Anda di halaman 1dari 7

Tradisi Budaya Jawa

RITUAL RUWATAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebudayaan jawa merupakan kebudayaan yang mengutamakan keseimbangan, keselarasan dan keserasian. Masyarakat jawa selalu ingin setiap unsur yang ada pada dirinya menjadi selaras, seimbang dan serasi. Keselarasan maksudnya adalah menjauhi hal-hal yang tidak disukai atau tidak cocok. Apabila ada hal-hal yang mengganggu keselarasan atau seimbangan, harus segera dikembalikan agar kehidupan menjadi seimbang. ni menimbulkan suatu kepercayaan yang disebut dengan nama kejawen. Kejawen adalah ajaran spiritual asli leluhur tanah jawa, yang belum terkena pengaruh budaya luar. Artinya sebelum budaya hindu dan budha masuk ke tanah jawa, para leluhur tanah jawa sudah mempunyai peradaban budaya yang tinggi. ni dibuktikan adanya beberapa cara pandang spiritual kejawen yang tidak ada di budaya hindu. Adapun yang kita warisi sekarang adalah kejawen yang telah memlalui proses sinkritisme budaya, hal ini menunjukkan betapa tolerannya para leluhur tanah jawa dalam menyikapi setiap budaya yang masuk ke tanah jawa. !alah satu ajaran dalam kejawen adalah ruwatan. "uwatan adalah tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian atas dosa#kesalahannya yang diperkirakan akan berdampak kesialan di dalam hidupnya. $ari %raian di atas, penulis tertarik untuk mengulas lebih lanjut mengenai ritual ruwatan dalam hubungan . B. Rumusan Masalah &. Apakah yang dimaksud dengan ritual me-nayuh keris dan menjamas pusaka' (. Bagaimana hubungan me-nayuh dan men-jamas pusaka terhadap keselarasan, keseimbangan dan keserasian'

C. Lan asan Te!r" &. "itual me-nayuh keris Me-nayuh keris adalah suatu cara untuk menguji kecocokan keris dengan pemilik keris. "itual ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah meletakkan keris dibawah bantal saat tertidur. Kecocokan keris dengan pemilik keris diketahui ketika pemilik keris tersebut bermimpi. (. "itual men-jamas pusaka Men-jamas pusaka adalah ritual yang dilakukan oleh masyarakat jawa untuk mempertahankan kekuatan atau isi keris. Men-jamas pusaka biasanya dilakukan setiap malam satu suro. ). Keselarasan, keseimbangan dan keserasian dalam masyarakat jawa Masyarakat jawa yang menganut kejawen sangat memperhatikan keselarasan, keseimbangan dan keserasian dalam kehidupan sehari-harinya. *al tersebut dilakukan agar kehidupan mereka senantiasa aman dan tentram. D. Met! el!g" Penul"san Metodelogi +enulisan dalam makalah ini adalah studi pustaka, yaitu metode yang menggunakan berbagai macam sumber untuk kemudian dianalisis hingga menjadi sebuah pemikiran baru.

BAB II PEMBAHA#AN A. Deskr"$s" lmu ,ayuh Keris adalah sejenis ilmu tradisional yang digunakan untuk menentukan apakah sebilah keris akan cocok dipakai atau dimiliki oleh seseorang, atau tidak. lmu ini terutama berman-aat untuk meningkatkan kepekaan seseorang agar dia dapat menangkap kesan karakter sebilah keris dan menyesuaikan dengan kesan karakter dari calon pemiliknya. .ontohnya, keris yang menampilkan karakter keras, galak, tidak baik dipakai oleh seorang yang si-atnya keras dan kasar. %ntuk orang semacam itu sebaiknya dipilihkan keris yang karakternya lembut, dingin. Ada berbagai cara untuk me-nayuh sebilah keris atau tombak. $i +ulau Jawa dan dibeberapa daerah lainnya, yang terbanyak adalah dengan cara meletakkan keris atau tombak itu di bawah bantal, atau langsung dibawah tengkuk, sebelum tidur. Agar aman, keris atau tombak itu lebih dahulu diikat dengan sehelai kain dengan sarungnya. $engan cara ini si +emilik atau orang yang me-nayuh itu berharap dapat bertemu dengan /isi/ keris dalam mimpinya. Jika malam pertama tidak berhasil biasanya akan diulangi pada malam berikutnya, dan seterusnya sampai mimpi yang diharapkan itu datang. Keris atau tombak itu dianggap cocok atau jodoh, bilamana pada saat ditayuh orang bermimpi bertemu dengan seorang bayi, anak, gadis, atau wanita, pemuda atau orang tua, yang menyatakan ingin ikut, ingin diangkat anak, atau ingin diperistri. Bisa jadi, yang ditemui dalam mimpi termasuk juga makhluk yang menakutkan. Mimpi yang serupa itu dita-sirkan sebagai isyarat dari /isi/ keris yang cocok atau tidak cocok untuk dimiliki. Bagi para pemilik yang telah mengetahui kecocokan keris dengan dirinya akan senantiasa merawat kekuatan atau isi keris tersebut dengan ritual jamas pusaka. Men-jamas pusaka adalah proses merawat dan

