Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kota Kandangan merupakan Kabupeten yang baru berkembang, yang baru diresmika pada tanggal 5 januari 2004, dengan usia baru 5 tahun belum banyak perubahan yang terjadi baik di sektor ekonomi, sosial dan budaya serta dari segi
infrastruktur. Sehingga menyebabkan Kota Kandangan merupakan salah satu

Kabupaten yang tertinggal di Kalimantan Selatan. Akses darat menuju ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan belum bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan melalui darat, selama ini akses yang digunakan adalah melalui jalur air dan itu memerlukan jarak tempuh yang lama, yaitu satu selama 24 jam. Dikerenakan oleh itu pemerintah setempat merencanakan pembangunan jalan raya Kandangan-Banjarmasin sejauh 300Km untuk

memperbaiki serta mempermudah sarana transportasi masyarakat Kandangan. Konstruksi jalan akan dibuat suatu jalan dua-jalur dua-arah, dengan lebar tujuh meter dengan memanfaatkan segmen area yang telah ada bila memungkinkan selain itu juga akan dibangun jembatan. Lingkup proyek meliputi pembangunan ruas jalan baru antar Kandangan dan Banjarmasin. Desain jalan termasuk tidak terbatas pada : Geometris jalan, pekerjaan tanah, pondasi dan pengaspalan, drainase, perlengkapan jalan, tanda dan marka

jalan, jembatan dan struktur lain. Dan juga disesuaikan dengan standar jalan Kelas II, 2-jalur. Aktivitas konstruksi akan meliputi: 1. 2. 3. 4. Pembersihan lahan rawa Pekerjaan tanah (pengurugan) Perkerasan Pelindung kemiringan sementara dan permanen dan kendali erosi,(dindig penahan tanah 5. 6. Konstruksi jembatan sederhana Pemasangan pagar pembatas, rambu dan peralatan kendali lalu lintas, marka jalan dll. proyek pembangunan jalan atau pengembangan jalan penetrasi dimasukkan sebagai aktivitas-aktivitas yang memberi dampak penting. Aktivitas-aktivitas seperti ini membutuhkan dokumen ANDAL mengurangi potensi dampak negatif terhadap lingkungan Konstruksi proyek direncanakan dimulai awal tahun 2010 selama dua tahun. Operasi proyek direncanakan berlanjutan dan bila diperlukan pemeliharaan dan peningkatan jalan di masa depan dapat direncanakan. Aktivitas proyek dari tahap pra-konstruksi sampai tahap operasi bisa menyebabkan dampak besar dan penting terhadap komponen fisik-kimiawi dan biologis di lingkungan area proyek tersebut. Dampak besar lain yang bisa timbul terkait dengan komponen sosioalekonomi, dan kesehatan masyarakat.

1.2 Tujuan Studi Tujuan dilaksanakanya studi ANDAL adalah: 1. Memantau sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia yang berlaku tentang pembangunan jalan baru. 2. Memantau komponen lingkungan hidup yang peranannya penting yang diperkirakan akan terkena dampak yang besar, dan untuk mengukur perubahan yang terjadi 3. Memastikan bahwa peninjauan lingkungan hidup dilakukan secara efektif sesuai dengan persyaratan teknis atau hukum dan undang-undang yang relevan.

1.3 Kegunaan Studi ANDAL Kegunaan dilaksanakanya studi ANDAl adalah: 1. Mempermudah pihak pelaksana selama prakonstruksi, konstruksi, dan tahap operasi. 2. Data yang diperoleh dari studi ANDAL dapat digunakan untuk bukti atas kerusakan lingkungan hidup yang mungkin akan terjadi dikemudian hari.

BAB II RUANG LINGKUP STUDI

2.1 RINGKASAN DAMPAK BESAR DAN PENTING Komponen-komponen lingkungan hidup yang berpengaruh dalam pelaksanan proyek adalah antara lain: udara, tanah, air, dan manusia. a) Udara Pengerjaan Lahan selama penyiapan lokasi secara terus menerus akan

menurunkan mutu udara, khususnya dikarenakan debu dan emisi kendaraan. Peralatan alat berat yang digunakan untuk penggalian (excavator) akan meningkatkan konsentrasi polusi di udara, dan debu. Emisi kemungkinan besar akan muncul dan berlanjut selama konstruksi dan pengoperasian jalan nantinya, hal itu dikarenakan sifat pengoperasian jalan raya dalam jangka-panjang dan penggunaan semua jenis kendaraan bermotor akan semakin mengrangi mutu dari udara. b) Tanah Aktivitas persiapan lokasi akan menyebabkan perubahan atau terjadinya pergeseran tanah, dan secara bila dilakukan secara temporer meningkatkan erosi tanah. c) Kualitas Air

