Anda di halaman 1dari 32

PEMERIKSAAN PENUNJANG PADA PENYAKIT GINJAL

URINALISIS RADIOLOGI GINJAL BIOPSI GINJAL

Parameter Fisik Urin


Warna - Pucat kiuning tua, amber : kadar urokrom - Merah : Hb, mioglobin, rifampisin, ... - Hijau: zat klinis eksogen (biru metilen), atau infeksi Pseudomonas - Oranye/jingga: pigmen empedu - Keruh: fosfat (normal), leukosituria & bakteri Turbiditas - Normal transparan, keruh karena hematuria, infeksi & kontaminasi

Bau Densitas relatif - Berat jenis: *memakai urinometer,

*butuh urin 25 cc,


*BJ dipengaruhi suhu urin, protein, glukosa & kontras media *nilai normal: .... - Refraktometri

* Hanya butuh 1 cc urin

- Osmolalitas *temperatur dan protein tidak mempengaruhi, tapi kadar glukosa meningkatkan osmolalitas *50-1200 mOsm/L *batu ginjal atau kelainan elektrolit (hipo atau hipernateremia) perlu diperiksa untuk diagnosis - Dipstik *indikator perubahan warna

Parameter kimia
pH - Dipstik Hb - Bila (+) curiga hemolisis atau mioglobinuria Glukosa

- Menilai reabsorbsi glukosa dan bahan lain

Protein - Tidak lebih dari 150 mg/hari untuk dewasa - Proteinuria dapat dibedakan menjadi proteinuria glomerolus, tubular, overload, benigna - Memakai dipstik & cukup sensitif thdp albumin - Untuk protein Bence Jones memakai teknik

presipitasi dengan asam sulfa salisil, asam


triklorasetik, atau dengan pemanasan dan bufer acetic acid sodium acetat

Leukosit esterase - Tes dipstik - Esterase indoksil yg dihasilkan neutrofil, granulosit, & makrofag, dan akan positif bila ada paling sedikit 4 leukosit/LPB Nitrit - Adanya bakteri yg dapat mengubah nitrat menadi nitrit melalui enzim reduktase nitrat - Enzim ini banyak pada bakteri gram negatif - Sensitivitas rendah (20-80%) & spesifisitas (90%)

Keton
- Menunjukan asam asetoasetat dan aseton - (+) di urin pada asidosis diabetik, puasa, muntah ataupun olahraga

yang berlebihan

Mikroskopik urin
Metode: urin pertama atau kedua pada pagi hari, harus segera diperiksa. Setelah

disentrifugasi, urin diperiksa dengan


mikroskopik biasa atau fase kontras

Leukosit - Neutrofil paling sering dijumpai, mudah diidentifikasi dengan sitoplasma granular dan inti berlobus - 2-3/LPB - Bila lebih kemungkinan infeksi atau inflamasi, & pada perempuan laukosit urin bisa didapat dari kontaminasi genitalia eksterna - Biakan bakteri negatif dipertimbangkan TBC ginjal, batu saluran kencing, papiler nekrosis, atau uretritis kronik

- Netrofil akan meningkat pada proliferatif glomerulopati & nefritis interstitialis - Eosinofiluria tjd pada nefritis interstitialis alergika, glomerulonefritis, prostatitis, pielonefritis kronik, skistosomiasis - Limfosituria dapat sebagai tanda dini rejeksi akut pada pasien transplantasi

Eritrosit - Ada 2 macam eritrosit dalam urin, Isomorfik (traktus urinarius) dan dismorfik (glomerolus) - Kondisi normal <12.000 eritrosit/cc

Sel tubulus ginjal - Sering terlihat pada nekrosis tubular akut,

glomerulonefritis atau pielonefritis


Lipid - Terlihat sferis, translusen dan berwarna kuning dalam macam2 bentuk - Dapat bebas atau dlm sitoplasma sel epitel tubulus atau makrofag (oval fat bodies)

Silinder (cast) - Terbentuk dalam tubulus distal atau bagian awal

tubulus kontortus karena pengendapan masa selular


dan dan elemen non selular di dalam matrik protein Tamm-Horsfall - Macam2 jenis silinder tergantung apa yang terjebak di dalamnya & masing2 mempunyai arti klinik tersendiri - Silinder hialin, granular, lemak, eritrosit, hemoglobin, lekosit, epitel, mioglobin

