnar junction. -eskipun "irus ini hanya dapat mengin&eksi sel skuamosa imatur, replikasi dari H5A tetap berlangsung pada sel skuamosa yang semakin matang dan berujung pada e&ek sitopatik yaitu koiloc tic at pia yang terdiri dari inti atipia dan halo perinuklear sitoplasmik. 4ntuk bereplikasi, H5A harus menginduksi sintesis D?= pada sel host. Karena H5A bereplikasi pada sel skuamosa yang semakin matang namun tidak berproli&erasi, maka "irus ini berusaha mereakti"asi siklus mitosis dalam sel tersebut. #tudi menunjukkan bah a H5A mengakti"asi siklus sel dengan mengganggu &ungsi dari !b dan p"#, dua gen supresor tumor yang penting. 5rotein "irus >6 dan >' memiliki peran penting dalam e&ek onkogenik H5A. 5rotein >6 menginduksi degradasi dari p5: melalui proteolisis ubiCuitin-dependen sedangkan protein >' membentuk kompleks dengan betuk akti& dari +b, mempromosikan proteolisis melalui jalur proteosome.

Cer%i-al Intrae$it.elial Neo$lasia ,er"i0al $ntraepithelial ?eoplasia merupakan salah satu klasi&ikasi yang digunakan untuk membedakan tingkat keparahan dari lesi prekanker. 5ada saat H5A mengin&eksi sel skuamosa di ser"iks dibutuhkan berdasarkan tingkat keparahannya .,$? )-,$? :/. 5ada ,$? $ atau kondiloma datar terjadi displasia ringan dengan perubahan koilositik, terutama di lapisan super&isial epitel. Koilositik terbentuk karena angulasi nukleus yang dikelilingi oleh "akuolisasi perinukleus akibat e&ek sitopatik "irus. 5ada ,$? $$, displasianya lebih parah, mengenai sebagian besar lapisan epitel. Kelainan ini berkaitan dengan "ariasi dalam ukuran sel dan nukleus serta dengan mitosis normal di atas lapisan basal. 5erubahan ini disebut displasia sedang apabila terdapat maturasi epitel. *apisan super&isial masih berdi&erensiasi baik, tetapi pada beberapa kasus memperlihatkan perubahan koilositik. 6ingkat perubahan selanjutnya, yaitu ,$? $$$, ditandai dengan keka0auan orientasi sel disertai mitosis normal atau abnormal. 5erubahan ini mengenai hampir semua lapisan epitel dan ditandai dengan hilangnya pematangan. Di&erensiasi sel permukaan dan gambaran koilositik sudah tidak ada. #eiring dengan aktu, perubahan displastik menjadi lebih atipikal dan mungkin meluas ke dalam kelenjar ser"iks, tetapi masih terbatas di lapisan epitel dan kelenjarnya. 5erubahan ini menyebabkan karsinoma in situ. #elanjutnya, pada stadium lanjut berubah menjadi karsinoma in"asi&. aktu yang 0ukup lama untuk berkembang menjadi kanker. = alnya terjadi displasia yang dibagi menjadi :

#arsinoma Ser%iks
9

Karsinoma sel skuamosa .K##/ merupakan subtipe hitologik tersering pada kanker ser"iks dimana men0akup sekitar 31( kasus. #etelah K##, bentuk tumor yang lebih jarang adalah adenokarsinoma yang men0akup )5( kasus dan yang paling jarang adalah karsinoma neuroendokrin untuk 5( sisanya. 5asien dengan adenokarsinoma ataupun karsinoma neuroendokrin memiliki prognosis yang lebih buruk dan penyakit yang lebih advanced. $nsidens pun0ak dari karsinobma ser"iks adalah ;5 tahun.

<erdasarkan penyebaran klinis, agresi&itas tumor ser"iks terbagi dalam stadium ) hingga stadium ;. #etelah kanker terbentuk, prognosis bergantung dari stadium. #tadium 1 .prain"asi&/ harapan hidupnya )11(, diikuti dengan stadium ) sebesar !1(, stadium 2 sebesar 32(, stadium : sebesar :5(, dan stadium ; hanya )1(. Kebanyakan pasien dengan stadium ; mati akibat ekstensi lokal dari tumor .misalnya, in"asi ke kantong kemih dan ureter, menyebabkan terjadinya obstruksi uretra, pielone&ritis, dan uremia/ dibandingkan metastasis jauh. 5enyebaran ke kelanjar getah bening panggul ditentukan oleh kedalaman tumor dan adanya in"asi ruang kapiler-lim&a, yang berkisar dari kurang )( untuk tumor dengan kedalaman kurang dari : mm hingga lebih dari )1( setelah in"asi melebihi 5 mm. -etastasis jauh, termasuk ke nodus para-aorta, kelainan di organ jauh, atau in"asi ke kandung kemih dan rektum terjadi pada tahap lanjut. 5ath ays
10

/.

