Anda di halaman 1dari 173

DOKUMEN PEMILIHAN PENGADAAN JASA KONSULTANSI (BADAN USAHA)

Nomor : 371.11/POKJA-APBN/PPK-PP/BBWSCC/2013 Tanggal : 7 Pebruari 2013 Untuk

Pengadaan Pekerjaan :

RENCANA PENGELOLAAN SDA WILAYAH SUNGAI CILIWUNG CISADANE

(Paket 12)

PANITIA PENGADAAN JASA KONSULTANSI PADA PPK PERENCANAAN DAN PROGRAM SATUAN KERJA BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI CILIWUNG CISADANE

TAHUN ANGGARAN 2013

DAFTAR ISI DOKUMEN PEMILIHAN

Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI

: : : : : :

Umum Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Instruksi Kepada Peserta (IKP) Lembar Data Pemilihan (LDP) Kerangka Acuan Kerja Bentuk Dokumen Penawaran Bentuk Kontrak Bentuk Dokumen Lainnya

Bab VII : Bab VIII :

BAB I UMUM
A. Dokumen Kualifikasi ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tanggal 1 Agustus 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang berisi instruksi dan/atau informasi yang diperlukan oleh peserta untuk menyiapkan penawarannya. B. Dalam dokumen ini dipergunakan istilah dan singkatan sebagai berikut: - Jasa Konsultansi : adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware);

- Kontrak Harga : adalah kontrak pengadaan jasa konsultansi Satuan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu berbasis input, berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, yang volume pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara, sedangkan pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa, seperti pekerjaan: Advisory/Technical Assistance/Pendampingan Supervisi, Manajemen Proyek, Manajemen Konstruksi Pekerjaan yang beresiko tinggi dan/atau menggunakan teknologi tinggi dimana volume atau kuantitas atau waktu pelaksanaannya masih bersifat perkiraan pada saat Kontrak ditandatangani Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi tersebut yang ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. harga Satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu; b. volume atau kuantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan pada saat Kontrak ditandatangani; c. pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume

- KAK

a.

pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanankan oleh Penyedia Barang/Jasa; dan d. dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama atas pekerjaan yang diperlukan. : Kerangka Acuan Kerja adalah uraian kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain meliputi latar belakang, maksud dan tujuan, sumber pendanaan, serta jumlah tenaga yang diperlukan; : Harga Perkiraan Sendiri adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan;

- HPS

- Kemitraan/ : kerjasama usaha antar penyedia yang - Kerja Sama masing-masing pihak mempunyai hak, (KSO) kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis; - PA : Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran pemerintah : Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD : Kelompok Kerja ULP adalah unit kerja di dalam organisasi ULP yang berfungsi untuk melaksanakan pemilihan penyedia; : Lembar Data Pemilihan adalah data yang memuat ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai dengan jenis pekerjaan antara lain meliputi penyusunan, penyampulan, pembukaan, kriteria dan tata cara penilaian dokumen penawaran, pengumuman pemenang, sanggahan dan sanggahan banding. : Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan;

- KPA

- Pokja ULP

- LDP

- PPK

- SPPBJ

: Surat Penunjukan Penyedia Jasa adalah surat yang diterbitkan oleh PPK kepada penyedia jasa konsultansi untuk melaksanakan pekerjaan : Surat Perintah Mulai Kerja adalah surat yang diterbitkan oleh PPK kepada penyedia barang/jasa untuk memulai melaksanakan pekerjaan, jangka waktu penyelesaian, dan serah terima pekerjaan : Pra Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kontrak adalah dokumen pra rencana penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi bidang Penyelenggaraan konstruksi yang dibuat oleh Penyedia Jasa dalam mengajukan penawaran : Berita Acara Pemberian Penjelasan; : Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah unit kerja K/L/D/I yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik; : Aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) berbasis web yang terpasang di server LPSE yang dapat diakses melalui website LPSE;

- SPMK

- Pra RK3K

- BAPP - LPSE

- Aplikasi SPSE

C. Pelelangan Seleksi Umum dengan prakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP. D. Pelelangan Seleksi Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha, kemitraan/KSO.

BAB II UNDANGAN PENGAMBILAN DOKUMEN PEMILIHAN

No : 08.12/UNDPD-KSLT/PPK-PP/II/2013 Lampiran : 1 (satu) lembar Kepada Yth. Direktur Utama/Direktur

Jakarta , 5 Februari 2013

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

PT. Arkonin Engineering Manggala Pratama - Pt. Catur Karsa Gemilang PT. Gracia Widyakarsa PT. Anugerah Kridapradana PT. Aditya Engineering Consultant PT. Geo Sarana Guna PT. Tatareka Paradya PT. Asana Citra Yasa

Di Tempat

Perihal: Jadwal Seleksi Umum Penyedia Jasa Konsultansi untuk Pekerjaan Rencana Pengelolaan SDA Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane pada PPK Perencanaan dan Program, Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Tahun Anggaran 2013. Dengan ini kami beritahukan bahwa perusahaan Saudara telah masuk daftar pendek untuk paket pekerjaan tersebut di atas. Sebagai kelanjutan proses pelelangan kami mengundang Saudara untuk mengambil Dokumen Pemilihan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Saudara dianjurkan untuk menghadiri pemberian penjelasan pada tempat dan waktu yang ditentukan dalam Lembar Data Pemilihan (LDP), agar Saudara lebih memahami lingkup pekerjaan. 2. Penawaran meliputi kelengkapan persyaratan administrasi, teknis, dan harga dengan masa berlaku penawaran paling kurang 60 (enam puluh) hari kalender terhitung sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran; 3. Jadwal Pelaksanaan Seleksi Umum :

No

Kegiatan

Hari/ Tanggal Kamis / 7 Februari 2013 s/d Kamis / 21 Februari 2013 Selasa / 12 Februari 2013

Waktu

Pengambilan Dokumen Seleksi Umum Pemberian Penjelasan / Aanwijzing

Web Site PU : www.pu.go.id

10.00 WIB

No

Kegiatan Addendum Dokumen Seleksi Umum Pemasukan Dokumen Penawaran

Hari/ Tanggal

Waktu Web Site PU : www.pu.go.id Web Site PU : www.pu.go.id Jam : 11.00 WIB

Rabu / 13 Februari 2013 Jumat / 8 Februari 2013 s/d Jumat / 22 Februari 2013

Pembukaan Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis (Sampul 1)

Jumat / 22 Februari 2013

Web Site PU : www.pu.go.id

Senin / 25 Februari 2013 6 Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis (Sampul 1) Pengumuman Peserta yang Lulus Evaluasi Penawaran Administrasi dan Teknis (Sampul 1) Pembukaan Dokumen Penawaran Biaya (Sampul 2) Pengumuman Pemenang s/d Rabu / 6 Maret 2012 Web Site PU : www.pu.go.id

Jumat / 8 Maret 2013

Web Site PU : www.pu.go.id

Senin / 11 Maret 2013

Jam : 11.00 WIB Web Site PU : www.pu.go.id Web Site PU : www.pu.go.id Web Site PU : www.pu.go.id Web Site PU : www.pu.go.id Web Site PU : www.pu.go.id

Selasa / 14 Maret 2013 Senin / 15 Maret 2013

10

Masa sanggah

s/d Jumat / 22 Maret 2013

11 12 13

Klarifikasi dan Negosiasi Penerbitan SPBBJ Tanda Tangan Kontrak

Senin / 25 Maret 2013

Rabu / 27 Maret 2013 Kamis / 28 Maret 2013

4.

Dokumen Pemilihan dapat diambil dalam bentuk softcopy dan/atau diunduh melalui website Kementerian Pekerjaan Umum : www.pu.go.id.

Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi Pada PPK Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Tahun Anggaran 2013

Dokumen Pengadaan Standar Jasa Konsultansi Badan Usaha (dengan Prakualifikasi)

BAB III INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)


A. Umum 1. Lingkup Pekerjaan 1.1 Pokja ULP mengundang para peserta untuk menyampaikan penawaran atas paket pekerjaan jasa konsultansi yang tercantum dalam LDP. 1.2 Peserta yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang tercantum dalam LDP, berdasarkan syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai Kerangka Acuan Kerja dan biaya sesuai kontrak. 2. Sumber Dana 3. Peserta Pemilihan 2.1 Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan yang tercantum dalam LDP. 3.1 Pemilihan penyedia jasa konsultansi ini dapat diikuti oleh semua penyedia yang tercantum dalam Daftar Pendek. 3.2 Peserta kemitraan dilarang untuk mengubah Perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan 4. Larangan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut: a. berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam bentuk dan cara apapun, untuk memenuhi keinginan peserta yang bertentangan dengan Dokumen Pemilihan, dan/atau peraturan perundang-undangan; b. melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur hasil pemilihan, sehingga mengurangi / menghambat / memperkecil/meniadakan persaingan yang sehat dan/atau merugikan pihak lain; c. membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pemilihan. 4.2 Peserta yang terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam angka 4.1 di atas dikenakan sanksi-sanksi sebagai

berikut: a. sanksi administratif, seperti digugurkan dari proses pemilihan, atau pembatalan penetapan pemenang; b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam; c. gugatan secara perdata; dan/atau d. pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang. 4.3 Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP kepada PA/KPA. 5. Larangan Pertentang an Kepentingan 5.1 Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi dan perannya, dilarang memiliki/melakukan peran ganda atau terafiliasi. 5.2 Pegawai K/L/D/I dilarang menjadi peserta kecuali cuti di luar tanggungan K/L/D/I. 6.1 Peserta berkewajiban untuk menyampaikan penawaran yang mengutamakan jasa konsultansi yang dilaksanakan di Indonesia oleh tenaga Indonesia (produksi dalam negeri). 6.2 Dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi dimungkinkan menggunakan komponen berupa tenaga ahli dan perangkat lunak yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) dengan ketentuan: a. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan semata-mata untuk mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang belum dapat diperoleh di Indonesia, disusun berdasarkan keperluan yang nyata, dan diusahakan secara terencana untuk semaksimal mungkin terjadinya alih pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing tersebut ke tenaga Indonesia; b. komponen berupa perangkat lunak yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi persyaratan. 7. Satu Penawaran Tiap Peserta Setiap peserta, baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota kemitraan hanya boleh memasukkan satu penawaran untuk satu paket pekerjaan.

6. Pendayagun aan Produksi Dalam Negeri

B. Dokumen Pemilihan 8. Isi Dokumen 8.1 Dokumen Pemilihan terdiri dari:

Pemilihan

a. Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan; b. Instruksi Kepada Peserta; c. Lembar Data Pemilihan; d. Kerangka Acuan Kerja (KAK); e. Bentuk Dokumen Penawaran: 1) Surat Penawaran, 2) Dokumen Penawaran Teknis, dan 3) Dokumen Penawaran Biaya. f. Bentuk Surat Perjanjian; g. Syarat-Syarat Umum Kontrak; h. Syarat-Syarat Khusus Kontrak; i. Bentuk Dokumen Lain : 1) SPPBJ, 2) SPMK, 3) Surat Jaminan Uang Muka, dan 4) Surat Jaminan Sanggahan Banding 8.2 Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Pemilihan ini. Kelalaian menyampaikan Dokumen Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan ini sepenuhnya merupakan resiko peserta.

9. Bahasa Dokumen Pemilihan 10. Pemberian Penjelasan

Dokumen Pemilihan beserta seluruh korespondensi dalam proses pemilihan menggunakan Bahasa Indonesia. 10.1 Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang tercantum dalam LDP, dihadiri oleh para peserta yang diundang. 10.2 Ketidakikutsertaan peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. 10.3 Perwakilan peserta yang hadir pada saat pemberian penjelasan menunjukkan tanda pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP. 10.4 Dalam pemberian penjelasan, Pokja ULP menjelaskan kepada peserta mengenai : a. Kerangka Acuan Kerja; b. Metode pemilihan; c. Cara penyampaian Dokumen Penawaran; d. Kelengkapan yang harus dilampirkan bersama Dokumen Penawaran;

e. Jadwal pemasukan dan pembukaan Dokumen Penawaran; f. Metode dan tata cara evaluasi; g. Hal-hal yang menggugurkan penawaran; h. Jenis kontrak yang akan digunakan; i. Ketentuan tentang penyesuaian harga; j. Ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Kecil; k. Resiko K3 yang mungkin timbul akibat pekerjaan termasuk kondisi dan bahaya (apabila diperlukan); l. Perjanjian Kemitraan/KSO (apabila ada); m. Ketentuan tentang asuransi dan ketentuan lain yang dipersyaratkan. 10.5 Apabila dipandang perlu, Pokja ULP melalui Aanwijzer atau tim teknis yang ditunjuk, dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. Biaya peninjauan lapangan ditanggung oleh peserta. 10.6 Pemberian penjelasan isi Dokumen Pemilihan, pertanyaan dari peserta, jawaban dari Pokja ULP, perubahan substansi dokumen, hasil peninjauan lapangan, serta keterangan lain dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP) yang ditandatangani oleh anggota pokja ULP dan minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. 10.7 Apabila tidak ada satu pun peserta yang hadir atau yang bersedia menandatangani BAPP maka BAPP cukup ditandatangani oleh anggota pokja ULP yang hadir 10.8 Apabila terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen Pemilihan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. 10.9 Perubahan rancangan kontrak dan spesifikasi teknis, gambar dan/atau nilai HPS harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan.

10.10 Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pemilihan, maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah Dokumen Pemilihan awal. 10.11 Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengunduh Adendum Dokumen Pemilihan yang diunggah Pokja ULP pada alamat website yang tercantum dalam LDK. 11. Perubahan Dokumen Pemilihan 11.1 Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir waktu pemasukan penawaran, Pokja ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen Pemilihan, berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi substansi pekerjaan. 11.2 Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan. 11.3 Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengambil salinan Adendum Dokumen Pemilihan. 11.4 Peserta dapat mengambil salinan Adendum Dokumen Pemilihan yang disediakan oleh Pokja ULP atau mengunduhnya melalui alamat website yang tercantum dalam LDP. 12. Perubahan Waktu Dalam Adendum Dokumen Pengadaan, Pokja ULP dapat memberikan tambahan waktu untuk memasukkan Dokumen Penawaran.

C. Penyiapan Penawaran 13. Biaya dalam Penyiapan Penawaran 14. Bahasa Penawaran Peserta menanggung semua biaya penyiapan dan penyampaian penawaran. 14.1 Semua Dokumen Penawaran menggunakan Bahasa Indonesia. dalam

harus

14.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing.

14.3 Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran, maka yang berlaku adalah penjelasan dalam Bahasa Indonesia. 15. Dokumen Penawaran 15.1 Penawaran yang disampaikan oleh peserta terdiri dari 2 (dua) File yang memuat Penawaran Administrasi dan Teknis (File I) dan Penawaran Biaya (File II). 15.2 Penawaran Administrasi (File I) terdiri dari: a. Surat Penawaran, yang di dalamnya mencantumkan : 1) tanggal; 2) masa berlaku penawaran; dan 3) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan; 4) tanda tangan: a) direktur utama/pimpinan perusahaan; b) penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya; c) kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik; atau d) pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. b. Surat Kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akta pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan sebagaimana dimaksud pada butir 4)b); c. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada sebagaimana dimaksud pada butir 4)d). 15.3 Dokumen Penawaran Teknis (File I) terdiri dari: a. Data pengalaman perusahaan, terdiri dari : 1) data organisasi perusahaan, 2) daftar pengalaman kerja sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir, 3) Referensi dari pengguna jasa, 4) uraian pengalaman kerja sejenis 10 (Sepuluh) tahun terakhir, diuraikan

secara jelas dengan mencantumkan informasi : nama pekerjaan yang dilaksanakan, lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat, lokasi, pemberi tugas, nilai, dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun) b. Pendekatan dan metodologi, terdiri dari : 1) tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja, 2) uraian pendekatan, metodologi dan program kerja, 3) jadwal pelaksanaan pekerjaan, 4) komposisi tim dan penugasan, 5) jadwal penugasan tenaga ahli, c. Kualifikasi tenaga ahli, terdiri dari : 1) Daftar Riwayat Hidup personil yang diusulkan, 2) surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan. d. Dokumen lain yang dipersyaratkan, seperti : Formulir Pra RK3K 15.4 Penawaran Biaya (File II) terdiri dari: a. Surat penawaran biaya yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan total biaya penawaran (dalam angka dan huruf); b. Rekapitulasi penawaran biaya; c. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration); d. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimburseable cost); e. Dokumen lain yang dipersyaratkan, seperti : Daftar Kuantitas dan Harga. 16. Harga Penawaran 16.1 Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lumpsum, peserta mencantumkan harga satuan dan biaya total untuk tiap mata pembayaran / pekerjaan dalam Rincian Biaya Langsung Personil dan Non-Personil. Jika harga satuan ditulis nol atau tidak dicantumkan maka kegiatan dalam mata pembayaran tersebut dianggap telah termasuk dalam harga satuan kegiatan yang lain dan kegiatan tersebut tetap harus dilaksanakan. [Untuk kontrak lumpsum, apabila dipersyaratkan peserta mencantumkan harga satuan dan biaya total untuk tiap

mata pembayaran/pekerjaan dalam Rincian Biaya Langsung Personil dan Non-Personil]. 16.2 Biaya overhead, asuransi dan keuntungan serta semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang sah harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan paket pekerjaan jasa konsultansi ini diperhitungkan dalam total biaya penawaran. 16.3 [untuk kontrak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan, ditulis : penyesuaian harga diberlakukan sebagaimana diatur dalam SyaratSyarat Umum/Khusus Kontrak]. 17. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayara n 17.1 Semua biaya dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang yang ditetapkan dalam LDP. 17.2 Pembayaran atas pretasi pekerjaan jasa konsultansi ini dilakukan sesuai dengan cara yang ditetapkan dalam LDP dan diuraikan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak. 18.1 Masa berlakunya penawaran sesuai dengan ketentuan dalam LDP. 18.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan, sebelum akhir masa berlakunya penawaran, Pokja ULP dapat meminta kepada seluruh peserta secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka waktu tertentu. 18.3 Peserta dapat : a. Menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran; b. Menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan diri secara tertulis dengan tidak dikenakan sanksi. 18.4 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam LDP D. Pemasukan Dokumen Penawaran 19. Penyampul an dan 19.1 Dokumen Penawaran disampaikan sebanyak 2 (dua) file.

18. Masa Berlaku Penawaran dan Jangka Waktu Pelaksanaa n

Penandaan File Penawaran

19.2 File Penawaran dienkripsi dengan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO). 19.3 Peserta wajib mengetahui dan mengikuti ketentuan penggunaan APENDO yang tersedia dalam APENDO. 19.4 Penawaran Administrasi dan Teknis dimasukkan pada File I, sedangkan Penawaran Biaya dimasukkan pada File II. Selanjutnya diunggah (upload) pada aplikasi SPSE

20. Penyampaia n Dokumen Penawaran

20.1 Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP dengan mengunggah file penawaran terenkripsi (*.rhs) hanya melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan. 20.2 Peserta dapat mengunggah file penawaran secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. File penawaran terakhir akan menggantikan file penawaran yang telah terkirim sebelumnya

21. Batas Akhir Waktu Pemasukan Penawaran 22. Penawaran Terlambat

Penawaran harus disampaikan kepada atau harus sudah diterima melalui aplikasi SPSE oleh Pokja ULP paling lambat pada waktu yang ditentukan. 22.1 Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SPSE kepada Pokja ULP paling lambat pada waktu yang ditentukan oleh Pokja ULP. 22.2 Setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran, aplikasi SPSE akan menolak setiap file penawaran yang dikirim.

E. Pembukaan dan Evaluasi Penawaran 23. Pembukaan Penawaran File I 23.1 Dokumen Penawaran peserta pada waktu ketentuan dalam LDP, kurang 2 (dua) peserta dibuka di hadapan dan tempat sesuai yang dihadiri paling sebagai saksi.

23.2 Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal dan surat penugasan kepada Pokja ULP.

23.3 Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu) peserta sebagai saksi, maka Pokja ULP menunda pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua) jam. 23.4 Apabila setelah ditunda selama 2 (dua) jam, hanya ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi, maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP. 23.5 Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran kecuali untuk file penawaran yang sudah dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan keterangan LPSE. 23.6 Pada tahap pembukaan penawaran, Pokja ULP mengunduh dan melakukan dekripsi file penawaran dengan menggunakan APENDO sesuai waktu yang telah ditetapkan. 23.7 Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi), Pokja ULP menyampaikan file penawaran tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file yang bersangkutan tidak dapat dibuka. Selanjutnya Pokja ULP menetapkan penawaran tidak memenuhi syarat. Apabila dapat dibuka, maka Pokja ULP akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan 23.8 Penawaran masuk adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka dan lengkap sebagaimana dalam angka 15. 23.9 Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta maka pelelangan dinyatakan gagal. 23.10 Pokja ULP memeriksa dan menunjukkan dihadapan peserta mengenai kelengkapan File I sebagaimana dalam angka 15. 23.11 Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan penawaran, maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas di dalam berita acara.

23.12 Pokja ULP segera membuat berita acara pembukaan dokumen penawaran dan koreksi aritmatik yang sekurang-kurangnya memuat: a. Nama paket dan pagu anggaran, b. Nama peserta, c. Jumlah dokumen penawaran yang masuk, d. Jumlah dokumen penawaran yang lengkap dan tidak lengkap, e. Kelainan-kelainan yang dijumpai dalam dokumen penawaran (apabila ada), f. Besaran usulan biaya, g. Usulan biaya terkoreksi, h.Keterangan lain yang dianggap perlu, dan i. Tanggal pembuatan berita acara. 23.13 Setelah dibacakan dengan jelas, Berita Acara ditandatangani oleh anggota pokja ULP yang hadir dan 2 (dua) orang saksi. 23.14 Berita acara Penawaran. dilampiri Dokumen

23.15 Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran dan Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut melalui alamat website yang tercantum dalam LDK. 24. Evaluasi Penawaran File I 24.1 Semua ketentuan IKP mengenai evaluasi penawaran berlaku untuk setiap metode evaluasi, kecuali dalam klausul diatur atau disebutkan secara khusus hanya berlaku untuk salah satu metode evaluasi saja. 24.2 Penawaran dievaluasi dengan cara memeriksa dan membandingkan Dokumen Penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang diurut mulai dari tahapan penilaian persyaratan administrasi, persyaratan teknis, dan kewajaran biaya. 24.3 Metode evaluasi, kriteria, dan tata cara selain yang disebutkan dalam IKP tidak diperbolehkan. 24.4 Pokja ULP melakukan evaluasi terhadap file I yang meliputi:

a. evaluasi administrasi; dan b. evaluasi teknis. 24.5 Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut : a. Pokja ULP dilarang menambah, mengurangi, mengganti, dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan; b. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah, mengurangi, mengganti dan/atau mengubah isi file I; c. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan ruang lingkup serta kualifikasi tenaga ahli yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat; d. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1) penyimpangan dari Dokumen Pemilihan yang mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja pekerjaan; dan/atau 2) penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan di luar ketentuan Dokumen Pemilihan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. e. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi; f. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan) antara peserta, Pokja ULP dan/atau PPK dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta, maka : 1) peserta yang terlibat dimasukan dalam Daftar Hitam baik badan usahanya maupun pengurusnya; 2) proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat (apabila ada);

3) apabila tidak ada peserta lainnya sebagaimana dimaksud pada angka 2), maka seleksi dinyatakan gagal. 24.6 Evaluasi Administrasi : a. Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. b. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, apabila: 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan dipenuhi/dilengkapi; 2) surat penawaran : a) ditandatangani oleh: (1) direktur utama/pimpinan perusahaan; (2) penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya; (3) kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik; atau (4) pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. b) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan; (1)apabila ada perbedaan nilai penulisan antara angka dan huruf maka yang diakui adalah tulisan huruf, (2)apabila nilai yang tertulis dalam angka jelas sedangkan nilai dalam huruf tidak jelas/tidak bermakna, maka nilai yang diakui adalah nilai yang tertulis dalam angka, atau (3)apabila nilai dalam angka dan nilai yang tertulis dalamhuruf tidak jelas/tidak bermakna, maka penawaran

3)

4)

5) 6)

7)

dinyatakan gugur. c) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, dengan ketentuan: (1) apabila ada perbedaan nilai penulisan antara angka dan huruf maka yang diakui adalah tulisan huruf, (2)apabila nilai yang tertulis dalam angka jelas sedangkan nilai dalam huruf tidak jelas/tidak bermakna, maka nilai yang diakui adalah nilai yang tertulis dalam angka, atau (3)apabila nilai dalam angka dan nilai yang tertulis dalamhuruf tidak jelas/tidak bermakna, maka penawaran dinyatakan gugur. d) bertanggal. untuk menghindari kesalahankesalahan kecil yang dapat menggugurkan penawaran, maka syarat-syarat lainnya yang diperlukan agar diminta dan dievaluasi pada saat prakualifikasi dan tidak perlu dilampirkan pada Dokumen Penawaran; Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan namun tidak boleh mengubah substansi; peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis; apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis; Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi, maka seleksi dinyatakan gagal.

