Anda di halaman 1dari 4

CINTA HARUMMANIS

Aku sudah lama memendam perasaan ini ke kamu Dea, sekarang sepertinya sudah tak perlu untuk di tutup-tutupi lagi. AKU SAYANG SAMA KAMU! Teriak Valdy di atas pohon.---

Namaku Dea, aku adalah seorang siswi di salah satu sekolah menengah atas yang dapat dikatakan elit di kotaku, yaitu Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tanjung Selor. Disini aku hidup sebatang kara, karena kedua orang tuaku telah meninggal dunia akibat kecelakaan yang telah merenggut nyawa mereka beberapa tahun silam. Sepeninggalan kedua orang tuaku, hidupku rasanya terasa begitu hampa. Aku tinggal seorang diri di kota ini tanpa ada sanak keluarga yang dapat menemani, ini membuatku menjadi sosok yang mandiri, cerdas dan pantang menyerah. Dengan tekad yang kuat dan bermodalkan sedikit harta warisan dari orang tuaku, aku mulai bekerja paruh waktu menjadi seorang guru les privat bagi anak-anak Sekolah Dasar dan Menengah Pertama. Tidak banyak memang uang yang dihasilkan, tetapi itu cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hariku. Disekolahku, aku juga termasuk salah satu siswi yang dapat dikatakan memiliki IQ yang diatas rata-rata, sehingga terkadang aku sering mengikuti berbagai lomba di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional yang hadiah uang pembinaannya sebagian akan aku tabung dan sebagian lagi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupku. Di lomba-lomba tersebut, biasanya aku akan ditemani oleh satu temanku yang bernama Valdy. Valdy juga termasuk siswa yang memiliki IQ diatas rata-rata sepertiku. Kebetulan kami juga satu kelas, jadi apabila kami ingin berdiskusi tentang lomba-lomba tersebut akan sangat mudah sekali. Mungkin jika dilihat sepintas, kami seperti orang yang mempunyai suatu hubungan yang lebih dari sekedar teman atau dapat dikatakan berpacaran. Padahal sebenarnya kami tidak menjalin hubungan tersebut. Walaupun sebenarnya aku mempunyai perasaan itu ke dia. Pada suatu pagi hari, di sekolah, aku melihat Pak Priyo, beliau adalah guru pembimbingku di sekolah ini, beliau sedang duduk di kursi di depan kelasku. Hei Dea, kemari kamu! Teriak Pak Priyo. Seketika aku berlari untuk menghampiri beliau. Iya pak, ada apa? Kataku sopan. Ini ada pemberitahuan tentang lomba yang akan diadakan minggu depan di Surabaya, apa kamu berminat? Kata Pak Priyo dengan tegasnya. Oh iya pak, saya sangat berminat sekali! Kataku dengan penuh semangat.

Oke, kalau begitu kamu cari lagi satu teman kamu yang kira-kira juga berminat untuk ikut lomba ini, nanti kabari saya ya! Kata Pak Priyo. Siap Pak!! Kataku. Wah, kira-kira si Valdy mau ikut apa tidak ya? Semoga dia mau. Kataku berharap dalam hati.