Mani+estasi #linis Dari anamnesis didapatkan keluhan metroragi, keputihan arna putih atau

puralen yang berbau dan tidak gatal, perdarahan pas0akoitus, perdarahan spontan, dan bau busuk yang khas. Dapat juga ditemukan keluhan 0epat lelah, kehilangan berat badan, dan anemia. 5ada pemeriksaan &isik ser"iks dapat teraba membesar, ireguler, terraba lunak. <ila tumor tumbuh ekso&itik maka terlihat lesi pada porsio atau sudah sampai "agina. Diagnosis harus dipastikan dengan pemeriksaan histologi dan jaringan yang diperoleh dari biopsi. 0. Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut7 a.5ap smear

11

5ap smear dapat mendeteksi sampai !1( kasus kanker ser"iks se0ara akurat dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal. =kibatnya angka kematian akibat kanker ser"ikspun menurun sampai lebih dari 51(. #etiap anita yang telah akti& se0ara seksual atau usianya telah

men0apai )3 tahun, sebaiknya menjalani 5ap smear se0ara teratur yaitu ) kali9tahun. @ika selama : kali berturut-turut menunjukkan hasil yang normal, 5ap smear bisa dilakukan ) kali92-:tahun. Hasil pemeriksaan 5ap smear menunjukkan stadium dari kanker ser"iks7 a/ ?ormal b/ Displasia ringan .perubahan dini yang belum bersi&at ganas/ 0/ Displasia berat .perubahan lanjut yang belum bersi&at ganas/ d/ Karsinoma in situ .kanker yang terbatas pada lapisan ser"iks paling luar/ e/ Kanker in"asi& .kanker telah menyebar ke lapisan ser"iks yang lebih dalam atau ke organ tubuh lainnya/. b. <iopsi <iopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada ser"iks, atau jika 5ap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker. 0.Kolposkopi .pemeriksaan ser"iks dengan lensa pembesar/

d.

6es #0hiller #er"iks diolesi dengan lauran yodium, sel yang sehat atau kuning.
12

arnanya akan

berubah menjadi 0oklat, sedangkan sel yang abnormal arnanya menjadi putih

4ntuk membantu menentukan stadium kanker, dilakukan beberapa pemeriksan berikut7 #istoskopi +ontgen dada 4rogra&i intra"ena #igmoidoskopi #kening tulang dan hati <arium enema.

#er"ikogra&i Bineskopi 5ap net . pemeriksaan terkompuerisasi dengan hasil lebih sensiti& / 1. Penatalaksanaan Pengo2atan untuk kanker ser%iks 5emilihan pengobatan untuk kanker ser"iks tergantung kepada lokasi dan ukuran tumor, stadium penyakit, usia, keadaan umum penderita dan ren0ana penderita untuk hamil lagi. a. 5embedahan 5ada karsinoma in situ .kanker yang terbatas pada lapisan ser"iks paling luar/, seluruh kanker seringkali dapat diangkat dengan bantuan pisau bedah ataupun melalui *>>5. Dengan pengobatan tersebut, penderita masih bisa memiliki anak. Karena kanker bisa kembali kambuh, dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang dan 5ap smear setiap : bulan selama ) tahun pertama dan selanjutnya setiap 6 bulan. @ika penderita tidak memiliki ren0ana untuk hamil lagi, dianjurkan untuk menjalani histerektomi. 5ada kanker in"asi&, dilakukan histerektomi dan pengangkatan struktur di sekitarnya .prosedur ini disebut histerektomi radikal/ serta kelenjar getah bening.

13

5ada

anita muda, ovarium .indung telur/ yang normal dan masih ber&ungsi

tidak diangkat. b. 6erapi penyinaran 6erapi penyinaran .radioterapi/ e&ekti& untuk mengobati kanker in"asi& yang masih terbatas pada daerah panggul. 5ada radioterapi digunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. =da 2 ma0am radioterapi7 )/ !adiasi eksternal 7 sinar berasar dari sebuah mesin besar 5enderita tidak perlu dira at di rumah sakit, penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 hari9minggu selama 5-6 minggu. 2/ !adiasi internal 7 Fat radioakti& terdapat di dalam sebuah kapsul dimasukkan langsung ke dalam ser"iks. Kapsul ini dibiarkan selama )-: hari dan selama itu penderita dira at di rumah sakit. 5engobatan ini bisa diulang beberapa kali selama )-2 minggu.

>&ek samping dari terapi penyinaran adalah7 )/ $ritasi rektum dan "agina 2/ Kerusakan kandung kemih dan rektum :/ O"arium berhenti ber&ungsi. 0. Kemoterapi @ika kanker telah menyebar ke luar panggul, kadang dianjurkan untuk menjalani kemoterapi. 5ada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat anti-kanker bisa diberikan melalui suntikan intravena atau melalui mulut.
14

Kemoterapi diberikan dalam suatu siklus, artinya suatu periode pengobatan diselingi dengan periode pemulihan, lalu dilakukan pengobatan, diselingi denga pemulihan, begitu seterusnya. d. 6erapi biologis 5ada terapi biologis digunakan Fat-Fat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam mela an penyakit. 6erapi biologis dilakukan pada kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. 8ang paling sering digunakan adalah inter&eron, yang bisa dikombinasikan dengan kemoterapi. 5enatalaksanaan berdasarkan stadium7 1 $= $<,$$= 7 <iopsi Keru0ut 7 <iopsi keru0ut, Histerektomi total 7 Histerktomi radikal dengan lim&adenektomi panggul dan e"aluasi kelenjar lim&e paraaorta .bila terdapat metastasis dilakukan radioterapi pas0a pembedahan/ $$<,$$$,$A $A=, $A< 3. Prognosis Karsinoma ser"iks yang tidak diobati atau tidak memberikan respons terhadap pengobatan !5( akan mengalami kematian dalam dua tahun setelah timbul gejala. 5asien yang mengalami histerektomi dan memiliki risiko tinggi terjadinya rekurensi harus terus dia asi karena le at deteksi dini dapat diobati dengan radioterapi. #etelah histerektomi radikal terjadi 31( rekurensi dalam dua tahun. 7 Kemoradiasi .kemoterapi 5G, radiasi 25G/ 7 +adioterapi, +adiasi paliati&, kemoterapi.