24.7 Evaluasi Teknis : a. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi.

b. Unsur-unsur yang dievaluasi harus sesuai dengan yang ditetapkan. c. Evaluasi penawaran teknis dilakukan dengan cara memberikan nilai angka tertentu pada setiap kriteria yang dinilai dan bobot yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, kemudian membandingkan jumlah perolehan nilai dari para peserta, dengan ketentuan: 1) unsur-unsur pokok yang dinilai adalah: a) pengalaman perusahaan (bobot nilai antara 10 %), b) pendekatan dan metodologi (bobot nilai antara 30 %), c) kualifikasi tenaga ahli (bobot nilai antara 60 %); 2) penilaian dilakukan sesuai pembobotan dari masing-masing unsur yang telah ditentukan dalam LDP; 3) bobot masing-masing unsur ditetapkan oleh Pokja ULP berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan; d. Penilaian terhadap Pengalaman Perusahaan dilakukan atas: 1) pengalaman perusahaan peserta dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK untuk 10 (sepuluh) tahun terakhir; 2) pengalaman kerja di Indonesia dan/atau di lokasi proyek mendapat tambahan nilai; 3) pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi: nama pekerjaan yang dilaksanakan, lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat, lokasi, pemberi tugas, nilai, dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun); 4) penilaian juga dilakukan terhadap jumlah pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh peserta, disamping untuk mengukur pengalaman juga dapat dipergunakan untuk mengukur kemampuan/kapasitas peserta yang bersangkutan dalam melaksanakan

tugasnya; 5) pengalaman perusahaan peserta harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa, yang menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir; 6) sub unsur Pengalaman Perusahaan yang dinilai adalah: a) pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis; b) pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan; c) pengalaman manajerial dan fasilitas utama; d) kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap; e) [sub unsur lain yang dinilai dan dipersyaratkan]. 7) bobot masing-masing sub unsur ditetapkan oleh Pokja ULP berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum dalam LDP. e. Penilaian terhadap Pendekatan dan Metodologi dilakukan atas: 1) pemahaman perusahaan peserta atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK, pemahaman atas sasaran/tujuan, kualitas metodologi, dan hasil kerja; 2) sub unsur Pendekatan dan Metodologi yang dinilai adalah: a) pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK, penilaian terutama meliputi: pengertian terhadap tujuan proyek/kegiatan, lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK), dan pengenalan lapangan; b) kualitas metodologi, penilaian terutama meliputi: ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK, konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja, apresiasi

terhadap inovasi, tanggapan terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia, orang bulan (person-month) tenaga ahli, uraian tugas, jangka waktu pelaksanaan, laporanlaporan yang disyaratkan, jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan, program kerja, jadwal pekerjaan, jadwal penugasan, organisasi, kebutuhan jumlah orang bulan, dan kebutuhan fasilitas penunjang; c) hasil kerja (deliverable), penilaian meliputi antara lain: analisis, gambar-gambar kerja, spesifikasi teknis, perhitungan teknis, dan laporan-laporan; d) fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK; e) gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK diberikan nilai lebih; f) Pra RK3K memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Apabila terdapat hal yang meragukan dapat dilakukan klarifikasi untuk menegaskan bahwa K3 akan dilaksanakan. f) sub unsur lain yang dinilai dan dipersyaratkan. 3) bobot masing-masing sub unsur ditetapkan oleh Pokja ULP berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum dalam LDP. f. Kualifikasi Tenaga Ahli, penilaian dilakukan atas: 1) tenaga ahli yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian, persyaratan, serta jumlah tenaga yang telah diindikasikan di dalam KAK; 2) sub unsur Kualifikasi Tenaga Ahli yang dinilai adalah:

a) tingkat pendidikan, yaitu lulusan

perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi, atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi, dibuktikan dengan salinan ijazah; b) pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK, didukung dengan referensi dari pengguna jasa. Bagi tenaga ahli yang diusulkan sebagai pemimpin/wakil pemimpin pelaksana pekerjaan (team leader/co team leader) dinilai pula pengalaman sebagai pemimpin/wakil pemimpin tim. Ketentuan penghitungan pengalaman kerja profesional dilakukan sebagai berikut : (1) tidak boleh terjadi tumpang tindih (overlap), bila terjadi overlap yang dihitung hanya salah satu, (2) apabila terdapat perhitungan bulan menurut Pokja ULP lebih kecil dari yang tertulis dalam penawaran, maka yang diambil adalah perhitungan Pokja ULP. Apabila perhitungan Pokja ULP lebih besar dibandingkan dengan yang tertulis dalam penawaran, maka yang diambil adalah yang tertulis dalam penawaran, (3) apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis secara lengkap tanggal, bulan, dan tahunnya, maka pengalaman kerja akan dihitung secara penuh (kecuali bila terjadi overlap, maka bulan yang overlap dihitung satu kali), (4) apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis bulan dan tahunnya

c)

saja (tanpa tanggal), maka pengalaman kerja yang dihitung adalah total bulannya dikurangi 1 (satu) bulan, (5) apabila jangka waktu pengalaman kerja profesional ditulis tahunnya saja (tanpa tanggal dan bulan), maka pengalaman kerja yang dihitung hanya 25 % dari total bulannya, (6) kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi pengalaman kerja profesional dibandingkan dengan yang dipersyaratkan dalam KAK, dinilai dengan kriteria sebagai berikut: (a) lingkup pekerjaan : i. sesuai ii. menunjang iii. terkait (b) posisi : i. sesuai ii. tidak sesuai (c) nilai masing-masing kriteria ditetapkan oleh Pokja ULP berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum dalam LDP. (7) bulan kerja profesional yang didapatkan dari angka (3), (4), dan (5) dikalikan dengan nilai kesesuaian lingkup pekerjaan dan posisi yang didapatkan dari angka (6), (8) total seluruh bulan kerja profesional dibagi dengan angka 12 sehingga didapatkan jangka waktu pengalaman kerja profesional seorang tenaga ahli. (9) Nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional tenaga ahli dicantumkan dalam LDP sertifikat keahlian / profesi yang dikeluarkan oleh pihak yang

berwenang mengeluarkan, sesuai dengan keahlian/profesi yang disyaratkan dalam KAK; d) lain-lain : penguasaan bahasa Inggris, bahasa Indonesia (bagi konsultan Asing), bahasa setempat, aspek pengenalan (familiarity) atas tata-cara, aturan, situasi, dan kondisi (custom) setempat. Personil yang menguasai/memahami aspek-aspek tersebut di atas diberikan nilai lebih tinggi; e) [sub unsur lain yang dinilai dan dipersyaratkan]. 3) bobot masing-masing sub unsur ditetapkan oleh Pokja ULP berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum dalam LDP. 4) Tingkat pendidikan tenaga ahli yang kurang dari tingkat pendidikan yang dipersyaratkan dalam KAK tidak diberi nilai. 5) Kualifikasi dari tenaga ahli yang melebihi dari kualifikasi yang dipersyaratkan dalam KAK tidak mendapat tambahan nilai. g. Hasil evaluasi teknis harus melewati ambang batas nilai teknis (passing grade) seperti yang tercantum dalam LDP. h. Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka seleksi dinyatakan gagal. i. Apabila peserta yang lulus evaluasi teknis kurang dari 5 (lima) maka proses tetap dilanjutkan. 24.8 Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Evaluasi File I yang paling sedikit memuat: a. nama seluruh peserta; b. hasil evaluasi penawaran administrasi dan teknis termasuk alasan ketidaklulusan peserta; c. nilai evaluasi teknis diurutkan mulai dari nilai tertinggi; d. ambang batas nilai teknis; e. jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi;

f. tanggal dibuatnya Berita Acara; g. keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu mengenai pelaksanaan seleksi; h. pernyataan bahwa seleksi gagal apabila tidak ada penawaran yang memenuhi syarat.

25. Pengumum an Peringkat Teknis

25.1 Pokja ULP memberitahukan secara elektronik penetapan peringkat teknis kepada seluruh peserta, serta diumumkan di alamat website yang tercantum dalam LDP dan ditempel di papan pengumuman resmi untuk masyarakat Pokja ULP menyampaikan undangan melalui aplikasi SPSE kepada seluruh peserta yang lulus evaluasi teknis untuk menghadiri acara pembukaan File II segera setelah Pengumuman Peringkat Teknis diumumkan. 27.1 Penawaran File II dibuka pada waktu yang telah ditetapkan. 27.2 Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran kecuali untuk file penawaran yang sudah dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan keterangan LPSE. 27.3 Pada tahap pembukaan penawaran, Pokja ULP mengunduh dan melakukan dekripsi file penawaran dengan menggunakan APENDO sesuai waktu yang telah ditetapkan. 27.4 Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi), Pokja ULP menyampaikan file penawaran tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file yang bersangkutan tidak dapat dibuka. Selanjutnya Pokja ULP menetapkan penawaran tidak memenuhi syarat. Apabila dapat dibuka, maka Pokja ULP akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan 27.5 Penawaran masuk adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka dan lengkap sebagaimana dalam angka 15.3.

26. Undangan Pembukaan Penawaran File II 27. Pembukaan Penawaran File II, dan Evaluasi Penawaran File II

27.6 Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta maka pelelangan dinyatakan gagal. 27.7 Pokja ULP melakukan Koreksi Aritmatik terhadap penawaran biaya, dengan ketentuan: a. kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan, harus dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah; b. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain, dan harga satuan pada surat penawaran tetap dibiarkan kosong. 27.8 Total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi pagu anggaran tidak menggugurkan penawaran sebelum dilakukan negosiasi biaya. Jika total nilai HPS sama dengan nilai pagu anggaran maka total nilai HPS tersebut dijadikan patokan untuk menggugurkan penawaran biaya terkoreksi apabila melebihi total nilai HPS. 27.9 Pokja ULP tanpa dihadiri peserta, melakukan evaluasi penawaran biaya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. 27.10 Unsur-unsur yang perlu diteliti dan dinilai dalam evaluasi penawaran biaya dilakukan terhadap: a. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration); b. kewajaran penugasan tenaga ahli; c. kewajaran penugasan tenaga pendukung; d. kewajaran biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). 27.11 Pokja ULP melakukan perhitungan kombinasi teknis dan biaya, dengan ketentuan sebagai berikut: a. menghitung nilai kombinasi antara nilai penawaran teknis dan nilai penawaran

biaya terkoreksi dengan cara perhitungan sebagai berikut : NILAI AKHIR = {Nilai/skor Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis} + {Nilai/skor Penawaran Biaya Terkoreksi x Bobot Penawaran Biaya}. catatan: pembobotan nilai/skor teknis dan biaya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan dalam Dokumen Pemilihan. Pada saat menyusun Dokumen Pemilihan, acuan yang digunakan untuk pembobotan sesuai dengan rentang sebagai berikut: - bobot penawaran teknis sebesar 0,75; - bobot penawaran biaya sebesar 0,25. b. bobot masing-masing unsur ditetapkan oleh Pokja ULP berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum dalam LDP. c. nilai penawaran biaya terendah diberikan nilai/skor tertinggi, sementara itu untuk nilai penawaran biaya yang lain secara proporsional. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: NBt = (PBt / PBt) x 100 NBn = (PBt / PBn) x 100 dimana : NBt = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya terendah; NBn = nilai/skor untuk peserta dengan penawaran biaya yang di atasnya; PBt = penawaran biaya terendah; PBn = penawaran biaya di atasnya. 27.12 Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih peserta mendapatkan nilai gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya yang sama, maka penentuan peringkat peserta didasarkan pada perolehan nilai teknis yang lebih tinggi, dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. 27.13 Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Evaluasi Penawaran Biaya dan Perhitungan Kombinasi Teknis dan Biaya yang sekurang-kurangnya memuat: a. nama peserta;

b. kelengkapan isi file II; c. besaran usulan biaya dan biaya terkoreksi; d. nilai/skor penawaran: 1) teknis; dan 2) biaya e. nilai/skor gabungan penawaran teknis dan penawaran biaya; f. kesimpulan tentang kewajaran: 1) biaya pada Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration); 2) penugasan tenaga ahli; 3) penugasan tenaga pendukung; dan 4) biaya pada Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimbursable cost). g. keterangan lain yang dianggap perlu; h. tanggal dibuatnya berita acara. 27.14 Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan file II, maka penyebab penundaan tersebut harus dimuat dengan jelas dalam Berita Acara. 27.15 Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran Biaya. 27.16 Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang diundang melalui aplikasi SPSE tanpa dilampiri Dokumen Penawaran Biaya dan Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut melalui alamat website yang tercantum dalam LDP. F. Penetapan Pemenang 28. Pengumum an Pemenang Pokja ULP memberitahukan penetapan peringkat teknis melalui aplikasi SPSE kepada seluruh peserta, serta diumumkan di alamat website yang tercantum dalam LDP dan ditempel di papan pengumuman resmi untuk masyarakat. 29.1 Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara elektronik atas penetapan peringkat teknis kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman peringkat teknis, disertai bukti terjadinya penyimpangan, dengan tembusan secara offline kepada PPK, PA/KPA, dan APIP yang tercantum dalam LDP.

29. Sanggahan

29.2 Sanggahan diajukan oleh peserta apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a. penyimpangan ketentuan dan prosedur diatur dalam Peratuan Presiden ini dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan; b. rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat; dan/atau c. penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. 29.3 Pokja ULP wajib memberikan jawaban secara elektronik atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan. 29.4 Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan seleksi gagal. 30. Sanggahan Banding 30.1 Sanggahan yang disampaikan secara offline bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah, dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti Secara offline oleh pihak-pihak terkait. 30.2 Peserta yang tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP, dapat mengajukan sanggahan banding secara tertulis kepada Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi yang tercantum dalam LDP paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan, dengan tembusan kepada PPK, Pokja ULP, APIP K/L/D/I yang tercantum dalam LDP. 30.3 Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi yang tercantum dalam LDP wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. 30.4 Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding yang ditujukan kepada Pokja ULP sebesar 2 (dua perseribu)

dari HPS atau paling tinggi sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding. 30.5 Penerima Jaminan adalah Pokja ULP. Sanggah Banding

30.6 Sanggahan banding menghentikan proses seleksi. 30.7 Sanggahan banding yang disampaikan bukan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi yang tercantum dalam LDP atau disampaikan diluar masa sanggah banding, dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. 31. Undangan Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya 31.1 Pokja ULP segera mengundang peserta yang ditetapkan sebagai pemenang untuk menghadiri acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya, dengan ketentuan: a. tidak ada sanggahan dari peserta; b. sanggahan terbukti tidak benar; atau c. masa sanggah berakhir. 31.2 Undangan mencantumkan tempat, hari, tanggal, dan waktu klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya. 32.1 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan oleh Pokja ULP dengan: a. direktur utama/pimpinan perusahaan; b. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya (dinyatakan dengan surat kuasa); c. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik; atau d. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. 32.2 Klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dilakukan untuk: a. meyakinkan kejelasan teknis dan biaya, dengan memperhatikan kesesuaian

32. Klarifikasi dan/atau Negosiasi

antara bobot pekerjaan dengan tenaga ahli dan/atau tenaga pendukung yang ditugaskan, serta mempertimbangkan kebutuhan perangkat/fasilitas pendukung yang proporsional guna pencapaian hasil kerja yang optimal; b. memperoleh kesepakatan biaya yang efisien dan efektif dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan peserta. 32.3 Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a. lingkup dan sasaran jasa konsultansi; b. cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja; c. kualifikasi tenaga ahli; d. organisasi pelaksanaan; e. program alih pengetahuan; f. jadwal pelaksanaan pekerjaan; g. jadwal penugasan personil; dan h. fasilitas penunjang. 32.4 Aspek-aspek biaya yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi terutama: a. kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya; b. volume kegiatan dan jenis pengeluaran; dan c. biaya satuan dibandingkan dengan biaya yang berlaku di pasaran. 32.5 Klarifikasi dan negosiasi terhadap unit biaya personil dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan, dengan ketentuan: a. biaya satuan dari biaya langsung personil, maksimum 3,2 (tiga koma dua) kali gaji dasar yang diterima oleh tenaga ahli tetap dan/atau maksimum 2,5 (dua koma lima) kali penghasilan yang diterima oleh tenaga ahli tidak tetap berdasarkan perhitungan dari daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setor pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan; b. unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan

tingkat kehadiran dengan ketentuan sebagaimana tercantum dalam LDP 32.6 Klarifikasi dan negosiasi terhadap biaya tenaga pendukung (tenaga teknik dan penunjang/administrasi), seperti: tenaga survey, sekretaris, atau manajer kantor, dilakukan berdasarkan harga pasar tenaga pendukung tersebut. 32.7 Negosiasi biaya dilakukan terhadap total penawaran biaya terkoreksi yang melebihi HPS, agar didapatkan total penawaran biaya hasil negosiasi yang memenuhi HPS, tanpa mengurangi kualitas penawaran teknis. 32.8 Harga satuan yang dapat dinegosiasikan yaitu Biaya Langsung Non-Personil yang dapat diganti (direct reimbursable cost) dan/atau Biaya Langsung Personil (remuneration) yang dinilai tidak wajar berdasarkan ketentuan pada angka 31.5). 32.9 Apabila hasil evaluasi biaya serta klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar, maka total penawaran biaya dapat diterima sepanjang tidak melebihi pagu anggaran. 32.10 Apabila klarifikasi dan negosiasi dengan pemenang seleksi tidak menghasilkan kesepakatan, maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang pemenang cadangan pertama (apabila ada) untuk melakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 31.1 dan seterusnya. 32.11 Apabila dalam klarifikasi dan negosiasi dengan pemenang cadangan pertama tidak menghasilkan kesepakatan, maka Pokja ULP melanjutkan dengan mengundang pemenang cadangan kedua (jika ada), yang selanjutnya dilakukan proses klarifikasi dan negosiasi sebagaimana di atur dalam angka 31.1 dan seterusnya. 32.12 Apabila klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya dengan 1 (satu) pemenang dan 2

(dua) pemenang cadangan tidak menghasilkan kesepakatan maka seleksi dinyatakan gagal. 32.13 ULP membuat Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi. G. Penunjukan Pemenang Seleksi 33. Penunjukan Penyedia Jasa Konsultansi 33.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil Seleksi (BAHS) kedalam aplikasi SPSE dan menginformasikan kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ). 33.2 PPK menerbitkan SPPBJ, bila sependapat dengan Pokja ULP, kepada peserta seleksi dengan pemenang seleksi yang telah mencapai kesepakatan dengan Pokja ULP dalam acara klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya untuk melaksanakan pekerjaan. 33.3 SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah Pokja ULP menyampaikan BAHS kepada PPK. 33.4 Salah satu tembusan dari SPPBJ disampaikan (tanpa lampiran surat perjanjian) sekurang-kurangnya kepada unit pengawasan internal. 33.5 Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri, maka PPK meminta Pokja ULP untuk mengundang pemenang cadangan (apabila ada) untuk melakukan proses klarifikasi dan negosiasi, selama masa surat penawaran peserta tersebut masih berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya. 33.6 Apabila pemenang dan 2 (dua) pemenang cadangan yang akan ditunjuk sebagai penyedia mengundurkan diri, maka seleksi dinyatakan gagal oleh PA/KPA setelah mendapat laporan dari PPK. 33.7 Bagi calon penyedia yang mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima, dikenakan sanksi berupa dimasukkan dalam Daftar Hitam.

33.8 Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah SPPBJ. 34. BAHP dan Kerahasiaa n Proses 31.1 Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita Acara Hasil Seleksi (BAHS) oleh Pokja ULP bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman pemenang. 31.2 Pokja ULP menuangkan ke dalam BAHP segala hal terkait proses pemilihan penyedia secara elektronik yang tidak dapat diakomodir atau difasilitasi aplikasi SPSE. H. Seleksi Gagal 35. Seleksi Gagal 35.1 Pokja ULP menyatakan seleksi gagal, apabila: a. jumlah peserta yang lulus prakualifikasi kurang dari 5 (lima); b. seluruh peserta yang masuk sebagai Calon Daftar Pendek tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi; c. jumlah peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga); d. apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan usaha yang tidak sehat; e. semua penawaran biaya terkoreksi yang disampaikan peserta melampaui pagu anggaran, kecuali untuk Metode Evaluasi Kualitas; f. tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; g. sanggahan dari peserta atas pelaksanaan seleksi ternyata benar terhadap : 1) penyimpangan ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peratuan Presiden ini dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Kualifikasi atau Dokumen Pemilihan; dan/atau 2) kesalahan substansi Dokumen Pengadaan. h. pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2, tidak hadir dalam klarifikasi teknis dan negosiasi biaya; atau i. klarifikasi teknis dan negosiasi biaya dengan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 tidak menghasilkan

kesepakatan. 35.2 PA/KPA menyatakan seleksi gagal, apabila: a. PA/KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden ini; b. pengaduan masyarakat atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK, ternyata benar; c. pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri dari penunjukan pemenang; d. pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 ternyata benar; e. Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010; f. pelaksanaan seleksi tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pemilihan; atau g. pelaksanaan seleksi melanggar Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010. 35.3 Menteri/Pimpinan Lembaga/Institusi Lainnya menyatakan seleksi gagal, apabila: a. sanggahan banding dari peserta atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau b. pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dan/atau terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan KPA, ternyata benar. 35.4 Kepala Daerah menyatakan seleksi gagal, apabila: a. sanggahan banding dari peserta atas terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan seleksi yang melibatkan PA, KPA, PPK dan/atau Pokja ULP, ternyata benar; atau b. pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dan/atau terjadinya penyimpangan ketentuan dan prosedur dalam pelaksanaan Seleksi yang melibatkan PA dan/atau KPA, ternyata benar.

35.5 Setelah seleksi dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memberitahukan kepada seluruh peserta. 35.6 Setelah pemberitahuan adanya seleksi gagal, maka Pokja ULP meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya seleksi gagal, untuk menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan: a. evaluasi ulang; b. penyampaian ulang Dokumen Penawaran; c. seleksi ulang; atau d. penghentian proses seleksi. 36. Penandatan ganan Kontrak Setelah SPPBJ diterbitkan, PPK melakukan finalisasi terhadap rancangan Kontrak, dan menandatangani Kontrak pelaksanaan pekerjaan, apabila dananya telah cukup tersedia dalam dokumen anggaran, dengan ketentuan sebagai berikut: 36.1 Penandatanganan Kontrak dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ. 36.2 PPK dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen Pemilihan sampai dengan penandatanganan Kontrak, kecuali perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan yang melewati batas tahun anggaran. 36.3 Perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak. 36.4 PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi, bahasa, redaksional, angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak. 36.5 Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain, maka berlaku urutan sebagai berikut: a. adendum Surat Perjanjian (apabla ada); b. pokok perjanjian;

c. surat penawaran, beserta rincian penawaran biaya; d. syarat-syarat khusus Kontrak; e. syarat-syarat umum Kontrak; f. Kerangka Acuan Kerja; g. gambar-gambar; h. dokumen lainnya, seperti : SPPBJ, BAHS, BAPL (Apabila ada). 36.6 Banyaknya rangkap Kontrak dibuat sesuai kebutuhan, yaitu: a. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri dari: 1) Kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia; dan 2) Kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh PPK. b. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai, apabila diperlukan. 36.7 Penandatanganan Kontrak yang kompleks dan/atau bernilai di atas Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) dilakukan setelah memperoleh pendapat ahli hukum kontrak. 36.8 Pihak yang berwenang menandatangani Kontrak atas nama penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 36.9 Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada angka 36.8, dapat menandatangani Kontrak, sepanjang mendapat kuasa/pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak.

BAB IV LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) A. Lingkup Pekerjaan ULP/Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi Pada PPK Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Alamat ULP/Panitia : Jalan Inspeksi Saluran Tarum Barat No. 58 8190210 8196145 Kode Pos 13620 Jakarta Timur Alamat website : www.pu.go.id SDA Wilayah Sungai

Nama pekerjaan: Rencana Pengelolaan Ciliwung Cisadane

Uraian singkat pekerjaan : 1. Pengumpulan data awal berupa Dokumen Rancangan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane tahun 2012, beserta data-datanya, seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 22/PRT/M/2009 tentang Pedoman teknis dan tatacara penyusunan pola pengelolaan sumber daya air 2. Data Desain Dasar Upaya Fisik. 3. Merangkum alternatif strategi pengelolaan sumber daya air yang terdapat dalam Dokumen Rancangan Pola Pengelolaan Sumber daya Air untuk masing-masing aspek pengelolaan sumber daya air. 4. Melakukan inventarisasi Sumber Daya Air 5. Penyiapan materi pemilihan strategi 6. Survey dan diskusidengan pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan sektor-sektor terkait SDA 7. Pertemuan wadah koordinasi pengelolaan SDA dalam pemilihan strategi 8. Pertemuan Konsultasi Masyarakat 9. Inventarisasi data tambahan berdasarkan rekomendasi PKM 1 10.Analisis data 11.Analisis kawasan resapan air dan daerah tangkapan air

12.Analisis zona pemanfaatan sumber air 13.Konsep matrik upaya nonfisik dan fisik 14.Konsultasi tim teknis 15.PKM 2 16.Pembahasan hasil PKM 2 oleh Wadah Koordinasi Pengelolaan SDA WS 17.Penyusunan dokumendaftar usulan upaya fisik dan non fisik.

B. Sumber Dana

Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2013 Hari / Tanggal : Waktu Tempat : : Selasa / 12 Pebruari 2013 10.00 WIB Ruang Rapat Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Jumat / 22 Pebruari 2013 08.00 WIB Ruang Rapat Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Jumat / 22 Pebruari 2013 11.00 WIB Ruang Rapat Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Senin / 11 Maret 2013 11.00 WIB Ruang Rapat Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane

C. Pemberian Penjelasan

D.Batas Akhir Waktu Penyampaian / Pemasukan Penawaran E. Pembukaan Penawaran Sampul I

Hari / Tanggal : Waktu Tempat : :

Hari / Tanggal : Waktu Tempat : :

F. Pembukaan Penawaran Sampul II

Hari / Tanggal : Waktu Tempat : :

G. Dokumen Lain yang dipersyaratk an

I.

Sampul I (Dokumen Penawaran Administrasi dan Teknis) 1.1 Penawaran Administrasi terdiri dari: a. Surat Penawaran, yang di dalamnya mencantumkan : 1) tanggal; 2) masa berlaku penawaran; dan

3) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan; 4) tanda tangan: a) direktur utama/pimpinan perusahaan; b) penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya; c) kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan bukti otentik; atau d) pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama. b. Surat Kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan kepada penerima kuasa yang namanya tercantum dalam akta pendirian atau perubahannya (apabila dikuasakan sebagaimana dimaksud pada butir 4)b); c. Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada sebagaimana dimaksud pada butir 4)d). 1.2 Dokumen Penawaran Teknis terdiri dari: a. Data pengalaman perusahaan, terdiri dari : 1) data organisasi perusahaan, 2) daftar pengalaman kerja sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir, 3) Referensi dari pengguna jasa, 4) uraian pengalaman kerja sejenis 10 (Sepuluh) tahun terakhir, diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi : nama pekerjaan yang dilaksanakan, lingkup dan data pekerjaan yang dilaksanakan secara singkat, lokasi, pemberi tugas, nilai, dan waktu pelaksanaan (menyebutkan bulan dan tahun) b. Pendekatan dan metodologi, terdiri dari : 1) tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja, 2) uraian pendekatan, metodologi dan program kerja, 3) jadwal pelaksanaan pekerjaan, 4) komposisi tim dan penugasan, 5) jadwal penugasan tenaga ahli, c. Kualifikasi tenaga ahli, terdiri dari :

1) Daftar Riwayat Hidup personil yang diusulkan, 2) surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan. d. Dokumen lain yang dipersyaratkan, seperti : Formulir Pra RK3K II. Sampul II (Dokumen Penawaran Biaya) 1.1 Dokumen Penawaran Biaya terdiri dari: a. Surat penawaran biaya yang didalamnya tercantum masa berlaku penawaran dan total biaya penawaran (dalam angka dan huruf); b. Rekapitulasi penawaran biaya; c. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration); d. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimburseable cost); Dokumen lain yang dipersyaratkan, seperti : Daftar Kuantitas dan Harga. H.Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran I. Masa Berlaku Penawaran dan Jangka Waktu Pelaksanaan J. Peninjauan Lapangan K. Penyampulan dan Penandaan File Penawaran 1. Bentuk mata uang penawaran : Rupiah 2. Pembayaran dilakukan angsuran/termin dengan cara

1. Masa berlaku penawaran selama 60 (enam puluh) hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. 2. Jangka waktu (enam) bulan Tidak ada Dokumen penawaran berupa file penawaran (Sampul I yang berisikan Dokumen penawaran Administrasi dan Teknis, serta Sampul II yang berisikan Dokumen Penawaran Biaya) di enkripsi menggunakan APENDO untuk yang diusulkan menjadi Calon Pemenang, Calon Pemenang Cadangan 1 dan Calon pemenang Cadangan 2. Bobot unsur-unsur pokok yang dinilai : 1. Unsur Pengalaman Perusahaan : 10 % a. Pengalaman perusahaan peserta dilengkapi dengan referensi, harus yang pelaksanaan pekerjaan 6

L. Evaluasi Teknis

menunjukkan kinerja perusahaan peserta yang bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir dan dapat dibuktikan kebenarannya dengan menghubungi penerbit referensi. b. Apabila tidak dilengkapi referensi maka tidak dinilai. c. Apabila dilengkapi referensi namun terbukti tidak benar, maka penawaran digugurkan dan peserta dikenakan Daftar Hitam. d. Sub unsur pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis, dengan bobot sub unsur 50 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) memiliki 10 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 2) memiliki 5 s.d 10 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 3) memiliki < 5 paket pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 25 4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan sejenis. 1) proyek/kegiatan yang sejenis adalah : Pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan sub bidang yangsama yaitu, pekerjaan sipil / jasa penasehat / pra desain dan desain engineering pekerjaan teknik sipil keairan. e. Sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan, dengan bobot sub unsur 15 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) memiliki 10 paket pekerjaan di lokasi proyek/kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 2) memiliki 5 s.d 10 paket pekerjaan di lokasi proyek/kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 3) memiliki < 5 paket pekerjaan di lokasi proyek/kegiatan dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 25 4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur pengalaman melaksanakan di lokasi proyek/kegiatan = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman melaksanakan di

lokasi proyek/kegiatan. 5) proyek/kegiatan yang sejenis adalah : Pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan sub bidang yang sama yaitu, pekerjaan sipil / jasa penasehat / pra desain dan desain engineering pekerjaan teknik sipil keairan. f. Sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama, dengan bobot sub unsur 15 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) memiliki 10 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 2) memiliki 5 s.d 10 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 3) memiliki < 5 pengalaman manajerial dan fasilitas utama dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 25 4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. g. Sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap, dengan bobot sub unsur 20%, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) memiliki 10 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 100 2) memiliki 5 s.d 10 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 50 3) memiliki < 5 orang tenaga ahli tetap yang digunakan untuk melakukan pekerjaan sejenis dalam waktu 10 (sepuluh) tahun diberi nilai : 25 4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur kapasitas perusahaan dengan memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman manajerial dan fasilitas utama. h. Total bobot seluruh sub unsur = 100 % i. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur X bobot unsur Pengalaman Perusahaan = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN.