menjaga pusaka hingga tetap bebas dari karat hingga terjaga dari kerusakan. +roses merawat pusaka ini mulai dari proses membersihkan dari karat#mutih, mewarangi, hingga meminyaki dan memberi wewangian pada pusaka. Keseluruhan proses ini disebut proses Jamasan +usaka. $an yang terpenting dari seluruh proses ini adalah sikap batin kita yang harus 0nderek langkung1 alias permisi, menghormati dan tidak meremehkan. *al tersebut merupakan penghormatan kita atas kerja sang empu dan atas berkah Tuhan atas pusaka tersebut. B. R"ngkasan Deskr"$s" Me-nayuh keris dan men-jamas pusaka merupakan tradisi yang sudah ada secara turun-temurun dari nenek moyang. Tradisi ini masih ada sampai saat ini dan masih sangat dipercaya oleh masyarakat yang masih menganut kejawen secara kental. Man-aat nayuh keris dan jamas pusaka adalah mendekatkan diri dan menghormati kepada sang empu pembuat keris dan atas berkah Tuhan pada pusaka tersebut. C. Inter$retas" Jaman telah semakin maju. ,amun, kebudayaan jawa masih tetap bertahan di tengah ramainya budaya luar negeri yang masuk ke ndonesia, terutama pulau jawa. !alah satu kebudayaan jawa tersebut adalah nayuh keris dan jamas pusaka. "itual nayuh keris merupakan cara untuk menyelaraskan pemilik dengan kerisnya. Keselarasan pemilik dengan kerisnya akan membuat pemilik itu terhindar dari bala atau penyakit yang datang dari keris tersebut. sedangkan ritual jamas pusaka digunakan untuk mempertahankan kakuatan atau isi keris agar tetap terjaga dengan baik. Masyarakat kejawen percaya bahwa hal-hal di dunia ini haruslah selaras, seimbang dan serasi agar kehidupan berjalan dengan baik. $engan kehidupan yang baik, masyarakat jawa akan merasa aman dan tentram tanpa takut akan datangnya bala atau penyakit yang datang akibat ketidakselarasan, ketidakseimbangan dan ketidakserasian manusia dengan sekitarnya.

BAB III PENUTUP A. %es"m$ulan ,ayuh keris merupakan ritual masyarakat jawa untuk menemukan kecocokan antara keris pusaka dengan pemiliknya. .ara yang paling sering dilakukan dalam ritual ini adalah dengan meletakkan keris dibawah bantal atau langsung ditengkuk. Man-aat dari nayuh keris ini adalah terjadinya keselarasan antara pemilik keris dengan kerisnya sehingga keris tersebut tidak menimbulkan bala atau penyakit pada diri pemilik. Jamas pusaka merupakan ritual masyarakat jawa untuk mempertahankan kekuatan atau isi dari keris pusakanya. .ara ini biasanya dilakukan dengan merawat dan menjaga pusaka hingga tetap bebas dari karat hingga terjaga dari kerusakan. !etiap kebudayaan pastilah memiliki maksud. Budaya kejawen selalu berusaha untuk menciptakan kehidupan yang selaras, seimbang dan serasi. %ntuk itu dilakukan berbagai macam cara seperti nayuh keris dan jamas pusaka. ,amun, jangan terlalu mempercayai ritual ini agar tidak menjadi syirik yang berakibat buruk. "itual jamas pusaka hanya untuk merawat keris dari karat yang menempel sehingga keris tetap terlihat bagus, bukan untuk menjaga kekuatan. B. #aran untuk $em&a'a &. Jangan terlalu percaya pada hal-hal yang berbau mistik agar tidak menjadi syirik. (. Mistik memang ada tapi tetap gunakan akal pikiran agar tidak salah dan menyalahi aturan agama. ). Ambilah hal-hal positi- yang terkandung dalam kebudayaan jawa.

DA(TAR PU#TA%A http2##map-bms.wikipedia.org#wiki#Budaya3Jawa http2##id.wikipedia.org#wiki#+embicaraan2Kejawen http2##yayasanshaktibhakti.blogspot.com#(4&4#45#ritual-ilmu-tayuh-keris.html