&4. Pen-ega.an a/ =nak perempuan yang berusia di ba ah 21 tahun tidak melakukan hubungan seksual
15

b/ @angan melakukan hubungan seksual pada penderita kutil kelamin9 gunakan kondom untuk men0egah penularan kutil kelamin 0/ @angan berganti 2 ganti pasangan seksual d/ <erhenti merokok e/ 5emeriksaan panggul . pap smear / harus dimulai ketika seorang anita mulai akti& melakukan hubungan seksual 9 pada usia 21 tahun. #etiap hasil yang abnormal harus diikuti dengan pemeriksaan kolposkopi .pemeriksaan lebih dalam untuk melihat 0er"iks dengan pembesaran )1G/ dan biopsy. B. #onse$ Asu.an #e2idanan =suhan kebidanan adalah urutan pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan9masalah sesuai dengan bayi setelah lahir serta keluarga beren0ana =suhan kebidanan didasarkan ilmu dan kiat kebidanan, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, peren0anaan, implementasi, e"aluasi, dan pen0atatan asuhan kebidanan. =suhan kebidanan yang dilakukan yaitu menggunakan pola pikir manajemen kebidanan "arney -anajemen kebidanan merupakan proses peme0ahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, keterampilan dalam rangkaian9 tahapan ang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang ber&okus pada klien ."arney )!!'/ -anajemen kebidanan terdiri dari beberapa langkah yang neberurutan, yang dimulai dengan pengumpulan data dasar dan berakhir dengan e"aluasi. *angkah-langkahnya adalah7 ). $denti&ikasi data dasar 7 mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk menilai keadaan klien se0ara keseluruhan 2. -enginterpretasikan data untuk mengidenti&ikasi diagnosa9masalah aktual :. -engidenti&ikasi diagnosa9 masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya ;. -enetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta sistem rujukan berdasarkan kondisi pasien
16

e enang dan

ruang lingkup praktiknya dalam bidang kesehatan ibu masa hamil, masa persalinan, ni&as,

5. -enusun ren0ana asuhan se0ara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah sebelumnya .inter"ensi/ 6. 5elaksanaan langsung asuhan se0ara e&isien dan aman .implementasi/ '. -enge"aluasi kee&ekti&an asuhan yang diberikan. *angkah diatas merupakan langkah sistematis yang merupakan pola pikir. .Aarney, )!!'/ &. Langka. I. Identi+ikasi Data Dasar Dikumpulkan semua in&ormasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. 4ntuk memperoleh data dilakukan dengan 0ara7 a. =namnesa 7 biodata, ri ayat menstruasi, ri ayat kesehatan, ri ayat b. kehamilan, persalinan dan ni&as, biopsikosial, spiritual, pengeatahuan klien. 0. 5emeriksaan &isik sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan 66A. d. 5emerisksaan khusus 7 inspeksi, palpasi e. 5eeriksaan penunjang 7 laboratorium, 4#B, sinar H, dan sebagainya. .Aarney, )!!'/ 6ahap ini merupakan langkah a al yang akan mennetukan langkah berikutnya, sehingga kelengkapan data sesuai dengan kasus yang dihadapi akan menentukan proses interpretasi yang benar, sehingga dalam pendekatan ini harus komprehensi& melalui data subje0ti&, objekti&, dan hasil pemeriksaan sehingga dapat menggambarkan kondisi pasien yang sebenarnya dan "alid. .Aarney, )!!'/ '. Langka. II. Identi+ikasi Diagnosa5 Masala. Aktual Dilakukan ienti&ikasi terhadap diagnosa9 masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah diumpulkan. Data yang dikumpulkan diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang spesi&ik. .Aarney, )!!'/ (. Langka. III. Identi+ikasi Diagnosa5 Masala. Potensial <idan mengidenti&ikasi diagnosa9 masalah potensial berdasarkan diagnosa9 masalah yang didenti&ikasi. *angkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pen0egahan. <idan diharapkan dapat aspada dan bersiap-siap men0egah diagnosa9 masalah potensial ini menjadi benar-benar terjadi. .Aarney, )!!'/ *. Langka. I6. Tindakan Emergen-75 #ola2orasi5 #onsultasi5 "ujukan <idan atau dokter mengidenti&ikasi perlunya tindakan segera dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan lain sesuai kondisi klien. *angkah
17

ini men0erminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan. <eberapa data mungkin mengidenti&ikasikan situasi yang ga at dimana bidan harus bertindak segera untuk kepentingan keselamatan ji a ibu9 anak. #ituasi lainnya bisa saja tidak merupakan kega atdaruratan tetapi memerlukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter atau tenaga kesehatan lain. .Aarney, )!!'/ ,. Langka. 6. Inter%ensi5 "en-ana Tindakan -erupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah9 diagnosa yang telah diidenti&ikasi. +en0ana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa-apa yang sudah diidenti&ikasi dari ondisi klien atau dari setiap masalah yang berkaitan, tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap anita tersebut seperti apa yang telah diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan, konseling, dan apakah perlu merujuk bila ada masalah psikologis. #etiap ren0ana asuhan haruslah disetujui oleh bidan dan klien agar dapat dilaksanakan se0ara e&ekti&. #emua keputusan yang dikembangkan dalam asuhan menyeluruh ini harus rasional dan benar-benar "alid berdasarkan pengetahuan dan teori yang up to date. .Aarney, )!!'/ /. Langka. 6I. Im$lementasi 5eren0anaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi leh klien atau anggota kesehatan lainnya. -anajemen yang e&isien akan menyangkut serta meningkatkan mutu dan asuhan klien. .Aarney, )!!'/ 0. Langka. 6II. E%aluasi 5ada langkah ini dilakukan e"aluasi kee&ekti&an dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan apaah benar-benar sudah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana yang telah diidenti&ikasikan dalam diagnosa dan masalah. =da kemungkinan bah a sebagian ren0ana tersebut e&ekti& dan sebagian belum e&ekti&. Oleh karena itu perlu mengulang kembali dari a al setiap asuhan yang tidak e&ekti& melalui manajemen untuk mengidenti&ikasi mengapa proses manajemen tidak e&ekti&. .Aarney, )!!'/. =suhan kebidanan menggunaka pola pikir manajemen "arney tetapi untuk pendokumentasiannya menggunakan #O=5 #O=5 adalah 0atatan yang bersi&at sederhana, jelas, logis, dan tertulis. -etode ; langkah yang dinamakan #O=5 ini disarikan dari proses pemikiran penatalaksaan kebidanan.
18