2.

Unsur Pendekatan dan Metodologi : 30 % a. Sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK, dengan bobot sub unsur 20%, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 100 2) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 50 3) apabila tidak menyajikan, diberi nilai : 0 4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. b. Sub unsur kualitas metodologi, dengan bobot sub unsur 30 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 100 2) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 50 3) apabila tidak menyajikan, diberi nilai : 0 4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur kualitas metodologi = NILAI BOBOT sub unsur kualitas metodologi. c. Sub unsur hasil kerja (deliverable), dengan bobot sub unsur 20 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 100 2) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 50 3) apabila tidak menyajikan, diberi nilai : 0 4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur hasil kerja (deliverable) = NILAI BOBOT sub unsur hasil kerja (deliverable). d. Sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK, dengan bobot sub unsur 10 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 100 2) apabila menyajikan namun dinilai

kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 50 3) apabila tidak menyajikan, diberi nilai : 0 4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur fasilitas pendukung dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK. e. Sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK, dengan bobot sub unsur 20 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) apabila menyajikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 100 2) apabila menyajikan namun dinilai kurang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, diberi nilai : 50 3) apabila tidak menyajikan, diberi nilai : 0 4) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur gagasan baru yang diajukan oleh peserta untuk meningkatkan kualitas keluaran yang diinginkan dalam KAK. j. Total bobot seluruh sub unsur = 100 % k. Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur X bobot unsur Pendekatan dan Metodologi = NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI. 3. Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli : 60 % a. Sub unsur tingkat pendidikan, dengan bobot sub unsur 15 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK, diberi nilai : 100 2) < tingkat pendidikan yang disyaratkan dalam KAK, diberi nilai : 50 3) Nilai yang didapatkan X bobot sub unsur tingkat pendidikan = NILAI BOBOT sub unsur tingkat pendidikan. b. Sub unsur pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK, dengan bobot sub unsur 65 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) dukungan referensi :

a) apabila melampirkan referensi dan dapat dibuktikan kebenarannya dengan menghubungi penerbit referensi, maka pengalaman kerja diberikan penilaian, b) apabila tidak dilengkapi referensi maka tidak diberikan penilaian, c) apabila melampirkan referensi namun terbukti tidak benar, maka penawaran digugurkan dan peserta dikenakan Daftar Hitam. 2) perhitungan bulan kerja tenaga ahli, yang dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam IKP, 3) lingkup pekerjaan : a) sesuai, diberi nilai : 100 b) menunjang, diberi nilai : 75 c) terkait, diberi nilai : 50 d) lingkup pekerjaan yang : i. sesuai adalah : sesuai yang disyaratkan dalam KAK ii. menunjang adalah : sesuai yang disyaratkan dalam KAK iii. terkait adalah : sesuai yang disyaratkan dalam KAK 4) posisi : a) sesuai, diberi nilai : 100 b) tidak sesuai, diberi nilai : 50 a) posisi yang : i. sesuai adalah : sesuai yang disyaratkan dalam KAK ii. tidak sesuai adalah : sesuai yang disyaratkan dalam KAK 5) perhitungan bulan kerja X nilai lingkup pekerjaan X nilai posisi = jumlah bulan kerja profesional 6) nilai total seluruh jumlah bulan kerja profesional dibagi angka 12 = jangka waktu pengalaman kerja profesional 7) nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional : a) memiliki 8 tahun pengalaman kerja profesional, diberi nilai : 100 b) memiliki 4 s.d 8 tahun pengalaman kerja profesional, diberi nilai : 75 c) [sebutkan kriteria penilaian lain beserta nilainya apabila ada] d) memiliki < 4 tahun pengalaman kerja profesional, diberi nilai : 50 8) nilai jangka waktu pengalaman kerja profesional yang didapatkan X bobot sub

unsur pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK = NILAI BOBOT sub unsur pengalaman kerja profesional seperti yang disyaratkan dalam KAK. c. Sub unsur sertifikat keahlian/profesi, dengan bobot sub unsur 10 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) memiliki, diberi nilai : 100 2) tidak memiliki, diberi nilai : 0 3) nilai yang didapatkan X bobot sub unsur sertifikat keahlian/profesi = NILAI BOBOT sub unsur sertifikat keahlian/profesi. d. Sub unsur lain-lain yang dibutuhkan dalam KAK, dengan bobot sub unsur 10 %, dan ketentuan penilaian sub unsur : 1) penguasaan bahasa asing [apabila dibutuhkan], diberi nilai : 5 2) Mempunyai NPWP, diberi nilai : 5 3) total nilai yang didapatkan X bobot sub unsur lain-lain = NILAI BOBOT sub unsur lain-lain. l. Total bobot seluruh sub unsur = 100 %. m.Total NILAI BOBOT seluruh sub unsur = NILAI 1 (SATU) ORANG TENAGA AHLI. n. Total NILAI BOBOT seluruh tenaga ahli X bobot unsur Kualifikasi Tenaga Ahli = NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI. 4. Nilai Evaluasi Teknis = NILAI PENGALAMAN PERUSAHAAN + NILAI PENDEKATAN DAN METODOLOGI + NILAI KUALIFIKASI TENAGA AHLI Ambang batas nilai teknis (passing grade) = 70

5. M. Evaluasi Biaya N. Unit Biaya Personil Berdasarka n Satuan Waktu O. Penetapan Pemenang

Waktu pelaksanaan Evaluasi Biaya : 11 Maret 2013 Unit biaya personil berdasarkan satuan waktu dihitung sebagai berikut: 1 (satu) bulan : 30 (tiga puluh) hari kerja 1 (satu) hari kerja : 8 (delapan) jam kerja Untuk penetapan pemenang dalam hal ULP permanen belum terbentuk maka pengaturan dan kewenangan penetapan diatur oleh masingmasing K/L/D/I.

P. Sanggahan, Sanggahan Banding dan Pengaduan

1.

Sanggahan disampaikan melalui website PU : www.pu.go.id dan ditujukan kepada ULP/Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi Pada PPK Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Tahun Anggaran 2013 Tembusan sanggahan disampaikan secara offline ditujukan kepada : a. PPK Perencanaan dan Program b. KPA Satker Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane c. Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi pada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane d. APIP K/L/D/I Sanggahan Banding disampaikan secara offline ditujukan kepada Menteri / Kepala Lembaga / Gubernur / Bupati / Walikota / Pimpinan Institusi Tembusan sanggahan banding disampaikan secara offline ditujukan kepada : a. PPK Perencanaan dan Program b. KPA Satker Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane c. Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi pada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Besarnya jaminan sanggahan banding sebesar 2 0/00 (dua perseribu) dari nilai total HPS atau paling tinggi sebesar Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Jaminan sanggahan kepada Pokja ULP. banding ditujukan

2.

3.

4.

Q.

Jaminan Sanggahan Banding

1.

2. 3.

Jaminan Sanggahan Banding dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara.

BAB V KERANGKA ACUAN KERJA

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Pekerjaan :

RENCANA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI WILAYAH SUNGAI CILIWUNG CISADANE

Tahun Anggaran 2013

-1-

B. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


1. LATAR BELAKANG Undang-Undang Sumber Daya Air, telah mengamanatkan bahwa untuk menjamin sumber daya air dapat memberikan sebesarbesarnya manfaat bagi kepentingan masyarakat dalam segala bidang kehidupan maka dalam setiap Wilayah Sungai (WS) diperlukan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air. Pola Pengelolaan Sumber Daya Air merupakan kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air, dengan prinsip keterpaduan antara air permukaan dan air tanah dan melibatkan peran masyarakat dan dunia usaha. Menurut PP 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, Keputusan Presiden No. 12 tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai. Rancangan pola pengelolaan sumber daya air harus memuat: 1. tujuan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai Ciliwung Cisadane; 2. dasar pertimbangan yang digunakan dalam melakukan pengelolaan sumber daya air ; 3. beberapa skenario kondisi wilayah sungai Ciliwung Cisadane; 4. alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber daya air untuk setiap skenario, dan 5. kebijakan operasional untuk melaksanakan strategi pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Sesuai amanat Undang-Undang Sumber Daya Air, setelah Pola Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah Sungai selesai maka langkah selanjutnya adalah menyusun Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air yang penyusunannya harus sesuai dengan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah Sungai. Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air merupakan hasil perencanaan secara menyeluruh dan terpadu yang diperlukan untuk menyelenggarakan pengelolaan sumber daya air dan berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air pada wilayah sungai. Seperti diuraikan di atas salah satu muatan dalam rancangan pola pengelolaan sumber daya air adalah alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber daya air untuk setiap skenario. Strategi pengelolaan sumber daya air tersebut merupakan rangkaian upaya atau kegiatan pengelolaan sumber daya air untuk mencapai tujuan pengelolaan sumber daya air sesuai dengan skenario kondisi wilayah sungai. Menurut PP 42 Tahun 2008, disebutkan bahwa Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air, disusun berdasar strategi pengelolaan Sumber Daya Air yang dipilih dari alternatif strategi yang terdapat dalam Pola

-2-

Pengelolaan SumberDaya Air oleh Wadah Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air pada WS Ciliwung Cisadane. Menurut Undang-Undang Sumber Daya Air, perencanaan pengelolaan sumber daya air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane disusun sesuai dengan prosedur dan persyaratan melalui tahapan yang ditetapkan dalam standar perencanaan yang berlaku secara nasional yang mencakup : 1. Inventarisasi sumber daya air, 2. Melakukan Survey investigasi Hidrologi, Geologi teknik dan mekanika tanah serta pengukuran topografi. 3. Penyusunan, dan 4. penetapan rencana pengelolaan sumber daya air. Dengan mendasarkan pada tahapan tersebut serta dengan mengingat lingkup pekerjaan yang cukup luas dengan tingkat kompleksitas sangat tinggi, maka pekerjaan Penyusunan Rancangan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air pada wilayah sungai Ciliwung Cisadane disusun dalam 3 (tiga) tahap, sebagai berikut: - Tahap I, difokuskan pada pengumpulan data dan informasi sumber daya air dan pemilihan strategi pengelolaan sumber daya air serta analisis kawasan resapan dan daerah tangkapan air, analisis zona pemanfaatan sumber air dan analisis data sumber daya air; - Tahap II, difokuskan pada pengumpulan data desain dasar upaya fisik (pengukuran dan penyeledikan geologi dan geoteknik, Hidrologi, Topografi, desain dasar upaya non fisik dan upaya fisik, prakiraan kelayakan ekonomi dan teknis terhadap upaya non fisik dan upaya fisik dari pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai Ciliwung Cisadane; - Tahap III, difokuskan pada pengumuman terbuka rancangan rencana pengelolaan sumber daya air wilayah sungai bersangkutan kepada masyarakat, peninjauan dan penjelasan atau klarifikasi atas keberatan masyarakat, serta proses penetapan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12, Tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai, Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane merupakan Wilayah Sungai Lintas Negara/Lintas Provinsi/Strategis Nasional. Sesuai dengan PP 42 Tahun 2008, pasal 35, ayat 1, disebutkan bahwa; rancangan rencana pengelolaan sumber daya air pada Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane disusun oleh unit pelaksana teknis yang membidangi sumber daya air wilayah sungai Lintas Provinsi/Strategis Nasional dalam hal ini Balai/Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, melalui konsultasi publik dengan instansi teknis dan unsur masyarakat terkait. Dengan beberapa pertimbangan di atas, maka pada tahun
-3-

anggaran 2013 ini, Balai/Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, merencanakan untuk menyusun Rancangan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. 2. MAKSUD TUJUAN DAN Maksud dari pekerjaan ini adalah menyusun Rancangan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, dengan melakukan inventarisasi dokumen Pola Pengelolaan Sumber Daya Air beserta datanya, pengukuran dan penyeledikan geologi dan geoteknik, Hidrologi, Topografi, desain dasar upaya non fisik dan upaya fisik, prakiraan kelayakan ekonomi dan teknis terhadap upaya non fisik dan upaya fisik dari pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai Ciliwung Cisadane, pemilihan alternatif strategi pengelolaan sumber daya air yang terdapat dalam Pola Pengelolaan Sumber Daya Air, melakukan inventarisasi sumber daya air berupa pengumpulan data dan informasi sumber daya air beserta identifikasi permasalahannya serta melakukan analisis data kawasan resapan air dan daerah tangkapan air, analisis zona pemanfaatan sumber air dan analisis data untuk menyusun konsep upaya nonfisik dan upaya fisik setiap sektor terkait dalam pengelolaan sumber daya air melalui konsultasi publik, melibatkan instansi teknis yang berwenang sesuai bidang tugasnya dan unsur masyarakat terkait. Tujuan dari pekerjaan ini adalah tersusunnya peta kawasan resapan air dan daerah tangkapan air pada WS Ciliwung Cisadane, peta zona pemanfaatan sumber daya air pada WS Ciliwung Cisadane serta konsep matriks upaya nonfisik dan upaya fisik setiap sektor terkait dalam pengelolaan sumber daya air dalam rangka penyusunan Rancangan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane yang merupakan perencanaan secara menyeluruh dan terpadu antar sektor terkait dalam pengelolaan sumber daya air serta digunakan sebagai pedoman arahan serta dasar/landasan penyusunan program dan recana kegiatan setiap sektor terkait dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang meliputi; konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air pada wilayah sungai Ciliwung Cisadane, keterbukaan dan ketersediaan data dan informasi sumber daya air, serta pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat, swasta dan pemerintah. 3. SASARAN Sasaran yang akan dicapai dalam pekerjaan ini adalah: 1. Tersusunnya perencanaan pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai secara menyeluruh dan terpadu untuk jangka waktu 20 tahun kedepan. 2. Tersusunnya pedoman dan arahan yang digunakan sebagai dasar/landasan penyusunan program dan rencana kegiatan dalam pelaksanaan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, pengendalian daya rusak air, ketersediaan data dan informasi sumber daya air, serta
-4-

pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat, swasta, pemerintah. 3. Tersusunya pedoman dan arahan yang digunakan sebagai dasar penyusunan program dan rencana kegiatan setiap sektor terkait sumber daya air yang dalam pelaksanaanya dilakukan oleh instansi teknis yang berwenang sesuai bidang tugasnya. 4. Memberikan masukan dan arahan pengembangan wilayah yang sesuai dengan kondisi hidrologis, hidrometeorologis, hidrogeologis, potensi sumber daya air yang tersedia pada wilayah sungai sehingga menjamin kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 5. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya air wilayah sungai. 4. NAMA DAN ORGANISASI PENGUNA JASA 5. SUMBER DANA

Pekerjaan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air di Ciliwung Cisadane pada Satuan Kerja PPK Perencanaan dan Program Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum. Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp, 2.500.000.000,00 (Dua Milyar Lima Ratus Juta Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN Tahun Anggaran 2013. 1. Pengumpulan data awal berupa : Dokumen Rancangan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane tahun 2012, beserta data-datanya, seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 22/PRT/M/2009 tentang Pedoman teknis dan tatacara penyusunan pola pengelolaan sumber daya air, meliputi: : Perundangan dan peraturan terkait pengelolaan sumber daya air; mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah sampai peraturan daerah terkait dengan pengelolaan sumber daya air; Kebijakan Sumber Daya Air; Kebijakan Nasional, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota Tentang Pengelolaan SDA. Data Umum; Provinsi, Kabupaten/Kota dalam angka, Laporan tahunan, RTRW Provinsi, Kabupaten/Kota, Petapeta; peta topografi, peta tanah, peta penggunaan lahan, DEM (Digital Elevation Mode) Sumber Daya Air; air permukaan (hujan: hujan maksimum, hujan rata-rata harian, debit, erosi dan sedimentasi), air tanah (peta cekungan air tanah, peta dinamika kondisi air tanah, pete geologi/permeabilitas), peta (genangan banjir,
-5-

6. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, SERTA ALIH PENGETAHUAN

kekeringan), kualitas air, tampungan air eksisting (waduk, embung, danau, situ dan lainnya), data pasang surut, gelombang dan lainnya. Dinamika kebutuhan air untuk; rumah tangga, perkotaan, industri (RKI), irigasi, perkebunan, perikanan, pariwisata dan lainnya serta data lokasi prasarana-sarana (infrastruktur) sumber daya air (aset SDA) dan daerah layanannya. Program Pemerintah; Millennium Development Goals (MDG) 2015. Ketahanan pangan dan lainnya, Lain-lain; dinamika kondisi lingkungan, dinamika kondisi sosial budaya dan dinamika kondisi ekonomi.

Catatan: semua data-data tersebut di atas harus ditambah dengan data-data baru sampai dengan tahun pekerjaan ini. 2. Data Desain Dasar Upaya Fisik Untuk pengembangan prasarana sumber daya air, khususnya untuk rencana pembangunan baru; misalnya bangunan pengambilan (intake), bendung, bendungan, tampungan air dan lainnya, diperlukan data dan informasi berikut: 1) Pengukuran Topografi Melaksanakan survey pengukuran topografi daerah lokasi yang telah ditentukan dengan direksi, dengan lingkup pekerjaan meliputi : pemasangan patok Bench Mark (BM) 60 (enam puluh) buah dan Control Point (CP) baru sebanyak 120 (seratus dua puluh) buah ; - BM tersebut harus terbuat dari konstruksi beton. - CP tersebut harus terbuat dari konstruksi beton.
No Prasarana Persyaratan

1.

Bendungan Waduk

dan

2.

Bendung

- Situasi, meliputi seluruh genangan waduk, skala 1:200 atau 1:500, - Melintang as bendungan, skala 1:200, - Memanjang dari as bendungan ke hulu sampai batas genangan waduk dan 0,5 km ke hilir, skala 1:200, - Pemasangan 1 titik BM pada as bendungan - Situasi, meliputi seluruh genangan, skala 1:200 atau 1:500, - Melintang as bendung, skala 1:200, - Memanjang dari as bendung ke hulu sampai batas genangan dan 100 m ke hilir, skala 1:200,

-6-

3.

Saluran Drainase/irigasi/ banjir Tanggul Banjir

- Situasi, skala 1:200 atau 1:500, - Melintang saluran, skala 1:200, - Memanjang saluran, skala 1:200 - Situasi, skala 1:200 atau 1:500, - Melintang sungai/tanggul, skala 1:200, - Memanjang sungai/tanggul, skala 1:200 - Situasi, skala 1:200 atau 1:500, - Melintang, skala 1:200, - Memanjang, skala 1:200

4.

5.

Pemecah Gelombang

Catatan: Keputusan dilaksanakannya atau tidak dilaksanakannya pengukuran topografi selain bangunan air nomor 1 sampai dengan nomor 5 di atas didasarkan atas pertimbangan tingkat kepentingan dan prioritasnya. 2) Penyelidikan Geologi dan Geoteknik/Mektan Melakukan penyelidikan Geologi dan Mekanika Tanah secara mendalam pada bangunan yang dianggap penting dengan rincian sebagai berikut No . 1 Prasana Bendungan dan Waduk Persyaratan - Pemeriksaan geologi permukaan di lokasi waduk - Bor log dan sondir: 1 titik/sampel pada as bendungan, 1 titik/sampel di hulu dan 1 titik/sampel di hilir. - Sumuran uji, paritan, 1 titik/sampel pada as bendungan. - Identifikasi dan klasifikasi tanah semi detail dan formasi geologi. - Pemeriksaan laboratorium terhadap sifat-sifat mekanik tanah. - Identifikasi lokasi ketersediaan sumber material bahan bangunan (quarry), disebutkan jenis material bahan bangunan dan pontensi volume serta lokasinya. - Identifikasi lokasi buangan galian, disebutkan potensi volume buangan galian serta lokasinya. - Bor log dan sondir: 1 titik/sampel pada as bendung, - Pemeriksaan laboratorium terhadap sifat-sifat mekanik tanah. - Bor log dan sondir: 1 titik/sampel, - Pemeriksaan laboratorium terhadap sifat-sifat mekanik tanah.

2.

Bendung

3.

Saluran Drainase/Irigasi/ banjir

-7-

4. 5.

Tanggul Banjir Pemecah Gelombang

Catatan: Keputusan dilaksanakannya atau tidak dilaksanakannya penyelidikan geologi dan penyelidikan tanah selain bangunan air nomor 1 sampai dengan nomor 5 di atas didasarkan atas pertimbangan tingkat kepentingan dan prioritasnya. Survey Dasar Waduk dan tubuh bendungan Melakukan pemboran inti minimal 20 (dua puluh) titik untuk setiap lokasi pengambilan sample dan penggambaran kondisi geologi (log bor) dengan total kedalaman harus mencapai batuan yang keras, letak titik bor dan jarak antara titik bor satu dengan lainnya ditentukan oleh direksi dilapangan. Melakukan test permeabilitas 47 titik untuk tiap lokasi, setiap lubang bor diambil 2 (dua) sample, dan standart penetration test (spt) tiap kedalam 5 (lima) meter, serta pengujian laboratorium mekanika tanah dan batu untuk pondasi dan bahan timbunan, dan pada quarry batu yang meliputi physical test dan mekanika test mencari lokasi quarry sedekat mungkin dengan lokasi waduk. Mengambilan sample dilakukan dengan cara undisturb dan disturb, setiap lubang bor diambil 2 (dua) sample. Melakukan pengetesan sample dilaboratorium mekanika tanah pada sample yang diambil pada setiap titik bor. b. Survey Meterial Core melakukan pengambilan sample material core dan dilakukan pengetesan minimal 2 titik untuk setiap lokasi, test dilaboratorium mekanika tanah. c. Test pit di borrow area 7 (tujuh) titik. Penyelidikan Laboratorium Mekanikan Tanah Jenis pengetesan dan penyelidikan laboratorium mekanika tanah terhadap survey dasar waduk, survey material core, survey material batu rip rap dan survey material filter/transisi. Sondir (Dutch Cone Penetration Test) Penyondiran dilakukan di lokasi pemboran mesin, jumlah titik 20 (dua puluh) buah; - Kemampuan alat sondir maksimum memiliki tekanan konus 200 kg/cm2 - Kecepatan penetrasi 1 cm/sec dan contoh tiap 25cm - Pencatatan harus memuat : tanggal test, nama percobaan,

- Bor log dan sondir: 1 titik/sampel. - Pemeriksaan laboratorium terhadap sifat-sifat mekanik tanah. - Bor log dan sondir: 1 titik/sampel. - Pemeriksaan laboratorium terhadap sifat-sifat mekanik tanah.

-8-

lokasi, elevasi, kondisi lapangan, metode dan penjelasan lain yang di anggap perlu. Pengujian Laboratorium Mekanika Tanah a. Index Properties, meliputi : Unit weight (n), gravity (Gs), Moisture (Wn),Grain size Atterberg Limit. Specific Natural Content analysis,

b. Engineering Properties, meliputi : Triaxial Test, Consolidation Test, Permeability Test, Compaction Test. 3. Merangkum alternatif strategi pengelolaan sumber daya air yang terdapat dalam Dokumen Rancangan Pola Pengelolaan Sumber daya Air untuk masing-masing aspek pengelolaan sumber daya air. Dalam strategi pengelolaan sumber daya air minimal harus memuat hal-hal sebagai berikut: a. Konservasi Sumber Daya Air (1) Perlindungan pelestarian sumber air, meliputi (UU 07/2004, ps21, ayat2): pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air; pengendalian pemanfaatan sumber air, khususnya rekomendasi kuantitas yang dapat diambil dari sumber; pengisian air pada sumber air; pengaturan prasarana dan sarana sanitasi; perlindungan sumber air dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan dan pemanfaatan lahan pada sumber air; pengendalian pengolahan lahan/tanah perkebunan, hutan produksi di daerah hulu; pertanian,

pengaturan daerah sempadan sumber air untuk sungai, waduk, embung, situ, mata air, dll; rehabilitasi hutan dan lahan, baik milik pemerintah, swasta dan masyarakat; dan/atau pelestarian hutan lindung, kawasan suaka alam (hutan suaka alam, taman nasional), dan kawasan pelestarian alam, melalui pemeliharaan dan pengembangan (penambahan) areal yang jumlah prosentase . (2) Pengawetan Air, meliputi (UU 07/2004, ps22, ayat2): menyimpan air yang berlebihan di saat hujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan, dengan membangun
-9-

tampungan air buatan (waduk, embung dan lainnya) dan merevitalisasi tampungan air alami (danau, situ dan lainnya). menghemat air dengan pemakaian yang efisien dan efektif; dan/atau mengendalikan penggunaan air tanah mengutamakan penggunaan air permukaan, dengan

(3) Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, meliputi (UU 7/2004, ps23, ayat 2 & 3): memperbaiki kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air, mencegah masuknya pencemaran air pada sumber air dan prasarana sumber daya air, dengan melakukan pemantauan kualitas air sungai, pengembangan dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan pengendalian pembuangan air limbah dan limbah padat (sampah) ke sungai.

b. Pendayagunaan Sumber Daya Air (1) Penatagunaan ps27,ayat3) Sumber Daya Air (UU 07/2004,

Penatagunaan sumber daya air dilakukan dengan menetapkan zona pemanfatan sumber air dan peruntukan sumber air dengan memperhatikan: a. RTRW Provinsi, Kabupaten/Kota pada wilayah sungai bersangkutan. b. Ketersediaan dan potensi sumber daya air c. Proyeksi kebutuhan air 20 tahun yang akan datang yang didasarkan pada jumlah, pertumbuhan dan penyebaran penduduk. d. Pemanfaatan air yang sudah ada (eksisting) Penetapan zona pemanfaatan sumber air adalah pengelompokan penggunaan air yang terdapat pada sumber air ke dalam beberapa golongan penggunaan air termasuk baku mutunya (UU 07/2004, penjelasan ps28,ayat1) (2) Penyediaan Sumber Daya Air (UU 07/2004, ps 29) Penyediaan sumber daya air dilaksanakan sesuai dengan penatagunaan sumber daya air yang ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, sanitasi lingkungan, pertanian, ketenagaan, industri, pertambangan, perhubungan, kehutanan dan keanekaragaman hayati, olahraga, rekreasi dan pariwisata, ekosistem, estetika, serta kebutuhan lain yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Menetapkan prioritas penyediaan sumber daya air khususnya untuk memenuhi kebutuhan:
- 10 -

air bersih penduduk (rumah tangga) sesuai target MDGs, air pertanian, khususnya irigasi/rawa, air perkotaan (hidran kebakaran, taman kota, fasilitas umum, sanitasi lingkungan; gelontor, dll), air industri dan ketenagaan, air perkebunan, dan lainnya.