Aktivitas proyek selama tahap konstruksi dan operasi akan menimbulkan erosi tanah dan gangguan kualitasair yang berpotensi meningkatkan kekeruhan air. Kualitas air mungkin akan terpengaruh oleh partikel debu dan partikel ban, dan

juga kotoran lain yang terkumpul seiring waktu dari permukaan jalan. Tetesan oli mungkin terjadi dan berpotensi mempengaruhi mutu air permukaan. d) Biologi Pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung akan memberi dampak atas flora dan fauna yang ada karena beragamnya zona sumber daya alam yang termasuk di dalam koridor jalan, dan beragamnya populasi hewan dan tumbuhan. Meskipun demikian, studi mengindikasikan bahwa masih banyak fauna yang ditemukan terutama jenis-jenis burung. Perhatian khusus diperlukan untuk mengurangi dampak negatif yang berkaitan dengan aktivitas konstruksi proyek. Dampak potensial atas biota air adalah konsekuensi dari menurunnya kualitas air dan kerusakan fisik (yaitu dasar sungai yang tertutupi oleh lumpur dari hasil kegiatan konstruksi). Tindakan pengelolaan yang tepat diperlukan untuk melindungi dan melestarikan kualitas air e) Sosial

Komponen sosial adalah komponen terpenting dalam lingkungan hidup. Banyak pedesaan mengelilingi area lokasi proyek. Proyek berpotensi mempengaruhi perekonomian, kependudukan, kesehatan umum, norma-norma lokal, nilai, dan gaya hidup. Karena rencana proyek terutama terdiri dari pembanguna jalan baru. Program pengembangan masyarakat perlu dikembangkan untuk memaksimalkan manfaat proyek dan untuk mengurangi dampak negatif potensial yang biasanya berkaitan dengan proyek pembangunan berskala besar. Relokasi pemilik tanah dan keluarga yang tinggal di lokasi diperlukan dan membutuhkan perhatian khusus selama pembangunan infrastruktur.

f)

Transportasi

Aspek transportasi adalah frekuensi kecelakaan lalu lintas yang dapat terjadi pada saat kostruksi proyek dari kegiatan mobilisasi materian dan peralatan dan pada tahap operasi dengan sudah lancarnya jalur jalan maka pengguna jalan umumnya akan memacu kendaraan lebih cepat sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan baik pengguna jalan maupun masyarakat yang tinggal dekat dengan lokasi jalan dapat terjadi peningkatan.

2.2 WILAYAH STUDI Studi ANDAL yang dilaksanakan berlokasi mulai dari Kandangan sampai dengan Banjarmasin dan ini berjarak sejauh 300km. berikut peta perencanan lokasi proyek

BAB III METODE STUDI

3.1 Metode Pengumpulan Data dan Analisis Data Metedologi penelitian pada dasarnya adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan. Sebagai upaya pendekatan terhadap kriteria desain suatu perencanaan data yang diperoleh adalah data kuantitatif dari berbagai referensi yang ada. Dalam melakukan dan membuat dokumen ANDAL ini, dipakai metode penelitian yang dimaksudkan untuk memudahkan penulisan dalam penyusunan berdasarkan data yang ada. Adapun metode penelitian yang digunakan untuk penulisan ini adalah: a. Metode Deskriptif Penulisan dilakukan dengan menghimpun data dan informasi yang telah ada dan diasumdsikan beberapa hal yang sesuai dengan data yang ada untuk kemudian diadakan penelitian kembali terhadap perhitungan tersebut. Data yang ada dianalisis, kemudian dibuat data baru sebagai perbandingan untuk mendapatkan data yang lebih efektif dan ekonomis. b. Metode Pengumpulan Data Dalam penulisan dokumen ANDAL ini menggunakan penelitian langsung di lapangan serta mempelajari buku-buku referensi kepustakaan yang

berhubungan dan relevan dengan masalah-masalah yang muncul. Data yang diperlukan yang diperlukan diantaranya adalah data lalu lintas, geometrik jalan, dan kondisi tanah setempat. c. Metode Observasi Pengambilan data-data yang diperlukan dalam penyusunan dokumen ANDAL ini dengan cara mengadakan penelitian secara langsung terhadap objek yang dipermasalahkan, serta dengan cara mengetahui struktur janan yang akan di bangun, harga bahan setempat dan upah di lapangan, serta mempelajari bukubuku atau referensi kepustakaan yang berhubungan dan relevan dengan masalah-masalah yang ada.