aktu dan biaya

Dipakai untuk mendokumenkan asuhan pasien dalam rekaman medis pasien sebagai 0atatan kemajuan. -odel #O=5 sering digunakan dalam 0atatan perkembangan pasien. #eorang bidan hendaknya menggunakan #O=5 setiap kali dia bertemu dengan pasiennya. #elama antepartum, seorang bidan bisa menulis satu 0atatan #O=5 untuk setiap kunjungan, sementara dalam masa intrapartum, seorang bidan boleh menulis lebih dari satu 0atatan untuk satu pasien dalam satu hari. <entuk penerapannya adalah sebagai berikut .-u&dlilah, 211!/. -etode ; langkah yang dinamakan #O=5 ini disarikan dari proses pemikiran penatalaksanaan kebidanan. Dipakai untuk mendokumenkan asuhan pasien dalam rekaman medis pasien sebagai 0atatan kemajuan. <entuk #O=5 umumnya digunakan untuk pengkajian a al pasien, dengan 0ara penulisannya adalah sebagai berikut7 ). langsung 2. :. ! 8o2jekti+9 7 Data objekti& Data yang dari hasil obser"asi melalui pemeriksaan &isik A 8assesment9 7 =nalisis dan interpretasi <erdasarkan data yang terkumpul kemudian dibuat kesimpulan yang meliputi diagnosis, antisipasi diagnosis atau masalah potensial, serta perlu tidaknya dilakukan tindakan segera. ;. P 8$lan9 7 5eren0anaan -erupakan ren0ana dari tindakan yang akan diberikan termasuk asuhan mandiri, kolaborasi, diagnosis atau labolatorium, serta konseling untuk tindak lanjut. 5entingnya melakukan pendokumentasikan #O=5 yaitu untuk 7 ). diberikan kepada pasien 2. :. 5. 6. morbiditas '. klien =da beberapa alasan digunakannya #O=5 dalam pendokumentasian yaitu7
19

S 8su2jekti+9 7 Data subyekti& <erisi data dari pasien melalui anamnesis . a an0ara/ yang merupakan ungkapan

-en0iptakan 0atatan permanen tentang asuhan kebidanan yang Kemungkinan berbagai in&ormasi diantara para pemberi asuhan -em&asilitasi pemberian asuhan yang berkesinambungan -emungkinkan penge"aluasian dari asuhan yang diberikan -emberikan data untuk 0atatan nasional, riset, dan statisti0 mortalitas -eningkatakan pemberi asuhan yang lebih aman, bermutu tinggi pada

). 5embuatan gra&ik metode #O=5 merupakan progesi in&ormasi yang systematis yang mengorganisir penemuan dan konklusi bidan menjadi suatu ren0ana asuhan. 2. -etode ini merupakan penyulingan inti sari dari proses penatalaksanaan kebidanan untuk tujuan penyediaan dan pendokumentasian asuhan. :. #O=5 merupakan urutan-urutan yang dapat membantu bidan dalam mengorganisir pikiran bidan dan memberikan asuhan yang menyeluruh. *angkah-langkah dalam #O=5 yaitu7 ). obyekti& #emua 2. data yang telh dikumpulkan didokumentasikan kedalam &ormat pendokumentasian sesuai dengan situasi klien pada saat itu. 6ahap kedua adalah setelah data subyekti& dan obyekti& Pasien datang dengan $orsio 2erdara. 5$orsio 2er2enjol didokumentasikan, dibuat assessment data yang akurat berupa diagnosa atau masalah yang spesi&ik didokumentasikan sesuai dengan nomenklatur diagnosa kebidanan. Bio$si :PA ,ontoh 7 Diagnosa I 5ersalinan Kala $.nomenklatur dan non nomenklatur/ -asalah 7 Klien merasa kesakitan setiap kali kontraksi. )anas Kebutuhan
melengka$i $emeriksaan

6ahap pertama adalah pendokumentasian data subyekti& dan

Dis$lasia Berat

2. 6ahap ketiga adalah -eyusun ren0ana asuhan

+en0ana asuhan yang sudah dirumuskan dengan men0akup setiap hal yang berkaitan #ol$osko$i US) : P;. La2 : < +oto dengan semua aspek asuhan kesehatan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yaitu bidan A2dominal T.ora; klien didokumentasi agar dapat dilaksanakan dengan e&ekti&. :. 6ahap empat adalah pelaksananaa asuhan yang telah diren0anakan asuhan ini E#):konsul jika didokumentasikan dalam lembar pelaksanan asuhan. ada kelainan ;. 6ahap lima adalah mendokumentasikan e"aluasi kee&ekti&an pelaksanaan ren0ana asuhan dan pendokumentasian #O=5 dimulai lagi. $enentuan diagnosa Pro diagnostik

I s5d IIA
"#!