Kristal - macam2 kristal dapat ditemukan dalam urin: 1. Asam urat & urat amorf 2. Kalsium okslat 3. Kalsium fosfat 4. Tripel fosfat 5. Kolesterol

6. Sistin
7. Karena obat Pembentukan kristal sangat tergantung dari hidrasi,

diet, pH urin, infeksi & gangguan metabolisme

Organisme - Kontaminasi atau pemeriksaan yang ditund-

tunda
- Bakteri (+) belum tentu infeksi, dicurigai bila

ditemukan bersama leukosit yang penuh


- Telur parasit Schistosoma hematobium dapat ditemukan dalam urin & sering disertai hematuria & leukosituria

Pemeriksaan Fungsi Ginjal


Parameter untuk mengetahui fungsi & progresi penyakit adalah laju filtrasi glomerolus dan

kemampuan ekskresi

Fungsi filtrasi glomerolus dan konsep klirens


ginjal Pemeriksaan konsentrasi ureum plasma LFG kreatinin plasma dan bersihan kreatinin

Fungsi filtrasi glomerolus dan konsep klirens ginjal


Laju filtrasi glomerolus (LFG) adalah mengukur berapa banyak filtrat yang dapat dihasilkan glomerolus Renal clearence, istilah untuk menilai LFG
UxV P

C=

C= klirens U= konsentrasi zat marker dalam urin V=volume urin P= konsentrasi zat marker dalam plasma

Konsentrasi ureum plasma


20-40 mg% Mengevaluasi pengaruh diet restriksi protein Untuk mengethui laju filtrasi Dipengaruhi diet & reabsorbsi tubulus (pemeriksaan menjadi tidak tepat)

LFG kreatinin plasma dan bersihan kreatinin


Deteksi dini kerusakan ginjal
Pemantauan progresifitas penyakit Pemantauan kecukupan terapi ginjal pengganti Membantu mengoptimalkan terapi dengan obat tertentu Penetapan LFG dapat memakai petanda eksogen

dan endogen

Kenaikan plasma kreatinin 1-2 mg/dL dari normal


menandakan penurunan LFG kurang lebih 50% Meningkat - Diet tinggi kreatinin dari daging atau suplemen kaya keatinin - Menurunnnya sekresi kreatinin akibat kompetisi dengan obat, asam keton atau anion organik

Menurun
- Asupan menurun atau berkurangnya massa otot

Menilai LFG: formula Cockroft-Gault


Bersihan kreatinin Metode sistatin C serum - Petanda LFG yang akurat, lebih baik dari kreatinin - Diproduksi seluruh sel secara spontan, & tidak dipengaruhi inflamasi, keganasan, perubahan masa tubuh, nutrisi, demam atau jenis kelamin - Difiltrasi sempurna, lalu reabsobsi & dikatabolisme di tubulus proksimal

Nilai normal LFG


Dipengaruhi usia, jenis kelamin, & luas permukaan tubuh Dewasa pria : 130cc/min/1,73m2 Dewasa perempuan: 120ml/menit/1,73m2 Umur mempengaruhi LFG 10cc/min/1,73 m2 per dekade setelah 40 thn Naik 10% pada sore haridibanding tengah malam

Pada kehamilan meningkat 50% pada trimester


pertama & normal kembali setelah melahirkan

Mengukur aliran plasma ginjal


Memakai p-Aminohipurat (PAH),, hampir 100% disekresi oleh ginjal

Petanda kerusakan tubulus


Protein BM ringan dan enzim tubulus Belumrutin dipakai, metodenya rumit hasilnya belum konsisten..

Pengukuran fungsi tubulus


Fungsi tubulus proksimal dan distal dapat dengan beberapa cara antara lainmempelajari

transpor natrium, kalium, pengasaman urin &


kemampuan memekatkan atau mengencerkan

urin

Pemeriksaan serologi
Petanda yang akurat dan noninvasif untuk diagnosis dan evaluasi penyakit

glomerolus/vaskular

IPD jilid 2 Patfis volume 2