Penyediaan sumber daya air dilakukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan air 20 tahun mendatang dengan: a. Meningkatkan operasi dan pemeliharaan prasarana/infrastruktur pada sumber-sumber air yang ada (eksisting) agar berfungsi sesuai kapasitas operasinya, b. Meningkatkan kapasitas prasarana/infrastruktur pada sumber air yang ada (eksisting), apabila memungkinkan ditinjau dari aspek keberlanjutan sumber air tersebut. c. Membangun prasarana/infrastruktur baru pada sumbersumber air baru. (3) Penggunaan Sumber Daya Air Penggunaan sumber daya air dilakukan untuk pemanfaatan sumber daya air dan prasarananya sebagai media atau materi untuk memenuhi berbagai kebutuhan air 20 tahun mendatang, khususnya prasarana/infrastruktur jaringan dari sumber sampai ke pengguna, dengan: a. Meningkatkan operasi dan pemeliharaan prasarana/infrastruktur jaringan yang ada (eksisting) agar berfungsi optimal, b. Membangun prasarana/infrastruktur jaringan yang baru. (4) Pengembangan Sumber Daya Air Pengembangan sumber daya air pada wilayah sungai ditujukan utk peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air guna memenuhi kebutuhan air baku untuk rumah tangga, pertanian, industri, pariwisata, pertahanan, pertambangan, ketenagaan, perhubungan, dan untuk berbagai keperluan lainnya Pengembangan sumber daya air meliputi: a. air permukaan pada sungai, danau, rawa, dan sumber air permukaan lainnya; b. air tanah pada cekungan air tanah secara terpadu dengan air permukaan dan mencegah kerusakan air tanah; c. air hujan, dilaksanakan dengan tekonologi modifikasi cuaca; d. air laut yang berada di darat dengan memperhatikan lingkungan hidup; e. sistem penyediaan air minum dan sanitasi; f. sistem irigasi;
- 11 -

g. untuk industri dan pertambangan; h. untuk ketenagaan; i. untuk perhubungan pada sungai, danau dan waduk. (5) Pengusahaan Sumber Daya Air Pengusahaan sumber daya air permukaan yang meliputi satu wilayah sungai dilaksanakan oleh badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah di bidang pengelolaan sumber daya air atau kerja sama antara badan usaha milik negara dengan badan usaha milik daerah. Pengusahaan sumber daya air dapat dilakukan oleh perseorangan, badan usaha, atau kerja sama antar badan usaha berdasarkan izin pengusahaan dari pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya. Pengusahaan dapat berbentuk: a. penggunaan air pada suatu lokasi tertentu persyaratan yang ditentukan dalam perizinan; sesuai

b. pemanfaatan wadah air pada suatu lokasi tertentu sesuai persyaratan yang ditentukan dalam perizinan; dan/atau c. pemanfaatan daya air pada suatu lokasi tertentu sesuai persyaratan yang ditentukan dalam perizinan. Alokasi air untuk pengusahaan sumber daya air harus didasarkan pada rencana alokasi air yang ditetapkan dalam rencana pengelolaan sumber daya air wilayah sungai bersangkutan (UU 07/2004, ps 46, ayat 2). c. Pengendalian Daya Rusak Air 1) Upaya pencegahan dilakukan secara: fisik: Pengaturan sungai dan perbaikkan alur, Tanggul dan bangunan penahan banjir, Pengendalian banjir dengan bendungan, Kolam retarding basin, kolam retensi, Sistem drainasi-pompa dan vegetasi, non fisik: pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pengendalian, antara lain: sistem peringatan dini dan pengaturan dataran banjir, pengaturan keseimbangan terhadap kewajiban, kewenangan dan tanggung jawab antara instansi/lembaga pengelola SDA di hulu dan hilir.

2) Upaya penanggulangan Meningkatkan upaya mitigasi bencana yang dilakukan secara terpadu oleh instansi terkait dan masyarakat melalui suatu badan koordinasi penanggulangan bencana pada tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. 3) Upaya pemulihan

- 12 -

Memulihkan kembali fungsi lingkungan hidup dan sistem prasarana sumber daya air. 4) Upaya Kerjasama Upaya kerjasama dalam pengendalian daya rusak air antara instansi/lembaga pengelola sumber daya air dan yang terkait dan antara pemerintah Kabupaten/Kota di hilir, tengah dan hulu WS. d. Keterbukaan dan Ketersediaan Data dan Informasi Sumber Daya Air Upaya peningkatan peran Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pengelolaan sistem informasi sumber daya air sesuai dengan kewenangannya. Upaya menyediakan Informasi yang akurat, benar dan tepat waktu serta dapat di akses oleh berbagai pihak yang berkepentingan dalam bidang sumber daya air.

e. Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Masyarakat, Swasta dan Pemerintah Upaya pelibatan peran masyarakat dalam setiap proses pengelolaan sumber daya air, Upaya Pemerintah dan pemerintah daerah menyelenggarakan pemberdayaan para pemilik kepentingan dan kelembagaan sumber daya air secara terencana dan sistematis. Upaya meningkatkan kemampuan swadaya masyarakat pengguna air atas prakarsa sendiri dapat melaksanakan upaya pemberdayaan untuk kepentingan masing-masing dengan berpedoman pada tujuan pemberdayaan.

Rangkuman alternatif strategi pengelolaan sumber daya air disusun dalam bentuk matrik yang formatnya sama dengan format yang terdapat dalam Pola Pengelolaan Sumber Daya Air. 4. Melakukan Inventarisasi Sumber Daya Air, meliputi: 1) Kondisi hidrologis, hidrometeorologis dan hidrogeologis (1) Kondisi Hidrologis, meliputi informasi tentang curah hujan, kandungan air (misalnya; volume, debit, dan kualitas air) pada sumber air, kandungan sedimen (misalnya; kuantitas dan jenis sedimen) pada sumber air, tinggi muka air pada sumber air, dan informasi lain terkait dengan kondisi aliran (misalnya; morfologi sungai) pada sumber air. (2) Kondisi Hidrometeorologis, meliputi informasi tentang temperatur udara, kecepatan angin, kelembaban udara, dan
- 13 -

informasi lain terkait dengan kondisi atmosfer yang mempengaruhi siklus hidrologi (misalnya, anomali cuaca, intensitas sinar matahari, dan tekanan udara). (3) Kondisi hidrogeologis, meliputi informasi tentang potensi air tanah, kondisi akuifer atau lapisan pembawa air, dan informasi lain terkait dengan kondisi cekungan air tanah (misalnya, lokasi areal imbuhan dan porositas tanah). 2) Kuantitas dan kualitas sumber daya air Kuantitas sumber daya air: adalah termasuk kuantitas penggunaan, ketersediaan, dan kebutuhan, serta kontinuitas sumber daya air. Kualitas sumber daya air; mencakup parameter fisik, kimia, dan Kondisi Lingkungan terkait SDA. (1) Kuantitas Sumber Daya Air a. Jumlah air yang disuplai/dilayani/disediakan/terpasang meliputi:
No. 1. Jenis Data Debit air yang disalurkan ke pelanggan/Kapasitas Terpasang Debit sumber-sumber air baku utk PDAM Debit sumber air baku dari sungai, air tanah 4. Debit pengambilan dari air tanah Terbaru Dinas ESDM Prov, Kab/Kota, Kementerian ESDM Dinas Perindustrian Prov, Kab/Kota, Kementerian Perindustrian BWS/BBWS, Dinas PU/Bid. SDA Prov, Kab/Kota Dinas Perkebunan Prov, Kab/Kota. Disebutkan lokasi sumber airnya dan status ijinnya. Periode Terbaru Sumber Data PDAM Kabupaten/Kota Keterangan Dilengkapi nama dan lokasi PDAM

dapat (eksisting)

2.

Terbaru

PDAM Kabupaten/Kota BWS/BBWS

Disebutkan lokasi sumber airnya (desa, kecamatan, kabupaten) Disebutkan lokasi sumber airnya (desa, kecamatan, kabupaten)

3.

Terbaru

5.

Debit air industri

untuk

Terbaru

Disebutkan jenis sumber dan lokasi sumber

6.

Debit air irigasi dan rawa yang dapat dilayani oleh saranaprasarana irigasi dan rawa Debit air perkebunan, khususnya kelapa sawit untuk kebun

Terbaru

Dilengkapi dengan luas Daerah Irigasi (DI) dan Daerah Rawa (DR), lokasi DI dan DR.

7.

Terbaru

Dilengkapi dengan luas perkebunan dan lokasinya.

8.

Debir air untuk keperluan lainnya yang besarnya signifikan, misal untuk pariwisata.

Terbaru

Dinas Pariwisata Prov, Kab/Kota dan dinas lainnya

Dilengkapi jenis sumber dan lokasi sumber.

b. Ketersediaan air

- 14 -

Sumber-sumber air dan tampungan air (waduk, embung, danau/situ) yang ada (eksisting) yang telah telah dimanfaatkan untuk kebutuhan air RKI, Irigasi, Perkebunan, dll, diuraikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
No Jenis Sumber Air Nam a Sumb er Lokasi DAS Debit/V olume Keteran gan

Potensi sumber-sumber air dan tampungan air (waduk, embung, danau/situ) yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air RKI, Irigasi, Perkebunan, dll, diuraikan dalam bentuk tabel seperti contoh tabel di atas. (2) Kualitas SDA a. Kualitas (tingkat pencemaran) air sungai (fisik, kimia dan mikrobiologi) pada beberapa titik pemantauan serta lokasi sumber-sumber pencemar pada sungai (daerah permukiman, perkotaan, industri atau pertambangan). b. Kondisi dan lokasi stasiun pemantau kualitas air limbah beserta waktu pengamatannya. c. Penggolongan air sungai sesuai peruntukannya (air baku). 3) Kondisi lingkungan hidup dan potensi yang terkait dengan sumber daya air (1) Kondisi Lingkungan Hidup Yang dimaksud dengan kondisi lingkungan hidup yang terkait dengan sumber daya air, misalnya, kondisi daerah tangkapan air, tingkat erosi, daerah rawan banjir, keanekaragaman hayati pada sumber air, kondisi daerah resapan air, dan kondisi sanitasi lingkungan. Informasi sumber daya air mengenai lingkungan pada sumber daya air dan sekitarnya meliputi informasi tentang fungsi kawasan, zona pemanfaatan sumber air, penggunaan sumber daya air, dan kondisi di daratan yang mempengaruhi kondisi sumber daya air. Yang dimaksud dengan informasi kondisi lingkungan pada sumber daya air, misalnya, kondisi ruang di dalam sempadan sumber air, kondisi kawasan resapan air, dan kondisi daerah aliran sungai. Kondisi lingkungan hidup, meliputi : a. Kondisi daerah tangkapan dan kondisi resapan air (recharge) yang dapat ditinjau dari kondisi tutupan lahan pada masingmasing DAS dalam WS (hasil analisis dalam Pola Pengelolaan Sumber Daya Air),
- 15 -

b. Tingkat erosi pada Wilayah Sungai yang dapat ditinjau dari kondisi lahan kritis dan pada WS (hasil analisis dalam Pola Pengelolaan Sumber Daya Air), c. Daerah rawan banjir, genangan banjir, beserta lokasi kerusakan tepi/tebing sungai (hasil analisis dalam Pola Pengelolaan Sumber Daya Air), d. Keanekaragaman hayati pada sumber air, e. Kondisi sanitasi lingkungan, pada daerah sumber pencemar badan air dan sumber air. f. Fungsi kawasan, zona pemanfaatan sumber air, penggunaan sumber daya air. g. Kondisi di daratan yang mempengaruhi kondisi sumber daya air. h. Kondisi ruang di dalam sempadan sumber air. i. Tingkat sedimentasi sungai dan muara, beserta lokasi terjadinya pendangkalan sungai dan muara (hasil analisis dalam Pola Pengelolaan Sumber Daya Air), j. Daerah kerusakan pantai (hasil Pengelolaan Sumber Daya Air), analisis dalam Pola

k. Panjang pengaruh salinitas pada sungai, mulai dari muara sampai hulu sungai. (2) Potensi yang terkait dengan sumber daya air

Yang dimaksud dengan potensi yang terkait dengan sumber daya air, misalnya, potensi untuk pengembangan irigasi,industri, perkotaan, ketenagaan, dan pariwisata sebagai berikut:
No. 1 2 3 4 5 Potensi Untuk Pengembangan Irigasi Industri Perkotaan Ketenagaan Pariwisata Uraian Potensi lahan baru yg dapat dibuka untuk pengembangan daerah irigasi Potensi pengembangan industri yang dalam proses produksinya memerlukan air Potensi pengembangan kebutuhan air perkotaan untuk fasilitas umum, hidran perkotaan, penggelontoran air limbah. Potensi pengembangan sumber air untuk pembangkit tenaga listrik Potensi pengembangan kawasan wisata yang memerlukan sumber daya air

4) Sumber air dan pasarana sumber daya air Inventarisasi terhadap sumber-sumber air, meliputi: lokasi, jenis sumber air (air permukaan: sungai, mata air, tampungan air dan air tanah), kapasitas: volume atau debit, jumlah, dan kondisinya (berfungsi/tidak rusak, tidak berfungsi secara optimal/perlu perbaikan, tidak berfungsi/rusak), meliputi: a. Sumber-sumber air (air permukaan dan air tanah) yang digunakan sebagai air baku untuk memenuhi kebutuhan
- 16 -

rumah tangga (domestik), b. Sumber-sumber air (air permukaan dan air tanah) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air perkotaan (hidran, taman, fasilitas umum dan penggelontor), c. Sumber-sumber air (air permukaan dan air tanah) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air industri. Inventarisasi terhadap prasarana sarana SDA, meliputi: jenis bangunan, ukuran panjang-lebar-luas, lokasi, kapasitas (volume dan debit), jumlah dan kondisinya (berfungsi, rusak atau tidak berfungsi), meliputi: a. Bangunan konservasi, seperti Check dam, perkuatan terasering/tebing, b. Bangunan Pengolahan Air Limbah dan sanitasi lingkungan, c. Bangunan air (Instalasi Pengolahan Air, bangunan pengambilan, penampungan, dll) beserta jaringan distribusi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga (domestik), perkotaan dan industri (RKI). d. Bangunan air (bendung, bangunan pengambilan, bangunan pembagi, dll) beserta jaringan irigasi/rawa surut untuk memenuhi kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi (DI), dan Daerah Rawa (DR), e. Bangunan pengendali banjir, pengendali sedimen dan pengamanan sungai, muara dan pantai, f. Bangunan bendungan (waduk). Hasil inventarisasi sumber air dan prasarana-sarana SDA dapat ditampilkan dalam bentuk daftar/tabel dengan dilengkapi peta lokasinya. 5) Kelembagaan pengelolaan sumber daya air Inventarisasi terhadap kelembagaan pengelola sumber daya air, meliputi: a. Tugas pokok dan fungsi instansi pengelola sumber daya air dan instansi yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air baik ditingkat Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, b. Program dan rencana jangka pendek, menengah dan panjang dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota serta instansi pengelola sumber daya air dan instansi yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air
- 17 -

baik ditingkat Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. c. Keberadaan wadah koordinasi dan forum komunikasi (TKPSDA, Forum DAS) terkait pengelolaan sumber daya air; aktifitas dan kegiatannya. d. Kegiatan Nasional antar sektor, seperti GNKPA, GERHAN (GN RHL). 7) Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkait dengan sumber daya air Informasi sumber daya air mengenai kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan sumber daya air meliputi informasi tentang hukum, kelembagaan, program, pendanaan, dan kondisi demografi yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air. Selain informasi di atas, diperlukan dan dan informasi tentang: a. Kontribusi sektor-sektor ekonomi yang tergantung oleh sumber daya air terhadap PDRB Provinsi, Kabupaten/Kota yang berada di WS 3 tahun terakhir, disertai trend pertumbuhannya pada 5, 10, 15, 20 tahun yang akan datang. b. Pertumbuhan ekonomi Provinsi, Kabupaten/Kota yang berada di WS 3 tahun terakhir beserta trend pertumbuhannya pada 5, 10, 15, 20 tahun yang akan datang, khususnya ditinjau terhadap sektor-sektor yang tergantung atau dipengaruhi sumber daya air. c. Kondisi pertanian meliputi luas sawah total dan luas sawah beririgasi teknis, produksi pertanian (padi, palawija, dll) beserta trend pertumbuhannya. d. Dampak negatif akibat daya rusak air terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya kerugian ekonomi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tingkat Provinsi. 8) Data dan Informasi Strategis Data informasi penting yang memiliki posisi strategis dalam Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah Sungai, meliputi: 1. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi, Kabupaten/Kota baik yang sudah memiliki peraturan daerah maupun yang belum.
- 18 -

Data dan informasi penting yang memiliki posisi strategis dalam penyusunan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah Sungai, adalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota. Data dan informasi tersebut diantaranya: a. Struktur Ruang: susunan pusatpusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional. b. Pola Ruang: distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya, meliputi: peruntukan ruang untuk kegiatan pelestarian lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, pertahanan, dan keamanan. c. Pemanfaatan ruang mengacu pada fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang dilaksanakan dengan mengembangkan penatagunaan tanah, penatagunaan air, penatagunaan udara, dan penatagunaan sumber daya alam lain. Kawasan: wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budi daya, meliputi: kawasan-kawasan lindung, budi daya, perdesan, agropolitan, perkotaan, metropolitan, megapolitan, strategis nasional, straregis provinsi, strategis kabupaten/kota. 2. Rencana Strategis dari instansi/lembaga sektor-sektor terkait sumber daya air baik instnasi/lembaga pemerintah (Kementerian) maupun instansi/lembaga swasta di tingkat pusat maupun daerah. 3. Rencana Strategis dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

- 19 -

5. Penyiapan Materi Pemilihan Strategi Agar pemilihan strategi yang dilakukan oleh TKPSDA WS Lintas Negara/Lintas Provinsi/Strategis Nasional dapat berjalan dengan efektif maka konsultan diharuskan menyiapkan konsep strategi terpilih skenario ekonomi rendah/sedang/tinggi dalam Pola Pengelolaan Sumber Daya Air pada wilayah sungai bersangkutan, dengan melakukan tinjauan terhadap: - Kecenderungan pertumbuhan ekonomi Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota pada wilayah sungai bersangkutan, - Kecenderungan pertumbuhan anggaran Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota pada wilayah sungai bersangkutan, - Kecenderungan pertumbuhan investasi swasta terkait dengan pengelolaan sumber daya air secara nasional dan pemerintah daerah pada wilayah sungai bersangkutan, - Dinamika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pengelola sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. Strategi terpilih disusun dalam sebuah Matrik Startegi sebagai berikut: Skenario Terpilih: Kondisi Ekonomi Rendah/Sedang/Tinggi Aspek:
No. Sub Aspek

Konservasi Sumber Daya Air


Hasi l Anal i-sis Sasaran /Target Yang Akan Dicapai Strategi Jangk a Pende k (5 tahun ) Jangka Menen gah (10 tahun) Jangka Panjan g (20) tahun Kebijakan Operasional Instasi /Lemb aga

1.

Perlind ungan dan pelesta rian SDA Pengaw etan air Pengel olaan kualita s air dan pengen dalian pencem aran air

2. 3.

Aspek: Pendayagunaan Sumber Daya Air

- 20 -

No .

Sub Aspek

Hasi l Anal i-sis

Sasaran /Target Yang Akan Dicapai

Strategi Jang ka Pend ek (5 tahun ) Jangk a Mene ngah (10 tahun ) Jangk a Panja ng (20) tahun

Kebi jaka n Ope rasion al

Inst asi /Le mba ga

1. 2.

Penataguna an SDA Penyediaan sumber daya air Penggunaa n sumber daya air Pengemban gan sumber daya air Pengusahaa n sumber daya air

3.

4.

5.

Aspek: Pengendalian Daya Rusak Air


No. Sub Aspek Hasil Analisis Sasar an /Targ et Yang Akan Dicap ai 1. 2. Penceg ahan Penan ggulan gan Pemuli han Strategi Jangka Pendek (5 tahun) Jang ka Men enga h (10 tahu n) Jangk a Panja ng (20) tahun Kebijakan Opera sional Instasi /Lemb aga

3.

Aspek: Sistim Informasi Sumber Daya Air


No. Sub Aspek Hasil Analisis Sasar an /Targ et Yang Akan Dicap ai Strategi Jangka Pendek (5 tahun) Jangk a Menen gah (10 tahun) Jangk a Panja ng (20) tahun Kebijakan Operasional I n st a si / L e m b a g

- 21 -

a 1. Peningkata n peran Pemerintah dan Pemda. Penyediaka n Informasi yang akurat, benar dan tepat waktu serta dapat di akses oleh berbagai pihak.

2.

Aspek: Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Masyarakat


No. Sub Aspek Hasil Analisis Sasar an /Targ et Yang Akan Dicap ai 1. Strategi Jang ka Pen dek (5ta hun) Jangka Menenga h (10 tahun) Jangka Panjang (20tahu n) Kebijakan Operasional Inst asi /Le mb aga

Upaya Pemerintah dan pemda dlm pemberdayaan para pemilik kepentingan dan ke-lembagaan sumber daya air utk meningkatkan kinerja PSDA: a) b)

2.

Peningk atan kemamp uan swadaya masyara kat penggun a air atas prakarsa sendiri

6. Survey dan Diskusi Dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Sektor-Sektor terkait SDA Untuk mengetahui kondisi lingkungan SDA di daerah serta rencana strategi daerah dalam pengelolaan SDA, maka perlu dilakukan: a. Survey data/kuesioner ke Instansi/Lembaga di Provinsi, Kabupaten/Kota dan sektorsektor terkait pengelolaan sumber daya air, tentang kondisi lingkungan SDA dan permasalahan yang dihadapi.
- 22 -

b. Diskusi dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota beserta instansi dari sektor-sektor terkait pengelolaan sumber daya air. Membahas tentang rencana strategi daerah dalam mengelola sumber daya air di wilayahnya. 7. Pertemuan Wadah Pemilihan Strategi Koordinasi Pengelolaan SDA dalam

Balai Besar/Balai Wilayah Sungai melalui perusahaan konsultan memfasilitasi pelaksanaan serta menyiapkan materi sebagai bahan dalam melakukan pemilihan strategi yang terdapat dalam pola pengelolaan sumber daya air. Konsultan memfasilitasi dan mendampingi Wadah Koordinasi Peneglolaan SDA wilayah sungai bersangkutan atau Tim Koordinasi Pengeloaan Sumber Daya Air (TKPSDA) WS Lintas Negara/Lintas Provinsi/Strategis Nasional dalam menetapkan strategi terpilih berdasarkan rangkuman hasil inventarisasi SDA dan tinjauan awal yang dilakukan konsultan. Apabila pada wilayah sungai strategis nasional tidak atau belum terbentuk TKPSDA WS bersangkutan, maka pemilihan strategi untuk dilaksanakan sebagai berikut : 1. Untuk WS Lintas Negara: wilayah sungai lintas negara yang berada dalam satu kabupaten/kota dilakukan oleh Menteri bersama bupati/walikota dengan melibatkan instansi terkait; atau wilayah sungai lintas negara yang lintas kabupaten/kota dilakukan oleh Menteri bersama gubernur dengan melibatkan bupati/walikota dan instansi terkait.

2. Untuk WS Lintas Provinsi: Dilakukan oleh Menteri bersama gubernur dan bupati/walikota yang terkait dengan wilayah sungai yang bersangkutan dengan melibatkan instansi terkait. 3. Untuk WS Strategis Nasional: wilayah sungai strategis nasional yang berada dalam satu kabupaten/kota dilakukan oleh Menteri bersama Bupati/Walikota dengan melibatkan instansi terkait; atau wilayah sungai strategis nasional yang lintas kabupaten/kota dilakukan oleh Menteri bersama Gubernur dengan melibatkan Bupati/Walikota dan instansi terkait.

Strategi terpilih oleh wadah koordinasi harus dibuatkan Berita Acara dan Pengesahan yang di tanda tangani oleh Ketua dan
- 23 -

Sekertaris Wadah koordinasi. Dalam hal wadah koordinasi di atas belum terbentuk maka berita acara/surat persetujuan ditanda tangani oleh : 1. Menteri untuk Wilayah Sungai Lintas Negara, 2. Menteri bersama gubernur dan bupati/walikota untuk Wilayah Sungai Lintas Provinsi 3. Menteri bersama Bupati/Walikota untuk Wilayah Sungai Strategis Nasional yang berada dalam satu kabupaten/kota; atau 4. Menteri bersama Gubernur untuk Wilayah Sungai Strategis Nasional yang lintas kabupaten/kota 8. Pertemuan Konsultasi Masyarakat 1 Pertemuan Konsultasi Masyarakat tahap pertama (PKM 1) dilaksanakan untuk menyampaikan: 1) Strategi terpilih yang telah dilaksanakan oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan; 2) Hasil inventarisasi sumber daya air; pengumpulan data dan informasi sumber daya air. Pertemuan ini bertujuan untuk memperoleh masukan, tanggapan, koreksi, klarifikasi sesuai harapan dan keinginan para pemilik kepentingan (stakeholders) dalam pengelolaan sumber daya air untuk kemudian disusun dalam suatu kesepakatan bersama yang akan digunakan sebagai masukan dalam Analisa Data dan penyusunan daftar usulan upaya fisik dan non fisik rencana pengelolaan sumber daya air. Peserta yang diundang dalam PKM 1 adalah para pemilik kepentingan (stakeholders) dalam pengelolaan sumber daya air yang bersangkutan beserta wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air wilayah sungai yang bersangkutan,

9. Inventarisasi Data Tambahan Berdasarkan Rekomendasi PKM1 Berdasarkan masukan dari peserta PKM1, terhadap data yang diragukan (tidak berasal dari sumbernya langsung) serta data yang kurang lengkap, maka konsultan segera menindak lanjuti dengan melakukan inventarisasi data tersebut secara langsung kepada instansi, lembaga yang mengeluarkan data tersebut. 10. Analisis Data

Analisa data dilakukan setelah semua data dan informasi sumber daya air terkumpul, yaitu:
- 24 -

data dan informasi sumber daya air dalam pola pengelolaan sumber daya air; data tambahan pada tahun terakhir pada saat penyusunan rancangan rencana pengelolaan sumber daya air serta; data-data baru yang lebih rinci/detail tinggkat kedalamannya.

Analisis data dilakukan terhadap 3 (tiga) aspek pengelolaan sumber daya air yang dalam pelaksanaannya memerlukan dukungan sistem informasi sumber daya air serta pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat dengan standar dan kriteria serta cara/metode analisis yang sama dengan penyusunan pola pengelolaan sumber daya air. Variabel yang di analisis, metode analisis serta keluarannya diuraikan tabel 9.1 sampai dengan tabel 9.5. Variabel-variabel tersebut dapat dikembangkan ataupun ditambah dengan variabel baru sesuai dengan kondisi wilayah sungai setempat. 9.1.
No.

Analisis Data: Aspek Konservasi Sumber Daya Air.