IIB s5d I6
"#! 3 Penatalaksanaan

C. Prota$ Poli !2sgin "SUP Dr.#ariadi dalam #emo '; Kemoradiasi Ser%iks

Penderita #anker ika jad=al lama

!$erasi "adikal Histerektomo total:lim+adeno$ati Pel%is Bilateral

After Loading 2x
20

Se2elumn7a dikasi. NAC 3;

#ontrol>kontrol

BAB III TIN UAN #ASUS =#4H=? K><$D=?=?


21

5=D= ?8. #= 52=) 4-4+ 51 6=H4? D>?B=? ,= >5$D>+-O$D #>+A$H #6=D$4- $$$< D$ 5O*$ O<#B$? +#45 Dr.K=+$=D$

6empat 5raktek 6anggal ?o +ekam -edis $. 5>?BK=@$=?

7 5oli Obsgin +#45 Dr. Kariadi 7 2! Oktober 21): 7 ,;;6)56

=. D=6= #4<8>K6$% $dentitas9 <iodata ?ama $bu 4mur 5endidikan 5ekerjaan #uku9bangsa =gama =lamat 7 ?y. #= 7 51 tahun 7 #D 7 $bu +umah 6angga 7 @a a 7 $slam 7 Kalada a +6 5endidikan 5ekerjaan #uku9bangsa =gama =lamat 7 #D 7 Wiras asta 7 @a a 7 $slam 7 Kalada a +6

'9+W 2,Kelurahan Kalada a,Ke0.6alang,Kab.6egal

'9+W 2,Kelurahan Kalada a,Ke0.6alang,Kab.6egal

5enanggung ja ab 7 #uami ?ama $bu 4mur 7 6n. < 7 55 tahun

22

=namnesa pada tanggal 2! Oktober 21): pukul 1!.51 W$< ). =lasan datang 7 +ujukan dari dr.Buna an atas indikasi 0a 0er"iks uteri 2. Keluhan 4tama7 $bu mengeluh mengalami keputihan J 2 bulan dan mengalami penurunan na&su makan :. +i ayat menstruasi 7

a. menar0he 7 )) tahun b. *ama 0. @umlah d. Warna e. siklus 7 ' hari 7 2-: G ganti pembalut9hari 7 merah 7 :1 hari

#aat ini ibu sudah menapause J ; tahun ;. +i ayat perka inan a. 4mur aktu nikah 7 )' tahun b. *ama 0. 5erka inan Ke d. @umlah anak 5. +i ayat Kesehatan #ekarang $bu mengeluh mengalami keputihan yang berbau J 2 bulan, na&su makan menurun, berat badan mengalami penurunan .$bu memeriksakan penyakitnya ke dr. Buna an 6anudjaja kemudian dilakukan biopsi pada bulan agustus 21):. Dari hasil biopsi ibu didiagnosa menederita 0a epidermoid ser"iks dan akhirnya ibu di rujuk ke +#45 Dr.Kariadi. #aat ini 7 :: tahun 7) 72

ibu sedang kontrol ke klinik obsgin +#45 Dr.Kariadi setelah melengkapi pemeriksaan .4#B abdominal,*ab,dan H &oto thoraks/.

+i ayat kesehatan9 penyakit yang lalu a. +i ayat 5era atan 5ernah dira at di 7 +#4D Kardinah pada tahun 2115 5enyakit *ama dira at b. +i ayat Operasi 5ernah dioperasi 5enyakit 7 operasi karena K>6 pada tahun 2115 7 K>6 7 K>6 7 ) minggu

0. +i ayat Kesehatan Keluarga =da ri ayat kanker dari keluarga yaitu kanker rahim yang diderita oleh tantenya. Benogram

K 5erempuan K *aki-laki

K =nggota Keluarga yang terkena kanker

6. +i ayat kehamilan, persalinan, ni&as yang lalu

Keadaan anak =na k ke 4K =bo rtus @enis 5enyulit9 << penolon part komplika Wakt g us si u lahir

hidup 4mr @K 5

mati 4mr @K -

aterm

spon tan spon tan -

dukun

:111 gr )311 gr -

:2 tahu n :1 tahu n -

aterm

dukun

: bln

iya

'. +i ayat Kb @enis -OW *ama penggunaan Dari tahun 2115sekarang Keluhan =lasan <erhenti -

3. 5ola pemenuhan kebutuhan sehari-hari a. 5ola nutrisi 7 $bu makan :G sehari, porsi sedikit dengan lauk nabati .tahu, tempe/ dan he ani .telur, ikan/, dan sayur. -inum J6-' gelas sehari keluhan 7 ibu mengeluh mengalami penurunan na&su makan

b. 5ola eliminasi 7 <=< ) Gsehari konsistensi lunak, <=K 6G sehari, tidak ada masalah