Bel sekolah pun berbunyi tanda waktu untuk belajar telah dimulai, akupun bergegas memasuki kelasku. Setelah aku tiba dikelas, ternyata guru yang bersangkutan sedang berhalangan untuk hadir. Aku langsung menuju ke tempat duduk Valdy. Val, kamu mau ikut gak lomba di Surabaya? Pak Priyo yang suruh nih. Kataku dengan sedikit berbohong. Pak Priyo yang suruh kita? Wah, ikut apa tidak ya? Kata Valdy. Ini disuruh langsung sama pembimbing kita loh Val! Kataku dengan sedikit memaksa. Iya-iya deh, aku ikut! Hehehe Kata Valdy sambil nyengir. Okedeh Val, sip! Kataku. Kemudian aku langsung menuju ke tempat dudukku. Singkat cerita, seminggu telah berselang, kami sudah berada di Surabaya, Aku dan Valdy juga telah mengikuti lomba tersebut dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti. Hari terakhir di Surabaya, Aku bertemu dengan sanak saudaraku, begitu juga dengan Valdy, dia bertemu paman dan bibi nya yang tinggal disini. Sore harinya, Valdy mengajakku untuk pergi ke perkebunan mangga harummanis milik pamannya. Ternyata pamannya Valdy adalah salah satu pengusaha mangga yang sangat terkenal di seantero negeri berkat mangganya tersebut, aku sama sekali tidak menyangka dan ingin sekali rasanya untuk membuktikan sendiri bagaimana cita rasa dari mangga harumanis milik pamannya Valdy itu. Sesampainya di perkebunan milik pamannya Valdy, yang bernama SAMs Mango yang berarti nama pamannya Valdy adalah Paman Sam, kami langsung menemui Paman Sam. Valdy masuk kedalam rumah pamannya itu, sedangkan aku menunggu diluar. Selamat sore paman! Valdy datang lagi nih!. Teriakan Valdy yang terdengar samar-samar dari luar. Aku menunggu Valdy keluar dan beberapa menit kemudian dia keluar dengan wajah tersenyum lebar. Ayo kita nikmati mangga The Best milik paman! Tadi aku sudah izin sama paman, katanya ambil saja semau kamu, hehe Kata Valdy semangat. Beneran nih? Ayo kalau begitu! Kataku ikut semangat.

Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya kami sampai di depan sebuah pohon mangga yang berbuah sangat banyak sekali dan tentu saja sangat menggiurkan, kami bergegas turun dari motor antik milik Paman Sam yang dipinjamkan ke Valdy selama ia berada di Surabaya. Valdy kemudian bergegas untuk mencari kayu yang biasa digunakan untuk mengambil mangga tersebut, akan tetapi setelah dicari kemana-mana, kayu tersebut tidak ditemukan. Alhasil, Valdy akhirnya memanjat pohon mangga itu, karena Aku sangat ingin sekali merasakan mangga harumanis yang konon telah menjadi primadona di seantero negeri ini. Valdy telah sampai diatas pohon dan kemudian memetik satu buah mangga itu, Aku dibawah dengan tidak sabar meneriaki Valdy. Val, cepat turun dari situ dong! Aku sudah tidak sabar nih untuk merasakan mangga harummanis milik pamanmu! Kataku. Ayo dong kamu naik kesini juga Dea Tantang Valdy. Kamu kan tahu kalau aku tidak bisa manjat pohon! Bagaimana sih! Kataku sambil melempari dia dengan kerikil-kerikil kecil yang ada di dekat kakiku. Aduh sakit! hahaha, kasihan deh kamu Kata Valdy sambil menjulurkan lidahnya kedepan. Yaudah deh, gausah aja aku makan mangganya, ayo kita pulang!!! Kataku marah. Hei .. hei .. hei .. tunggu dulu dong jangan ngambek begitu dong, ada yang mau aku katakan sama kamu, Dea Kata Valdy. Apa? Sahutku. Tapi kamu jangan kaget ya? Kata Valdy. Iya-iya, apa sih emangya? Sahutku.

Valdy terlihat gugup dan terlihat seperti orang yang sedang mengatur nafasnya.

Aku sudah lama memendam perasaan ini ke kamu Dea, sekarang sepertinya sudah tak perlu untuk di tutup-tutupi lagi. AKU SAYANG SAMA KAMU! Teriak Valdy di atas pohon.

Seketika aku terhenyak dan terdiam.

Apakah benar dia menyayangiku seperti aku menyayanginya? Batinku berkata. Valdy kemudian turun dan menghampiriku.

Dea, aku sayang kamu, maukah kamu menjadi seseorang yang bisa mengisi hatiku yang sedang mengalami kekosongan ini? Ucap Valdy. I-i-i-i-iya Valdy, aku mau! Jawabku senang. Terima kasih ya Dea. Bagaimana kalau kita rayakan hari ini dengan memakan mangga harummanis yang telah aku petik barusan? Hehe Ucap si Valdy. Ayo, Val. Aku sudah tidak sabar Kataku. Dan Akhirnya, Aku dan Valdy menjalin hubungan dengan status berpacaran, Aku bahagia dengannya, dan ini semua juga berkat si Mangga Harummanis milik Paman Sam. SELESAI.

Nama : 1. Ravi Eka Faatih Yunanto 2. Herliana Rigel Dwi Cahyani