ANALISIS KELUARAN

Kesesuaian tataguna lahan, khususnya lokasi kawasan hutan lindung, hutan suaka alam dengan sumbersumber air yang ada

Peta: lokasi, luas dan batas-batas kawasan hutan lindung, hutan suaka alam dan sumber-sumber air yang ada

Kerusakan hutan Peta: luas areal hutan yang rusak, termasuk hutan lokasi (dilengkapi titik koordinat rakyat, metode: GIS dgn skala global). DAS/lahan metode: GIS Daerah longsor&erosi kritis, Peta: luas areal DAS/lahan kritis, lokasi (dilengkapi titik koordinat dgn skala global). rawan Peta: luas areal rawan longsor&erosi, lokasi (dilengkapi titik koordinat dgn skala global). Peta: lokasi sedimentasi dan erosi pada sungai (dilengkapi titik koordinat dgn skala global), vol sedimen dan potensi erosi.

Sedimentasi Sungai

Potensi tampungan air Peta: lokasi (dilengkapi titik (alami dan buatan); koordinat dgn skala global), luas danau, situ, waduk, areal dan volume tampungan embung, Potensi Cekungan Air Peta: lokasi Tanah potensinya daerah CAT dan

- 25 -

Pencemaran Sungai: kualitas air sungai, sumber limbah cair dan limbah padat

Peta: lokasi terjadi pencemaran sungai (dilengkapi titik koordinat dgn skala global)., tingkat pencemaran, lokasi sumber pencemar (limbah cair&limbah padat)

9.2. Air.
No.

Analisis Data: Aspek Pendayagunaan Sumber Daya


KELUARAN

ANALISIS

Kesesuaian tataguna lahan, khususnya kawasan hutan lindungan, hutan suaka alan serta kawasan perkembangan dan peruntukan lainnya dengan sumbersumber air yang ada serta potensi sumber air yang dapat dikembangkan. Jumlah air yang dapat disuplai/dilayani/dise diakan /terpasang saat ini (eksisting), untuk air RKI, Irigasi, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Pariwisata, dll

Peta: lokasi, luas lahan, batasbatas lahan serta rekomendasi tataguna lahan yang sesuai dengan sumber-sumber air yang ada, potensi sumber-sumber air serta pemanfaatannya.

Kemampuan/kapasitas infrastruktur SDA dalam menyediakan air RKI, Irigasi, Pertanian. Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Pariwisata, dll

Ketersediaan Air Ketersediaan Air Tahunan pada Tahunan (ditinjau 2 DAS dalam WS mingguan) Ketersediaan Air 5, 10, Ketersediaan Air yang akan datang 15 dan 20 th yang akan pada DAS dalam WS. datang. Kebutuhan air saat ini, 5, 10, 15 dan 20 th yang akan datang untuk air RKI, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Pariwisata, dll dengan pendekatan Kebutuhan air yang akan datang utk RKI, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Pariwisata, dll

- 26 -

pertumbuhan penduduk. 6 Kebutuhan air saat ini, Kebutuhan air yang akan datang 5, 10, 15 dan 20 th utk daerah Irigasi yang akan datang untuk air irigasi dengan memperhatikan luas lahan daerah irigasi potensial dibangun atau luas lahan daerah irigasi yang menyusut karena alih fungsi lahan. Kebutuhan air saat ini, Kebutuhan air yang akan datang 5, 10, 15 dan 20 th utk perkebunan Sawit yang akan datang untuk air Perkebunan (khususnya Perkebunan Sawit) dengan memperhatikan luas lahan perkebunan potensial dibangun. Potensi tampungan air Peta: lokasi tampungan air (danau, situ, waduk, (dilengkapi titik koordinat dgn embung) skala global), luas areal dan volume tampungan Potensi CAT Peta: lokasi (dilengkapi titik koordinat dgn skala global) dan volume tampungan. salinitas Peta: lokasi dan batas pengaruh salinitas pada sungai di musim kemarau.

10

Pengaruh pada sungai

11

Neraca Air Tahunan Grafik Neraca Air tahunan dan 20 dan 20 Tahun yang tahun yang akan datang. akan datang Alokasi Air berdasarkan tinjauan water distrik dan DAS, menggunakan perangkat lunak dengan mempertimbangkan keberadaan CAT, salinitas pada sungai 9.3. Alokasi air untuk setiap water distrik secara optimal sehingga daerah yang mengalami kekeringan air (minus) dapat disuplai dari daerah yang surplus air.

12

Analisis Data: Aspek Pengendalian Daya Rusak Air.


- 27 -

No.

ANALISIS

KELUARAN

Analisis debit banjir atau debit rencana dengan : kala ulang 520 th untuk perencan aan konstruk si pengend ali banjir, sesuai tingkat layanan konstruk si tersebut, kala ulang 50th utk menetap kan batas dataran banjir.

Digunakan sebagai debit rencana konstruksi pengendali banjir, Dapat diidentifikasi genangan banjir yang terjadi, Skenario pengelolaan banjir.

Debit banjir rencana hasil analisis harus dapat di alokasilan prosentasenya, yaitu: % debit banjir yang dapat dikendali kan oleh banguna n pengend ali banjir, % debit banjir yang harus ditampu ng terlebih dahulu

- 28 -

(retardin g basin). % debit banjir rencana yang dapat ditampu ng dan meresap pada wilayah sungai bersangk utan. Peta: lokasi genangan banjir (dilengkapi titik koordinat dgn skala global), luas gengang dan tinggi genangan

Genangan Banjir dalam kurun waktu 3 tahun 5 th terakhir serta prediksi genangan sesuai kala ulang di atas Kerusakan sungai (tepi/tebing sungai) dan muara beserta infrastruktur bangunan air di sungai baik kondisi eksisting maupun prediksi kerusakan yang ditinjau berdasar kala ulang banjir serta kondisi geologi pada WS Kerusakan pantai beserta infrastruktur bangunan pantai, baik kondisi eksisting maupun prediksi kerusakan berdasarkan tinjauan gelombang. 9.4.

Peta: lokasi kerusakan sungai (dilengkapi titik koordinat dgn skala global), disertai panjang atau luas daerah yang mengalami kerusakan.

Peta: lokasi kerusakan pantai (dilengkapi titik koordinat dgn skala global), disertai panjang atau luas daerah yang mengalami kerusakan.

Analisis Data: sistem informasi sumber daya air.


KELUARAN

No.

ANALISIS

Kerapatan jaringan stasiun hujan eksisting ditinjau luas, topografi DAS

Rekomendasi jumlah dan lokasi jaringan stasiun hujan yang memenuhi syarat keterwakilan hujan yang terjadi pada DAS.

- 29 -

Kerapatan pos duga air eksisting ditinjau dari sistem sungai (sungai beserta anak-anak sungai) dan DASnya Karapatan pos pemantauan kualitas air sungai eksisting ditinjau dari sistem sungai dan pengaruh lokasi sumber-sumber pencemar.

Rekomendasi jumlah dan lokasi pos hujan yang memenuhi syarat keterwakilan aliran permukaan untuk setiap DAS. Rekomendasi jumlah dan lokasi pos hujan yang memenuhi syarat keterwakilan aliran permukaan untuk setiap DAS.

Keberadaan data asset Rekomendasi agar asser dapat sumber daya berfungsi air,ditinjau dari jumlah, lokasi, fungsinya Kuantitas dan kualitas Rekomendasi pengelolaan data data yang ada ditinjau dari persyaratan standar untuk analisis Keterpaduan Data&Kemudahan Akses Rekomendasi pengelolaan data

9.5. Analisis Data: Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Masyarakat, Swasta dan Pemerintah. No ANALISIS . 1 2 KELUARAN

Pelibatan peran masyarakat dalam Rekomendasi bentuk pengelolaan SDA masyarakat Pendidikan dan pelatihan, penelitian Rekomendasi dan pengembangan dan masyarakat pendampingan masyarakat Kampuan swadaya pengguna air masyarakat Rekomendasi masyarakat

pe

pe

10. Analisis Kawasan Resapan Air dan Daerah Tangkapan Air Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan daerah tangkapan air menjadi salah satu acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah. Untuk mengetahui lokasi dan batas-batas kawasan resapan air dan daerah tangkapan air pada wilayah sungai dilakukan analisis spasial dengan melakukan tinjauan terhadap beberapa kriteria, diantaranya:
- 30 -

curah hujan: curah hujan di daerah pegunungan (hulu) pada umumnya lebih tinggi dari curah hujan di daerah dataran rendah (hilir), semakin tinggi curah hujan, kemungkinan meresap ke dalam tanah akan lebih besar. kemiringan tanah/lahan: tanah/lahan dengan kemiringan tinggi (terjal) akan memiliki kemampuan meresapkan aliran permukaan yang rendah, demikian pula sebaliknya. tutupan vegetasi lahan atau tataguna lahan: tanah/lahan dengan tutupan vegetasi yang rapat atau tataguna lahan berupa hutan akan memiliki kemampuan meresapkan aliran permukaan tinggi, demikian pula sebaliknya. struktur geologi dan sifat-sifat fisik tanah: tanah dengan batuan vulkanik muda atau batu gamping akan memiliki kemampuan meresapkan aliran permukaan dibandingkan dengan batuan sedimen atau lempung. kondisi topografi lahan (punggung, lembah, cekungan): lahan dengan topografi cekungan akan memiliki kemampuan meresapkan dan menangkap aliran permukaan lebih besar dibandingkan dengan punggung. daerah lepasan (discharge): kawasan daerah resapan berada dihulu daerah luahan (recharge) berupa mata air.

Kawasan resapan air dan daerah tangkapan air hasil analisis dituangkan dalam bentuk peta dengan skala 1:25.000. Apabila tidak diperoleh peta dasar dengan skala di atas, maka dapat digunakan peta dengan skala 1:50.000. Dalam peta kawasan resapan air dan daerah tangkapan air harus memuat: Lokasi kawasan tangkapan air; resapan air dan daerah

Batas-batas kawasan resapan air dan daerah tangkapan air; dan Luas kawasan resapan air dan daerah tangkapan air.

Kawasan resapan air dan daerah tangkapan air ditetapkan oleh Pemerintah Daerah atau Menteri Pekerjaan Umum sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Kawasan resapan air dan daerah tangkapan air di atas menjadi salah satu acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

- 31 -

11. Analisis Zona Pemanfaatan Sumber Air Zona pemanfaatan sumber air ditujukan untuk mendayagunakan fungsi atau potensi yang terdapat pada sumber air secara berkelanjutan. Perencanaan penetapan zona pemanfaatan sumber air dilakukan dengan memperhatikan prinsip: a. meminimalkan dampak negatif terhadap kelestarian sumber daya air; b. meminimalkan potensi konflik kepentingan antarjenis pemanfaatan; c. keseimbangan fungsi dan budi daya; lindung

d. memperhatikan kesesuaian pemanfaatan sumber daya air dengan fungsi kawasan; dan/atau e. memperhatikan kondisi sosial budaya dan hak ulayat masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan sumber daya air. Analisis untuk menentukan zona pemanfaatan sumber air pada wilayah sungai, dengan melakukan tinjauan terhadap: Inventarisasi jenis dilakukan (ada), pemanfaatan yang sudah

Data parameter fisik dan morfologi sumber air, kimia dan biologi sumber air, Hasil analisis kelayakan lingkungan, Potensi konflik kepentingan antar jenis pemanfaatan yang sudah ada. Mengalokasikan zona untuk fungsi lindung dan budi daya, Memperhatikan ruang sumber air yang dibatasi garis sempadan sumber air, Memperhatikan berbagai jenis pemanfataan di WS bersangkutan, Memperhatikan fungsi kawasan.

Dalam zona pemanfaatan sumber daya air dilakukan dengan: -

Zona pemanfaatan sumber air hasil analisis dituangkan dalam bentuk peta dengan skala 1:25.000. Apabila tidak diperoleh peta dasar dengan skala di atas, maka dapat digunakan peta dengan skala 1:50.000.
- 32 -

Dalam peta zona pemanfaatan sumber air harus memuat: Lokasi zonasi pemanfaatan sumber air, Batas-batas zonasi pemanfaatan sumber air, Luas zonasi pemanfaatan sumber air.

Zona pemanfaatan sumber air ditetapkan oleh Pemerintah Daerah atau Menteri Pekerjaan Umum sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya dengan memperhatikan pertimbangan wadah koordinasi pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan. 12. Konsep Matrik Upaya Nonfisik dan Fisk Berdasarkan hasil analisis data, hasil analsis kawasan resapan air dan daerah tangkapan air serta hasil analisis zone pemanfatan sumber air di atas maka disusun daftar usulan upaya non fisik dan upaya fisik pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan dalam bentuk/format Matrik, yaitu Konsep Matrik Upaya Fisik dan Nonfisik Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air berikut: Aspek:
No. Sub Aspek

Konservasi Sumber Daya Air


Hasil Analisis Sasaran /Target Yang Akan Dicapai Upaya Non Fisi k Fisi k Lokasi DAS Kab/ Kota Koord inat Geogr afis

1. 2. 3.

Perlindungan dan pelestarian SDA Pengawetan air Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air

Aspek: Pendayagunaan Sumber Daya Air


No. Sub Aspek Hasil Analisis Sasaran /Target Yang Akan Dicapai Upaya Non Fisi k Fisi k Lokasi DAS Kab/ Kota Koord inat Geogr afis

1. 2. 3. 4. 5.

Penatagunaan SDA Penyediaan sumber daya air Penggunaan sumber daya air Pengembangan sumber daya air Pengusahaan sumber daya air

- 33 -

Aspek: Pengendalian Daya Rusak Air


No. Sub Aspek Hasil Analisis Sasaran /Target Yang Akan Dicapai 1. 2. 3. Pencegahan Penanggulangan Pemulihan Upaya Non Fisik Fisi k Lokasi DAS Kab/ Kota Koor dinat Geog rafis

Aspek: Sistim Informasi Sumber Daya Air


No. Sub Aspek Hasil Analisis Sasaran /Target Yang Akan Dicapai Upaya Non Fisik Fisik Lokasi DAS Kab/ Kota Koor dinat Geog rafis

1.

Peningkatan peran Pemerintah dan Pemda. Penyediakan Informasi yang akurat, benar dan tepat waktu serta dapat di akses oleh berbagai pihak.

2.

Aspek: Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Masyarakat


No. Sub Aspek Hasil Analisis Sasaran /Target Yang Akan Dicapai Upaya Non Fisik Fisik Lokasi DAS Kab/ Kota Ko or di na t Ge og raf is

1.

Upaya Pemerintah dan pemda dlm pemberdayaan para pemilik kepentingan dan kelembagaan sumber daya air utk meningkatkan kinerja PSDA: a) b)

2.

Peningkatan kemampuan swadaya masyarakat pengguna air atas prakarsa sendiri

Matrik Upaya Fisik dan Nonfisik Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai di atas dilengkapi dengan peta lokasi upaya non fisik dan upaya fisik untuk masing-masing aspek pengelolaan sumber daya air. Peta lokasi upaya non fisik dan upaya fisik untuk masing-masing aspek pengelolaan sumber daya air pada Wilayah Sungai dibuat dengan ketelitian skala 1:25.000. Apabila tidak diperoleh peta dasar dengan skala di atas, maka dapat digunakan peta dengan
- 34 -

skala 1:50.000. 13. Konsultasi Tim Teknis Peta Kawasan Resapan Air dan Daerah Tangkapan Air, Peta zona Pemanfaatan Sumber Air, dan Konsep Matrik Upaya Fisik dan Nonfisik dikonsultasikan kepada Tim Teknis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta.

14. PKM2 Pertemuan Konsultasi Masyarakat tahap kedua (PKM 2) dilaksanakan untuk menyampaikan Peta Kawasan Resapan Air dan Daerah Tangkapan Air, Peta zona Pemanfaatan Sumber Air, dan daftar usulan upaya non fisik dan upaya fisik pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan dalam bentuk/format Matrik, yaitu Konsep Matrik Upaya Fisik dan Nonfisik Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air. Pertemuan ini bertujuan untuk memperoleh masukan, tanggapan, koreksi, klarifikasi sesuai harapan dan keinginan para pemilik kepentingan (stakeholders) dalam pengelolaan sumber daya air untuk kemudian disusun dalam suatu kesepakatan bersama berupa daftar usulan upaya fisik dan non fisik rencana pengelolaan sumber daya air dalam bentuk/format Matrik, yaitu Konsep Matrik Upaya Fisik dan Nonfisik Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air. Peserta yang diundang dalam PKM 2 sama dengan peserta yang diundang dalam PKM 1. 15. Pembahasan Hasil PKM2 Oleh Wadah Koordinasi Pengelolaan SDA WS Wadah Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air atau TKPSDA wilayah sungai bersangkutan, dalam pembahasan ini : Memberikan pertimbangan terhadap kawasan resapan air dan daerah tangkapan air serta zona pemanfataan sumber air, Membahas Konsep Matrik Upaya Fisik dan Nonfisik Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air.

Dalam hal Wadah Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air atau TKPSDA wilayah sungai bersangkutan belum terbentuk maka hasil PKM2 berupa masukan, tanggapan, koreksi, klarifikasi terhadap kawasan resapan air dan daerah tangkapan air serta zona pemanfataan sumber air disusun dalam buku laporan tersendiri sebagai pertimbangan yang diberikan oleh para pemilik kepentingan (stakeholders) dalam pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai bersangkutan.

- 35 -

Balai Besar/Balai Wilayah Sungai melalui perusahaan konsultan memfasilitasi pelaksanaan serta menyiapkan materi sebagai bahan dalam pembahasan ini. 16. Penyusunan Dokumen Daftar Usulan Upaya Fisik dan Non Fisik Daftar upaya fisik dan non fisik yang telah melalui konsultasi publik dan pembahasan oleh wadah koordinasi pengeloaan sumber daya air (TKPSDA) wilayah sungai bersangkutan disusun dalam bentuk buku laporan bernama: Dukomen Daftar Usulan Upaya Fisik dan Non Fisik Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane yang dilengkapi dengan peta lokasi upaya non fisik dan upaya fisik untuk masing-masing aspek pengelolaan sumber daya air.

3. Laporan penunjang meliputi: a. Laporan utama b. Laporan pendukung paling sedikit memuat: - Laporan Hasil kajian sosial dan ekonomi; - Laporan Hasil analisa hidrologi; - Laporan Hasil analisa hidrolika; - Laporan Hasil analisa alokasi air; - Laporan Hasil analisa Kualitas Air; - Laporan Hasil analisa kerusakan pantai; - Laporan Arah Kebijakan Pembangunan di wilayah Sungai Ciliwung Cisadane; - Laporan Hasil Pemetaan GIS; - Laporan Hasil pekerjaan Ribasim; II. Lokasi Kegiatan Lokasi pekerjaan berada di keseluruhan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Data dan Fasilitas Penunjang 7. METODOLOGI 1. Penyediaan oleh Pengguna Jasa i. Laporan dan Data : Kumpulan Laporan dan Data yang dapat digunakan untuk rencana Rencana Pengelolaan SDA sesuai dengan studi-studi yang berkaitan dengan Pengelolaan SDA.

- 36 -

ii.

Staf Pengawas/Pendamping : Pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi. Pengguna jasa tidak menyediakan fasilitas yang akan digunakan oleh Penyedia Jasa.

iii.

8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN 9. TENAGA AHLI

2. Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, sebagai berikut : a. Sewa kendaraan bermotor roda empat sebanyak 3 (tiga) dan roda dua sebanyak 4 (empat) unit, b. Sewa Komputer + Printer sebanyak 1 (satu) unit untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan. c. Sewa Komputer CAD dan plotter sebanyak 1 (satu) unit untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan. d. Sewa alat-alat Dokumentasi Handycam sebanyak 1 (satu) unit dan hasil dokumentasi sebanyak 2 (dua) set selama 6 bulan yang digunakan sebagai penunjang kegiatan. e. Pengadaan Bahan Habis Pakai (ATK) sebanyak 1 (satu) set setiap bulan yamg digunakan sebagai penunjang kegiatan. f. Pengadaan Bahan computer supply sebanyak 1 (satu) set setiap bulan yang digunakan sebagai penunjang kegiatan. g. Pengadaan biaya Telephone/Fax/Hp sebanyak 1 (satu) set setiap bulan yang digunakan sebagai penunjang kegiatan. h. Pengadaan biaya Pengumpulan Data kependudukan yang digunakan sebagai penunjang kegiatan. i. Pengadaan biaya Data Rencana Tata Ruang yang digunakan sebagai penunjang kegiatan. j. Pengadaan biaya Data Sumber Daya Air yang digunakan sebagai penunjang kegiatan. k. Pengadaan biaya Data kebutuhan Dinamika Air yang digunakan sebagai penunjang kegiatan. l. Pengadaan biaya Peta Geologi regional, rupa bumi & DEM yang digunakan sebagai penunjang kegiatan.

No 1 2 3 4 5 6 7

Fasilitas Komputer Komputer CAD Printer Plotter Telepon/Fax/HP Mobil Motor

Jumlah 1 Unit/Bln. 2 Unit/Bln. 1 Unit/Bln. 1 Unit/Bln. 6 Bln. 2 Unit/Bln. 4 Unit/Bln.

Keterangan Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa

- 37 -

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Alat Tulis Kantor

Komputer Supply Sewa Handycam CD Video Handycam Pengumpulan Data kependudukan Data Rencana Tata Ruang Data Sumber Daya Air Data kebutuhan Dinamika Air Peta Geologi regional, rupa bumi & DEM Alat Current meter Alat Total Station

6 Bln. 6 Bln. 2 unit (6 bln) 6 bln Ls Ls Ls Ls Ls 4 unit (4 bln) 4 unit (4 bln)

Dibeli Dibeli Sewa Dibeli Dibeli Dibeli Dibeli Dibeli Dibeli


Sewa Sewa

1. Standar teknis yang digunakan dalam perencanaan adalah sesuai dengan SKSNI yang terdapat dalam Daftar Standar Bidang Konstruksi dan Bangunan yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum. 2. Peraturan perundangan yang digunakan dalam penyusunan dokumen tender sesuai dengan Undang-undang Jasa Konstruksi No. 18 Tahun 1999 serta Peraturan-peraturan turunannya. 3. Perencanaan Didasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/Prt/M/2009 Tentang Pedoman Teknis Dan Tatacara Penyusunan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah selama 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja. Personil yang diperlukan untuk kegiatan ini mencakup: Tenaga Profesional / Tenaga Ahli sebanyak 102 man-month (MM); Tenaga Teknisi sebanyak 240 man-month (MM), serta Tenaga Penunjang sebanyak 26 man-month (MM). Seluruh personil yang ditugaskan oleh konsultan didalam pelaksanaan pekerjaan ini harus mampu pada bidang tugasnya masing-masing serta harus sesuai dengan yang diusulkan oleh konsultan yang bersangkutan. Personil yang ditugaskan harus memenuhi persyaratan keahlian seperti tersebut dibawah ini: A. Tenaga Ahli

I. Tenaga Profesional Tenaga Proffesional untuk mendukung pekerjaan ini sebanyak 102
- 38 -

Man Month, terdiri dari : 1. Team Leader/Ahli Pengelolaan Sumber Daya Air (Multi Dicipli-nary Water Resources Planning) (1 Orang) Berpendidikan S1/S2 selama/lebih 8 tahun mempunyai pengalaman dalam berbagai studi perencanaan dan pengelolaan sumber daya air, perencanaan tata ruang dan perencanaan pengelolaan lingkungan, menguasai berbagai kerangka kebijakan berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air. memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Muda di bidang Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 2. Ahli Perencanaan Sumber Daya Air (1 Orang) Seorang Tenaga Ahli sumber Daya Air, berpendidikan Sarjana Teknik Sipil, Teknik Pengairan, Teknik Persungaian dan berpengalaman di bidangnya sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun dan secara spesifik memahami proses teknik perencanaan wailayah Sumber Daya Air, serta paham peraturan berkaitan yang berlaku. Memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 3. Ahli Perencanaan Wilayah dan Tata Kota (1 Orang) Ahli Perencanaan Wilayah dan Tata Kota disyaratkan Sarjana Strata (S1) dari jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Tata Kota dan berpengalaman di bidangnya sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun dan secara spesifik memahami proses teknik perencanaan wailayah dan tata kota, serta paham peraturan berkaitan yang berlaku. Memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 4. Ahli Tata Ruang (1 Orang) Ahli Tata Ruang disyaratkan Sarjana Strata (S1) dari jurusan Planologi, berpengalaman dalam kegiatan penyusunan rancangan rencana pengelolaan SDA sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, serta paham peraturan berkaitan yang berlaku. Memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 5. Ahli Alokasi Air (Basin Water Resources Management Decision Support System); (1 Orang) Ahli Alokasi Air disyaratkan Sarjana Strata (S1) dari jurusan Teknik Sipil Pengairan atau Teknik SDA dari perguruan tinggi yang terakreditasi, berpengalaman dalam menganalisa neraca air dan alokasi air menggunakan perangkat lunak dalam
- 39 -

pengelolaan SDA sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun. Memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 6. Ahli Hidrologi (1 orang) Ahli Hidrologi disyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Teknik Pengairan atau Teknik Sipil Hidro lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang analisa hidrologi sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 7. Ahli Hidrolika (1 orang) Ahli Hidrolika disyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Teknik Pengairan atau Teknik Sipil lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang analisa hidrolika sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 8. Ahli Struktur Bangunan Air (1 orang) Ahli Struktur Bangunan Air disyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Teknik Sipil atau Teknik Pengairan lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang struktur bangunan air sekurangkurangnya 4 (empat) tahun, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Teknik Sipil atau Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 9.Ahli Hidrogeologi / Air Tanah (1 orang) Ahli Hidrogeologi disyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Geologi dengan spesifikasi Hydrogeologi lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang perencanaan dan pengelolaan sumber air tanah sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 10 Ahli Teknik Lingkungan (1 Orang) Ahli Teknik Lingkungan disyaratkan Sarjana Strata (S1) dari jurusan Teknik Lingkungan Berpengalaman di bidangnya sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun dengan kualifikasi
- 40 -

mampu menangani berbagai kegiatan kualitas air, konservasi , pengelolaan Daerah aliran sungai, penyaipan dokumen perencanaan pengelolalaan lingkungan, memahami berbagai regulasi dan proses persetujuan pengelolaan lingkungan di Indonesia. Memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 11.Ahli Sosial Ekonomi/Kependudukan (1 Orang) Ahli Sosial Ekonomi/Kependudukan disyaratkan Sarjana Strata (S1) dari jurusan Sosial Ekonomi. Berpengalaman di bidangnya sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun. Mempunyai pengalaman analisis keuangan sektor publik, dan sistem pembiayaan. Mengetahui berbagai kebijakan dan pedoman keungan publik dan mekanisme pendanaan di Indonesia. Menguasai analisis pembiayaan di sektor sumber daya air. Memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 12.Ahli Geodesi (1 orang) Ahli Geodesi disyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Teknik Geodesi lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang survey pemetaan GIS dalam perencanaan pengembangan sumber daya air sekurangkurangnya 4 (empat) tahun, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Teknik Geodesi dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 13.Ahli Pantai (1 orang) Ahli Teknik Pantai disyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Teknik Pengairan atau Teknik Sipil atau Teknik Pantai/persungaian lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, berpengalaman melaksanakan pekerjaan di survey dan analisa serta perencanaan detail teknik pantai / persungaian sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 14.Ahli Sistem Informasi / Data Base (1 orang) Tenaga Ahli Sistem Informasi / Data base berpendidikan Sarjana Teknik Informatika, Teknik Komputer, diutamakan yang berpengalaman di bidang system informasi / data base sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Sistem Informasi dan data base dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN.