3.1.1 Teknik Penulisan 1. Persiapan Pengumpulan buku-buku atau literatur yang berkenaan dengan masalah yang diangkat dalam dokumen ANDAL. 2. Studi Literatur Studi literatur ini dimaksudkan untuk mendapatkan dasar-dasar teoritis yang diperlukan sebagai landasan pemikiran penulisan dokumen ANDAL ini. 1. Analisisa Data Analisa data ini dimaksudkan agar data yang diperoleh kemudian dijabarkan dan dianalisa berdasarkan studi literatur, sehingga menjadi karya ilmiah yang berbentuk dokumen ANDAL.

2. Mendiskrifsikan Ke Dalam Bentuk Penulisan Maksudnya adalah menuliskan data yang sudah diproses secara benar kedalam bentuk penulisan dokumen ANDAL.

3.2 Metode Prakiraan Dampak Besar dan Penting Dalam melakukan dan membuat dokumen ANDAL ini, dipakai metode penelitian survey lapangan yang dimaksudkan untuk memudahkan memperkirakan dampak besar dan penting yang akan terjadi. menguraikan rencana pemantauan terhadap setiap komponen lingkungan yang dinilai berpotensi terkena dampak aktivitas proyek secara penting

BAB IV RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN

4.1 Identitas Pemerkarsa dan Penyusun ANDAL a. Pemrakarsa Nama dan Alamat Lengkap Instansi : Dinas Pekerjaan Umum Kota Kandangan Jln A.yani Km 3,7 N0 15 Kandangan 71216 Penanggung jawab pelaksana Ir. Adi Nugroho Jln Manggis No. 70 Banjarmasin 72356 b. Penyusun ANDAL Nama dan Alamat penyusun ANDAL Amalia Ulfah Amd Jln A.yani No.50 Kandangan 71216 Penanggung jawab penyusun ANDAL Diniati ST, MT Jln A.yani Km 5 No 33 Kandangan 71216

4.2 Tujuan Rencana Usaha 1. Mempermudah jalur transportasi anatara Kota Kandangan-Banjarmasin 2. Meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar 3. Meningkatkan infrastruktur jalur tranfortasi darat.

4.3 Keguanaan dan Keperluan Rencana Usaha dan/Atau Kegiatan Keguanaa dari dilaksanakanya pembangunan Konstruksi jalan akan dibuat suatu jalan dua-jalur dua-arah, dengan lebar tujuh meter, yaitu untuk mempermudah jalur lalu lintas masyarakat Kandangan untuk menuju ibu Kota Provinsi Banjarmasin, serta dibangunnya konstruksi jalan ini untuk memperlancar perekonomian masyarakat. Pembangunan konstruksi jalan ini mempunyai batas-batas etika dalam pembangunannya, pembebasan lahan masyarakat dang anti rugi yang memadai, selain itu juga membukaan lahan rawa dengan memperhatikan makhluk hidup dang anti rugi yang memadai, selain itu juga membukaan lahan rawa dengan memperhatikan makhluk hidup yang berada di sana. a. Tahap Prakonstruksi

Sebelum melakukan proyek ada yang namanya tahap prakontruksi, dimana lokasilokasi lingkungan yang diawasi selama masa sebelum konstruksi berlangsung, selama masa konstruksi dan pada tahap pengoperasian. Perubahan fisik yang terjadi pada tahap pra konstruksi akan sangat kecil karena kegiatan di lapangan terbata hanya pada survey dan pengukuran. Meski demikian, hubungan antara pemrakarsa proyek dengan masyarakat pada tahap ini menjadi sesuatu yang penting mengingat bahwa isu yang pertama kali timbul pada tahap ini adalah proses pembebasan lahan. 1. Komponen Sosial

