Anda di halaman 1dari 4

Hukum dan Kasih---Pandangan Seorang Vantillian

By Vantillian - Posted on April 7th, 2009 Tagged:

hukum taurat

Teologi Apakah hukum bertentangan dengan kasih? Apakah mungkin mengasihi tanpa ada hukum? Apakah mungkin menghukum dengan kasih? Kasih merupakan hukum yang terutama dalam kehidupan Kristen. Kasih juga adalah kegenapan hukum Taurat. Kesalahpahaman orang kristen adalah sering mengganggap bahwa dalam PL, Allah adalah Allah yang suka menghukum, sedangkan dalam PB, Allah adalah Allah yang suka mengasihi. Sehingga muncul antitesis hukum dan kasih. Kasih pasti bertentangan dengan hukum. Kasih duluan muncul, barulah hukum. Bukankah kita sering mendidik anak dengan cara begitu? Kalau ingin membujuk anak, kita gunakan kasih, kalau sudah tidak terbujuk, kita menggunakan hukum. Hukum juga selalu identik dengan hukuman. Ketika Allah memberikan Hukum Taurat, itulah saat Allah mau menghukum. Sepertinya Allah suka menghukum. Apakah memang kasih dan hukum sama sekali bertentangan? PANDANGAN SEORANG VANTILLIAN Berbicara tentang hukum, tentu kita berbicara tentang aturan, ketentuan, hukuman/sanksi, perintah, larangan. Semua ini adalah unsur dari hukum. Hukum memang tidak menyenangkan. Siapa yang suka diatur dengan hukum? Siapa yang suka dihukum dengan peraturan? Siswa mana yang suka menaati peraturan sekolah? Tetapi hukum merefleksikan keadilan dan kebenaran. Selain keteraturan, hukum juga mengatur prinsip keadilan. Demikian juga hukum Allah, termasuk di dalamnya Taurat dan kitab PL. Apakah PB tidak mengandung hukum Allah? Tentu saja ada. Bukankah Yesus membahas panjang lebar hukum Allah dalam khotbah di Bukit?

Apakah ketika berbicara Taurat, kita selalu berbicara hukuman? Tentu tidak. Bacalah kitab Mazmur, bagaimana Daud selalu bergemar dan mau hidup dalam Taurat Tuhan. Hukum Allah mempunyai tujuan dan kehendak dari Pembuatnya. Mazmur 19:8 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Mazmur 40:9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku." Mazmur 94:12 Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu, Tetapi, Hukum Taurat juga adalah standar penghakiman Allah. Setiap manusia akan dihukum berdasarkan standar ini. Alkitab mencatat, tidak ada manusia yang sanggup memenuhinya. Lalu apakah Allah menggantinya dengan hukum yang lainnya atau Allah mengganti standarNya? TIDAK. Hukum tetap hukum. Meski mengasihi manusia, Allah harus menghukum dosa. Itulah fungsi hukum. Sebagai alat penuntut. Kaum dispensasi berpendapat Allah telah membatalkan hukum Taurat, dan menggantinya dengan zaman anugerah. Teologi ini adalah teologi yang inkonsisten. Hukum Allah tetap relevan sampai langit dan bumi lenyap. Bukankah Yesus Kristus sendiri yang menegaskannya? Matius 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Allah menghargai hukumNya secara konsisten, Ia yang memberi Hukum, Ia juga yang menggenapinya. Yesus, Sang Anak Allah, menggenapinya di kayu salib. Apakah terhadap Yesus ada pengecualian terhadap hukum? Tidak. Ia harus melalui seperti yang dilalui manusia. Ia harus dihakimi sesuai standar hukum Allah. Yesus tidak kebal hukum. Justru disanalah terwujud Kasih Allah kepada manusia. Melalui hukum, kasih akan terwujud. Galatia 4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Galatia 4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Kasih Allah di kayu salib adalah tanda bahwa keadilan Allah telah terpenuhi. Hukum Allah sudah terpenuhi. Orang percaya telah mengambil bagian dalam kematian dan kebangkitan Kristus, karena itu mereka tidak akan berada di bawah

kutuk hukuman Taurat. Hukum Taurat adalah "bayang-bayang" datangnya anugerah iman dalam Kristus. Roma 5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" Apakah setelah Kristus menggantikan kutuk kita, Hukum Taurat sudah KADALUARSA? Sudah tidak ada manfaatnya? Hukum tetap adalah hukum. Hukum tetap menjadi standar penghakiman bagi orang tidak percaya. Bagaimana mungkin Allah menghukum orang berdosa tanpa adanya satu standar keadilan? Karena dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Hukum akan menuntun kepada kasih. Kasih akan terwujud melalui hukum. Apakah kita bisa menghukum tanpa mengasihi? Bisa. Apakah kita bisa mengasihi tanpa menghukum? Bisa. Apakah kita bisa mengasihi tanpa hukum? Tidak bisa. ALLAH adalah KASIH. Itulah hakekat dari Allah. Tetapi Allah juga adalah kebenaran. Sifat Benar dan Kasih tidak bertentangan satu dengan yang lain, juga tidak saling meniadakan. Bagaimana mungkin kasih Allah mengingkari hukum Allah dan sebaliknya? Jadi mana yang lebih tinggi, Kasih atau hukum? Di dalam sifat Allah, apakah kasih lebih tinggi dari keadilan Allah? Apakah kasih Allah lebih tinggi dari murka Allah? Adakah Allah menetapkan standar jenjang pada sifatNya sendiri? Mengasihi tanpa ada aturan itu adalah kasih yang semu. Kasih yang tak terarah. Allah mengasihi kita, karena itu Allah memberikan LARANGAN kepada Adam dan Hawa. Allah mengasihi kita, karena itu Allah memberikan Hukum Taurat. Allah mengasihi kita, karena itu Allah memperingati kita dan memberikan ajaranNya. Allah mengasihi kita, karena itu Allah menyesah dan menghajar kita. Amsal 3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Amsal 3:12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

I Yohanes 2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. I Yohanes 2:5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.

Belum ada user yang menyukai

Vantillian's blog

2739 reads

@Vantilian : ini mah cuma mindahin komentar Submitted by jesusfreaks on Tue, 2009-04-07 14:47.

Kirain ada sesuatu yang baru, dan mencerahkan.

eh podo wae...