- 41 -

15.Ahli Hukum (1 orang) Tenaga Ahli Hukum berpendidikan Sarjana Hukum, , diutamakan yang berpengalaman di bidang Hukum dalam menyusun konsep akademis peraturan-peraturan daerah sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Hukum dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN atau yang lainnya. 16.Ahli Teknik Sungai / Manajemen Pengendalian Banjir (1 orang) Ahli Teknik Sungai disyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Teknik Pengairan atau Teknik Sipil Hidro atau Teknik Persungaian lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang teknik persungaian sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 10. KELUARAN 17.Ahli Geologi Teknik/Mektan (1 orang) Ahli Geologi Teknik/Mektan disyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Teknik Geologi / Teknik Sipil lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang survey dan analisa geologi teknik untuk perencanaan SDA dan pantai sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun.Ahli Geologi Teknik harus memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Pemula/Pratama di bidang Geoteknik dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 18.Ahli Irigasi/Pertanian(1 orang) Sarjana Teknik Sipil / Pengairan atau pertanian (S1) dengan pengalaman kerja lebih dari 4 (empat) tahun dalam pekerjaan survei dan analisa kebutuhan irigasi , memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Muda di bidang Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. 19.Ahli Kehutanan (1 orang) Sarjana Kehutanan (S1) dengan pengalaman kerja lebih dari 4 (empat) tahun dalam pekerjaan tentang ekosistem hutan, pengelolaan daerah aliran sungai, keanekaragaman hayati, pengelolaan sumberdaya alam secara luas, pengelolaan kawasan konservasi dan satwa liar, serta menguasai tentang jasa lingkungan dan pariwisata dari ekosistem hutan, memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Muda di bidang Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN.

11. LAPORAN

- 42 -

20.Ahli GIS (1 orang) Sarjana Teknik Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja lebih dari 4 (empat) tahun dalam pekerjaan GIS , memiliki sertifikat keahlian (SKA) minimal sebagai Ahli Muda di bidang Sumber Daya Air dari Asosiasi Profesi yang terakreditasi di LPJKN. Tenaga Pendukung yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pekerjaan ini antara lain sebagai berikut : II. Tenaga Teknisi Tenaga Teknisi untuk mendukung pekerjaan ini sebanyak 240 Man Month, terdiri dari : a. Surveyor Lapangan (4 orang) b. Tenaga lokal Survey Lapangan (8 orang) c. Survcyor Hidrologi (4 orang) d. Tenaga lokal Survey Hidrologi (8 orang) e. Surveyor Sosial Ekonomi (4 orang) f. Tenaga Lokal Survey Sosial Ekonomi (8 Orang) g. Surveyor Geologi Teknik dan Mektan (4 orang) h. Tenaga Lokal Survey Geologi Teknik dan Mektan (8 Orang) i. Surveyor Topografi (4 orang) j. Tenaga Lokal Survey Topografi (8 Orang) III. Tenaga Penunjang Tenaga Penunjang untuk mendukung pekerjaan ini sebanyak 26 Man Month, terdiri dari : a. Tenaga Administrasi/ Keuangan (1 orang) b. Operator Draftman/CAD (2 orang) c. Operator Komputer (1 orang) d . Office Boy (1 orang)

Rencana pengelolaan sumber daya air wilayah sungai paling sedikit memuat: 1. Peta kawasan resapan air dan daerah tangkapan air, 2. Peta zona pemanfaatan sumber air, 3. Peta inventarisasi infrastruktur SDA, 4. Dokumen yang berisi usulan upaya nonfisik dan upaya fisik pengelolaan sumber daya air dalam bentuk Konsep Matrik Upaya Fisik dan Nonfisik Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane yang mencantumkan

- 43 -

sasaran yang akan dicapai, strategi terpilih, serta upaya nonfisik dan upaya fisik pengelolaan sumber daya air dan lokasi DAS atau Kabupaten/Kota di wilayah sungai Ciliwung Cisadane. Dokumen ini akan digunakan sebagai dasar/landasan dalam menyusun rancangan penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air tahap II. 1. Laporan Jenis laporan yang harus diserahkan kepada Pengguna Jasa adalah : a. Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK), sekurangkurangnya berisi: Informasi organisasi Pengguna dan Penyedia Jasa Jadual dan prosedur pelaksanaan. Prosedur instruksi kerja berikut pengawasan mutu kerja. Laporan diserahkan selambat-lambatnya 14 (empat hari) setelah diterbitkannya SPMK, sebanyak 5 (lima) buku. b. Laporan Pendahuluan (Inception Report), berisi: Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh Mobilisasi Tenaga Ahli dan Tenaga lainnya Jadwal kegiatan Penyedia Jasa. Laporan sudah harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak SPMK diterbitkan, sebanyak 5 (lima) buku. c. Laporan bulanan, berisi : Kemajuan pelaksanaan pekerjaan setiap bulan Rencana kerja periode selanjutnya Hambatan yang ditemukan dan pemecahan masalah. Laporan sudah harus diserahkan selambat-lambatnya pada setiap bulannya, masing-masing sebanyak 5 (lima) buku.

d. Laporan Sisipan (Interim Report), berisi: Kemajuan pelaksanaan pekerjaan pada periode pertengahan waktu pelaksanaan Kontrak Hasil-hasil pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai dengan jadwal kegiatan. Laporan sudah harus diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak SPMK diterbitkan, sebanyak 5 (lima) buku. e. Laporan Akhir Sementara (Draft Final Report), berisi: Kemajuan pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan Seluruh hasil pekerjaan sementara sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan yang tercantum di dalam Kontrak. Laporan diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum masa Kontrak berakhir atau 1 (satu) hari sebelum dilaksanakannya diskusi Konsep Laporan Akhir, sebanyak 5 (lima) buku.

f. Laporan Akhir (Final Report) : Laporan Akhir berisi hasil akhir pelaksanaan pekerjaan
- 44 -

yang meliputi seluruh ruang lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum di dalam Kontrak dan merupakan penyempurnaan draft final report yang sudah mendapat berbagai masukan dari Pengguna Jasa pada saat pembahasan/diskusi dan berisi Dokumen usulan upaya nonfisik dan upaya fisik pengelolaan sumber daya air dalam bentuk Konsep Matrik Upaya Fisik dan Nonfisik Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Laporan Akhir harus sudah diserahkan selambat-lambatnya bersamaan dengan pengajuan pembayaran angsuran terakhir. Laporan yang diserahkan yaitu : Laporan Utama sebanyak 5 (lima) buku. 2. Dokumen yang harus diserahkan Selengkapnya, dokumen yang harus diserahkan kepada Pengguna Jasa adalah : a. Laporan Rencana Mutu Kontrak : 5 (lima) rangkap (RMK) b. Laporan Pendahuluan (Inception Report) c. Laporan Bulanan (per periode) e. Laporan Akhir Sementara (Drat Final Report) f. Laporan Akhir : - Laporan Utama g. Laporan Pendukung berupa : 5 (lima) rangkap : : 5 (lima) rangkap : 5 (lima) rangkap d. Laporan Sisipan (Interim Report): 5 (lima) rangkap : 5 (lima) rangkap

Laporan Hasil Pemetaan GIS , Laporan Hasil kajian sosial dan ekonomi, Laporan Hasil analisa hidrologi & Hidrolika, Laporan Hasil analisa alokasi air, Laporan Hasil Analisa Kualitas Air, Laporan Hasil analisa kerusakan pantai, Laporan arah Kebijakan pembangunan di wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, masing-masing 5 (lima) rangkap, Dokumen Upaya fisik dan non fisik pengelolaan SDA Ciliwung Cisadane. h. Gambar perencanaan detail Pengelolaan SDA dengan aspek 5 Pilar SDA; Peta kawasan resapan air dan daerah tangkapan air dengan skala 1;25.000 atau 1:50.000 dengan ukuran A3 sebanyak 5 rangkap; peta zona pemanfaatan sumber air dengan skala 1:25.000 atau 1:50.000 dengan ukuran A3 sebanyak 5 rangkap; Peta Inventarisasi Infrastruktur SDA di Ciliwung Cisadane. Kalkir ukuran A1 & A3 Cetakan (blue print) ukuran A1 Cetakan (photo copy) ukuran A3 : 1 rangkap : 5 rangkap. : 5 rangkap.

- 45 -

i. 3.

Back up data dalam bentuk CD Diskusi / Presentasi

: 5 set.

Konsultan harus mengadakan diskusi/presentasi kepada Pengguna Jasa atau wakilnya yang ditunjuk. Pokok permasalahan yang dibahas adalah mengenai pekerjaan yang telah diselesaikan (progress report) sekaligus menyampaikan alternatif pilihan guna memperoleh persetujuan, permasalahan/ hambatan yang ditemukan/ dihadapi, serta pengajuan program kerja selanjutnya. Diskusi/presentasi tersebut dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut : Diskusi pertama : Membahas bahan Laporan Pendahuluan yang berisi hasil survey pendahuluan (inventarisasi dan identifikasi awal), kriteria survey, metode pendekatan yang akan digunakan dalam analisis, penyusunan program kerja, jadwal penugasan personil, mobilisasi personil, serta rencana kerja selanjutnya. Diskusi kedua : Membahas kegiatan pekerjaan yang telah dan akan dilakukan, serta memberikan gambaran awal tentang perencanaan bangunan yang dilakukan. Diskusi ketiga : Dilaksanakan pada saat Konsultan telah selesai menganalisa data dan menyusun Laporan Akhir Sementara (draft final report). Diskusi PKM : Pertemuan dengan masyarakat dilaksanakan 3 kali sebelum draft final report. Diskusi Penetapan : Pertemuan dilaksanakan 3 kali sebelum dan pengesahan draft final report. Diskusi/ presentasi tersebut dilaksanakan di hadapan Pengguna Jasa, Direksi Pekerjaan serta Instansi terkait yang dipandang perlu. Jakarta, Desember 2012 Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program, Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane

Fikri Abdurrahman, ST, MSc NIP. 19771222 200502 1002

- 46 -

BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN LAMPIRAN 1 : SURAT PENAWARAN A. BENTUK SURAT PENAWARAN ADMINISTRASI DAN TEKNIS CONTOH [KOP PERUSAHAAN] ______________,_____________20__ Nomor : _____________________ Lampiran : _____________________ Kepada Yth.: ULP/Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi Pada PPK Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane di _______________________________ Perihal :Penawaran Administrasi dan .. Teknis Pekerjaan

Sehubungan dengan Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Nomor_____________tanggal_____________ dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pemilihan, Berita Acara Pemberian Penjelasan [dan Adendum Dokumen Pemilihan], dengan ini kami mengajukan penawaran Administrasi dan Teknis untuk pekerjaan ..........[Nama Pekerjaan Sesuai dengan LDP]. Penawaran Administrasi dan Teknis ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama ____ (_________________) hari kalender. Penawaran ini berlaku selama ____ (_________________) hari kalender sejak pembukaan penawaran Sampul I. Sesuai dengan persyaratan Dokumen Pemilihan, bersama Surat Penawaran Administrasi dan Teknis ini kami lampirkan : 1. [Surat Kuasa]1) 2. [Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi]2) 3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari : a. Data Pengalaman Perusahaan, terdiri dari : 1) Data Organisasi Perusahaan; 2) Daftar Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir; 3) Uraian Pengalaman Kerja Sejenis 10 (sepuluh) tahun terakhir; 4) Referensi dari pengguna jasa b. Pendekatan dan Metodologi, terdiri dari: 1) Tanggapan dan saran terhadap Kerangka Acuan Kerja;

2) Uraian pendekatan, metodologi, dan program kerja; 3) Jadwal pelaksanaan pekerjaan; 4) Komposisi tim dan penugasan; 5) Jadwal penugasan tenaga ahli; c. Kualifikasi Tenaga Ahli, terdiri dari: 1) Daftar Riwayat Hidup personil yang diusulkan; 2) Referensi dari pengguna jasa 3) Surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan dari personil yang diusulkan; d.[Dokumen lain yang dipersyaratkan] 4. Sampul II (Penawaran Biaya) 3) 1) Surat penawaran biaya; 2) Rekapitulasi penawaran biaya; 3) Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration); 4) Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimburseable cost). Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan. PT/CV/Firma/Kemitraan_______________ __ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

_____________________ Jabatan Keterangan:


1) 2) 3)

Harus dilampirkan surat kuasa, apabila dikuasakan. Harus dilampirkan surat kemitraan / Kerja Sama Operasi, apabila ada. Sampul II (Penawaran Biaya) dibuka terhadap peserta yang memenuhi syarat sampul I.

B. BENTUK SURAT KUASA [KOP PERUSAHAAN] SURAT KUASA Nomor : ............................

CONTOH

Pada hari ini ..............., tanggal.............bulan............tahun............, Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : ...................................................................... Alamat : .................................................................... Jabatan : ......................[direktur utama / pimpinan perusahaan] dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Notaris ............................. di ........................................ No........................ tanggal ........................ beserta perubahannya yang berkedudukan di ................................................................ [alamat perusahaan]. yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa. Memberi kuasa kepada : Nama : ....................................................................................*) Alamat : ............................................................................. Jabatan : ................................................................................. Berdasarkan Akta Notaris ...................................................... di ............................ No. ................................................ tanggal .................... beserta perubahannya yang berkedudukan di ..................... [alamat perusahaan], yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Khusus Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa mewakili: 1. .............................., 2. ..............................., 3. ..............................., dst [diisi sesuai dengan substansi yang dikuasakan, misalkan menandatangani surat penawaran]. Surat Kuasa ini berlaku selama ....(.......................) hari kalender sejak dikeluarkan dan tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain. Penerima Kuasa Pemberi Kuasa

..................... [nama dan jabatan]

................... [nama dan jabatan]

*)Penerima Kuasa dari pemimpin/direktur perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya.

[kop badan usaha] SURAT KUASA Nomor : ................................... Pada hari ini ..............., tanggal.............bulan............tahun............, Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : .................................................................... Alamat Perusahaan : ............................................................... Jabatan : ...........................................[Direktur Utama/Pimpinan perusahaan/Kepala Cabang / wakil kemitraan (KSO)] ................... [nama PT/CV/Firma] dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [perusahaan/kemitraan (KSO)] berdasarkan Akta Notaris No................................[no akta notaris] tanggal ................ [tanggal penerbitan akta] Notaris ............... [nama notaris penerbit akta] beserta perubahnnya atau Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi No................. tanggal..................., yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa, memberi kuasa kepada : Nama : ................................................................................... Alamat : ................................................................................. Jabatan : ................................................................................ Berdasarkan Akta Notaris ...................................................... di ............................ No. ................................................ tanggal .................... beserta perubahannya yang berkedudukan di ..................... [alamat perusahaan], yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Khusus Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa mewakili: 1. [melakukan pendaftaran dan pengambilan dokumen], 2. [menghadiri pemberian penjelasan], 3. [menghadiri pembukaan penawaran], 4. ............................. dst Surat Kuasa ini berlaku selama ....(.......................) hari kalender sejak dikeluarkan dan tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain. ............................,.......................... 20...

Penerima Kuasa

Pemberi Kuasa

.............................. [nama dan jabatan]

................................. [nama dan jabatan]

C. BENTUK SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO) CONTOH SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN / KERJA SAMA OPERASI (KSO) MENIMBANG : BAHWA, Sehubungan dengan seleksi pekerjaan .................................. yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di ........................ pada tanggal ...................20......., maka : ......................................................................[nama peserta 1], ......................................................................[nama peserta 2], ......................................................................[nama peserta 3], ......................................................................[dan seterusnya], bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO). MENYETUJUI DAN MEMUTUSKAN : BAHWA, 1. Secara bersama-sama: a. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah............ b. Menunjuk ............................... [nama peserta 1] sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama kemitraan/KSO. c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggungjawab baik secara bersama-sama atau masingmasing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak. 2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO adalah: Peserta 1 ......% (............................................persen) Peserta 2 ......% (...........................................persen) Peserta 3 ......% (............................................persen) ............................................................................ Dan seterusnya. 3. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO, akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2. dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian dari kemitraan/KSO. Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pokja ULP atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota kemitraan/KSO. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas, masing-masing anggota kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk

4.

5. 6. 7.

hak untuk memeriksa keuangan, perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja, perjanjian subkontrak, surat-menyurat, teleks, dan lain-lain. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama kemitraan/KSO diberikan kepada ................................................................. [nama wakil peserta yang diberi kuasa] dalam kedudukannya sebagai direktur utama/pimpinan ............................[nama peserta 1] berdasarkan persetujuan tertulis*) dari .................[nama peserta 2], .......................[nama peserta 3] ..................[dan seterusnya] sehubungan dengan substansi dan semua ketentuan dalam semua dokumen yang akan ditandatangani. Perjanjian ini akan berlaku sejak tanggal ditandatangani. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila seleksi tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap .............(...............) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan tanda tangan di .............................. pada hari .................... tanggal ............................... bulan ............................, tahun .............. Penyedia 1 (..................) Penyedia 2 (..................) dan seterusnya (..................) Disahkan oleh NOTARIS**) (..................)
*) sebelum menandatangani dokumen-dokumen atas nama kemitraan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari anggota-anggota kemitraan/KSO **) dapat disahkan setelah kemitraan ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan dengan ketentuan prosentase kemitraan dan perusahaan yang mewakili kemitraan tersebut tidak berubah.

Penyedia 3 (..................)

LAMPIRAN 2 : DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS

A. BENTUK DATA ORGANISASI PERUSAHAAN


CONTOH DATA ORGANISASI ________________[ PT/CV/Firma/Kemitraan] [cantumkan uraian ringkas (kurang lebih 2 (dua) halaman) mengenai latar belakang dan organisasi peserta dan penanggung jawab yang ditugaskan untuk mengelola pekerjaan jasa konsultansi ini].

B. BENTUK

DAFTAR PENGALAMAN (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

KERJA

SEJENIS

10

CONTOH DAFTAR PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERKAHIR Pengguna Nama Jasa/ Lingkup Orang Nilai Mitra No. Paket Periode Sumber Layanan Bulan Kontrak Kerja Pekerjaan Dana 1 2 3 4 5 6 7 8

Keterangan isi kolom : 1. Nomor urut 2. Nama instansi pengguna jasa dan sumber dana 3. Nama paket pekerjaan 4. Jenis lingkup layanan jasa konsultansi 5. Jangka waktu layanan 6. Jumlah orang bulan yang digunakan 7. Nilai kontrak pekerjaan 8. Mitra kerja dan posisinya dalam kemitraan (apabila ada)

C. BENTUK

URAIAN PENGALAMAN (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

KERJA

SEJENIS

10

CONTOH

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR 1. Pengguna Jasa 2. Nama Paket Pekerjaan 3. Lingkup Produk Utama 4. Lokasi Proyek 5. Nilai Kontrak 6. No. Kontrak 7. Waktu Pelaksanaan : : : : : : :

8. Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada) : Alamat : Negara Asal : 9. Jumlah tenaga ahli : 10. Tenaga Ahli Asing ___ Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia ___ Orang Bulan Asing Orang Bulan Orang Bulan Orang Bulan Orang Bulan Jumlah tenaga ahli Indonesia ____ Orang Bulan ____ Orang Bulan ____ Orang Bulan ____ Orang Bulan

Perusahaan Mitra Kerja a. (nama b. (nama c. (nama d. (nama dst. perusahaan) ____ perusahaan) ____ perusahaan) ____ perusahaan) ____

Tenaga ahli tetap yang terlibat: Posisi Keahlian a. _________________ ___________ b. _________________ ___________ c. _________________ __________ d. _________________ ___________ dst.

Jumlah Orang Bulan ___________________ ___________________ ___________________ ___________________

D. BENTUK TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA


ACUAN KERJA DARI PPK DAN PERSONIL/FASILITAS

PENDUKUNG CONTOH

A. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA [cantumkan dan jelaskan modifikasi atau inovasi yang peserta usulkan terhadap Kerangka Acuan Kerja untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan pekerjaan jasa konsultansi ini, misalnya meniadakan kegiatan yang dianggap tidak perlu, atau menambahkan kegiatan lain, atau mengusulkan pentahapan kegiatan yang berbeda. Saran tersebut di atas harus disampaikan secara singkat dan padat.] B.TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK [tanggapi perihal penyediaan peralatan/material/personil/fasilitas pendukung oleh Pejabat Pembuat Komitmen sesuai dengan Dokumen Pemilihan ini meliputi antara lain (jika ada): dukungan administrasi, ruang kerja, transportasi lokal, peralatan, data, dan lain-lain]

E. BENTUK URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM


KERJA CONTOH

[Pendekatan teknis, metodologi dan program kerja adalah kriteria pokok dari Penawaran Teknis. Peserta disarankan untuk menyajikan detil penawaran teknis (misalnya 50 (lima puluh) halaman, termasuk gambar kerja dan diagram) yang dibagi menjadi tiga bab berikut: a) Pendekatan Teknis dan Metodologi, b) Program Kerja, dan c) Organisasi dan Personil a) Pendekatan Teknis. Dalam bab ini jelaskan pemahaman peserta terhadap tujuan proyek/kegiatan, lingkup serta jasa konsultansi yang diperlukan, metodologi kerja dan uraian detil mengenai keluaran. Peserta harus menyoroti permasalahan yang sedang dicarikan jalan keluarnya, dan menjelaskan pendekatan teknis yang akan diadopsi untuk menyelesaikan permasalahan. Peserta juga harus menjelaskan metodologi yang diusulkan dan kesesuaian metodologi tersebut dengan pendekatan yang digunakan. b) Program Kerja. Dalam bab ini usulkan kegiatan utama dari pelaksanaan pekerjaan, substansinya dan jangka waktu, pentahapan dan keterkaitannya, target (termasuk persetujuan sementara dari Pejabat Pembuat Komitmen), dan tanggal jatuh tempo penyerahan laporan-laporan. Program kerja yang diusulkan harus konsisten dengan pendekatan teknis dan metodologi, dan menunjukkan pemahaman terhadap Kerangka Acuan Kerja dan kemampuan untuk menerjemahkannya ke dalam rencana kerja. Daftar hasil kerja, termasuk laporan, gambar kerja, tabel, harus dicantumkan. Program kerja ini harus konsisten dengan Data Teknis-6 mengenai Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan. c) Organisasi dan Personil. Dalam bab ini usulkan struktur dan komposisi tim. Peserta harus menyusun bidang-bidang pokok dari pekerjaan, tenaga ahli inti sebagai penanggung jawab, dan tenaga pendukung.

F. BENTUK JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

CONTOH

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN No. 1 Kegiatan1 2 Bulan ke-2 I II III IV V dst. 3 4 5 6 7 8 Keterangan 9

Cantumkan semua kegiatan, termasuk penyerahan laporan (misalnya laporan pendahuluan, laporan antara, dan laporan akhir), dan kegiatan lain yang memerlukan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. Untuk paket pekerjaan yang ditahapkan maka kegiatan seperti penyerahan laporan, dan kegiatan lain yang memerlukan persetujuan dicantumkan secara terpisah berdasarkan tahapannya Jangka waktu kegiatan dicantumkan dalam bentuk diagram balok.

G.BENTUK KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN


CONTOH KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN (DAFTAR PERSONIL)

Tenaga Ahli (Personil Inti) Nama Perusahaan Personil Tenaga Jumlah Lingkup Posisi Uraian Ahli Orang Keahlian Diusulkan Pekerjaan Lokal/Asing Bulan

Tenaga Pendukung (Personil lainnya) Nama Perusahaan Personil Tenaga Jumlah Lingkup Posisi Uraian Ahli Orang Keahlian Diusulkan Pekerjaan Lokal/Asing Bulan

H. BENTUK JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI1


CONTOH JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI Masukan Personil (dalam bentuk diagram balok)2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 n

No.

Nama Personil

Orang Bulan

Nasional 1 2 n Asing 1 2 n

Subtotal

Masukan PenuhWaktu

Masukan ParuhWaktu

Subtotal Total

1 2

Untuk Tenaga Ahli pengisian masukan harus mencantumkan nama personil, untuk Tenaga Pendukung cukup dicantumkan posisi, misalnya juru gambar, staf administrasi, dan sebagainya. Masukan personil dihitung dalam bulan dimulai sejak penugasan.

I. BENTUK

DAFTAR DIUSULKAN

RIWAYAT

HIDUP

PERSONIL

YANG

CONTOH Daftar Riwayat Hidup

1. Posisi yang diusulkan 2. Nama Perusahaan 3. Nama Personil 4. Tempat/Tanggal Lahir 5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, tempat dan tahun tamat belajar, dilampirkan rekaman ijazah ) 6. Pendidikan Non Formal 7. Penguasaan Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia 8. Pengalaman Kerja
1

: __________ : __________ : __________ : __________

: __________ : __________ : __________

Tahun ini ____ a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Pengguna Jasa d. Nama Perusahaan e. Uraian Tugas f. Waktu Pelaksanaan g. Posisi Penugasan h. Status Kepegawaian pada Perusahaan i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa Tahun sebelumnya a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Pengguna Jasa d. Nama Perusahaan e. Uraian Tugas f.Waktu Pelaksanaan g. Posisi Penugasan h. Status Kepegawaian pada Perusahaan i. Surat Referensi dari Pengguna Jasa dst.

: : : : : : : : : : : : : : : : : :

__________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________ __________

9. Status kepegawaian pada perusahaan ini : __________

Setiap pengalaman kerja yang dicantumkan harus disertai dengan referensi dari pengguna jasa yang bersangkutan.

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk digugurkan dari proses seleksi atau dikeluarkan jika sudah dipekerjakan. ____________,_____20__

Yang membuat pernyataan,

(__________) [nama jelas] Mengetahui: __________[nama Penyedia Jasa Konsultansi]

(__________) [nama jelas wakil sah]

J. BENTUK

SURAT DITUGASKAN

PERNYATAAN

KESEDIAAN

UNTUK

CONTOH

PERNYATAAN KESEDIAAN UNTUK DITUGASKAN Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Alamat : __________________________________________ : __________________________________________

Dengan ini menyatakan bahwa saya bersedia untuk melaksanakan paket pekerjaan jasa konsultansi _____________ untuk Penyedia Jasa Konsultansi _____________ sesuai dengan usulan jadwal penugasan saya dari bulan __________ tahun __________ sampai dengan bulan__________ tahun __________ dengan posisi sebagai tenaga ahli _________________. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. ____________,_____20__ Yang membuat pernyataan,

(__________) [nama jelas] Menyetujui: __________[nama Penyedia Jasa Konsultansi]

(__________) [nama jelas wakil sah]

LAMPIRAN 3 : DOKUMEN PENAWARAN BIAYA A. BENTUK SURAT PENAWARAN BIAYA [KOP

CONTOH

PERUSAHAAN] ______________,_____________20__ Nomor : _____________________ Lampiran : _____________________ Kepada Yth. ULP/Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi Pada PPK Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane di _____________________________ Perihal : Penawaran Biaya................................. [nama pekerjaan diisi sesuai dengan LDP]

Sehubungan dengan Undangan Pengambilan Dokumen Pemilihan Nomor_____________tanggal_____________ dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pemilihan, Berita Acara Pemberian Penjelasan [dan Adendum Dokumen Pemilihan], serta menunjuk Surat Penawaran Administrasi dan Teknis kami nomor _____________ tanggal _________ perihal Penawaran Administrasi dan Teknis [nama pekerjaan diisi sesuai dengan LDP] dengan ini kami mengajukan Penawaran Biaya untuk pekerjaan Detail Desain DAM Parit Ciliwung Lanjutan sebesar Rp___________ (__________________). Penawaran Biaya ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama ____ (_________________) hari kalender. Penawaran ini berlaku selama ____ (_________________) hari kalender sejak pembukaan penawaran sampul II. Sesuai dengan persyaratan Dokumen Pemilihan, bersama Surat Penawaran Biaya ini kami lampirkan : 1. Rekapitulasi Penawaran Biaya 2. Rincian Biaya Langsung Personil (remuneration) 3. Rincian Biaya Langsung Non-Personil (direct reimburseable cost) 4. [Dokumen lain yang dipersyaratkan] Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan. PT/CV/Firma/Kemitraan_________________ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] _____________________ Jabatan

B. BENTUK REKAPITULASI PENAWARAN BIAYA


REKAPITULASI PENAWARAN BIAYA

CONTOH

No. I II

Uraian Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non-Personil Sub-total PPN 10% Total

Total Harga (Rp)

Terbilang:

C. BENTUK RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL


(REMUNERATION) CONTOH RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL
N o . U R A IA N K U A N T IT A S V O L U M E S A T U A N
(R p .) H A R G A J U M L A H (R p .)