0. 5ola istirahat 7 $bu tidur malam J ' jam sehari, tidur siang J ) jam sehari

d. 5ola akti"itas 7 $bu mengerjakan pekerjaan rumah tangga e. 5ersonal hygiene 7 $bu mandi 2G sehari, gosok gigi :G sehari, keramas :G seminggu, ganti pakaian bersih 2G sehari &. 5ola seGual 7 $bu jarang melakukan hubungan seksual !. Data 5sikologis #e0ara psikologis ibu terlihat 0emas dengan kondisinya saat ini. $bu selalu berdoa pada =llah #W6 agar penyakitnya bisa sembuh, dan ibu yakin bah a dia akan sembuh. )1. Data 5siko sosial 7 a. 5erilaku kesehatan 7 ibu tidak merokok, tidak minum alkohol, dan tidak mengkonsumsi obat-obatan. b. *ingkungan 7 ibu berada di lingkungan yang mendukung kondisinya. 0. Hubungan dengan suami dan keluarga 7 ibu menyatakan hubungannya dengan suami dan keluarga baik $$. D=6= O<8>K6$% ). 5emeriksaan umum a. Keadaan 4mum b. Kesadaran 0. #tatus emosional d. 6anda "ital 7 baik 7 0omposmentis 7 stabil 7

)/ 6D 2/ ?adi :/ ++ ;/ #uhu 5/ << 6/ 6<

7 ))19'1 mmHg 7 3;G9mnt 7 2;G9mnt 7 :6,3L, 7 ;! kg 7 );3 0m

e. 5emeriksaan &isik Keadaan 4mum 6ampak sakit 7 5u0at 7 #esak 7 Kesadaran 7 BiFi 7 Kejang 7 6idak 6idak 6idak ,omposmentis ,ukup 6idak

Kulit Warna 7 5igmen 7 <asah9kering 7 Kuku 7 +ambut 7 6urgor 7 Kepala <entuk 7 *ain-lain -ata 5alpebra ?ormal -eso0hepal Distribusi merata #a o matang Ke0oklatan Kering 6idak panjang 6idak +ontok <aik

,onjungti"a Berakan bola mata 5upil #klera 6elinga -embran tympani 5eradangan *ain-lain Hidung +ongga hidung #eptum *ain-lain -ulut <ibir 5alatum molle Dasar mulut Kelenjar ludah Kelenjar mandiibularis Busi Bigi geligi *idah *ain-lain 6enggorokan 6onsil

-erah muda ?ormal ?ormal 5utih

?ormal 6idak ada -

<ersih #imetris -

#imetris, tidak biru ?ormal <ersih, t.a.k ?ormal sub 6idak ada pembesaran 6idak ada pendarahan gusi -asih lengkap 6idak ada kelainan -

6idak ada pembesaran, tidak ada peradangan ?ormal -

5harynG *ain-lain

*eher 5embuluh darah Desakan "enosa 6umor9lymphonodi Kenjar tyroid 6ra0hea Kaku leher *ain-lain Dada <entuk 5erna&asan #imetri *ain-lain -amae <enjolan 5ernanahan 5uting *ain-lain @antung $nspeksi 5alpasi 5erkusi =uskultasi 5aru-paru.depan belakang/ $nspeksi 5alpasi 5erkusi #imetris 6idak ada nyeri tekan dada #onor 6idak tampak i0tus 0ordis $0tus 0ordis tak teraba <atas jantung normal <ising jantung normal 6idak ada 6idak ada -enonjol #imetris 6eratur 8a 6idak ada pembesaran 6idak ada 6idak ada 6idak ada pembesaran ?ormal 6idak ada -

=uskultasi =bdomen <entuk 4mbili0alus ?yeri =s0ites Dinding .kulit/ perut Hati Binjal +e&leks dinding perut *impa 5eristaltik *ain-lain Benetalia Aagina 4terus #er"iks

6idak ada suara tambahan

#imetris, 6idak membun0it 6idak hernia 6idak =da 6idak ada ?ormal 6idak ada pembesaran 6idak teraba 6erbatas 6idak ada pembesaran ?ormal -

=da keputihan, berbau 6idak ada pembesaran uterus ada benjolan, batas tegas ser"iks berbenjol-benjol, rapuh mudah berdarah, in&iltrat.M/ s9d )9: dinding "agina uretra tak ada keluhan, parametrium dan adneksa tak ada massa

*ain-lain

>kstremitas Superior in$erior Warna Oedem 6remor Warna Oedem 6remor ,oklat .-/ .-/ 0oklat .-/ .-/

*ain-lain *ain-lain

?eurologik #ensorik -otorik Koordinasi +e&leks *ain-lain +e0to anal ,allumna "ertebralis

6idak ada kelainan 6idak ada kelainan <aik, 6idak ada kelainan M9M

6idak ada hemoroid ?ormal

2. 5emeriksaan obstetri0 7 -uka 7 tidak oedem, tidak pu0at

5ayudara 7 simetris, puting susu menonjol, tidak ada benjolan =bdomen 7 tidak ada nyeri tekan abdomen Benetalia 7 tidak ada in&eksi, tidak ada kelainan, ada 55A keputihan yang kental, arna putih susu, dan berbau

=. PEME"I#SAAN PENUN AN) 7 ). 5atologi anatomi pada tanggal 21 =gustus 21): hasil 7 KeratiniFing epidermoid 0ar0inoma 0er"iG, moderately, di&&erntiated 2. 5emeriksaan *aboratorium tanggal 2: Oktober 21): )/ pemeriksaan darah lengkap 5emeriksaan Hemoglobin Hasil ):,1 #atuan gr( ?ilai normal )2,11-)5,11

Hematokrit >ritro0it -,H -,A -,H, *eukosit 6rombosit +DW -5A K$-$= K*$?$K Blukosa #e aktu 4reum ,reatinin #BO6 #B56 >lektrolit ?atrium Kalium ,hlorida $mmunoserologi Hb#=g