Sumber Dampak Sumber dampak pendapatan masyarakat adalah hilangnya sebagian sumber perekonomian masyarakat seperti perkebunan, pertanian akibat kegiatan pembebasan lahan

Dampak Penting Selama kegiatan tahap pra-konstruksi, Pemrakarsa Proyek perlu mulai melakukan diskusi dengan para pemilik tanah / penghuni sah untuk mengamankan akses bagi pembangunan jalan. Pembangunan jalan mungkin akan terganggu di area-area yang terpengaruh oleh pembebasan tanah sementara dan secara bersamaan pengaruh atas cara hidup petani lokal. Dampak bagi lingkungan hidup muncul bila kemampuan seseorang atau suatu keluarga untuk memperoleh penghasilan melalui cara normal terganggu oleh kegiatan ini.

Indikator yang dipantau Indikator Lingkungan yang dipantau adalah : sikap dan persepsi masyarakat terhadap proses pembebasan lahan dan tingkat pendapatan masyarakat.

Tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup Tujuan pemantauan lingkungan adalah untuk mengevaluasi keberhasilan pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pemrakarsa dan mencegah dampak negatif dari kegiatan pembebasan lahan.

Metode Pemantauan Lingkungan Hidup Peninjauan kembali keluhan yang terdaftar per tiga bulan untuk mengetahui pokok permasalahan yang belum terselesaikan.

Peninjauan kembali pembebasan tanah/program penggantian per tiga bulan. Diskusi formal dan non-formal dengan pemerintah daerah untuk mengetahui gangguan/keluhan pada masyarakat yang terkenadampak aktivitas pembebasan lahan. Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Seluruh Komunitas yang terkena dampak aktivitas konstruksi jalan. Jangka Waktu dan Frekwensi Pemantauan Setiap tiga bulan sebelum konstruksi berjalan hingga tahap pembangunan dan disesuaikan dengan kebutuhan.

b.

Tahap Konstruksi Tahap konstruksi pembangunan jalan Kandangan-Banjarmasin sepanjang

300km memerlukan waktu selama dua tahun. Dilaksankan menggunakan alatalat berat dan manual, tenaga kerjanya diserap dari daerah terdekat lokasi proyek, yang memiliki tingkat pendidikan yang sesuai dengan posisi yang ditempati. Aktivitas konstruksi akan meliputi: 7. 8. 9. Pembersihan lahan rawa Pekerjaan tanah (pengurugan) Perkerasan

10. Pelindung kemiringan sementara dan permanen dan kendali erosi,(dindig penahan tanah 11. Konstruksi jembatan sederhana

12. Pemasangan pagar pembatas, rambu dan peralatan kendali lalu lintas, marka jalan dll.

Berikut adalah foto alat yang digunakan dan lokasi proyek: Dokumtasi perlatan dan lokasi proyek

Gambar. 1 Alat yang digunakan

Gambar. 2 Alat yang digunakan

Gambar. 3 Alat yang digunakan

Gambar. 4 Foto lokasi

Gambar. 4 Foto lokasi

BAB V RONA LINGKUNGAN HIDUP

Aspek lingkungan fisik-kimia yang mungkin terganggu selama masa konstruksi antara lain adalah kualitas udara, tanah, kualitas air, flora fauna, sosial dan transportasi. 1. Kualitas Udara Kualitas udara pada daerah proyek adalah daerah pedesaan yang kualitas udaranya masih bebas dari polusi udara, mutu dari udara bisa dikataka n masih bagus. 2. Tanah Kondisi tanah masih belum tergangu, kondisi tanah masih sangat subur dengan tingkat humus yang tinggi, keadaan tanah dan perbukitan didaerah proyek masih stabil. 3. Kualitas Air Kondisi air masih belum ada pencemaran, masyarakat menggunakan sumber air tersebut untuk keperluan sehari-hari, kualitas air dengan Ph normal dan berwana jernih dan tidak berbau. 4. Flora Fauna Keadaan fauna didaerah setempat masih terjaga kelestariannya,

dikarenakan kadaan hutan yang masih asri sehingga merupakan tempat tinggal yang nayaman bagi seluruh makhluk hidup endemis asli daerah setempat. Begitu juga dengan keadaan floranya masih subur dan terjaga habitatnya.