H A R G A

I B ia y aT e n a g aA h li

II B ia y aT e n a g aA h li

III B ia y aT e n a g aP e n u n ja n g

S u bJ u m la h J u m la hb ia y ala n g s u n gn o np e rs o n il

D. BENTUK

RINCIAN BIAYA LANGSUNG (DIRECT REIMBURSEABLE COST)6

NON-PERSONIL CONTOH

RINCIAN BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL Jenis Biaya Biaya Pengumpulan Data Biaya Kantor Uraian Biaya Kuantitas Volume Harga Satuan (Rp) Jumlah Harga (Rp)

Biaya Perjalanan Dinas

Biaya Laporan

Biaya Lainnya

Jumlah

Biaya langsung non-personil adalah biaya yang benar-benar diperlukan dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan. Biaya keuntungan (profit) dan biaya umum (overhead cost) tidak diperkenankan.

BAB VII. BENTUK KONTRAK LAMPIRAN 1 : SURAT PERJANJIAN [kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] SURAT PERJANJIAN untuk melaksanakan Paket Pekerjaan Jasa Konsultansi: __________________________ Nomor : __________ [Jika penyedia bukan berbentuk Kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi di atas disesuaikan sebagai berikut:] SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut Kontrak) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____ antara __________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen], selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen], yang berkedudukan di __________ [alamat Pejabat Pembuat Komitmen], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai PPK] No _______________ [nomor SK penetapan sebagai PPK] (selanjutnya disebut PPK) dan __________ [nama wakil penyedia], __________ [jabatan wakil penyedia], yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama penyedia], yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia Jasa Konsultansi], berdasarkan Akta Notaris No. __________ [nomor akta notaris], tanggal _________ [tanggal penerbitan akta] yang dikeluarkan oleh Notaris ____________ [nama notaris penerbit akta] (selanjutnya disebut Penyedia). [Jika penyedia berbentuk Kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi di atas disesuaikan sebagai berikut:] SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut Kontrak) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____ antara __________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen], selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen], yang berkedudukan di __________ [alamat Pejabat Pembuat Komitmen], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai PPK] No _______________ [nomor SK penetapan sebagai PPK] (selanjutnya disebut PPK) dan Kemitraan yang beranggotakan sebagai berikut: 1. __________ [nama penyedia 1]; dan 2. __________ [nama penyedia 2]; dan ...dst, yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap PPK

berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk __________ [nama anggota kemitraan yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan] untuk bertindak atas nama Kemitraan yang berkedudukan di __________[alamat Penyedia Jasa Konsultansi], berdasarkan Surat Perjanjian Kemitraan/KSO No. ________________ tanggal ______________ yang dibuat di atas kertas segel (selanjutnya disebut Penyedia).] MENGINGAT BAHWA: (a) PPK telah meminta penyedia untuk menyediakan Jasa Konsultansi sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini; Penyedia, sebagaimana dinyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional, personil, dan sumber daya teknis, dan telah menyetujui untuk menyediakan Jasa Konsultansi sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini; PPK dan penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini, dan yang menandatangani mempunyai kewenangan untuk mengikat pihak yang diwakili; PPK dan penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat; 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut; 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini; 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.

(b)

(c)

(d)

MAKA OLEH KARENA ITU, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut: 1. [untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Satuan dan Lumpsum ditulis sebagai berikut : Total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan biaya satuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya sebesar Rp__________ (_________________ rupiah);] Harga Pajak rincian Berita adalah

[untuk Kontrak Lumpsum ditulis sebagai berikut : Total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebagaimana tercantum dalam Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya adalah sebesar Rp__________ (_________________ rupiah);]

2.

Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini; Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini: a) Adendum Surat Perjanjian (apabila ada); b) Pokok Perjanjian; c) Surat Penawaran berikut Data Penawaran Biaya; d) Syarat-Syarat Khusus Kontrak; e) Syarat-Syarat Umum Kontrak; f) Kerangka Acuan Kerja; g) Data Teknis selain Kerangka Acuan Kerja; h) Dokumen-dokumen kelengkapan seleksi, yaitu Surat Jaminan, Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, dan Berita-Berita Acara Seleksi. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 di atas. Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya : a) Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan pekerjaan Jasa Konsultansi untuk PPK sesuai dengan ketentuan Kontrak; dan b) PPK berkewajiban untuk melakukan pembayaran kepada penyedia sesuai dengan ketentuan Kontrak. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.

3.

4.

5.

6.

DENGAN DEMIKIAN, PPK dan penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku di Republik Indonesia. Untuk dan atas nama __________ PPK [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk Penyedia Jasa Konsultansi maka rekatkan materai Rp 6.000,-)] [nama lengkap] [jabatan] Untuk dan atas nama Penyedia/Kemitraan(KSO) [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen maka rekatkan materai Rp 6.000,-)] [nama lengkap] [jabatan]

LAMPIRAN 2 : SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) 1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam SyaratSyarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut : 1.1 Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). 1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD. 1.3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 1.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 1.5 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi. 1.7 Penyedia adalah adalah badan usaha yang menyediakan Jasa Konsultansi dan telah ditetapkan sebagai pemenang oleh Pokja ULP.

1.8 Sub Penyedia adalah badan usaha yang mengadakan perjanjian kerja sama dengan penyedia, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak). 1.9 Kemitraan adalah kerja sama usaha antara penyedia nasional maupun dengan penyedia asing yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam perjanjian tertulis. Kerja sama usaha tersebut dapat dinamakan konsorsium atau joint venture atau sebutan lainnya sepanjang tidak dimaksudkan untuk membentuk suatu badan hukum baru dan mengalihkan tanggung jawab masing-masing anggota kerja sama usaha kepada badan hukum tersebut. 1.10 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan, adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional), yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh penyedia kepada PPK untuk menjamin terpenuhinya kewajiban penyedia. 1.11 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan penyedia yang mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan SyaratSyarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak. 1.12 Nilai Kontrak adalah total tercantum dalam Kontrak. 1.13 Hari adalah hari kalender. 1.14 Direksi Lapangan adalah tim pendukung yang dibentuk/ditetapkan oleh PPK, terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih, yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengendalikan pelaksanaan harga yang

pekerjaan konstruksi. 1.15 Direksi Teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh PPK untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi. 1.16 Rincian Biaya Langsung Personil adalah remunerasi atau upah yang diterima oleh personil inti, yang telah memperhitungkan biaya umum (overhead), biaya sosial (social charge), keuntungan (profit) maksimal 10 %, tunjangan penugasan, asuransi dan biayabiaya kompensasi lainnya, dihitung menurut jumlah satuan waktu tertentu (bulan, minggu, hari, atau jam). 1.17 Rincian Biaya Langsung Non Personil adalah biaya yang sebenarnya dikeluarkan penyedia untuk pengeluaran-pengeluaran yang sesungguhnya (at cost), yang meliputi antara lain biaya untuk pembelian ATK, sewa peralatan, biaya perjalanan, biaya pengiriman dokumen, biaya pengurusan surat ijin, biaya komunikasi, biaya pencetakan laporan, biaya penyelenggaraan seminar/workshop/lokakarya, dan lain-lain. 1.18 Jadwal Waktu Pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan dapat dilaksanakan. 1.19 Personel Inti adalah orang yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. 1.20 Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, yang pelaksanaannya diserahkan kepada penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.

1.21 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatangan kontrak sampai dengan tanggal penyelesaian pekerjaan. 1.22 Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. 1.23 Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal penyelesaian pekerjaan Jasa Konsultansi ini oleh penyedia yang tercantum dalam SPMK. 1.24 KAK adalah Kerangka Acuan Kerja yang disusun oleh PPK untuk menjelaskan tujuan, lingkup jasa konsultansi serta keahlian yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan berdasarkan Kontrak ini. 1.25 Penawaran Biaya adalah rincian yang memuat setiap komponen pekerjaan Jasa Konsultansi yang harus dilaksanakan oleh penyedia [untuk Kontrak Harga Satuan ditambah : berikut harga satuannya (mata pembayaran)] dan merupakan bagian dari Dokumen Penawaran penyedia. 1.26 Penawaran Teknis adalah data teknis yang memuat pendekatan teknis, metodologi, dan program kerja penyedia dalam pelaksanaan Jasa Konsultansi ini. Penawaran Teknis merupakan bagian dari penawaran penyedia. 1.27 SSKK adalah Syarat-Syarat Khusus Kontrak, berisikan ketentuan-ketentuan tambahan yang dapat mengubah atau menambah SSUK. 1.28 SSUK adalah Syarat-Syarat Umum Kontrak ini. 1.29 SPP adalah Surat Perintah Pembayaran yang diterbitkan oleh PPK dan merupakan salah satu tahapan dalam mekanisme pelaksanaan pembayaran atas beban

Anggaran Pendapatan Negara/Daerah.

Belanja

1.30 Tenaga Ahli adalah bagian dari Personil dengan keahlian, kualifikasi, dan pengalaman di bidang tertentu. 2. Penerapan Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) diterapkan secara luas dalam pelaksanaan pekerjaan Jasa Konsultansi ini tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Surat Perjanjian. 3.1 PPK menyerahkan seluruh/sebagian lokasi pekerjaan dan/atau dokumen tertentu yang dibutuhkan kepada penyedia sebelum diterbitkannya SPMK. 3.2 PPK menerbitkan SPMK selambatlambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal penandatanganan Kontrak. 3.3 Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan kontrak oleh penyedia. 4.1 Program mutu disusun oleh penyedia, yang paling sedikit berisi: a. Informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan; b. Organisasi kerja penyedia; c. Jadwal pelaksanaan pekerjaan; d. Jadwal penugasan tenaga ahli dan tenaga pendukung; e. Prosedur pelaksanaan pekerjaan; f. Prosedur instruksi pekerjaan; dan g. Pelaksana kerja. 4.2 Program mutu dapat direvisi sesuai kondisi lokasi pekerjaan 5.1 PPK bersama menyelenggarakan pelaksanaan kontrak. penyedia dapat rapat persiapan

3. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)

4. Program Mutu

5. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak

5.2 Dalam rapat persiapan, PPK dapat mengikutsertakan Tim Teknis dan/atau Tim Pendukung. 5.3 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak adalah:

a. program mutu; b. organisasi kerja; c. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan; d. jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi peralatan dan personil (apabila diperlukan); dan e. rencana pelaksanaan pemeriksaan lapangan bersama. 5.4 Hasil rapat persiapan pelaksanaan kontrak dituangkan dalam Berita Acara Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak yang ditandatangani oleh seluruh peserta rapat. 6. Mobilisasi 6.1 Penyedia melakukan mobilisasi setelah tanggal dimulainya pelaksanaan pekerjaan. 6.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan, yaitu: a. mendatangkan tenaga ahli; b. mendatangkan tenaga pendukung; dan/atau c. menyiapkan peralatan pendukung; 6.3 Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. 7. Asal Jasa Konsultansi 7.1 Pekerjaan Jasa Konsultansi ini dikerjakan terutama oleh tenaga Indonesia pada lokasi-lokasi yang tercantum dalam KAK. Jika lokasi untuk bagian pekerjaan tertentu tidak tercantum maka lokasi akan ditentukan oleh PPK. 7.2 Jika dalam proses pekerjaan Jasa Konsultansi digunakan komponen berupa barang, jasa, atau gabungan keduanya yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) maka penggunaan komponen impor harus sesuai dengan yang dicantumkan dalam Dokumen Penawaran. 7.3 Tindakan pencantuman komponen impor yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dapat dipersamakan dengan tindakan penipuan dan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

8. Penggunaan DokumenDokumen Kontrak dan Informasi

Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dokumen-dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak oleh pihak lain, misalnya Kerangka Acuan Kerja, gambar-gambar, pola, serta informasi lain yang berkaitan dengan kontrak tanpa ijin tertulis dari PPK. Penyedia wajib membebaskan PPK dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan HAKI oleh penyedia. Jaminan Uang Muka : 10.1 Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai 100% (seratus persen) dari besarnya uang muka. 10.2 Nilai jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pengembalian uang muka. 10.3 Masa berlakunya jaminan uang muka sekurang-kurangnya sejak tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal penyerahan pertama pekerjaan. 10.4 Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi. 10.5 Bentuk surat jaminan Uang Muka: memuat nama dan alamat PPK, penyedia yang ditunjuk, dan hak penjamin, nama paket kontrak, nilai jaminan uang muka dalam angka dan huruf, kewajiban pihak-pihak penjamin untuk mencairkan Surat Jaminan Uang Muka selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat kepada PPK, masa berlaku jaminan uang muka dan tanda tangan penjamin.

9. Hak Atas Kekayaan Intelektual 10. Jaminan

11. Asuransi

Pihak penyedia mengasuransikan : 11.1 semua barang dan peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja-pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan kontrak atas segala resiko yaitu kecelakaan, kerusakan-kerusakan,

kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga; 11.2 pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; 11.3 hal-hal lain yang dengan asuransi. 12. Pembayaran ditentukan berkaitan

12.1 Uang Muka : a. Uang Muka dapat diberikan kepada penyedia untuk: 1) mobilisasi alat dan tenaga kerja; 2) pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok barang/material; dan/atau 3) persiapan teknis lain yang diperlukan bagi pelaksanaan pengadaan. b. Uang Muka dapat diberikan kepada penyedia dengan ketentuan sebagai berikut: 1) untuk usaha kecil paling tinggi 30% (tiga puluh perseratus) dari nilai Kontrak; atau 2) untuk usaha non kecil paling tinggi 20% (dua puluh perseratus) dari nilai Kontrak. c. Besarnya Uang Muka untuk Kontrak Tahun Jamak adalah nilai yang paling kecil diantara 2 (dua) pilihan, yaitu: 1) 20% (dua puluh perseratus) dari Kontrak tahun pertama; atau 2) 15% (lima belas perseratus) dari total nilai Kontrak. d. Ketentuan mengenai pemberian uang muka beserta besarannya ditetapkan dalam SSKK. e. Penyedia dapat mengajukan permintaan pembayaran uang muka secara tertulis kepada PPK disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak. f. PPK mengajukan surat permintaan pembayaran untuk permohonan tersebut setelah Jaminan Uang Muka diterima dari penyedia. g. Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan

mencapai prestasi 100 % (seratus perseratus). h. Untuk kontrak tahun jamak, nilai Jaminan Uang Muka secara bertahap dapat dikurangi sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan. 12.2 Pembayaran prestasi pekerjaan a. Pembayaran prestasi pekerjaan dapat diberikan dalam bentuk : pembayaran bulanan/pembayaran berdasarkan tahapan penyelesaian pekerjaan (termin)/pembayaran secara sekaligus, sesuai dengan yang ditetapkan dalam SSKK. b. Pembayaran prestasi kerja diberikan kepada penyedia setelah dikurangi angsuran pengembalian Uang Muka dan denda apabila ada, serta pajak. c. Permintaan pembayaran kepada PPK untuk Kontrak yang menggunakan subkontrak, harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh subkontraktor sesuai dengan perkembangan (progress) pekerjaannya. d. Pembayaran bulanan/termin, dilakukan senilai pekerjaan yang telah diselesaikan. 12.3 Cara-cara dan tahapan pembayaran serta mata uang yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan dalam SSKK. 12.4 Penangguhan Pembayaran a. PPK dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya. b. Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau kelalaian penyedia. c. Penangguhan dilakukan dengan terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada penyedia yang memuat: 1) alasan penangguhan pembayaran; dan 2) persyaratan kepada penyedia untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah pemberitahuan

diterima. d. Jika dipandang perlu oleh PPK, penangguhan pembayaran dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada penyedia. 13. Harga 13.1 PPK membayar kepada pelaksanaan pekerjaan. peserta atas

13.2 Harga kontrak telah memperhitungkan : biaya umum (overhead), biaya sosial (social charge), keuntungan (profit) maksimal 10 %, tunjangan penugasan, asuransi dan biayabiaya kompensasi lainnya, yang dihitung menurut jumlah satuan waktu tertentu. 13.3 Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam Rincian Biaya Personil dan Rincian Biaya Non Personil sesuai dengan Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya. 13.4 Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi ini dibiayai dari sumber pendanaan yang disebut dalam SSKK 14. Bahasa dan Hukum 14.1 Bahasa kontrak menggunakan Bahasa Indonesia [kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris]. 14.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia [kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum yang berlaku di negara pemberi pinjaman/hibah (tergantung kesepakatan antara pemerintah dan negara pemberi hibah)]. Kontrak ini memuat semua ketentuan dan persyaratan yang telah disetujui oleh Para Pihak. Para Pihak tidak diperbolehkan untuk mengikatkan diri atau bertanggung jawab atas pernyataan, janji, atau persetujuan yang tidak tercantum dalam Kontrak ini.

15. Keutuhan Kontrak

16. Pemisahan

Jika salah satu atau beberapa ketentuan dalam Kontrak ini berdasarkan Hukum yang Berlaku menjadi tidak sah, tidak berlaku, atau tidak dapat dilaksanakan maka ketentuan-ketentuan lain tetap berlaku secara penuh. Ketentuan mengenai perpajakan adalah seluruh ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini akan dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak, atau jika disampaikan melalui surat, e-mail, dan/atau faksimili yang ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK. Penyedia wajib menyediakan layanan tambahan lainnya seperti pembuatan maket/model dari hasil desain sesuai dengan lingkup pekerjaannya. 20.1 tanggal mulai berlaku kontrak dan jangka waktu penyelesaian pekerjaan tercantum dalam SSKK; 20.2 tanggal mulai dilaksanakannya pekerjaan tercantum dalam SPMK; 20.3 tanggal penyerahan hasil pekerjaan dari penyedia kepada PPK tercantum dalam SPMK. 21.1 Pemeriksaan Bersama a. Pada tahap awal pelaksanaan kontrak dan pelaksanaan pekerjaan, PPK atau pihak lain yang ditunjuk oleh PPK bersama-sama dengan penyedia melakukan pemeriksaan bersama yang mencakup antara lain pemeriksaan kesesuaian personil dan/atau peralatan dengan persyaratan kontrak. Hasil pemeriksaan akan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan. b. Jika dalam pemeriksaan bersama ditemukan hal-hal yang dapat mengakibatkan perubahan isi kontrak maka perubahan tersebut akan dituangkan dalam amandemen kontrak. c. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan

17. Perpajakan

18. Korespondensi

19. Layanan Tambahan

20. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

21. Pengawasan dan Pemeriksaan

bahwa personil dan/atau peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan kontrak maka penyedia tetap dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat personil dan/atau peralatan yang belum memenuhi syarat harus segera diganti dalam jangka waktu yang disepakati bersama dengan memperhatikan Pasal tentang Personil Konsultan dan Subkonsultan. 21.2 Pemeriksaan Personil dan Peralatan a. Pemeriksaan (inspeksi) personil dan peralatan harus dilaksanakan setelah personil dan peralatan tiba di lokasi pekerjaan serta dibuatkan Berita Acara Hasil Inspeksi/Pemeriksaan yang ditandatangani oleh PPK dan penyedia. b. Dalam pemeriksaan personil dan peralatan, PPK dapat dibantu Tim Teknis dan/atau Tim Pendukung. c. Bila hasil inspeksi/pemeriksaan personil dan peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan, maka penyedia dapat melaksanakan pekerjaan dengan syarat personil dan peralatan yang belum memenuhi syarat harus diganti sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. d. Apabila dalam pemeriksaan personil dan peralatan mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka harus dituangkan dalam bentuk adendum Kontrak. 21.3 Pemeriksaan Lapangan a. Apabila diperlukan, PPK bersama-sama dengan penyedia melakukan pemeriksaan lapangan untuk melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan. b. Untuk pemeriksaan lapangan, PPK dapat dibantu Tim Teknis dan/atau Tim Pendukung. c. Hasil pemeriksaan lapangan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan yang ditandatangani oleh PPK dan penyedia. d. Apabila dalam pemeriksaan lapangan mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak.

22. Perubahan Kontrak

Perubahan kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, yang meliputi: 22.1 perubahan lingkup pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; 22.2 perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan lingkup pekerjaan; dan/atau 22.3 perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan lingkup pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan.

23. Perubahan Lingkup Pekerjaan

23.1 Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan Kerangka Acuan Kerja yang telah ditentukan dalam Kontrak, maka PPK bersama penyedia dapat melakukan perubahan Kontrak yang meliputi antara lain: a. menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak; b. mengurangi atau menambah jenis pekerjaan; c. mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan; d. melaksanakan pekerjaan tambah/kurang yang belum tercantum dalam Kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. 23.2 Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan tidak boleh melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari biaya yang tercantum dari nilai Kontrak awal. 23.3 Perintah perubahan lingkup pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis kepada penyedia, ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan biaya dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal. 23.4 Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum Kontrak.

23.5 Dalam hal penilaian perubahan lingkup pekerjaan sebagaimana dimaksud, PPK dapat dibantu oleh Tim Pendukung yaitu Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak. 24. Perpanjangan Waktu Pelaksanaan 24.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut: a. pekerjaan tambah; b. perubahan ruang lingkup pekerjaan; c. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK; d. masalah yang timbul diluar kendali penyedia; dan/atau e. keadaan kahar. 24.2 Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat keadaan kahar. 24.3 PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan atas kontrak setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia. 24.4 PPK dapat menugaskan Tim Pendukung yaitu Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan. 24.5 Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam adendum Kontrak. 25. [Penyesuaian Harga (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum)] 25.1. [Harga yang tercantum dalam kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak Tahun Jamak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan pekerjaan.

25.2.

25.3.

Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata pembayaran, kecuali komponen keuntungan dan biaya operasional sebagaimana tercantum dalam penawaran. Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/adendum kontrak. Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang berasal dari luar negeri, menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut. Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai akibat adanya adendum kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak adendum kontrak tersebut ditandatangani. Kontrak yang terlambat pelaksanaannya disebabkan oleh kesalahan Penyedia diberlakukan penyesuaian harga berdasarkan indeks harga terendah antara jadwal awal dengan jadwal realisasi pekerjaan. Penyesuaian Harga Satuan, ditetapkan dengan rumus sebagai berikut: Hn = Ho (a+b.Bn/Bo+c.Cn/Co+d.Dn/Do+.....) Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan; Ho = Harga Satuan pada saat harga penawaran; a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead; Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran komponen keuntungan dan overhead maka a = 0,15. b, c, d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja, bahan, alat kerja, dsb; Penjumlahan a+b+c+d+....dst adalah 1,00.

25.4.

25.5.

25.6.

25.7.

25.8.

Bn, Cn, Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan dilaksanakan (mulai bulan ke-13 setelah penandatanganan kontrak). Bo, Co, Do = Indeks harga komponen pada bulan ke-12 setelah penanda-tanganan kontrak. 25.9. Penetapan koefisien bahan, tenaga kerja dan alat kerja ditetapkan dalam SSKK. 25.10. Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS. 25.11. Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS, digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis. 25.12. Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut: Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+.... dst Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga Satuan; Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan penyesuaian Harga Satuan; V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan. 25.13. Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh PPK, apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data; 25.14. Penyedia dapat mengajukan secara berkala selambat-lambatnya setiap 6 (enam) bulan.]

26. Kerjasama antara penyedia dengan sub penyedia

26.1 Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub penyedia harus diatur dalam kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK. 26.2 Penyedia tetap bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub penyedia. 26.3 Ketentuan-ketentuan dalam kerjasama dengan sub penyedia harus mengacu kepada harga yang tercantum dalam Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan.

27. Personil Konsultan dan Subkonsultan

27.1 Umum a. Personil inti yang dipekerjakan harus sesuai dengan kualifikasi dan pengalaman yang ditawarkan dalam Dokumen Penawaran. b. Penggantian personil inti dan/atau peralatan (apabila ada) tidak boleh dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis PPK. c. Penggantian personil inti dan/atau peralatan dilakukan oleh penyedia dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada PPK dengan melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja Personil Inti dan/atau spesifikasi Peralatan yang diusulkan beserta alasan perubahan. d. PPK dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil inti menurut kualifikasi yang dibutuhkan. e. Jika PPK menilai bahwa Personil Inti: 1) tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik 2) berkelakuan tidak baik; atau 3) mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan menjamin personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak diminta oleh PPK. f. Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan perlu dilakukan, maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan

kualifikasi yang setara atau lebih baik dari personil inti dan/atau peralatan yang digantikan, tanpa biaya tambahan apapun. 27.2 Personil Inti a. nama personil dan uraian pekerjaan, kualifikasi minimum, perkiraan waktu pelaksanaan dilampirkan dalam Lampiran SSKK; b. penyesuaian terhadap perkiraan waktu pekerjaan personil akan dibuat oleh penyedia melalui pemberitahuan secara tertulis kepada PPK; c. jika terdapat pekerjaan tambah, maka perkiraan waktu pelaksanaan harus ditentukan secara tertulis oleh para pihak. 27.3 Persetujuan Personil Personil inti dan subkonsultan yang telah disetujui oleh PPK harus memberikan data dirinya dan surat keterangan tidak mengidap penyakit berbahaya/menular (medical certificate) serta terdaftar atau tertera dalam daftar personalia penyedia. 27.4 Waktu kerja dan lembur a. jam kerja dan waktu cuti untuk personil inti ditentukan dalam Lampiran SSKK; b. waktu kerja tenaga kerja asing yang dimobilisasi ke Indonesia dihitung sejak kedatangannya di Indonesia sesuai dengan surat perintah mobilisasi; c. tenaga kerja tidak berhak untuk dibayar atas pekerjaan lembur atau sakit atau liburan, karena perhitungan upah sudah mencakup hal tersebut. 28. Perubahan Personil 28.1 Perubahan personil dan peralatan yang diajukan oleh penyedia a. Penyedia dapat mengajukan penggantian personil dan/atau peralatan kepada PPK. b. Penyedia tidak dibenarkan melakukan penggantian personil dan/atau peralatan tanpa persetujuan PPK. c. PPK meneliti permohonan perubahan personil dan/atau peralatan, dengan ketentuan:

1) menyetujui permohonan perubahan personil dan/atau peralatan bila alasan yang diajukan dianggap sesuai; 2) tidak mengurangi kualifikasi tenaga ahli yang ditawarkan, dan tidak menambah nilai kontrak. Untuk kontrak biaya satuan (time based), biaya langsung personil harus disesuaikan dengan gaji dasar tenaga ahli yang menggantikan. 3) menolak permohonan perubahan personil dan/atau peralatan bila alasan yang diajukan dianggap tidak sesuai. d. untuk mengajukan permohonan penggantian personil, penyedia diwajibkan melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja personil yang diusulkan dan disertai alasan penggantian personil yang bersangkutan. e. Dalam rangka penilaian usulan penggantian personil dan/atau peralatan, PPK dapat dibantu Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak. 28.2 Penggantian personil penyedia atas perintah PPK a. Personil dari penyedia yang dianggap tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik atau berkelakuan tidak baik, harus segera dilakukan perintah penggantian personil kepada penyedia dengan kualifikasi keahlian personil yang sama atau lebih tinggi. b. Dalam waktu maksimal 15 (lima belas) hari sejak perintah penggantian personil, harus sudah menerima personil pengganti dari penyedia. 29. Keterlambat -an Pelaksanaan Pekerjaan 29.1 Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka PPK dapat menghentikan Kontrak dan menangguhkan pemenuhan hak-hak penyedia atau menangguhkan pembayaran.