:!,: ;,33 26,5 31,5 :: ',:! :1; )6,' ',3:

( @uta9mmk 5! &* g9d* +b9mmk +b9mmk ( &*

:5,1-;',1 :,!1-5,61 2'-:2 '6-!6 2!-:6 ;-)) )51-;11 )),6-);,3 ;-))

))5 22 1,62 22 :1

mg9d* mg9d* mg9d* 49* 49*

';-)16 )5-:! 1,6-),: )5-:' :1-65

);) ;,2 )12

-mol9* -mol9* -mol9*

):6-);5 :,5-5,) !3-)1'

negati&

negati&

:. 4rin +utin arna kejernihan 5H protein reduksi sedimen kuning jernih 6 negati& negati&

mg9dl mg9dl

;,3-',; negati& negati&

epitel leukosit eritrosit kristal #ill. Hyalin #ill. 5atologi #ill.Branulosa

).1 :.! 21;,2 1,) 1.11 1.11 negati&

9ul 9ul 9ul 9ul 9ul 9ul m9lpk m9lpk m9lpk m9lpk m9lpk 9ul 9ul 9ul 9ul 9ul mg90m

1,11-;1,1 1,11-21,1 1,11-2511 1,11-)1,11 1,11-),21 1,11-1,51 negati& negati& negati& negati& negati& 1,11-1,51 1,11-2511 1.11-6,1 1,11-),11 1,11-:,11 :-2' negati& negati&

halus #ill. Branulosa negati& Kasar #ill.epitel #ill.eritrosit #ill.leukosit mu0us 8east 0ell >pitel tubulas bakteri sperma kepekatan urologi AD+* 65H= negati& negati& ?egati& ):,:) 1,11 1,6 5.! 1,11 21,2 negati& negati&

;. 4#B =bdominal pada tanggal 25 oktober 21): Hepar 7 4kuran tampak normal, eksogenitas parenkim normal, tak tampak nodul. Aena hepatika dan "ena porta tak melebar. Duktus biliaris 7 $ntra dan ekstra hepatal tak melebar Aesika &olen 5rankreas *ien Binjal kanan Binjal kiri 7 ukuran normal, dinding tak menebal, tak tampak sludge, tak tampak batu 7 4kuran dan parenkim normal, tak tampak kalsi&ikasi. 7 parenkim dan ukuran normal, "ena lienalis tak melebar 7 bentuk dan ukuran normal, batas kortikomedular jelas, tak tampak batu, pielokaliks tak melebar 7 bentuk dan ukran normal, batas kortikomedular jelas, tak tak tampak penipisan korteks, tak tampak pembesaran kelenjar lim&e dan aorta.

Aesika urinaria 7 dinding tak menebal, permukaan rata, tak tampak batu, tak tampak massa 4terus 7 uukuran tak membesar, tampak massa inhomogen, berbenjol-benjol, batas tegas ukuran ;,6 G 5,! 0m pada 0er"iks uteri, tak tampak 0airan bebas intra abdomen #esan ? -assa inhomogen, berbenjol-benjol, batas tegas ukuran ;,6 G 5,! 0m pada 0er"iks uteri0enderung maligna 6ak tampak kelainan lain pada sonogra&i organ-organ intraabdomen di atas 5. 5emeriksaan G &oto thoraks Hasil 7 ,or tak tampak membesar 6ak tampak metastasis maupun kelainan lain pada paru tulang yang ter"isualisasi 6. 5rogram ? >KB III. ANALISA ?y. #= 52=) umur 51 tahun dengan 0a epidermoid ser"iG stadium $$$< I6. PENATALA#SANAAN Tanggal '3 !kto2er '4&( $ukul &4. &4 @IB angka $anjang angka $endek ). ?> ?

-engobser"asi K4 dan 66A Hasil 7 K4 baik, 0omposmentis, 6D 7))19'1 mmhg, nadi 7 3;G9menit, ++ 7 2; G9menit, suhu 7:6,3L,

2.

-elakuan persiapan pemeriksaan ginekologi yaitu dengan mempersiapkan alat dan posisi pasien Hasil 7 alat untuk pemeriksaan dalam sudah siap dan pasien sudah dalam posisi litotomi di meja ginekologi

:.

Kolaborasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan dalam

Hasil 7 %luG M, &luor M Aul"a t.a.k Aagina 7 in&iltrat M s9d )9: 5ortio 7 berbenjol, mudah berdarah ,ut ;. 7 sebesar telur ayam 5aram 7 in&iltrat M9M Kolaborasi dengan dokter untuk melakukan konsul >KB Hasil 7 ibu akan melakukan konsul >KB 5. -emberikan moti"asi pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.-isal7 menganjurkan pasien makan makanan yang bergiFi dan tetap harus makan alaupun tidak na&su makan dengan 0ara makan sedikit tapi sering dan menghindari minum di sela makan Hasil 7 pasien akan mengikuti anjuran 6. -enganjurkan pada ibu untuk menjaga kebersihan terutama kebersihan alat kelamin untuk men0egah masuknya kuman dalam alat kelamin yaitu ganti 0elana dalam sesering mungkin dan bila basah akibat keputihan Hasil 7 pasien akan mengikuti anjuran untuk ganti 0elana dalam sesering mungkin dan bila basah akibat keputihan '. -emberikan in&ormasi pada pasien tentang penyakit yang dideritanya meliputi prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang harus dilakukan dan memberikan moti"asi pada ibu untuk tetap berdoa dan optimis sembuh dari penyakitnya. hasil 7 ibu mengerti dan akan selalu berdoa untuk kesembuhan penyakitnya. 3. -engantar pasien untuk melakukan >KB Hasil 7 @am )).15 pasien sudah diantar untuk melakukan >KB @am )).51 W$< pasien kembali ke poli dengan hasil >KB 7 sinus takikardi !. -enganjurkan ibu untuk kembali kontrol jika sudah ditelpon dokter ginekologi untuk pro diagnostik dengan dokter spesialis obsgin onkologi