5.

Sosial Masyarakat sekitar masih masyarakat yang menjaga adat-istiadat, mereka belum banyak terpengaruh dengan perkembangan zaman yang modern, mereka mangandalkan alam sebagai penopang kehidupan mereka.

6.

Transportasi Transportasi dari masyarakat setempat masih banyak menggunakan jalur air, meskipun ada sebagian yang menggunakan kendaraan bermotor tapi itu tidak banyak, mereka lebih banyak menggunakan sepeda dan berjalan kaki untuk transportasi darat, perahu transportasi laut.

BAB VI PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING

Prakiraan dampak besar dan penting yang akan terjadi setelah prakontruksi diantaranya: A. Komponen Fisik-Kimia Aspek lingkungan fisik-kimia yang mungkin terganggu setelah masa konstruksi antara lain adalah : Sumber Dampak

Sumber dampak transportasi adalah kegiatan lalu lintas dan meningkatnya pembangunan perekonomian. Dampak Penting

Jenis dampak yang harus dikelola adalah kelancaran transportasi setelah jalan beroperasi. Indikator Dampak

Indikator dampak yang dilihat adalah ada tidaknya kemacetan dan meningkatnya angka kecelakaan dii lokasi kegiatan.

B. Komponen Sosial 1. Pendapatan Masyarakat - Sumber Dampak Sumber dampak pendapatan masyarakat adalah kegiatan pengoperasian jalan dan jembatan yang secara tidak langsung membuka kesempatan untuk

berusaha/meningkatkan

aktivitas

perdagangan

antar

wilayah

yang

sebelumnya sulit untuk dicapai dan demobilisasi tenaga kerja konstruksi. - Dampak Penting Jenis dampak penting dikelola adalah pendapatan masyarakat akibat kegiatan demobilisasi tenaga kerja yang telah selesai bekerja. - Indikator Dampak Indikator Dampak yang digunakan untuk mendeteksi pengaruh pengoperasian jalan adalah peningkatan tingkat pendapatan keluarga, perkembangan kegiatan ekonomi lokal yang ditandai oleh meningkatnya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan konsumsi (consumer goods) dan kebutuhan lainnya. Indikator lainnya adalah tersedianya pranata sosial ekonomi yang meningkat karena tersedianya jalur transportasi.

C. Dampak Terhadap Kegiatan Sekitar 1. Perambahan hutan (illegal logging) - Sumber Dampak Terbukanya akses ke wilayah hutan karena selesainya dan beroperasinya jalan Kandangan-Banjarmasin - Dampak Penting Jenis dampak yang harus dikelola adalah perambahan hutan oleh pihakpihak yang tidak berhak (illegal logging) di sepanjang jalur jalan KandanganBanjarmasin

- Indikator Dampak Indikator dampak adalah : terjadinya peningkatan perambahan hutan di sepanjang jalur Kandangan-Banjarmasin.

BAB VII EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING

Mengevaluasi dampak besar dan penting yang paling berpengaruh dalam proyek pembangunan jalan Kandangan-Banjarmasi adalah temtang komponen sosial mayarakat. Sektok ekonomi Penciptaan lapangan kerja baik bagi penduduk lokal maupun pekerja pendatang; dan Program pengembangan masyarakat kegiatan lalu lintas dan meningkatnya pembangunan perekonomian.

Sektok tarnfortasi Dampak penting yang terjadi adalah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat beroperasinya terhadap masyarakat atau hewan ternak. Terjadinya kemacetan.

Kesehatan masyarakat Gangguan pernapasan kualitas udara yang menurun akibat debu dan polusi dari asap kendraan bermotor. Gangguan pencernaan akibat mengkonsumsi air yang sudah tercampur dengan bahan-bahan kimia akibat proyek.

Sektor budaya Terjadinya perubahan kebiasaan masyaraka akibat pengaruh dari luar

Berkurangnya intensitas kebersamaan mayarakat karena dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat yang berubah Masuknya pengaruh budaya lain yang dibawa oleh pendatang.

BAB VIII DAFTAR PUTAKA

Kabupaten kandangan., Banjarmasin post, Terbitan tanggal 14 Juni 2009. www. Google.com , 2006, Pedoman penyusunan AMDAL, Media Presindo : Yogyakarta