29.2 Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK maka PPK dikenakan Ganti Rugi atau memberikan Kompensasi. 29.3 Penghentian Kontrak atau Ganti Rugi atau Kompensasi tidak dilakukan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. 29.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam Pasal ini adalah tanggal penyerahan setiap hasil kerja dan tanggal penyelesaian semua pekerjaan dengan penyerahan laporan akhir sebagaimana ditetapkan dalam SPMK. 30. Denda dan Ganti Rugi 30.1 Denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada penyedia, sedangkan ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada PPK, karena terjadinya cidera janji/wanprestasi yang tercantum dalam Kontrak. 30.2 Besarnya denda kepada penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah: a. 1/1000 (satu perseribu) dari sisa biaya bagian kontrak yang belum selesai dikerjakan, apabila kontrak terdiri atas bagian pekerjaan yang dapat dinilai terpisah dan bukan merupakan kesatuan sistem, serta hasil pekerjaan tersebut telah diterima oleh PPK; b. 1/1000 (satu perseribu) dari biaya kontrak, apabila bagian pekerjaan belum diterima oleh PPK. 30.3 Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam SSKK. 30.4 Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut :

a. PPK memodifikasi atau mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pekerjaan penyedia; b. keterlambatan penerbitan SPP; c. PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan; d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi sebagaimana yang diperjanjikan dalam kontrak; e. PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak diketemukan kerusakan/ kegagalan/penyimpangan; f. kompensasi lain yang dirinci dalam syarat khusus kontrak. g. jika kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka PPK berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan; h. ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat peristiwa kompensasi; i. perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat peristiwa kompensasi. 30.5 Tata cara pembayaran denda dan/atau ganti rugi diatur dalam SSKK. 31. Keadaan Kahar 31.1 Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi. Yang digolongkan Keadaan Kahar adalah: a. bencana alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah

longsor; b. bencana non alam, antara lain berupa gagal teknologi, epidemi dan wabah penyakit; c. bencana sosial, antara lain konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat, dan teror; d. pemogokan; e. kebakaran; dan/atau f. gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait. 31.2 Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah halhal merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak. 31.3 Dalam hal terjadi Keadaan Kahar, penyedia memberitahukan tentang terjadinya Keadaan Kahar kepada PPK secara tertulis dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan Keadaan Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 31.4 Setelah pemberitahuan tertulis tentang terjadinya Keadaan Kahar, para pihak dapat melakukan kesepakatan, yang dituangkan dalam perubahan Kontrak. 31.5 Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat keadaan kahar yang dilaporkan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya keadaan kahar, tidak dikenakan sanksi. 32. Laporan Hasil Pekerjaan 32.1 Penyedia wajib menyerahkan laporan dan dokumen sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam SSKK. Atas penerimaan laporan dan dokumen tersebut dibuatkan tanda terima. 32.2 PPK bersama penyedia melakukan pembahasan dan penilaian terhadap laporan dan dokumen yang diserahkan oleh penyedia.

32.3 PPK dan penyedia membuat berita acara hasil pembahasan dan penilaian laporan. 32.4 Jika terdapat kekurangan-kekurangan maka penyedia harus memperbaiki dan menyelesaikan kekurangan-kekurangan sesuai yang diinstruksikan oleh PPK dan menyerahkan laporan hasil perbaikan kepada PPK. 32.5 PPK menerima kembali penyerahan laporan yang telah diperbaiki oleh penyedia (bila ada), dan membuat berita acara serah terima laporan hasil perbaikan. 32.6 Laporan Akhir dibuat dalam bentuk cetakan (hardcopy) dan/atau file (softcopy). 32.7 Menyerahkan semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain, laporan, dan dokumendokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia berdasarkan kontrak ini dan menjadi hak milik PPK. 32.8 Penyedia paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir masa kontrak berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen tersebut beserta daftar rinciannya kepada PPK. 32.9 Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan piranti lunak tersebut setelah mendapatkan persetujuan PPK. 32.10 Jika dikemudian hari penyedia dan pihak ketiga akan melakukan pengembangan terhadap piranti lunak tersebut dan untuk itu diperlukan lisensi maka penyedia harus mendapatkan persetujuan lebih dahulu dari PA. Untuk tujuan ini PA berhak untuk mendapatkan penggantian biaya atas pengembangan piranti lunak tersebut. 32.11 Pembatasan (jika ada) mengenai penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur dalam SSKK.

33. Penghentian dan Pemutusan Kontrak

33.1 Penghentian Kontrak : a. Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. b. Dalam hal Kontrak dihentikan, maka PPK wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai. c. PPK dengan pemberitahuan tertulis kepada penyedia dapat memerintahkan penghentian Kontrak jika penyedia gagal untuk melaksanakan kewajibankewajibannya dalam Kontrak ini. Pemberitahuan tertulis tersebut harus memuat: 1) alasan penghentian Kontrak; dan 2) persyaratan kepada penyedia untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah pemberitahuan diterima. 33.2 Pemutusan Kontrak : a. Oleh PPK : Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan Kontrak ini melalui pemberitahuan tertulis kepada penyedia setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut: 1) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya; 2) penyedia tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah diberitahu atau dalam jangka waktu lain yang disetujui secara tertulis oleh PPK; 3) penyedia berada dalam keadaan pailit; 4) karena Keadaan Kahar, penyedia tidak dapat melaksanakan bagian pokok pekerjaan Jasa Konsultansi ini selama sekurang-kurangnya 60 (enam puluh) hari kalender; 5) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; 6) penyedia terbukti melakukan KKN,

kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau 7) pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggararan persaingan usaha yang sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. b. Oleh penyedia : Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, penyedia dapat memutuskan Kontrak ini melalui pemberitahuan tertulis kepada PPK setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut: 1) PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK; atau 2) karena Keadaan Kahar, penyedia tidak dapat melaksanakan bagian pokok pekerjaan Jasa Konsultansi ini selama sekurang-kurangnya 60 (enam puluh) hari kalender. c. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan penyedia, maka: 1) sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan Uang Muka dicairkan; 2) penyedia membayar denda; dan/atau 3) penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. d. Dalam hal pemutusan kontrak dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggararan persaingan usaha yang sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. e. Pada saat Kontrak diputuskan, maka PPK berkewajiban untuk melakukan pembayaran sebagai berikut : 1) pembayaran prestasi pekerjaan sampai dengan tanggal berlakunya pemutusan Kontrak; 2) biaya langsung personil (termasuk

biaya demobilisasi) yang dikeluarkan oleh penyedia sehubungan dengan pemutusan Kontrak. 34. Penyelesaian Pekerjaan 34.1 PPK melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangankekurangan, penyedia wajib menyelesaikannya. 34.2 Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. 34.3 PPK menerima penyerahan pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan dan diterima oleh dari Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. 34.4 Membuat berita acara serah terima laporan akhir, setelah seluruh pekerjaan diselesaikan. 35. Hak dan Kewajiban PPK 35.1 mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia; 35.2 meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak penyedia; 35.3 membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia; 35.4 memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pihak penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak; 35.5 ketentuan peralatan dan bahan yang disediakan oleh PPK untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia. Pada saat berakhirnya kontrak, Penyedia harus menyerahkan peralatan dan bahan sisa sesuai dengan instruksi PPK. 36. Hak dan Kewajiban 36.1 menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah

Penyedia

ditentukan dalam kontrak; 36.2 berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari pihak PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak; 36.3 melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada pihak PPK; 36.4 melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; 36.5 memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan pihak PPK; 36.6 menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; 36.7 penyedia harus mengambil langkahlangkah yang memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya, akibat kegiatan penyedia; 36.8 melaksanakan perjanjian dan kewajibankewajiban yang dibebankan kepadanya dengan penuh tanggung-jawab, ketekunan, efisien dan ekonomis serta memenuhi kriteria teknik profesional dan melindungi secara efektif peralatanperalatan, mesin, material yang berkaitan dengan pekerjaan dalam kontrak; 36.9 melaksanakan jasa konsultansi sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. PPK secara tertulis akan memberitahukan kepada penyedia mengenai kebiasaankebiasaan setempat; 36.10 penyedia tidak akan menerima keuntungan untuk mereka sendiri dari komisi usaha (trade commision), rabat (discount) atau pembayaran-pembayaran lain yang berhubungan dengan kegiatan

pelaksanaan jasa konsultansi; 36.11 penyedia setuju bahwa selama pelaksanaan kontrak, penyedia dinyatakan tidak berwenang untuk melaksanakan jasa konsultansi maupun mengadakan barang yang tidak sesuai dengan kontrak; 36.12 penyedia dilarang baik secara langsung atau tidak langsung melakukan kegiatan yang akan menimbulkan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dengan kegiatan yang merupakan tugas penyedia; 36.13 tanggungjawab penyedia adalah ketentuan mengenai hal-hal pertanggungjawaban penyedia sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia; 36.14 pemeriksaan keuangan adalah ketentuan mengenai kewajiban penyedia untuk merinci setiap biaya-biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan perjanjian, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan keuangan. Selain itu, dengan sepengetahuan penyedia atau kuasanya, PPK dapat memeriksa dan menggandakan dokumen pengeluaran yang telah diaudit sampai 1 (satu) tahun setelah berakhirnya kontrak; 36.15 ketentuan mengenai tindakan yang perlu mendapat persetujuan PPK meliputi: 1) memobilisasi personil yang terdapat dalam daftar; 2) membuat subkontrak dengan pengaturan: (i) cara seleksi, waktu, dan kualifikasi dari subkonsultan harus mendapat persetujuan tertulis sebelum pelaksanaan, (ii) Penyedia bertanggung-jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh subkonsultan dan personilnya. 36.16 ketentuan mengenai dokumen-dokumen yang disiapkan oleh penyedia dan menjadi hak milik PPK: mengatur bahwa semua rancangan, gambar-gambar,

spesifikasi, disain, laporan dan dokumendokumen lain serta software yang disiapkan oleh penyedia jasa menjadi hak milik PPK. Penyedia, segera setelah pekerjaan selesai atau berakhirnya kontrak harus menyerahkan seluruh dokumen dan data pendukung lainnya kepada PPK. Penyedia dapat menyimpan salinan dari dokumen-dokumen tersebut. 36.17 Kewenangan anggota penyedia adalah ketentuan yang mengatur mengenai apabila penyedia adalah sebuah joint venture yang beranggotakan lebih dari satu penyedia, anggota joint venture tersebut memberi kuasa kepada salah satu anggota joint venture untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan kewajiban anggota penyedia lainnya terhadap PPK. 37. Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Kecil 37.1 Apabila penyedia yang ditunjuk adalah Penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, maka pekerjaan harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. 37.2 Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia bukan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, maka: a. wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil, antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya; b. dalam melaksanakan kewajiban di atas, penyedia terpilih tetap bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut; c. bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama; dan d. membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas. 37.3 apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedia dikenakan sanksi yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden ini.

38. Itikad Baik

38.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. 38.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Jika selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. 38.3 Masing-masing Pihak dalam Kontrak berkewajiban untuk bertindak dengan itikad baik sehubungan dengan hak-hak Pihak lain, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan terpenuhinya tujuan Kontrak ini. Jika dalam pelaksanaan Kontrak ditemukan kesulitan yang menghambat pemenuhan tujuan Kontrak maka masing-masing Pihak berkewajiban untuk tetap berupaya bertindak wajar di antara mereka tanpa merugikan kepentingan satu sama lain. Jika Pihak yang satu menganggap pelaksanaan Kontrak tidak wajar dan adil maka kedua belah Pihak harus megupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi situasi tersebut. 40.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan Jasa Konsultansi ini. 40.2 Penyelesaian secara damai dapat dilakukan melalui musyawarah untuk mufakat secara langsung antara Para Pihak atau melalui perantaraan pihak ketiga yang disepakati oleh Para Pihak dalam bentuk antara lain mediasi atau konsiliasi.

39. Pelaksanaan Kontrak

40. Perdamaian

41. Lembaga Pemutus Sengketa

Dalam hal penyelesaian perselisihan melalui perdamaian tidak tercapai, maka penyelesaian perselisihan tersebut dapat dilakukan melalui: a. arbitrase, b. alternatif penyelesaian sengketa, atau c. pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

LAMPIRAN 3 : SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) A. Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut: Satuan Kerja PPK: Nama : __________ Alamat : __________ Telepon : __________ Faksimili : __________ e-mail : __________ Penyedia: Nama : Alamat : Telepon : Faksimili : e-mail : B. Wakil Sah Para Pihak __________ __________ __________ __________ __________

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut: Untuk PPK : __________ __________ berlaku terhitung sejak:

Untuk Penyedia : C. Tanggal Berlaku Kontrak D. Waktu Penyelesaian Pekerjaan E. Asuransi Kontrak mulai __________

Jangka waktu penyelesaian pekerjaan Konsultansi ini adalah selama: (__________) hari kalender/bulan/tahun

Jasa ___

Resiko dan pertanggungjawaban asuransi mencakup: 1. Kendaraan bermotor yang dioperasikan oleh penyedia jasa konsultansi atau sub penyedia jasa (apabila ada) atau personil dengan tanggungan kerugian pihak ketiga dengan nilai pertanggungjawaban minimum Rp. ............... (..............................) 2. Kerugian, cidera, dan kematian pihak ketiga (apabila diperlukan) dengan nilai pertanggungan minimum Rp. .................. (...........................) 3. Jamsostek sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, 4. Tanggung jawab profesi (apabila diperlukan) dengan nilai pertanggungan minimum Rp................... (......................) 5. Kerugian atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia jasa yang digunakan untuk

pekerjaan jasa konsultansi ini dengan nilai pertanggungan minimum Rp. ....................... (......................) F. Tindakan penyedia yang mensyaratka n persetujuan PPK G. Pelaporan Tindakan lain oleh penyedia yang memerlukan persetujuan PPK adalah: __________ [sebutkan secara jelas]

Penyedia berkewajiban untuk menyampaikan laporan-laporan berikut secara periodik selama Masa Kontrak: __________________ [uraikan secara rinci jenis laporan dan waktu penyerahan laporan dihitung sejak ditandatanganinya kontrak] Ketentuan serah terima Laporan Akhir berlaku untuk penyerahan setiap hasil kerja Jasa Konsultansi: (YA/TIDAK) Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari pekerjaan Jasa Konsultansi ini dengan pembatasan sebagai berikut: __________________ Ketentuan Penggunaan dan kerahasiaan Dokumen Kontrak dibatasi sampai dengan ..... (.....) tahun setelah kontrak berakhir

H. Serah Terima Laporan Akhir I. Pembatasan Penggunaan Dokumen

J.

Kerahasiaan

K. Tanggung [untuk konsultan perencana konstruksi] Jawab Profesi Umur konstruksi bangunan direncanakan : __ (__________) tahun L. Sumber Dana M. Pembayaran Uang Muka Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi ini dibiayai dari _______________________________ 1. Untuk pekerjaan Jasa Konsultansi ini dapat diberikan uang muka (YA/TIDAK). 2. [jika YA] Uang muka diberikan sebesar __% (__________ persen) dari nilai Kontrak [untuk kontrak tahun jamak diubah : Kontrak tahun pertama atau total nilai Kontrak]

N. Pembayaran Prestasi

1. Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan

Pekerjaan

cara:_____[bulanan/termin/sekaligus]. 2. Pembayaran berdasarkan cara tersebut di atas dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: _______________[uraikan bila pembayaran dilakukan secara bulanan atau termin] 3. Mata uang _____________[untuk sumber dananya PHLN] pembayaran : pengadaan yang

O. Batas akhir waktu penerbitan SPP

Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP oleh PPK untuk pembayaran tagihan angsuran adalah __ (__________) hari kalender terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang yang tidak diperselisihkan diterima oleh PPK. 1. Dokumen utama yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan :_________________ [sebutkan dan uraikan secara lengkap]. 2. Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan:___________________________ _[sebutkan dan uraikan secara lengkap] Untuk penyesuaian biaya digunakan indeks yang dikeluarkan oleh _____________ [BPS/Instansi Teknis Lainnya] Perhitungan Penyesuaian Harga dilakukan dengan ketentuan : ________________________________

P. Dokumen yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran

Q. Penyesuaian Biaya

R. Pembayaran Denda

Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu) dari _______________ [harga kontrak/harga bagian kontrak]. Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. ________________________________

S. Pembayaran Ganti Rugi

T. Kompensasi

U. Penyelesaian Perselisihan

Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak menetapkan lembaga penyelesaian perselisihan tersebut di bawah sebagai Pemutus Sengketa: [Pengadilan Republik Indonesia yang berkompeten/Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)] [Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus Sengketa maka cantumkan klausul arbitrase berikut tepat di bawah pilihan yang dibuat di atas: Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini, akan diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI, yang keputusannya mengikat kedua belah pihak yang bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir. Para Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang. Masingmasing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih arbitrator ketiga yang akan bertindak sebagai pimpinan arbitrator.]

LAMPIRAN 3 A : PERSONIL INTI, SUBPENYEDIA DAN PERALATAN 1 PERSONAL INTI PENYEDIA JASA KONSULTANSI [cantumkan nama, uraian detil tanggung jawab kerja, minimum kualifikasi, dan jumlah orang bulan. Cantumkan juga waktu kerja (termasuk jam kerja) dan cuti] 2 PERALATAN KHUSUS [cantumkan jenis peralatan khusus yang disyaratkan untuk pelaksanaan pekerjaan] 3 SUBPENYEDIA [cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut uraian personilnya seperti uraian personil penyedia di atas

BAB VIII. BENTUK DOKUMEN LAINNYA LAMPIRAN 1 : SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) CONTOH [kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] Nomor Lampiran : __________ : __________ ______, __ ________ 20__

Kepada Yth. ____________ di __________ Perihal : Penunjukan Penyedia Barang/Jasa untuk pelaksanaan pekerjaan_______________________________________

Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor ____________tanggal_____________perihal____________________ dengan nilai penawaran setelah dilakukan klarifikasi dan negosiasi teknis dan biaya oleh Pokja ____________ ULP ____________ sebesar Rp__________ (_____________________) termasuk PPN, telah ditetapkan sebagai pemenang oleh Pokja ____________ ULP ____________. Selanjutnya kami menunjuk Saudara untuk melaksanakan pekerjaan ______________________________, dan meminta Saudara untuk menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah dikeluarkannya SPPBJ ini sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan. Kegagalan Saudara untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Saudara akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan. Proyek/Satuan Kerja __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP. __________

LAMPIRAN 2 : SURAT PERINTAH MULAI KERJA CONTOH [kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] SURAT PERINTAH MULAI KERJA Nomor: __________ Paket Pekerjaan: __________ Yang bertanda tangan di bawah ini: __________[nama Pejabat Pembuat Komitmen] __________[jabatan Pejabat Pembuat Komitmen] __________[alamat proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen; berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal __________, bersama ini memerintahkan: __________[nama penyedia] __________[alamat penyedia] yang dalam hal ini diwakili oleh: __________ selanjutnya disebut sebagai Penyedia Jasa Konsultansi; untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1. Macam pekerjaan: __________; 2. Tanggal mulai kerja: __________; 3. Syarat-syarat pekerjaan: ketentuan Kontrak; sesuai dengan persyaratan dan

4. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun [pilih salah satu] dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal __________ 5. Hasil Pekerjaan: __________ 6. Sanksi: Terhadap keterlambatan penyerahan hasil kerja dan laporan akhir, Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi dan pembayaran kepada penyedia dapat dihentikan sesuai dengan ketentuan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak. __________, __ __________ 20__

Untuk dan atas nama __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP: __________ Menerima dan menyetujui: Untuk dan atas nama __________[nama penyedia] [tanda tangan] [nama lengkap wakil sah badan usaha] [jabatan]

LAMPIRAN 3 : JAMINAN SANGGAH BANDING CONTOH [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN SANGGAHAN BANDING No. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini ________________________dalam jabatan selaku_______________________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________ [nama bank] berkedudukan di __________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : _____________________________[Pokja ULP] Alamat :_____________________________________________ selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _______________________________________ (terbilang _______________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding atas pekerjaan ____________________ berdasarkan Dokumen Pemilihan No. ______________ tanggal ____________, apabila: Nama : _______________________ [penyedia Jasa Konsultansi] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut : YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, sanggahan banding yang diajukan oleh YANG DIJAMIN dinyatakan tidak benar. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Berlaku selama ______ (____________) hari kalender, dari tanggal ________________ s/d ________________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis oleh Penerima Jaminan dengan melampirkan Surat Jawaban Sanggahan Banding dari [Menteri / Pimpinan Lembaga / Kepala Daerah / Institusi] _______________________, paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding sebagaimana tercantum dalam butir 1. 3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima

tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar. 4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. 6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Jaminan Sanggahan Banding ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________ di________[alamat]. Dikeluarkan di : ____________ Pada tanggal : ___________ [Bank] Materai Rp 6.000,_________________ [nama dan jabatan]
Untuk keyakinan, Penerima Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke Bank ________ [bank]

LAMPIRAN 4 : JAMINAN UANG MUKA CONTOH [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN UANG MUKA No. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini _____________________________ dalam jabatan selaku ______________________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________ [nama bank] berkedudukan di _____________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : _______________________[Pejabat Pembuat Komitmen] Alamat :_____________________________________________ selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _________________________________________ (terbilang _______________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Uang Muka atas pekerjaan ____________________ berdasarkan Kontrak No. ______________ tanggal ____________, apabila : Nama : ________________________ [penyedia Jasa Konsultansi] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut : YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, YANG DIJAMIN lalai/ tidak memenuhi kewajibannya dalam melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN atas uang muka yang diterimanya, sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak yang diikuti oleh Yang Dijamin. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Berlaku selama ______ (____________) hari kalender, dari tanggal ______________________ s/d __________________________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan, paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagai Jaminan Uang Muka sebagaimana tercantum dalam butir 1. 3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat

belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. 4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. 6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Jaminan Uang Muka ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________di________[alamat] Dikeluarkan di : ____________ Pada tanggal : ___________ [Bank] Materai Rp 6.000,____________ [Nama dan Jabatan]

Untuk keyakinan, Penerima Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke Bank ________ [bank]

CONTOH [Kop Asuransi/Perusahaan Penjaminan Penerbit Jaminan] JAMINAN UANG MUKA Nomor Jaminan : ________________ Nilai : Rp______________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _________________________ [nama dan alamat penyedia] sebagai Penyedia Jasa Konsultansi, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _________________________ [nama dan alamat perusahaan penjaminan] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _________________________ [nama dan alamat PPK] sebagai Pemilik, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ____________(terbilang______________________) yang harus dibayarkan kepada PENERIMA JAMINAN. 2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar. 3. Bahwa TERJAMIN dengan suatu perjanjian tertulis No___________________tanggal___________________ telah mengadakan Kontrak dengan PENERIMA JAMINAN untuk pekerjaan ___________________ dengan harga kontrak yang telah disetujui sebesar Rp____________ (terbilang_______________) dan Kontrak tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jaminan ini. 4. Bahwa untuk Kontrak tersebut di atas, PENERIMA JAMINAN setuju membayar kepada TERJAMIN uang sebesar Rp___________________ (terbilang___________________) sebagai pembayaran uang muka sebelum pekerjaan menurut kontrak di atas dimulai. Sebagai jaminan terhadap pembayaran Uang Muka itu maka PENJAMIN memberikan jaminan dengan ketentuan tersebut di bawah ini. 5. Jika Terjamin melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN seluruh jumlah uang muka dimaksud (yang dinyatakan dalam surat tanda bukti penerimaan olehnya) atau sisa Uang Muka yang wajib dibayar menurut Kontrak tersebut, maka surat jaminan ini menjadi batal dan tidak berlaku, sebaliknya jika tidak maka surat jaminan ini tetap berlaku dan efektif mulai tanggal ___________________ sampai dengan tanggal ___________________ (selama berlakunya kontrak sampai pada tanggal Uang Muka telah dibayar kembali seluruhnya). 6. Tuntutan pencairan atas surat jaminan ini dilaksanakan oleh PENERIMA JAMINAN secara tertulis kepada PENJAMIN segera setelah TERJAMIN cidera janji (WANprestasi/default) karena tidak dapat memenuhi kewajibannya atau membayar kembali uang muka atau sisa uang muka tersebut sesuai dengan syarat kontrak.

7. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN Uang Muka atau Sisa Uang Muka yang belum dikembalikan oleh TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasarkan Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. 8. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. 9. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.

Dikeluarkan di _______________ Pada tanggal ________________ TERJAMIN PENJAMIN Materai Rp 6.000,_____________________ Nama Jelas _____________________ Nama Jelas

Untuk keyakinan, Penerima Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke ________ [penerbit jaminan]

CONTOH [Kop Asuransi/Perusahaan Penjaminan Penerbit Jaminan] SURAT JAMINAN SANGGAHAN BANDING Nomor Jaminan : ............................. Nilai : Rp............................. 1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : ......................................... [nama dan alamat penyedia] sebagai Penyedia Jasa Konsultansi, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan .................................................. [nama dan alamat perusahaan penjaminan] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada .................................................. [nama Pokja ULP], selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp................................(terbilang.............................................) yang harus dibayarkan kepada PENERIMA JAMINAN. 2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar apabila Sanggahan Banding dinyatakan SALAH oleh Menteri Pekerjaan Umum berdasarkan surat No........................Tanggal..........................[nomor dan tanggal surat jawaban Sanggahan Banding], dan Jaminan Sanggahan Banding ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penetapan seleksi. 3. Adapun ketentuan dari Surat Jaminan ini adalah : a.TERJAMIN dinyatakan kalah dalam surat jawaban Sanggahan Banding. b.Apabila Sanggahan Banding TERJAMIN disetujui PENERIMA JAMINAN dan TERJAMIN telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pemilihan maka jaminan ini berakhir. c. Jika tidak, surat jaminan ini tetap berlaku dari tanggal ................ sampai dengan tanggal ................ 4. Tuntutan pencairan (klaim) atas Surat Jaminan ini dilaksanakan oleh PENERIMA JAMINAN secara tertulis kepada PENJAMIN segera setelah Sanggahan Banding dari TERJAMIN dinyatakan SALAH oleh Menteri / Kepala Lembaga / Kepala Daerah / Kepala institusi 5. PENJAMIN harus membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah jaminan tersebut di atas selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender setelah menerima tuntutan pencairan dari PENERIMA JAMINAN. 6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita

dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. 7. Tuntutan pencairan terhadap Penjamin berdasarkan jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lammbatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku jaminan ini. TERJAMIN (..................................) Nama Jelas PENJAMIN (..................................) Nama Jelas

Imbal Jasa Penjaminan IDR.................... Terbilang : ..........................................