Hasil 7 ibu mengerti dan akan kontrol jika sudah ditelpon dokter ginekologi

BAB I6 PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini, penulis akan menganalisa antara asuhan kebidanan yang diberikan kepada ?y. #= 52=) umur 51 tahun dengan 0a epidermoid ser"iG

stadium $$$< dengan teori yang ada. <anyak hal yang ditemukan dalam melakukan asuhan kebidanan mulai dari pengumpulan data subjekti&, objekti&, analisa dan penatalaksanaan terhadap klien dengan ,a.,er"iG di +#45. Dr.Kariadi. =dapun hal-hal yang penulis temukan selama melakukan asuhan kebidanan adalah sebagai berikut 7 A. Su2jekti+ 5ada pengumpulan data subjekti& penulis melakukan anamnesa dengan 0ara a an0ara kepada ?y. #= . Hasil anamnesa, $bu telah menikah dan akti& melakukan akti&itas seksualnya sejak umur klien )' tahun, hal ini sesuai dengan teori bah a salah satu &aktor resiko ,a. ,er"iG yaitu hubungan seksual yang dilakukan se0ara dini. Disamping hal yang tersebut diatas, berdasarkan keluhan utama, ibu pernah mengalami ke putihan dialami sejak 2 bulan terakhir yang berbau. Hal ini sesuai dengan teori dari tanda dan gejala Kanker #er"iks. B. !2jekti+ 5ada pengumpulan data objekti& penulis memperoleh data dengan melihat keadaan umum, melakukan pemeriksaan tanda-tanda "ital, pemeriksaan &isik dan pemeriksaan penunjang .patologi anatomi, pemeriksaan laboratorium, 4#B abdominal, 5emeriksaan H &oto thoraks/ C. Analisa 5ada tahap melakukan analisa penulis tidak menemukan kesulitan karena diagnosis sudah dapat ditegakan dari keluhan utama, pemeriksaan &isik dan pemeriksaan penunjang. Dari data subjekti& dan objekti& ?y. #=. dapat didiagnosis sebagai 52=) dengan Kanker #er"iks stadium $$$<. D. Penatalaksanan 5enatalaksanaan pada ?y. #= dengan Kanker #er"iks stadium $$$< dilakukan sesuai dengan protap pelaksanaan yang ada, dimana sebelum pemberian terapi dilakukan pro diagnostik untuk menetapkan diagnostik agar pemberian terapi dapat dilakukan dengan tepat.

#elain itu, diberikan asuhan kebidanan yang komprehensi& dengan pendekatan <io-5sikososial yaitu dengan memberikan asuhan sesuai dengan standar pro&esi kebidanan dan moril dan spiritual pada klien. Demikian analisa penulis, bah a antara asuhan kebidanan yang diberikan pada ?y. #= 52=) umur 51 tahun dengan 0a epidermoid ser"iG stadium $$$< telah sesuai dengan teori. e enangnya serta memberikan dukungan

BAB 6 PENUTUP A. #ESIMPULAN

Kanker ser"iks adalah suatu proses keganasan yang terjadi pada ser"iks, sehingga jaringan disekitarnya tidak dapat melaksanakan &ungsi sebagaimana mestinya. Kanker leher rahim .kanker ser"iks/ merupakan sebuah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim9ser"iks, yaitu bagian terendah dari rahin yang menempel pada pun0ak "agina. >tiologi kanker ser"iks yaitu "irus H5A .Human 5apiloma Airus/ biasanya paling banyak ditemukan pada kanker ser"iks tipe )6 dan )3. =suhan Kebidanan yang dilaksanakan pada ?y. #= 52=) dengan ,a.,er"iG stadium $$$< 5oli Obsgin +#45 Dr. Kariadi sebagai berikut7 ). 5engumpulan data subjekti& dapat diperoleh dengan lengkap 2. 5engumpulan data objekti& se0ara lengkap dan akurat :. =nalisa kebidanan dapat ditegakan dengan tepat ;. 5enatalaksanaan sesuai dengan 5rotap yang ada 5. 5endokumentasian dilakukan dalam bentuk #O=5

B.

SA"AN Diharapkan pemba0a mampu meningkatkan pengetahuannya tentang Kanker #er"iks sehingga dapat melakukan pemeriksaan sejak dini. Kepada petugas kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan penatalaksanaan Kanker #er"iks

DAATA" PUSTA#A

Ha0her9moore, 211), Esensial obstetric dan ginekologi, hypokrates , jakarta

=bdul bari sai&uddin,, 211) , %uku acuan nasional @akarta

pela anan kesehatan

maternal dan neonatal, penerbit yayasan bina pustaka sar ono pra irohardjo,

-arlyn Doenges,dkk, 211)&!encana pera'atan (aternal)%a i& >B, , @akarta

Helen Aarney,DKK, 2112& %uku Saku %idan& cetakan *& >B,, @akarta

*ynda @ual ,arpenito, 211)& %uku Saku Diagnosa kepera'atan edisi +&>B,,@akarta. 5ra irohardjo, #. $lmu Kandungan. @akarta7 8ayasan <ina 5ustaka #ar ono 5ra irohardjo. 2115.